Kategori: Film

  • Film “Yakin Nikah”: Cinta, Tekanan Sosial, dan Dilema Hidup di Balik Janji Pernikahan

    Film “Yakin Nikah”: Cinta, Tekanan Sosial, dan Dilema Hidup di Balik Janji Pernikahan

    Palapanews.Asia, Jakarta – Adhya Pictures resmi memperkenalkan film terbarunya bertajuk Yakin Nikah melalui peluncuran trailer dan poster perdana di XXI Plaza Senayan, Jakarta, Selasa (9/9).

    Acara ini turut dihadiri produser Shierly Kosasih, sutradara Pritagita Arianegara, serta jajaran pemain utama: Enzy Storia, Maxime Bouttier, Jourdy Pranata, Tora Sudiro, Amanda Rigby, dan Agnes Naomi Shivapriya.

    Film ini tidak hanya menyajikan kisah cinta yang ringan, tetapi juga menyinggung isu-isu sosial yang akrab dialami generasi muda. Dari tekanan keluarga untuk segera menikah, anggapan “adik tak boleh mendahului kakak” di pelaminan, hingga stigma masyarakat yang kerap membayangi anak muda usia 20-an, semuanya menjadi warna tersendiri dalam jalan cerita.

    Kisahnya berfokus pada Niken (Enzy Storia), perempuan yang berada di persimpangan hidup antara menikah dengan kekasihnya Arya (Maxime Bouttier) atau menuruti suara hati yang kembali bergejolak setelah hadirnya Gerry (Jourdy Pranata), cinta lama yang belum benar-benar hilang.

    Cuplikan trailer memperlihatkan keseharian Niken yang penuh dinamika mulai dari pertanyaan “Kapan nikah?” dari tetangga, obrolan hangat bersama sahabat, hingga perdebatan prinsip dengan pasangan. Kehadiran Gerry membuat Niken semakin ragu dan dihadapkan pada pilihan besar yang akan menentukan masa depannya.

    Poster resmi yang dirilis pun mempertegas dilema itu. Niken digambarkan berdiri di antara dua pria, sebuah visual sederhana namun penuh makna tentang cinta, ekspektasi, dan keputusan besar dalam kehidupan.

    Menariknya, Yakin Nikah merupakan adaptasi dari web series populer di YouTube yang sudah mengumpulkan lebih dari 14,9 juta penonton. Versi layar lebarnya menjanjikan cerita lebih mendalam, sinematografi yang memikat, serta pengembangan karakter yang lebih kompleks.

    Ditulis oleh Bene Dion Rajagukguk, Sigit Sulistyo, dan Erwin Wu dengan pengembangan naskah dari IMAJINARI, film ini diarahkan Pritagita Arianegara dan dipastikan hadir sebagai tontonan yang menghibur sekaligus mengajak penonton merenungkan arti pernikahan yang sesungguhnya.

     

     

  • Baim Wong Hadirkan Film Horor Sukma, Bertabur Bintang dengan Cerita Filosofis

    Baim Wong Hadirkan Film Horor Sukma, Bertabur Bintang dengan Cerita Filosofis

    Palapanews.Asia, Jakarta – Setelah sukses debut sebagai sutradara lewat Lembayung (2024), aktor sekaligus produser Baim Wong kembali menghadirkan karya terbarunya berjudul Sukma. Film horor ini akan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 11 September 2025, dengan deretan bintang papan atas yang memperkuat jajaran pemeran.

    Sukma dibintangi oleh Luna Maya, Christine Hakim, Fedi Nuril, Oka Antara, hingga deretan aktor pendukung seperti Krishna Keitaro, Kimberly Ryder, Anna Jobling, Asri Welas, Amanda Soekasah, Giovani Tobing, Dazeline Reynand, serta dua putra Baim Wong, Kiano Tiger Wong dan Kenzo Eldrago Wong

    Tantangan Tanpa Makeup untuk Luna Maya
    Luna Maya mengaku film ini memberikan pengalaman berbeda, terutama ketika ia harus berperan tanpa riasan sama sekali.

    “Sebagai yang bekerja di industri showbiz, pressure untuk perempuan tentang awet muda itu ada. Selalu saja ada komentar tentang fisik dan segala macam dari warganet,” ungkap Luna saat konferensi pers di kawasan Gandaria, Senin (8/9/2025).

    Menurut Luna, tantangan itu justru selaras dengan karakter yang ia mainkan. “Di film Sukma, ada alasan di balik kenapa karakter Ibu Sri memiliki obsesi untuk menjadi muda, dan menginginkan Arini yang lebih muda darinya. Itu yang akan menjadi misteri,” ujarnya.

    Christine Hakim Keluar dari Zona Nyaman
    Aktris senior Christine Hakim, yang memerankan karakter Ibu Sri, menyebut Sukma sebagai salah satu proyek terberat sepanjang kariernya.

    “Syuting film Sukma adalah salah satu yang paling berat bagi saya. Ada battle scene sampai di gua juga, dan ada adegan yang menurut saya akan sangat mengejutkan untuk penonton saat menyaksikannya,” ujarnya.

    Ia menekankan bahwa proyek ini menuntut keberanian untuk mengambil risiko. “Harus berani keluar dari zona nyaman dengan risiko yang berat,” tutur Christine.

    Oka Antara: Filosofi dalam Horor
    Oka Antara, yang sebelumnya terlibat dalam Lembayung, menyebut Baim Wong semakin matang sebagai sutradara.

    “Ini adalah film Baim yang paling filosofis. Bagaimana dia menggunakan cermin sebagai simbol teror, dan setiap kali becermin ada tampilan yang berbeda. Dia naik kelas,” kata Oka.
    Tak hanya itu, ia juga menyoroti adegan aksi dalam film ini. “Dan ada adegan berantemnya, saya suka,” ujarnya.

    Debut Horor Fedi Nuril
    Bagi Fedi Nuril, Sukma menjadi pengalaman pertama terlibat dalam film horor. Ia mengaku langsung menerima tawaran Baim tanpa berpikir panjang.

    “Ketika membaca naskah Sukma, saya suka dan tertarik. Baim tidak perlu merayu dengan keras ke saya untuk bergabung di film ini,” ujar Fedi.
    Dalam film ini, ia memerankan karakter dengan gangguan mental skizofrenia, sebuah tantangan yang ia tekuni dengan riset serius.

    “Saya harus riset dengan psikiater untuk mengetahui apa saja yang terjadi dengan orang yang mengalami skizofrenia, serta gejala-gejalanya, dan cara mereka hidup,” katanya.

    Baim Wong Jaga Keseimbangan Idealisme dan Komersial
    Sebagai sutradara sekaligus produser bersama David Wong, Baim juga menulis naskah Sukma bersama penulis Ratih Kumala. Menurutnya, film ini bukan sekadar horor dengan jumpscare, melainkan juga memiliki makna lebih dalam.

    “Menyeimbangkan antara sisi komersial dan idealisme karya di film ini benar-benar saya jaga. Sebagai horor, tentu tetap akan ada jumpscare, namun, Sukma lebih dari itu,” tutup Baim.

     

     

  • Farel Prayoga Persembahkan Lagu “Cinta Untuk Mama” untuk OST Air Mata di Ujung Sajadah 2

    Farel Prayoga Persembahkan Lagu “Cinta Untuk Mama” untuk OST Air Mata di Ujung Sajadah 2

    Palapanews.Asia, Jakarta (8/9/2025) – Menjelang rilis film drama keluarga terbaru garapan Beehave Pictures, Air Mata di Ujung Sajadah 2, sebuah persembahan istimewa hadir melalui lagu berjudul “Cinta Untuk Mama” yang dinyanyikan oleh penyanyi remaja berbakat, Farel Prayoga. Video musik lagu ini resmi dirilis pada 5 September 2025 dan langsung menyedot perhatian publik.

    Lagu tersebut bukan hanya sekadar soundtrack, melainkan refleksi personal bagi Farel. Di usianya yang baru menginjak 15 tahun, ia untuk pertama kalinya bertemu dengan ibu kandungnya. Momen haru itu diabadikan dalam video musik dan selaras dengan tema besar film: kehilangan, pencarian arti keluarga, serta cinta yang tak pernah pudar. Lirik dan melodi yang menyentuh membuat “Cinta Untuk Mama” terasa sebagai ungkapan cinta yang universal.

    Film Air Mata di Ujung Sajadah 2, akan tayang perdana pada 23 Oktober 2025, menghadirkan kembali bintang-bintang papan atas Indonesia.      Titi Kamal kembali memerankan Aqilla, sosok ibu penuh cinta dan pengorbanan.                                  Citra Kirana hadir sebagai Yumna, karakter yang sarat kasih sayang dan kehangatan.            Muhammad Faqih Alaydrus melanjutkan perannya sebagai Baskara, anak yang menjadi pusat dilema keluarga.

    Tak hanya itu, sederet nama lain seperti Daffa Wardhana, Jenny Rachman, dan Mbok Tun juga memperkuat jalan cerita, menghadirkan dinamika yang kaya antara konflik batin, kehangatan keluarga, hingga perjuangan mempertahankan cinta.

    Film ini digarap oleh sutradara Key Mangunsong, dengan naskah yang ditulis oleh penulis skenario berpengalaman Titien Wattimena. Produksi dilakukan oleh sejumlah rumah produksi besar, di antaranya Beehave Entertainment, A&Z Films, KAI Pictures, Legacy Pictures, serta Sigxa Pictures. Kolaborasi ini diyakini mampu menghadirkan drama keluarga dengan kualitas sinematik yang memikat.

    Kehadiran lagu “Cinta Untuk Mama” memperkuat emosi yang dibangun dalam film. Perpaduan kisah pribadi Farel dengan narasi sinematik yang digarap membuat soundtrack ini bukan hanya pelengkap, tetapi juga jembatan emosi antara penonton cerita di layar lebar.

     

     

  • Ketika Cinta dan Tradisi Beradu Teaser Yakin Nikah Hangat dan Relatable

    Ketika Cinta dan Tradisi Beradu Teaser Yakin Nikah Hangat dan Relatable

    Palapanews.Asia, Jakarta – Setelah merilis first look dan teaser poster yang sempat mencuri perhatian publik, Adhya Pictures kini resmi memperkenalkan teaser trailer film terbarunya, Yakin Nikah. Film yang dibintangi Enzy Storia ini semakin menunjukkan konflik hangat namun penuh dilema yang kerap dialami banyak orang: tekanan menikah karena desakan keluarga dan ekspektasi sosial.

    Disutradarai oleh Pritagita Arianegara dengan naskah garapan Bene Dion Rajagukguk, Sigit Sulistyo, dan Erwin Wu, serta pengembangan cerita oleh tim kreatif IMAJINARI, Yakin Nikah hadir sebagai drama romantis bernuansa ringan, manis, namun tetap sarat makna tentang keberanian memilih jalan hidup sendiri.

    Dalam teaser, penonton diperlihatkan sosok Niken (Enzy Storia) yang tiba-tiba didesak keluarganya untuk segera menikah setelah adiknya, Anggi (Amanda Rigby), dilamar kekasihnya, Danny (Arya Vasco). Situasi ini membuat Niken harus menghadapi tekanan untuk segera melangkah ke pelaminan bersama sang pacar, Arya (Maxime Bouttier). Namun, kesibukan Arya yang membuatnya kerap abai justru menimbulkan kebimbangan: apakah Arya benar-benar pasangan yang tepat.

    Ketegangan makin bertambah saat teaser menutup dengan kejutan: kemunculan Gerry (Jourdy Pranata) yang menatap Niken penuh tanda tanya. Kehadiran tokoh baru ini seakan membuka pintu dinamika lain dalam kehidupan Niken, sekaligus membuat penonton penasaran arah cerita selanjutnya.

    Teaser Yakin Nikah memperlihatkan nuansa film yang penuh humor segar, chemistry natural para pemain, serta konflik keluarga yang dekat dengan realitas sehari-hari. Film ini bukan hanya menawarkan kisah cinta manis, tetapi juga refleksi tentang pilihan: menikah demi tuntutan tradisi, atau karena keyakinan hati sendiri.

    “Yakin Nikah adalah film tentang keberanian-keberanian untuk jujur pada diri sendiri, dan keberanian untuk memilih di antara desakan waktu dan tekanan keluarga,” ujar sutradara Pritagita Arianegara.

    Selain menjadi debut Enzy Storia sebagai pemeran utama di layar lebar, film ini juga diperkuat jajaran aktor dan aktris ternama seperti Maxime Bouttier, Jourdy Pranata, Amanda Rigby, Ersa Mayori, Tora Sudiro, Agnes Naomi, Arya Vasco, Lukman Sardi, Izabel Jahja, Tissa Biani, Dul Jaelani, Agung Karmalogy, hingga Indian Akbar.

     

     

  • Rilis Poster dan Trailer Perempuan Pembawa Sial, Mitos Bahu Laweyan Jadi Sorotan

    Rilis Poster dan Trailer Perempuan Pembawa Sial, Mitos Bahu Laweyan Jadi Sorotan

    Palapanews.Asia, Jakarta – Film horor terbaru garapan Fajar Nugros, Perempuan Pembawa Sial, akhirnya merilis trailer dan poster resminya. Mengangkat mitos kuno Bahu Laweyan, sebuah kutukan yang menimpa perempuan setelah menikah. Film ini dikemas dalam balutan horor penuh ketegangan sekaligus membawa pesan budaya.

    Dalam cuplikan trailer, penonton diajak menyelami kisah Mirah (diperankan Raihaanun) yang hidupnya berubah drastis setelah terkena kutukan tersebut. Ia mulai dianggap pembawa sial oleh masyarakat hingga tragedi menimpa keluarganya. Sang suami meninggal usai menyaksikan penampakan menyeramkan berupa delman dengan kusir tanpa kepala dan kain laweyan yang menari di tengah malam.

    Sutradara Fajar Nugros menyebut, film ini bukan sekadar menawarkan ketakutan.

    “Bagi saya, horor selalu menjadi medium untuk bercerita tentang sesuatu yang lebih dalam. Bahu Laweyan ini bukan sekadar mitos, tapi juga refleksi tentang bagaimana masyarakat memperlakukan perempuan. Saya ingin penonton merasakan ngeri sekaligus merenung,” ungkap Fajar.

    Aktris Raihaanun yang memerankan tokoh utama mengaku peran Mirah sangat menantang secara emosional.

    “Mirah itu sosok perempuan yang harus menanggung stigma dan tuduhan tanpa bisa melawan. Membawakan karakternya membuat saya lebih dekat dengan realitas banyak perempuan yang kerap disalahkan dalam situasi sulit,” ujar Raihaanun.

    Sementara itu, eksekutif produser Winston Utomo menuturkan bahwa pilihan mitos Bahu Laweyan bukan tanpa alasan.

    “Cerita ini unik, jarang sekali disentuh di layar lebar, padahal menyimpan filosofi mendalam. Kami ingin menghadirkan horor yang otentik, rooted pada kearifan lokal, tapi tetap relevan dengan penonton modern,” kata Winston..

    Pemain lain, Arswendy Bening Swara, yang turut mendukung film ini, juga menilai bahwa Perempuan Pembawa Sial menghadirkan sesuatu yang berbeda.

    “Kekuatan film ini ada pada atmosfernya yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, jadi horornya terasa lebih nyata. Penonton akan merasa tidak hanya menonton, tapi seolah ikut berada di dalam kisah Mirah,” ujar Arswendy.

    Dengan sentuhan mitos, horor, sekaligus refleksi sosial, Perempuan Pembawa Sial diharapkan menjadi tontonan yang tidak hanya menegangkan, tetapi juga membuka ruang diskusi tentang prasangka dan stigma yang masih hidup di tengah masyarakat.

    Film ini akan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia pada 18 September 2025.

     

     

  • Enzy Storia Tampil Menggoda di Teaser Poster “Yakin Nikah”, Kisah Galau Jelang Pelaminan

    Enzy Storia Tampil Menggoda di Teaser Poster “Yakin Nikah”, Kisah Galau Jelang Pelaminan

    Palapanews.Asia, Jakarta- Pernikahan sering dibayangkan sebagai puncak kebahagiaan, namun perjalanan menuju sana tak selalu semulus yang dibayangkan. Kegalauan, campur aduk emosi, hingga dilema memilih pasangan menjadi bumbu utama yang diangkat dalam film terbaru garapan Adhya Pictures, Yakin Nikah.

    Lewat teaser poster yang baru dirilis, karakter Niken (Enzy Storia) tampil dengan ekspresi penuh tanda tanya. Di sekelilingnya, terpampang coretan-coretan spontan seperti “Dia atau dia?”, “Yang selalu ada atau yang bikin nyaman?”, hingga “Yakin nikah?”. Visual ini tak sekadar estetis, tapi juga menyiratkan realitas yang sering tersembunyi di balik gemerlap romantisme pernikahan.

    Film ini mengisahkan perjalanan Niken dalam menghadapi berbagai tekanan: masa lalu yang belum sepenuhnya tuntas, pandangan keluarga, tuntutan sosial, hingga mimpi pribadi yang masih ingin dikejar. Meski sarat drama, Yakin Nikah dikemas dengan sentuhan humor, momen-momen canggung yang mengundang tawa, dan konflik yang terasa dekat dengan kehidupan penonton.

    “Banyak orang hanya melihat pernikahan dari sisi indahnya. Padahal, proses menuju ke sana sering penuh drama baik dari pasangan, keluarga, maupun ekspektasi sekitar. Poster ini mencoba menangkap semua itu, tapi tetap dengan nuansa hangat dan humor,” ungkap produser Shierly Kosasih.

    Disutradarai Pritagita Arianegara dan ditulis oleh Bene Dion Rajagukguk, Sigit Sulistyo, serta Erwin Wu, naskah Yakin Nikah dikembangkan oleh tim kreatif IMAJINARI yang dikenal lewat karya-karya emosional dan relevan secara budaya.

    Deretan bintang papan atas turut meramaikan film ini, antara lain Enzy Storia, Maxime Bouttier, Jourdy Pranata, Amanda Rigby, Ersa Mayori, Tora Sudiro, Agnes Naomi, Arya Vasco, Lukman Sardi, Izabel Jahja, Tissa Biani, Dul Jaelani, Agung Karmalogy, dan Indian Akbar.

    Yakin Nikah siap hadir di bioskop mulai 9 Oktober 2025. Cerita tentang memilih antara menikah demi tradisi atau demi cinta ini menjanjikan tawa, rasa hangat, dan momen refleksi yang membekas. Ikuti kabar terbarunya melalui akun Instagram resmi @filmyakinnikah.

     

  • Trailer Perdana “Sukma” Resmi Dirilis, Ritual Dunia Cermin

    Trailer Perdana “Sukma” Resmi Dirilis, Ritual Dunia Cermin

    Palapanews.Asia, Jakarta – Suasana dipenuhi sorakan dan kilatan kamera saat Baim Wong resmi meluncurkan trailer dan poster perdana film terbarunya, Sukma yang di gelar di XXI Plaza Senayan, Jakarta, Senin (11/8/2025). Drama horor misteri ini mengupas ritual ngalih raga di dunia cermin yang dipercaya mampu membuat seseorang awet muda, menghadirkan perpaduan ketegangan dan pesan sosial yang kuat.

    Dari panggung peluncuran, Baim Wong yang menggandeng penulis Ratih Kumala, memperkenalkan deretan bintang papan atas yang membintangi Sukma, mulai dari Luna Maya, Christine Hakim, Fedi Nuril, Kimberly Rider, Oka Antara, hingga Anna Jobling. Kehadiran mereka disambut antusias para tamu undangan dan media yang memenuhi area pemutaran.

    Film ini mengikuti kisah Arini (Luna Maya), seorang perempuan yang pindah ke kota kecil bersama keluarganya untuk memulai hidup baru. Namun, harapan itu sirna ketika ia menemukan cermin kuno di ruang rahasia rumahnya. Keanehan demi keanehan terjadi dari suara misterius hingga kemunculan Ibu Sri (Christine Hakim), yang memaksa Arini berpacu dengan waktu sebelum segalanya hilang.

    Di sela acara, Luna Maya mengungkap bahwa Sukma tak hanya menyajikan teror visual, tetapi juga menyentuh isu penting.

    “Tentang keinginan untuk awet muda, tekanan yang dirasakan perempuan, dan bagaimana penuaan itu hal yang tak bisa dihindari,” ujar Luna.

    Sementara itu, Fedi Nuril mengaku tertantang memerankan karakter Hendra, suami Arini, yang mengidap skizofrenia.

    “Karakter ini melihat halusinasi yang baginya nyata. Itu memengaruhi hubungannya dengan Arini sampai mereka berpisah,” kata Nuril.

    Peluncuran trailer dan poster juga memperlihatkan desain visual yang memikat menempatkan Luna Maya dan Christine Hakim dalam posisi terbalik di dalam bingkai cermin kuno dengan retakan kaca di tengahnya. Di belakang Luna terlihat Fedi Nuril dan Kimberly Rider, sementara di belakang Christine hadir Oka Antara dan Anna Jobling.

    Baim Wong berharap Sukma, yang akan tayang di bioskop mulai 11 September 2025, bisa menjadi karya yang tak hanya menghibur tetapi juga meninggalkan kesan mendalam.

    “Selain horor, film ini membawa pesan besar tentang kecantikan dan keabadian,” ujarnya.

     

     

  • “Pencarian Terakhir”, Kisah Misteri Gunung Sarangan yang Menegangkan

    “Pencarian Terakhir”, Kisah Misteri Gunung Sarangan yang Menegangkan

    Palapanews.Asia, Jakarta (7/8/2025) – Sebuah kisah pencarian yang dibalut misteri dan teror dunia gaib akan segera hadir di layar lebar lewat film Pencarian Terakhir. Film garapan ini mengangkat cerita tentang perjalanan seorang anak mencari sang ibu di Gunung Sarangan, yang konon menyimpan rahasia kelam dan kekuatan tak kasatmata.

    Cerita bermula dari Drupadi (Adzana Ashel) yang diliputi kerinduan mendalam kepada ibunya, Sita (Artika Sari Devi), yang hilang tanpa jejak di Gunung Sarangan. Bersama sejumlah sahabat, Drupadi memutuskan melakukan trail run menuju gunung tersebut. Namun, perjalanan yang awalnya sekadar penelusuran berubah menjadi mimpi buruk ketika sosok gaib penjaga gunung menyesatkan mereka ke dimensi lain yang mengancam nyawa.

    Dalam ketegangan itu, Tito (Donny Alamsyah), seorang pria yang pernah mengalami teror serupa di gunung tersebut memberanikan diri kembali menapaki jalur berbahaya itu. Bagi Tito, pencarian ini bukan hanya misi penyelamatan, melainkan juga perjuangan seorang ayah untuk membawa pulang putrinya.

    Film ini menghadirkan deretan bintang papan atas dan talenta muda, di antaranya Adzana Ashel, Donny Alamsyah, Artika Sari Devi, Razan Zu, Fatih Unru, Alika Jantinia, Fadi Alaydrus, Dinda Mahira, Moh Iqbal Sulaiman, Yama Carlos, Alex Abbad, Tesadesrada Ryza, Verdi Sulaeman, Ramon Y Tungka, Azkya Mahira, Andrew Andika, Egi Fedly, Fuad Idris, dan Ruth Marini.

    Mengusung latar alam pegunungan yang memukau sekaligus mencekam, Pencarian Terakhir menjanjikan pengalaman sinematik yang memadukan drama keluarga, petualangan ekstrem, dan horor supranatural. Penonton diajak menyelami kisah penuh emosi, di mana rasa cinta dan keberanian diuji oleh batas-batas dunia nyata dan dunia lain.

    Bagi pencinta film misteri-horor, catat tanggalnya. Pencarian Terakhir akan tayang serentak di jaringan bioskop CGV mulai 28 Agustus 2025.

     

     

  • Reza Arap Hadirkan “Harusnya Horor”, Film Horor Tak Biasa

    Reza Arap Hadirkan “Harusnya Horor”, Film Horor Tak Biasa

    Palapanews.Asia, Jakarta – Reza Arap resmi memulai langkah barunya di dunia perfilman sebagai sutradara lewat proyek film berjudul Harusnya Horor. Setelah melalui tahap pengembangan dan pembacaan naskah, film ini kini memasuki masa produksi dan direncanakan tayang di bioskop seluruh Indonesia pada tahun 2026.

    “Rasanya luar biasa akhirnya bisa memulai syuting. Dari proses awal sampai sekarang, semuanya didukung oleh tim yang solid dan semangat kolaboratif yang tinggi. Harusnya Horor bukan cuma tentang horor, tapi juga soal bagaimana kita bisa menciptakan sesuatu yang menghibur dan tetap hangat,” ujar Reza.

    Film ini mengangkat kisah para kreator konten bertema horor, namun dengan pendekatan yang unik. Tak hanya menyuguhkan unsur ketegangan dan komedi, cerita dalam film ini juga menyentuh sisi emosional lewat tema persahabatan.

    “Bukan cuma ingin menakut-nakuti atau membuat tertawa, film ini juga berbicara tentang hubungan antar karakter yang saling mendukung. Saya ingin penonton merasa terhubung dan mendapatkan pengalaman yang lengkap tak hanya seram, tapi juga hangat dan menghibur,” kata Reza.

    Langkah Reza terjun ke kursi sutradara dinilai sebagai lompatan menarik oleh produser Harusnya Horor, Jimmy Lalwani. Ia melihat Reza sebagai sosok kreatif dengan banyak potensi.

    “Sejak awal saya tertarik dengan Reza dari karya-karyanya di YouTube, musik, sampai keterlibatannya di film. Setelah melihat proyek Marapthon, saya makin yakin dia punya visi dan kemampuan untuk membuat film yang kuat. Akhirnya, kami sepakat untuk bekerja sama dalam proyek ini,” kata Jimmy.

    Untuk kabar dan update terbaru seputar Harusnya Horor, para penggemar bisa mengikuti akun Instagram resmi produksi di @essjaystudios_ph.

     

     

  • Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah”: Kisah Air Mata dan Pengorbanan

    Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah”: Kisah Air Mata dan Pengorbanan

    Palapanews.Asia, Jakarta – Rapi Films kembali hadirkan kisah penuh emosi lewat trailer dan poster Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah, film keluarga yang siap menguras air mata penonton.

    Wulan (Sha Ine Febriyanti) digambarkan sebagai sosok ibu sekaligus kepala keluarga yang kuat, berusaha keras menopang kehidupan ketiga anak perempuannya. Sang anak sulung, Anis (Eva Celia), masih menyandang status single parent dan sedang berjuang mencari pekerjaan. Sedangkan Alin (Amanda Rawles) menghadapi tekanan besar di dunia kedokteran sebagai mahasiswa beasiswa yang nyaris kehilangan kesempatan berkat. Dan Aca (Nayla Purnama) masih menjalani hari-hari sebagai siswi SMA.

    Di dalam trailer berdurasi dua menit yang baru dirilis ini, penonton diajak memasuki ruang batin keluarga itu, merasakan kepingan luka yang tersembunyi di balik senyuman sehari-hari. Wulan tak hanya mengurus rumah tangga dan laundry, tapi juga menjadi figur pelindung saat atap bocor dan kipas angin rusak, seolah menjadi ayah di tengah kehadiran suami yang tampak di pinggir.

    Salah satu momen paling menyentuh adalah saat Alin (Amanda Rawles) mengucapkan:

    “Mungkin kalau Ibu enggak menikah dengan Ayah, kipas angin ini enggak akan rusak. Atap rumah enggak bocor.”

    Menurut produser eksekutif Sunil Samtani, film ini menawarkan lapisan-lapisan emosional dari setiap karakter keluarga yang sering kali tak terlihat.

    “Setiap anggota keluarga memiliki perjuangan dan luka yang tersembunyi,” ujar Sunil.

    Disutradarai oleh Kuntz Agus dengan naskah dari Evelyn Afnilia, film ini menampilkan jajaran pemeran berkelas seperti Sha Ine Febriyanti, Amanda Rawles, Eva Celia, Nayla Purnama, Bucek, Indian Akbar, Ariyo Wahab, dan Bintang Alvarendra Soemardi. Diproduksi bersama oleh Rapi Films, Screenplay Films, Legacy Pictures, dan Vortera Studios, film ini menggambarkan Wulan sebagai pilar keluarga yang kelelahan namun menahan semuanya demi cinta bagi anak-anaknya.

    Amanda Rawles yang berperan sebagai Alin merefleksikan karakter dan perjuangannya,

    “Saya ingin menunjukkan betapa besar tanggung jawab seorang anak perempuan yang ingin membahagiakan ibunya, meskipun hampir menyerah.” ujar Amanda.

    Untuk mengikuti perkembangan film ini, Anda dapat memantau akun Instagram resmi @rapifilm dan @andaiibu. Tandai kalender Anda: Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah akan tayang di bioskop pada 4 September 2025.