Kategori: GAYA HIDUP

  • Ejen Ali The Movie 2: Aksi Baru, Kolaborasi Malaysia-Indonesia

    Ejen Ali The Movie 2: Aksi Baru, Kolaborasi Malaysia-Indonesia

    Palapanews.Asia, Jakarta – Setelah sukses besar di Malaysia, film animasi unggulan Ejen Ali The Movie 2: Misi Satria akan segera hadir di bioskop-bioskop Indonesia pada 27 Juni 2025. Sekuel yang telah dinanti-nantikan oleh para penggemar ini menjanjikan aksi seru, visual yang memukau, dan kisah penuh makna tentang keberanian serta pengorbanan.

    Disutradarai oleh Usamah Zaid Yasin dan diproduksi oleh WAU Animation bersama Primeworks Studios, film ini mengangkat cerita perjuangan Ali dalam menyelamatkan kota futuristik Cyberaya dari ancaman besar. Kali ini, Ali menghadapi musuh baru bernama Neonimus dan menjalani pelatihan di bawah inisiatif rahasia bernama Project Satria, yang menggabungkan empat disiplin penting: Teknologi (Tekno), Strategi (Neuro), Bela Diri (Kombat), dan Kecerdasan (Inviso).

    Tak hanya menawarkan aksi, film ini juga menyisipkan konflik emosional yang kuat, termasuk hubungan Ali dengan sahabat-sahabatnya seperti Alicia dan Rizwan, serta tantangan yang menguji kesetiaannya.

    “Ejen Ali telah berkembang menjadi sesuatu yang lebih besar dari sekadar karakter, ia telah menjadi gerakan yang meraih kekuatan nyata di Asia Tenggara,” ungkap Puan Nini Yusof, CEO Media Prima Television Networks dan Primeworks Studios.

    “Film ini bukan hanya sekadar sekuel, tetapi penjelajahan makna lebih besar. Kami dedikasikan karya ini untuk penonton Malaysia dan kini untuk Indonesia, sebagai keluarga besar Asia Tenggara,” kata Usamah Zaid Yasin, sutradara dan CEO WAU Animation.

    Film ini juga menggandeng musisi Indonesia NIDJI sebagai pengisi lagu soundtrack berjudul Teman Sejati, yang menambah lapisan emosional dengan tema persahabatan dan keberanian.

    “Menjadi bagian dari Ejen Ali The Movie 2 adalah pengalaman yang benar-benar istimewa bagi kami. Kami percaya animasi bisa menggerakkan hati, dan terlibat di dunia Ejen Ali adalah kehormatan besar,” ujar perwakilan NIDJI.

    “Menulis dan membawakan Teman Sejati adalah perjalanan penuh makna. Kami ingin tiap lirik mencerminkan semangat keberanian, persahabatan, dan petualangan yang dicintai penggemar,” tambah mereka.

    Sebagai bentuk kolaborasi Asia Tenggara, film ini juga menampilkan karya dari Dipadira Animation Studios asal Indonesia, yang memperkuat semangat kerja sama antara Malaysia dan Indonesia dalam produksi animasi kelas dunia.

     

  • “Panggil Aku Ayah”, Hadirkan Makna Baru Tentang Keluarga

    “Panggil Aku Ayah”, Hadirkan Makna Baru Tentang Keluarga

    Palapanews.Asia, Jakarta – Setelah kesuksesan film JUMBO, Visinema Studios kembali menghadirkan kisah keluarga menyentuh lewat film terbaru mereka bertajuk Panggil Aku Ayah. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop mulai 7 Agustus 2025 dan mengangkat cerita keluarga yang tidak hanya terikat oleh darah, tapi oleh kasih dan kebersamaan.

    Dalam teaser trailer yang telah dirilis, aktor Ringo Agus Rahman tampil sebagai Dedi, pria sederhana yang harus merawat seorang anak perempuan bernama Intan (diperankan Myesha Lin) karena sang ibu (Rossa – Titi DJ) harus bekerja di luar negeri. Bersama sepupunya, Tatang (Boris Bokir), Dedi menjalani keseharian barunya bersama Intan yang perlahan berubah menjadi hubungan penuh kasih dan makna.

    Film ini disebut-sebut merupakan adaptasi dari film Korea populer Pawn (2020). Banyak netizen yang memberikan respons positif dan merasa tersentuh setelah menonton trailer-nya. Bahkan sejumlah komentar menyebut film ini lebih menyentuh dibanding versi aslinya.

    Disutradarai oleh Benni Setiawan, peraih Piala Citra, Panggil Aku Ayah menjadi proyek kolaborasi antara Visinema Studios dan CJ ENM Korea. CJ ENM yang juga memproduksi versi aslinya, ikut serta sebagai ko-produser.

    “Kami ingin mengajak penonton memaknai arti keluarga yang sesungguhnya. Bahwa keluarga bisa tumbuh dari pertemuan yang tidak terduga, bukan hanya dari hubungan darah,” ujar Anggia Kharisma, produser film sekaligus Chief Content Officer Visinema Studios.

    Tak hanya menampilkan pemain cilik, film ini juga diperkuat oleh aktris muda Tissa Biani sebagai Intan dewasa, yang akan membawa penonton melihat perkembangan emosional karakter yang menyentuh hati.

    Untuk kamu pencinta drama keluarga yang sarat emosi dan makna, jangan lewatkan Panggil Aku Ayah mulai 7 Agustus 2025 di seluruh bioskop Indonesia.

     

  • Rano Karno Dukung Rieke Diah Pitaloka di Film Agen +62

    Rano Karno Dukung Rieke Diah Pitaloka di Film Agen +62

    Palapanews.Asia, Jakarta – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menunjukkan dukungan penuh terhadap film aksi komedi terbaru Agen +62 yang dibintangi oleh Rieke Diah Pitaloka. Dalam kunjungannya ke kantor Wakil Gubernur, Rano menyampaikan kekaguman atas peran Rieke yang memerankan hingga delapan karakter berbeda dalam film tersebut.

    Film Agen +62 merupakan karya terbaru dari Wahana Kreator Nusantara, disutradarai oleh Dinna Jasanti dan diproduseri oleh Sigit Pratama, Orchida Ramadhania, serta Gina S. Noer. Film ini juga dibintangi oleh Keanu Angelo, Cinta Laura Kiehl, dan sederet nama lain seperti Fanny Fadillah, Olga Lydia, serta Chandra Satria.

    Pada kesempatan tersebut, Rieke dan tim produksi memperkenalkan sinopsis film serta menonton bersama cuplikan resmi (trailer) dengan Rano Karno. Ia mengaku awalnya direncanakan ikut bermain sebagai ayah dari karakter Keanu, namun harus mundur karena mendapat tugas politik yang lebih besar dalam Pilkada DKI sebagai calon wakil gubernur.

    “Alhamdulillah filmnya sudah selesai dan siap tayang 3 Juli 2025,” ujar Rieke.

    Melihat trailer yang menampilkan adegan aksi dan penyamaran unik, Rano Karno tak bisa menahan tawa, terutama saat melihat adegan Rieke bergelantungan di mobil. Ia pun menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh pemutaran film ini dan mengajak masyarakat Jakarta untuk menonton.

    “Film ini punya pesan sosial yang kuat dan relevan dengan kondisi masyarakat kita saat ini,” ujar Rano.

    Agen +62 menjadi proyek kolaborasi perdana antara Wahana Kreator Nusantara dan PK Films, bagian dari PK Entertainment. Peter Harjani, CEO PK Entertainment, juga turut bertindak sebagai produser eksekutif dalam film ini.

    Wahana Kreator Nusantara sendiri dikenal sebagai perusahaan berbasis riset dan pengembangan cerita yang sebelumnya sukses lewat Dua Garis Biru dan Like & Share. Sementara PK Films hadir sebagai langkah strategis PK Entertainment dalam merambah industri film dengan karya-karya berkualitas tinggi.

    Untuk perkembangan lebih lanjut, masyarakat dapat mengikuti akun Instagram @wahana.kreator dan @filmagenplus62.

     

  • Visinema Hadirkan “Keluarga Cemara” dalam Format Musikal Spektakuler

    Visinema Hadirkan “Keluarga Cemara” dalam Format Musikal Spektakuler

    Palapanews. Asia, Jakarta – Kisah klasik Keluarga Cemara kembali dihadirkan dalam format baru melalui pertunjukan Musikal Keluarga Cemara 2025 yang akan digelar mulai 20 Juni hingga 13 Juli 2025 di Ciputra Artpreneur, Jakarta. Pertunjukan ini merupakan hasil kolaborasi antara Visinema Studios, Indonesia Kaya, dan Ciputra Artpreneur.

    Disutradarai oleh Pasha Prakasa, musikal ini mengadaptasi cerita karya mendiang Arswendo Atmowiloto yang telah lama menjadi bagian dari budaya populer Indonesia. Tokoh-tokoh seperti Abah, Emak, Euis, dan Ara akan tampil dalam sajian teater musikal yang memadukan musik, drama, dan tarian dengan sentuhan modern namun tetap menjaga nilai-nilai aslinya.

    “Musikal ini bukan hanya hiburan, tetapi juga pengingat bahwa nilai-nilai kesederhanaan dan kekeluargaan tetap penting dalam kehidupan kita yang semakin kompleks,” ujar Pasha Prakasa dalam konferensi pers pada Rabu (18/6/2025).

    Perwakilan dari Visinema Studios, Anggia Kharisma, juga menyampaikan harapannya terhadap pertunjukan ini. “Kami ingin menghadirkan pertunjukan yang bisa dinikmati seluruh anggota keluarga, sekaligus menjadi ruang refleksi bersama tentang apa arti keluarga sebenarnya,” katanya.

    Sementara itu, Renitasari Adrian, Program Director Indonesia Kaya, menambahkan bahwa pertunjukan ini juga merupakan bentuk pelestarian karya sastra dan budaya populer Indonesia. “Kami percaya Keluarga Cemara adalah warisan budaya yang perlu terus dihidupkan. Pentas musikal ini menjadi cara baru untuk menyampaikan pesan yang timeless kepada generasi muda,” ujarnya.

    Dalam sesi preview kepada media, sejumlah aktor membawakan cuplikan dari pertunjukan, memperlihatkan kekuatan emosi dalam lagu-lagu dan adegan yang menyentuh hati. Dengan penataan panggung yang megah dan musik yang digarap serius, pertunjukan ini diproyeksikan menjadi salah satu produksi musikal terbesar di Indonesia tahun ini.

     

  • Adhisty Zara & Ari Irham Pukau Penonton Cuplikan Film  “Bertaut Rindu”

    Adhisty Zara & Ari Irham Pukau Penonton Cuplikan Film “Bertaut Rindu”

    Palapanews.Asia, Jakarta – Pasangan muda yang sedang naik daun, Adhisty Zara dan Ari Irham, sukses bikin penonton baper lewat cuplikan perdana film terbaru mereka, “Bertaut Rindu: Semua Impian Berhak Dirayakan.”

    Dalam first look yang dirilis hari ini, chemistry keduanya benar-benar terasa nyata dan menyentuh hati.

    Film produksi SinemArt ini dijadwalkan tayang di bioskop pada 31 Juli 2025, dan dari cuplikan awal saja sudah bisa diprediksi kalau film ini akan jadi favorit penonton, terutama para remaja. Zara dan Ari memerankan Jovanka dan Magnus, dua remaja SMA dengan latar belakang dan dunia yang sangat berbeda, tapi dipertemukan oleh rasa yang tulus dan dalam.

    Salah satu dialog yang jadi sorotan dari Magnus ke Jovanka adalah:

    “Jo, semua perhatian kamu bikin aku merasa ada. Dan itu luar biasa.”

    Bukan sekadar drama cinta remaja biasa, “Bertaut Rindu” juga membawa pesan mendalam tentang pemulihan luka batin, berdamai dengan masa lalu, dan keberanian untuk bermimpi.

    Pertemuan antara Jovanka dan Magnus menjadi titik balik dalam hidup mereka masing-masing, dan menunjukkan bagaimana perhatian kecil bisa sangat berarti.

    David S. Suwarto, Executive Producer dari SinemArt, mengatakan bahwa film ini hadir bukan hanya untuk menghibur, tapi juga untuk merayakan emosi dan impian kecil yang sering kali terabaikan.

    “Dalam setiap impian, sekecil apa pun, ada nilai yang pantas untuk diperjuangkan dan dirayakan,” ujarnya.

    Penasaran dengan kelanjutan kisah cinta dan perjuangan Jovanka dan Magnus. Jangan lewatkan update-nya di Instagram @bertautrindu_movie dan @sinemart_ph.

     

  • “Assalamualaikum Baitullah”  Rilis Poster dan Trailer Perdana, Kisah Pilu di Balik Perjalanan ke Tanah Suci

    “Assalamualaikum Baitullah” Rilis Poster dan Trailer Perdana, Kisah Pilu di Balik Perjalanan ke Tanah Suci

    Palapanews.Asia, Jakarta – VMS Studio memperkenalkan poster dan trailer perdana film drama religi “Assalamualaikum Baitullah”, dalam acara yang digelar di Anjungan Sarinah, Jumat (13/6/202). Film ini diadaptasi dari novel laris karya Asma Nadia dan dijadwalkan tayang di bioskop mulai 17 Juli 2025.

    Peluncuran poster dan trailer turut dimeriahkan oleh Fadhila Intan, yang membawakan lagu tema berjudul “Jalan Cinta”, sebuah lagu yang menggambarkan perjalanan batin dalam menemukan cinta sejati dan kembali pada Yang Maha Kuasa.

    Film ini mengikuti kisah Amira (diperankan oleh Michelle Ziudith), perempuan yang terpuruk karena dikhianati orang yang dicintainya. Dalam keputusasaan, Amira memilih berangkat ke Tanah Suci untuk berhaji. Perjalanan spiritual ini menjadi titik balik yang membawanya pada proses pengikhlasan, penyembuhan luka batin, dan pencarian makna sejati dari cinta dan kehidupan.

    Daeng Ratu, produser film, menyebut bahwa film ini tidak hanya menyajikan visual yang menyejukkan, tetapi juga narasi yang menyentuh hati dan merefleksikan perjalanan batin banyak orang. Sementara itu, Michelle Ziudith mengungkap bahwa peran Amira adalah tantangan emosional terbesar dalam kariernya sebagai aktris.

    Poster resmi film memperlihatkan tiga tokoh utama: Amira, Barra (Arbani Yasiz), dan Amel (Tissa Biani), dengan latar belakang Ka’bah yang menjadi pusat spiritual umat Muslim. Komposisi ini mempertegas benang merah film: cinta, ujian, dan keteguhan hati dalam menghadapi takdir.

    Selain tiga pemeran utama, film ini juga menghadirkan Miqdad Addausy, Ummi Quary, Maudy Koesnaedi, Vonny Anggraini, dan Sadana Agung.

    Dengan balutan drama religi yang mendalam, “Assalamualaikum Baitullah” menjadi sajian sinema yang mengangkat tema tentang harapan, pengampunan, dan kepulangan kepada Tuhan. Informasi terbaru dan promosi film ini dapat diikuti melalui akun media sosial @film.asba dan @vmstudioid.

     

  • Cinta Laura Ungkap Kekaguman Pada Sang Ayah Didikannya Membentuk Karakterku

    Cinta Laura Ungkap Kekaguman Pada Sang Ayah Didikannya Membentuk Karakterku

    Palapanews.Asia, Jakarta – Aktris sekaligus aktivis Cinta Laura kembali menunjukkan sisi emosionalnya saat membicarakan sosok ayahnya, Michael Kiehl. Dalam sebuah pernyataan yang menyentuh, Cinta mengungkapkan rasa syukur atas peran besar sang ayah dalam membentuk kepribadiannya.

    “Aku merasa sangat diberkati memiliki papa seperti beliau. Meski dikenal tegas dan disiplin, Cinta menilai metode pengasuhan sang ayah memberinya fondasi kuat dalam hal etos kerja dan profesionalisme. “Dari papa, aku belajar untuk menghargai waktu dan bekerja dengan penuh dedikasi,” ujar Cinta.

    Cinta juga menyoroti bagaimana karakter kedua orang tuanya saling melengkapi dalam membentuk jati dirinya. Ia menggambarkan sang ibu yang berasal dari Indonesia sebagai sosok penuh kasih dan empati, berbanding selaras dengan ketegasan ayahnya.

    “Papa menanamkan semangat dan kedisiplinan, sedangkan mama mengajarkan kepedulian dan kelembutan hati. Itu sebabnya, meskipun aku orangnya logis dan rasional, aku tetap memiliki sisi empatik yang kuat,” tuturnya.

    Cinta tidak menampik bahwa tidak ada hubungan atau pernikahan yang benar-benar sempurna. Namun bagi dirinya, keberadaan Michael Kiehl sebagai ayah adalah sebuah anugerah besar.

    “Kesempurnaan itu bukan soal bebas dari kekurangan, tapi bagaimana seseorang memberi dampak besar dalam hidup kita. Aku bangga jadi anak Papa Michael Kiehl,” tutup Cinta.

     

  • Kisah Keluarga Cemara Kembali ke Panggung dalam Format Musikal Megah, Album Soundtrack Resmi Siap Rilis

    Kisah Keluarga Cemara Kembali ke Panggung dalam Format Musikal Megah, Album Soundtrack Resmi Siap Rilis

    Palapanews.Asia, Jakarta – Setelah sukses mencuri perhatian dalam berbagai format sebelumnya, kisah ikonik Keluarga Cemara kembali hadir dalam bentuk yang lebih megah: pertunjukan musikal berskala besar. Kolaborasi antara Visinema Studios, Indonesia Kaya, dan Ciputra Artpreneur ini menghadirkan Musikal Keluarga Cemara, sebuah produksi panggung yang menjanjikan pengalaman berbeda bagi penontonnya.

    Digelar di Ciputra Artpreneur, Jakarta, pertunjukan ini akan berlangsung mulai 20 Juni hingga 13 Juli 2025, dengan total 30 kali pementasan. Disutradarai oleh Pasha Prakasa, musikal ini menawarkan pendekatan baru dari sisi teknis maupun emosional.

    Bukan hanya mengandalkan kekuatan cerita keluarga yang hangat dan sarat nilai, versi musikal tahun ini hadir dengan peningkatan besar di banyak aspek produksi mulai dari desain panggung, pencahayaan yang lebih imersif, koreografi yang matang, hingga aransemen musik yang dirancang dramatis dan menyentuh.

    Salah satu inovasi paling mencolok dalam produksi kali ini adalah kehadiran album soundtrack resmi bertajuk Lagu-Lagu Cemara. Album ini memuat tujuh lagu yang akan tampil sebagai inti musikal, dirilis secara digital mulai 12 Juni 2025. Langkah ini dinilai sebagai upaya memperluas jangkauan pertunjukan musikal ke ranah audio digital, sekaligus menjadi medium pengingat emosional bagi penonton usai menyaksikan pentas.

    “Album ini kami hadirkan agar musikal bisa menjangkau lebih banyak orang. Buat yang belum sempat atau masih ragu menonton musikal, bisa mencicipi atmosfernya lewat lagu-lagu ini,” ujar produser Cristian Imanuell di kawasan Senayan, SeIasa (10/6/2025).

    Bagi mereka yang sudah menyaksikan pertunjukannya, album ini juga diharapkan menjadi semacam time capsule penanda suasana hati dan emosi yang pernah mereka rasakan di dalam teater.

    Ketujuh lagu dalam Lagu-Lagu Cemara dibawakan oleh deretan musisi lintas genre dan generasi. Grup idola JKT48 membawakan “Waktunya Membuktikan”, RAPOT tampil dengan “Opak Party”, sementara The Lantys menyanyikan “Seperti Cemara”. Feby Putri menghadirkan aransemen baru untuk “Indah Apa Adanya”, GAC menyanyikan “Bahagia Yha”, dan Vidi Aldiano membawakan “Pelukmu Sementara, Hatiku Selamanya”. Tak ketinggalan, Ruth Sahanaya menyumbangkan suaranya untuk “Rencana Bukan Bencana”.

    Cristian menjelaskan bahwa lagu-lagu tersebut merupakan pengembangan dari materi musikal Keluarga Cemara yang sebelumnya berhasil memenangkan kategori Album Musikal Terbaik di AMI Awards 2024. Dengan aransemen baru dan kolaborasi lintas generasi, album ini diharapkan mampu menciptakan nuansa yang lebih dinamis namun tetap setia pada semangat kekeluargaan.

    Untuk pertunjukan tahun ini, Musikal Keluarga Cemara juga menghadirkan susunan pemeran baru yang memberi warna segar. Taufan Purbo, Simhala Avadana, Andrea Miranda, dan Galabby kembali memerankan Abah dan Emak. Sementara karakter Euis dan Ara akan diperankan oleh Amira Karin, Aisyah Fadhila, Fazka Bahanan, dan Quinn Salman.

    Diproduseri oleh Cristian Imanuell, Billy Gamaliel, dan Chriskevin Adefrid, musikal ini dijanjikan akan tampil berbeda dari edisi sebelumnya lebih kuat secara produksi, lebih menyentuh secara emosi.

    Dia menjelaskan ketujuh lagu ini akan dibawakan oleh tujuh Duta Pertunjukan Panggung Musikal Keluarga Cemara 2025. Mereka di antaranya adalah JKT48 yang akan membawakan lagu Waktunya Membuktikan, kemudian ada grup RAPOT yang bakal menyanyikan Opak Party, lalu juga ada The Lantys yang menyuguhkan Seperti Cemara.

    Di luar itu, masih ada Feby Putri yang mengaransemen ulang Indah Apa Adanya, GAC yang juga membawa Bahagia Yha!, Vidi Aldiano dengan Pelukmu Sementara, Hatiku Selamanya, dan Ruth Sahanaya yang akan membawakan lagu Rencana bukan Bencana.

    Lagu-lagu yang dibawakan mereka memberikan sentuhan aransemen baru dari materi album yang pernah memenangkan Album Musikal Terbaik pada ajang AMI Awards 2024. Cristian merasa kolaborasi ini juga menandakan semangat nilai keluarga yang memeluk seluruh generasi dengan nuansa album yang lebih dinamis secara aransemen dan warna lagu.

    Lagu-lagu di album ini sudah mulai bisa didengarkan per 12 Juni 2025. “Semoga karya-karya yang ada di album Lagu-Lagu Cemara juga bisa menemani seluruh keluarga dan membekas di Hati,” ujarnya.

    Disutradarai oleh Pasha Prakasa dan diproduseri oleh Cristian Imanuell, Billy Gamaliel, dan Chriskevin Adefrid, Pertunjukan Panggung Musikal Keluarga Cemara 2025 akan tampil berbeda dengan edisi perdananya, salah satunya dengan adanya pemeran baru keluarga Abah dan Emak yang membawa energi segar ke atas panggung.

    Pertunjukan Panggung Musikal Keluarga Cemara dibintangi oleh Taufan Purbo, Simhala Avadana, Andrea Miranda, dan Galabby yang kembali memerankan karakter Abah dan Emak. Sementara Amira Karin, Aisyah Fadhila, Fazka Bahanan, dan Quinn Salman masing-masing akan kembali menjadi Euis dan Ara.

     

  • Arwah” Rilis Poster dan Trailer Perdana, Hadirkan Teror Mistis dan Drama Keluarga

    Arwah” Rilis Poster dan Trailer Perdana, Hadirkan Teror Mistis dan Drama Keluarga

    Palapanews.Asia, Jakarta – Film horor terbaru berjudul Arwah resmi meluncurkan poster dan trailer perdananya hari ini, Selasa (10/6). Disutradarai oleh Ivan Bandhito, film ini menjanjikan kisah mencekam penuh teror mistis yang dibalut dengan konflik emosional dalam keluarga.

    Arwah merupakan produksi kolaboratif antara Bangun Pagi Pictures, Drias Film Productions, dan Mockingbird Pictures. Skenario film ini ditulis oleh Sankut, sementara kursi produser ditempati oleh Jonathan HM dan Bambang Drias, yang juga bertindak sebagai produser eksekutif. Film ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia pada 3 Juli 2025.

    Trailer perdana memperkenalkan kisah empat bersaudara yang pulang ke kampung halaman untuk berlibur dan bertemu kembali dengan sang ayah, Abah, serta adik bungsu mereka, Sofi. Namun, liburan yang seharusnya menyenangkan berubah menjadi pengalaman menyeramkan setelah sebuah kecelakaan mobil memicu serangkaian peristiwa gaib. Sosok Sofi, si bungsu yang semula hangat, berubah menjadi arwah penasaran yang menghantui saudara-saudaranya, seolah hendak menyampaikan pesan misterius dari balik kematian.

    Bersamaan dengan peluncuran trailer, poster utama Arwah juga dirilis secara digital melalui akun Instagram dan TikTok resmi @film_arwah. Poster tersebut menampilkan visual mengganggu: seorang gadis kecil dalam posisi terbalik memeluk boneka, dengan luka-luka di tubuhnya, mata putih kosong, dan senyum mengerikan yang langsung memberi nuansa horor. Poster ini melanjutkan teaser sebelumnya yang menampilkan sosok perempuan berlumuran darah dari belakang, juga dengan boneka lusuh di genggaman.

    Aktris muda Sarah Beatrix memerankan karakter Sofi, anak bungsu yang memiliki ikatan emosional kuat dengan ayahnya. Dalam konferensi pers peluncuran poster dan trailer di FX Sudirman, Jakarta Pusat, hari ini, Sarah mengungkapkan bahwa karakter Sofi terasa sangat personal baginya.

    “Di kehidupan nyata aku juga dekat dengan papa, jadi kayaknya relate banget,” ujar Sarah.

    Sarah juga menceritakan tantangan memerankan Sofi, termasuk harus berdialog dalam bahasa Sunda.

    “Aku orang Manado, besar di Papua. Pas disuruh ngomong Sunda, rasanya cukup menantang,” ujarnya.

    Ia menambahkan bahwa dalam film ini juga terdapat elemen budaya lokal, termasuk nyanyian dalam bahasa Sunda.

    Sutradara Ivan Bandhito menyampaikan bahwa Arwah tak hanya sekadar menghadirkan ketegangan horor, tetapi juga menggali dinamika hubungan keluarga.

    “Kita menggambarkan bagaimana relasi kakak-adik dan ikatan dengan orang tua bisa menjadi elemen emosional yang kuat, bahkan dalam genre horor,” ujarnya.

    Hal senada disampaikan oleh Joshua Suherman, yang memerankan karakter Jojo. Ia menekankan bahwa Arwah bukan hanya tentang hantuan, tetapi juga sarat dengan drama keluarga yang mengena.

    Film ini juga dibintangi oleh deretan aktor muda seperti Annete Edoarda, Naura Hakim, dan Irsyadillah, aktor senior Egi Fredly, Roweina Umboh, Ferry Salim, dan Julian Kunto. Aktris Natasha Germania juga turut ambil bagian sebagai cameo dalam film ini.

    Dengan gabungan horor dan drama yang emosional, Arwah tampaknya siap menjadi tontonan yang mengusik perasaan sekaligus menggugah makna hubungan keluarga.

     

  • “Blood Brother: Bara Naga” Aksi, Emosi dan Pengkhianatan dari Malaysia

    “Blood Brother: Bara Naga” Aksi, Emosi dan Pengkhianatan dari Malaysia

    Palapanews.Asia, Jakarta – Dunia perfilman Asia Tenggara kembali bergeliat dengan hadirnya film aksi terbaru dari Malaysia, “Blood Brother: Bara Naga”, yang akan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 11 Juni 2025. Disutradarai oleh Syafiq Yusof dan didukung oleh Abhilash Chandra sebagai co-director, hadir dalam Gala Premiere dan Press  Conference di kawasan Thamrin, Senin (9/6/2025). Film ini menyuguhkan sajian sinematik yang intens, emosional, dan penuh aksi brutal yang memikat

    Film ini menjadi penanda penting dalam geliat pertukaran budaya sinema di kawasan, membuktikan bahwa Malaysia bukan hanya serius dalam urusan sinematografi, tapi juga mampu meracik kisah yang dalam dan menyentuh.

    “Blood Brother: Bara Naga” mengangkat kisah Ariff (diperankan Syafiq Kyle), seorang pengawal setia sindikat mafia Naga, yang hidupnya jungkir balik saat dituduh sebagai pengkhianat usai kematian tragis Sheila, tunangan dari sahabatnya sendiri, Ghaz (Sharnaaz Ahmad). Tuduhan tersebut meretakkan hubungan mereka dan memaksa Ariff kabur demi mencari kebenaran dan menebus nama baiknya.

    Di tengah pelariannya, Ariff dipertemukan kembali dengan kakaknya yang lama terasing, Jaki (Syazwan Zulkifly). Keduanya terpaksa menjalin kembali tali darah yang sudah lama renggang demi menghadapi ancaman yang tak henti datang, termasuk dari Ghaz yang kini memimpin unit elit Naga dan tanpa ampun memburunya.

    Dengan koreografi pertarungan yang intens dan sinematografi bergaya noir, film ini disebut-sebut membawa napas baru dalam genre laga Asia Tenggara, mengingatkan penonton akan atmosfer dan kecepatan The Raid, namun dengan sentuhan emosional yang lebih kental.

    Bukan hanya sekadar film aksi, “Blood Brother: Bara Naga” adalah karya yang merayakan kedalaman relasi antar karakter, pertarungan batin, serta loyalitas yang diuji di tengah dunia kriminal yang kelam dan kejam.

    Film ini menjadi bukti nyata kemajuan industri film Malaysia yang kian percaya diri menembus pasar internasional, termasuk Indonesia, yang selama ini dikenal selektif terhadap tayangan luar.

    Siap-siap, mulai 11 Juni 2025, penonton Indonesia akan disuguhkan aksi laga yang bukan hanya mengguncang, tapi juga menggugah. Jangan lewatkan “Blood Brother: Bara Naga” di bioskop-bioskop terdekat.