Tag: PEWARIS

  • Menjelang Hari raya Idul Fitri 1446 H, PEWARIS Bagikan Santunan Kepada Anak Yatim dan Dhuafa

    Menjelang Hari raya Idul Fitri 1446 H, PEWARIS Bagikan Santunan Kepada Anak Yatim dan Dhuafa

    PALAPANEWS.ASIA, JAKARTA –

    Bulan Ramadhan adalah bulan di mana keberkahan pahala berlipat ganda bagi umat Islam, sehingga momen ini menjadi bulan dimana semua berbagi keberkahan, tak terkecuali oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Wartawan Islam (PEWARIS).

    DPP PEWARIS menyusuri gang untuk membagikan keberkahan kepada yang membutuhkan, baik Anak Yatim Piatu, maupun kaum Dhuafa.

    Sabtu, 22 Maret 2025 yang bertepatan dengan tanggal 22 Ramadhan 1466 Hijriyah, Pengurus Pusat DPP PEWARIS membagikan santunan di Gang Haji Saidi, RT. 010/RW. 001, Jl. Cipinang Indah 1, Kelurahan Cipinang Muara, Kec. Jatinegara, Jakarta Timur.

    Ketua Umum DPP PEWARIS, Lucky Indrawan, yang didampingi oleh Alam Massiri (Sekjend) dan Maemunah (Anggota) secara simbolis memberikan paket bantuan kepada sejumlah Anak Yatim dan Dhuafa, berupa Uang Tunai dan Paket.

    “Hari ini, Sabtu, 22 Maret 2025, kami dari wartawan, memberikan sedikit bantuan untuk Anak Yatim dan Dhuafa, semoga di kesempatan berikutnya, DPP PEWARIS dapat memberikan bantuan lebih banyak lagi, dan pada kesempatan ini juga, kami, DPP PEWARIS meminta doanya agar segala hal yang dilakukan oleh DPP PEWARIS senantiasa mendapat berkah dan rahmat dari Allah SWT., ujar Lucky Indrawan, Ketua Umum DPP PEWARIS.

    “Sekedar menambahkan, PEWARIS sendiri, masih sangat muda, belum cukup setahun, sehingga dengan usia semuda ini, kami belum dapat berbuat banyak. Dan kembali mohon doanya untuk perkembangan DPP PEWARIS,” timpal Alam Massiri.

  • Wisata Religi DPP PEWARIS Kunjungi Majelis GAZA, Diskusi Tentang Kebangkitan Islam

    Wisata Religi DPP PEWARIS Kunjungi Majelis GAZA, Diskusi Tentang Kebangkitan Islam

    PALAPANEWS.MY.ID, SUBANG, JAWA BARAT –

    Perjalanan religi yang digagas oleh Persatuan Wartawan Islam (PEWARIS) diikuti oleh puluhan jurnalis menuju majelis GAZA (Gerakan Akhir Zaman), pimpinan Kang Dicky Chandra, di Bukit Lebah Ciater, Subang, Jawa Barat, 14-15 September 2024.

    Perjalanan yang cukup jauh, dari Jakarta Pusat menuju Ciater, Subang Jawa Barat diwarnai dengan kemacetan yang luar biasa di tol Bekasi, yang memaksa tim menempuh perjalanan yang seharusnya dicapai dalm 4 – 5 jam, namun harus dilalui selama 8 jam.

    Sesi perjalanan religi yang diwarnai dengan diskusi antara GAZA dengan PEWARIS dengan tema diskusi “Perang dunia ke-3, (Malhamah Kubro) yang tidak lama lagi terjadi, menjadi titik balik kebangkitan Islam Nusantara”, dan pertandingan olahraga antara Tim GAZA dan PEWARIS pada cabang olahraga Bola Volly, Panahan, Menembak, tarik tambang, dan Cium rasa-rasa.

    Sabtu, 14 September 2024, Dicky Chandra, yang lebih akrab dengan sebutan Kang Chandra membuka sesi Diskusi Pertama, dengan memaparkan beberapa point penting dalam pendirian Majelis GAZA, Pertama, ingin menjadi hamba Allah yang terbaik, berdasarkan HR Al Hakim 4/446, Kedua, menjadi manusia yang paling utama, berdasarkan HR Bukhari 708, dan Ketiga untuk menyelamatkan Agama Islam, sebagaimana HR. Bukhari 6561, Keempat, Menyelamatkan diri dari Fitnah Dajjal, sebagaimana HR. Muslim – 2937.

    “Maksud dan Tujuan Majelis GAZA adalah : 1. Menyampaikan informasi kepada semua pihak, bahwa kita sudah memasuki fase ujung akhir zaman. Fase sangat berat yang akan dialami umat manusia, 2. Menyampaikan informasi bahwa nubuwwah Nabi Muhammad SAW, tentang mimpi-mimpi yang akan dialami umat di ujung akhir zaman, sudah terjadi saat ini, 3. Melakukan langkah-langkah yang diperlukan dalam antisipasi untuk menghadapi fase sangat berat yang sudah hampir tiba, agar bisa membantu negara dan umat dari mana pun kelompok dan agamanya,” ungkap Kang Dicky.

    Selanjutnya, dalam sesi kedua, Kang Discky menjelaskan tentang pemahaman GAZA yang merupakan hasil penelitian internal GAZA yang dilakukan mendalam tentang kebangkitan Islam yang akan terjadi dalam waktu dekat.

    “Dasar Pertama adalah Hadis yang dikutip oleh Abdullah bin Al Harits bin Jaz`I Az Zabidi, “Sekelompok manusia datang dari arah timur, lalu menyerahkan kekuasaannya kepada Al Mahdi.” (Ibnu Majah : 4078).” Ungkap Discky Chandra dalam pemaparannya.

    “Selanjutnya dasar selanjutnya adalah Buku Ramalan Akhir Zaman telah mengungkapkan pernyataan-pernyataan Ali bin Abi Tholib mengenai akhir zaman yang diterima beliau dari Rasulullah. Kitab tersebut merujuk pada keberadaan suatu negara yang akan menjadi simbol kejayaan Islam di masa akhir zaman yang disebut Negeri alyaban. Negara yang disebutkan dalam Buku terrsebut memiliki ciri-ciri sebagai berikut; 1. Mayoritas penduduknya adalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasulnya, 2. Penduduknya berasal dari kelompok Ajam yaitu orang-orang non Arab, 3. Penduduknya terkenal baik atau ramah, 4. Banyak yang mampu membaca Alquran, 5. Negara ini memiliki luas tanah yang besar, 6. Menjadi tempat yang diminati imigran dari luar (hijrah bagi banyak orang), 7. Di negara ini terdapat ratusan pulau, 8. Banyak keturunan Rasulullah, 9. Banyak gunung yang menjulang tinggi melindungi negara ini, 10. Sering terjadi gempa di sana, 10. Negara ini menjalin hubungan luar negeri dengan negara-negara di sekitarnya seperti negeri Cina di timur jauh dan negeri yang berada di belakang Laut Kuning yang memiliki nama yang mirip dengan nama raja mereka di masa lalu yaitu koreo (Korea), 11. Pada akhir zaman negara ini akan mencapai puncak kejayaannya dimana semua pulau yang dimilikinya akan terbuka saat masa Imam Mahdi dan Nabi Isa,” papar Kang Dicky selanjutnya.

    “Fakta lain menunjukkan bahwa Indonesia adalah Negera yang dimaksudkan adalah Isyarat tak tertulis dari Rukun Kabah, dimana terdapat 4 (empat) sudut Ka’bah, Pertama Rukun Iraqi, Rukun Yamani, Rukun Syami, dan Rukun Hajar Aswad, Pada Rukun Hajar Aswad, ketika ditarik garis lurus dari tengah Kabah menuju timur, akan melintasi Hajar Aswad yang jika ditarik garis lurus terus, akan melintasi Bukit Lebah Ciater, Subang, Jawa Barat,” tanbah Discky Chandra.

    “Beberapa dasar lainnya adalah Dari Abdullah bin Al Harits bin Jaz`I Az Zabidi dia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, Sekelompok manusia datang dari arah timur, lalu menyerahkan kekuasaannya kepada Al Mahdi.”(Ibnu Majah : 4078), diriwayatkan dari Tsauban, Rasulullah bersabda, sesungguhnya Allah mengumpulkan bumi untukku sehingga aku bisa melihat (kejayaan Islam) di Timur dan Barat. Dan sesungguhnya kekuasaan ummatku akan mencapai apa yang telah ditampakkan untukku. Aku diberi dua harta simpanan: Merah dan putih. (HR. Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi),”

    Dalam Diskusi selanjutnya, Kang Dicky Chandra secara tegas membicarakan tentang telah hadirnya Mahdi (al-Mahdi) saat ini sebagai pertanda mulainya kebangkitan Islam di dunia.

    “Saat ini, Majelis GAZA meyakini bahwa telah hadir al-Mahdi yang akan menjadi penuntun Umat Islam dalam Kebangkitannya, Majelis GAZA meyakini beliau adalah Muhammad Qasim yang saat ini berada di Pakistan, hal ini diyakini berdasarkan Mubasyirat (Mimpi yang nyata) dari berbagai orang-orang yang menjadi kepercayaan Majelis GAZA dan kesaksian dari berbagai orang-orang yang menyatakan bahwa Muhammad Qasim adalah al-Mahdi,” Ungkap Kang Dicky Chandra selanjutnya.

    Dalam kesempatan yang sama, Lucky Indrawan (Ketua Umum PEWARIS) mengungkapkan bahwa “Wisata Religi PEWARIS 2024 ini adalah salah satu bagian dari program yang akan dilakukan secara berkala, dimana PEWARIS berharap dapat menjadi corong bagi Jurnalisme Islam dalam melakukan syiar-syiar agama, namun lebih mengedepankan Jurnalisme berbasis data dan Etika dalam menjadikannya berita yang layak untuk di konsumsi,” ungkap Lucky Indrawan.

    – Rina –

  • Masih di Momen Kemerdekaan RI Ke-79, Persatuan Wartawan Islam (PEWARIS) Deklarasikan Diri

    Masih di Momen Kemerdekaan RI Ke-79, Persatuan Wartawan Islam (PEWARIS) Deklarasikan Diri

    PALAPANEWS.MY.ID, JAKARTA –

    Antusiasme di dalam Dunia Jurnalistik semakin menjadi Trend di banyak kalangan, apalagi setelah dengan munculnya sebuah Quote “No Viral, No Justice” semakin menjadikan dunia Jurnalistik menjadi banyak pilihan dalam menyelesaikan banyak persoalan.

    Sehubungan dengan hal tersebut, Minggu, 25 Agustus 2024, bertempat di Gedung Joang 45, Menteng, Jakarta Pusat, sejumlah Jurnalis dan Aktivis hadir dan memberikan semangat dalam Deklarasi Persatuan Wartawan Islam, atau yang disingkat PEWARIS.

    Pondasi PEWARIS sendiri sesungguhnya telah dibangun sekitar 2 tahun lalu, oleh Muhidin Jalih Pitung, salah seorang tokoh Betawi dan Lucky Indrawan, Jurnalis Kawakan yang cukup dikenal di dunia Jurnalis, namun berbagai kendala membuat PEWARIS akhirnya baru bisa mendeklarasikan keberadaannya pada tanggal 25 Agustus 2024.

    Dihadiri oleh Puluhan Jurnalis dan Aktivis Jakarta, Peserta Deklarasi PEWARIS juga dihadiri dari berbagai daerah di Indonesia, antara lain, Lampung, Fakfak (Papua), Makassar (Sulawesi Selatan), Jambi, Medan (Sumatera Utara), Surabaya (Jawa Timur), Semarang (Jawa Tengah), Jawa Barat dan Banten.

    Salah satu aktivis yang turut menghadiri deklarasi ini adalah Oscar Pendong, salah seorang aktivis yang selalu menyuarakan kebenaran dan mengkritik pemerintah untuk masyarakat.

    “Saya berharap ke depan, PEWARIS dapat sejajar dengan berbagai organisasi kewartawan lainnya, di Indonesia, dan untuk itu saya membutuhkan kerjasama, bukan hanya pada Anggota PEWARIS namun juga seluruh elemen dalam mengembangkan Jurnalistik yang Islami,” ungkap Lucky Indrawan, Ketua Umum PEWARIS, dalam sambutannya.

    “Selaku Ketua Dewan Penasehat, saya dan teman-teman lainnya berharap banyak kepada PEWARIS, yang diawal pembentukannya ini, di nakhodai oleh Bang Lucky Indrawan, Daeng Alam, dan Indah, untuk bisa menjadikan PEWARIS sebagai barometer dalam menegakkan Amar Ma’ruf Nahi Mungkar dalam dunia Jurnalistik,” Ujar Harry Amirudin, pada kesempatan yang diberikan kepada beliau.

    “Saya sendiri selaku penggagas awal, 2 tahun lalu bersama Lucky Indrawan, berharap PEWARIS, bukan hanya menuntun dan memajukan Jurnalistik yang Islami, namun juga bisa berusaha untuk mandiri, sebagai mana yang di ajarkan oleh Agama kita, yang juga menjadi nama dalam organisasi ini, ISLAM. Saya berharap kedepan, PEWARIS tidak takut untuk berkata benar atau salah dalam menyikapi semua persoalan yang dihadapi, tulis benar jika benar, tulis salah jika salah, media online saat ini mulai menjadi tolak ukur penyelesaian masalah, untuk itulah jadikan PEWARIS sebagai organisasi yang menjunjung tinggi akhlak dalam menuangkan tulisan-tulisannya, jadikan PEWARIS sebagai ladang ibadah, Allahu Akbar,” ungkap Muhidin jalih Pitoeng, yang lebih akrab dengan panggilan Bang Jalih, atau BJP, dalam sambutannya.

    Acara selanjutnya, diarahkan oleh Master of Ceremony kegiatan ( Rina Puspadewi ) untuk pembacaan Piaga Dekalarasi yang diikuti oleh seluruh Pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Wartawan Islam (PEWARIS).

  • PEWARIS Warnai Tahun Baru Islam Dengan Menggelar Deklarasi

    PEWARIS Warnai Tahun Baru Islam Dengan Menggelar Deklarasi

    PALAPANEWS.MY.ID, JAKARTA –

    Memasuki Tahun Baru Islam 1446 H atau 1 Muharam, yang bertepatan hari Minggu, 07 Juli 2024, sebuah Organisasi kewartawanan baru menggelar Deklarasi pendiriannya, Persatuan Wartawan Islam atau yang disingkat PEWARIS, di Gedung Joang 45, Menteng, Jakarta Pusat.

    Dalam keterangannya, Lucky Indrawan yang didapuk menjadi Ketua Umum mengungkapkan bahwa keberadaan PEWARIS bukan semata-mata sebagai Wadah berkumpulnya Jurnalis yang beragama Islam, namun juga sebagai Wadah diskusi dalam pengembangan Islam di Indonesia, lebih khusus lagi dalam penyebaran berita-berita Islam di berbagai media Online.

    “Sebelumnya, saya mewakili teman-teman yang tergabung di PEWARIS mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1446 H,” ungkap Lucky Indrawan kepada awak media, di Gedung Joang 45, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu, 07 Juli 2024.

    “Selanjutnya, kami berharap kedepannya PEWARIS dapat menjadi wadah teman-teman jurnalis yang beragama Islam, untuk menyatukan pergerakan dalam memberitakan hal-hal yang berkaitan dengan agama Islam dalam menegakkan Amar Ma’ruf Nahi Mungkar lewat Media pemberitaan, baik Online maupun cetak,” tambahnya.

    Ditempat yang sama, Sekretaris Jenderal PEWARIS, Alam Massiri mengungkapkan bahwa pasca deklarasi ini, seluruh persoalan administrasi dan struktural dalam PEWARIS akan dilakukan dengan cepat untuk memenuhi standar Organisasi Kewartawanan.