Tag: BPH Migas

  • BPH Migas Pantau Penyaluran BBM Subsidi di Manggarai Barat, Pastikan Pengguna BBM Subsidi Terlayani Baik

    BPH Migas Pantau Penyaluran BBM Subsidi di Manggarai Barat, Pastikan Pengguna BBM Subsidi Terlayani Baik

    PALAPANEWS.MY.ID, MANGGARAI BARAT –

    Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) melakukan pengawasan pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pengawasan dilakukan untuk memastikan penyaluran BBM subsidi kepada masyarakat terlayani dengan baik.

    “Pelayanan untuk masyarakat yang menggunakan minyak tanah agar terus dapat dilakukan dengan baik. Meskipun di pangkalan minyak tanah juga menyediakan LPG (Liquified Petroleum Gas) yang non PSO (Public Service Obligation/non subsidi),” ujar Anggota Komite BPH Migas Harya Adityawarman saat ditemui di salah satu Pangkalan Minyak Tanah di Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, NTT, Minggu (23/06/2024).

    Saat kunjungan, juga didapati bahwa pada periode Ramadan dan Idulfitri (RAFI), serta Natal dan tahun baru (Nataru) kemarin, pendistribusian minyak tanah di Manggarai Barat terjaga dengan baik.

    “Baik akhir tahun, maupun saat RAFI itu masyarakat terlayani dengan baik. Tidak ada kendala terkait permintaan minyak tanah,” ujar pria yang kerap disapa Didit ini.

    Lebih lanjut, Didit mengungkapkan adanya permintaan untuk penambahan kuota BBM subsidi untuk nelayan saat dirinya melakukan kunjungan ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Nelayan di Manggarai Barat.

    “Tadi kita sepakat, Ketua koperasi nelayan akan melaporkan hal ini (penambahan kuota) kepada Bupati. Selanjutnya Bupati menyampaikan usulan kepada Kepala BPH Migas mengenai penambahan solar untuk nelayan, sepanjang benar untuk kepentingan melaut bagi para Nelayan,” tambahnya.

    Didit berharap, nelayan dapat memanfaatkan BBM subsidi dengan baik, sehingga dapat mendorong produktivitas dalam bekerja. “Harapannya agar (BBM Subsidi) dapat digunakan dengan baik sesuai peruntukannya dan memberikan dampak positif bagi para nelayan,” pungkasnya.

    Sementara itu, Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga NTT Zico Wahyudi menjelaskan, saat mendampingi pemantauan BBM di Manggarai Barat untuk memastikan penyaluran BBM subsidi sesuai dengan ketentuan dan pengawasan berjalan dengan baik.

    “Yang kita upayakan, bagaimana menjaga kuota tetap bisa sesuai dengan volume yang ditetapkan oleh Pemerintah, melalui BPH Migas,” harapnya.

    Hadir dalam kunjungan ini, Kepala BPH Migas Erika Retnowati, Anggota Komite BPH Migas Saleh Abdurrahman, Wahyudi Anas, dan Yapit Sapta Putra. Hadir juga mendampingi, General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Sape Reno Yulianto dan Ketua Badan Pengurus Koperasi Nelayan Yasa Mina Labuan Bajo Yohanes Pasir.

    Dalam rangkaian kunjungan di Manggarai Barat ini, BPH Migas juga meninjau Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Komodo di Manggarai Barat, Kamis (20/06/2024). BPH Migas melihat sarana dan fasilitas yang ada di DPPU berjalan dengan baik, serta memastikan pasokan avtur untuk pesawat terjaga.

    Di samping itu, BPH Migas juga mendatangi Kantor ASDP Indonesia Ferry di Pelabuhan Labuan Bajo, Manggarai Barat, Jumat (21/06/2024). BPH Migas mengecek dokumen penyaluran BBM dan fasilitas kapal motor penyeberangan yang sedang bersandar di pelabuhan.

  • BPH Migas Ungkap Peran Sektor Migas pada Transisi Energi

    BPH Migas Ungkap Peran Sektor Migas pada Transisi Energi

    PALAPANEWS.MY.ID, JAKARTA –

    Transisi energi menjadi masa peralihan dari pemanfaatan sumber energi fosil menuju sumber Energi Baru Terbarukan (EBT) dan lebih bersih. Saat ini Pemerintah mulai menerapkan kebijakan untuk pengelolaan energi bersih yang mengutamakan keberlanjutan lingkungan. Dalam transisi energi, sektor minyak dan gas bumi (migas) masih terus diperlukan.

    Pengembangan sektor energi pada era transisi energi hendaknya bukan dipandang hanya sebagai perubahan dari energi fosil menjadi EBT, melainkan harus memberikan dampak yang besar dan berkelanjutan pada kehidupan.

    Diluncurkannya Enhanced National Determined Contributions (ENDCs) dan peta jalan Net Zero Emission (NZE) bertujuan untuk mengimplementasikan transisi energi bersih dan mencapai target pengurangan emisi gas rumah kaca.

    Hal ini disampaikan Anggota Komite BPH Migas Saleh Abdurrahman, dalam webinar bertajuk Tantangan dan Peluang Industri Minyak dan Gas Bumi di Tengah Transisi Energi, di Jakarta. Sabtu (25/05/2024).

    “Kita harus melihat transisi energi dari perspektif sebagai upaya kita mengurangi emisi gas rumah kaca dan peningkatan nilai tambah, dari nilai tambah rendah ke nilai tambah tinggi. Dari pemahaman eksploitatif menjadi efisiensi penggunaan sumber daya. Sehingga, sumber daya itu dapat dinikmati oleh generasi kita yang akan datang,” tegas Saleh.

    Terkait sektor migas, Saleh mengungkapkan, tren penggunaan minyak dan gas bumi diproyeksikan tetap tinggi seiring dengan kebermanfaatan migas, terutama bagi transportasi dan industri.

    “Dalam bauran energi primer terkini, tren penggunaan energi fosil masih tetap kuat. Di mana sektor ini masih tetap harus dikembangkan dan ditingkatkan karena ini (migas) sebagai sumber penerimaan, sumber investasi, bagian dari kehidupan sehari-hari, dan bagian dari penciptaan lapangan kerja, tentunya dengan upaya yang berkelanjutan,” ungkapnya.

    Pengembangan pemanfaatan migas dalam transisi energi, diwujudkan antara lain melalui penerapan bahan bakar minyak Biodiesel 35% dan Bioetanol dalam produk Pertamax Green 95 yang sudah mulai dipasarkan kepada masyarakat.

    “Untuk gas bumi di Indonesia dengan temuan sumber daya gas yang besar, harus bisa kita manfaatkan semaksimal mungkin. Tidak hanya untuk industri kimia, tetapi juga untuk sektor transportasi, rumah tangga, dan sektor produktif lainnya,” imbuhnya.

    Ketua Asosiasi Praktisi Hukum Migas dan Energi Terbarukan (APHMET) Didik Sasono Setyadi menyampaikan bahwa peran migas hingga tahun 2050 tidak bisa diabaikan. “BBM tidak mengalami masa sunset, tetapi kita harus menciptakan optimisme bagi semua pihak sehingga industri ini tetap berjalan,” jelasnya.

    Sementara itu, Vice President Corporate Communications PT. Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso juga angkat bicara mengenai pengelolaan energi Indonesia melalui Trilemma Energy, yaitu Ketahanan Energi, Keadilan Energi, dan Energi Keberlanjutan.

    “Strategi kami adalah dengan meningkatkan produksi migas dan kapasitas kilang, meningkatkan produksi LPG dan substitusi jaringan gas, pembangunan infrastruktur gas, implementasi program subsidi tepat, serta inisiatif penurunan emisi gas rumah kaca,” jelasnya.

    Dalam kesempatan yang sama, Pakar Ekonomi Indonesia Faisal Basri menggaris bawahi mengenai tata kelola migas di Indonesia. Ia menyarankan agar seluruh pemangku kebijakan dapat mengkaji lebih dalam terkait kebijakan migas ke depan.

  • Dukung Distribusi BBM Subsidi Tepat Sasaran, BPH Migas Apresiasi Peran DPR RI dan Pemda

    Dukung Distribusi BBM Subsidi Tepat Sasaran, BPH Migas Apresiasi Peran DPR RI dan Pemda

    PALAPANEWS.MY.ID, JAKARTA –

    Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memberikan apresiasi atas dukungan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dan Pemerintah Dearah (Pemda) dalam mengawal pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi. Hal ini disampaikan saat BPH Migas mengunjungi Batam, Kepulauan Riau untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya BBM subsidi agar dapat dinikmati masyarakat yang berhak dalam acara Sinergi BPH Migas dan DPR RI pada tanggal 27 April 2024. Hadir pada kesempatan ini Anggota DPR RI Komisi VII  Dr. Asman Abnur, SE, Msi.

    Anggota Komite BPH Migas Yapit Sapta Putra mengutarakan bahwa BPH Migas mendapat amanah untuk memastikan distribusi BBM subsidi tepat sasaran. Dirinyapun mengapresiasi dukungan yang diberikan dari DPR RI, Pemerintah Daerah, dan Badan Usaha Penugasan dalam melaksanakan amanah tersebut. 

    “DPR RI selaku mitra kami untuk mendorong dari sisi regulasi serta mendukung penerapan di daerah. Improvisasi terus kita lakukan, dan tentunya improvisasi juga senantiasa didukung oleh Pemerintahan Kota, khususnya Kota Batam,” ujarnya saat ditemui di Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (27/4/24).

    Lebih lanjut, Yapit menyampaikan bahwa Program Fuel Card yang digagas oleh Pemerintah Kota Batam dengan menggandeng Pertamina Patra Niaga sudah tepat dan sesuai. Fuel Card ini berfungsi sebagai kartu kendali untuk memitigasi adanya penyalahgunaan BBM subsidi.

    “Fuel Card memudahkan dalam proses pengawasan. Ini menumbuhkan perasaan aman kepada seluruh pihak. Karena kita yakin penggunaan Fuel Card dan QR Code bisa mengurangi terjadinya penyalahgunaan,” terangnya.

    Dalam kesempatan yang sama, Anggota Komite BPH Migas Eman Salman Arief juga menyampaikan dukungannya terhadap Program Fuel Card. Ia berharap masyarakat mendukung implementasi Fuel Card ini, agar distribusi BBM subsidi lebih tepat sasaran.

    “Dengan adanya fuel card yang diterapkan di Batam dan programnya sudah berjalan, mudah-mudahan penyaluran BBM Subsidi dan Kompensasi dapat terlaksana dengan aman dan lancar,” ucapnya.

    Eman menambahkan, melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat mendapat lebih banyak pengetahuan tentang penyaluran BBM subsidi yang tepat sasaran.

    “Mudah-mudahan pemahaman itu akan disampaikan ulang lagi kepada rekan-rekan yang belum sempat hadir agar mereka mengetahui tugas dan fungsi BPH Migas dalam mengawal BBM subsidi agar tepat sasaran,” ujar Eman.

    Sementara itu, Asman Abnur menyampaikan ucapan terima kasih kepada BPH Migas, serta seluruh pihak terkait yang sudah berkontribusi terhadap penyaluran BBM di Kota Batam.

    “Mudah-mudahan ke depan makin tertib lagi. Tentunya sesuai tugas dan fungsi kita masing-masing, bersama-sama kita kawal supaya Kepulauan Riau dan khususnya Batam terus terjaga dan aman dalam pendistribusian. Batam sejauh ini aman-aman saja, tidak ada masalah,” pungkasnya.

    Kegiatan ini juga dihadiri Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam Gustian Riau dan Sales Area Manager PT Pertamina Patra Niaga Kepulauan Riau Bagus Handoko. 

    Monitoring SPBU di Bintan

    Sehari sebelumnya, Eman dan Yapit mengunjungi salah satu SPBU di Bintan, Kepulauan Riau. Eman menjelaskan, pengawasan yang dilakukan di SPBU ini sangat penting untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan BBM subsidi. 

    “Pengawasan ke SPBU untuk mengecek sarana fasilitas yang memadai, sehingga masyarakat menerima pelayanan yang nyaman. Selain itu, untuk mengawasi penyaluran BBM subsidi kepada masyarakat, agar tidak terjadi penyalahgunaan salah satunya melalui rekaman CCTV yang dipasang di beberapa titik di SPBU,” tegasnya saat disapa di salah satu SPBU di Bintan, Jumat (26/4/2024).

    Hal senada disampaikan Yapit. Ia mengungkapkan, saat melakukan pengawasan ada beberapa temuan, seperti pemasangan CCTV agar dapat memperlihatkan nomor polisi kendaraan dan data disimpan setidaknya selama 30 hari.

    “Inilah mengapa kami dorong masyarakat agar bersama-sama melakukan pengawasan. CCTV adalah salah satu hal yang terus didorong untuk diimprovisasi dan terus kita gencarkan. Hal ini, untuk mempermudah pemantauan terhadap adanya indikasi pengisian yang tidak wajar,” pungkas Yapit.

  • Sambut Ramadan 1445 H, Kepala BPH Migas Minta Pegawai Tingkatkan Kompetensi Spiritual

    Sambut Ramadan 1445 H, Kepala BPH Migas Minta Pegawai Tingkatkan Kompetensi Spiritual

    PALAPANEWS.MY.ID, JAKARTA –

    Menyambut bulan suci Ramadan 1445 H, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menyelenggarakan kegiatan silaturahmi dan ceramah agama di Kantor BPH Migas, Jakarta, Senin (4/3/2024). Dalam acara yang dihadiri Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj untuk memberikan tausiah ini, Kepala BPH Migas Erika Retnowati meminta segenap pegawai mempersiapkan diri menyongsong Ramadan dengan membersihkan hati, saling memaafkan, serta meningkatkan kompetensi spiritual.

    “Bulan Ramadan merupakan bulan yang tepat untuk meningkatkan kompetensi spiritual. Dalam bulan ini, setiap muslim diajarkan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui ibadah puasa, sholat tarawih, dan ibadah lainnya. Selain itu diajarkan pula untuk meningkatkan sikap kesabaran dan keikhlasan, kejujuran dan kerendahan hati. Sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), kita harus bisa menerapkan nilai-nilai tersebut untuk meningkatkan kualitas kehidupan sehari-hari,” ujar Erika dalam acara yang mengambil tema “Fokus Pada Pembaruan Nilai Spiritualitas dan Introspeksi Diri Sebagai ASN BER-AKHLAK”.

    Ketika meningkatkan kompetensi spiritual, ASN dapat meningkatkan kualitas diri yaitu memiliki kesadaran yang tinggi, rasa tanggung jawab yang kuat, dan mampu mengambil keputusan yang bijaksana.

    “Marilah kita memanfaatkan momen Ramadan ini untuk meningkatkan kompetensi spiritual kita sebagai ASN, momentum introspeksi diri, memperbaiki kekurangan dan meningkatkan kualitas diri, serta menjadi ASN yang profesional, dan berintegritas,” tambahnya.

    Kepala BPH Migas kembali mengingatkan perlunya menerapkan Core Values ASN BerAkhlak yaitu Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif dalam perilaku kehidupan sehari-hari di kantor maupun di lingkungan masyarakat. Tugas yang BPH Migas emban juga sangat berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat yang bisa berdampak pada ekonomi sosial.

    “Khususnya pada setiap bulan Ramadan, BPH Migas akan menjadi yang terdepan dalam kegiatan melaksanakan monitoring pengawasan terhadap pendistribusian BBM dalam mengantisipasi arus mudik dan perayaan Hari Idul Fitri.mUntuk itu, perlu persiapan diri agar dapat bekerja dengan baik dan melayani masyarakat dengan optimal,” jelas Erika.

    Sementara Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj, MA., dalam tausiahnya meminta agar umat muslim meningkatkan ketakwaan, sabar, dan syukur. Selain itu, bersikap jujur, serta memperkuat tali persaudaraan.

    “Jadi orang jujur itu nikmat. Jadi orang yang apa adanya, jujur, dan terbuka itu langkahnya tenang, tidur nyenyak, tidak gelisah. Semoga sampai akhir hayat, kita semua menjadi orang yang jujur, selalu ma’rifat, khusyuk, bersyukur dengan apa yang telah diberi oleh Allah dan merasa hidup ini bahagia bersama Allah,” pungkasnya.

    Acara silaturahmi hari ini dihadiri oleh Anggota Komite BPH Migas yaitu Abdul Halim, Basuki Trikora Putra, Eman Salman Arief, Harya Adityawarman, Iwan Prasetya Adhi, Saleh Abdurrahman, serta Wahyudi Anas. Selain itu, hadir juga Sekretaris BPH Migas Patuan Alfon S, Direktur BBM Sentot Harijady BTP, Direktur Gas Bumi Soerjaningsih, Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Tata Kelola Hilir Migas Mulyono, dan Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Penegakan Hukum Sektor Hilir Migas dan Penanganan Radikalisme Brigjen Pol (Purn) Hendriarto, dan seluruh jajaran pegawai BPH Migas.

    (Lelly)