Kategori: GAYA HIDUP

  • Lyora: Ketika Penantian Buah Hati Menyuarakan Harapan dan Empati

    Lyora: Ketika Penantian Buah Hati Menyuarakan Harapan dan Empati

    Palapanews.Asia, Jakarta – Marsha Timothy kembali menunjukkan kelas aktingnya dalam film terbarunya Lyora. Dalam film ini, Marsha memerankan sosok perempuan tangguh bernama Mutia, karakter yang menurutnya jauh dari kehidupan pribadinya, namun justru memberinya pengalaman emosional yang mendalam.

    Saat ditawari peran tersebut, naskah bahkan belum tersedia. Namun, cerita awal yang disampaikan sudah cukup membuat Marsha jatuh hati.

    “Saya belum pernah dapat cerita dan karakter seperti ini,” ujar Marsya dalam konferensi pers di kawasan Senayan, Jumat (11/7/2025).

    Yang membuatnya benar-benar terpikat adalah pesan kuat yang ingin disampaikan film ini. Bukan hanya untuk para pejuang garis dua, sebutan bagi perempuan yang berjuang untuk hamil, tetapi juga untuk semua orang: laki-laki, pasangan, keluarga, hingga sahabat.

    “Film ini bukan hanya tontonan, tapi juga teman,” kata Marsha. Ia mengaku bahwa memainkan karakter Mutia bukanlah beban, melainkan sebuah kesempatan yang sangat ia syukuri.

    “Saya merasa beruntung bisa mendalami perasaan perempuan ini, perjalanan yang belum pernah saya alami dalam hidup saya sendiri.” ujar Marsya.

    Bagi Marsha, setiap karakter yang ia mainkan membawa semacam siraman rohani, memperkaya empatinya terhadap sesama manusia. Karakter Mutia, yang digambarkan sebagai sosok kuat dan tak mudah menyerah, benar-benar menyentuhnya.

    “Yang paling saya pelajari adalah keberanian. Ada titik di mana Mutia sangat down, tapi dia kembali bangkit karena merasa perjuangannya belum selesai,” ujarnya.

    Tak lupa, Marsha juga mengapresiasi dukungan dari sang suami, Vino G. Bastian, yang selalu mendampinginya dalam proses mendalami karakter.

    “Alhamdulillah pasangan saya memang sudah care dari awal. Dia sangat support, supaya saya bisa memberikan yang terbaik.” tutup Marsya.

    Film Lyora sendiri tak hanya mengangkat perjuangan perempuan, tetapi juga menggambarkan pentingnya dukungan dari orang-orang terdekat. Mutia beruntung dikelilingi suami, keluarga, dan sahabat yang menjadi sistem pendukung terkuatnya, hal yang juga Marsha rasakan dalam kehidupan nyata.

     

     

  • Michelle Ziudith Akui Peran di Assalamualaikum Baitullah, “Aku Nggak Baik-Baik Aja”

    Michelle Ziudith Akui Peran di Assalamualaikum Baitullah, “Aku Nggak Baik-Baik Aja”

    Palapanews.Asia, Jakarta – Michelle Ziudith tak menyangka perannya sebagai Amira dalam film Assalamualaikum Baitullah justru membawanya ke perjalanan emosional yang sangat dalam. Dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Kamis (10/7), aktris kelahiran 1995 itu mengaku sempat ragu menerima tawaran peran ini karena begitu beratnya beban cerita yang harus ia bawakan.

    “Aku takut ngejalaninnya. Aku takut pernah merasakan keadaan yang Amira jalanin, karena sangat berat dan menakutkan sekali buat semua perempuan,” ujar Michelle jujur.

    Film ini, yang diangkat dari kisah nyata, menceritakan perjalanan seorang perempuan bernama Amira yang harus menghadapi rangkaian kehilangan: dikhianati suami, kehilangan anak yang belum sempat lahir, dan hidup yang terasa begitu hampa. Dari luar, Amira tampak tegar. Tapi di balik itu, ia sebenarnya rapuh dan nyaris menyerah.

    “Karakter ini tuh… bukan cuma tentang kehilangan. Tapi tentang kepasrahan. Tentang perempuan yang kelihatannya kuat, tapi sebenarnya sedang hancur banget. Aku harus menyatu dengan semua rasa itu. Dan jujur, aku nggak baik-baik aja selama proses syuting,” kata Michelle.

    Untuk mendalami karakter Amira, Michelle mengaku harus membuka ruang-ruang luka dalam dirinya sendiri. Ia berusaha menyelami rasa kehilangan dan keputusasaan Amira, yang tak hanya butuh akting, tapi juga ketulusan hati.

    “Aku juga harus pasrah dalam momentum ini. Prosesnya menguras energi banget. Mental aku sempat lelah karena ini bukan karakter biasa. Amira ini… kayak perpanjangan tangan dari banyak perempuan di luar sana yang sebenarnya sedang berjuang sendiri, dalam diam,” katanya.

    Film Assalamualaikum Baitullah sendiri disutradarai oleh Hadrah Daeng Ratu dan diproduseri Tony Ramesh. Film ini bukan sekadar drama religi biasa. Ia mengetuk sisi terdalam setiap orang tentang makna ikhlas, pasrah, dan keyakinan pada skenario Tuhan.

    “Film ini ngajarin aku untuk lebih percaya sama rencana Tuhan. Amira kehilangan banyak hal, tapi dia juga menemukan sesuatu yang jauh lebih besar: dirinya sendiri dan kekuatan doanya,” ucap Michelle.

    Selain Michelle, film ini juga dibintangi oleh Arbani Yasiz, Tissa Biani, Miqdad Addausy, serta aktor-aktor senior seperti Ummi Quary, Maudy Koesnaedi, dan Sadana Agung. Assalamualaikum Baitullah akan tayang di bioskop mulai 17 Juli 2025.

     

  • Film Horor “Kitab Sijjin & Illiyyin”, Sajikan Kisah Balas Dendam dan Ritual Mengerikan

    Film Horor “Kitab Sijjin & Illiyyin”, Sajikan Kisah Balas Dendam dan Ritual Mengerikan

    Palapanews.Asia, Jakarta – Film horor terbaru Kitab Sijjin & Illiyyin siap menghantui layar lebar mulai 17 Juli 2025. Diproduksi oleh Rapi Films bersama Sky Media, Rhaya Flicks, Legacy Pictures, dan Narasi Semesta, film ini mengangkat cerita tentang dua kitab gaib yang mencatat perbuatan manusia, baik yang jahat maupun yang saleh.

    Disutradarai oleh Hadrah Daeng Ratu, dan diproduseri oleh Gope T. Samtani, film ini menampilkan nama-nama seperti Yunita Siregar, Dinda Kanyadewi, Tarra Budiman, Kawai Labiba, Sulthan Hamonangan, Djenar Maesa Ayu, hingga David Chalik.

    Cerita berpusat pada tokoh Yuli (diperankan Yunita Siregar), gadis baik yang hidupnya berubah drastis setelah kehilangan orang tua, dicap sebagai anak selingkuhan, dan diperlakukan seperti pembantu oleh keluarga Ambar. Dipenuhi dendam, Yuli nekat mencari bantuan dukun dan mulai melakukan santet kepada keluarga yang menyakitinya. Tapi ritual yang dijalani tidak semudah yang dibayangkan, ia harus memasukkan nama target ke dalam mayat yang baru meninggal. Waktunya hanya seminggu.

    “Aku senang banget bisa main di film ini. Karakter Yuli itu dalam banget, emosinya naik turun, dan aku belum pernah dapat peran seperti ini sebelumnya,” kata Yunita Siregar saat konferensi pers di kawasan Kuningan, Rabu (9/7/2025).

    “Semoga film ini bisa jadi pengingat bahwa setiap perbuatan pasti ada balasannya.” ujar Yunita.

    Sutradara Hadrah Daeng Ratu mengaku senang bisa kembali bekerja sama dengan Rapi Films.

    “Film ini tantangannya cukup besar. Banyak adegan berdarah, intens, tapi kami ingin tetap membumi dan tidak berlebihan. Justru kengerian itu muncul dari suasana dan tekanan batinnya,” ucapnya.

    Sementara itu, Sunil G. Samtani dari Rapi Films mengatakan, “Ini IP horor baru dari kami. Ceritanya kuat, khas Indonesia, dan kami berharap bisa menarik kembali penonton pencinta film horor lokal.”

    Film Kitab Sijjin & Illiyyin akan mulai tayang serentak di bioskop pada 17 Juli 2025. Ikuti terus update-nya di media sosial Rapi Films dan jangan lewatkan keseruannya di layar lebar.

     

  • Michelle Ziudith Tampil Menggugah di Final Trailer Assalamualaikum Baitullah

    Michelle Ziudith Tampil Menggugah di Final Trailer Assalamualaikum Baitullah

    Palapanews.Asia, Jakarta – Satu lagi film drama religi bersiap mengguncang layar lebar Tanah Air. VMS Studio resmi merilis Final Trailer film Assalamualaikum Baitullah hari ini, Selasa (8/7), menjelang penayangan resminya pada 17 Juli 2025 di seluruh bioskop Indonesia. Trailer ini langsung menyita perhatian warganet dengan muatan emosi yang dalam dan akting menyayat hati dari sang pemeran utama, Michelle Ziudith.

    Dalam cuplikan berdurasi dua menit lebih tersebut, penonton diperlihatkan transformasi emosional tokoh Amira, seorang perempuan yang harus melewati pahitnya pengkhianatan, kehilangan, dan pergulatan batin. Namun di balik keterpurukan itu, terselip kekuatan luar biasa yang muncul dari doa, ikhlas, dan keyakinan akan takdir Tuhan.

    “Amira adalah wanita yang kuat. Ia menyimpan luka dalam diam, dan tetap memilih berdiri. Jujur, saya belum tentu sekuat dia,” ungkap Michelle dalam sesi wawancaranya. “Tapi memainkan perannya mengubah saya, membuat saya melihat hidup dengan sudut pandang yang lebih dalam.” ujarnya.

    Disutradarai oleh Hadrah Daeng Ratu dan diproduseri Tony Ramesh, film ini diadaptasi dari novel best-seller karya Asma Nadia. Dengan tema keikhlasan, pencarian jodoh terbaik, dan spiritual journey yang menyentuh, Assalamualaikum Baitullah menawarkan cerita yang bukan hanya menghibur, tapi juga menenangkan hati.

    Selain Michelle, film ini juga dibintangi oleh Arbani Yasiz sebagai Barra, Tissa Biani sebagai Amel, Miqdad Addausy sebagai Pram, serta sejumlah nama besar seperti Maudy Koesnaedi, Ummi Quary, Vonny Anggraini, hingga Sadana Agung.

    Menariknya, penjualan tiket untuk pemutaran terbatas pada 9–11 Juli 2025 sudah dibuka sejak 5 Juli melalui Mtix dan Tix ID. Sementara itu, mulai hari ini (7/7), tiket untuk tanggal 12 dan 13 Juli pun sudah bisa dibeli.

    Film ini disebut-sebut sebagai salah satu tontonan wajib bulan ini, terutama bagi penikmat drama dengan nuansa spiritual. Jangan lupa pantau terus kabar terbarunya lewat akun Instagram resmi @film.asba dan @vmsstudioid, atau bergabung dengan komunitas WhatsApp mereka untuk info eksklusif lainnya.

     

  • “Bertaut Rindu”: Film Romantis Penuh Luka, Cinta, dan Mimpi yang Tak Bisa Dikatakan

    “Bertaut Rindu”: Film Romantis Penuh Luka, Cinta, dan Mimpi yang Tak Bisa Dikatakan

    Palapanews.Asia – Film “Bertaut Rindu: Semua Impian Berhak Dirayakan” akan tayang serentak di bioskop pada 31 Juli 2025 dan dari teaser yang baru dirilis, film ini menjanjikan lebih dari sekadar cinta remaja biasa.

    Dibintangi Adhisty Zara sebagai Jovanka dan Ari Irham sebagai Magnus, Bertaut Rindu membawa penonton menyelami kisah dua anak muda yang memendam luka dan mimpi yang nyaris terkubur diam-diam. Mereka bukan pasangan romantis klise, mereka adalah dua jiwa yang bertemu dalam diam, saling memberi ruang untuk sembuh, tanpa harus banyak kata.

    Dalam poster dan trailer yang diluncurkan pada 4 Juli lalu di Plaza Senayan, penonton diperkenalkan pada suasana penuh emosi: Magnus yang pendiam, terjebak antara mimpi dan harapan orang tuanya, dan Jovanka yang ceria di luar tapi menyimpan empati mendalam. Chemistry keduanya, diam tapi menyentuh. Tatapan mata yang saling bicara lebih keras dari kata-kata.

    “Banyak anak muda hari ini yang akhirnya diam, bukan karena tak punya suara, tapi karena sudah terlalu sering tak didengarkan,” ujar MGS. Fahry Fachrudin, sang produser.

    Film ini bukan cuma buat para remaja yang sedang mencari jati diri, tapi juga untuk para orang tua yang mungkin lupa, bahwa setiap anak punya hak atas mimpinya sendiri.

    Tak hanya akting yang kuat, film ini juga diperindah dengan lagu tema berjudul “Seiring” yang dinyanyikan oleh penyanyi muda berbakat Jasmine Nadya. Lagu ini jadi pengikat emosional cerita tentang bagaimana cinta dan mimpi tetap berjalan meski tidak selalu searah.

    Adhisty Zara sendiri mengaku terhubung secara emosional dengan karakter Jovanka.

    “Dia kelihatan kuat, tapi sebenarnya sedang menyimpan luka. Daripada mengeluh, dia memilih jadi cahaya buat orang lain. Itu yang bikin aku tersentuh saat memerankannya,” ujarnya.

    Menariknya lagi, film ini diangkat dari novel best-seller karya Tian Topandi, pemenang The Writers Show (TWS) 2021. Dalam versi layar lebarnya, sutradara Rako Prijanto berhasil mengemasnya menjadi cerita visual yang puitis namun relevan dengan kehidupan masa kini.

     

  • “Hanya Namamu Dalam Doaku”  Sebuah Doa Panjang dalam Diam

    “Hanya Namamu Dalam Doaku” Sebuah Doa Panjang dalam Diam

    Palapanews.Asia, Jakarta – Dalam film Hanya Namamu Dalam Doaku, penonton diajak masuk ke dalam ruang sunyi sebuah rumah tangga kecil yang tengah bergulat dengan kenyataan pahit. Diperankan oleh Nirina Zubir dan Vino G. Bastian, film ini menyajikan kisah yang tidak hanya menyentuh, tapi juga menggugah kesadaran akan makna sejati dari keteguhan hati, cinta dalam diam, dan doa yang tak pernah putus.

    Di balik sosok suami yang diperankan Vino, kita melihat laki-laki idealis yang ingin menjadi kepala rumah tangga yang sempurna, ayah yang mampu menafkahi, imam yang membimbing, dan suami yang membahagiakan.

    Namun kenyataan tak semudah angan. Ketika penyakit ALS datang tanpa peringatan, semua idealisme itu diuji. Kekuatan doa dan dukungan keluarga menjadi satu-satunya pegangan dalam menghadapi gelombang penderitaan.

    Sementara itu, Nirina Zubir memerankan seorang istri sekaligus caregiver, yang diam-diam menahan air mata di balik senyumnya. Ia menjadi tiang rumah tangga yang berusaha kuat, walau dalam hatinya remuk.

    “Everything is fine”, katanya, meski dunia dalam dirinya hancur perlahan. Ia belajar menyembunyikan kesedihan dari anak-anaknya, menjadi kuat meskipun rapuh, menjadi cahaya meski tak lagi terang.

    Reuni akting antara Nirina dan Vino setelah lebih dari dua dekade memberi kedalaman emosional tersendiri. Dulu mereka berakting sebagai pasangan muda, kini mereka hadir dalam peran yang dewasa, kompleks, dan penuh lapisan perasaan. Proses reading, diskusi skenario, hingga interpretasi karakter dilakukan dengan sangat intens menjadikan interaksi mereka sebagai suami istri di layar terasa hidup dan autentik.

    Pemeran film “Hanya Namamu Dalam Doaku”: Vino G. Bastian, Nirina Zubir, Naysilla Mirdad, Anantya Kirana, Ge Pamungkas, Enno Lerian, Dinda Kanya Dewi.

     

  • Dion Wiyoko Hadapi “Perjalanan Emosional” dalam Film Sore: Istri dari Masa Depan

    Dion Wiyoko Hadapi “Perjalanan Emosional” dalam Film Sore: Istri dari Masa Depan

    Palapanews.Asia, Jakarta – Dion Wiyoko kembali memerankan sosok Jonathan dalam film Sore: Istri dari Masa Depan, yang kali ini hadir dalam versi layar lebar. Dalam konferensi pers yang digelar Rabu (2/7) di Jakarta Pusat, Dion membagikan pengalaman mendalamnya selama proses syuting, termasuk tantangan emosional yang ia hadapi dalam menghidupkan kembali karakter yang telah dikenalnya sejak 2017.

    “Jonathan yang sekarang udah bukan orang yang sama seperti di cerita awal,” kata Dion membuka ceritanya. “Dia lebih dewasa, lebih dalam, tapi tetap menyimpan banyak kebingungan. Dan itu yang bikin karakter ini sulit tapi sangat menarik untuk dimainkan.”

    Dion mengaku sempat merasa bingung saat membaca naskah awal garapan sutradara Yandy Laurens. Ia bahkan menyebut bahwa kebingungan itu justru menjadi bagian penting dari karakter Jonathan.

    “Pas baca skrip pertama kali saya sampai bilang, ‘Loh ini gimana sih? Jonathan maunya apa sih?’ Tapi ternyata memang harus ngalamin dulu buat ngerti. Sampai preskon aja saya masih mikir,” ujarnya sambil tertawa kecil.

    Proses kreatif Dion dalam mendalami karakter ternyata tak hanya berhenti pada soal akting. Ia juga terlibat dalam proses artistik sebagai “fotografer” yang karyanya dipajang dalam bentuk pameran seni di dalam film. Beberapa hasil potret Jonathan bahkan diambil di lokasi ekstrem seperti Artik dan Ladakh.

    “Baru kali ini saya ngerasa kayak punya pameran seni sendiri, tapi dalam film. Itu pengalaman yang luar biasa. Bangganya nggak bisa diungkapin,” kata Dion dengan mata berbinar.

    Tak lupa, Dion memberikan pujian khusus kepada art director Dita Gambiro yang menurutnya berhasil menyulap instalasi visual menjadi bagian emosional dari cerita.

    “Foto-fotonya tuh bukan cuma dipajang biasa. Dikasih treatment seni yang unik, dipotong, dilapisi, jadi instalasi. Dan hasil akhirnya, wah, kuat banget pesannya. Rasanya tuh ngena,” tutup Dion.

     

  • Kamila Andini Diundang Jadi Anggota Academy Awards, Cetak Sejarah untuk Sineas Indonesia

    Kamila Andini Diundang Jadi Anggota Academy Awards, Cetak Sejarah untuk Sineas Indonesia

    Palapanews.Asia, Jakarta – Sutradara kenamaan Indonesia, Kamila Andini, kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Kamila resmi diundang menjadi anggota Academy of Motion Picture Arts and Sciences (AMPAS) alias The Academy, lembaga bergengsi di balik penyelenggaraan Piala Oscar. Kamila menjadi sutradara perempuan pertama asal Indonesia yang meraih kehormatan ini.

    Kabar ini diumumkan langsung oleh Forka Films, rumah produksi yang selama ini menjadi mitra kreatif Kamila. Kamila masuk dalam jajaran anggota Academy bersama sejumlah tokoh dunia seperti Ariana Grande, Jason Momoa, hingga Kieran Culkin.

    “Menjadi bagian dari Academy bukan hanya prestasi pribadi, tapi juga langkah penting untuk membawa cerita kita, perempuan Indonesia, ke panggung global,” ujar Kamila dalam keterangannya.

    Kamila dikenal lewat karya-karyanya yang konsisten mengangkat isu perempuan, komunitas adat, dan generasi muda. Film-filmnya seperti The Mirror Never Lies, The Seen and Unseen, Yuni, hingga Before, Now & Then kerap meraih penghargaan di berbagai festival film internasional.

    Ifa Isfansyah, CEO Forka Films, menyebut terpilihnya Kamila sebagai anggota Academy adalah pencapaian penting tak hanya bagi Kamila, tetapi juga untuk perfilman Indonesia.

    “Kami percaya keterlibatan Kamila di Oscars akan membawa perspektif baru dari Asia ke dalam lanskap perfilman global,” ujar Ifa.

    Sebagai informasi, Forka Films sendiri telah memproduksi sejumlah karya penting, mulai dari Siti, Turah, hingga Cigarettes Girl yang baru-baru ini meraih penghargaan di Seoul International Drama Awards 2024.

     

  • “Bertaut Rindu”, Ketika Impian dan Harapan Anak Tak Selalu Sejalan dengan Orang Tua

    “Bertaut Rindu”, Ketika Impian dan Harapan Anak Tak Selalu Sejalan dengan Orang Tua

    Palapanews.Asia, Jakarta – Dunia remaja kembali disuguhkan film yang menyentuh sisi emosional dan konflik batin dalam keluarga. SinemArt resmi merilis tampilan perdana film “Bertaut Rindu: Semua Impian Berhak Dirayakan” yang dijadwalkan tayang di bioskop pada 31 Juli 2025.

    Film ini mengangkat kisah nyata dan relevan, impian anak muda yang seringkali tak sejalan dengan ekspektasi orang tua. Fokus cerita jatuh pada karakter Magnus (diperankan oleh Ari Irham), siswa SMA berprestasi yang berhasil lolos ke ITB, kampus impian banyak orang. Namun, Magnus justru menyimpan keinginan besar untuk kuliah di luar negeri dan di jurusan yang ia pilih sendiri. Keputusan yang cukup berani dan tentu tak mudah.

    Menemani langkah Magnus adalah Jovanka (diperankan oleh Adhisty Zara), sahabat yang selalu percaya bahwa Magnus punya potensi lebih. Dalam potongan dialog mereka yang diunggah SinemArt, Jovanka bertanya polos namun mengena, “Magnus, please jujur sama aku… sebenernya kamu mau ke ITB atau ke Oxford?” Sebuah pertanyaan yang merangkum dilema banyak remaja masa kini.

    Namun kisah tidak berhenti di sana. Di balik cerita fiksi Magnus, film ini juga terinspirasi dari kisah nyata Devit Febriansyah, pelajar asal Sumatera Barat yang kisahnya viral beberapa waktu lalu karena keterbatasan ekonomi hampir menghalanginya kuliah di ITB. Berkat dukungan teman dan gotong royong, Devit akhirnya berhasil mewujudkan mimpinya.

    SinemArt menyebut film ini bukan hanya soal remaja galau dan pilihan kampus, tapi lebih dalam: tentang suara-suara yang sering tak terdengar. Tentang pilihan hidup yang tak selalu bisa dipaksakan, dan mimpi yang tak seharusnya dikekang oleh rencana orang lain.

    “Film ini ingin menyuarakan hal-hal yang sulit diucapkan oleh remaja. Tentang impian yang tertahan, pilihan yang tak bisa mereka ambil sendiri, dan harapan yang tetap menyala meski dilanda kekecewaan.” ujar David S. Suwarto, Executive Producer SinemArt.

    Disutradarai oleh Rako Prijanto, Bertaut Rindu tak hanya menawarkan drama keluarga, tapi juga menggambarkan realitas sosial yang lekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Tak heran jika film ini disebut sebagai “pengingat lembut” bahwa mimpi siapa pun layak untuk dirayakan.

    Film ini juga dibintangi oleh nama-nama besar seperti Aida Nurmala, Willem Bevers, Putri Ayudya, Irgi Fahrezi, dan Nadine Alexandra.

     

     

     

     

     

     

     

     

  • “Assalamu’alaikum Baitullah” Angkat Luka, Doa, dan Cinta Sejati

    “Assalamu’alaikum Baitullah” Angkat Luka, Doa, dan Cinta Sejati

    Palapanews.Asia, Jakarta – Derai air mata, keheningan yang penuh makna, hingga tepuk tangan panjang mengiringi akhir film Assalamu’alaikum Baitullah dalam pemutaran terbatas di sejumlah bioskop besar Indonesia. Film drama religi produksi VMS Studio ini sukses mencuri perhatian penonton dari berbagai kalangan dalam special screening yang digelar pada 14, 15, 18, dan 21 Juni 2025.

    Tak seperti drama biasa, Assalamu’alaikum Baitullah menyuguhkan kisah yang dalam dan menggugah hati. Diangkat dari kisah perjuangan batin seorang perempuan bernama Amira, film ini mengajak penonton menyelami luka, pengkhianatan, keikhlasan, hingga harapan dalam balutan perjalanan spiritual ke Tanah Suci.

    Diperankan dengan penuh penghayatan oleh Michelle Ziudith, karakter Amira terasa hidup dan menyentuh. Dalam film, Amira harus merelakan pernikahannya yang kandas karena pengkhianatan. Namun, dari kehancuran itu, ia menemukan kembali dirinya lewat perjalanan ke Baitullah bukan hanya secara fisik, tapi juga spiritual.

    Bukan hanya soal cinta, film ini berbicara tentang bagaimana seseorang bisa bangkit, belajar ikhlas, dan memantaskan diri, bukan demi orang lain, tapi demi dirinya sendiri dan Tuhannya.

    Dipenuhi dialog sederhana namun penuh makna, serta adegan yang membiarkan emosi berbicara tanpa kata-kata, Assalamu’alaikum Baitullah disebut penonton sebagai “film yang menyentuh hati dengan keheningan” dan “pelukan lembut bagi jiwa yang sedang terluka”.

    “Amira mengajari saya untuk tidak mengemis cinta, tapi memperjuangkan harga diri. Film ini mengajarkan bahwa tidak ada cinta yang sia-sia jika dijalani dengan ikhlas.”ujar salah satu penonton.

    Selain Michelle, film ini juga dibintangi oleh Arbani Yasiz sebagai Barra, Tissa Biani, Miqdad Addausy, Ummi Quary, Maudy Koesnaedi, dan Sadana Agung. Chemistry antar pemain yang kuat dan akting yang tulus semakin menambah daya tarik film ini.

    Salah satu highlight emosional datang dari soundtrack berjudul Jalan Cinta yang dinyanyikan oleh Fadhilah Intan. Lagu ini berhasil mengguncang emosi penonton, tak sedikit yang menitikkan air mata saat liriknya mengalun di layar lebar.

    Special screening ini juga membuka ruang diskusi, terutama di kalangan perempuan, tentang bagaimana menghadapi luka, kehilangan, dan ujian hidup dengan kekuatan doa dan saling dukung. Banyak yang merasa terwakili oleh kisah Amira, dan merasa terinspirasi untuk kembali menyusun harapan dalam hidup.

    Film yang digarap oleh sutradara Hadrah Daeng Ratu dengan naskah karya Titien Wattimena, Irfan Ramli, dan Efrina Sisfayeralda. Produksi sinematiknya didukung oleh nama-nama berpengalaman seperti Arfian sebagai Director of Photography dan Alvin Callysta sebagai Music Composer.

    Tak hanya menyentuh hati, Assalamu’alaikum Baitullah menjadi refleksi spiritual yang relevan untuk siapa saja yang pernah merasa patah, kehilangan, dan ingin kembali pulih.

    VMS Studio telah mengumumkan bahwa Advance Ticket Sales akan dibuka pada awal Juli, sebelum penayangan resmi film ini pada 17 Juli 2025 di seluruh jaringan bioskop di Indonesia.