Kategori: Musik

  • “NANT SHOWCASE EXPERIENCE” BUKA JALAN MENUJU KONSER ROMANTIS TERBESAR AKHIR TAHUN, LOVESTIVAL ID 2025

    “NANT SHOWCASE EXPERIENCE” BUKA JALAN MENUJU KONSER ROMANTIS TERBESAR AKHIR TAHUN, LOVESTIVAL ID 2025

    Palapanews.Asia, Jakarta – Nant Live sukses menggelar NANT Showcase Experience di The Kasablanka Main Hall, Jakarta, sebagai langkah awal menuju konser musik paling dinanti di akhir tahun: Lovestival ID 2025. Acara eksklusif ini dihadiri lebih dari 3.000 tamu undangan yang memadati venue dalam suasana meriah dan penuh antusiasme di Kasablanka Hall, Jakarta (4/8/2025).

    Dalam gelaran ini, Nant Live mengumumkan line-up perdana untuk Lovestival ID 2025 yang siap mengguncang panggung Sentul International Convention Center pada 20 Desember mendatang. Nama-nama besar seperti Kahitna, Afgan, Bunga Citra Lestari, Yura Yunita, Tiara Andini, P.J. Gendhing, hingga Jauza Kamila dipastikan akan tampil, membawa nuansa romantis dan euforia yang tak terlupakan.

    Tak hanya konser, NANT Showcase Experience juga menjadi ajang peluncuran trailer perdana film terbaru produksi Nant Entertainment berjudul “Kamu Harus Mati”, yang akan tayang di bioskop Indonesia dan ASEAN. Penampilan live dari P.J. Gendhing, yang membawakan original soundtrack film tersebut, menjadi salah satu momen paling ditunggu malam itu.

    Kejutan lainnya datang dari penyanyi muda Jauza Kamila yang tampil dalam sesi talkshow sambil memperkenalkan mini album terbarunya yang berisi lima lagu, dirilis di bawah label Nant Live Records. Afgan menutup malam dengan penampilan penuh karisma yang membuat seluruh penonton terpukau.

    Nant Live juga memeriahkan acara dengan doorprize sepeda listrik serta pengumuman dimulainya penjualan tiket early bird untuk Lovestival ID 2025, yang langsung diserbu para pecinta musik.

    “Lovestival ID akan jadi momen paling romantis dan emosional untuk menutup tahun ini,” ujar Muhammad Hananto, Direktur Utama Nant Live.

    Lovestival ID 2025 siap menghadirkan panggung megah, musik berkualitas, dan momen yang akan membekas di hati. Tandai tanggalnya: 20 Desember 2025 di Sentul International Convention Center.

  • Visinema Hadirkan “Keluarga Cemara” dalam Format Musikal Spektakuler

    Visinema Hadirkan “Keluarga Cemara” dalam Format Musikal Spektakuler

    Palapanews. Asia, Jakarta – Kisah klasik Keluarga Cemara kembali dihadirkan dalam format baru melalui pertunjukan Musikal Keluarga Cemara 2025 yang akan digelar mulai 20 Juni hingga 13 Juli 2025 di Ciputra Artpreneur, Jakarta. Pertunjukan ini merupakan hasil kolaborasi antara Visinema Studios, Indonesia Kaya, dan Ciputra Artpreneur.

    Disutradarai oleh Pasha Prakasa, musikal ini mengadaptasi cerita karya mendiang Arswendo Atmowiloto yang telah lama menjadi bagian dari budaya populer Indonesia. Tokoh-tokoh seperti Abah, Emak, Euis, dan Ara akan tampil dalam sajian teater musikal yang memadukan musik, drama, dan tarian dengan sentuhan modern namun tetap menjaga nilai-nilai aslinya.

    “Musikal ini bukan hanya hiburan, tetapi juga pengingat bahwa nilai-nilai kesederhanaan dan kekeluargaan tetap penting dalam kehidupan kita yang semakin kompleks,” ujar Pasha Prakasa dalam konferensi pers pada Rabu (18/6/2025).

    Perwakilan dari Visinema Studios, Anggia Kharisma, juga menyampaikan harapannya terhadap pertunjukan ini. “Kami ingin menghadirkan pertunjukan yang bisa dinikmati seluruh anggota keluarga, sekaligus menjadi ruang refleksi bersama tentang apa arti keluarga sebenarnya,” katanya.

    Sementara itu, Renitasari Adrian, Program Director Indonesia Kaya, menambahkan bahwa pertunjukan ini juga merupakan bentuk pelestarian karya sastra dan budaya populer Indonesia. “Kami percaya Keluarga Cemara adalah warisan budaya yang perlu terus dihidupkan. Pentas musikal ini menjadi cara baru untuk menyampaikan pesan yang timeless kepada generasi muda,” ujarnya.

    Dalam sesi preview kepada media, sejumlah aktor membawakan cuplikan dari pertunjukan, memperlihatkan kekuatan emosi dalam lagu-lagu dan adegan yang menyentuh hati. Dengan penataan panggung yang megah dan musik yang digarap serius, pertunjukan ini diproyeksikan menjadi salah satu produksi musikal terbesar di Indonesia tahun ini.

     

  • Kisah Keluarga Cemara Kembali ke Panggung dalam Format Musikal Megah, Album Soundtrack Resmi Siap Rilis

    Kisah Keluarga Cemara Kembali ke Panggung dalam Format Musikal Megah, Album Soundtrack Resmi Siap Rilis

    Palapanews.Asia, Jakarta – Setelah sukses mencuri perhatian dalam berbagai format sebelumnya, kisah ikonik Keluarga Cemara kembali hadir dalam bentuk yang lebih megah: pertunjukan musikal berskala besar. Kolaborasi antara Visinema Studios, Indonesia Kaya, dan Ciputra Artpreneur ini menghadirkan Musikal Keluarga Cemara, sebuah produksi panggung yang menjanjikan pengalaman berbeda bagi penontonnya.

    Digelar di Ciputra Artpreneur, Jakarta, pertunjukan ini akan berlangsung mulai 20 Juni hingga 13 Juli 2025, dengan total 30 kali pementasan. Disutradarai oleh Pasha Prakasa, musikal ini menawarkan pendekatan baru dari sisi teknis maupun emosional.

    Bukan hanya mengandalkan kekuatan cerita keluarga yang hangat dan sarat nilai, versi musikal tahun ini hadir dengan peningkatan besar di banyak aspek produksi mulai dari desain panggung, pencahayaan yang lebih imersif, koreografi yang matang, hingga aransemen musik yang dirancang dramatis dan menyentuh.

    Salah satu inovasi paling mencolok dalam produksi kali ini adalah kehadiran album soundtrack resmi bertajuk Lagu-Lagu Cemara. Album ini memuat tujuh lagu yang akan tampil sebagai inti musikal, dirilis secara digital mulai 12 Juni 2025. Langkah ini dinilai sebagai upaya memperluas jangkauan pertunjukan musikal ke ranah audio digital, sekaligus menjadi medium pengingat emosional bagi penonton usai menyaksikan pentas.

    “Album ini kami hadirkan agar musikal bisa menjangkau lebih banyak orang. Buat yang belum sempat atau masih ragu menonton musikal, bisa mencicipi atmosfernya lewat lagu-lagu ini,” ujar produser Cristian Imanuell di kawasan Senayan, SeIasa (10/6/2025).

    Bagi mereka yang sudah menyaksikan pertunjukannya, album ini juga diharapkan menjadi semacam time capsule penanda suasana hati dan emosi yang pernah mereka rasakan di dalam teater.

    Ketujuh lagu dalam Lagu-Lagu Cemara dibawakan oleh deretan musisi lintas genre dan generasi. Grup idola JKT48 membawakan “Waktunya Membuktikan”, RAPOT tampil dengan “Opak Party”, sementara The Lantys menyanyikan “Seperti Cemara”. Feby Putri menghadirkan aransemen baru untuk “Indah Apa Adanya”, GAC menyanyikan “Bahagia Yha”, dan Vidi Aldiano membawakan “Pelukmu Sementara, Hatiku Selamanya”. Tak ketinggalan, Ruth Sahanaya menyumbangkan suaranya untuk “Rencana Bukan Bencana”.

    Cristian menjelaskan bahwa lagu-lagu tersebut merupakan pengembangan dari materi musikal Keluarga Cemara yang sebelumnya berhasil memenangkan kategori Album Musikal Terbaik di AMI Awards 2024. Dengan aransemen baru dan kolaborasi lintas generasi, album ini diharapkan mampu menciptakan nuansa yang lebih dinamis namun tetap setia pada semangat kekeluargaan.

    Untuk pertunjukan tahun ini, Musikal Keluarga Cemara juga menghadirkan susunan pemeran baru yang memberi warna segar. Taufan Purbo, Simhala Avadana, Andrea Miranda, dan Galabby kembali memerankan Abah dan Emak. Sementara karakter Euis dan Ara akan diperankan oleh Amira Karin, Aisyah Fadhila, Fazka Bahanan, dan Quinn Salman.

    Diproduseri oleh Cristian Imanuell, Billy Gamaliel, dan Chriskevin Adefrid, musikal ini dijanjikan akan tampil berbeda dari edisi sebelumnya lebih kuat secara produksi, lebih menyentuh secara emosi.

    Dia menjelaskan ketujuh lagu ini akan dibawakan oleh tujuh Duta Pertunjukan Panggung Musikal Keluarga Cemara 2025. Mereka di antaranya adalah JKT48 yang akan membawakan lagu Waktunya Membuktikan, kemudian ada grup RAPOT yang bakal menyanyikan Opak Party, lalu juga ada The Lantys yang menyuguhkan Seperti Cemara.

    Di luar itu, masih ada Feby Putri yang mengaransemen ulang Indah Apa Adanya, GAC yang juga membawa Bahagia Yha!, Vidi Aldiano dengan Pelukmu Sementara, Hatiku Selamanya, dan Ruth Sahanaya yang akan membawakan lagu Rencana bukan Bencana.

    Lagu-lagu yang dibawakan mereka memberikan sentuhan aransemen baru dari materi album yang pernah memenangkan Album Musikal Terbaik pada ajang AMI Awards 2024. Cristian merasa kolaborasi ini juga menandakan semangat nilai keluarga yang memeluk seluruh generasi dengan nuansa album yang lebih dinamis secara aransemen dan warna lagu.

    Lagu-lagu di album ini sudah mulai bisa didengarkan per 12 Juni 2025. “Semoga karya-karya yang ada di album Lagu-Lagu Cemara juga bisa menemani seluruh keluarga dan membekas di Hati,” ujarnya.

    Disutradarai oleh Pasha Prakasa dan diproduseri oleh Cristian Imanuell, Billy Gamaliel, dan Chriskevin Adefrid, Pertunjukan Panggung Musikal Keluarga Cemara 2025 akan tampil berbeda dengan edisi perdananya, salah satunya dengan adanya pemeran baru keluarga Abah dan Emak yang membawa energi segar ke atas panggung.

    Pertunjukan Panggung Musikal Keluarga Cemara dibintangi oleh Taufan Purbo, Simhala Avadana, Andrea Miranda, dan Galabby yang kembali memerankan karakter Abah dan Emak. Sementara Amira Karin, Aisyah Fadhila, Fazka Bahanan, dan Quinn Salman masing-masing akan kembali menjadi Euis dan Ara.

     

  • “TANDA”, Ekspresi Hening Nicholas Saputra dalam Video Musik Yura Yunita

    “TANDA”, Ekspresi Hening Nicholas Saputra dalam Video Musik Yura Yunita

    Palapanews.Asia, Jakarta – Yura Yunita kembali mengejutkan publik dengan pendekatan artistik yang mendalam dalam video musik terbarunya berjudul “TANDA”. Menggandeng aktor Nicholas Saputra dan fotografer sekaligus sutradara visual ternama Davy Linggar, Yura memilih jalur ekspresi yang hening namun penuh makna.

    Dalam video ini, Nicholas tampil sebagai satu-satunya figur di layar. Tanpa dialog, tanpa alur narasi yang eksplisit, ekspresinya menjadi pusat dari seluruh pengalaman visual. Menariknya, proses pengambilan gambar dilakukan hanya dalam satu kali pengambilan gambar (one take), yang membuat setiap gerak dan emosi terekam secara autentik.

    “TANDA” menyajikan ruangan besar yang kosong dan tenang, hanya diisi oleh simbol-simbol visual seperti gambar tangan. Elemen ini menjadi refleksi dari lirik lagu, yang ditulis Yura bersama Donne Maula. Lagu ini sendiri bernuansa personal, membawa pesan reflektif yang dalam.

    Yura mengungkapkan bahwa pilihan untuk tidak muncul dalam video adalah keputusan sadar untuk memberi ruang bagi penonton dalam menginterpretasi makna. Ia percaya Davy Linggar adalah sosok tepat untuk menerjemahkan pesan ini ke dalam bentuk visual. “Gaya Davy itu tenang, tapi sarat lapisan. Justru dalam kesederhanaan itu, pesannya semakin terasa,” ujar Yura.

    Kehadiran Nicholas sangat penting untuk keberhasilan metode one take ini menurut Davy. “Kita hanya punya satu kesempatan, jadi semua harus presisi. Nicholas memberi ketenangan dan fokus yang kami butuhkan,” ujarnya. Di akhir video, cahaya alami dari jendela menjadi simbol harapan dan akhir perjalanan emosi yang mengalir dalam video.

    Dirilis di bawah label Merakit, “TANDA” menjadi pembuka album terbaru Yura yang akan segera diluncurkan. Video musiknya kini telah tersedia di kanal YouTube Yura Yunita, mengajak penonton untuk menangkap “tanda-tanda” kecil dalam hidup yang sering kali terlewatkan.