Kategori: PEMERINTAHAN

  • Serap Aspirasi Ojol hingga Jurnalis, Happy Djarot Tegaskan Empat Pilar Bukan Sekadar Slogan

    Serap Aspirasi Ojol hingga Jurnalis, Happy Djarot Tegaskan Empat Pilar Bukan Sekadar Slogan

    Palapanews.Asia, Jakarta – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) daerah pemilihan DKI Jakarta, Hj. Happy Djarot, menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Jakarta Utara, Senin (29/12/2025). Kegiatan ini menjadi ruang dialog terbuka antara wakil rakyat dengan berbagai elemen masyarakat, mulai dari pengemudi ojek online (ojol), insan pers, hingga generasi muda.

    Dalam pemaparannya, Hj. Happy Djarot menegaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan fondasi utama yang menjaga Indonesia tetap kokoh di tengah tantangan zaman.

    “Empat pilar ini bukan hanya hafalan atau slogan. Nilai-nilainya harus dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, apalagi di tengah dinamika sosial, ekonomi, dan teknologi yang terus berkembang,” ujarnya.

    Tak sekadar menyampaikan materi, kegiatan tersebut juga diwarnai dengan dialog interaktif. Hj. Happy membuka ruang seluas-luasnya bagi peserta untuk menyampaikan aspirasi dan persoalan yang mereka hadapi.

    “Saya ingin mendengar langsung apa yang dirasakan masyarakat. Aspirasi itu tugas saya untuk menjembatani dan memperjuangkannya sesuai kewenangan,” tegasnya.

    Salah satu aspirasi datang dari komunitas ojek online Pademangan. Perwakilannya, Supri, mengeluhkan belum adanya perlindungan hukum yang jelas bagi pengemudi ojol. Ia menyoroti praktik suspend hingga pemutusan kemitraan sepihak oleh aplikator tanpa penjelasan yang transparan.

    “Kami bekerja di jalan dengan segala risiko. Tapi ketika di-suspend atau diputus mitra, sering kali tanpa kejelasan. Kami berharap keadilan sosial benar-benar hadir, seperti sila kelima Pancasila,” ungkap Supri.

    Menanggapi hal tersebut, Hj. Happy mengaku prihatin dan menilai pekerja berbasis aplikasi memang membutuhkan payung hukum yang lebih kuat. Namun, ia menekankan pentingnya data dan kajian yang komprehensif agar perjuangan tersebut memiliki dasar yang kuat.

    “Saya juga terkejut mendengar pemutusan mitra tanpa kesalahan yang jelas. Ini persoalan serius, tapi harus kita dorong dengan data agar kebijakan yang lahir benar-benar adil,” katanya.

    Aspirasi juga disampaikan dari kalangan pers. Jerry Patty, perwakilan jurnalis, menyoroti masih adanya kriminalisasi terhadap wartawan, terutama dalam kerja jurnalistik investigatif, meski Undang-Undang Pers telah mengatur kebebasan pers.

    Menanggapi hal itu, Hj. Happy menegaskan bahwa pejabat publik yang bekerja dengan benar tidak perlu takut terhadap pemberitaan.

    “Wartawan punya kode etik. Kalau ada yang keliru, luruskan secara terbuka, bukan dengan intimidasi atau kriminalisasi,” tegasnya.

    Sementara itu, perwakilan media sosial publik, Martin, mempertanyakan peran DPD RI dalam penanganan bencana nasional serta fenomena pesimisme generasi muda yang ramai diperbincangkan melalui narasi “Indonesia Cemas” atau “Indonesia Gelap”.

    Hj. Happy pun menjelaskan perbedaan fungsi DPD RI dan DPR RI. Menurutnya, DPD RI tidak memiliki kewenangan anggaran dan bersifat independen.

    “Kami hanya empat orang di setiap provinsi dan tidak mewakili partai. Tugas kami menyerap aspirasi dan menjembatani persoalan daerah ke pemerintah pusat maupun daerah,” jelasnya.

    Dalam kesempatan itu, Hj. Happy juga menyoroti menurunnya pemahaman nilai-nilai Pancasila di kalangan generasi muda, yang salah satunya dipengaruhi oleh derasnya arus informasi di media sosial. Ia menekankan pentingnya peran keluarga dalam membentuk karakter dan optimisme anak-anak.

    “Sebagai orang tua, tugas kita bukan hanya melahirkan, tapi mendidik, mendampingi, memberi kasih sayang, dan memastikan gizi anak terpenuhi. Indonesia Emas dimulai dari keluarga,” ujarnya.

    Menutup kegiatan, Hj. Happy Djarot mengajak masyarakat untuk tetap optimistis, menjaga kesehatan, serta memperkuat nilai kebangsaan dari lingkungan terdekat.

    “Indonesia akan maju jika warganya sehat, optimis, dan berpegang teguh pada nilai Pancasila. Semua itu dimulai dari rumah dan komunitas kita masing-masing,” pungkasnya.

     

     

  • Menyongsong 400 Tahun Syekh Yusuf Al Makassari, Indonesia Perkuat Diplomasi Budaya Global

    Menyongsong 400 Tahun Syekh Yusuf Al Makassari, Indonesia Perkuat Diplomasi Budaya Global

    Palapanews.Asia, Jakarta – Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia memulai langkah awal menuju peringatan 400 tahun kelahiran Syekh Yusuf Al Makassari yang akan jatuh pada 2026. Melalui kegiatan maklumat media yang digelar di Jakarta, pemerintah menegaskan bahwa peringatan ini tidak semata menjadi agenda historis, tetapi juga strategi penting dalam memperkuat diplomasi budaya Indonesia di tingkat internasional.

    Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan Kementerian Kebudayaan, Endah Tjahjani Dwirini Retnoastuti, menyampaikan bahwa Syekh Yusuf merupakan figur dunia dengan pengaruh lintas wilayah. Jejak pemikiran dan perjuangannya hidup di berbagai tempat, mulai dari Nusantara, Sri Lanka, hingga Afrika Selatan.

    “Syekh Yusuf Al Makassari adalah tokoh global. Melalui peringatan 400 tahun ini, Indonesia ingin menghadirkan kembali narasi besar tentang nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan spiritualitas yang bersifat universal,” ujar Endah.

    Ia menekankan, maklumat media ini menjadi ruang strategis untuk membangun pemahaman publik sekaligus menyatukan visi antara pemerintah, akademisi, komunitas budaya, dan media. Menurutnya, diplomasi kebudayaan tidak hanya berjalan melalui forum resmi antarnegara, tetapi juga melalui penguatan narasi sejarah dan tokoh-tokoh yang memiliki relevansi global.

    “Kegiatan ini adalah titik awal. Ke depan akan ada rangkaian program riset, produksi pengetahuan, hingga kegiatan kebudayaan yang melibatkan berbagai negara. Kami berharap kolaborasi ini dapat berjalan secara berkelanjutan,” tambahnya.

    Acara tersebut turut dihadiri perwakilan kementerian dan lembaga, akademisi, filolog, komunitas kebudayaan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, serta sejumlah organisasi yang selama ini aktif mengkaji warisan Syekh Yusuf. Perwakilan dari program Memory of the World juga hadir bersama para narasumber yang akan terlibat dalam rangkaian peringatan.

    Dalam kesempatan itu, peserta juga menyaksikan penayangan film pendek yang menggambarkan perjalanan hidup Syekh Yusuf Al Makassari dari Nusantara hingga Afrika Selatan. Film tersebut menjadi pengantar visual untuk memahami besarnya pengaruh Syekh Yusuf sebagai ulama, intelektual, sekaligus pejuang kemanusiaan yang melampaui batas geografis dan zaman.

    Melalui rangkaian kegiatan ini, Kementerian Kebudayaan berharap peringatan 400 tahun Syekh Yusuf Al Makassari dapat menjadi agenda bersama yang tidak hanya memperkuat identitas budaya nasional, tetapi juga menegaskan posisi Indonesia dalam percakapan kebudayaan dunia.

     

     

  • Taklimat Media 400 Tahun Syekh Yusuf Al Makassari, Fadli Zon: Jejak Sejarah Lintas Benua

    Taklimat Media 400 Tahun Syekh Yusuf Al Makassari, Fadli Zon: Jejak Sejarah Lintas Benua

    Palapanews.Asia, Jakarta – Indonesia bersiap menyambut peringatan 400 tahun kelahiran Syekh Yusuf Al Makassari pada 2026 dengan langkah bersejarah. Usulan pemerintah Indonesia agar peringatan empat abad ulama dan pejuang asal Sulawesi Selatan itu masuk dalam agenda UNESCO Anniversary resmi disahkan pada Sidang Umum UNESCO ke-43 tahun 2025. Pengakuan ini menempatkan Syekh Yusuf sebagai tokoh dunia yang warisan pemikiran dan perjuangannya melintasi benua.

    Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon menyebut pengesahan tersebut sebagai momentum penting untuk mengingat kembali peran besar Syekh Yusuf dalam sejarah global.

    “Penetapan oleh UNESCO ini bukan sekadar peringatan angka, tetapi pengakuan dunia terhadap kontribusi Syekh Yusuf Al Makassari sebagai ulama, pejuang, dan tokoh moral lintas bangsa,” ujar Fadli Zon.

    Syekh Yusuf lahir pada 1626. Empat abad kemudian, namanya tetap hidup kuat di Indonesia, Sri Lanka, hingga Afrika Selatan. Di Cape Town, Afrika Selatan, Syekh Yusuf telah lama diakui sebagai pahlawan nasional, sementara di Indonesia ia ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional sejak 1995. Hal ini menjadikannya sosok langka: tokoh Indonesia yang memperoleh penghargaan pahlawan nasional dari dua negara.

    Menurut Fadli Zon, pengaruh Syekh Yusuf di Afrika Selatan sangat besar, terutama dalam membentuk kesadaran moral dan spiritual masyarakat yang tertindas kolonialisme.

    “Syekh Yusuf menjadi sumber inspirasi perjuangan melawan apartheid. Nelson Mandela berkali-kali mengutip pemikirannya dan menjadikannya teladan keteguhan dalam menghadapi penindasan,” kata Fadli.

    Sejarah mencatat, pada masa kolonial VOC Belanda, banyak ulama dan tokoh perlawanan dari Nusantara dibuang ke Tanjung Harapan. Dari pengasingan inilah lahir komunitas yang kini dikenal sebagai Cape Malay. Syekh Yusuf termasuk gelombang awal ulama Nusantara yang dibuang, disusul tokoh-tokoh lain seperti Tuan Guru Tidore, yang pada awal 1700-an mendirikan Masjid Al-Awwal di kawasan Bo-Kaap, Cape Town masjid pertama di Afrika Selatan.

    “Banyak situs keramat di Cape Town yang berasal dari tokoh-tokoh Nusantara. Ini bukti bahwa diaspora Indonesia memiliki peran besar dalam sejarah Afrika Selatan,” ujar Fadli Zon.

    Saat ini, diaspora Cape Malay di Afrika Selatan diperkirakan mencapai 2,7 juta jiwa. Meski sebagian besar telah terpisah dari bahasa dan budaya Indonesia akibat panjangnya sejarah penindasan dan keterputusan diplomatik, ikatan spiritual dan historis dengan Nusantara tetap terjaga.

    Menjelang peringatan 400 tahun Syekh Yusuf, pemerintah Indonesia merencanakan berbagai kegiatan internasional, mulai dari seminar, diskusi akademik, penerbitan buku, hingga pengusulan karya-karya Syekh Yusuf ke dalam program Memory of the World UNESCO. Pemerintah juga tengah mengupayakan pendirian Museum Syekh Yusuf di Cape Town, tepat di seberang makam beliau.

    “Kami ingin warisan Syekh Yusuf tidak hanya dikenang, tetapi juga dipelajari dan dihidupkan kembali. Pemikiran tasawuf, nilai kemanusiaan, dan semangat perlawanan terhadap ketidakadilan adalah warisan peradaban yang relevan hingga hari ini,” tutur Fadli Zon.

    Peringatan 400 tahun Syekh Yusuf Al Makassari diharapkan menjadi pengingat bahwa sejarah Indonesia tidak berdiri sendiri, melainkan terhubung erat dengan sejarah dunia. Dari Gowa hingga Cape Town, dari pengasingan hingga pengakuan internasional, jejak Syekh Yusuf terus menjadi cahaya yang menembus batas zaman dan benua.

     

     

  • Mimika Sabet Juara Umum Harmony Award 2025, Kerukunan Jadi Fondasi Pembangunan Daerah

    Mimika Sabet Juara Umum Harmony Award 2025, Kerukunan Jadi Fondasi Pembangunan Daerah

    Palapanews.Asia, Jakarta – Kabupaten Mimika menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Pada ajang Harmony Award 2025 yang diselenggarakan Kementerian Agama (Kemenag), Mimika berhasil meraih peringkat pertama kategori kinerja Pemerintah Daerah tingkat kabupaten. Tak hanya itu, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Mimika juga dinobatkan sebagai FKUB Inspiratif. Penghargaan tersebut diterima dalam malam penganugerahan yang berlangsung di Hotel DoubleTree by Hilton Jakarta Kemayoran, Jakarta Utara, Jumat (28/11/2025).

    Bupati Mimika, Johannes Rettob, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas capaian tersebut. Ia menilai, penghargaan Harmony Award bukan sekadar simbol prestasi, melainkan pijakan penting dalam menata arah pembangunan Mimika ke depan.

    “Ini adalah hasil dari usaha bersama yang tidak mudah. Harmony Award ini menjadi dasar yang sangat penting bagi pembangunan Mimika,” ujar Johannes usai menerima penghargaan.

    Johannes menuturkan, Kabupaten Mimika dikenal sebagai daerah dengan tingkat keberagaman yang tinggi, baik dari sisi suku, bangsa, maupun agama. Namun, perbedaan tersebut justru mampu dikelola menjadi kekuatan sosial yang melahirkan harmoni di tengah masyarakat.

    “Kita membuktikan bahwa Mimika, dengan segala keberagamannya, bisa menjadi daerah yang harmonis. Ini tentu menjadi kebanggaan sekaligus modal besar untuk membangun Mimika secara bersama-sama,” katanya.

    Lebih jauh, Johannes menegaskan bahwa capaian ini akan menjadi momentum bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang inklusif. Ia kembali menegaskan komitmen menjadikan Mimika sebagai rumah bersama bagi seluruh warganya.

    “Kita ingin meramu pembangunan secara menyeluruh dengan semangat bersaudara, bersama membangun Kabupaten Mimika yang kita cintai,” tuturnya.

    Menurut Johannes, slogan “Mimika Rumah Kita” bukan sekadar jargon, tetapi cerminan komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan rasa memiliki dan kebersamaan bagi seluruh elemen masyarakat.

    “Mimika rumah kita berarti Mimika adalah rumah bersama, tempat kita saling menjaga, saling menghormati, dan membangun kebersamaan,” sambungnya.

    Ia juga menekankan bahwa pembangunan di Mimika akan terus diupayakan secara merata, termasuk menjangkau wilayah pedalaman. Untuk itu, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga keharmonisan yang telah terbangun.

    “Ini adalah kekuatan besar bagi kita untuk membangun Mimika secara adil hingga ke pelosok. Harapan kami, kerukunan umat beragama yang sudah terjaga ini bisa terus dipertahankan bersama,” pungkas Johannes.

     

     

  • Badan Pengawasan Keuangan Rabu 30 Juli 2025

    Badan Pengawasan Keuangan Rabu 30 Juli 2025

    PALAPANEWS.MY.ID JAKARTA,-Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming dan sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, guna membahas penyelenggaraan Sekolah Rakyat Rintisan Tahun 2025–2026. Atas kolaborasi dan kerja sama dari berbagai pihak, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf yang turut serta dalam rapat tersebut, melaporkan kepada Presiden bahwa sekolah rakyat telah resmi dimulai sejak 14 Juli 2025.

    “Alhamdulillah berkat kolaborasi, kerja sama dengan menteri-menteri yang ditunjuk oleh Presiden, ya akhirnya sekolah rakyat bisa dimulai tahun ini. Yang sudah berjalan sejak tanggal 14 Juli adalah di 63 titik yang setiap hari sampai sekarang kita terus evaluasi dalam masa MPLS ini,” ujar Mensos.

     

    Lebih lanjut, Mensos menyampaikan bahwa proses pembelajaran akan diperluas ke 37 titik tambahan pada minggu ini atau depan, serta 59 titik lainnya pada bulan September mendatang. Penyelenggaraan sekolah rakyat rintisan tahun 2025 ini ditargetkan mampu menampung lebih dari 15 ribu siswa.

    “Dari 190 titik penyelenggaraan sekolah rakyat rintisan tahun 2025 itu bisa menampung kurang lebih sekitar 15 ribu siswa sekolah rakyat dan melibatkan lebih dari 2.000 guru dan lebih dari 4.000 tenaga kependidikan lainnya seperti wali asrama, wali asuh, dan lain sebagainya,” lanjutnya.

    Pada kesempatan ini, Mensos turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, termasuk kementerian terkait yang telah memberikan dukungan atas penyelenggaraan sekolah rakyat. Dukungan tersebut, kata Mensos, mulai dari rekrutmen tenaga pendidik dan kependidikan, kurikulum pembelajaran, sarana dan prasarana, hingga dukungan anggaran.

    “Pada saatnya nanti kalau semuanya sudah siap insyaallah Presiden akan meluncurkan secara langsung proses pembelajaran Sekolah Rakyat tahun ini,” kata Mensos.

    Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti menyatakan bahwa secara akademik pelaksanaan sekolah rakyat telah berjalan sesuai dengan kurikulum. Abdul Mu’ti pun menyampaikan harapan agar sekolah rakyat terselenggara dengan baik.

    “Kemudian untuk pelaksanaannya kami terus bersinergi sehingga pada masa-masa ini MPLS di Sekolah Rakyat alhamdulillah berjalan dengan lancar aman dan terkendali mudah-mudahan untuk selanjutnya dapat terus kita selenggarakan dengan sebaik-baiknya,” tutur Mendikdasmen.

    (Roni.)

  • Presiden Prabowo Subianto memimpin Upacara Peringatan HUT Bhayangkara Ke-79 di Kawasan Silang Monas

    Presiden Prabowo Subianto memimpin Upacara Peringatan HUT Bhayangkara Ke-79 di Kawasan Silang Monas

    PALAPANEWS.MY.ID JAKARTA,-Presiden Prabowo Subianto memimpin Upacara Peringatan HUT Bhayangkara Ke-79 di Kawasan Silang Monas, Selasa -1/7/2025. Selaku Inspektur Upacara, Presiden Prabowo tampak mengenakan setelan jas berwarna abu-abu lengkap dengan peci hitam.

    Wakil Presiden Gibran Rakabuming, Ketua DPR RI Puan Maharani dan Wakilnya, Sufmi Dasco Ahmad juga hadir. Hadir pula para menteri Kabinet Merah Putih dalam acara tersebut.

    Menko Infrastruktur dan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoedin, dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi hadir. Para tamu undangan banyak yang hadir, dan sejumlah penampilan juga ikut meramaikan acara.

    Tampak Presiden RI Ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono dan mantan Wapres Ma’ruf Amin. Istri dari mantan Presiden Abdurrahman Wahid, Sinta Nuriyah dan putrinya, Yenny Wahid juga ada.

    Aksi defile dan terjun payung menjadi bagian dari rangkaian acara kemeriahan HUT Bhayangkara Ke-79. Presiden dan undangan pun turut menyaksikan aksi pertunjukan tersebut.

    Polri mengerahkan 5.888 personel gabungan untuk mengamankan perayaan HUT Bhayangkara ke-79. Personel gabungan disiagakan di titik-titik transportasi umum untuk memberikan rasa aman, serta memastikan kelancaran aktivitas masyarakat.

    Arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan di sekitar kawasan Silang Monas juga dialihkan. Direktorat Jenderal Lalu Lintas Polri juga mengimbau masyarakat yang berkantor di sekitar Monas untuk bekerja dari rumah

    (Roni. )

  • Mafia Tanah VS Masyarakat Desa Pelang Ketapang Kalimantan Barat

    Mafia Tanah VS Masyarakat Desa Pelang Ketapang Kalimantan Barat

    JAKARTA (PALAPANEWS.ASIA) –

    Aktivis Gerakan Rakyat Peduli Bangsa Indonesia bersama Mahasiswa dan Beberapa Element Masyarakat turun ke Jalan membantu dan Membela Hak Kepemilikan Tanah Masyarakat Kalimantan Barat yang dirampas oleh PT ARTU ENERGIE RESOURCES (AER ) yang saat ini dikelola oleh PT NOVA ANUGERAH ABADI yang Bekerjasama dengan Para Mafia Tanah di Indonesia yang tidak bis disentuh oleh Hukum dan Tidak bisa dilawan oleh Negara.

    Di Indonesia banyak sekali Permasalahan Tanah yang Merugikan Rakyat Kecil / Masyarakat Pemilik Tanah hingga banyaknya jatuh korban orang orang kecil yang awam dan dibodoh bodohi oleh Mafia Tanah, seperti kasus Rempang, PIK 2, Kota Medan Kecamatan Damai, Hambalang Sentul Bogor, Raja Ampat Papua, Desa Pelang Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat dan Masih banyak lagi kasus kasus Tanah Se Indonesia yang hingga saat ini Penyelesaiannya seakan akan hilang ditelan Bumi.

    “Sampai kapan Negara Abai dan Tidak mau hadir Melawan Mafia Tanah yang didukung oleh Kapitalis, Tidak sedikit Pelanggaran HAM yang terjadi saat Penyerobotan hingga Pembebasan Lahan. Dimana Sila Ke 2 Pancasila : Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab dan Sila ke 4 dalam Menyelesaikan setiap Sengketa, Konflik maupun Penyelesaian Permasalahan Tanah dimana Bunyi Pasal ke 4 adalah : Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan. Apakah Negara Kesatuan Republik Indonesia ini tidak bisa juga menjalankan Sila ke 5 Pancasila : Keadilan Sosial Bagi seluruh Rakyat Indonesia. Sementara masih banyak Rakyat kecil Tanahnya direbut Paksa Meskipun memiliki Surat Hak Milik ( SHM ), Surat Keterangan Terdaftar ( SKT) serta Dokumen dokumen Legal lainnya,” ungkap Oscar Pendong, Ketua GRPB (Gerakan Rakyat Peduli Bangsa) yang mendampingi Zon Hendri (Perwakilan Masyarakat Desa Ketapang, Kalimantan Barat), Selasa, 24 Juni 2025, di Halaman Kementerian Agraria dan Tata Ruang / Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

    “Permasalahan saat ini di Desa Pelang Kecamatan Matan Hilir Selatan ( MHS ) Kelurahan Kauman Provinsi Kalimantan Barat adalah Contoh kecil dari Permasalahan Pengerusakan Lahan hingga Perampasan Tanah tanpa ijin dan secara terang-terangan dihadapan Masyarakat Desa Pelang dan disaksikan langsung oleh Kepala Desa dan Kepala Bupati Ketapang. Mau sampai kapan Pemerintah berdiam diri dan tidak mau membantu Rakyatnya,” lanjutnya lagi.

    “Kami meminta Direktorat Jendral Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan beserta Satgas Anti Mafia Tanah turun langsung ke tempat kejadian perkara ( TKP ) Agar Penyelesaian semua Permasalahan Tanah dapat segera terselesaikan sekaligus Menangkap dan Mengadili para Oknum oknum Mafia Tanah yang terlibat dan memberikan sanksi kepada perusahaan perusahaan yang merampas Tanah Milik Masyarakat baik di Desa Pelang Ketapang maupun di seluruh Indonesia yang terjadi Permasalahan Tanah,”

    “Banyak Masyarakat yang jatuh miskin karena satu satunya Harapan untuk Hidup baik untuk bercocok tanam maupun untuk masa depan anak cucu mereka. Dimana belas kasihan Pemerintah / Negara terhadap Rakyatnya sendiri. Apakah Generasi Muda harus Mewarisi Kemiskinan dan Kebodohan Karena Tanah tempat mataPencahariannya sudah direnggut dan diambil paksa oleh Para Mafia Tanah di seluruh Indonesia terlebih khusus saat ini di Desa Pelang,”

    “Untuk itu kami mewakili Masyarakat Kalimantan Barat terlebih khusus Masyarakat Pemilik
    Tanah Desa Pelang Kabupaten Ketapang Menyampaikan 5 Point Tuntutan kami :
    1. Ganti Rugi Pengerusakan dan Penyerobotan Tanah Masyarakat Desa Pelang Ketapang
    Kalimantan Barat +_ 97 Ha sebesar 200 milyar
    2. Panen Kelaoa Sawit PT AER dan PT NOVA ANUGERAH ABADI dari Tahun 2016
    sampai dengan 2025 Ganti Rugi sebesar Rp 251.470.000.000,00
    3. Tangkap dan Adili Mafia Tanah yang bermain di Desa Pelang Ketapang
    4. Cabut Ijin Usaha PT ARTU ENERGI RESOURCES & PT NOVA ANUGERAH ABADI
    5. Kembalikan Tanah Milik Masyarakat Desa Pelang Ketapang.”

    “Demikian Isi tuntutan kami Para Aktivis Pejuang Rakyat yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Peduli Bangsa Indonesia ( GRPB INDONESIA ) agar Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementrian ATR/BPN yang dipimpin Bapak Nusron Wahid mau Mendengarkan Aspirasi dan Menjalankan Keinginan serta menindaklanjuti Tuntutan Kami segera dan secepatnya,” tutup Oscar Pendong Kepada Awak Media.

  •  Presiden Megawati Soekarnoputri menghadiri upacara Hari Lahir Pancasila bersama Presiden Prabowo

     Presiden Megawati Soekarnoputri menghadiri upacara Hari Lahir Pancasila bersama Presiden Prabowo

    PALAPANEWS.MY.ID JAKARTA,- Presiden Megawati Soekarnoputri menghadiri upacara Hari Lahir Pancasila bersama Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat pada Senin, 2 Juni 2025.

    Megawati merupakan Ketua Dewan Pengarah Badan Pengarah Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP). Selain Megawati, mantan Wapres Try Sutrisno dan Jusuf Kalla juga hadir dalam acara ini. Prabowo terlihat berjalan bersama Megawati menuju beranda depan Gedung Pancasila diikuti Gibran di belakang sebelum upacara.

    Namun Presiden Joko Widodo tidak hadir dalam acara pagi ini. Selama upacara, Gibran diapit Jusuf Kalla dan Megawati di sisi kanan podium Prabowo.

    Upacara dimulai pukul 9.30 WIB. Usai mengheningkan cipta, pembacaan teks Pancasila, dan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, Presiden Prabowo menyampaikan amanat upacara. Dalam amanatnya, Prabowo mengatakan akan menyingkirkan semua pihak yang tidak setia,

    atas nama rakyat Indonesia, saya peringatkan semua unsur di semua lembaga, segera benah diri, segera bersihkan diri karena negara akan bertindak tegas setegas nya ,” jangan bermimpi lagi Hukum Bisa diakal akal jangan salah ini yang merintis Presiden ke 7 dan harus disesuaikan oleh presiden berikut siapa pun presiden tersebut Maka Saya Tegaskan akan Sapu bersih Limbah Sampah Negara Republik Indonesia Nusantara NKRI Harga mati. tindak tegas hukum adalah pang lima tertinggi kata Prabowo

    Pemerintah menggelar hari Pancasila pada 2 Juni atau sehari dari Hari Pancasila yang jatuh pada 1 Juni 2025. Gedung Pancasila menjadi saksi lahirnya Pancasila, yang diperingati setiap tanggal 1 Juni. Di zaman penjajahan Belanda, gedung ini disebut Gedung Volksraad atau Dewan Rakyat. Kini menjadi bagian dari kompleks bangunan Gedung Kementrian Luar Negeri, di Taman Pejambon 6, Jakarta Pusat.

    namun beberapa literatur menunjukkan pembangunannya dilakukan sekitar tahun 1830. Awalnya dibangun sebagai rumah kediaman Panglima Angkatan Perang Kerajaan Belanda di Hindia Belanda, yang juga merangkap sebagai Letnan Gubernur Jenderal.

    Pada tahun 1918 diresmikan sebagai Gedung Volksraad oleh Gubernur Jenderal Limburg Stirum. Gedung ini digunakan sebagai tempat pertemuan para anggota Dewan Rakyat Hindia Belanda. Kemudian saat penjajahan Jepang, gedung ini digunakan Tyoo Sangi-In, atau Badan Pertimbangan Pusat.

    Di awal masa kemerdekaan pada 1 Maret 1945, Saiko Syikikan Penguasa Tertinggi Pemerintah Militer Jepang saat ini mengumumkan pembentukan Dokuritsu Zyunbi Tjoosakai atau Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan atau BPUPK. Sidang awal BPUPK digelar di Gedung Volksraad pada 29 Mei hingga 1 Juni 1945.

    Selama masa sidang awal itu, Gedung Volksraad menjadi saksi bisu saat Sukarno yang menjadi anggota BPUPK mengusulkan lima sila untuk dijadikan Dasar Negara Indonesia, pada sidang 1 Juni 1945. Termasuk saat panitia kecil yang ditugaskan merumuskan kembali Pancasila dan Undang-Undang Dasar, menghasilkan Piagam Jakarta pada 22 Juni 1945. BIP 17-045-NKRI – Mamerandom Organisasi Susunan Amanat Tertulis Colecktral Induk Aset Bangsa Indonesia. Mengenai Atas Dan Dasar Konstitusi Dunia Internasional Buku Hitam Agensi Regestrasi Historis Surat Perjanjian sejarah. Negara Indonesia Tentang Perjanjian Dunia Internasional Global. Mengenai.”
    (1) : Induk Negara,
    (2) : Induk Bank ,
    (3) : Induk Army ,
    Terkait.
    Surat 11- Maret Mengenai Surat Mandat 48 .
    17 Tatanan Wilayah Hukum Pemerintahan Negara.

    21 Surat Perjanjian Dasar Surat Ubligasi Negara. Jelas urusan nya Jokowi.

    .25 , Surat Dasar Perjanjian Antar Negara.

    33 , Mengenai Perjanjian Dasar Surat Pedoman Negara Indonesia .”

    (Roni.)

  • Presiden Prabowo Subianto dipastikan akan menghadiri peringatan Hari Buruh

    Presiden Prabowo Subianto dipastikan akan menghadiri peringatan Hari Buruh

    PALAPANEWS.MY.ID JAKARTA.- Presiden Prabowo Subianto dipastikan akan menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day, yang akan diselenggarakan di Lapangan Monas, Jakarta, Kamis 1 Mei 2025.

    Kepastian kehadiran Presiden Prabowo di peringatan May Day ini disampaikan langsung Istana melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. Ia mengatakan, serikat buruh juga telah mengirimkan undangan kepada Presiden Prabowo.

    “Berkenaan dengan perayaan May Day Besok hari, perlu kami sampaikan bahwa teman-teman panitia serikat buruh memang betul mengirimkan undangan kepada bapak Presiden untuk menghadiri acara peringatan Hari Buruh Internasional besok hari dan bapak Presiden memutuskan untuk Insya Allah beliau akan berkenan untuk hadir di dalam acara peringatan May Day tersebut,” kata
    Prasetyo, pada Rabu – 30/4/2025.

    Prasetyo juga menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah, pengusaha, dan buruh dalam membangun perekonomian nasional.

    “Karena sekali lagi bapak presiden bagi pemerintah cara pandang beliau adalah bahwa Buruh adalah elemen kunci di dalam ekonomi kita yang tidak terpisahkan. jadi beliau menaruh perhatian sangat besar bahwa kita harus saling bekerja sama baik pemerintah sektor swasta para pengusaha dan rekan-rekan buruh. Ini merupakan tiga unsur perputaran Roda Perekonomian Dunia Globalisasi tersebut yang harus saling bekerja bersama-sama di dalam menjalankan semua usaha dan dalam menjalankan ekonomi bangsa kita, kira-kira begitu,” tutup nya.

    ( Roni. )

  • Wapres Gibran Menyambut Ketibaan Presiden Prabowo, di Indonesia, Minggu – 24/11/2024

    Wapres Gibran Menyambut Ketibaan Presiden Prabowo, di Indonesia, Minggu – 24/11/2024

    PALAPANEWS.MY.ID JAKARTA, -Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menyambut ketibaan Presiden Prabowo Subianto di Indonesia, Minggu – 24/11/2024,

    Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menyambut kedatangan Presiden Prabowo Subianto di Indonesia setelah menyelesaikan kunjungan kerja (kunker) ke enam negara. Kunjungan tersebut dimulai pada 8 November 2024 dan mencakup lawatan ke China, Amerika Serikat (AS), Peru, Brasil, dan Inggris. momen ketibaan Presiden Prabowo Subianto Disambut oleh Wakil presiden RI Gibran Rakabuming raka pada Minggu (24/11/2024),

    dengan menyampaikan, “Selamat datang kembali di Tanah Air, Bapak Presiden.”
    Gibran terlihat menyambut Presiden Prabowo yang baru turun dari pesawat Kepresidenan RI. Tampak pula sejumlah pejabat negara yang ikut menyambut,

    diantaranya Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin, dan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Polkam)

    Budi Gunawan. Selama kunjungannya, Prabowo melakukan serangkaian pertemuan penting,
    dimulai dengan pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping, dilanjutkan dengan Presiden AS Joe Biden.

    Ini Kata Menperin Presiden juga menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC di Lima negara Peru, di mana ia menerima penghargaan tertinggi dari Pemerintah Peru, yaitu “Grand Cross of the Order of the Sun of Peru” atau “El Sol del Perú”. Selain itu, Prabowo menghadiri KTT G20 di Brasil pada 17 November 2024. Di London, Inggris, ia juga bertemu dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer.

    Sebelum kembali ke Tanah Air, Prabowo dan rombongan singgah di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA),
    untuk memenuhi undangan Presiden Mohammed bin Zayed Al Nahyan.

    (Roni )