Tag: GPIB

  • Dari Literasi hingga Independensi Pers: Peran Ir. Agung Karang dalam Arah Baru MIO Indonesia 2026

    Dari Literasi hingga Independensi Pers: Peran Ir. Agung Karang dalam Arah Baru MIO Indonesia 2026

    PALAPANEWS.ASIA, JAKARTA –

    5 Januari 2026 — Pada pertemuan silaturahmi strategis yang digelar Pimpinan Pusat Media Independen Online Indonesia (MIO) Indonesia, terdapat kesepakatan kerjasama penting antar lembaga, melibatkan MIO Indonesia, Asosiasi Pengusaha Industri Kreatif Indonesia (APIKI), Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI), Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB), serta Persatuan Wartawan Online Independen Nusantara (PWOIN). Kesepakatan ini menyatukan lintas organisasi dari ranah media, pendidikan, jurnalisme, dan industri kreatif dalam memperkuat kapasitas media serta literasi publik.

    Forum yang berlangsung pada Senin, 5 Januari 2026, pukul 11.30 WIB hingga selesai di Rajanya Sate Kambing & Tengkleng Kepala Kambing – Jawa Tulen, Cipayung, Jakarta Timur, diprakarsai Ketua Umum MIO Indonesia AYS Prayogie bersama Ketua Umum APIKI Anto Suroto.

    Dalam momentum tersebut, Ir. Agung Karang, yang menjabat sekaligus Wakil Ketua Umum MIO Indonesia dan Ketua Umum GPIB, menjadi figur sentral yang mengartikulasikan arah kolaborasi antar lembaga. Menurutnya, pergeseran cepat lanskap informasi menuntut sinergi formal antar organisasi yang berbagi nilai dasar: independensi media, profesionalisme, dan pendidikan publik.

    “Ketika media, pendidikan, dan komunitas penulis serta jurnalis bersatu, kita bukan sekadar memperkuat satu sektor—kita membangun ekosistem informasi yang mampu mendidik, mengkritik, dan menegakkan kebenaran. Kolaborasi ini bukan slogan; ini komitmen untuk memperluas ruang literasi di seluruh lini masyarakat,” ujar Ir. Agung Karang.

    Ia menegaskan bahwa kerjasama tersebut akan diformalkan melalui nota kesepahaman dan program bersama yang menempatkan pendidikan publik sebagai fondasi pemberitaan, penulisan kreatif, serta kolaborasi antara media dengan pelaku industri kreatif.

    Kesepakatan antar lima lembaga ini mencakup beberapa fokus strategis: peningkatan kapasitas media anggota melalui pelatihan dan sertifikasi bersama IPJI, dukungan APIKI dalam penyediaan konten ekonomi kreatif yang terkurasi, program literasi informasi bersama GPIB, serta penguatan standard independensi pers melalui jaringan PWOIN.

    Silaturahmi tersebut juga menjadi forum bagi Dewan Kehormatan dan tokoh lintas disiplin ilmu untuk memberikan pandangan dan rekomendasi terkait arah kebijakan organisasi. Selain Ir. Agung Karang, hadir tokoh-tokoh seperti Anto Suroto, SH, SE, MM, Prof. Budiharjo, Taufiq Rahman, SH, S.Sos, Ir. Indra Setiawan, MBA, Mayjen TNI (Purn) Asep Kuswani, Pitra Romadoni Nasution, SH, MH, Prof. Ir. Ali Zum Mashar, Dr. Ir. Kun Wardana Abyoto, MT, Brigjen Pol (Purn) Dr. Victor Pudjiadi, SpB, FICS, DFM, Drs. Lasman Siahaan, SH, MH, Dr. Suherman Sadji, SPd, MPd, dan lainnya.

    Berbagai isu strategis mengemuka dalam diskusi, mulai dari penguatan literasi publik terhadap informasi yang akurat, konsolidasi organisasi di daerah, peningkatan kompetensi jurnalis dan penulis, hingga memastikan keberlanjutan ekonomi media tanpa mengorbankan independensi editorial. Dalam keseluruhan pembahasan, perspektif pendidikan yang dibawa Ir. Agung Karang tampil sebagai benang redd yang menyatukan kepentingan media dan komunitas yang lebih luas.

    Hasil silaturahmi dan kesepakatan kerjasama ini akan dijadikan landasan utama dalam perumusan agenda resmi dan program prioritas PP MIO Indonesia tahun 2026, yang selanjutnya akan ditetapkan melalui mekanisme organisasi sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.

  • Agung Karang: Keluarga Korban Berhak Mendapat Kepastian Hukum

    Agung Karang: Keluarga Korban Berhak Mendapat Kepastian Hukum

    PALAPANEWS.ASIA, JAKARTA –

    Ketua Umum Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB), Agung Karang, menegaskan bahwa keluarga korban kecelakaan mobil MBG di SDN 01 Kalibaru berhak mendapatkan kepastian hukum dan pertanggungjawaban yang jelas. Insiden yang terjadi Kamis (11/12/2025) itu melukai 17 siswa dan satu guru.

    Dalam keterangannya, Agung menyampaikan simpati kepada seluruh keluarga yang saat ini mendampingi anak-anak mereka di rumah sakit. Ia menilai bahwa negara wajib hadir untuk memastikan proses hukum berjalan transparan.

    “Keluarga korban berhak mendapat keadilan,” ujarnya.

    Agung menyebut bahwa pemeriksaan terhadap sopir dan pemilik kendaraan adalah langkah awal, namun tidak cukup. Ia meminta agar penanggung jawab program MBG turut diperiksa.

    “Pertanggungjawaban tidak bisa berhenti pada satu orang,” katanya.

    Menurutnya, masyarakat berhak mengetahui penyebab kecelakaan, apakah terkait kelalaian manusia, buruknya kondisi kendaraan, atau lemahnya SOP distribusi. Informasi yang jelas diperlukan untuk mencegah spekulasi dan memastikan akuntabilitas.

    Agung juga menyoroti pentingnya dukungan psikologis bagi siswa yang menjadi korban maupun menyaksikan langsung peristiwa tersebut.

    “Anak-anak mengalami trauma. Negara harus memastikan mereka didampingi,” ujarnya.

    Ia menilai transparansi proses penyelidikan adalah bagian dari pemulihan kepercayaan publik terhadap pelayanan pendidikan. Tanpa itu, program pemerintah apa pun akan kehilangan legitimasi.

    “Kepercayaan masyarakat adalah modal penting,” jelasnya.

    Hingga kini, korban luka berat masih dirawat intensif di RSUD Koja, sementara investigasi masih berlangsung oleh pihak kepolisian, dinas pendidikan, dan pemerintah daerah.

  • Jaring Kerjasama, Sylviana Murni Sah menjadi Dewan Pembina DPP-GPIB

    Jaring Kerjasama, Sylviana Murni Sah menjadi Dewan Pembina DPP-GPIB

    PALAPANEWS.MY.ID, JAKARTA –

    Upaya untuk mengembangkan Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) sebagai sebuah organisasi yang eksis dalam dunia pendidikan Indonesia terus dilakukan oleh para jajaran pengurusnya, dengan melakukan berbagai macam upaya, salah satunya adalah dengan melakukan Audience ke berbagai fihak.

    Sejalan dengan hal tersebut, Senin, 01 Juli 2024, Beberapa Pengurus DPP-GPIB diterima di Kantor Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di bilangan Senayan Jakarta, tepatnya di Gedung Sriwijaya.

    Dalam kesempatan tersebut, DPP GPIB diwakili oleh Ir. Agung Karang (Ketua Umum), Rika Rachmawati, SE, Wina Syafiana, A.Md, Reni Dewayani, SH., M.Kn, Hartadi, SH, MH dan Alam Massiri, S.Ag, M.Si, sementara DPD-RI diwakili oleh Ibu Prof. DR. Hj. Sylviana Murni, SH, M.Si.

    “Dalam kesempatan ini, kami dari Gerakan Pendidikan Indonesia Baru, mengharapkan agar DPD yang saat ini diwakili oleh ibu Prof. DR. Hj. Sylviana Murni, SH, M.Si dapat membantu kami dalam mengemas kembali bentuk pendidikan karakter daru para siswa yang cenderung tidak lagi menghargai orang-orang disekitarnya,” ungkap Ir. Agung Karang, Ketua Umum DPP-GPIB dalam kesempatan yang diberikan kepadanya.

    Sementara itu, Hartadi, SH, MH mengungkapkan kebingungan yang terjadi dalam pengaplikasian berbagai aturan yang ada, karena banyaknya celah baik bagi pihak sekolah maupun bagi pihak komite dalam menerapkan aturan-aturan yang berlaku.

    Dilain sisi, Alam Massiri, Koord. OKK GPIB, mengharapkan adanya regulasi yang jelas, dan dapat membuat pelaku-pelaku pelecehan seksual kepada siswi-siswi menjadi jera dan dapat menghentikan kejahatan seksual tersebut.

    Prof. DR. Hj. Sylviana Murni, SH, M.Si secara gamblang menjelaskan upaya-uapaya yang telah dibangun pemerintah dalam menyelesaikan persoalan tersebut, salah satunya adalah pembangunan Karakter yang semestinya dibangun dari keluarga terlebih dahulu, Upaya Menangkal hoaks dengan melakukan komunikasi personal dengan pelaku dan korban, UKT yang turut dinikmati oleh orang-orang yang tidak berhak, dan menjelaskan pula secara gamblang, bahwa Indonesia adalah negara dengan regulasi yang sudah sangat baik dibanding dengan negara lain, sayangnya hal ini tidak ditopang dengan pelaksanaannya di tingkat bawah.

    Usai sesi Audience tersebut, Ketua Umum GPIB, Ir. Agung Karang, secara langsung meminta kepada Prof. Dr. Hj. Sylviana Murni, SH, Msi untuk dapat menjadi Dewan Pembina di tubuh DPP-GPIB, dan langsung disetujui oleh Anggota DPD-RI Periode 2019-2024 tersebut.

  • GPIB DKI Jakarta Siap Bantu Pemerintah Tingkatkan Mutu Pendidikan

    GPIB DKI Jakarta Siap Bantu Pemerintah Tingkatkan Mutu Pendidikan

    PALAPANEWS.MY.ID, JAKARTA –

    Pergulatan Dunia Pendidikan di Indonesia menuju Indonesia Emas 2045, sepertinya masih harus menempuh jalan berliku untuk mencapainya. Dunia Pendidikan Indonesia masih terseok-seok dalam perjalanannya, bukan hanya pada persoalan Kurikulum yang terus menerus berubah di setiap kepemimpinan di Indonesia, namun juga diwarnai dengan beragam warna lain, penggunaan Gadget yang tidak terkontrol, Bullying, Narkoba, Kekerasan yang terkadang berujung pada Tawuran.

    Terlepas dari hal tersebut diatas, Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) yang di gagas dan dideklarasikan di tahun 2022, hadir dan mencoba membantu pemerintah di bidang Pendidikan, mencoba dengan segala kemampuan turut andil dalam menyelesaikan berbagai problematika di dunia pendidikan, mulai dari melakukan penyadaran-penyadaran kepada siswa di semua tingkatan, pendekatan persuasif kepada sekolah dan komite dan lain sebagainya.

    Dan DKI Jakarta, yang menjadi barometer di segala lini di Indonesia, pada hari ini, 08 Maret 2024, akhirnya bisa dilantik menjadi salah satu bagian dari Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB), yang dimana saat ini dikomandoi oleh Bapak Ir. Agung Karang.

    Dan bertempat di Ruang Gedung Serbaguna seribu Wajah, Kantor Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Jumat, 08 Maret 2024, dilaksanakan Pelantikan Pengurus DPW GPIB Prov. DKI Jakarta.

    Dalam kesempatan tersebut, kegiatan ini dihadiri oleh Dinas Pendidikan, Dinas Kebudayaan, Satpol PP DKI Jakarta, Kesbangpol DKI Jakarta dan lainnya.

    “Saya mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena pada hari ini, 08 Maret 2024, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) Provinsi DKI Jakarta, secara resmi dilantik oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB)” ujar Baginda Doloksaribu, yang diamanahkan untuk menjadi Nahkoda DPW GPIB Prov. DKI Jakarta.

    “Setelah pelantikan ini, saya berharap teman-teman yang telah dilantik, dapat duduk bersama, memikirkan pendidikan di DKI Jakarta secara khusus, dan Indonesia secara umum, dapat bekerja sama, bahu membahu memajukan pendidikan di Indonesia,” lanjut Baginda, sapaan akrab sang Ketua DPW GPIB Provinsi DKI Jakarta ini.

    Di tempat terpisah, Ketua Umum Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB), Ir. Agung Karang mengungkapkan “Sebagai Ketua DPP GPIB, saya mengucapkan selamat kepada Adinda saya, Baginda Doloksaribu, S.IP, yang hari ini telah dilantik menjadi Ketua DPW GPIB Provinsi DKI Jakarta,”.

    “Pembentukan DPW GPIB DKI Jakarta membutuhkan waktu yang panjang, lebih dari 1 tahun, baru dapat disepakati secara musyawarah mufakat pada Musyawarah Wilayah – I yang dilaksanakan beberapa waktu lalu di Aula Pertemuan SMAN 53 Jakarta Timur, dan ini adalah kesyukuran saya secara pribadi secara khusus, dan Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) secara umum,” tutup Purnawiran POLRI ini, yang dimasa pensiunnya bergelar Komisaris Besar Polisi.