Tag: teknologi pendidikan

  • Sosialisasi Pendidikan GPIB Tekankan Sinergi Pendidikan dan Teknologi AI

    Sosialisasi Pendidikan GPIB Tekankan Sinergi Pendidikan dan Teknologi AI

    JAKARTA, PALAPANEWS.ASIA –

    Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) menggelar Sosialisasi Pendidikan bertema “Sinergi Hebat Kolaborasi Orang Tua dan Anak Menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Artificial Intelligence (AI)”, Kamis (5/2/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman masyarakat terhadap perubahan sistem evaluasi pendidikan dan perkembangan teknologi.

    Sosialisasi berlangsung di Aula Ki Hajar Dewantara, Lantai 5 Gedung Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Kuningan, Jakarta Selatan. Acara diikuti oleh orang tua, pendidik, serta pemerhati pendidikan dan diselenggarakan dengan dukungan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta.

    Ketua Umum GPIB Ir. Agung Karang menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan pendidikan ke depan.

    “Perubahan sistem pendidikan dan kemajuan teknologi tidak boleh membuat orang tua dan anak berjalan sendiri-sendiri. Kolaborasi menjadi kunci agar generasi muda siap menghadapi TKA dan era kecerdasan buatan,” ujarnya.

    Pada sesi utama, Kepala Pusat Assessment Pendidikan Dr. Rahmawati memaparkan arah baru Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang menitikberatkan pada pengukuran kompetensi peserta didik secara lebih komprehensif.

    “TKA tidak hanya mengukur hafalan, tetapi kemampuan berpikir dan pemahaman peserta didik agar selaras dengan arah kebijakan pendidikan nasional,” jelasnya.

    Materi selanjutnya disampaikan oleh Dr. Ir. Raden Kun Wardana Abyoto, M.T., mantan calon Wakil Gubernur DKI Jakarta yang saat ini menjabat Ketua Umum Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI). Ia menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia dalam pemanfaatan teknologi pendidikan.

    “Artificial Intelligence bukan ancaman, melainkan alat bantu pembelajaran. Tantangannya ada pada kesiapan guru, orang tua, dan peserta didik agar teknologi memberi dampak positif,” katanya.

    Kegiatan ini dipandu moderator Dr. Leonard dan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi. Acara tersebut juga dihadiri Ketua Umum Pengurus Pusat Media Independen Online (MIO) Indonesia, AYS Prayogie.

    Usai acara, AYS Prayogie mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi pendidikan yang dinilai relevan dengan kebutuhan masyarakat.

    “Kegiatan ini penting untuk menjembatani kebijakan pendidikan dengan pemahaman publik. Sinergi antara dunia pendidikan dan insan media perlu terus diperkuat,” ujarnya.

    Melalui kegiatan ini, GPIB berharap terbangun pemahaman bersama antara orang tua, pendidik, pemerintah, dan insan media dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang kolaboratif dan adaptif menghadapi tantangan masa depan.