Kategori: Film

  • Qorin 2 Hadirkan Ketegangan Baru, Angkat Isu Perundungan dan Pencarian Keadilan

    Qorin 2 Hadirkan Ketegangan Baru, Angkat Isu Perundungan dan Pencarian Keadilan

    Palapanews.Asia, Jakarta – Film horor Qorin 2 resmi diperkenalkan sebagai kelanjutan dari kesuksesan film pertamanya. Diproduksi oleh Sky Media, Legacy Pictures, IDN Pictures, dan Magma Entertainment, film ini digarap oleh sutradara Ginanti Rona dengan naskah karya Lele Laila. Cerita terbaru ini tetap mempertahankan nuansa horor slasher, namun dibangun dengan isu sosial yang lebih kuat.

    Qorin 2 mengikuti perjalanan Pak Makmur (diperankan Fedi Nuril), seorang pemulung yang berjuang mencari keadilan setelah anaknya menjadi korban perundungan di sekolah. Ketika keadilan tidak segera didapat, Pak Makmur dihadapkan pada pilihan sulit. Situasi kampung yang semakin mencekam memaksanya mengambil langkah ekstrem demi melindungi anaknya.

    Produser Sunil Samtani mengatakan Qorin 2 hadir dengan cerita yang berdiri sendiri, meski tetap berkaitan dengan film pertama saat jumpa pers di Epicentrum XXI, Jakarta (8/12).

    “Benang merah film Qorin dan Qorin 2 adalah bagaimana seseorang menghadapi sisi gelap diri lewat ritual qorin. Namun isu perundungan membuat film ini semakin dekat dengan realitas yang terjadi di sekolah,” ujarnya.

    Produser Susanti Dewi menambahkan bahwa sekuel ini digarap dengan visi yang lebih matang.

    “Kami ingin Qorin 2 bukan hanya menegangkan, tetapi juga menggambarkan dinamika sosial yang sedang terjadi,” katanya.

    Sutradara, Ginanti Rona, menegaskan bahwa Qorin 2 menawarkan intensitas yang lebih kuat dibanding film sebelumnya. Dari segi cerita hingga teknis produksi, semua ditingkatkan untuk memberikan pengalaman yang lebih imersif.

    “Qorin 2 hadir dengan cerita yang lebih dalam dan emosional. Harapannya film ini dapat menghibur sekaligus menjadi cermin dari berbagai peristiwa yang tengah terjadi,” ucap Ginanti.

    Para pemeran film Qorin2 : Fedi Nuril, Ali Fikry, Wavi Zihan, Muzakki Ramdhan, Gilang Devialdy, Vincentius Jeremhia, Benjamin Malaihollo, Quentin Stanislavski Kusnandar, Epy Kusnandar, Dimas Aditya Indra Birowo, Seroja Hafiedz, Sari Koeswoyo, Lucky Moniaga, Fitrie Rachmadhina, Wawan Hernawan Yoga & Beby Evelyn.

     

     

  • Timur: Epicentrum XXI Berubah Jadi Hutan Rimba, Penonton Terharu dan Terkagum

    Timur: Epicentrum XXI Berubah Jadi Hutan Rimba, Penonton Terharu dan Terkagum

    Palapanews.Asia, Jakarta – Uwais Pictures resmi memperkenalkan film perdana mereka, Timur, lewat rangkaian Press Screening & Press Conference yang digelar pada 4 Desember 2025 di Epicentrum XXI, Jakarta. Momen ini menjadi semakin istimewa karena menandai langkah baru Iko Uwais sebagai sutradara.

    Dengan dukungan penuh BNI, acara premiere Timur menghadirkan pengalaman yang jarang ditemui. Seluruh area Epicentrum XXI didekorasi bak hutan rimba lengkap dengan atmosfer dramatis yang menghidupkan dunia dalam film. Para tamu undangan dan media dibuat terpukau dengan konsep yang imersif ini.

    Acara tersebut dihadiri jajaran kru dan pemain, mulai dari Executive Producer Yentonius Jerriel Ho, Iko Uwais yang juga menjadi pemeran utama, Produser Ryan Santoso, serta para cast: Aufa Assegaf, Jimmy Kobogau, Macho Hungan, Yusuf Mahardika, Yasamin Jasem, Amara Angelica, Stefan William, Bizael Tanasale, Beyon Destiano, Andri Mashadi, Adhin Abdul Hakim, hingga Fanny Ghassani.

    Dalam konferensi pers, Iko mengungkapkan rasa bangga akhirnya bisa menyutradarai film di tanah kelahirannya. Ia bercerita bahwa Timur adalah proyek yang sangat personal.

    “Saya tumbuh bersama keluarga dari Indonesia Timur, mereka yang ikut merawat saya sejak kecil. Karena itulah saya ingin menghadirkan cerita yang saya persembahkan untuk sahabat-sahabat saya di sana,” ujar Iko.

    Produser Ryan Santoso menambahkan bahwa Timur lahir dari tema yang sangat dekat dengan mereka berdua: persaudaraan. Ia menyebut bahwa perjalanan panjang membangun Uwais Pictures bersama Iko menjadi cerminan langsung dari apa yang diceritakan film ini.

    “Lebih dari lima tahun kami memimpikan rumah produksi yang bisa menghasilkan film laga berstandar internasional. Hari ini mimpi itu akhirnya terwujud lewat Timur,” katanya.

    Gelombang pertama penonton memberikan respons luar biasa. Koreografi laga yang intens dan cerita yang emosional membuat banyak orang tidak hanya terhibur, tetapi juga terbawa suasana. Adegan-adegan aksi khas Iko Uwais memukau, namun justru kedalaman cerita persaudaraanlah yang membuat sejumlah penonton meneteskan air mata.

    “Saya nggak menyangka Iko ternyata sehebat ini di balik kamera. Debut sutradara yang luar biasa dan bikin penasaran untuk karya selanjutnya,” komentar salah satu penonton setelah pemutaran.

    Dengan sambutan hangat ini, Timur menjadi penanda baru bagi genre laga emosional di Indonesia dan membuka babak baru dalam perjalanan kreatif Iko Uwais.

     

     

  • Bandit, Thriller Baru Berlatar Bali Siap Guncang JAFF 2025

    Bandit, Thriller Baru Berlatar Bali Siap Guncang JAFF 2025

    Palapanews.Asia, Yogyakarta – Suasana JAFF Market 2025 kembali dipenuhi semangat segar dari para pelaku industri film tanah air. Dalam ajang yang menjadi barometer geliat perfilman Indonesia ini, Adaptif Films bersama Aufklärung Pictures, Viking Sunset Film, dan Naga Film resmi memperkenalkan proyek layar lebar terbaru mereka berjudul Bandit.

    Berbeda dari kesan wisata dan keindahan alam yang kerap melekat pada Bali, Bandit memilih menyingkap sisi lain pulau tersebut. Film thriller-kriminal ini menawarkan atmosfer gelap yang sarat ketegangan, menggambarkan bagaimana sebuah keputusan putus asa dapat berubah menjadi rangkaian peristiwa yang tak dapat dikendalikan. Bandit dijadwalkan tayang perdana dalam special screening pada 2 Desember 2025 di JAFF, memberi kesempatan bagi penonton festival untuk menyelami nuansa muramnya sebelum rilis umum.

    Digarap oleh sutradara Brian L. Tan atau BLT yang sebelumnya dikenal lewat Murder Below Deck, film ini ditulis oleh Husein M. Atmodjo, nama di balik Mencuri Raden Saleh dan Pertaruhan: The Series. Kolaborasi keduanya menghadirkan cerita yang menyoroti ambang batas manusia ketika terdesak antara ketakutan dan cinta.

    Kisah Bandit berpusat pada Gatra, seorang pria yang dilanda kepanikan setelah istrinya yang tengah hamil mengalami komplikasi berbahaya. Terjebak dalam keadaan yang menghimpit, ia kembali berhubungan dengan Tiar, rekan lamanya dalam dunia hitam. Keduanya kemudian membawa lari sebuah mobil misterius yang tanpa mereka duga, menyimpan mayat termutilasi dan sepucuk pistol. Situasi itu menyeret mereka dalam kejar-kejaran tanpa henti dengan pemilik mobil, yang bertekad menuntut balas hingga titik darah penghabisan.

    BLT menegaskan bahwa film ini bukan sekadar menawarkan adrenalin, tetapi juga mengajak penonton menelusuri motivasi dua karakter utama ketika hidup menekan mereka hingga ke sudut tergelap.

    “Saya ingin penonton merasakan bukan hanya ketegangan, tetapi juga pergolakan batin manusia ketika berada dalam situasi ekstrem,” ujar BLT.

    Film ini turut diperkuat deretan aktor yang menjanjikan intensitas dramatis, di antaranya Wafdan Saifan, Roy Sungkono, Rifnu Wikana, Claresta Taufan, Kiki Narendra, Bukie M Mansyur, Abdurrahman Arif, dan Mike Lucock. Keberadaan mereka diharapkan memberi kedalaman emosi yang mempertegas atmosfer perburuan yang membentang sepanjang cerita.

    Dengan latar Bali yang jarang dieksplorasi dari perspektif kelam, Bandit menjadi salah satu judul yang paling dinantikan pada gelaran JAFF tahun ini. Film ini menjanjikan pengalaman menonton yang berbeda, memadukan intensitas thriller dengan drama manusia yang menggigit.

     

     

  • Gala Premiere Mertua Ngeri Kali Pecah! Bunda Corla Bikin Penonton Ngakak Sampai Baper, Siap Guncang Bioskop 11 Desember 2025

    Gala Premiere Mertua Ngeri Kali Pecah! Bunda Corla Bikin Penonton Ngakak Sampai Baper, Siap Guncang Bioskop 11 Desember 2025

    Palapanews.asia Jakarta, 27 November 2025 – Suasana pada Kamis malam 27 November 2025 mendadak menjadi lautan tawa yang tak terbendung! Rumah produksi Im-a-gin-e sukses besar menggelar Gala Premiere untuk film terbaru mereka, “Mertua Ngeri Kali.”

    Sorak sorai dan gelak tawa penonton pecah di setiap sudut saat menyaksikan aksi ikonik Bunda Corla yang tampil memukau sebagai Donda, si mertua yang benar-benar “ngeri kali” di layar lebar. Antusiasme malam itu tidak main-main; mulai dari tepuk tangan riuh, tawa histeris, hingga momen-momen haru yang mengejutkan, membuktikan bahwa film ini adalah paket lengkap komedi dan drama yang menyentuh hati.

    Kehebohan Bintang Lintas Generasi

    Acara gala premiere ini dihadiri lengkap oleh Produser Chetan A. Samtani, Nisha A. Samtani, Sutradara Key Mangunsong, serta seluruh bintang utama film. Kehadiran para cast, termasuk Bunda Corla, Dimas Anggara, Naysilla Mirdad, Gita Bhebhita, Sophie Navita, Siti Fauziah, Farrell Rafisqy, dan Bonar Manalu, menambah semarak malam spesial tersebut. Para pemain lintas generasi ini berbagi cerita seru dan pengalaman tak terlupakan selama proses produksi.

    Produser Nisha Samtani berbagi cerita seru dari balik layar, memuji peran Bunda Corla yang tak tergantikan. “Proyek ini adalah salah satu produksi paling seru yang pernah saya kerjakan. Energi para cast luar biasa, dan Bunda Corla membawa nuansa yang sangat menyegarkan ke dalam set. Saya tidak sabar penonton melihat sendiri bagaimana Bunda ‘meledak’ sebagai Donda. Mulai 11 Desember nanti, siap-siap ketawa sekaligus baper,” ungkap Nisha.

    Komedi yang Hidup dan Kisah Keluarga yang Relatable

    Sutradara Key Mangunsong menekankan bahwa meskipun film ini dikemas dengan komedi yang kuat, di baliknya terdapat kisah keluarga yang sangat dekat dengan realitas banyak pasangan muda.

    “Saya ingin menghadirkan komedi yang hidup, tapi juga cerita yang menyentuh. Banyak pasangan muda menghadapi tuntutan untuk terlihat seperti ‘istri sempurna’ atau ‘suami sempurna.’ Tekanan dari keluarga, ekspektasi, dan dinamika generasi menjadi hal yang sangat nyata. Itu yang ingin saya tonjolkan di balik kelucuan film ini,” jelas Key Mangunsong.

    Sementara itu, Bunda Corla dengan gaya khasnya yang spontan dan heboh menyampaikan kegembiraannya melakukan debut sebagai aktris film Indonesia. Quote ikoniknya langsung mengundang gelak tawa penonton dan awak media.

    “Aduh ya ampun sayang, Bunda tuh senang sekali ya bisa main film di sini. Seru nian! Bunda bisa marah-marah, bisa cerewet, bisa ngeriii kali tapi tetep cantik ya kan. Main sama keluarga di layar tuh tantangan tapi Bunda enjoy betul! Kalian harus nonton yaaa, jangan bikin Bunda malu di depan keluarga besar!” serunya.

    Dukungan Mitra untuk Mertua Ngeri Kali

    Keseruan gala premiere “Mertua Ngeri Kali” turut dimeriahkan oleh MK Skin yang hadir sebagai official partner, menambah pengalaman spesial bagi seluruh tamu yang hadir. Setelah gelaran yang sukses dan penuh tawa ini, kini publik tinggal menantikan momen menyaksikan Donda dan segala kekacauan keluarga Bataknya secara lengkap di layar lebar.

    Melanjutkan keseruan gala premiere, Bunda Corla dan Mertua Ngeri Kali akan menyambut para penonton langsung dalam rangkaian acara roadshow ke Surabaya, Nganjuk, Solo, Yogyakarta, Makassar, Lampung, dan Jakarta.

    Siapkan mental dan siapkan tawamu!
    Mertua Ngeri Kali tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 11 Desember 2025.
    Jangan sampai ketinggalan kehebohannya di @mertuangerikali.film dan @im_a_gin_e!

    TENTANG IM-A-GIN-E

    Im-a-gin-e adalah rumah produksi terkemuka di Indonesia yang dibangun di atas semangat, imajinasi, dan kekuatan bercerita. Sejak berdiri pada 2013, Im-a-gin-e menjadi ruang bagi para pemimpi, penulis, pembuat film, dan kreator yang percaya bahwa sebuah kisah hebat mampu menggerakkan hati dan mengubah budaya.

    Selama lebih dari satu dekade, Im-a-gin-e berada di balik berbagai karya populer dan peraih penghargaan seperti Tetangga Masa Gitu?, OK-JEK, Di Balik Kubikal, Ustad Milenial, Catatan Si Boy, Patriot, Single & Hopefully Happy, hingga proyek sinematik terbaru Still Single. Dikenal dengan ide-ide berani dan gaya penceritaan yang sinematik, Im-a-gin-e terus menjembatani kreativitas Indonesia dengan selera global melalui karya-karya yang autentik, emosional, dan berkarakter kuat.

    Melalui Mertua Ngeri Kali, Im-a-gin-e kembali memadukan drama yang hangat dengan komedi yang tajam, menghadirkan kisah tentang keluarga, cinta, dan kekacauan dengan sentuhan khas yang hanya dimiliki Im-a-gin-e.

  • Tawa Menggema Film  Mertua Ngeri Kali Bikin Penonton Terpukau

    Tawa Menggema Film Mertua Ngeri Kali Bikin Penonton Terpukau

    Palapanews.Asia, Jakarta – Kamis berubah menjadi panggung penuh gelak tawa ketika rumah produksi Im-a-gin-e resmi menayangkan perdana film komedi terbaru mereka, Mertua Ngeri Kali. Suasana riang langsung terasa sejak lampu ruangan meredup setiap adegan yang menampilkan Bunda Corla sebagai Donda sukses membuat penonton pecah dalam tawa dan tepuk tangan berkali-kali saat Press Screening Dan Press Conference di kawasan Kuningan, Jakarta (27/11).

     

    Kemeriahan Para Bintang dari Berbagai Generasi

    Para Kru dan Cast Film Mertua Ngeri Kali ini turut dihadiri jajaran lengkap pembuat film: Produser Chetan A. Samtani, Nisha A. Samtani, Sutradara Key Mangunsong, serta seluruh cast utama. Dari Bunda Corla, Dimas Anggara, Naysilla Mirdad, hingga Gita Bhebhita, Sophie Navita, Siti Fauziah, Farrell Rafisqy, dan Bonar Manalu. Kehadiran mereka menambah semarak acara. Para pemain berbagi cerita ringan seputar proses syuting yang penuh kejadian lucu dan momen-momen tak terlupakan.

    Nisha Samtani, sang produser, mengungkapkan betapa kuatnya chemistry para aktor selama produksi. Ia memuji performa Bunda Corla yang disebutnya sebagai “bumbu utama” film ini.

    “Energi beliau luar biasa. Penonton pasti bakal terhibur sekaligus tersentuh,” ujar Nisha menyiratkan antusiasme jelang penayangan film pada 11 Desember nanti.

     

    Humor Segar yang Dibungkus Kisah Keluarga Kekinian

    Sutradara Key Mangunsong menjelaskan bahwa di balik komedi yang mengocok perut, film ini menyimpan pesan tentang dinamika keluarga muda masa kini. Ekspektasi menjadi pasangan ideal, tuntutan keluarga, hingga gesekan antar generasi menjadi fondasi cerita yang dekat dengan realitas banyak penonton.

    “Saya ingin penonton tertawa, tapi juga merasa ‘ini gue banget’,” tutur Key.

     

  • Air Mata Mualaf, Film Lintas Budaya yang Menyentuh Isu Keluarga, Luka Batin, dan Pencarian Hidayah

    Air Mata Mualaf, Film Lintas Budaya yang Menyentuh Isu Keluarga, Luka Batin, dan Pencarian Hidayah

    Palapanews.Asia, Jakarta – Film terbaru berjudul “Air Mata Mualaf” siap hadir di layar lebar mulai 27 November 2025, membawa kisah menyentuh tentang perempuan Indonesia yang menemukan titik balik hidupnya di tengah konflik keluarga, luka masa lalu, dan perjalanan spiritual yang tak terduga. Diproduksi oleh Merak Abadi Productions bekerja sama dengan Suraya Filem Malaysia, film ini digadang menjadi salah satu drama religi keluarga paling emosional di akhir tahun.

    Acha Septriasa memerankan Anggie, perempuan yang merantau dan bersekolah di Australia. Kekerasan yang ia alami dari kekasihnya, Ethan, membuat hidupnya runtuh. Dalam keadaan terluka dan terpuruk, ia ditemukan oleh seorang gadis pengurus masjid. Pertemuan yang perlahan membuka pintu baru baginya menuju pemahaman tentang Islam dan dirinya sendiri.

    “Anggie adalah sosok yang mengambil keputusan dengan hati yang penuh luka, tetapi tetap memelihara cintanya pada keluarga,” ungkap Acha saat jumpa pers di Epicentrum XXI, Jakarta (19/11).

    Film ini diperkuat oleh jajaran aktor lintas generasi dan negara: Acha Septriasa, Achmad Megantara, Budi Ros, Dewi Irawan, Rizky Hanggono, Dewi Amanda, Yama Carlos, Almeera Quinn. Aktor-aktor internasional seperti Syamim Freida, Hazman Al Idrus, dan Matthew Williams turut memberi warna baru pada dinamika cerita, menegaskan kolaborasi produksi antara Indonesia, Malaysia, dan Australia.

    Disutradarai oleh Indra Gunawan, film ini dirancang bukan untuk menghakimi atau menunjukkan siapa yang benar, melainkan untuk memotret manusia ketika berada pada persimpangan hidup.

    “Saya membuat film ini bukan untuk memberi jawaban tunggal. Justru saya ingin membuka ruang refleksi dan dialog, bahwa perjalanan hidup tidak selalu hitam-putih,” kata Indra.

    Produser Dewi Amanda menyampaikan bahwa keputusan mengangkat tema perbedaan keyakinan berangkat dari kedekatannya dengan realitas banyak keluarga.

    “Perbedaan sering dianggap ancaman. Dalam film ini, kami ingin menunjukkan bahwa justru di situlah ruang belajar. Hidayah atau pilihan hidup tidak datang karena paksaan; ia datang dari Tuhan,” ujarnya.

    Rizky Hanggono mengaku beberapa adegan membuatnya teringat pada pengalaman pribadinya.

    “Film ini mengingatkan bahwa mencintai seseorang tidak selalu berarti mengarahkan hidupnya,” tuturnya.

    Konflik terbesar dalam film bukan hanya mengenai agama, tetapi juga mengenai hati yang ingin jujur pada diri sendiri, sementara keluarga berusaha mempertahankan tradisi mereka.

     

  • Timur Resmi Hadir, Iko Uwais dan Nagita Slavina Siap Bawa Film Laga Indonesia ke Level Dunia

    Timur Resmi Hadir, Iko Uwais dan Nagita Slavina Siap Bawa Film Laga Indonesia ke Level Dunia

    Palapanews.Asia, Jakarta – Dunia perfilman Indonesia bersiap menyambut gebrakan baru dari Iko Uwais. Melalui rumah produksi miliknya, Uwais Pictures, sang bintang laga resmi meluncurkan official trailer dan poster film perdananya berjudul Timur, dalam konferensi pers yang digelar di Plaza Senayan, Jakarta (6/11).

    Film yang didukung penuh oleh Bank Negara Indonesia (BNI) ini menjadi tonggak penting, bukan hanya karena menjadi debut penyutradaraan Iko, tetapi juga karena digadang sebagai proyek yang akan menaikkan standar sinema aksi Tanah Air.

    Dalam jumpa pers, Iko Uwais mengatakan bahwa “Timur” bukan sekadar film laga biasa, tapi juga cerminan perjalanan kami untuk menghadirkan action berkelas dengan kualitas produksi bertaraf internasional.

    “Saya bersyukur bisa mewujudkan Timur bersama kolaborator hebat yang memiliki semangat dan visi yang sama,” ujar Iko.

    Official trailer yang baru dirilis menampilkan adegan-adegan intens dengan koreografi khas Uwais Team yang dikenal realistis dan presisi. Iko memerankan karakter utama, Timur, seorang anggota pasukan khusus yang berjuang dalam misi penyelamatan sandera berisiko tinggi dari tangan Tobias (Arnold Kobogau) dan Frans (Macho Hungan).

    Sementara itu, poster resmi film ini mencuri perhatian lewat visual simbolis: Timur (Iko Uwais) tampak mengulurkan tangan dari helikopter kepada seorang anak bernama Apollo (Aufa Assagaf). Adegan dramatis tersebut menimbulkan tanda tanya besar, siapa yang sebenarnya diselamatkan, dan dari ancaman apa?. Desain poster ini memperkuat aura misterius sekaligus menggambarkan kedalaman emosi yang menjadi inti cerita.

    Dukungan besar juga datang dari Nagita Slavina, yang terlibat sebagai executive producer. Dalam kesempatan yang sama, Nagita menegaskan keyakinannya terhadap visi Iko dan timnya.

    “Saya percaya Iko dan Uwais Pictures punya semangat luar biasa untuk membawa film laga Indonesia ke level internasional. Timur bukan hanya tontonan yang seru, tapi juga karya yang membuktikan kemampuan sineas Indonesia bersaing di panggung dunia,” ujarnya.

    Dengan tagline “Action Berkelas dan Punya Hati,” Timur menjadi simbol semangat baru bagi perfilman laga Indonesia yang. memadukan aksi intens, emosi mendalam, dan nilai kemanusiaan dalam satu karya utuh. Film ini siap mengguncang layar lebar seluruh Indonesia mulai 18 Desember 2025, menandai era baru sinema laga karya anak bangsa.

     

  • Indonesia Kembali Hadirkan Malam ” Anugerah Lembaga Sensor Film 2025 ” Ketiiga Kalinya.

    Indonesia Kembali Hadirkan Malam ” Anugerah Lembaga Sensor Film 2025 ” Ketiiga Kalinya.

    PALAPANEWS.ASIA JAKARTA,-NDOSIAR kembali dipercaya untuk menjadi host broadcaster penyelenggaraan bergengsi malam “Anugerah Lembaga Sensor Film 2025” untuk ketiga kalinya. Ajang penghargaan ini akan hadir di layar kaca INDOSIAR pada hari Sabtu, 8 November 2025 pukul 19.00 WIB, disiarkan langsung dari Studio 5 Emtek City, Jakarta.

    Mengusung tema “Memajukan Budaya, Menonton Sesuai Usia,” malam “Anugerah Lembaga Sensor Film 2025” akan dimeriahkan bintang-bintang ternama tanah air, yaitu Band Ungu, Lesti Kejora, Rizky Billar, Abang L, Dewi Perssik, Putri Ariani, Dinda Ghania, Guinn Salman, Prince Poetiray, 16 Academia D’Academy 7 dan Girlband Lemon.

    Pemain sinetron terpopuler Ageela Calista, Raden Rakha, Haura Lathifa, Harris Vriza, Randy Pangalila, dan pemain film terpopuler Ersya Aurelia, Nayla Purnama, Masayu Anastasia, Oka Antara, serta Gilang
    Dirga, Firsta Yufi Amarta ( Putri
    Indonesia 2025 ) tidak ketinggalan juga akan ikut memeriahkan acara.

    Malam “Anugerah Lembaga Sensor Film 2025” semakin seru bersama Ramzi, Rina Nose dan Astrid Tiar
    sebagai Host.

    Ketua LSF, Naswardi, menjelaskan, bahwa perfilman nasional telah melangkah maju, terbaik sepanjang sejarah, baik dari aspek produksi dan gpresiasi jumlah penonton.

    “Anugerah Lembaga Sensor Film 2025, hadir untuk apresiasi atas prestasi dalam penyensoran, perfilman dan pertelevisian nasional. Mendorong lahirnya karya kelas dunia, dengan reputasi dan apresiasi global. Memajukan budaya, menonton sesuai usia,” ujar Naswardi.

    Direktur Programming SCM, Harsiwi Achmad, menyampaikan, bahwa INDOSIAR merasa bangga dan terhormat kembali dipercaya untuk ketiga kalinya sebagai host broadcaster Anugerah Lembaga Sensor Film 2025.

    Menurutnya, ini merupakan bentuk kepercayaan yang sangat berarti bagi kami untuk terus mendukung upaya Lembaga Sensor Film dalam mendorong tayangan yang sehat, berkualitas, dan sesuai dengan nilai-nilai budaya bangsa.

    “Tahun ini, kami mengemas acara
    dengan konsep yang lebih fresh, megah, meriah dan melibatkan

    banyak artis populer baik artis televisi, film maupun penyanyi. Kami berharap malam puncak ini dapat menjadi ruang apresiasi bagi para pelaku industri penyiaran dan perfilman sekaligus hiburan berkelas dan berkualitas bagi pemirsa Indonesia,” ujar Harsiwi Achmad.

    “Anugerah Lembaga Sensor Film 2025” kali ini akan memberikan penghargaan untuk 18 kategori dengan fokus pada program prioritas Gerakan Nasional Budaya Sensor Mandiri.

    Ketua Pelaksana Panitia “Anugerah Lembaga Sensor Film 2025,” Gustav Aulia, menyebut 18 kategori tersebut adalah :
    [4/11, 09.17] Eka: 1.Film Bioskop Semua Umur Sensor Mandiri Terbaik

    2.Film Bioskop 13+ Sensor Mandiri Terbaik

    3.Film Bioskop 17+ Sensor Mandiri Terbaik

    4.Film Bioskop 21+ Sensor Mandiri Terbaik

    5Jaringan Bioskop Peduli Sensor Mandiri Terbaik

    6.Rumah Produksi Sensor Mandiri Terbaik

    7.Jaringan Teknologi Informatika Peduli Sensor Mandiri Terbaik

    8.Trailer Film Sensor Mandiri Terbaik

    9.Poster Film Sensor Mandiri Terbaik

    10.Televisi Peduli Sensor Terbaik

    11.Televisi Sensor Mandiri Terbaik

    12.Televisi Peduli Kebudayaan

    13.Televisi Peduli Pendidikan

    14.Iklan Komersial Sensor Mandiri Terbaik

    15.Iklan Layanan Masyarakat Sensor Mandiri Terbaik

    16.Kementrian/Lembaga peduli sensor Mandiri Terbaik

    17.Lembaga Pendidikan Peduli Sensor Mandiri terbaik.

    18.Katagori Khusus Lifetime Achievement.
    Siapakah yang akan meraih penghargaan tertinggi Anugerah LSF 2025? Saksikan malam “Anugerah Lembaga Sensor Film 2025” pada Sabtu, 8 November 2025, pukul 19.00 WIB, disiarkan langsung dari Studio 5 Emtek City hanya di INDOSIAR dan platform digital Vidio.

    (Eka editor H)

  • Tumbal Darah : Teror, Adrenalin, dan Semangat Baru Perfilman Horor Indonesia

    Tumbal Darah : Teror, Adrenalin, dan Semangat Baru Perfilman Horor Indonesia

    Palapanews Asia, Jakarta – Dunia perfilman Indonesia kembali diguncang dengan hadirnya karya terbaru bertajuk Tumbal Darah. Film produksi kolaboratif antara MAGMA Entertainment, Wahana Kreator, Sinemaku Pictures, Virtuelines Entertainment, Caravan Studio, Dunia Mencekam Studios, VMS Studio, PK Films, dan Samara Group ini resmi diperkenalkan melalui Press Conference yang digelar megah di Epicentrum XXI, Jakarta (16/10).

    Sejak awal acara, suasana tegang namun penuh antusiasme sudah terasa. Hadir dalam kesempatan tersebut jajaran produser seperti Linda Gozali (MAGMA Entertainment), Salman Aristo (Wahana Kreator), produser eksekutif Prilly Latuconsina, serta sang sutradara Charles Gozali.

    Barisan pemeran utama seperti Martino Lio, Sallum Key, Donny Alamsyah, Agla Artadila, Aksara Dena, Rania Putrisari, hingga Epy Kusnandar ikut memeriahkan acara dengan penampilan penuh energi.

    Mengusung genre horor-aksi dengan sentuhan drama emosional, Tumbal Darah menjadi bukti keberanian industri film nasional dalam menembus batas-batas konvensional. Linda Gozali menyampaikan kebanggaannya terhadap proyek ini.

    “Kami di MAGMA Entertainment selalu ingin membawa sesuatu yang berbeda. Tumbal Darah bukan hanya tentang ketakutan, tapi tentang pengalaman sinematik yang mengguncang emosi dan membuat penonton merasakan ketegangan secara nyata.” ujar Linda.

    Sementara itu, sang sutradara Charles Gozali menekankan bahwa film ini adalah hasil kerja keras kolektif seluruh tim.

    “Setiap adegan yang Anda lihat nanti adalah buah dari dedikasi tanpa kompromi. Kami ingin menciptakan dunia di mana teror terasa benar-benar hidup, dan setiap karakter memiliki sisi manusiawi yang bisa dirasakan penonton.” ujar Charles.

    Dengan penyutradaraan yang matang, sinematografi intens, serta akting kuat dari para pemainnya, Tumbal Darah diprediksi menjadi salah satu karya horor paling menonjol di tahun ini. Film ini bukan sekadar tontonan, tetapi sebuah bukti nyata bahwa sinema Indonesia berani melangkah lebih jauh dalam menghadirkan adrenalin dan ketakutan yang autentik.

     

     

  • Empat Detektif Kocak Kembali Beraksi di Agak Laen: Menyala Pantiku!

    Empat Detektif Kocak Kembali Beraksi di Agak Laen: Menyala Pantiku!

    Palapanews.Asia, Jakarta – Setelah sukses besar dengan film Agak Laen yang mencetak jutaan penonton, rumah produksi Imajinari kembali menghadirkan sekuelnya yang tak kalah heboh berjudul Agak Laen: Menyala Pantiku! Karya terbaru dari sutradara sekaligus komika Muhadkly Acho ini menjanjikan aksi penuh tawa, misteri, dan keabsurdan khas geng Agak Laen.

    Film ini menampilkan empat detektif nyentrik, Bene Dion Rajagukguk, Indra Jegel, Oki Rengga, dan Boris Bokir. Ditugaskan memburu seorang buronan yang bersembunyi di sebuah panti jompo. Namun, seperti biasa, misi yang seharusnya serius justru berubah menjadi kekacauan penuh kejadian tak terduga. Dengan taktik penyamaran yang “AgakLaen” pula, keempatnya harus berhadapan dengan para penghuni panti yang punya rahasia masing-masing.

    Muhadkly Acho menyebut film ini bukan sekadar komedi, tetapi juga menghadirkan pesan tentang kemanusiaan dan persahabatan. “Kami ingin penonton tertawa, tapi juga merasa hangat. Di balik kejenakaan para detektif, ada kisah yang menyentuh,” ujar Acho dalam jumpa pers di Senayan, Jakarta (8/10).

    Kehadiran Imajinari sebagai rumah produksi kembali menegaskan kualitas sinema komedi Indonesia yang mampu menggabungkan humor segar dengan cerita yang kuat. Dengan karakter-karakter yang sudah dicintai publik, Agak Laen: Menyala Pantiku! diharapkan mampu mengulangi, bahkan melampaui, kesuksesan film pendahulunya. Film ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia 27 November 2025.