Kategori: GAYA HIDUP

  • Sinergi Hebat: Rapat Persiapan Panitia Sosialisasi Pendidikan GPIB dengan Narasumber Ternama

    Sinergi Hebat: Rapat Persiapan Panitia Sosialisasi Pendidikan GPIB dengan Narasumber Ternama

    Bekasi – Sabtu, 31 Januari 2026 – Di Sekretariat DPP Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) yang berlokasi di Perumahan Bumi Jatiwaringin, Jl. Raya Pondok Gede, Blok F No.7, RT.003/RW.006, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, panitia sosialisasi pendidikan GPIB menggelar rapat persiapan. Hadir dalam acara tersebut Ir. Agung Karang (Ketua Umum DPP GPIB), serta anggota panitia Rika Rachmawati, SE, Dani Hendro, Rahayu Desy Leny , Sonya Mercyna Simorangkir, Nita Agustina, Nurhayati Mustofa, S Erfan Nur Ali, Titik Suparti, Masiyame S.Kom, Fitri Fajar Asih, Triwidowati, Marsahid, Reni Dewayani, Edy Dwiyanto, Lina Herlina dan Suhanah.

    Dalam rapat, peserta membahas berbagai aspek kunci, antara lain rundown acara, penentuan donatur, penataan struktur panitia, serta mendengar ide dan saran dari setiap anggota untuk memastikan kelancaran kegiatan.

    Sosialisasi pendidikan yang akan digelar mengusung tema “Sinergi Hebat Kolaborasi Orang Tua & Anak Menghadapi Tes Kemampuan Akademik & Artificial Intelligence (AI)”. Acara akan menghadirkan narasumber ternama: DR. Rahmawati, S.T, M.Ed (Plt. Kepala Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen) dan DR. Ir. R. Kun Wardana Abyoto, M.Si, PhD (pakar AI), yang juga selaku ketua Umum IPJI dengan moderator DR. Leonard, M.M, M.Pd (Ketua Departemen Kurikulum DPP.GPIB).

    Direncanakan akan diikuti oleh 300 peserta dari berbagai elemen pendidikan, dijadwalkan hadir dalam acara tersebut antara lain Nahdiana, S.Pd., M.Pd. (Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta), dan RUSPRITA Putri Utami, S.E, M.A (Kepala Puspeka Kemendikdasmen), Selain itu akan hadir juga pengurus GPIB dari tingkat DPW DKI Jakarta, DPW Banten, dan DPC sejumlah daerah. Kegiatan tersebut akan berlangsung pada hari Kamis, 5 Februari 2026, pukul 13.00 WIB hingga selesai, di Aula KI Hajar Dirgantara LT.5 Gedung Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Jl. Gatot Subroto Kav 40-41, Kuningan, Jakarta Selatan.

    Acara Rapat tersebut diakhiri dengan sesi foto bersama.

  • SMAN 53 Jakarta Timur Kolaborasi dengan GPIB Salurkan Bantuan untuk Pelajar Terdampak Banjir Bandang di Aceh

    SMAN 53 Jakarta Timur Kolaborasi dengan GPIB Salurkan Bantuan untuk Pelajar Terdampak Banjir Bandang di Aceh

    JAKARTA TIMUR, 19 Januari 2026 – SMAN 53 Jakarta Timur bekerja sama dengan Komite Sekolah dan Organisasi Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) menyelenggarakan penyerahan donasi bantuan bagi pelajar terdampak musibah banjir bandang di Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatra Barat. Acara berlangsung di Ruang Kepala Sekolah SMAN 53 Jakarta, Jl. Cipinang Jaya II, Cipinang Besar Selatan, Kecamatan Jatinegara.

    Bantuan berupa perlengkapan sekolah seperti seragam, alat tulis, dan sepatu dikumpulkan dari donasi Kepala Sekolah, Manajemen Sekolah, Dewan Guru, Komite Sekolah, orang tua murid, OSIS, MPK, Tenaga pendidik dan para siswa yang peduli terhadap kondisi korban bencana.

    Dra. Herawati Sihombing, Kepala Sekolah SMAN 53 Jakarta, menyampaikan bahwa seluruh komponen sekolah memiliki kepedulian tinggi dan mempercayakan penyaluran bantuan kepada GPIB. “Kami ucapkan terima kasih kepada GPIB yang akan menyalurkan apa yang telah diberikan oleh tim SMA Negeri 53,” ujarnya.

    Ir. Agung Karang, Ketua Umum DPP GPIB sekaligus Ketua Komite Sekolah SMAN 53 Jakarta, menjelaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo untuk berempati dan gotong-royong menolong korban bencana. “Untuk pertama kalinya GPIB menerima sumbangan ini, yang akan dialirkan terlebih dahulu ke pelajar SD di Aceh, karena SMP dan SMA jarang ditemui di daerah terdampak,” katanya.

    Mohammad Amiin, Ketua DPC GPIB Jakarta Timur, menambahkan bahwa kolaborasi ini diharapkan dapat berkelanjutan dan mengacu pada Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 Pasal 10 tentang penggalangan dana donasi. GPIB juga telah mendirikan posko di Jakarta Timur untuk menangani bantuan ini.

    Miftahur Rahman, S.Pd, M.Si, Ketua Satgas Peduli GPIB, menyatakan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari program “Pelajar Perduli Sesama Roadshow to School” yang fokus pada pelajar sebagai masa depan bangsa. “Untuk periode pertama akan disalurkan ke Aceh, namun tidak menutup kemungkinan juga akan diberikan kepada korban di Padang dan Sumatera Utara,” jelasnya.

    Hadir pada saat itu wakil kepala Sekolah bidang kesiswaan Bpk Dolly, S.Pd, Bidang Kurikulum ibu Retno S.Pd, Bidang Sarana Prasarana Bpk Yosep, S.Pd dan kepala Tata Usaha ibu Muzenah Fadhilah serta dari GPIB Tina Permatasari, Rini, Icha Rika Rachmawati ,SE
    Dicky, Purwadi, S Erfan Nur Ali dan Titik Suparti.

    Acara diakhiri dengan sesi foto bersama.

  • Penerbangan Terakhir Angkat Skandal Dunia Aviasi dan Isu Manipulasi Relasi

    Penerbangan Terakhir Angkat Skandal Dunia Aviasi dan Isu Manipulasi Relasi

    Palapanews.Asia, Jakarta – Film drama Penerbangan Terakhir produksi VMS Studio siap menghiasi layar bioskop Indonesia mulai 15 Januari 2026. Dibintangi Jerome Kurnia, Nadya Arina, dan Aghni Haque, film ini tidak hanya mengangkat kisah yang menggemparkan dunia penerbangan, tetapi juga membawa pesan penting tentang relasi manipulatif yang kerap dialami perempuan.

    Lewat tokoh Tiara (Nadya Arina), seorang pramugari muda yang masih minim pengalaman dalam percintaan, penonton diajak menyelami perjuangan seorang perempuan saat terjebak dalam hubungan yang penuh manipulasi. Sosok Kapten Deva (Jerome Kurnia), pilot muda berkarisma, digambarkan sebagai pria yang memikat banyak perempuan dengan pesona dan pujian berlebihan, termasuk Tiara.

    Film ini diproduseri oleh Tony Ramesh, dengan Shalu T.M. sebagai produser eksekutif, serta disutradarai oleh Benni Setiawan. Penerbangan Terakhir tidak hanya menyajikan drama intens berlatar dunia aviasi, tetapi juga menjadi refleksi bagi penonton, khususnya perempuan, untuk lebih peka terhadap tanda-tanda manipulasi dalam hubungan.

    Karakter Tiara digambarkan sebagai representasi banyak perempuan yang pernah menjadi korban relasi tidak sehat. Proses bangkit yang ia jalani menjadi simbol kemenangan dan keberanian perempuan untuk mengambil kembali kendali atas hidupnya.

    “Walaupun latar ceritanya di dunia penerbangan, menurutku dinamika cerita dan karakter akan sangat dekat dengan kehidupan penonton. Apa yang dialami Tiara bisa terjadi di mana saja dan pada siapa saja. Ini sering ada di sekitar kita,” ujar Nadya Arina.

    Ia juga menambahkan pesan penting bagi penonton, “Kalau ada laki-laki yang sudah mulai memberi pujian berlebihan, itu saatnya mundur perlahan. Jangan sampai terjebak dalam hubungan yang manipulatif.”

    Sementara itu, Jerome Kurnia mengungkapkan tantangan emosional dalam memerankan Kapten Deva. Ia menyebut karakter tersebut memiliki lapisan emosi yang kompleks, terutama dalam adegan pertengkaran besar antara Deva dan Tiara.

    “Ada satu adegan ketika Deva berusaha merebut kembali cinta Tiara. Pertengkarannya intens, emosinya naik turun, dan itu cukup sulit, apalagi dengan angle kamera yang juga menantang,” ungkap Jerome.

    Antusiasme terhadap Penerbangan Terakhir terlihat sejak sebelum penayangan resmi. Film ini terpilih sebagai salah satu Hot Picks oleh media film internasional Variety. Selain itu, special screening yang digelar pada 10–11 Januari 2026 di 10 kota berhasil menarik perhatian besar, dengan banyak tiket terjual habis. Kota-kota tersebut meliputi Jakarta, Tangerang, Palembang, Bekasi, Malang, Bogor, Depok, Cirebon, Surabaya, dan Makassar.

    “Bagi kami di VMS Studio, cerita ini penting sebagai bagian dari edukasi. Dari pengalaman dan kesalahan, selalu ada kesempatan untuk bangkit. Karakter Tiara menunjukkan hal itu,” ujar produser Tony Ramesh.

     

     

  • Trailer dan Poster Film Titip Bunda di Surga Mu Sarat Makna Cinta Ibu

    Trailer dan Poster Film Titip Bunda di Surga Mu Sarat Makna Cinta Ibu

    Palapanews.Asia, Jakarta – Menghadirkan kehangatan di tengah hiruk-pikuk kehidupan, kolaborasi tiga rumah produksi; RRK Pictures, Spectrum Film, dan Festival Pictures, secara resmi meluncurkan official trailer dan posterfilm drama keluarga terbaru, “Titip Bunda di Surga-Mu”.

    Dalam acara press conferenceyang digelar hari ini di Metropole XXI, Jakarta, film ini diperkenalkan sebagai sajian istimewa untuk menyambut Lebaran tahun ini. Dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 26 Februari 2026, “Titip Bunda di Surga-Mu”bukan sekadar tontonan, melainkan sebuah refleksi tentang arti pulang, memeluk, dan berdamai dengan keluarga.

    Poster dan Trailer yang Berbicara Tentang Cinta Tanpa Syarat

    Official posteryang dirilis hari ini langsung menyentuh hati dengan visual intim Ibu Mozza (Meriam Bellina) yang sedang tidur bersama keluarganya dalam sebuah pelukan hangat. Visual ini menjadi representasi jiwa dari film ini: kehangatan, rasa aman, dan cinta ibu yang tak terbatas.

    Sutradara Hanny R. Saputra menuturkan bahwa film ini adalah karya yang sangat personal baginya. Film ini sangat dekat dengan saya secara emosional. Kehangatan dalam pelukan seorang bunda dan kebersamaan keluarga adalah memori yang sangat kuat, dan itulah yang ingin kami bagikan lewat film ini. ‘Titip Bunda di Surga-Mu’ adalah tentang cinta yang sering kita anggap selalu ada, sampai suatu hari kita sadar betapa berharganya,ungkap Hanny.

     

    Konflik Pelik: Warisan atau Kasih Sayang?Sementara itu, official trailer menyuguhkan dinamika konflik yang intens namun realistis. Penonton diperkenalkan pada tiga bersaudara, Alya (Acha Septriasa), Adam (Kevin Julio), dan Azzam (Abun Sungkar). Ketiganya tengah terhimpit kesulitan ekonomi, merasa jauh dari keluarga, dan diliputi kekecewaan terhadap orang tua.

    Keputusan nekat tiga bersaudara ini menjadi pemicu konflik utama. Namun, tindakan tersebut justru memaksa mereka menghadapi konsekuensi besar yang mengubah hidup dan mendefinisikan ulang arti keluarga bagi mereka. Di sinilah kita ditunjukkan bahwa ada kalanya kasih sayang orang tua berbenturan dengan tekanan ekonomi dan ego anak-anak yang sedang beranjak dewasa.

    Transformasi Meriam Bellina

    Film ini juga menjadi panggung pembuktian baru bagi aktris legendaris, Meriam Bellina. Kerap dikenal dengan peran antagonis yang tajam, kali ini Meriam hadir sebagai sosok Bunda Mozza yang penuh kelembutan.

    Ini peran yang sangat berbeda untuk saya. Biasanya saya dikenal lewat karakter antagonis, tapi di film ini saya menjadi seorang bunda. Ceritanya sangat membekas, karena ‘Titip Bunda di Surga-Mu’ mengingatkan kita semua akan pentingnya pulang, bukan hanya secara fisik, tapi juga secara emosional, kepada keluarga,tutur Meriam Bellina.

    Diangkat dari novel karya Dono Indartodan Zora Vidyanata(yang juga bertindak sebagai penulis skenario), film ini bertabur bintang lintas generasi. Selain nama-nama di atas, film ini turut dibintangi oleh Ikang Fawzi, Zora Vidyanata, Natalie Zenn, Arfan Afif, Chiki Fawzi,dan Asri Welas.

     

     

  • Dodit Mulyanto dan Angga Yunanda Jadi Saudara Kembar di Film Sebelum Dijemput Nenek

    Dodit Mulyanto dan Angga Yunanda Jadi Saudara Kembar di Film Sebelum Dijemput Nenek

    Palapanews.Asia, Jakarta – Film horor-komedi terbaru produksi Rapi Films berjudul Sebelum Dijemput Nenek siap menyapa penonton bioskop Indonesia mulai 22 Januari 2026. Disutradarai oleh pendatang baru Fajar Martha Santosa, film ini menjanjikan perpaduan teror mitos lokal dengan komedi karakter yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

    Antusiasme publik kian terasa sejak trailer resminya dirilis. Media sosial dipenuhi komentar warganet yang menyebut film ini terlihat “lucu tapi tetap bikin tegang”. Tak sedikit pula yang membandingkan nuansa horor-komedinya dengan film-film Thailand yang dikenal piawai meramu humor dan ketegangan secara seimbang.

    Salah satu sorotan utama datang dari duet tak terduga Angga Yunanda dan Dodit Mulyanto yang berperan sebagai saudara kembar, Hestu dan Akbar. Penampilan keduanya langsung memunculkan isu “kembar Dodit-Angga” di kalangan warganet. Banyak yang menilai keduanya tampak semakin mirip di layar, bahkan melahirkan julukan-julukan unik seperti “Dodit Yunanda” hingga menyandingkan Dodit dengan aktor Thailand Mario Maurer versi lokal.

    Perbedaan karakter justru menjadi kekuatan utama cerita. Hestu digambarkan dingin, tertutup, dan memendam amarah, sementara Akbar tampil polos, lugu, dan memiliki kedekatan emosional yang kuat dengan sang Nenek. Dinamika kontras inilah yang memunculkan komedi alami di tengah teror arwah yang membayangi mereka selama tujuh hari.

    Angga Yunanda mengaku antusias menjajal genre horor-komedi untuk pertama kalinya.

    “Begitu ditawari film ini, aku langsung tertarik karena ingin mencoba sesuatu yang berbeda. Di sini aku bisa serius, bisa tegang, tapi juga harus lucu. Respons penonton yang bilang film ini seru dan lucu bikin aku makin nggak sabar menunggu penonton nonton langsung di bioskop,” kata Angga.

    Dodit Mulyanto menambahkan bahwa benturan karakter menjadi sumber humor utama film ini.

    “Yang paling seru justru saat karakter kami saling bertabrakan. Hestu itu serius dan kaku, Akbar santai dan apa adanya. Dari situ komedinya muncul tanpa harus dipaksakan. Humornya hidup karena situasinya dekat dengan keseharian,” ujar Dodit.

    Sutradara Fajar Martha Santosa menjelaskan bahwa sejak awal ia memang ingin horor dan komedi berjalan beriringan.

    “Ketegangan tetap kami bangun, tapi karakter-karakternya memberi ruang untuk tertawa. Dodit dan Angga punya warna yang sangat kontras, dan kontras itu membuat ceritanya terasa lebih manusiawi dan menghibur,” ungkap Fajar.

    Selain duo pemeran utama, Sebelum Dijemput Nenek juga diperkuat oleh deretan pemain pendukung seperti Oki Rengga, Wavi Zihan, dan Nopek Novian. Sejumlah cameo yang ramai dibicarakan, termasuk Eri Pras dan Tante Ernie, turut menambah kejutan dan warna komedi. Menurut tim produksi, kehadiran cameo dipilih secara selektif agar tetap menyatu dengan cerita, bukan sekadar pemanis.

    Produser Sunil Samtani menegaskan film ini menjadi bagian dari komitmen Rapi Films dalam mengembangkan horor-komedi berbasis budaya lokal.

    “Film ini memadukan mitos kematian, konflik keluarga, dan komedi karakter dalam satu cerita yang utuh. Selain itu, Sebelum Dijemput Nenek juga menjadi debut penyutradaraan Fajar Martha Santosa, sejalan dengan komitmen kami memberi ruang bagi talenta baru,” jelas Sunil.

    Ia berharap penonton mendapatkan pengalaman menonton yang lengkap.

    “Harapannya, penonton bisa tertawa, tegang, lalu tertawa lagi, dan pulang dari bioskop dengan perasaan terhibur,” tambahnya.

    Dengan respons positif sejak trailer dirilis, dinamika unik Dodit–Angga, serta kejutan cameo yang disiapkan, Sebelum Dijemput Nenek digadang-gadang menjadi salah satu film horor-komedi paling dinantikan di awal 2026.

     

     

  • Permendikbudristek No. 46/2023 Jadi Fokus Roadshow Anti-Bullying GPIB di SMPN 167

    Permendikbudristek No. 46/2023 Jadi Fokus Roadshow Anti-Bullying GPIB di SMPN 167

    JAKARTA TIMUR, RABU (14/01/2026) – Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) menggelar roadshow penyuluhan Anti-Bullying dan Pencegahan Kekerasan di Sekolah (PABK) di SMPN 167 Jakarta Timur, berlokasi di Komp. PTB, Kecamatan Duren Sawit. Kegiatan ini bertujuan mengedukasi siswa kelas VII-VIII serta perwakilan OSIS dan MPK tentang pencegahan dan penanganan kekerasan berdasarkan Permendikbudristek No. 46 Tahun 2023.

    Acara dihadiri oleh Kasatlak Pendidikan Kecamatan Duren Sawit Ibu Farida Farhah, S.Psi (mewakili Kasudin Wilayah 1 Jakarta Timur), Kepala Sekolah SMPN 167 Tumeri, S.Pd, M.T, Ketua Umum DPP GPIB Ir. Agung Karang, serta narasumber Dandy Chaprianto H. SH.MH (Ketua DPW GPIB DKI Jakarta), Ketua Komite Sekolah SMPN 167 Jakarta Timur Arief R, Juga hadir pengurus GPIB dari DPP dan DPW DKI Jakarta, serta pengurus Komite Sekolah SMPN 167.

    Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa Permendikbudristek No. 46 Tahun 2023 menggantikan Permendikbud No. 82 Tahun 2015, yang bertujuan menciptakan lingkungan belajar aman dan bebas kekerasan. Peraturan tersebut mencakup pencegahan, penanganan, dan pemulihan bagi seluruh warga sekolah, serta mendefinisikan berbagai bentuk kekerasan seperti fisik, psikis, seksual, perundungan, diskriminasi, dan intoleransi beserta langkah penanganannya.

    Roadshow ini bertujuan meningkatkan kesadaran tentang kekerasan di sekolah, membangun lingkungan inklusif, memperkuat Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK), menyosialisasikan mekanisme pelaporan, memberdayakan siswa sebagai agen perubahan, menjamin perlindungan hukum, serta memberikan dukungan bagi korban.

    Pada sesi tanya jawab, siswa seperti Shasa Angelica (Kelas VIII G) dan Catur Pamungkas (Kelas VIII B) mengajukan pertanyaan tentang hubungan introversi dengan bullying serta cara menangani isu tersebut di Indonesia.

    Untuk mengantisipasi bullying, SMPN 167 telah menyediakan barcode pengaduan di setiap meja atau kursi kelas. Barcode tersebut tidak hanya berisi formulir pengaduan, tetapi juga memungkinkan siswa untuk melaporkan kondisi suasana hati mereka dengan pilihan jawaban yang akan langsung terkirim ke guru BK jika ada indikasi masalah.

    “Alhamdulillah, hari ini SMP 167 dapat tamu luar biasa yang selaras dengan tujuan pendidikan kita. Gerakan ini menyampaikan informasi tentang bullying secara langsung kepada anak-anak yang bersangkutan,” ujar Kepala Sekolah Tumeri, S.Pd, M.T.

    Dia menambahkan bahwa sekolah berkomitmen untuk lebih tanggap terhadap permasalahan kekerasan di sekolah. Melalui barcode pengaduan, pihak sekolah berusaha menjemput masalah siswa sebelum menjadi lebih serius, dengan harapan tingkat kenakalan anak dapat menurun dan siswa merasa aman belajar.

    Sementara itu, Ir. Agung Karang menjelaskan bahwa program roadshow ini akan digelar di seluruh Jakarta dan diharapkan dapat berkembang ke daerah lain. “Tujuannya untuk menciptakan suasana sekolah yang aman, bersih, dan nyaman serta mengurangi dampak bullying maupun kekerasan yang sering terlihat di media sosial,” ucapnya.

    Ia juga menyampaikan bahwa GPIB adalah wadah pemerhati pendidikan yang terdiri dari berbagai kalangan profesional dan menaungi lebih dari 300 ribu sekolah dari Sabang sampai Merauke. Pada bulan Desember-Januari lalu, organisasi ini meraih peringkat pertama dalam Indeks Kinerja Ormas (IKO) dengan nilai 86,18, dengan tujuan menggerakkan peran serta masyarakat dalam mewujudkan pendidikan baru.

  • SDN 06 Pulogebang Berkolaborasi Bersama BKM Buka Bank Sampah “Go Green 06”

    SDN 06 Pulogebang Berkolaborasi Bersama BKM Buka Bank Sampah “Go Green 06”

    JAKARTA TIMUR, 13 JANUARI 2026 – SDN 06 Pulogebang bekerja sama dengan Bio Karya Mandiri (BKM) menyelenggarakan acara edukasi pengelolaan sampah sekaligus meluncurkan “Go Green 06” di Jl. Komarudin Lama, RT.9/RW.5, Kecamatan Cakung. Bertema “Buat Sampah Jadi Berkah”, kegiatan ini diikuti oleh siswa, orang tua murid, komite sekolah, dan guru.

    Acara dibuka oleh Kepala Sekolah Paranggi Rismoko Hadi, M.Pd, yang menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya membentuk generasi muda yang peduli lingkungan. Turut hadir dari BKM adalah Ketua Marwan beserta tim pemilah sampah Tri Samiyono, Sudarto, Sugiarto, serta anggota sekretaris Pramuditha Kesumawardhani dan Esty Puspitasari yang memberikan paparan tentang pengelolaan sampah yang efektif.

    Pada sesi edukasi, tim BKM menjelaskan cara pemilahan sampah berdasarkan jenisnya:

    – Sampah Organik: Sisa makanan, dedaunan, kulit buah dan sayuran, serta kotoran hewan peliharaan, yang dapat diolah menjadi pupuk kompos atau biogas.
    – Sampah Anorganik Bisa Daur Ulang: Kertas dan karton, botol plastik, kaleng logam, gelas kaca, serta barang elektronik layak diperbaiki atau didaur ulang.
    – Sampah Anorganik Tidak Bisa Daur Ulang: Kantong plastik tipis, styrofoam, kain bekas tidak layak pakai, dan limbah medis yang tidak dapat diolah kembali.
    – Sampah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun): Baterai bekas, lampu neon, cat bekas, dan obat kadaluarsa, yang perlu dikelola secara terpisah untuk menghindari pencemaran.

    Sebagai bagian kerja sama, BKM akan melakukan pengumpulan dan penimbangan minyak jelantah (mijel) dari setiap kelas secara rutin dua pekan sekali. Setiap kelas mendapatkan wadah khusus untuk menyimpan mijel yang dikumpulkan siswa dari rumah. Tim BKM akan datang setiap bulan untuk menimbang dan mencatat hasil per kelas. Mijel yang terkumpul akan diolah menjadi sabun atau biodiesel, dengan sebagian hasil penjualan dialokasikan untuk kegiatan ekstrakurikuler lingkungan sekolah.

    Peserta juga mendapatkan pengetahuan tentang pengolahan sampah menjadi produk bernilai dan langkah praktis yang dapat diterapkan di rumah serta sekolah. Sebagai bagian dari “Go Green 06”, sekolah akan memasang tempat sampah berwarna berbeda untuk memudahkan pemilahan di setiap area. Peluncuran program ini menjadi tonggak awal untuk menjadikan SDN 06 Pulogebang sebagai sekolah ramah lingkungan.

    Kepala Sekolah Paranggi Rismoko Hadi, M.Pd menyatakan, “Saya sangat senang karena dengan sosialisasi ini, anak-anak bisa mendapatkan edukasi pengelolaan sampah sejak dari sumbernya. Sampah adalah PR bersama yang harus dijadikan solusi agar bumi tetap hijau.” Ia berharap kegiatan ini tidak hanya berjalan di sekolah tetapi juga menjadi pembiasaan di rumah siswa.

    Ketua Komite SDN 06 Pulogebang Riny Oktavianti mengungkapkan, “Kegiatan ini bagus untuk edukasi anak-anak agar mereka mengerti daur ulang. Harapan kita, dengan program Bank Sampah ini, sekolah bisa maju dan anak-anak paham bahwa menabung sampah bisa bermanfaat dan menghasilkan.”

    Sekretaris Komite Siti Aisyah menjelaskan manfaat edukasi tersebut, “Siswa akan belajar membedakan sampah yang bermanfaat dan tidak. Di Jakarta yang sering mengalami banjir, anak-anak pun bisa mengerti pentingnya membuang dan memanfaatkan sampah dengan benar.”

    Bendahara Komite Endang Rahayu menekankan, “Edukasi ini sangat penting untuk anak-anak, orang tua, komite, dan warga sekolah agar mereka memahami lebih dalam tentang sampah.”

    Tri Samiyono dari BKM yang mewakili Ketua Marwan menyampaikan tujuan kegiatan, “Kita berfokus pada edukasi masyarakat. Peluncuran ‘Go Green 06’ di SDN 06 Pulogebang menunjukkan bahwa kita bisa menjangkau semua lini. Intinya adalah bagaimana mengedukasi masyarakat untuk memperlakukan sampah dengan benar ke depannya.” Ia menambahkan bahwa edukasi sejak SD diharapkan dapat mengurangi volume sampah Jakarta yang sudah hampir mencapai tahap darurat.

    Esty Puspitasari dari sekretaris BKM menyatakan, “Kita mensosialisasikan bank sampah kepada masyarakat dan siap memberikan edukasi kepada sekolah atau pihak lain yang membutuhkan.”

    Bendahara Sekolah Neu Serta Siregar mengungkapkan, “Pengelolaan sampah penting untuk mengedukasi anak-anak agar mereka paham efek buang sampah sembarangan dan manfaat pengelolaan yang baik. Sejak dini kita berikan pendidikan untuk menjaga alam agar tetap asri.”

  • CAPER Siap Menggila! Bongkar Dunia Pinjol dengan Komedi Konyol

    CAPER Siap Menggila! Bongkar Dunia Pinjol dengan Komedi Konyol

    Palapanews.Asia, Jakarta – Setelah meraih kesuksesan besar lewat serial Pay Later, Scovi Films bersama RAPI Films resmi melangkah ke layar lebar dengan menghadirkan film berjudul Check Out Sekarang, Pay Later (CAPER). Film ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 6 Februari 2026, sekaligus menandai debut layar lebar perdana Scovi Films.

    Disutradarai oleh Surya Ardy Octaviand, film CAPER menghadirkan cerita baru yang berdiri sendiri dan bukan lanjutan dari serial Pay Later. Meski begitu, film ini tetap menghadirkan duo yang sudah sangat dicintai penonton, Amanda Manopo dan Fajar Sadboy, yang kembali berperan sebagai kakak-beradik dengan chemistry unik dan penuh kelucuan.

    Film ini diproduseri oleh Surya Ardy Octaviand bersama Sunar S Samtani, dengan naskah yang ditulis Ardy bersama Widya Arifianti, penulis peraih Piala Citra FFI 2025. Deretan pemain lain yang turut meramaikan CAPER antara lain Devano Danendra, Jovial Da Lopez, Sastra Silalahi, Wavi Zihan, Kaneishia Yusuf, Shanice Margaretha, Merry Sanger, Richard Derrick, dan Martin Carter.

    Dalam poster resminya, Amanda Manopo tampil mencolok dengan mahkota dan selempang khas kontes kecantikan. Sementara Devano Danendra mencuri perhatian lewat gaya nyentrik, mulai dari rambut poni lempar hingga kacamata besar berwarna hitam-kuning. Nuansa komedi absurd pun sudah terasa sejak visual promosi film dirilis.

    Trailer resmi CAPER menampilkan Amanda Manopo sebagai Tina, seorang pemenang kontes kecantikan yang hidup boros dan terjebak utang pinjaman online. Tina tinggal bersama adiknya, Umski (Fajar Sadboy), serta sang nenek yang diperankan Merry Sanger. Demi melunasi utang dan membiayai keluarganya, Tina terpaksa bekerja di kantor pinjaman online.

    Produser Sunar S Samtani mengungkapkan alasan IP Pay Later kembali dihadirkan dalam bentuk film.

    “IP Pay Later sangat dicintai oleh penonton Indonesia. Karakter Amanda Manopo dan Fajar Sadboy terbukti menjadi pasangan kakak-adik yang sangat menghibur. Saat Ardy membawa ide ini, kami ingin melihat perjalanan mereka dari sudut pandang yang benar-benar baru,” ujar Sunar saat konferensi pers yang di gelar di Plaza Senayan XXI, Jakarta (6/1).

    Kesuksesan Pay Later memang tak main-main. Pada 2024, serial ini menjadi salah satu kata kunci Top Trending kategori Film/TV Serial di Google Indonesia, bertahan di posisi Top 1 Netflix selama tiga bulan, serta masuk Top 10 Serial Indonesia di Netflix selama enam bulan.

    Surya Ardy Octaviand menegaskan bahwa CAPER bukan sekadar pengulangan cerita lama.

    “Film ini sangat spesial bagi Scovi Films karena ini karya layar lebar pertama kami. Ceritanya benar-benar baru, karakternya baru, dunianya berbeda. Bukan sekuel. Plotnya lebih kompleks, lebih konyol, dan komedinya dirancang untuk benar-benar menghibur,” katanya.

    Dalam perjalanannya, Tina bertemu Mail (Devano), korban pinjol ilegal lain yang juga tengah terjerat masalah. Tanpa disadari, mereka justru terseret ke dalam upaya membongkar jaringan besar pinjol ilegal yang melibatkan orang-orang berpengaruh.

    Amanda Manopo mengaku menikmati kembali perannya yang penuh kekonyolan.

    “Penonton bakal lihat kekonyolanku bareng Fajar lagi. Capek sih harus berhadapan sama dia, tapi seru banget. Di film ini ceritanya benar-benar baru dan lebih gila,” ujar Amanda sambil tertawa.

    Hal senada disampaikan Fajar Sadboy.

    “Aku senang banget bisa satu project sama Kak Manda lagi. Chemistry kami udah dapet banget. Kalian bakal lihat aksi kocak dan konyol kami berdua di CAPER,” katanya.

    Sementara itu, Devano Danendra mengaku tertantang dengan peran barunya.

    “Di sini aku tampil beda banget, mungkin kayak ‘jamet’. Aku berperan sebagai Mail, DJ yang adiknya juga kena pinjol. Bareng Amanda dan Fajar, aku ikut membongkar siapa dalang pinjol ilegal,” ungkap Devano.

    Film Check Out Sekarang, Pay Later (CAPER) siap menyuguhkan komedi segar, kritik sosial, dan kekonyolan khas yang dekat dengan realitas masyarakat. Saksikan aksinya di bioskop Indonesia mulai 5–6 Februari 2026.

     

  • Bukan Sekadar Horor KAFIR Gerbang Sukma Buka Dosa Lama

    Bukan Sekadar Horor KAFIR Gerbang Sukma Buka Dosa Lama

    Palapanews.Asia, Jakarta – Setelah delapan tahun meninggalkan jejak kuat di genre horor Indonesia, semesta KAFIR akhirnya kembali dibuka. Starvision secara resmi merilis official trailer dan poster film KAFIR, Gerbang Sukma dalam acara press conference yang digelar di Metropole XXI, Jakarta, Selasa (6/1).

    Film ini merupakan kelanjutan dari KAFIR: Bersekutu dengan Setan (2018), yang dikenal sebagai horor tanpa hantu dengan teror psikologis yang membekas. Disutradarai kembali oleh Azhar Kinoi Lubis, KAFIR, Gerbang Sukma membawa penonton masuk lebih dalam ke sisi kelam keluarga Sri, kisah yang ternyata belum pernah benar-benar selesai.

    Dalam trailer perdana yang ditayangkan, atmosfer mencekam langsung terasa lewat potongan adegan yang intens dan emosional. Konflik keluarga Sri kembali memuncak saat Andi dan Rani hadir bersama anak mereka, disusul perilaku janggal sang kakek dan nenek. Semua mengarah pada satu pertanyaan besar: dosa masa lalu apa yang belum terbayar, dan siapa yang harus menanggung akibatnya.

    Produser Chand Parwez Servia menyampaikan bahwa film ini dikembangkan dengan pendekatan yang lebih matang dan personal. Menurutnya, sekuel ini bukan sekadar melanjutkan cerita, tetapi memperdalam trauma, rasa bersalah, dan dendam yang tumbuh dalam lingkup keluarga.

    “Terornya dekat dengan kehidupan kita sehari-hari, dan justru di situ letak kengerian terbesarnya,” ungkap Chand.

    Senada dengan itu, sutradara Azhar Kinoi Lubis menjelaskan bahwa Gerbang Sukma akan menghadirkan horor yang lebih kuat, baik secara visual maupun emosional. Aksi para pemain ditampilkan lebih total, dengan ketegangan yang terus dibangun tanpa memberi ruang aman bagi penonton.

    Penulis skenario Upi menambahkan, film ini membuka lapisan cerita yang lebih gelap dari masa lalu Sri. Kesalahan yang belum tuntas tak hanya menghantui dirinya, tetapi juga menyeret anak dan cucunya ke dalam pusaran teror yang tak terhindarkan.

    “Ini horor yang sangat personal, tentang keluarga, rasa bersalah, dan konsekuensi,” ujarnya.

    Para pemain pun merasakan tantangan yang jauh lebih besar dibanding film sebelumnya. Putri Ayudya, yang kembali memerankan Sri, menyebut film ini mengalami peningkatan signifikan dari sisi emosi, ketegangan, hingga teror. Sementara Rangga Azof mengaku perannya kali ini menuntut eksplorasi karakter yang lebih dalam dan berlapis.

    Dengan deretan pemain lama dan baru seperti Putri Ayudya, Rangga Azof, Nadya Arina, Indah Permatasari, Asha Assuncao, Arswendy Bening Swara, hingga Muthia Datau, serta dukungan musik dari Aghi Narottama, KAFIR, Gerbang Sukma siap membawa horor keluarga ini ke level yang lebih gelap dan intens.

    Film KAFIR, Gerbang Sukma dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 29 Januari 2026.

     

     

  • Bayang-Bayang Komersialisasi Sekolah Negeri: Dugaan Jaringan Penjualan LKS Menguat di Demak

    Bayang-Bayang Komersialisasi Sekolah Negeri: Dugaan Jaringan Penjualan LKS Menguat di Demak

    PALAPANEWS.ASIA, DEMAK –

    Dugaan praktik penjualan Lembar Kerja Siswa (LKS) secara terstruktur di sejumlah SMP Negeri di Kabupaten Demak kian menguat. Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber menunjukkan pola lama yang terus berulang, rapi, dan berlangsung bertahun-tahun, seolah menjadi kebiasaan yang dinormalisasi di lingkungan sekolah negeri.

    Sorotan mengarah pada Eko Widodo S.Pd, M.Pd, Ketua MKKS SMP Negeri Demak. Ia juga menjabat sebagai Kepala SMP Negeri 4 Demak serta Pelaksana Tugas Kepala SMP Negeri 1 Demak Kota. Sejumlah pihak menduga yang bersangkutan mengetahui, bahkan terlibat, dalam praktik lama penjualan LKS yang hingga kini belum tersentuh pengawasan efektif.

    Sumber internal mengatakan, dari kalangan penyuplai atau penerbit LKS mendominasi mata pelajaran inti. PAI, Bahasa Indonesia, Bahasa Jawa, IPS, dan PJOK disebut telah “dibagi” penyuplainya. Pola ini memperkuat indikasi bahwa penjualan LKS di sekolah negeri sudah diatur rapi, terstruktur dan masif, memastikan pasar tetap setiap tahun ajaran, menutup ruang kompetisi sehat, serta meniadakan pilihan bagi sekolah dan orang tua.

    Arahan pembelian LKS, menurut sumber, jarang tertulis. Instruksi informal yang sudah menjadi kebiasaan menciptakan tekanan kultural di sekolah agar mengikuti arus. Sekolah yang mencoba keluar dari pola tersebut berisiko dianggap menyimpang. Dampaknya nyata: siswa dan orang tua menanggung beban biaya dari produk yang tidak termasuk kebutuhan wajib kurikulum.

    Indikasi pungutan liar menguat karena beberapa fakta mendasar. LKS bukan buku wajib kurikulum, melainkan bahan pendamping. Sekolah negeri dilarang menjual buku atau mewajibkan pembelian dari penerbit tertentu. Tidak ada dasar hukum yang membenarkan keterpaksaan pembelian oleh siswa. Jika benar terdapat aliran keuntungan ke pihak-pihak tertentu, praktik ini berpotensi melanggar hukum administrasi hingga pidana.

    Regulasi pendidikan sejatinya tegas melarang komersialisasi di sekolah negeri, termasuk penjualan LKS oleh sekolah atau guru serta penunjukan penerbit tertentu. Namun, lemahnya pengawasan membuat praktik lama ini terus berjalan, berganti nama namun tetap dengan pola yang sama.

    Meski nilai per siswa tampak kecil, akumulasi dari seluruh SMP Negeri di Demak berpotensi mencapai ratusan juta rupiah setiap tahun ajaran. Kerugian yang ditimbulkan bukan semata finansial, melainkan juga merusak integritas pendidikan publik dan menggerus kepercayaan orang tua.

    Penjualan LKS oleh sekolah negeri bukan sekadar pelanggaran etika. Jika terbukti ada penyalahgunaan kewenangan dan aliran dana tidak sah, praktik ini dapat masuk kategori pungutan liar sebagaimana diatur dalam undang-undang tindak pidana korupsi

    Jurnalis : Irma