Kategori: LAINNYA

  • Air Bersih Bukan Barang Dagangan: Negara Wajib Hadir

    Air Bersih Bukan Barang Dagangan: Negara Wajib Hadir

    Air bersih adalah kebutuhan paling mendasar manusia. Tanpa air, tidak ada kehidupan. Namun ironisnya, di berbagai wilayah, warga justru harus membayar mahal hanya untuk memperoleh air bersih karena pengelolaannya diserahkan kepada pihak swasta. Pertanyaannya sederhana tetapi mendasar: di mana negara ketika rakyat harus membayar mahal untuk kebutuhan hidup paling dasar?

    Konstitusi Indonesia sesungguhnya sudah sangat jelas. Pasal 33 ayat (3) UUD 1945 menegaskan bahwa bumi dan air dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Kalimat ini bukan sekadar slogan, melainkan mandat konstitusional. Air bukan komoditas pasar bebas; air adalah hak dasar warga negara.

    Mahkamah Konstitusi dalam berbagai putusannya telah menegaskan bahwa negara tidak boleh melepaskan kendali atas sumber daya air. Pelibatan swasta dimungkinkan, tetapi harus bersifat terbatas, berada di bawah pengawasan ketat negara, dan tidak menghilangkan hak rakyat atas akses air bersih yang terjangkau. Ketika pengelolaan air membuat masyarakat harus membayar mahal tanpa alternatif layanan publik, maka yang terjadi bukan efisiensi, melainkan komersialisasi hak hidup.

    Air, Fasilitas Umum, dan Kewajiban Negara

    Sebagian pihak berargumen bahwa air bersih tidak mungkin diberikan secara gratis karena ada biaya infrastruktur, operasional, dan pemeliharaan. Argumen ini benar secara teknis, tetapi keliru jika dijadikan alasan untuk membebankan seluruh biaya kepada rakyat.

    Dalam kerangka kebijakan publik, fasilitas umum tidak selalu berarti gratis absolut, tetapi tidak boleh menjadi beban ekonomi yang menghalangi akses warga, terutama untuk kebutuhan dasar. Negara wajib memastikan bahwa setiap warga negara memperoleh air bersih dalam jumlah minimum tanpa tekanan finansial. Jika untuk minum, memasak, dan mandi saja warga harus mengeluarkan biaya yang memberatkan, maka persoalan ini bukan lagi soal teknis, melainkan kegagalan negara menjalankan mandat konstitusi.

    Air bersih harus diperlakukan sebagai layanan publik strategis, sama halnya dengan pendidikan dasar dan layanan kesehatan primer. Negara boleh menarik biaya operasional yang wajar, tetapi tidak boleh mengubah hak hidup menjadi barang dagangan.

    Mengembalikan Air ke Jalur Konstitusi

    Sudah saatnya model pengelolaan air bersih dikoreksi. Pengelolaan seharusnya diberikan kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar negara hadir secara nyata, bukan sekadar sebagai pemberi izin. Pemerintah daerah dapat memberikan penyertaan modal, sementara pembiayaan tambahan dapat melibatkan perbankan melalui skema bagi hasil, bukan bunga yang berpotensi memberatkan dan mendorong komersialisasi berlebihan.

    Skema tarif juga harus dirancang secara adil dan berkeadilan sosial. Kebutuhan dasar air rumah tangga wajib digratiskan atau disubsidi penuh. Pemakaian di atas batas wajar—terutama untuk kegiatan usaha dan konsumsi komersial—dapat dikenakan tarif progresif. Dengan mekanisme ini, terjadi subsidi silang yang sehat: yang mampu membantu yang membutuhkan.

    Model seperti ini bukan konsep idealistis tanpa dasar. Banyak daerah dan negara telah membuktikan bahwa air dapat dikelola secara profesional, berkelanjutan, dan tetap berpihak pada rakyat. Kuncinya adalah satu: negara tidak boleh absen dan tidak boleh menyerahkan air sepenuhnya kepada mekanisme pasar.

    Air dan Martabat Negara

    Cara negara mengelola air mencerminkan cara negara memandang rakyatnya. Ketika air bersih menjadi mahal dan sulit diakses, negara sedang mengirim pesan keliru bahwa hak hidup dapat ditentukan oleh kemampuan membayar. Ini bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi persoalan moral dan keadilan sosial.

    Kehadiran negara tidak selalu harus diwujudkan dalam proyek besar dan megah. Sering kali, kehadiran negara justru paling bermakna ketika ia memastikan rakyatnya tidak kehausan. Air bersih bukan hadiah, bukan belas kasihan, dan bukan komoditas. Air adalah hak konstitusional warga negara.

    Sudah waktunya kebijakan pengelolaan air dikembalikan ke khitah UUD 1945: negara sebagai penguasa dan penanggung jawab, BUMD sebagai pengelola, dan rakyat sebagai pemegang hak. Jika tidak, kita sedang membiarkan konstitusi mengering—sementara air justru mengalir ke logika pasar.

    Profil Penulis

    Nandan Limakrisna adalah akademisi, peneliti, pakar ekonomi, dan pemerhati kebijakan publik. Aktif menulis dan memberikan masukan strategis terkait ekonomi kerakyatan, tata kelola sumber daya alam, dan peran negara dalam mewujudkan keadilan sosial sesuai amanat UUD 1945.

  • Operasi Sikat Jaya 2025, Polisi Tingkatkan Patroli dan Sambang Sat Kamling di Gunung Sahari Selatan

    Operasi Sikat Jaya 2025, Polisi Tingkatkan Patroli dan Sambang Sat Kamling di Gunung Sahari Selatan

    Palapanews.asia Jakarta Pusat – Dalam rangka mendukung pelaksanaan Operasi Sikat Jaya 2025, jajaran Polsek Kemayoran melalui Bhabinkamtibmas Kelurahan Gunung Sahari Selatan melaksanakan patroli kewilayahan dan sambang Sat Kamling RW 02 di Jalan Angkasa Dalam 1, Kamis (4/12/2025) malam.

    Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 23.50 WIB tersebut dipimpin oleh Aipda Mahajin Simanjuntak, yang bertemu langsung dengan petugas Sat Kamling, Bapak Mulyadi. Dalam kesempatan itu, petugas menyampaikan berbagai imbauan kamtibmas untuk meningkatkan kewaspadaan lingkungan, terutama selama berlangsungnya operasi kepolisian terpusat.

    Dalam kegiatan sambang tersebut, petugas mengingatkan agar warga mewaspadai keluar-masuknya tamu yang tidak dikenal, segera melapor kepada RT atau RW bila terjadi peristiwa di wilayah, mengantisipasi tindak kejahatan seperti curanmor, mencegah kerumunan remaja yang berpotensi memicu tawuran, serta segera menghubungi Call Center 110, Polsek Kemayoran, atau Bhabinkamtibmas apabila terjadi tindak pidana.

    Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, menegaskan bahwa Operasi Sikat Jaya 2025 menjadi momentum untuk memperkuat pengamanan di seluruh wilayah.
    “Patroli malam dan sambang sat kamling adalah bagian penting dari strategi pencegahan kejahatan. Kami memastikan personel hadir dan berinteraksi langsung dengan masyarakat untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif,” ujarnya.

    Kapolsek Kemayoran, Kompol Dr. Agung Ardiyansyah, mengatakan bahwa pihaknya terus mengoptimalkan peran Sat Kamling sebagai mitra strategis kepolisian.
    “Sinergi dengan pos-pos kamling di wilayah Kemayoran sangat membantu dalam upaya deteksi dini. Kami akan terus mengintensifkan patroli dan sambang selama Operasi Sikat Jaya 2025 berlangsung,” kata Agung.

    (Humas Polres Metro Jakarta Pusat)

  • Kolaborasi Dua Yayasan Wujudkan Layanan Kesehatan Gratis di Tanah Merah

    Kolaborasi Dua Yayasan Wujudkan Layanan Kesehatan Gratis di Tanah Merah

    Jakarta, Yayasan Amazing News Beginning (YaNB) bersama Yayasan Pondok Pesantren Ganjil Raja Abah Guru Sekumpul melaksanakan kegiatan pengobatan gratis untuk warga di Jl. Perjuangan RT 016/RW 007, Kelurahan Tugu Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara(30/11/2025) Lebih dari ratusan warga Tanah Merah hadir memanfaatkan layanan kesehatan yang diberikan tanpa dipungut biaya.

    Ketua YaNB, dr. Karl H. Silaen, Sp.M., MARS, menyampaikan bahwa kegiatan sosial ini adalah bentuk komitmen yayasan untuk menghadirkan akses kesehatan yang mudah dijangkau bagi masyarakat yang membutuhkan.

    “Kesehatan adalah pondasi kehidupan. Jika sehat, seseorang bisa belajar, berpikir, bekerja, membangun, dan bersilaturahmi. Kami ingin masyarakat mendapatkan layanan yang layak tanpa hambatan biaya,” kata dr. Karl.

    Tokoh masyarakat setempat, H. Harun, mengapresiasi langkah kedua yayasan yang dinilai memberikan dampak langsung bagi warga.

    “Antusiasme hari ini sangat luar biasa. Banyak warga yang datang dari RW 07, RW 08, dan berbagai titik Tanah Merah. Kegiatan ini bukan hanya membantu, tapi sangat dibutuhkan,” ujar H. Harun.

    Sementara itu, Edo, selaku Humas Yayasan Pondok Pesantren Ganjil Raja Abah Guru Sekumpul, menjelaskan bahwa kolaborasi ini telah dilakukan untuk kedua kalinya di wilayah Tanah Merah.

    “Ini adalah kegiatan kedua bersama YaNB di wilayah ini. Warga sangat terbantu, dan kami berharap sinergi ini dapat terus berlanjut ke lebih banyak titik di Tanah Merah,” ujar Edo.

    Pengobatan gratis ini meliputi pemeriksaan kesehatan umum, konsultasi medis, serta pembagian obat-obatan secara cuma-cuma. Kegiatan berlangsung tertib dengan dukungan tim dokter dan relawan kemanusiaan.

    Kolaborasi dua yayasan ini membuktikan bahwa sinergi lembaga sosial dan keagamaan mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat, terutama di kawasan padat penduduk yang membutuhkan pelayanan kesehatan terjangkau.

    (Red/Tim)

  • Tawa Menggema Film  Mertua Ngeri Kali Bikin Penonton Terpukau

    Tawa Menggema Film Mertua Ngeri Kali Bikin Penonton Terpukau

    Palapanews.Asia, Jakarta – Kamis berubah menjadi panggung penuh gelak tawa ketika rumah produksi Im-a-gin-e resmi menayangkan perdana film komedi terbaru mereka, Mertua Ngeri Kali. Suasana riang langsung terasa sejak lampu ruangan meredup setiap adegan yang menampilkan Bunda Corla sebagai Donda sukses membuat penonton pecah dalam tawa dan tepuk tangan berkali-kali saat Press Screening Dan Press Conference di kawasan Kuningan, Jakarta (27/11).

     

    Kemeriahan Para Bintang dari Berbagai Generasi

    Para Kru dan Cast Film Mertua Ngeri Kali ini turut dihadiri jajaran lengkap pembuat film: Produser Chetan A. Samtani, Nisha A. Samtani, Sutradara Key Mangunsong, serta seluruh cast utama. Dari Bunda Corla, Dimas Anggara, Naysilla Mirdad, hingga Gita Bhebhita, Sophie Navita, Siti Fauziah, Farrell Rafisqy, dan Bonar Manalu. Kehadiran mereka menambah semarak acara. Para pemain berbagi cerita ringan seputar proses syuting yang penuh kejadian lucu dan momen-momen tak terlupakan.

    Nisha Samtani, sang produser, mengungkapkan betapa kuatnya chemistry para aktor selama produksi. Ia memuji performa Bunda Corla yang disebutnya sebagai “bumbu utama” film ini.

    “Energi beliau luar biasa. Penonton pasti bakal terhibur sekaligus tersentuh,” ujar Nisha menyiratkan antusiasme jelang penayangan film pada 11 Desember nanti.

     

    Humor Segar yang Dibungkus Kisah Keluarga Kekinian

    Sutradara Key Mangunsong menjelaskan bahwa di balik komedi yang mengocok perut, film ini menyimpan pesan tentang dinamika keluarga muda masa kini. Ekspektasi menjadi pasangan ideal, tuntutan keluarga, hingga gesekan antar generasi menjadi fondasi cerita yang dekat dengan realitas banyak penonton.

    “Saya ingin penonton tertawa, tapi juga merasa ‘ini gue banget’,” tutur Key.

     

  • Film yang Menampar Nurani: Nicki RV Jelaskan Pesan Kuat untuk Orang Tua Indonesia

    Film yang Menampar Nurani: Nicki RV Jelaskan Pesan Kuat untuk Orang Tua Indonesia

    Jakarta — Menjelang penayangan nasional film “Haruskah Aku Mati Agar Ayah Kembali” pada 4 Desember 2025, Produser Eksekutif Nicki RV menyampaikan pesan penuh harapan dan refleksi kepada publik Indonesia. Film ini, yang diangkat dari kisah nyata, siap menggugah perasaan jutaan penonton dengan isu keluarga, luka batin anak, dan pentingnya kehadiran orang tua dalam masa pertumbuhan.

    Nicki RV menegaskan bahwa film ini dibuat bukan hanya sebagai karya seni, tetapi sebagai gerakan kepedulian untuk membuka mata masyarakat terhadap realitas yang sering terlupakan.

    Film ini lahir dari kisah yang nyata, dari jeritan hati seorang anak. Kami ingin penonton merasakan, memahami, dan tersentuh—bahwa setiap anak berhak mendapatkan cinta, perhatian, dan kehadiran orang tuanya,” ujar Nicki RV.

    Sebagai Produser Eksekutif, Nicki RV menyampaikan bahwa proses produksi film ini penuh tantangan emosional. Tim harus memastikan bahwa penyampaian cerita dilakukan dengan peka, menghormati kisah asli, namun tetap menyentuh hati penonton.

    “Haruskah Aku Mati Agar Ayah Kembali bukan sekadar judul. Ini adalah kalimat yang mengguncang hati kami sejak awal. Kami ingin seluruh Indonesia menyadari bahwa ada banyak Nia di luar sana—anak-anak yang merindukan keluarga yang utuh,” tambahnya.

    Film ini menghadirkan kekuatan sinematis melalui alur yang intens dan akting mendalam dari para pemain. Nicki RV berharap karya ini dapat menjadi bahan diskusi nasional tentang kesehatan mental anak, peran keluarga, dan bagaimana masyarakat bisa lebih peduli.

    Selain itu, ia mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk memenuhi bioskop pada hari penayangan.

    Saya berharap film ini tidak hanya ditonton, tetapi dirasakan. Mari kita jadikan 4 Desember 2025 sebagai momentum untuk menyatukan empati kita. Semoga film ini mampu menginspirasi perubahan kecil dalam keluarga, di lingkungan, bahkan di diri kita masing-masing,” katanya.

    Dengan kehadiran film “Haruskah Aku Mati Agar Ayah Kembali”, industri perfilman Indonesia kembali mempersembahkan karya bermakna yang memadukan nilai kemanusiaan dan kualitas sinema yang kuat.

  • Dr. Dewi Cahyawati Abdullah: PTS Harus Lebih Adaptif untuk Hadapi Tantangan Global 2045

    Dr. Dewi Cahyawati Abdullah: PTS Harus Lebih Adaptif untuk Hadapi Tantangan Global 2045

    Jakarta, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Panca Marga (PM) Palu, Dr. Dewi Cahyawati Abdullah, M.Si, turut hadir dalam Pengukuhan Pengurus Pusat Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) dan Rembug Nasional Arah Pendidikan Tinggi Menuju Indonesia Emas 2045 yang diselenggarakan di Hotel Krakatau, Jakarta, Selasa (18/11/25).

    Kegiatan ini mempertemukan para pemimpin perguruan tinggi swasta dari seluruh Indonesia untuk membahas strategi, peluang, serta tantangan pendidikan tinggi dalam dua dekade ke depan.

    Dr. Dewi Cahyawati menegaskan bahwa peran perguruan tinggi daerah sangat strategis dalam mewujudkan pemerataan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.

    “Indonesia Emas 2045 tidak hanya ditopang oleh perguruan tinggi besar di pusat, tetapi juga oleh kampus-kampus di daerah yang membangun SDM lokal. Perguruan tinggi daerah harus diberi ruang, dukungan, dan kemitraan untuk tumbuh,” ujarnya.

    Menguatkan Peran Perguruan Tinggi Daerah

    STIA Panca Marga Palu, yang berada di jantung Sulawesi Tengah, disebut memiliki tanggung jawab besar dalam mencetak aparatur pemerintah daerah dan tenaga administrasi yang berintegritas, profesional, dan adaptif terhadap dinamika masyarakat.

    “Sebagai kampus berbasis administrasi publik, kami mendorong mahasiswa agar tidak hanya kompeten secara teori, tetapi juga mampu menjadi bagian dari solusi pembangunan daerah,” kata Dr. Dewi.

    Ia menegaskan bahwa penguatan kapasitas aparatur daerah adalah salah satu kunci percepatan pembangunan menuju Indonesia Emas.

    APTISI Sebagai Penggerak Sinergi Nasional

    Lebih lanjut, Dr. Dewi Cahyawati memuji APTISI sebagai organisasi strategis yang mampu menyatukan visi perguruan tinggi swasta di seluruh Indonesia.

    “APTISI menjadi jembatan penting dalam menghadirkan kebijakan yang berpihak pada kualitas. Melalui forum ini, kami bisa menyamakan langkah, memperkuat jaringan kolaborasi, dan menghadirkan inovasi yang berkelanjutan,” ungkapnya.

    Ia berharap APTISI dapat terus memperjuangkan peningkatan mutu, akreditasi, serta akses pengembangan SDM bagi kampus-kampus di daerah.

    Transformasi Digital & Penguatan Mutu STIA Panca Marga

    Dr. Dewi juga menyoroti pentingnya digitalisasi dan penguatan tata kelola perguruan tinggi sebagai prasyarat pendidikan modern.

    “Kami di STIA Panca Marga berkomitmen untuk memperkuat digitalisasi kampus, meningkatkan kualitas dosen, serta memperluas jejaring penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,” ucapnya.

    Menurutnya, teknologi informasi—termasuk pemanfaatan artificial intelligence (AI) untuk manajemen kampus dan pembelajaran—dapat menjadi akselerator peningkatan mutu.

    Komitmen untuk Indonesia Emas 2045

    Menutup pernyataan, Dr. Dewi Cahyawati Abdullah menegaskan bahwa STIA Panca Marga Palu siap berkontribusi menghadirkan SDM unggul yang berkarakter, profesional, dan mampu bersaing dalam era digital.

    “Indonesia Emas 2045 hanya dapat dicapai bila semua perguruan tinggi bergerak bersama. STIA Panca Marga siap menjadi bagian dari perubahan itu,” paparnya.

    Acara pengukuhan Pengurus Pusat APTISI dan Rembug Nasional ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi pendidikan tinggi di seluruh Indonesia, terutama dalam mempercepat pembangunan SDM menuju masa depan yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing global.

  • Dr. Dadang Herli Saputra:  Kolaborasi antara Pemerintah, Asosiasi, dan Perguruan tinggi Merupakan Kunci Mempercepat  Transformasi Pendidikan

    Dr. Dadang Herli Saputra: Kolaborasi antara Pemerintah, Asosiasi, dan Perguruan tinggi Merupakan Kunci Mempercepat Transformasi Pendidikan

    Jakarta, Rektor Universitas Banten Jaya, Kombes Pol (Purn.) Dr. Dadang Herli Saputra, SH., S.Ip., SS., MH., M.Si., M.Kn, menegaskan pentingnya peran strategis perguruan tinggi dalam memimpin akselerasi pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

    Hal ini ia sampaikan di sela sela acara Pelantikan Pengurus Pusat Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) 2025–2030 dan Rembug Nasional Arah Pendidikan Tinggi Menuju Indonesia Emas 2045 yang digelar di Hotel Krakatau- Jakarta, Senin (17/11/2025).

    Dr. Dadang Herli Saputra menekankan bahwa momentum pelantikan pengurus baru APTISI harus dimanfaatkan untuk memperkuat ekosistem pendidikan tinggi nasional, terutama dalam menghadapi dinamika global, revolusi teknologi, dan kebutuhan dunia kerja yang semakin kompetitif.

    “APTISI memiliki tanggung jawab besar untuk mendorong kualitas, tata kelola, serta relevansi perguruan tinggi swasta di seluruh Indonesia. Perguruan tinggi harus mampu menjadi pusat inovasi, riset aplikatif, dan penggerak pembangunan karakter generasi muda,” tegasnya.

    Sebagai pemimpin Unbaja, Dr. Dadang juga menyampaikan bahwa pihaknya terus memperkuat inovasi kurikulum, digitalisasi kampus, pengembangan riset, serta kemitraan strategis dengan dunia industri dan pemerintah daerah. Hal ini, menurutnya, menjadi fondasi penting dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya berkompeten, tetapi juga berintegritas dan adaptif.

    “Menuju Indonesia Emas 2045, perguruan tinggi tidak cukup menghasilkan sarjana. Kita harus menghasilkan pemimpin, inovator, dan wirausahawan muda yang mampu memberi solusi atas tantangan masyarakat,” ungkapnya.

    Dr. Dadang memberikan apresiasi atas terselenggaranya rembug nasional yang menjadi ruang diskusi para pemangku kepentingan pendidikan tinggi untuk menyatukan arah kebijakan dan strategi kolektif.

    Ia menilai bahwa kolaborasi antara pemerintah, asosiasi, dan perguruan tinggi merupakan kunci untuk mempercepat transformasi pendidikan, terutama dalam hal pemerataan mutu, peningkatan akreditasi, serta penguatan kapasitas dosen dan mahasiswa.

    “APTISI harus menjadi jembatan kolaborasi. Tidak ada perguruan tinggi yang dapat maju sendirian. Kita harus melangkah bersama,” ujarnya.

    Sebagai mantan perwira tinggi Polri yang kini memimpin institusi akademik, Dr. Dadang juga menyoroti pentingnya pembangunan karakter mahasiswa, termasuk penguatan wawasan kebangsaan, etika digital, dan moderasi berbangsa.

    “Indonesia Emas membutuhkan generasi yang cerdas secara akademis dan kuat secara moral. Kampus harus mampu menanamkan nilai integritas, toleransi, serta rasa cinta tanah air,” tambahnya.

    Dr. Dadang berharap pelantikan pengurus pusat APTISI periode 2025–2030 menjadi titik awal penguatan peran perguruan tinggi swasta sebagai pilar penting pembangunan nasional.

    “Universitas Banten Jaya siap bersinergi dan berkontribusi aktif dalam mengawal masa depan pendidikan tinggi Indonesia. Ini momentum kita untuk mencetak generasi terbaik menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

  • APTISI Kukuhkan Pengurus, Unpam Tegaskan Komitmen Peningkatan Mutu Pendidikan

    APTISI Kukuhkan Pengurus, Unpam Tegaskan Komitmen Peningkatan Mutu Pendidikan

    Jakarta, Dalam momentum penting pengukuhan Pengurus Pusat Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) dan Rembug Nasional bertema “Arah Pendidikan Tinggi Menuju Indonesia Emas 2045” yang berlangsung di Ballroom Krakatau, Hotel TMII Jakarta, Senin (17/11/25).

    Wakil Rektor II Universitas Pamulang (Unpam), Dr. M. Wildan, S.S., M.A., menegaskan bahwa masa depan pendidikan tinggi Indonesia sangat bergantung pada kekuatan sumber daya manusia dan tata kelola perguruan tinggi yang adaptif dan akuntabel.

    Dr. Wildan menyampaikan bahwa APTISI memiliki peran vital dalam memperkuat ekosistem perguruan tinggi swasta sebagai motor penggerak peningkatan kualitas pendidikan nasional.

    “APTISI bukan hanya wadah koordinasi, tetapi katalis perubahan. PTS akan menjadi garda depan dalam menyiapkan SDM unggul, sehingga tata kelola, kualitas tenaga pendidik, dan penguatan sistem keuangan harus terus diperbaiki,” tegasnya.

    Penguatan SDM sebagai Prioritas Utama Unpam

    Dr. Wildan menyoroti bahwa Unpam terus melakukan transformasi menyeluruh dalam pengembangan SDM. Menurutnya, kualitas pendidik dan tenaga kependidikan menjadi fondasi penting dalam menghadapi tantangan global dan tuntutan kompetensi masa depan.

    “Kami mendorong peningkatan kualifikasi dosen, pengembangan kompetensi digital, serta budaya akademik yang produktif dan inovatif. SDM unggul adalah jantung perguruan tinggi menuju 2045,” jelasnya.

    Tata Kelola Modern dan Transparan

    Sebagai pejabat yang membawahi bidang keuangan dan aset, Dr. Wildan juga menekankan pentingnya tata kelola yang modern, transparan, dan efisien untuk memastikan keberlanjutan institusi pendidikan tinggi.

    “Perguruan tinggi harus dikelola dengan prinsip good governance. Digitalisasi sistem keuangan, pemanfaatan aset yang produktif, dan transparansi anggaran adalah bagian dari transformasi yang saat ini kami lakukan di Unpam,” tambahnya.

    Ia menilai bahwa modernisasi tata kelola bukan hanya berkaitan dengan administrasi, tetapi juga membangun kepercayaan publik dan memastikan perguruan tinggi mampu beradaptasi dengan dinamika ekonomi dan sosial.

    Optimisme Menuju Indonesia Emas

    Melihat semangat kolaborasi dalam rembug nasional APTISI, Dr. Wildan menyampaikan optimismenya bahwa PTS dapat menjadi kekuatan besar dalam mempersiapkan generasi Indonesia Emas.

    “Dengan sinergi antar institusi, kebijakan yang tepat, dan komitmen terhadap mutu, saya yakin perguruan tinggi Indonesia dapat menjadi motor lahirnya generasi emas—unggul secara intelektual, berkarakter, dan berdaya saing global,” pungkasnya.

    Tentang Universitas Pamulang (Unpam)

    Universitas Pamulang adalah salah satu perguruan tinggi swasta terbesar di Indonesia yang terus berkomitmen meningkatkan akses pendidikan bermutu bagi masyarakat. Unpam melakukan berbagai program pengembangan SDM, modernisasi tata kelola, serta penguatan riset dan inovasi untuk menghadapi tantangan pendidikan tinggi di era transformasi digital.

    Unpam dikenal menawarkan biaya kuliah yang relatif rendah untuk ukuran perguruan tinggi swasta, menjadikannya pilihan menarik terutama bagi pelajar yang ingin kuliah dengan dana terbatas.

    Unpam menjadi kampus swasta besar dengan skala mahasiswa banyak, Unpam punya peran sosial penting: membuka peluang pendidikan, memperkuat mobilitas sosial, dan menciptakan lulusan yang dapat memberi kontribusi pada masyarakat.

  • Rektor UPG 1945 NTT, Uly Jonathan Riwu Kaho: Pendidikan Tinggi Harus Melahirkan SDM Tangguh Menuju Indonesia Emas 2045

    Rektor UPG 1945 NTT, Uly Jonathan Riwu Kaho: Pendidikan Tinggi Harus Melahirkan SDM Tangguh Menuju Indonesia Emas 2045

    Jakarta, Rektor Universitas Persatuan Guru (UPG) 1945 Nusa Tenggara Timur untuk Uly Jonathan Riwu Kaho, S.P., M.M., menghadiri pelantikan Pengurus Pusat Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) serta Rembug Nasional Arah Pendidikan Tinggi Menuju Indonesia Emas 2045 yang digelar di Hotel Krakatau Jakarta, Senin (17/11/25).

    Uly Jonathan menegaskan bahwa forum nasional ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antar-perguruan tinggi swasta dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing global.

    “Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang tangguh, kreatif, dan relevan dengan kebutuhan zaman. Perguruan tinggi swasta, termasuk UPG 1945 NTT, memiliki peran strategis dalam mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Uly Jonathan.

    Rektor muda yang dikenal progresif itu juga menyoroti tantangan perguruan tinggi di kawasan Indonesia Timur. Menurutnya, peningkatan kualitas dosen, penguatan riset, dan percepatan transformasi digital adalah tiga pilar penting yang harus terus diperjuangkan.

    “Kami di UPG 1945 NTT berkomitmen memperkuat mutu akademik, memperluas kemitraan nasional, dan menghadirkan inovasi pendidikan berbasis teknologi. Kehadiran kami di APTISI hari ini adalah wujud kontribusi aktif untuk membangun ekosistem pendidikan tinggi yang inklusif di seluruh wilayah Nusantara,” tambahnya.

    Uly Jonathan juga menyampaikan bahwa UPG 1945 NTT siap mengambil peran lebih besar dalam jejaring nasional APTISI terutama dalam pengembangan kapasitas perguruan tinggi di wilayah timur Indonesia.

    “Kami ingin memastikan bahwa mahasiswa di Nusa Tenggara Timur mendapatkan akses pendidikan berkualitas dan peluang yang sama dengan daerah lain. Menuju 2045, tidak boleh ada daerah yang tertinggal dalam pembangunan pendidikan,” tegasnya.

    Pelantikan Pengurus Pusat APTISI dan Rembug Nasional ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam penyatuan visi pembangunan perguruan tinggi swasta menuju Indonesia Emas 2045 dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan pemerataan pendidikan, sambungnya.

  • Kamtibmas Kondusif, Tiga Pilar Kemayoran Rutin Patroli Malam dalam Semangat “Jaga Jakarta”

    Kamtibmas Kondusif, Tiga Pilar Kemayoran Rutin Patroli Malam dalam Semangat “Jaga Jakarta”

    Palapanews.asia Jakarta Pusat – Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban wilayah, Tiga Pilar Kecamatan Kemayoran terus menggelar patroli malam sebagai wujud nyata dukungan terhadap program “Jaga Jakarta.”
    Kegiatan patroli pada Kamis (23/10/2025) malam dimulai pukul 22.40 WIB dipimpin oleh Iptu Boedi Setiyadi, S.H. selaku perwira pengendali (Padal) dengan perkuatan 12 personel gabungan dari unsur Polri, TNI, dan Satpol PP.

    Rute patroli meliputi kawasan Rusun Tahap 3, Fly Over Tengah, Bundaran Ondel-ondel, Jalan Menara Jakarta, Jalan Industri, Jalan Angkasa, hingga Jalan Garuda, yang dikenal sebagai titik rawan tawuran, balap liar, dan tindak kejahatan jalanan (3C: curat, curas, curanmor).

    Selama patroli, petugas memberikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan, serta mengajak warga untuk ikut menjaga lingkungan melalui gerakan “Jaga Jakarta.”

    “Patroli malam merupakan langkah preventif untuk menjaga stabilitas kamtibmas. Melalui sinergi tiga pilar, kami ingin memastikan Jakarta tetap aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh warga. Jaga Jakarta adalah komitmen bersama, bukan hanya tugas aparat,” ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Susatyo Purnomo Condro.

    Sementara itu, Kapolsek Kemayoran Kompol Dr. Agung Ardiyansyah menambahkan bahwa kegiatan patroli malam terus ditingkatkan di titik-titik rawan kejahatan dan kerumunan warga. “Kami turun langsung ke lapangan bersama tiga pilar sebagai bentuk nyata gerakan Jaga Jakarta. Kehadiran aparat bukan hanya untuk menegakkan hukum, tapi juga untuk membangun rasa aman dan kedekatan dengan masyarakat,” ujarnya.

    Kegiatan ini sekaligus mempertegas komitmen Tiga Pilar Kemayoran dalam menjaga keamanan lingkungan serta mendukung keberlanjutan program “Jaga Jakarta” di tingkat kewilayahan.

    (Humas Polres Metro Jakarta Pusat)