Tag: Banjir

  • LMK RW. 09, Cipinang Muara Harapkan Balifiber Segera Benahi Instalasi Kabel Penyebab Banjir di Komp. PWI

    LMK RW. 09, Cipinang Muara Harapkan Balifiber Segera Benahi Instalasi Kabel Penyebab Banjir di Komp. PWI

    JAKARTA, PALAPANEWS.ASIA –

    Memasuki dunia tekhnologi maya yang kian tak terbendung, keberadaan provider penyedia layanan jaringan internet semakin meraja lela, dan Indihome yang saat ini masih menjadi raja diraja penyedia jaringan internet, mulai mendapat tandingan dari berbagai macam provider lainnya, sebut saja Balifiber, Oxygen, Biznet dan lain sebagainya.

    Sekitar tahun 2017-2018, Balifiber yang mengembangkan sayapnya membangun kerjasama pemasangan jaringan dengan Kompleks PWI yang terletak di Kelurahan Cipinang Muara, Kecamatan jatinegara, jakarta Timur, Kompleks yang juga dikenal dengan nama Griya Wartawan dan atau RW 09.

    Perjanjian pemasangan jaringan tersebut tentu saja bukan hanya sekedar pemasangan dan instalasi jaringan kabel, juga termasuk perjanjian pemasangan CCTV dan pemeliharaannya, selama Balifiber masih memiliki jaringan pengguna di Komplek Griya Wartawan, yang saat ini dipimpin oleh A. Bahrul BD. Atau yang lebih dikenal dengan panggilan Pak Rully.

    Pemasangan kabel jaringan yang semula diharapkan sesuai dengan Standar INSTALASI, ternyata tidak sesuai dengan kesepakatan bersama, yang mana instalasi kabel optik dari balifiber itu di Sewer (saluran air kotor) dengan menggunakan klem kabel yang dikaitkan di pinggir sewer. Tetapi pada kenyataannya hanya kabel instalasi yang terlihat oleh mata yang diberikan klem (penguat kabel). Sedangkan sisanya yang berada di bawah duct daripada rumah warga, tidak diberikan klem, dan hal tersebut mengakibatkan penimbunan sampah, yang kemudian berakibat banjir pada saat curah hujan cukup tinggi, dimana hal ini juga diungkapkan oleh petugas Sumber Daya Air (SDA) Kec. Jatinegara, Kota Jakarta Timur yang didatangkan untuk melihat penyebab banjir tersebut.

    Walhasil, Kabel-kabel tersebut menjadi penyebab penimbunan sampah, yang kemudian menjadikan saluran air tidak normal dan bahkan tersumbat. Dan data yang diperoleh dalam beberapa tahun terakhir ini, beberapa RT dan Ruas Jalan di Kompleks Griya Wartawan menjadi Banjir.

    Ketua RW. 09, A. Bahrul. BD, mengungkapkan bahwa saat instalasi jaringan Balifiber, dirinya belum menjadi Ketua RW, namun ia mengetahui jelas perjanjian tersebut, termasuk perjanjian pemeliharaan CCTV yang dipasang oleh fihak Bali fiber. Jum’at, 01/08/2025.

    Ivan Rusdiyanto, Ketua LMK RW. 09, Kel. Cipinang Muara, yang juga warga Kompleks PWI mengungkapkan “Kami dipush oleh warga untuk menyelesaikan masalah yang telah ditimbulkan oleh Bali Fiber, bukan hanya persoalan penyumbatan saluran air, yang telah beberapa kali menyebabkan banjir di berbagai titik.

    “Beberapa saat lalu, fihak Bali Fiber pernah menemui saya dan Ketua LMK, untuk menindaklanjuti persoalan ini, dan berjanji untuk sesegera mungkin menyelesaikannya, namun hingga hari ini, tidak ada lagi tindak lanjut hal tersebut, kami pun sudah pernah mengutus salah satu orang kepercayaan kami untuk menanyakan hal ini, namun fihak manajemen tidak mau menemui utusan kami, hanya menerima via telepon,” ungkap Rully Kemudian.

    “intinya sederhana saja, tata ulang instalasi kabel-kabel tersebut, atau sekalian angkut saja, supaya di RW 09 , khususnya di RT. I, III dan V, tidak lagi mengalami kebanjiran, saat curah hujan cukup besar ada di Kompleks ini,” timpal Ivan.

    “Kami tidak mau tahu dengan pergantian managemen di Balifiber, yang kami ingin selesaikan masalah-masalah yang timbul akibat instalasi balifiber di wilayah kami,” tutup Ketua RW. 09, Kel. Cipinang Muara.

  • BPBD Sebut Empat Titik Lokasi Masih Tergenang Air di Kota Bekasi

    BPBD Sebut Empat Titik Lokasi Masih Tergenang Air di Kota Bekasi

    PALAPANEWS.ASIA, BEKASI, JAWA BARAT –

    Hujan dengan intensitas tinggi melanda Kota Bekasi sejak Minggu sore (6/7/2025) hingga malam mengakibatkan wilayah di tergenang air.

    BPBD Kota Bekasi menyebut sejumlah titik lokasi masih tergenang air dengan ketinggian bervariasi. Wilayah yang masih terdampak meliputi Gang Mawar dan Kampung Lengkak di Bekasi Timur, Kampung Lebak di Bekasi Utara, serta RW 07, 08, dan 09 Kelurahan Margamulya, Bekasi Utara.

    “Ketinggian air bervariasi antara 50 hingga 100 cm. Di Kampung Lebak, sebanyak 20 kepala keluarga (KK) dari RT 01 RW 03 masih mengungsi karena rumah mereka belum layak huni,” kata Kepala BPBD Kota Bekasi, Priadi Santoso,, Selasa (8/7/2025).

    Sebelumnya, tiga lokasi lain yang sempat tergenang pada Senin (7/7/2025) adalah Perumahan Bumi Nasio (70 cm), Kompleks Dosen IKIP (65 cm), dan Wilayah Duta Kranji (30 cm).

    Priadi menegaskan bahwa tim BPBD masih berjaga di lapangan untuk memantau kondisi dan membantu evakuasi.

    “Kami telah mengerahkan pompa portabel untuk mempercepat pengeringan air di permukiman warga,” ujarnya.