Tag: #Dukcapil

  • Pengamat Kritik Kelangkaan Blangko e-KTP, Bupati Bogor Diminta Turun Tangan

    Pengamat Kritik Kelangkaan Blangko e-KTP, Bupati Bogor Diminta Turun Tangan

    PALAPANEWS.ASIA, KABUAPTEN BOGOR –

    22 Januari 2026 — Isu kekosongan blangko Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) di sejumlah daerah pada awal 2026 menjadi sorotan pengamat kebijakan publik. Kondisi ini dinilai berpotensi menghambat pelayanan administrasi kependudukan dan merugikan masyarakat.

    Pengamat Kebijakan Publik, Edi Prastio, S.H., M.H., CPLA, yang juga Ketua Umum Perkumpulan Anti Diskriminasi Indonesia (PADI), menyayangkan terjadinya keterlambatan pendistribusian blangko e-KTP oleh Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri.

    “Selama ini Ditjen Dukcapil Kemendagri selalu menyampaikan bahwa stok blangko aman. Namun fakta di lapangan menunjukkan hal berbeda. Di beberapa daerah justru terjadi keterlambatan, bahkan kekosongan blangko,” ujar Edi, Kamis (22/1/2026).

    Berdasarkan pemantauan PADI di Kabupaten Bogor sejak awal Januari hingga sekarang, banyak warga mengeluhkan sulitnya mencetak e-KTP. Petugas di tingkat kecamatan maupun UPT Dukcapil, kata dia, menyampaikan bahwa blangko kosong dan pencetakan dibatasi maksimal sekitar 15 KTP per hari.

    “Dengan kondisi seperti ini, bagaimana mungkin pelayanan prima dalam administrasi kependudukan bisa terwujud?” ucap Edi.

    Ia mempertanyakan titik persoalan yang menyebabkan kelambatan tersebut, apakah berada di tingkat pusat atau di daerah. Menurut dia, permintaan blangko seharusnya dapat diajukan jauh hari sebelum pergantian tahun.

    “Kalau memang ini persoalan daerah, berarti ada masalah dalam perencanaan. Permintaan blangko itu bisa diprediksi. Tidak semestinya masyarakat yang menanggung akibatnya,” kata Edi, yang akrab disapa Bung Pras.

    Edi mendorong Bupati Bogor, Rudy Susmanto, S.Si., untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja jajaran Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bogor. Ia menilai keterlambatan distribusi blangko dari pusat mengindikasikan lemahnya koordinasi dan komunikasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

    Selain itu, ia menyoroti kebijakan pencetakan KTP dan dokumen kependudukan yang direncanakan dilakukan di kecamatan. Menurut dia, kebijakan tersebut perlu dievaluasi ulang karena keterbatasan sumber daya manusia di sejumlah kecamatan.

    “Jangan sampai pelimpahan kewenangan tidak diiringi kesiapan SDM dan sarana. Yang terjadi justru penumpukan masalah baru,” ujarnya.

    Secara khusus, Edi menegaskan perlunya evaluasi kinerja Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bogor, Renaldi Yushab Fiansyah, S.Sos., agar pelayanan administrasi kependudukan dapat kembali berjalan optimal dan hak-hak sipil masyarakat tidak terhambat.

  • Petugas Dukcapil Gerak Cepat Rekam e-KTP Penyandang Disabilitas Hari Ini

    Petugas Dukcapil Gerak Cepat Rekam e-KTP Penyandang Disabilitas Hari Ini

    PALAPANEWS.ASI, BOGOR —

    UPT Dukcapil Wilayah VII Cileungsi bergerak cepat, hari ini, Kamis (11/12/2025), dengan melaksanakan layanan jemput bola perekaman e-KTP di wilayah Cileungsi dan Klapanunggal. Program ini difokuskan bagi warga disabilitas yang tak mampu datang ke kantor layanan.

    Tim bergerak sejak pagi membawa perangkat perekaman keliling. Mereka menyusuri perkampungan dan permukiman padat untuk mendatangi rumah warga satu per satu. Dalam kegiatan hari ini, beberapa warga yang sudah lama belum melakukan perekaman akhirnya bisa dilayani tanpa meninggalkan rumah.

    Di Desa Klapanunggal, petugas mendatangi rumah Siti Aisah, penyandang disabilitas yang selama ini mengalami hambatan mobilitas. Perekaman dilakukan langsung di ruang tamunya. Keluarga menyebut kunjungan itu sebagai “kemudahan yang sudah lama ditunggu”.

    Kepala UPT Dukcapil VII Cileungsi Haer Alamsyah,S.Sos, menyatakan bahwa pihaknya harus memastikan seluruh warga tercatat dalam database nasional.

    “Kalau mereka tidak bisa datang, kami yang datang. Hak mereka tetap harus dijamin,” ujarnya.

    Aparat desa menilai kegiatan jemput bola sangat relevan dengan kebutuhan pelayanan publik saat ini. Banyak warga disabilitas yang tidak hanya menghadapi hambatan fisik, tetapi juga psikologis untuk mendatangi kantor pelayanan. Dengan hadirnya layanan keliling, hambatan tersebut dapat teratasi.

    Dinas Dukcapil Kabupaten Bogor menyebut kegiatan ini akan digencarkan dalam beberapa minggu ke depan sebagai bagian dari percepatan perekaman menjelang penataan ulang data 2026. Targetnya, seluruh warga disabilitas di wilayah Bogor Timur sudah terekam.

    Program hari ini menunjukkan bahwa pelayanan publik dapat bergerak lebih adaptif dan lincah. Perekaman yang dilakukan dari rumah ke rumah membuktikan bahwa layanan kependudukan bisa dekat, cepat, dan inklusif bagi warga yang selama ini terpinggirkan.