Kategori: GAYA HIDUP

  • Tumbal Darah : Teror, Adrenalin, dan Semangat Baru Perfilman Horor Indonesia

    Tumbal Darah : Teror, Adrenalin, dan Semangat Baru Perfilman Horor Indonesia

    Palapanews Asia, Jakarta – Dunia perfilman Indonesia kembali diguncang dengan hadirnya karya terbaru bertajuk Tumbal Darah. Film produksi kolaboratif antara MAGMA Entertainment, Wahana Kreator, Sinemaku Pictures, Virtuelines Entertainment, Caravan Studio, Dunia Mencekam Studios, VMS Studio, PK Films, dan Samara Group ini resmi diperkenalkan melalui Press Conference yang digelar megah di Epicentrum XXI, Jakarta (16/10).

    Sejak awal acara, suasana tegang namun penuh antusiasme sudah terasa. Hadir dalam kesempatan tersebut jajaran produser seperti Linda Gozali (MAGMA Entertainment), Salman Aristo (Wahana Kreator), produser eksekutif Prilly Latuconsina, serta sang sutradara Charles Gozali.

    Barisan pemeran utama seperti Martino Lio, Sallum Key, Donny Alamsyah, Agla Artadila, Aksara Dena, Rania Putrisari, hingga Epy Kusnandar ikut memeriahkan acara dengan penampilan penuh energi.

    Mengusung genre horor-aksi dengan sentuhan drama emosional, Tumbal Darah menjadi bukti keberanian industri film nasional dalam menembus batas-batas konvensional. Linda Gozali menyampaikan kebanggaannya terhadap proyek ini.

    “Kami di MAGMA Entertainment selalu ingin membawa sesuatu yang berbeda. Tumbal Darah bukan hanya tentang ketakutan, tapi tentang pengalaman sinematik yang mengguncang emosi dan membuat penonton merasakan ketegangan secara nyata.” ujar Linda.

    Sementara itu, sang sutradara Charles Gozali menekankan bahwa film ini adalah hasil kerja keras kolektif seluruh tim.

    “Setiap adegan yang Anda lihat nanti adalah buah dari dedikasi tanpa kompromi. Kami ingin menciptakan dunia di mana teror terasa benar-benar hidup, dan setiap karakter memiliki sisi manusiawi yang bisa dirasakan penonton.” ujar Charles.

    Dengan penyutradaraan yang matang, sinematografi intens, serta akting kuat dari para pemainnya, Tumbal Darah diprediksi menjadi salah satu karya horor paling menonjol di tahun ini. Film ini bukan sekadar tontonan, tetapi sebuah bukti nyata bahwa sinema Indonesia berani melangkah lebih jauh dalam menghadirkan adrenalin dan ketakutan yang autentik.

     

     

  • Huawei Watch GT 6 dan GT 6 Pro Resmi Hadir di Indonesia: Desain Premium, Fitur Lengkap, dan Daya Tahan Maksimal

    Huawei Watch GT 6 dan GT 6 Pro Resmi Hadir di Indonesia: Desain Premium, Fitur Lengkap, dan Daya Tahan Maksimal

    Palapanews.Asia, Jakarta – Huawei resmi meluncurkan dua perangkat wearable terbarunya di Indonesia, Huawei Watch GT 6 dan Watch GT 6 Pro, yang menawarkan kombinasi antara desain mewah, fitur kebugaran profesional, serta ketahanan baterai yang impresif hingga 21 hari. Kedua smartwatch ini dirancang untuk pengguna yang ingin menjaga gaya hidup aktif tanpa mengorbankan tampilan elegan.

     

    Desain dan Material Premium

    Huawei Watch GT 6 Pro tampil dengan kesan eksklusif berkat penggunaan aerospace-grade titanium alloy, sapphire glass, dan nanocrystal ceramic rear cover. Layarnya kini 5,5% lebih besar dari generasi sebelumnya, menghadirkan tampilan yang lebih jernih dan imersif.

    Model ini hadir dengan tiga pilihan tali: Brown woven-rubber untuk gaya kasual, Titanium strap bagi tampilan formal, serta Black rubber strap untuk aktivitas olahraga.

    Sementara itu, Huawei Watch GT 6 tersedia dalam dua ukuran, 46 mm dan 41 mm. Varian 46 mm tampil sporty dengan pilihan warna hijau dan hitam, sedangkan versi 41 mm hadir dengan sentuhan lebih feminin melalui warna ungu dan putih, lengkap dengan desain pivoting loop lugs yang menyesuaikan pergelangan tangan lebih ramping.

     

    Fitur Olahraga dan Navigasi Canggih

    Kedua model dilengkapi dengan lebih dari 100 mode olahraga, termasuk lari, bersepeda, golf, hingga free diving sedalam 40 meter. Sistem All-new Sunflower Positioning dengan dual-band GPS (L1 + L5) menjanjikan akurasi pelacakan rute yang lebih baik, bahkan di area padat gedung.

    Fitur Running Form Analysis memberikan analisis performa pelari secara mendetail, sedangkan Cycling Virtual Power memungkinkan pesepeda mengukur tenaga dan kecepatan tanpa alat tambahan seperti power meter.

    Untuk pengguna GT 6 Pro, Huawei menyertakan kemampuan navigasi trail yang lebih komprehensif, dengan peta 3D serta akses ke lebih dari 15.000 lapangan golf global, termasuk 160 di Indonesia.

     

    Pemantauan Kesehatan Lebih Lengkap

    Melalui sistem All-New TruSense, Huawei menghadirkan pemantauan kesehatan yang lebih cerdas. Mulai dari detak jantung, stres, tidur, hingga emosi. Varian GT 6 Pro dilengkapi sensor ECG untuk analisis aktivitas listrik jantung, serta fitur Multidimensional Emotion Detection yang mampu mengenali hingga 12 jenis emosi berbeda.

    Fitur TruSleep generasi terbaru juga hadir dengan peningkatan akurasi dalam memantau tahapan tidur, HRV, dan pernapasan. Semua data kesehatan dapat diakses melalui aplikasi Huawei Health di perangkat Android maupun iOS.

     

    Ketahanan dan Daya Baterai

    Dalam hal daya tahan, Huawei kembali menonjolkan keunggulannya. Watch GT 6 Pro dan varian 46 mm diklaim mampu bertahan hingga 21 hari, sementara versi 41 mm mencapai 14 hari. Bahkan dengan fitur Always-On Display (AOD) aktif, baterai tetap dapat bertahan hingga seminggu penuh.

     

  • Empat Detektif Kocak Kembali Beraksi di Agak Laen: Menyala Pantiku!

    Empat Detektif Kocak Kembali Beraksi di Agak Laen: Menyala Pantiku!

    Palapanews.Asia, Jakarta – Setelah sukses besar dengan film Agak Laen yang mencetak jutaan penonton, rumah produksi Imajinari kembali menghadirkan sekuelnya yang tak kalah heboh berjudul Agak Laen: Menyala Pantiku! Karya terbaru dari sutradara sekaligus komika Muhadkly Acho ini menjanjikan aksi penuh tawa, misteri, dan keabsurdan khas geng Agak Laen.

    Film ini menampilkan empat detektif nyentrik, Bene Dion Rajagukguk, Indra Jegel, Oki Rengga, dan Boris Bokir. Ditugaskan memburu seorang buronan yang bersembunyi di sebuah panti jompo. Namun, seperti biasa, misi yang seharusnya serius justru berubah menjadi kekacauan penuh kejadian tak terduga. Dengan taktik penyamaran yang “AgakLaen” pula, keempatnya harus berhadapan dengan para penghuni panti yang punya rahasia masing-masing.

    Muhadkly Acho menyebut film ini bukan sekadar komedi, tetapi juga menghadirkan pesan tentang kemanusiaan dan persahabatan. “Kami ingin penonton tertawa, tapi juga merasa hangat. Di balik kejenakaan para detektif, ada kisah yang menyentuh,” ujar Acho dalam jumpa pers di Senayan, Jakarta (8/10).

    Kehadiran Imajinari sebagai rumah produksi kembali menegaskan kualitas sinema komedi Indonesia yang mampu menggabungkan humor segar dengan cerita yang kuat. Dengan karakter-karakter yang sudah dicintai publik, Agak Laen: Menyala Pantiku! diharapkan mampu mengulangi, bahkan melampaui, kesuksesan film pendahulunya. Film ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia 27 November 2025.

     

     

  • Sampai Titik Terakhirmu, Cinta yang Tetap Hidup Saat Waktu Berhenti

    Sampai Titik Terakhirmu, Cinta yang Tetap Hidup Saat Waktu Berhenti

    Palapanews.Asia, Jakarta – Kisah cinta sejati yang sempat menggetarkan hati jutaan warganet antara Albi Dwizky dan Shella Selpi Lizah kini diabadikan ke layar lebar melalui film terbaru garapan LYTO Pictures, berjudul Sampai Titik Terakhirmu. Film ini menjadi persembahan penuh haru tentang kesetiaan, perjuangan, dan cinta yang bertahan hingga akhir napas.

    Dalam acara press conference yang digelar di Senayan, Jakarta (8/10), LYTO Pictures resmi meluncurkan trailer dan poster perdana film tersebut. Hadir dalam acara tersebut para sosok penting di balik layar, mulai dari produser Andi Suryanto, sutradara Dinna Jasanti, penulis skenario Evelyn Afnilia, hingga deretan pemain utama seperti Mawar de Jongh, Arbani Yasiz, Unique Priscilla, Kiki Narendra, Yasamin Jasem, Shakeel Fauzi, Alfie Alfandy, Vonny Felicia, Verina Ardiyanti, Onadio Leonardo, Siti Fauziah, TJ Ruth, Dana Wardhana, dan Ricky Cemor.

    Yang membuat suasana semakin emosional, Albi Dwizky sendiri turut hadir dalam konferensi tersebut. Ia mengenang perjuangan cinta bersama almarhumah Shella yang menjadi inspirasi film ini.

    “Aku ingin kisahku bersama Shella bisa memberi semangat bagi banyak orang. Film ini bukan sekadar cerita sedih, tapi bukti bahwa cinta sejati tetap hidup, bahkan setelah maut memisahkan,” ujar Albi dengan mata berkaca-kaca.

    Trailer resmi Sampai Titik Terakhirmu menampilkan rangkaian adegan yang menggambarkan keteguhan hati Albi mendampingi Shella saat divonis kanker ovarium. Kalimat terakhir dalam trailer, “Aku cuma mau kamu tahu, aku bersyukur bisa jadi suami kamu, di dunia dan di akhirat nanti,” menjadi penutup yang memukul perasaan penonton.

    Sementara itu, poster resmi film menggambarkan adegan Albi memayungi Shella di tengah hujan, sebuah momen yang ternyata diambil dari video nyata pasangan tersebut di TikTok, saat Albi setia menemani Shella berobat ke rumah sakit. Simbol sederhana itu kini menjadi ikon dari cinta yang tak tergoyahkan oleh waktu.

    Mawar de Jongh, yang memerankan Shella, mengungkapkan rasa terharu atas kesempatan membawakan sosok wanita tangguh tersebut.

    “Shella itu luar biasa kuat. Aku benar-benar ingin menghormati perjuangannya, sampai harus menurunkan berat badan enam kilogram agar bisa tampil lebih realistis,” ungkap Mawar.

    Sementara Arbani Yasiz, pemeran Albi, juga mengaku mendapat banyak pelajaran dari peran ini.

    “Setelah berbicara langsung dengan Albi, aku semakin yakin bahwa cinta tanpa batas itu memang nyata. Ini bukan hanya film cinta, tapi juga tentang ketulusan dan pengorbanan.” ujar Bani.

    Film Sampai Titik Terakhirmu dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 13 November 2025. Dengan kisah yang diangkat dari kejadian nyata dan didukung jajaran aktor papan atas, film ini diyakini akan menjadi salah satu tontonan paling mengharukan tahun ini.

     

     

     

  • Imajinari dan Adhya Pictures Hadirkan Yakin Nikah, Drama Romantis dengan Sentuhan Realita

    Imajinari dan Adhya Pictures Hadirkan Yakin Nikah, Drama Romantis dengan Sentuhan Realita

    Palapanews.Asia, Jakarta – Film drama komedi romantis Yakin Nikah resmi melangsungkan Gala Premiere di Jakarta, Kamis (2/10). Diproduksi Adhya Pictures dan ditulis oleh tim Imajinari, film ini tak hanya mengangkat kisah cinta segitiga, tetapi juga keresahan sosial yang dekat dengan kehidupan banyak orang.

    Sutradara Pritagita Arianegara menjelaskan bahwa proses kreatif film ini bertujuan menghadirkan hiburan sekaligus refleksi.

    “Film ini bukan cuma soal pilih pasangan. Pesan utamanya adalah bagaimana seseorang menemukan keyakinan pada dirinya sendiri sebelum yakin pada orang lain,” ujar Pritagita.

    Produser Shierly Kosasih dari Adhya Pictures menambahkan, film ini dirancang untuk relevan dengan penonton masa kini.

    “Kami ingin penonton tertawa, terhibur, tapi juga ikut merenungkan realita hubungan yang kadang absurd dan penuh tekanan sosial,” ujarnya.

    Penulis skenario Bene Dion Rajagukguk menuturkan bahwa Yakin Nikah menjadi salah satu proyek penting dalam perjalanan Imajinari, yang awalnya lahir sebagai laboratorium penulisan naskah.

    “Ini bagian dari tonggak awal Imajinari. Dari keresahan soal cinta, keluarga, dan tekanan menikah, kami meramunya jadi cerita sederhana tapi kuat,” ungkap Bene.

    Film ini diperkuat oleh jajaran bintang populer seperti Enzy Storia, Maxime Bouttier, dan Jourdy Pranata, serta aktor senior Tora Sudiro, Ersa Mayori, Lukman Sardi, dan Amanda Rigby.

    Dengan kolaborasi antara Imajinari yang fokus pada pengembangan cerita dan Adhya Pictures yang menghadirkan produksi matang, Yakin Nikah diharapkan menjadi salah satu film romantis paling relatable tahun ini. Film ini akan tayang serentak di bioskop mulai 9 Oktober 2025.

     

     

     

  • Deretan Selebriti Puji Film Yakin Nikah, dari Tika Panggabean hingga Shireen Sungkar

    Deretan Selebriti Puji Film Yakin Nikah, dari Tika Panggabean hingga Shireen Sungkar

    Palapanews.Asia, Jakarta – Antusiasme penonton menyambut film terbaru garapan Adhya Pictures, Yakin Nikah, semakin terasa menjelang penayangan resminya di bioskop. Film yang dibintangi Enzy Storia, Maxime Bouttier, dan Jourdy Pranata ini sukses mencuri perhatian lewat rangkaian special screening di Jakarta.

    Selama tiga hari berturut-turut, mulai 26 hingga 28 September, film karya sutradara Pritagita Arianegara tersebut diputar lebih dulu di Blok M Plaza XXI, Pondok Indah Mall 1 XXI, dan Cinepolis The Park Pejaten. Suasana hangat, penuh tawa sekaligus haru, tampak mewarnai penonton yang berkesempatan menyaksikan kisah cinta segitiga Niken, Arya, dan Gerry lebih awal.

    Tak hanya penonton umum, sejumlah nama besar di dunia hiburan pun hadir memberi dukungan. Tika Panggabean, Teuku Wisnu, Shireen Sungkar, Arie Untung, Rezky Aditya, hingga Tommy Kurniawan, ikut larut dalam alur cerita yang dianggap segar dan penuh kejutan.

    “Perasaannya benar-benar dibolak-balik, dari ketawa sampai hampir nangis. Film ini beda banget, bikin nagih,” ujar desainer Didiet Maulana.

    Sementara itu, Tika Panggabean mengaku terkesan dengan sisi emosional film.

    “Relatable sekali, bukan hanya tentang cinta, tapi juga keluarga dan persahabatan. Kalau ditanya satu kata untuk menggambarkan film ini, jawabannya ‘indah’,” tuturnya.

    Shireen Sungkar pun tak ketinggalan memberikan tanggapan. Ia merasa kisah dalam film ini membangkitkan nostalgia masa mudanya.

    “Jadi inget zaman dulu, bikin ikut kebawa perasaan,” ungkapnya.

    Bagi yang belum sempat menonton, Adhya Pictures menyiapkan special screening tambahan pada 4 Oktober mendatang yang digelar serentak di 10 kota besar. Tak hanya itu, pemeran utama Enzy Storia, Maxime Bouttier, dan Jourdy Pranata juga akan hadir dalam rangkaian roadshow. Mereka dijadwalkan menyapa penggemar di Bogor, Bekasi, dan Bandung pada 5 Oktober.

     

     

     

  • Rangga dan Cinta, Angkat Romansa Generasi 2000-an

    Rangga dan Cinta, Angkat Romansa Generasi 2000-an

    Palapanews.Asia, Jakarta – Film terbaru produksi Miles berjudul Rangga & Cinta dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 2 Oktober 2025. Sebelum menyapa penonton tanah air, film arahan Riri Riza ini sudah lebih dulu mendapatkan apresiasi hangat dalam penayangan perdananya di ajang bergengsi Busan International Film Festival (BIFF) 2025.

    Kisah Rangga & Cinta mengajak penonton bernostalgia dengan suasana percintaan remaja era tahun 2000-an, tema yang sebelumnya begitu lekat dengan karya legendaris Ada Apa dengan Cinta (AADC). Menurut sang sutradara, film ini bukan sekadar menghadirkan drama cinta, melainkan juga menyoroti bagaimana cinta dapat hadir dan dirayakan dalam berbagai bentuk.

    “Film ini bukan hanya tentang percintaan anak muda. Rangga & Cinta menjadi ruang untuk merayakan cinta dalam beragam wujud,” ungkap Riri Riza dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (29/9).

    Dalam proses produksinya, Riri bersama tim menjalani pengembangan skenario yang cukup panjang, termasuk tahap casting dan pencarian lokasi. Semua itu dilakukan untuk menghadirkan pendekatan penyutradaraan yang segar dan berbeda dari karya sebelumnya.

    Sementara itu, Mira Lesmana selaku produser menegaskan komitmen Miles Film bersama tim kreatif, termasuk Titin Warimena dan Nicholas Saputra, untuk menjaga benang merah yang sudah dikenal penonton, tanpa kehilangan sentuhan baru.

    “Kami tetap menyelipkan puisi-puisi dalam skenario. Bedanya, kali ini ada lebih banyak elemen musik dan para pemain banyak bernyanyi dan menari,” ujar Mira.

    Di sisi lain, Nicholas Saputra menyampaikan rasa syukur atas rampungnya perjalanan panjang film ini hingga siap dirilis. Ia berharap karya ini bisa dinikmati lintas generasi, tak hanya oleh mereka yang tumbuh bersama kisah AADC.

    “Sejak awal, kami ingin film ini menjadi tontonan yang menghidupkan kembali energi muda dan memberi ruang istimewa di hati penonton,” ungkap Nicholas.

     

     

     

  • Jakarta Film Week 2025 Meriahkan BIFF, Hadirkan Kolaborasi Baru dan Festival Ambassador

    Jakarta Film Week 2025 Meriahkan BIFF, Hadirkan Kolaborasi Baru dan Festival Ambassador

    Palapanews.Asia, Jakarta – Jakarta Film Week kembali menegaskan eksistensinya di kancah perfilman internasional dengan berpartisipasi dalam Busan International Film Festival (BIFF). Tepatnya melalui ajang Asian Contents & Film Market (ACFM) pada 20–23 September 2025, keikutsertaan ini menjadi bentuk kolaborasi bersama Platform Busan 2025 sekaligus wujud dukungan bagi sineas tanah air untuk tampil di forum global.

    Dalam kesempatan tersebut, Jakarta Film Week menghadirkan program JFWNET – Industry Program, sebuah ruang pertemuan bagi para sineas dan pelaku industri untuk berbagi pengalaman, berdiskusi, serta pitching project. Tahun ini, tiga emerging producers terpilih dari Producers Lab 2024 turut dibawa ke Busan, yaitu Andreas B. Sihombing dengan proyek Push Rank, Bella Nabila lewat To My Dearest, My Dear…, dan Wildan Aji Gumelar melalui Resepsi Pertama Bapak.

    Tak hanya itu, Yulia Evina Bhara, produser sekaligus Festival Board Jakarta Film Week, dipercaya menjadi salah satu juri kompetisi utama BIFF 2025. Sebelumnya, Yulia juga pernah duduk di kursi juri Critics’ Week Cannes Film Festival 2025. Tahun ini, ia terlibat sebagai co-producer dalam film Renoir (2025), serta film kolaborasi internasional The Fox King (2025) garapan Woo Ming Jin yang tayang perdana di program A Window on Asian Cinema.

    Jakarta Film Week juga membuka booth khusus di ACFM 2025 sebagai wadah memperkenalkan program-program unggulan festival, memperluas jejaring, sekaligus membuka peluang kolaborasi lintas negara.

    Tahun ini, Jakarta Film Week turut meluncurkan Festival Ambassador, yang diwakili oleh aktris muda Claresta Taufan. Namanya kian mencuri perhatian sejak membintangi film Pangku (2025) karya Reza Rahadian yang tayang di BIFF lewat program Vision Asia. Claresta juga berhasil meraih penghargaan Rising Star Award dari Marie Claire Asia Star Award di ajang yang sama.

    Memasuki tahun kelimanya, Jakarta Film Week tetap konsisten menghadirkan rangkaian program yang dirancang untuk mempertemukan sineas dengan pemangku kepentingan industri. Festival ini bukan hanya ruang apresiasi karya film terbaik dari dalam dan luar negeri, tetapi juga menjadi sarana regenerasi sineas, melahirkan talenta baru, dan mendorong hadirnya karya yang relevan dengan perkembangan perfilman masa depan.

    Jakarta Film Week 2025 akan kembali berlangsung pada 22–26 Oktober 2025, menampilkan pemutaran film panjang dan pendek, program diskusi, masterclass, pitching forum, hingga kompetisi film. Semua ini menjadi upaya menghadirkan festival film yang tidak hanya menghibur publik, tetapi juga memberi jawaban atas keresahan sosial melalui medium sinema.

     

     

  • Air Mata di Ujung Sajadah 2 Hadirkan Konflik Lebih Menguras Emosi

    Air Mata di Ujung Sajadah 2 Hadirkan Konflik Lebih Menguras Emosi

    Palapanews.Asia, Jakarta – Setelah dinanti sejak kesuksesan film pertamanya, Air Mata di Ujung Sajadah 2 akhirnya resmi hadir di layar bioskop. Film produksi Beehave Pictures ini menggelar gala premiere dan konferensi pers di Plaza Senayan XXI, Jakarta, Jumat (26/9/2025), sekaligus menandai kembalinya kisah yang sarat haru tentang cinta seorang ibu.

    Disutradarai oleh Key Mangunsong dan diproduseri Ronny Irawan, sekuel ini kembali menghadirkan deretan bintang papan atas, antara lain Titi Kamal, Citra Kirana, Faqih Alaydrus, Daffa Wardhana, hingga Jenny Rachman.

    Sama seperti film pertama, kisah dalam Air Mata di Ujung Sajadah 2 (AMDUS 2) berpusat pada pertarungan batin dua sosok ibu yang sama-sama mencintai, namun harus berhadapan dengan pilihan yang menyakitkan: cinta yang melahirkan atau cinta yang membesarkan.

    “Aqilla adalah cerminan para ibu yang sering kali terpaksa mengorbankan kebahagiaannya. Bahkan saat membaca naskahnya saja, saya sudah menitikkan air mata,” ungkap Titi Kamal.

    “Yumna adalah bukti bahwa cinta tidak selalu soal ikatan darah. Saya yakin banyak ibu bisa merasakan apa yang Yumna rasakan,” ujar Citra Kirana.

    Tak hanya kuat dari sisi cerita, film ini juga diperkaya dengan sentuhan musik yang emosional. Sejumlah musisi turut menyumbangkan suara untuk soundtrack, di antaranya Farel Prayoga dengan lagu “Cinta Untuk Mama” yang terinspirasi dari kisah pribadinya, duet Keke Adiba & Yogie Nandes dengan “Bintang-Bintang”, Andmesh lewat “Bukan Lagi Rumahmu”, serta Fadhilah Intan yang membawakan “Dawai” dan “Pura-Pura Bahagia”. Lagu-lagu tersebut dibawakan langsung saat gala premiere, semakin menghidupkan suasana penuh haru.

    Dengan cerita yang lebih dalam dan konflik yang semakin kompleks, Air Mata di Ujung Sajadah 2 diharapkan mampu mengulang bahkan melampaui kesuksesan film pertamanya. Film ini tidak sekadar tontonan, melainkan perjalanan emosional yang mengajak penonton merenungkan arti pengorbanan seorang ibu. Film ‘Air Mata di Ujung Sajadah 2’ dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 23 Oktober 2025.

     

     

  • Tumbal Darah: Pintu Neraka Terbuka, Horor-Aksi Paling Brutal

    Tumbal Darah: Pintu Neraka Terbuka, Horor-Aksi Paling Brutal

    Palapanews.Asia, Jakarta – Pintu neraka resmi terbuka lewat karya terbaru dari MAGMA Entertainment, bekerja sama dengan Wahana Kreator dan Sinemaku Pictures. Film horor-aksi berjudul Tumbal Darah, garapan sutradara Charles Gozali, dipastikan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 23 Oktober 2025.

    Film ini sudah lebih dulu membuktikan kekuatannya. Saat diputar di Jogja NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2024, Tumbal Darah sukses memikat penonton hingga penuh sesak dan menuai pujian atas intensitas terornya. Kini, giliran penonton seluruh negeri yang akan merasakan mimpi buruknya.

    Trailer berdurasi dua menit yang baru dirilis menampilkan kisah Jefri (Marthino Lio), seorang penagih utang yang rela melakukan apa pun demi keselamatan istrinya, Ella (Sallum Ratu Ke). Namun perjuangan cinta itu justru menyeret mereka ke sebuah rumah bersalin terkutuk, tempat di mana tangis bayi tergantikan oleh jeritan maut, dan darah menjadi satu-satunya jalan keluar.

    “Tumbal Darah adalah tentang neraka personal. Ini bukan sekadar horor aksi, tapi juga drama tentang seberapa jauh cinta bisa mendorong seseorang berkorban untuk keluar dari neraka ciptaannya sendiri,” ungkap Charles Gozali saat konferensi pers di Epicentrum XXI, Jakarta (24/9).

    Poster resmi film ini semakin mempertegas kengerian. Tampak Ella ditarik paksa oleh tangan-tangan iblis dari balik pintu, sementara Jefri hanya bisa menatap dengan ngeri, tak berdaya menolong. Satu gambar yang merangkum pertarungan brutal penuh emosi dan adrenalin.

    Marthino Lio mengaku perannya sebagai Jefri adalah pengalaman ekstrem.

    “Saya harus menyelami mimpi buruk seorang suami yang terpojok. Charles selalu mendorong aktornya ke batas kemampuan, dan hasilnya benar-benar intens di layar,” ujarnya.

    Bagi Sallum Ratu Ke, film ini menjadi proyek monumental dalam kariernya.

    “Ella memikul beban emosional yang berat. Saya tak sabar menunggu penonton merasakan kedalaman cerita ini,” katanya.

    Deretan Bintang Film Tumbal Darah selain Marthino Lio dan Sallum Ratu Ke, juga menghadirkan Donny Alamsyah, Agla Artalidia, dan Epy Kusnandar sebagai penguat cerita.