Tag: Jakarta

  • Rayakan Natal dan Kunci Taong, Jan Samuel Maringka Ajak Kawanua Jaga Iman, Budaya, dan Generasi Muda

    Rayakan Natal dan Kunci Taong, Jan Samuel Maringka Ajak Kawanua Jaga Iman, Budaya, dan Generasi Muda

    Jakarta — Perayaan Natal dan Kunci Taong Kerukunan Keluarga Kawanua berlangsung khidmat dan penuh nuansa kebersamaan di Gedung Balai Samudera, Kelapa Gading, Jakarta, Sabtu (31/01/2026). Mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” dengan subtema “Kasih Kristus Sempurna bagi Kita dalam Menjaga Akar, Menyatukan Hati dan Menjadi Cahaya”, acara ini menjadi momentum penting mempererat persaudaraan Kawanua di perantauan.

    Perayaan semakin semarak dengan gelar budaya khas Minahasa seperti Kabasaran, Kolintang, Makaruyen, Masamper, dan Katrili, yang mencerminkan kekayaan tradisi sekaligus identitas budaya Kawanua yang terus dijaga lintas generasi.

    Usai menghadiri acara, Jaksa senior sekaligus putra Kawanua, Jan Samuel Maringka, S.H., M.H.CGCAE, menegaskan bahwa Natal dan Kunci Taong bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan ruang spiritual untuk memulihkan iman, memperkuat persatuan keluarga, dan meneguhkan jati diri budaya Kawanua.

    “Ibadah perayaan Natal dan Kunci Taong ini harus menjadi ruang pemulihan iman, persatuan keluarga, serta penguatan identitas budaya Kawanua. Karena itu, seluruh persiapan kami kawal secara langsung,” ujar Jan Samuel Maringka.

    Menurutnya, kebersamaan warga Kawanua perlu terus dipertahankan dan dijadikan tolok ukur persatuan, tidak hanya bagi para orang tua, tetapi juga bagi generasi muda Kawanua di masa depan.

    “Kebersamaan warga Kawanua harus kita jaga, sehingga menjadi tolok ukur kebersamaan, bukan hanya bagi para tua-tua, tetapi juga bagi generasi muda Kawanua yang akan datang,” katanya.

    Jan Samuel Maringka yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Penasehat Kerukunan Kawanua Minahasa Tenggara menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga budaya sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Ia mengingatkan bahwa sejarah mencatat kontribusi besar warga Minahasa di tingkat nasional yang harus terus ditingkatkan ke depan.

    “Untuk ke depannya, generasi muda harus menjaga budaya, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dulu banyak partisipasi warga Minahasa di tingkat nasional, dan itu harus kita tingkatkan di masa yang akan datang,” tambahnya.

    Sebagai tokoh nasional dengan rekam jejak panjang di dunia kejaksaan—pernah menjabat Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan RI (2017–2020) dan Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian (2022–2023)—Jan Samuel Maringka berharap perayaan Natal dan Kunci Taong ini menjadi cahaya yang mempersatukan hati serta memperkuat kontribusi Kawanua bagi bangsa dan negara.

  • PWNU DKI: Pembenahan Tata Ruang Kunci Atasi Banjir Jakarta

    PWNU DKI: Pembenahan Tata Ruang Kunci Atasi Banjir Jakarta

    JAKARTA, PALAPA NEWS –

    Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta KH Lutfi Hakim MA menilai, langkah paling mendesak dalam mengatasi banjir Jakarta adalah mengoreksi kebijakan tata ruang, khususnya yang berpotensi merusak daerah resapan air.

    Menurut Lutfi, pola hujan ekstrem saat ini tidak lagi bisa dipandang sebagai siklus lima tahunan, melainkan dapat terjadi kapan saja. Karena itu, pemerintah didorong untuk lebih menekankan solusi jangka panjang ketimbang langkah darurat yang bersifat sementara.

    “Hujan ekstrem sekarang bukan lagi siklus lima tahunan. Ia bisa terjadi kapan saja. Maka pemerintah perlu fokus pada solusi jangka panjang, bukan hanya penanganan darurat. Penyebab banjir bukan semata faktor alam, tetapi juga persoalan tata ruang,” ujar Lutfi, Jumat (23/1/2026).

    Ia menegaskan, prioritas utama yang perlu dilakukan adalah mengoreksi kebijakan tata ruang yang selama ini berkontribusi terhadap berkurangnya fungsi daerah resapan air.

    “Jangan salahkan hujan. Hujan seharusnya menjadi tantangan untuk membangun sistem yang mampu menampung dan mengalirkan air dengan baik. Karena itu, pembangunan sumur resapan serta waduk atau embung perlu dikerjakan secara maksimal,” katanya.

    Terkait kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ), Lutfi menilai langkah tersebut cukup efektif sebagai upaya menjaga keselamatan siswa, selama tidak dijadikan pembenaran atas kegagalan kebijakan tata ruang dan pengelolaan lingkungan.

    Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak mengaitkan bencana dengan kesalahan moral individu atau kelompok tertentu.

    “Dalam perspektif Ahlussunnah wal Jamaah, cuaca ekstrem dan banjir adalah bagian dari takdir Allah. Hujan membasahi siapa saja, baik yang taat maupun yang bermaksiat,” ujar Lutfi.

    Meski demikian, ia menekankan pentingnya upaya pencegahan dan antisipasi sebagai bentuk ikhtiar. Menurutnya, pepatah sedia payung sebelum hujan harus dimaknai sebagai dorongan untuk mendahulukan mitigasi sebelum bencana terjadi.

    Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengimbau perusahaan di Jakarta menerapkan sistem kerja fleksibel atau work from home (WFH) menyusul cuaca ekstrem yang memicu banjir di sejumlah wilayah.

    Imbauan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Nakertransgi) Provinsi DKI Jakarta Nomor e-0001/SE/2026 tentang Pelaksanaan Sistem Kerja Fleksibel dan WFH karena Cuaca Ekstrem tertanggal 22 Januari 2026. Kebijakan ini ditempuh sebagai langkah antisipasi untuk menjaga kesehatan dan keselamatan pekerja.