Kategori: GAYA HIDUP

  • Warung Mak Igun Resmi Dibuka: Makan Enak, Peluang Kerja

    Warung Mak Igun Resmi Dibuka: Makan Enak, Peluang Kerja

    Palapanews.Asia, Jakarta – Desainer dan selebritas kondang Ivan Gunawan kembali mencuri perhatian publik, bukan lewat karya busananya, melainkan lewat bisnis kulinernya. Ivan resmi membuka cabang keempat dari bisnis kuliner miliknya yang diberi nama Warung Nasi Kulit Mak Igun di kawasan Sunter, Jakarta (13/5).

    Dalam momen grand opening yang berlangsung meriah, Ivan mengungkap bahwa pembukaan warung ini sempat tertunda. “Opening-nya mundur-mundur terus karena kami mau pastikan semuanya siap. Pegawai sudah training, dapur sudah running. Jadi begitu buka, tinggal jalan,” ujar Igun.

    Tak tanggung-tanggung, setiap pembukaan cabang baru warung ini mampu menyerap hingga 50 tenaga kerja baru. Ivan menekankan bahwa ia tidak sekadar menganggap followers-nya sebagai fans, tapi juga potensi kolaborator.

    “Aku punya followers bukan cuma penggemar, tapi insya Allah bisa kerja bareng juga.” kata Igun.

    Meski namanya tercantum sebagai pemilik, Ivan mengaku dirinya tidak ikut turun langsung di dapur. “Wilayah dapur itu tugasnya King Abdi. Aku fokus ke branding dan sosial media. Kadang-kadang aja aku turun kalau pengin melayani langsung atau goreng kulit,” kata Igun.

    Tak hanya bicara soal bisnis, Ivan juga sempat disinggung mengenai kehidupan pribadinya, terutama soal pasangan. Saat ditanya apakah ia pernah merasa tertekan karena teman-temannya sudah menikah, pria yang akrab disapa Igun ini menjawab dengan tenang,

    “Teman-teman banyak yang nikah, tapi belum tentu bahagia. Aku akan nikah kalau ketemu yang benar-benar cocok. Bukan karena tuntutan.” ujarnya.

    Igun juga mengungkap rencananya untuk berangkat haji dalam waktu dekat. Menariknya, ia menjelaskan bahwa semua nama brand yang ia buat, termasuk “Mak Igun” sudah dipatenkan.

    “Aku enggak pernah bikin usaha yang enggak ada izinnya. Semua sudah aku haki-in. Termasuk nama aku sendiri.” ujar Igun.

    Ketika ditanya soal impiannya di masa tua, Ivan menyebut ingin menikmati hasil jerih payahnya. “Aku pengin hidup santai, enggak dikejar-kejar media. Bisa tinggal di pulau atau mungkin pindah ke Dubai. Uang masuk terus, tapi aku tinggal menikmati.” tuturnya.

    Ivan mengatakan bahwa membuka usaha bukan cuma soal cuan, tapi juga ladang pahala.

    “Warung ini bisa jadi tempat ibadah juga, karena bisa berbagi dan membuka lapangan pekerjaan.” tutupnya.

     

  • “TANDA”, Ekspresi Hening Nicholas Saputra dalam Video Musik Yura Yunita

    “TANDA”, Ekspresi Hening Nicholas Saputra dalam Video Musik Yura Yunita

    Palapanews.Asia, Jakarta – Yura Yunita kembali mengejutkan publik dengan pendekatan artistik yang mendalam dalam video musik terbarunya berjudul “TANDA”. Menggandeng aktor Nicholas Saputra dan fotografer sekaligus sutradara visual ternama Davy Linggar, Yura memilih jalur ekspresi yang hening namun penuh makna.

    Dalam video ini, Nicholas tampil sebagai satu-satunya figur di layar. Tanpa dialog, tanpa alur narasi yang eksplisit, ekspresinya menjadi pusat dari seluruh pengalaman visual. Menariknya, proses pengambilan gambar dilakukan hanya dalam satu kali pengambilan gambar (one take), yang membuat setiap gerak dan emosi terekam secara autentik.

    “TANDA” menyajikan ruangan besar yang kosong dan tenang, hanya diisi oleh simbol-simbol visual seperti gambar tangan. Elemen ini menjadi refleksi dari lirik lagu, yang ditulis Yura bersama Donne Maula. Lagu ini sendiri bernuansa personal, membawa pesan reflektif yang dalam.

    Yura mengungkapkan bahwa pilihan untuk tidak muncul dalam video adalah keputusan sadar untuk memberi ruang bagi penonton dalam menginterpretasi makna. Ia percaya Davy Linggar adalah sosok tepat untuk menerjemahkan pesan ini ke dalam bentuk visual. “Gaya Davy itu tenang, tapi sarat lapisan. Justru dalam kesederhanaan itu, pesannya semakin terasa,” ujar Yura.

    Kehadiran Nicholas sangat penting untuk keberhasilan metode one take ini menurut Davy. “Kita hanya punya satu kesempatan, jadi semua harus presisi. Nicholas memberi ketenangan dan fokus yang kami butuhkan,” ujarnya. Di akhir video, cahaya alami dari jendela menjadi simbol harapan dan akhir perjalanan emosi yang mengalir dalam video.

    Dirilis di bawah label Merakit, “TANDA” menjadi pembuka album terbaru Yura yang akan segera diluncurkan. Video musiknya kini telah tersedia di kanal YouTube Yura Yunita, mengajak penonton untuk menangkap “tanda-tanda” kecil dalam hidup yang sering kali terlewatkan.

     

     

     

     

     

     

  • MGMP Kota Bekasi Gelar Seminar Matematika Steam dan Psikometri Dalam Pembelajaran Matematika

    MGMP Kota Bekasi Gelar Seminar Matematika Steam dan Psikometri Dalam Pembelajaran Matematika

    JAKARTA | PALAPANEWS.MY.ID – MGMP Kota Bekasi gelar seminar Matematika Steam dan Psikometri dalam pembelajaran matematika di Aula SMA Negeri 1 Kota Bekasi yang beralamat di jalan KH Agus Salim No 181 Kota Bekasi(07/05/25).

    Ketua MGMP Putut Haryono, S.Pd selaku Panitia acara dalam laporannya menyampaikan bahwa acara ini dimaksudkan untuk meningkatkan kompetensi guru khususnya Matematika.
    “Acar ini kita adakan dalam rangka meningkatkan kompetensi kita”, ujarnya.

    Ketua Sanggar MGMP Drs. Anung Edi Purwanto, M.Pd mengatakan bahwa acara berjalan sesuai dengan rencana dan berkolaborasi agenda kegiatan pengabdian kepada masyarakat Unsika.

    “Alhamdulillah kegiatan berjalan sesuai dengan rencana. Pengurus dan anggota bisa berperan aktif ada momentum yang pas dan sesuai MGMP bisa Berkolaborasi dengan agenda kegiatan Unsika yaitu Pengabdian Masyarakat berkaitan dengan penyuluhan ekonomi”, ungkapnya

    Selanjutnya Anung menyampaikan bahwa guru aktif Senin sampai
    Jum’at tidak ada hambatan.

    Seminar di pandu oleh moderator Martharina Purwaningsih, S.Pd, MSi. Bertindak sebagai narasumber dalam kegiatan seminar tersebut adalah Dr. Iyan Rosita Dewi Nur, M
    Pd (dosen Pasca Sarjana Prodi Pendidikan Matematika Unsika) dengan topik Teman Pembelajaran Matematika Berbasis STEAM (Sains Teknologi Enggeneering Art and Matematika. Dr. Rika Mulyati Mustika Sari, M.Pd (dosen Pasca Sarjana Prodi Pendidikan Matematika Unsika) dengan topik Pengukuran dengan Psikometri.

    Turut hadir Dr Rafik Zulkarnaen Kepala Program Studi Pasca Sarjana Pendidikan Matematika Universitas Singaperbangsa, guru MGMP SMA baik negeri ataupun swasta se-kota Bekasi dan tamu undangan lainnya.

    (M hs)”

  • Bryan & Vanesha Siap Bawa Kisah Cinta di  Film “Tak Ingin Usai di Sini”

    Bryan & Vanesha Siap Bawa Kisah Cinta di Film “Tak Ingin Usai di Sini”

    Palapanews.asia – Pasangan muda berbakat Bryan Domani dan Vanesha Prescilla kembali hadir dalam Press Conference Official Trailer & Official Poster film “ Tak Ingin Usai di Sini”, yang di gelar di XXI Epicentrum, Jakarta, Selasa (29/4). Film ini dijadwalkan tayang perdana di bioskop mulai 5 Juni mendatang.

    Disutradarai sekaligus ditulis oleh Robert Ronny, film ini diproduksi oleh Paragon Pictures dan Ideosource Entertainment. Dalam cerita, Bryan berperan sebagai K, seorang pria dengan satu keinginan besar, melihat Cream (diperankan Vanesha) bahagia, apa pun yang terjadi.

    Dengan latar cerita yang emosional dan menyentuh, film ini bertujuan untuk menggugah perasaan penonton lewat pesan tentang cinta sejati dan ketulusan.

    Chemistry antara Bryan dan Vanesha akan membuat penonton larut dalam kisah cinta yang manis sekaligus menyentuh hati.

     

  • Kisah Kerasukan dan Iblis Bangkit! “Penjagal Iblis Dosa Turunan” Bikin Penasaran

    Kisah Kerasukan dan Iblis Bangkit! “Penjagal Iblis Dosa Turunan” Bikin Penasaran

    Palapanews.asia – Suasana tegang tapi penuh antusiasme terasa dalam Press Screening & Press Conference film horor terbaru, “Penjagal Iblis Dosa Turunan”, yang diadakan di XXI Epicentrum, Jakarta (25/4/2025). Film garapan sutradara Tommy Dewo ini resmi mengumumkan akan tayang serentak di bioskop pada 30 April 2025.

    Dalam acara yang dihadiri para pemeran utama, Satine Zaneta, Marthino Lio, dan Niken Anjani tampil memesona sekaligus membagikan cerita seru di balik layar.

    Satine Zaneta, yang memerankan Ningrum, mengungkapkan tantangan berat memerankan karakter seorang gadis yang kerasukan hingga melakukan pembantaian sadis.

    “Aku harus benar-benar mendalami emosi Ningrum, dari ketakutan, kesurupan, sampai kehilangan kendali total. Banyak adegan yang menguras energi dan mental,” ujar Satine.

    Marthino Lio, yang berperan sebagai Daru sang wartawan, juga menceritakan bagaimana dirinya sampai melakukan riset mendalam tentang dunia jurnalistik investigasi untuk memperkuat aktingnya.

    Sementara itu, Niken Anjani tampil memukau saat berbicara tentang karakternya, Pakunjara, seorang perempuan misterius dari klan pemuja iblis.

    “Aku suka karakter Pakunjaraz karena dia gelap, kuat, dan penuh rahasia. Ini salah satu peran tergelap sepanjang karierku,” tutur Niken.

    Film ini juga didukung oleh aktor-aktor berbakat seperti Kiki Narendra, Gusty Pratama, Eduward Manalu, Budi Ros, Naomi Hitanayri Christy, Lucky Moniaga, dan Aditya Lakon.

    Dalam kesempatan itu, Tommy Dewo mengatakan bahwa “Penjagal Iblis: Dosa Turunan” bukan sekadar film horor biasa.

    “Kami ingin menyajikan horor yang tidak hanya menyeramkan, tapi juga meninggalkan kesan mendalam soal dosa, keluarga, dan warisan kegelapan,” ujar Tommy.

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

  • FILM “MENDADAK DANGDUT”: KOMEDI, DRAMA, DAN CINTA PADA MUSIK LOKAL!

    FILM “MENDADAK DANGDUT”: KOMEDI, DRAMA, DAN CINTA PADA MUSIK LOKAL!

    Palapanews.asia – Film Mendadak Dangdut resmi diperkenalkan ke publik lewat press conference yang digelar menjelang penayangan perdananya pada 30 April 2025. Film yang diproduksi oleh Sinemart dan Amadeus Sinemagna. Disutradarai oleh Monty Tiwa, film ini hadir sebagai sajian drama komedi segar yang mengusung tema musik dangdut dengan balutan cerita yang menghibur.

    Press Screening, Conference, dan Gala Premiere yang digelar di XXI Epicentrum Jakarta pada 22 April 2025. Hadir dalam acara tersebut jajaran pemain seperti Keanu Angelo, Nurra Datau, Wika Salim, Opie Kumis, hingga Dwi Sasono, serta para sineas di balik layar dari Sinemart dan Amadeus Sinemagna.

    Anya Geraldine, pemeran utama yang memerankan karakter Naya, mengungkapkan tantangannya.        “Awalnya aku nggak kebayang main film dengan tema dangdut, tapi ternyata seru banget dan penuh warna. Perjalanan Naya itu emosional dan relate sama banyak orang,” ujar Anya.

    Sementara itu, Keanu Angelo yang berperan sebagai Wawan, pemuda pembentuk grup dangdut.                                                            “Ini bukan cuma film lucu-lucuan, tapi juga bikin kita bangga sama musik sendiri. Dangdut itu ternyata keren!” ujar Keanu.

    Sutradara Monty Tiwa juga menjelaskan, “Saya ingin tunjukkan bahwa dangdut itu punya kekuatan emosional yang kuat. Film ini juga jadi cara kita mendekatkan generasi muda ke musik asli Indonesia.” ujarnya.

    Produser Mgs Fahry Fachrudin juga menambahkan, “Mendadak Dangdut adalah kolaborasi antara hiburan dan pesan nasionalisme musik. Kami percaya film ini bisa jadi kejutan di bioskop.”

    Mendadak Dangdut bukan sekadar tontonan komedi, tapi juga jadi panggung untuk menggugah semangat cinta terhadap dangdut, musik kebanggaan Indonesia.

     

     

     

     

     

     

     

  • Chicco Jerikho, Ariel Tatum & Jerome Kurnia Panaskan Layar di “Perang Kota”

    Chicco Jerikho, Ariel Tatum & Jerome Kurnia Panaskan Layar di “Perang Kota”

    Jaka

     

    Palapanews.asia – Film “Perang Kota” siap menggebrak bioskop tanah air mulai 30 April 2025! Adaptasi dari novel legendaris Jalan Tak Ada Ujung karya Mochtar Lubis ini disutradarai oleh sineas berbakat Mouly Surya dan dibintangi deretan aktor papan atas seperti Chicco Jerikho, Ariel Tatum, dan Jerome Kurnia.

    Dalam konferensi pers yang digelar di XXI Epicentrum Jakarta (21/4), para pemain dan kru membocorkan kisah seru dan perjuangan selama proses syuting film berlatar Jakarta tahun 1946 ini.

    Chicco Jerikho, yang memerankan tokoh Guru Isa, mengaku bahwa ada adegan intim yang sangat penting dalam cerita. “Adegan intim yang ada di film ini sebenarnya salah satu unsur utama, tapi semuanya dilakukan dengan kesepakatan bersama. Benar-benar ada workshop-nya, sampai hal teknis kayak sudut kamera dan koreografi pun dihitung,” ungkap Chicco blak-blakan.

    Sementara itu, Ariel Tatum terlihat sangat antusias membicarakan perannya sebagai Fatimah. “Senang dan bangga sekali bisa berjodoh dengan Lukman Sardi, Jerome Kurnia, dan Mouly Surya untuk melahirkan sebuah karya bersama,” katanya sambil tersenyum. “Akan menjadi sebuah tantangan besar untuk aku memasuki kehidupan Fatimah, tapi pastinya juga sebuah pengalaman sekali seumur hidup yang akan selamanya ku syukuri.”

    Jerome Kurnia yang memerankan Hazil, juga mengungkapkan rasa bangganya. “Kombinasi dari kedua nama Mochtar Lubis dan Mouly Surya meyakinkanku bahwa ini adalah kesempatan sekali seumur hidup yang tidak bisa aku lewatkan,” tuturnya. “Proses persiapan yang cukup panjang membangun antisipasi yang tinggi, namun disandingkan dengan sineas-sineas berbakat tanah airlah yang membakar semangatku.”

    Tak ketinggalan, sang produser Chand Parwez Servia dari Starvision juga menambahkan optimisme tinggi terhadap film ini. “Rekam jejak Mouly yang solid dan kualitas artistik yang tinggi, selalu menghasilkan film-film yang melampaui batas sinema dan gaya bercerita yang unik. Kami yakin bahwa film ini akan menarik perhatian penonton di Indonesia maupun internasional.”

    “Perang Kota” merupakan hasil kolaborasi internasional antara Indonesia, Belanda, Singapura, Prancis, Norwegia, Filipina, dan Kamboja. Bahkan, film ini telah dipercaya sebagai penutup ajang Festival Film Internasional Rotterdam (IFFR) ke-54. Wah, makin nggak sabar nonton film ini di layar lebar ya!

     

     

     

     

     

     

     

  • Mendadak Dangdut! Anya Geraldine Bikin Kejutan Bawakan Lagu ‘‘Jablai’’

    Mendadak Dangdut! Anya Geraldine Bikin Kejutan Bawakan Lagu ‘‘Jablai’’

    Jakarta, Palapanews.asia – Jakarta kembali diguncang dangdut vibes! Film Mendadak Dangdut siap menyapa pecinta layar lebar dengan gaya yang fresh dan relatable! dalam Press Conference Official Trailel dan Music Video Film Mendadak Dangdut yang digelar di Plaza Senayan XXI, Jakarta (9/4/2025).

    Sinemart dan Amadeus Sinemagna resmi melepas trailer film ini, yang akan tayang mulai 30 April 2025 di seluruh bioskop Indonesia!

    Dan yang paling bikin heboh? Transformasi total Anya Geraldine sebagai Naya, penyanyi pop ibu kota yang terpaksa menyamar jadi biduan dangdut kampung karena terseret kasus hukum! Dari panggung gemerlap Jakarta ke tenda hajatan Pantura, petualangan Naya dijamin bikin ngakak sekaligus terharu!

    Tak hanya itu, peluncuran trailer juga dibarengi dengan kejutan spesial: Music Video “Jablai” versi baru! Lagu ikonik yang dulu dipopulerkan Trio Macan ini kini dibawakan ulang dengan sentuhan segar oleh Anya Geraldine. Disutradarai Indra Yudhistira, video klipnya akan tayang 11 April 2025 di YouTube Channel HP Sikasik. Siap-siap nostalgia sambil joget bareng!

    Film garapan Monty Tiwa ini bukan cuma soal lari dari masalah, tapi juga tentang perjalanan menemukan jati diri lewat musik. Bersama karakter-karakter unik seperti Wawan (Keanu Angelo) dan Wendhoy (Fajar Nugra), Naya belajar makna hidup di balik goyang dangdut!

    “Film ini tentang benturan budaya, musik, dan toleransi. Tentang bagaimana musik—terutama dangdut—bisa menyatukan,” ujar Monty Tiwa, yang selalu sukses mengemas cerita komedi dengan pesan sosial mendalam.

    Dan buat Anya Geraldine, proses syuting penuh tantangan, sekaligus penuh tawa. “Yang susah itu justru nahan ketawa! Apalagi kalau udah bareng Keanu, suasana langsung pecah,” ujar Anya sambil tertawa di balik layar.

    Didukung deretan bintang papan atas seperti Dwi Sasono, Wika Salim, Opie Kumis, hingga Putri Patricia, Mendadak Dangdut bukan sekadar film, tapi selebrasi musik dangdut sebagai identitas budaya Indonesia yang goyang-able dan menyentuh hati.

    Siap-siap! Dangdut bukan lagi musik pinggiran tapi jadi suara hati bangsa!

  • “Pinjam 100 The Movie: Film Komedi Pertama yang Lahir dari Realita”

    “Pinjam 100 The Movie: Film Komedi Pertama yang Lahir dari Realita”

    Jakarta, Palapanews.Asia – Film “Pinjam 100 The Movie” siap tayang pada tanggal 10 April 2025, menghadirkan kisah inspiratif tentang kehidupan perantauan dengan sentuhan komedi dan drama yang dekat dengan realitas anak muda masa kini.

    “Pinjam 100 The Movie adalah film perdana kami—hasil karya pertama kami yang menjadi langkah awal dalam dunia perfilman,” ujar Aaron Vebby Sun, founder of VBS Studios di Epicentrum XXI, Jakarta (7/4/2025).

    Kami sangat puas dengan proses pembuatan film ini karena latar belakang ceritanya berasal dari pengalaman nyata salah satu teman kami yang berasal dari Binjai, Sumatera Utara.

    “Cerita dimulai dari kisah hidup teman kami yang merantau dan harus berjuang keras di kota besar,” ujar Aaron.

    Saat itu, kalimat “Pinjam dulu seratus” sedang populer dan sering terlontar dalam berbagai situasi kehidupan. Kalimat ini kemudian menjadi inspirasi utama yang kami rangkai menjadi sebuah film.

    Proses produksi film ini didukung oleh banyak teman-teman dari Medan dan sekitarnya. Lokasi syuting juga tersebar mulai dari Jakarta, Tangerang, Bogor, hingga Puncak, mewakili semangat para perantau dari berbagai kota di Indonesia.

    Pesan kami dalam film ini adalah sederhana: tetap semangat, jangan mudah menyerah, terutama di tengah situasi ekonomi global yang serba tidak pasti.

    Harapan kami, film ini bisa ditonton setidaknya oleh 500.000 penonton. Target yang realistis untuk film pertama, tapi besar harapan kami untuk mencapainya.

    “Keterlibatan teman kami, Prija Iska, sebagai sutradara, juga menjadi tantangan tersendiri. Beliau memiliki ketertarikan dalam merangkai cerita dan visualisasi, sehingga kami percaya dengan kemampuannya,” ujar Aaron.

     

     

     

     

     

     

     

     

     

  • “Perang Kota: Strategi, Pengkhianatan, dan Keberanian

    “Perang Kota: Strategi, Pengkhianatan, dan Keberanian

    Jakarta, Palapanews.Asia – Film “Perang Kota”, garapan sutradara Mouly Surya, siap tayang di bioskop Indonesia pada 30 April 2025. Diadaptasi dari novel klasik Jalan Tak Ada Ujung karya Mochtar Lubis, film ini menghadirkan kisah perjuangan di Jakarta tahun 1946, saat kota masih bergejolak meski Indonesia telah merdeka.

    Chicco Jerikho berperan sebagai Guru Isa, seorang veteran yang ditugaskan membunuh petinggi kolonial Belanda. Di tengah misi, ia menghadapi dilema antara perjuangan, cinta, dan persahabatan.

    “Peran ini sangat kompleks, menguji keberanian, idealisme, dan cinta,” ujar Chicco dalam Press Conference Official Poster & Sneak Preview ( Official Clip) yang digelar di XXI Metropole, Jakarta, Senin (24/3/2025).

    Ariel Tatum, yang memerankan Fatimah, mengapresiasi pendekatan film terhadap karakter perempuan. “Fatimah bukan sosok yang disalahkan, tapi bagian dari realitas perjuangan,” ujarnya. Sementara itu, Jerome Kurnia sebagai Hazil menambahkan, “Film ini mengungkap sejarah yang jarang diceritakan.”

    Mouly Surya menekankan bahwa “Perang Kota” bukan sekadar film perang, melainkan potret konflik batin para pejuang. “Ketika semua meneriakkan ‘Merdeka!’, masih ada kota yang berjuang mempertahankannya,” ujarnya.

    Diproduksi oleh Cinesurya, Starvision, dan Kaninga Pictures, serta melibatkan kolaborasi internasional, “Perang Kota” diharapkan menjadi film yang menggugah dan berkesan. Jangan lewatkan kisah epik ini di bioskop!