Kategori: Uncategorized

  • Tawa Menggema Film  Mertua Ngeri Kali Bikin Penonton Terpukau

    Tawa Menggema Film Mertua Ngeri Kali Bikin Penonton Terpukau

    Palapanews.Asia, Jakarta – Kamis berubah menjadi panggung penuh gelak tawa ketika rumah produksi Im-a-gin-e resmi menayangkan perdana film komedi terbaru mereka, Mertua Ngeri Kali. Suasana riang langsung terasa sejak lampu ruangan meredup setiap adegan yang menampilkan Bunda Corla sebagai Donda sukses membuat penonton pecah dalam tawa dan tepuk tangan berkali-kali saat Press Screening Dan Press Conference di kawasan Kuningan, Jakarta (27/11).

     

    Kemeriahan Para Bintang dari Berbagai Generasi

    Para Kru dan Cast Film Mertua Ngeri Kali ini turut dihadiri jajaran lengkap pembuat film: Produser Chetan A. Samtani, Nisha A. Samtani, Sutradara Key Mangunsong, serta seluruh cast utama. Dari Bunda Corla, Dimas Anggara, Naysilla Mirdad, hingga Gita Bhebhita, Sophie Navita, Siti Fauziah, Farrell Rafisqy, dan Bonar Manalu. Kehadiran mereka menambah semarak acara. Para pemain berbagi cerita ringan seputar proses syuting yang penuh kejadian lucu dan momen-momen tak terlupakan.

    Nisha Samtani, sang produser, mengungkapkan betapa kuatnya chemistry para aktor selama produksi. Ia memuji performa Bunda Corla yang disebutnya sebagai “bumbu utama” film ini.

    “Energi beliau luar biasa. Penonton pasti bakal terhibur sekaligus tersentuh,” ujar Nisha menyiratkan antusiasme jelang penayangan film pada 11 Desember nanti.

     

    Humor Segar yang Dibungkus Kisah Keluarga Kekinian

    Sutradara Key Mangunsong menjelaskan bahwa di balik komedi yang mengocok perut, film ini menyimpan pesan tentang dinamika keluarga muda masa kini. Ekspektasi menjadi pasangan ideal, tuntutan keluarga, hingga gesekan antar generasi menjadi fondasi cerita yang dekat dengan realitas banyak penonton.

    “Saya ingin penonton tertawa, tapi juga merasa ‘ini gue banget’,” tutur Key.

     

  • Film yang Menampar Nurani: Nicki RV Jelaskan Pesan Kuat untuk Orang Tua Indonesia

    Film yang Menampar Nurani: Nicki RV Jelaskan Pesan Kuat untuk Orang Tua Indonesia

    Jakarta — Menjelang penayangan nasional film “Haruskah Aku Mati Agar Ayah Kembali” pada 4 Desember 2025, Produser Eksekutif Nicki RV menyampaikan pesan penuh harapan dan refleksi kepada publik Indonesia. Film ini, yang diangkat dari kisah nyata, siap menggugah perasaan jutaan penonton dengan isu keluarga, luka batin anak, dan pentingnya kehadiran orang tua dalam masa pertumbuhan.

    Nicki RV menegaskan bahwa film ini dibuat bukan hanya sebagai karya seni, tetapi sebagai gerakan kepedulian untuk membuka mata masyarakat terhadap realitas yang sering terlupakan.

    Film ini lahir dari kisah yang nyata, dari jeritan hati seorang anak. Kami ingin penonton merasakan, memahami, dan tersentuh—bahwa setiap anak berhak mendapatkan cinta, perhatian, dan kehadiran orang tuanya,” ujar Nicki RV.

    Sebagai Produser Eksekutif, Nicki RV menyampaikan bahwa proses produksi film ini penuh tantangan emosional. Tim harus memastikan bahwa penyampaian cerita dilakukan dengan peka, menghormati kisah asli, namun tetap menyentuh hati penonton.

    “Haruskah Aku Mati Agar Ayah Kembali bukan sekadar judul. Ini adalah kalimat yang mengguncang hati kami sejak awal. Kami ingin seluruh Indonesia menyadari bahwa ada banyak Nia di luar sana—anak-anak yang merindukan keluarga yang utuh,” tambahnya.

    Film ini menghadirkan kekuatan sinematis melalui alur yang intens dan akting mendalam dari para pemain. Nicki RV berharap karya ini dapat menjadi bahan diskusi nasional tentang kesehatan mental anak, peran keluarga, dan bagaimana masyarakat bisa lebih peduli.

    Selain itu, ia mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk memenuhi bioskop pada hari penayangan.

    Saya berharap film ini tidak hanya ditonton, tetapi dirasakan. Mari kita jadikan 4 Desember 2025 sebagai momentum untuk menyatukan empati kita. Semoga film ini mampu menginspirasi perubahan kecil dalam keluarga, di lingkungan, bahkan di diri kita masing-masing,” katanya.

    Dengan kehadiran film “Haruskah Aku Mati Agar Ayah Kembali”, industri perfilman Indonesia kembali mempersembahkan karya bermakna yang memadukan nilai kemanusiaan dan kualitas sinema yang kuat.

  • Dr. Dewi Cahyawati Abdullah: PTS Harus Lebih Adaptif untuk Hadapi Tantangan Global 2045

    Dr. Dewi Cahyawati Abdullah: PTS Harus Lebih Adaptif untuk Hadapi Tantangan Global 2045

    Jakarta, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Panca Marga (PM) Palu, Dr. Dewi Cahyawati Abdullah, M.Si, turut hadir dalam Pengukuhan Pengurus Pusat Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) dan Rembug Nasional Arah Pendidikan Tinggi Menuju Indonesia Emas 2045 yang diselenggarakan di Hotel Krakatau, Jakarta, Selasa (18/11/25).

    Kegiatan ini mempertemukan para pemimpin perguruan tinggi swasta dari seluruh Indonesia untuk membahas strategi, peluang, serta tantangan pendidikan tinggi dalam dua dekade ke depan.

    Dr. Dewi Cahyawati menegaskan bahwa peran perguruan tinggi daerah sangat strategis dalam mewujudkan pemerataan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.

    “Indonesia Emas 2045 tidak hanya ditopang oleh perguruan tinggi besar di pusat, tetapi juga oleh kampus-kampus di daerah yang membangun SDM lokal. Perguruan tinggi daerah harus diberi ruang, dukungan, dan kemitraan untuk tumbuh,” ujarnya.

    Menguatkan Peran Perguruan Tinggi Daerah

    STIA Panca Marga Palu, yang berada di jantung Sulawesi Tengah, disebut memiliki tanggung jawab besar dalam mencetak aparatur pemerintah daerah dan tenaga administrasi yang berintegritas, profesional, dan adaptif terhadap dinamika masyarakat.

    “Sebagai kampus berbasis administrasi publik, kami mendorong mahasiswa agar tidak hanya kompeten secara teori, tetapi juga mampu menjadi bagian dari solusi pembangunan daerah,” kata Dr. Dewi.

    Ia menegaskan bahwa penguatan kapasitas aparatur daerah adalah salah satu kunci percepatan pembangunan menuju Indonesia Emas.

    APTISI Sebagai Penggerak Sinergi Nasional

    Lebih lanjut, Dr. Dewi Cahyawati memuji APTISI sebagai organisasi strategis yang mampu menyatukan visi perguruan tinggi swasta di seluruh Indonesia.

    “APTISI menjadi jembatan penting dalam menghadirkan kebijakan yang berpihak pada kualitas. Melalui forum ini, kami bisa menyamakan langkah, memperkuat jaringan kolaborasi, dan menghadirkan inovasi yang berkelanjutan,” ungkapnya.

    Ia berharap APTISI dapat terus memperjuangkan peningkatan mutu, akreditasi, serta akses pengembangan SDM bagi kampus-kampus di daerah.

    Transformasi Digital & Penguatan Mutu STIA Panca Marga

    Dr. Dewi juga menyoroti pentingnya digitalisasi dan penguatan tata kelola perguruan tinggi sebagai prasyarat pendidikan modern.

    “Kami di STIA Panca Marga berkomitmen untuk memperkuat digitalisasi kampus, meningkatkan kualitas dosen, serta memperluas jejaring penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,” ucapnya.

    Menurutnya, teknologi informasi—termasuk pemanfaatan artificial intelligence (AI) untuk manajemen kampus dan pembelajaran—dapat menjadi akselerator peningkatan mutu.

    Komitmen untuk Indonesia Emas 2045

    Menutup pernyataan, Dr. Dewi Cahyawati Abdullah menegaskan bahwa STIA Panca Marga Palu siap berkontribusi menghadirkan SDM unggul yang berkarakter, profesional, dan mampu bersaing dalam era digital.

    “Indonesia Emas 2045 hanya dapat dicapai bila semua perguruan tinggi bergerak bersama. STIA Panca Marga siap menjadi bagian dari perubahan itu,” paparnya.

    Acara pengukuhan Pengurus Pusat APTISI dan Rembug Nasional ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi pendidikan tinggi di seluruh Indonesia, terutama dalam mempercepat pembangunan SDM menuju masa depan yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing global.

  • Dr. Dadang Herli Saputra:  Kolaborasi antara Pemerintah, Asosiasi, dan Perguruan tinggi Merupakan Kunci Mempercepat  Transformasi Pendidikan

    Dr. Dadang Herli Saputra: Kolaborasi antara Pemerintah, Asosiasi, dan Perguruan tinggi Merupakan Kunci Mempercepat Transformasi Pendidikan

    Jakarta, Rektor Universitas Banten Jaya, Kombes Pol (Purn.) Dr. Dadang Herli Saputra, SH., S.Ip., SS., MH., M.Si., M.Kn, menegaskan pentingnya peran strategis perguruan tinggi dalam memimpin akselerasi pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

    Hal ini ia sampaikan di sela sela acara Pelantikan Pengurus Pusat Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) 2025–2030 dan Rembug Nasional Arah Pendidikan Tinggi Menuju Indonesia Emas 2045 yang digelar di Hotel Krakatau- Jakarta, Senin (17/11/2025).

    Dr. Dadang Herli Saputra menekankan bahwa momentum pelantikan pengurus baru APTISI harus dimanfaatkan untuk memperkuat ekosistem pendidikan tinggi nasional, terutama dalam menghadapi dinamika global, revolusi teknologi, dan kebutuhan dunia kerja yang semakin kompetitif.

    “APTISI memiliki tanggung jawab besar untuk mendorong kualitas, tata kelola, serta relevansi perguruan tinggi swasta di seluruh Indonesia. Perguruan tinggi harus mampu menjadi pusat inovasi, riset aplikatif, dan penggerak pembangunan karakter generasi muda,” tegasnya.

    Sebagai pemimpin Unbaja, Dr. Dadang juga menyampaikan bahwa pihaknya terus memperkuat inovasi kurikulum, digitalisasi kampus, pengembangan riset, serta kemitraan strategis dengan dunia industri dan pemerintah daerah. Hal ini, menurutnya, menjadi fondasi penting dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya berkompeten, tetapi juga berintegritas dan adaptif.

    “Menuju Indonesia Emas 2045, perguruan tinggi tidak cukup menghasilkan sarjana. Kita harus menghasilkan pemimpin, inovator, dan wirausahawan muda yang mampu memberi solusi atas tantangan masyarakat,” ungkapnya.

    Dr. Dadang memberikan apresiasi atas terselenggaranya rembug nasional yang menjadi ruang diskusi para pemangku kepentingan pendidikan tinggi untuk menyatukan arah kebijakan dan strategi kolektif.

    Ia menilai bahwa kolaborasi antara pemerintah, asosiasi, dan perguruan tinggi merupakan kunci untuk mempercepat transformasi pendidikan, terutama dalam hal pemerataan mutu, peningkatan akreditasi, serta penguatan kapasitas dosen dan mahasiswa.

    “APTISI harus menjadi jembatan kolaborasi. Tidak ada perguruan tinggi yang dapat maju sendirian. Kita harus melangkah bersama,” ujarnya.

    Sebagai mantan perwira tinggi Polri yang kini memimpin institusi akademik, Dr. Dadang juga menyoroti pentingnya pembangunan karakter mahasiswa, termasuk penguatan wawasan kebangsaan, etika digital, dan moderasi berbangsa.

    “Indonesia Emas membutuhkan generasi yang cerdas secara akademis dan kuat secara moral. Kampus harus mampu menanamkan nilai integritas, toleransi, serta rasa cinta tanah air,” tambahnya.

    Dr. Dadang berharap pelantikan pengurus pusat APTISI periode 2025–2030 menjadi titik awal penguatan peran perguruan tinggi swasta sebagai pilar penting pembangunan nasional.

    “Universitas Banten Jaya siap bersinergi dan berkontribusi aktif dalam mengawal masa depan pendidikan tinggi Indonesia. Ini momentum kita untuk mencetak generasi terbaik menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

  • APTISI Kukuhkan Pengurus, Unpam Tegaskan Komitmen Peningkatan Mutu Pendidikan

    APTISI Kukuhkan Pengurus, Unpam Tegaskan Komitmen Peningkatan Mutu Pendidikan

    Jakarta, Dalam momentum penting pengukuhan Pengurus Pusat Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) dan Rembug Nasional bertema “Arah Pendidikan Tinggi Menuju Indonesia Emas 2045” yang berlangsung di Ballroom Krakatau, Hotel TMII Jakarta, Senin (17/11/25).

    Wakil Rektor II Universitas Pamulang (Unpam), Dr. M. Wildan, S.S., M.A., menegaskan bahwa masa depan pendidikan tinggi Indonesia sangat bergantung pada kekuatan sumber daya manusia dan tata kelola perguruan tinggi yang adaptif dan akuntabel.

    Dr. Wildan menyampaikan bahwa APTISI memiliki peran vital dalam memperkuat ekosistem perguruan tinggi swasta sebagai motor penggerak peningkatan kualitas pendidikan nasional.

    “APTISI bukan hanya wadah koordinasi, tetapi katalis perubahan. PTS akan menjadi garda depan dalam menyiapkan SDM unggul, sehingga tata kelola, kualitas tenaga pendidik, dan penguatan sistem keuangan harus terus diperbaiki,” tegasnya.

    Penguatan SDM sebagai Prioritas Utama Unpam

    Dr. Wildan menyoroti bahwa Unpam terus melakukan transformasi menyeluruh dalam pengembangan SDM. Menurutnya, kualitas pendidik dan tenaga kependidikan menjadi fondasi penting dalam menghadapi tantangan global dan tuntutan kompetensi masa depan.

    “Kami mendorong peningkatan kualifikasi dosen, pengembangan kompetensi digital, serta budaya akademik yang produktif dan inovatif. SDM unggul adalah jantung perguruan tinggi menuju 2045,” jelasnya.

    Tata Kelola Modern dan Transparan

    Sebagai pejabat yang membawahi bidang keuangan dan aset, Dr. Wildan juga menekankan pentingnya tata kelola yang modern, transparan, dan efisien untuk memastikan keberlanjutan institusi pendidikan tinggi.

    “Perguruan tinggi harus dikelola dengan prinsip good governance. Digitalisasi sistem keuangan, pemanfaatan aset yang produktif, dan transparansi anggaran adalah bagian dari transformasi yang saat ini kami lakukan di Unpam,” tambahnya.

    Ia menilai bahwa modernisasi tata kelola bukan hanya berkaitan dengan administrasi, tetapi juga membangun kepercayaan publik dan memastikan perguruan tinggi mampu beradaptasi dengan dinamika ekonomi dan sosial.

    Optimisme Menuju Indonesia Emas

    Melihat semangat kolaborasi dalam rembug nasional APTISI, Dr. Wildan menyampaikan optimismenya bahwa PTS dapat menjadi kekuatan besar dalam mempersiapkan generasi Indonesia Emas.

    “Dengan sinergi antar institusi, kebijakan yang tepat, dan komitmen terhadap mutu, saya yakin perguruan tinggi Indonesia dapat menjadi motor lahirnya generasi emas—unggul secara intelektual, berkarakter, dan berdaya saing global,” pungkasnya.

    Tentang Universitas Pamulang (Unpam)

    Universitas Pamulang adalah salah satu perguruan tinggi swasta terbesar di Indonesia yang terus berkomitmen meningkatkan akses pendidikan bermutu bagi masyarakat. Unpam melakukan berbagai program pengembangan SDM, modernisasi tata kelola, serta penguatan riset dan inovasi untuk menghadapi tantangan pendidikan tinggi di era transformasi digital.

    Unpam dikenal menawarkan biaya kuliah yang relatif rendah untuk ukuran perguruan tinggi swasta, menjadikannya pilihan menarik terutama bagi pelajar yang ingin kuliah dengan dana terbatas.

    Unpam menjadi kampus swasta besar dengan skala mahasiswa banyak, Unpam punya peran sosial penting: membuka peluang pendidikan, memperkuat mobilitas sosial, dan menciptakan lulusan yang dapat memberi kontribusi pada masyarakat.

  • Rektor UPG 1945 NTT, Uly Jonathan Riwu Kaho: Pendidikan Tinggi Harus Melahirkan SDM Tangguh Menuju Indonesia Emas 2045

    Rektor UPG 1945 NTT, Uly Jonathan Riwu Kaho: Pendidikan Tinggi Harus Melahirkan SDM Tangguh Menuju Indonesia Emas 2045

    Jakarta, Rektor Universitas Persatuan Guru (UPG) 1945 Nusa Tenggara Timur untuk Uly Jonathan Riwu Kaho, S.P., M.M., menghadiri pelantikan Pengurus Pusat Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) serta Rembug Nasional Arah Pendidikan Tinggi Menuju Indonesia Emas 2045 yang digelar di Hotel Krakatau Jakarta, Senin (17/11/25).

    Uly Jonathan menegaskan bahwa forum nasional ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antar-perguruan tinggi swasta dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing global.

    “Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang tangguh, kreatif, dan relevan dengan kebutuhan zaman. Perguruan tinggi swasta, termasuk UPG 1945 NTT, memiliki peran strategis dalam mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Uly Jonathan.

    Rektor muda yang dikenal progresif itu juga menyoroti tantangan perguruan tinggi di kawasan Indonesia Timur. Menurutnya, peningkatan kualitas dosen, penguatan riset, dan percepatan transformasi digital adalah tiga pilar penting yang harus terus diperjuangkan.

    “Kami di UPG 1945 NTT berkomitmen memperkuat mutu akademik, memperluas kemitraan nasional, dan menghadirkan inovasi pendidikan berbasis teknologi. Kehadiran kami di APTISI hari ini adalah wujud kontribusi aktif untuk membangun ekosistem pendidikan tinggi yang inklusif di seluruh wilayah Nusantara,” tambahnya.

    Uly Jonathan juga menyampaikan bahwa UPG 1945 NTT siap mengambil peran lebih besar dalam jejaring nasional APTISI terutama dalam pengembangan kapasitas perguruan tinggi di wilayah timur Indonesia.

    “Kami ingin memastikan bahwa mahasiswa di Nusa Tenggara Timur mendapatkan akses pendidikan berkualitas dan peluang yang sama dengan daerah lain. Menuju 2045, tidak boleh ada daerah yang tertinggal dalam pembangunan pendidikan,” tegasnya.

    Pelantikan Pengurus Pusat APTISI dan Rembug Nasional ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam penyatuan visi pembangunan perguruan tinggi swasta menuju Indonesia Emas 2045 dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan pemerataan pendidikan, sambungnya.

  • Kamtibmas Kondusif, Tiga Pilar Kemayoran Rutin Patroli Malam dalam Semangat “Jaga Jakarta”

    Kamtibmas Kondusif, Tiga Pilar Kemayoran Rutin Patroli Malam dalam Semangat “Jaga Jakarta”

    Palapanews.asia Jakarta Pusat – Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban wilayah, Tiga Pilar Kecamatan Kemayoran terus menggelar patroli malam sebagai wujud nyata dukungan terhadap program “Jaga Jakarta.”
    Kegiatan patroli pada Kamis (23/10/2025) malam dimulai pukul 22.40 WIB dipimpin oleh Iptu Boedi Setiyadi, S.H. selaku perwira pengendali (Padal) dengan perkuatan 12 personel gabungan dari unsur Polri, TNI, dan Satpol PP.

    Rute patroli meliputi kawasan Rusun Tahap 3, Fly Over Tengah, Bundaran Ondel-ondel, Jalan Menara Jakarta, Jalan Industri, Jalan Angkasa, hingga Jalan Garuda, yang dikenal sebagai titik rawan tawuran, balap liar, dan tindak kejahatan jalanan (3C: curat, curas, curanmor).

    Selama patroli, petugas memberikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan, serta mengajak warga untuk ikut menjaga lingkungan melalui gerakan “Jaga Jakarta.”

    “Patroli malam merupakan langkah preventif untuk menjaga stabilitas kamtibmas. Melalui sinergi tiga pilar, kami ingin memastikan Jakarta tetap aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh warga. Jaga Jakarta adalah komitmen bersama, bukan hanya tugas aparat,” ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Susatyo Purnomo Condro.

    Sementara itu, Kapolsek Kemayoran Kompol Dr. Agung Ardiyansyah menambahkan bahwa kegiatan patroli malam terus ditingkatkan di titik-titik rawan kejahatan dan kerumunan warga. “Kami turun langsung ke lapangan bersama tiga pilar sebagai bentuk nyata gerakan Jaga Jakarta. Kehadiran aparat bukan hanya untuk menegakkan hukum, tapi juga untuk membangun rasa aman dan kedekatan dengan masyarakat,” ujarnya.

    Kegiatan ini sekaligus mempertegas komitmen Tiga Pilar Kemayoran dalam menjaga keamanan lingkungan serta mendukung keberlanjutan program “Jaga Jakarta” di tingkat kewilayahan.

    (Humas Polres Metro Jakarta Pusat)

  • Harga Pakan Tinggi Dan Minimnya Perlindungan Terhadap Peternak Ayam Desak Pemerintah Perhatikan Kesejahteraan Peternak

    Harga Pakan Tinggi Dan Minimnya Perlindungan Terhadap Peternak Ayam Desak Pemerintah Perhatikan Kesejahteraan Peternak

    Palapanews.asia.my.id |Jakarta – Kamis, 9 Oktober 2025, puluhan peternak ayam yang tergabung Komunitas Peternak Unggas Nasional (KPUN) menggelar aksi Peternak Ayam yang berlokasi di Istana Negara( Silang Monas) dan Kantor Menteri Koordinator Bidang Pangan. Ketua KPUN, Alvino Antonio W. menyampaikan bahwa kenaikan harga ayam hidup di tingkat peternak tidak meningkatkan keuntungan peternak akibat harga pakan juga terus naik yang menyebabkan biaya produksi juga naik. Per 1 Oktober 2025, harga ratarata nasional ayam hidup sebesar Rp 21.000 per kilogram (kg) atau 14,28 persen di atas harga pembelian pemerintah di tingkat peternak yang sebesar Rp 18.000 per kg. Padahal rata-rata biaya produksi sudah mencapai Rp 19.009-Rp 20.000 per kilogram, akibat harga pakan jagung yang terus naik mencapai Rp 6-900-7.000/Kg melebihi Harga Acuan Pemerintah (HAP) yang sebesar Rp5.500/Kg. Sementara harga ayam broiler secara nasional di tingkat konsumen rata-rata tetap dijual dengan harga yang tinggi, yakni

    Rp 38.377 per kg. Artinya bahwa peternak rakyat ayam ras tidak menikmati kenaikan harga di Tingkat konsumen akibat biaya pakan jagung yang juga ikut naik.

    KPUN juga menyoroti bahwa Pemerintah harus mengaudit stok dan harga dari DOC tersebut, agar harga ayam hidup di tingkat peternak tetap terjaga besarannya di tingkat harga yang tidak merugikan peternak. Selain itu, program-program pemerintah seperti Bantuan Pangan dan Makan Bergizi Gratis belum melibatkan peternak rakyat ayam ras secara optimal.

    Berdasarkan hal tersebut, maka peternak ayam menyampaikan tuntutan :

    1. Bentuk Kementerian Peternakan, karena Menteri Pertanian tidak kompeten memperhatikan dan

    mengurusi peternak,

    2. Tegakkan Peraturan Menteri Pertanian No. 10 Tahun 2024 dalam hal pembagian DOC/bibit anak ayam bagi peternak ayam mandiri yang saat ini banyak yang tidak dapat melakukan budidaya,

    3. Turunkan harga pakan ternak ! Kementerian Pertanian menghianati komitmen untuk melarang perusahaan pakan ternak menaikkan harga pakan,

    4. Turunkan harga DOC yang terlalu tinggi akibat pengabaian Kementerian Pertanian dalam pengaturan harga DOC,

    5. Kementerian Pertanian mengabaikan peternak ayam mandiri, sehingga tidak mendukung program swasembada pangan, ketahanan pangan dan kedaulatan pangan,

    6. Turunkan harga jagung menjadi Rp.5.500/kg dengan Kadar Axr 13-1544,

    J. Pemerintah harus mengimplementasikan Penyelenggaraan Cadangan Pangan Pemerintah sesuai PERPRES No. 125 Tahun 2022, terutama dalam hal penyerapan ayam hidup dari peternak mandiri:

    Kementerian Pertanian harus mengatur Integrator tidak boleh berbudidaya, kembalikan budidaya

    100 Yo kepada peternak mandiri,

    9. Pemerintah harus membebaskan kuota GPS jika Pemerintah tidak mampu melakukan pengawasan. Terbukti adanya ekonomi biaya tinggi. dimana harga Parent Stock (PS) termahal

    didunia dan bundling,

    Pemerintah harus mengatur perlindungan Peternak Rakyat Ayam Ras sesuai amanat Pancasila dan

    UUD 1945, serta amanat Pasal 33 UU No. 18/2009 Jo. UU 41/2014 tentang Peternakan dan

    10.Kesehatan Hewan, dimana ketentuan lebih lanjut mengenai Budidaya sebagaimana dimaksud Pasal 27 sampai Pasal 32 diatur dengan Peraturan Presiden.

    Apabila Pemerintah tidak menindaklanjuti tuntutan peternak ayam tersebut, maka KPUN akan menggelar aksi kembali.

    Narahubung : Alvino Antonio W — 0815 1100 5589

    (Red/Jaya Putra)

  • Sampai Titik Terakhirmu, Cinta yang Tetap Hidup Saat Waktu Berhenti

    Sampai Titik Terakhirmu, Cinta yang Tetap Hidup Saat Waktu Berhenti

    Palapanews.Asia, Jakarta – Kisah cinta sejati yang sempat menggetarkan hati jutaan warganet antara Albi Dwizky dan Shella Selpi Lizah kini diabadikan ke layar lebar melalui film terbaru garapan LYTO Pictures, berjudul Sampai Titik Terakhirmu. Film ini menjadi persembahan penuh haru tentang kesetiaan, perjuangan, dan cinta yang bertahan hingga akhir napas.

    Dalam acara press conference yang digelar di Senayan, Jakarta (8/10), LYTO Pictures resmi meluncurkan trailer dan poster perdana film tersebut. Hadir dalam acara tersebut para sosok penting di balik layar, mulai dari produser Andi Suryanto, sutradara Dinna Jasanti, penulis skenario Evelyn Afnilia, hingga deretan pemain utama seperti Mawar de Jongh, Arbani Yasiz, Unique Priscilla, Kiki Narendra, Yasamin Jasem, Shakeel Fauzi, Alfie Alfandy, Vonny Felicia, Verina Ardiyanti, Onadio Leonardo, Siti Fauziah, TJ Ruth, Dana Wardhana, dan Ricky Cemor.

    Yang membuat suasana semakin emosional, Albi Dwizky sendiri turut hadir dalam konferensi tersebut. Ia mengenang perjuangan cinta bersama almarhumah Shella yang menjadi inspirasi film ini.

    “Aku ingin kisahku bersama Shella bisa memberi semangat bagi banyak orang. Film ini bukan sekadar cerita sedih, tapi bukti bahwa cinta sejati tetap hidup, bahkan setelah maut memisahkan,” ujar Albi dengan mata berkaca-kaca.

    Trailer resmi Sampai Titik Terakhirmu menampilkan rangkaian adegan yang menggambarkan keteguhan hati Albi mendampingi Shella saat divonis kanker ovarium. Kalimat terakhir dalam trailer, “Aku cuma mau kamu tahu, aku bersyukur bisa jadi suami kamu, di dunia dan di akhirat nanti,” menjadi penutup yang memukul perasaan penonton.

    Sementara itu, poster resmi film menggambarkan adegan Albi memayungi Shella di tengah hujan, sebuah momen yang ternyata diambil dari video nyata pasangan tersebut di TikTok, saat Albi setia menemani Shella berobat ke rumah sakit. Simbol sederhana itu kini menjadi ikon dari cinta yang tak tergoyahkan oleh waktu.

    Mawar de Jongh, yang memerankan Shella, mengungkapkan rasa terharu atas kesempatan membawakan sosok wanita tangguh tersebut.

    “Shella itu luar biasa kuat. Aku benar-benar ingin menghormati perjuangannya, sampai harus menurunkan berat badan enam kilogram agar bisa tampil lebih realistis,” ungkap Mawar.

    Sementara Arbani Yasiz, pemeran Albi, juga mengaku mendapat banyak pelajaran dari peran ini.

    “Setelah berbicara langsung dengan Albi, aku semakin yakin bahwa cinta tanpa batas itu memang nyata. Ini bukan hanya film cinta, tapi juga tentang ketulusan dan pengorbanan.” ujar Bani.

    Film Sampai Titik Terakhirmu dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 13 November 2025. Dengan kisah yang diangkat dari kejadian nyata dan didukung jajaran aktor papan atas, film ini diyakini akan menjadi salah satu tontonan paling mengharukan tahun ini.

     

     

     

  • Mas Futfulhan Dorong Nilai Kepemimpinan Soeharto dalam Deklarasi Institusi Jenderal Besar

    Mas Futfulhan Dorong Nilai Kepemimpinan Soeharto dalam Deklarasi Institusi Jenderal Besar

    Jakarta, 1 Oktober 2025– Dalam momentum bersejarah pembentukan Institusi Jenderal Besar Soeharto, Mas Futfulhan tampil memberikan dukungan penuh dengan menegaskan pentingnya menghidupkan kembali nilai-nilai kepemimpinan yang diwariskan oleh Jenderal Besar H.M. Soeharto.

    Acara deklarasi yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat, akademisi, serta perwakilan generasi muda. Kehadiran mereka menandakan adanya semangat kebersamaan untuk menjaga nilai luhur kepemimpinan nasional.

    Deklarasi ini menjadi langkah awal untuk menjadikan Institusi Jenderal Besar Soeharto sebagai wadah kebangsaan yang mengedepankan nilai kepemimpinan tegas, berwibawa, sekaligus mengakar pada semangat Pancasila. Mas Futfulhan menilai, kiprah Soeharto dalam menjaga stabilitas politik, kedaulatan bangsa, serta pembangunan ekonomi nasional merupakan warisan berharga yang harus dilanjutkan generasi kini.

    Soeharto adalah sosok pemimpin dengan visi jauh ke depan. Kita perlu menjadikan nilai kepemimpinan beliau sebagai inspirasi untuk membangun bangsa yang lebih kuat, berdaulat, dan mandiri,” tegas Mas Futfulhan dalam

    Ia juga menekankan bahwa pembentukan institusi ini bukan sekadar mengenang jasa, tetapi juga mengaktualisasikan semangat kerja keras, kedisiplinan, serta keberpihakan kepada rakyat. Melalui Institusi Jenderal Besar Soeharto, diharapkan lahir kader-kader bangsa yang mampu membawa Indonesia menuju kemajuan tanpa melupakan akar sejarah.

    Dengan adanya Institusi Jenderal Besar Soeharto, Mas Futfulhan optimistis nilai kepemimpinan Soeharto akan terus hidup, memberi teladan, serta menjadi fondasi dalam merajut kebangsaan Indonesia.