Kategori: Nasional

  • Mendengar jeritan Hati seniman Betawi, Sebuah Diskusi Dari YASBI

    Mendengar jeritan Hati seniman Betawi, Sebuah Diskusi Dari YASBI

    PALAPANEWS.ASIA, JAKARTA –

    Yayasan Pelestarian dan Pengembangan Budaya Betawi (YASBI) selenggarakan diskusi publik bertajuk “Mendengar Jeritan Hati Seniman Betawi” yang digelar di Cagar Budaya Betawi Setu Babakan, Jakarta Selatan, Senin (30/06/2025).

    Dalam sambutannya, ketua penyelenggara Jalih Pitoeng mengungkapkan bahwa acara tersebut sebagai bentuk keprihatinan terhadap nasib para pelaku seni dan budaya Betawi yang terzolimi karena uangnya di korupsi.

    Dibuka dengan semarak penampilan Tari Burung Raja Udang, Palang Pintu, Gambang Kromong, Silat Betawi, hingga Band Betawi, acara tersebut menjadi ajang refleksi sekaligus seruan untuk memperkuat komitmen pelestarian budaya lokal di tengah arus modernisasi.

    Diskusi publik ini juga menghadirkan beragam tokoh dari berbagai latar belakang, mulai dari para pegiat seni budaya, tokoh masyarakat dan jawara, budayawan, akademisi, legislator, hingga perwakilan ormas keagamaan.

    Jalih Pitoeng, Ketua Umum YASBI sekaligus aktivis pegiat anti-korupsi, memandu diskusi sebagai moderator.

    “Kami ingin suara seniman Betawi benar-benar didengar oleh bapaknya, dalam hal ini dinas kebudayaan. Jadi mereka bukan hanya sekedar seremonial belaka,” ungkap Jalih Pitoeng dalam pembukaannya, Senin (30/06/2025).

    “Saya hanya membuka gerbang perjuangan bagi para pegiat seni budaya Betawi agar mereka sadar bahwa uang mereka telah dikorupsi,’ lanjutnya menjelaskan.

    “Oleh karena itu, saya ingin akan lahir Pitoeng-Pitoeng muda untuk melanjutkan perjuangan ini,” katanya menandaskan.

    Sebelumnya, Aktivis Betawi yang dikenal lantang dan kritis ini juga mengajak para generasi muda untuk mempertahankan, mengembangkan sekaligus mempromosikan seni budaya Betawi ke kancah internasional.

    “Dalam rangka memperingati 498 kota Jakarta yang akan menjadi kota dunia dan berbudaya, maka harapan kita adalah agar para generasi muda mampu mempertahankan, mengembangkan serta mempromosikan seni budaya Betawi ke kancah internasional,” pinta Jalih Pitoeng melanjutkan.

    “Apalagi saat ini, diera digitalisasi dan globalisasi dimana batas dunia hanya berada diujung jari,” imbuhnya mengingatkan.

    “Apa yang kita lakukan disini saat ini bisa disaksikan dibelahan dunia lainnya. Begitu juga sebaliknya. Anak-anak kita lebih mencintai K-Pop ketimbang Gambang Kromong. Mereka lebih menyukai salad ketimbang gado-gado misalnya misalnya,” Jalih Pitoeng mengingatkan.

    Dalam pidatonya yang penuh semangat, ketua umum YASBI sekaligus ketua umum FORMASI (Forum Aliansi Masyarakat Anti Korupsi) ini juga menyinggung tentang pentingnya kerjasama dalam memelihara dan membangun budaya.

    “Kita tidak bisa bekerja sendirian,” imbuh Jalih Pitoeng.

    “Oleh karena itu kita butuh kerjasama dan sama-sama kerja,” tegasnya.

    “Oleh karena itu, dalam kesempatan yang singkat ini, saya ingin mengkonfirmasi tentang adanya isyu-isyu miring dan spekulasi negatif tentang adanya pendapat, anggapan dan tuduhan bahwa kehadiran YASBI bukan sebagai kompetitor atau pesaing bagi lembaga yang telah ada, tapi menjadi mitra,” Jalih Pitoeng menjelaskan.

    “Baik kepada para pegiat seni budaya, kepada pemerintah dalam hal ini dinas kebudayaan maupun terhadap lembaga yang telah ada seperti LKB misalnya,” lanjut Jalih Pitoeng menegaskan.

    “Bahkan saya sudah sering berkoordinasi dengan bang Haji Becky Mardani tentang kerjasama dan berbagi peran dalam memajukan budaya Betawi,” lanjutnya.

    “Hari inipun beliau sangat ingin hadir kesini. Namun karena ada acara yang bersamaan di Cibubur yang telah lama teragendakan, maka beliau hanya menitip salam buat kita semua,” kata Jalih Pitoeng.

    Menurut Jalih Pitoeng, YASBI yang dilahirkan dari rahim FORMASI yang berdarah-darah bahkan Caesar, bahwa YASBI memiliki tanggung jawab yang besar terhadap pelestarian dan pengembangan seni budaya Betawi.

    “YASBI ini terlahir dari rahim ibu kandungnya yaitu FORMASI,” kata Jalih Pitoeng.

    “Kami FORMASI bersama pak Fuji Surono yang juga dibantu oleh bang Ubay dan kawan-kawan, bukanlah hal yang mudah untuk mengungkap dugaan korupsi ratusan miliar di dinas kebudayaan DKI Jakarta,” kata Jalih Pitoeng.

    “Karena belasan tahun pristiwa ini belum pernah terjadi,” ungkapnya.

    “Jadi terungkapnya kasus dugaan korupsi ratusan miliar dinas kebudayaan ini bukan karena saya bang Jalih Pitoeng hebat. Bukan pula bang Ubay hebat,” sambungnya menjelaskan.

    “Tapi ini merupakan hasil dari kerjasama secara kolektif kolegial,” imbuhnya.

    “Terutama pak Fuji. Seorang ASN yang memiliki kepedulian tinggi terhadap seni budaya Betawi,” kata Jalih Pitoeng menandaskan.

    “Beliaulah yang mensuplai data dan dokumen yang sangat dibutuhkan dalam rangkap pengungkapan adanya korupsi dan manipulasi yang terstruktur di dinas kebudayaan DKI Jakarta,” Jalih Pitoeng menandaskan.

    “Jadi semua ini semata hanya karena Allah SWT,” tegasnya seraya mengutip salah satu ayat Al-Qur’an surat Muhammad.

    “Sehingga, jika ada pendapat dan tuduhan bahwa saya mencari panggung, mencari keuntungan recehan, itu adalah asumsi yang sangat keliru,” tegasnya.

    “Panggung saya sudah selesai. Tahun 2019 dimana saya dituduh sebagai otak perencana penggagalan pelantikan presiden dan saya dipenjara,” kenang Jalih Pitoeng.

    “Saya hanya ingin mengabdikan diri kepada bangsa ini yaitu bangsa Betawi,” ungkapnya.

    “Tak lupa dalam kesempatan yang berbahagia ini kita juga mengucapkan terimakasih kepada pihak Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta yang telah mendukung pengungkapan korupsi di dinas kebudayaan ini,” ungkap Jalih Pitoeng.

    “Kemudian, kami juga mengucapkan terimakasih kepada Dinas kebudayaan DKI Jakarta, baik bidang pembinaan maupun bidang pemanfaatan serta kami ucapkan terimakasih pula kepada pihak UPK Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan yang telah memberikan apresiasi kepada kita sekaligus mendukung acara ini,” kata Jalih Pitoeng memaparkan.

    “Semua ini atas bantuan dinas kebudayaan. Jika tidak, kita tidak akan berkumpul disini,” sambungnya menegaskan.

    “Oleh karena itu, perlu saya tegaskan bahwa acara ini adalah dari kita, oleh kita, untuk kita dan bukan dari atau untuk yang lain,” tegasnya.

    Sebagai salah satu penggagas, Jalih Pitoeng juga menegaskan bahwa YASBI bukan organisasi pengemis, pemeras apalagi penjilat.

    “YASBI dibangun tidak dalam orientasi mengemis atau memeras,” ungkapnya tegas dan lantang.

    “Perlu saya tegaskan, bahwa saya Jalih Pitoeng bukan tipikal orang yang gebrak meja pejabat lalu pulang bawa berkat,” Jalih Pitoeng menegaskan dengan suara menggema.

    “YASBI dibangun untuk melakukan upaya dan tindakan-tindakan korektif terhadap pristiwa koruptif dan manipulatif,” sambungnya.

    “Tapi YASBI dibangun dengan tujuan yang luhur dan mulia dalam menjaga, memelihara dan melestarikan budaya Betawi secara kooperatif dan konstruktif,” tegasnya melanjutkan.

    “YASBI juga dibangun bukan dengan orientasi mengemis atau mendapatkan dana hibah. Tapi YASBI dibangun untuk berperan aktif memberikan ide dan gagasan serta merumuskan formulasi tentang peta jalan dinas kebudayaan termasuk mengusulkan anggaran pelatihan dan pemberian penghargaan terhadap para guru-guru silat dan para pelatih kesenian tradisi Betawi,” lanjutnya menegaskan.

    Jalih Pitoeng yang merupakan kerabat dari sang maestro silat tradisi Beksi kong haji Hasbullah inipun menegaskan bahwa dirinya sangat mencintai silat tradisi Beksi.

    “Karena saya sangat mencintai budaya Betawi terutama silat tradisi Beksi,” Jalih Pitoeng menegaskan.

    Sedangkan salah satu anggota DPRD DKI Jakarta dari Partai Kebangkitan Bangsa yang merupakan salah satu Nara sumber dalam diskusi tersebut, Yusuf Sahid, mengangkat satu isu utama yang mengemuka tentang persoalan anggaran kebudayaan.

    Anggota DPRD DKI Jakarta kelahiran tanah Betawi ini menyoroti lemahnya pengawasan terhadap penyusunan anggaran kebudayaan.

    “Selama ini program pelestarian budaya Betawi lebih banyak bersifat simbolis. Kami mendorong transparansi dan peningkatan alokasi yang benar-benar menyentuh kebutuhan komunitas seni,” ungkap Yusuf.

    Kritik ini diamini para pelaku budaya yang hadir, termasuk sutradara teater dari Sanggar Betawi, Anto Ristargie, yang mengaku sering mengalami kesulitan dalam memproduksi karya lantaran terbatasnya dukungan logistik.

    Penampilan teatrikal yang diberi judul “Garong” merupakan ekspresi dari kekecewaan dari para pegiat seni budaya di Jakarta.

    Penampilan teater Cermin yang sangat ekspresif dalam mengemas ketikan dalam konsep seni teater inipun disambut meriah oleh semua yang hadir. Terutama bagi para pegiat seni budaya yang terzolimi akibat anggarannya dikorupsi.

    KH. Luthfi Hakim, MA, yang hadir sebagai narasumber dalam kapasitasnya sebagai Wakil Ketua PWNU DKI Jakarta, menyampaikan bahwa pentingnya peran lembaga adat dan ulama dalam merawat identitas kebudayaan Betawi yang lekat dengan nilai-nilai keislaman.

    “Budaya Betawi lahir dari rahim keagamaan yang kuat. Pelestarian budaya harus berjalan beriringan dengan penguatan karakter spiritual dan moral masyarakat,” ungkapnya.

    “Maka didalam mengimplementasikan undang-undang DKJ No. 2 tahun 2024 kita membutuhkan Lembaga Adat,” kata Kiayi yang juga merupakan ketua umum organisasi terbesar di Betawi FBR.

    Menurutnya, sudah banyak upaya-upaya yang telah dilakukan sebagai percepatan lahirnya Perda atau Pergub tentang Lembaga Adat Betawi.

    “Kita saat ini, sudah banyak dukungan dari beberapa daerah dari para pemangku adat,” ungkap kiayi yang dikenal sangat merakyat ini.

    “Kita sudah mendapat dukungan yang terus mengalir. Mulai dari Batam, Riau, Aceh bahkan dari Yogyakarta,” kata Kiayi Lutfi dengan penuh semangat.

    “Artinya, bahwa kehadiran Lembaga adat Betawi ini adalah sebuah keniscayaan,” imbuhnya.

    “Cuman kan yang banyak yang pada kagak ngarti. Jadi pada ngeributin soal ini,” celetuk nya.

    “Apa yang mau diributin. Orang lembaga adatnya aja belon dibentuk. Jadi kita ngeributin pepesan kosong,” sindirnya.

    Salah satu Budayawan Betawi Yahya Andi Saputra, yang juga merupakan salah satu narasumber dalam diskusi publik tersebut mendorong agar para pegiat seni budaya Betawi dilibatkan aktif dalam perumusan kebijakan publik, tidak hanya sebagai pelaksana hiburan semata.

    “Sudah saatnya seniman menjadi subjek, bukan objek. Mereka harus menjadi bagian dari keputusan, bukan hanya pelengkap seremoni,” kata Yahya menegaskan.

    Sementara tokoh jawara Betawi HK. Damin Sada yang hadir sejak pagi dalam diskusi tersebut sangat menyesalkan telah terjadinya korupsi di dinas kebudayaan tersebut.

    “Saya sudah bilang dari lima tahun lalu soal kekacauan dan korupsi ini,” ungkap ketua umum JAJAKA.

    “Makanya, Kadis itu stampelnya cukup satu,” sindirnya.

    “Ini kan udah jadi kadis juga, tapi jadi EO juga,” sindirnya tegas.

    “Makanya kedepan nanti, para sanggar atau pegiat seni budaya harus menyelenggarakan acara sendiri,” pinta Damin Sada.

    “Supaya dapat bayarannya langsung dari dinas. Kagak dipotong-potong kayak yang udah-udah,” Damin Sada mengingatkan.

    Jawara Betawi sekaligus pendiri dan ketua umum JAJAKA (Jawara Jaga Kampung) ini juga menyesalkan banyaknyanya pejabat Betawi yang lupa diri.

    “Terus juga orang Betawi kalo udah diatas lupa,” sambungnya mengingatkan.

    “Kalo belon jadi pejabat ngomongnya gua orang Betawi. Saya orang Betawi nih. Itu kalo mau jadi pejabat,” kata Damin kesal.

    “Tapi pas udah diatas lupa daratan. Kagak ingat sama saudaranya,” sindir Damin Sada.

    “Makanya, nih ada bang Yahya nih budayawan Betawi. Saya mau tanya itu budaya apa kebiasaan?,” Damin Sada melempar tanya.

    “Itu bukan kebudayaan. Tapi kebiasaan jelek buang itu,” pungkasnya.

    Diskusi yang dihadiri oleh tokoh-tokoh Betawi dan para guru silat tradisi seperti HK. Damin Sada (Ketua umum JAJAKA), Beim Benyamin (ketua umum MANTAB, pelukis Betawi ternama Iwan Noeswan, Babe Sholeh (anak sekaligus pewaris silat tradisi Beksi Haji Hasbullah), Al Ghozali dan para pengurus YASBI serta Masdjo Arifin dari Lesbumi NU Jakarta ini juga memperkuat legitimasi aspirasi yang disampaikan para seniman Betawi.

    Sebagai perwakilan dari Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Puspla menyampaikan komitmen untuk menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan dalam forum tersebut.

    “Sebelumnya kami mohon maaf karena pak Kadis tidak bisa hadir kesini. Karena beliau harus mendampingi pak gubernur dalam waktu yang sama,” ungkap Puspla.

    “Kami mendengar dan mencatat. Ini bukan sekadar diskusi, tapi landasan untuk tindakan nyata ke depan,” katanya melanjutkan.

    “Apa yang tadi disampaikan oleh bang Jalih Pitoeng sudah sangat lengkap,” sambungnya.

    “Kami dari dinas kebudayaan khususnya saya sebagai kepala bidang pembinaan, akan mencatat ini semua sebagai output dari diskusi yang sangat bagus ini,” katanya lagi.

    Sebagai salah satu penggagas, pendiri sekaligus ketua umum YASBI, Jalih Pitoeng juga berulang-ulang mengatakan bahwa dirinya tidak ingin YASBI terjebak dalam kepentingan politik praktis apalagi terintervensi.

    “YASBI ini mutlak sebagai organisasi para pegiat seni budaya Betawi. Oleh karena itu YASBI ini harus menjunjung tinggi independensi dan mandiri,” pinta Jalih Pitoeng.

    “Perlu saya tegaskan juga bahwa YASBI tidak berafiliasi kepada ormas atau partai apapun,” pungkasnya menegaskan.

  • Gelar Mimbar Bebas, Ratusan Mahasiswa, Dosen dan Alumni FKUI Kritik Kebijakan Menteri Kesehatan

    Gelar Mimbar Bebas, Ratusan Mahasiswa, Dosen dan Alumni FKUI Kritik Kebijakan Menteri Kesehatan

    PALAPANEWS.MY.ID JAKARTA,- Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke-117, Ikatan Alumni

    FKUI (ILUNI FKUI) bersama Badan Eksekutif Mahasiswa Senat Mahasiswa FKUI (BEM SM FKUI) menyelenggarakan acara Mimbar Bebas Salemba Bergerak di Aula IMERI FKUI, Salemba. Acara ini berlangsung dari pukul 13.00 hingga 15.30 WIB dan dihadiri oleh mahasiswa, dosen, alumni, serta tokoh- tokoh penting di bidang pendidikan kedokteran dan kesehatan Indonesia.

    Acara ini merupakan respons atas berbagai kebijakan Kementerian Kesehatan yang belakangan mendapat
    Kritik keras dari 158 Guru Besar FKUI, yang telah menyampaikan pernyataan sikap bertajuk Salemba Berseru pada 16 Mei 2025. Kebijakan-kebijakan tersebut dinilai berpotensi menurunkan mutu pendidikan kedokteran, termasuk pendidikan dokter spesialis, serta mensancam kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Indonesia.

    Bertindak sebagai Pembawa Acara adalah Dr Eko Wahju Tjahjono, yg khusus datang dari Purwokerto, dan Yusuf, mahasiswa tingkat 2 FKUI.

    Dalam orasinya, Dr. dr. Wawan Mulyawan, SpBS, Subspes N-TB, SpKP, AAK, selaku Ketua Umum ILUNI FKUI, menegaskan bahwa menjaga kualitas pendidikan kedokteran adalah bentuk perjuangan untuk masa depan bangsa yang sehat dan berkeadilan.

    “Hari Kebangkitan Nasional selalu mengingatkan kita pada semangat Boedi Oetomo yang menyatukan berbagai elemen masyarakat untuk membangun fondasi kemerdekaan. Hari ini, kita butuh semangat kebangkitar yang sama, untuk melindungi kedaulatan pendidikan kedokteran dan kesehatan rakyat
    Indonesia,” tegasnya.

    Wawan menyoroti sejumlah isu penting, termasuk penyederhanaan proses pendidikan dokter, pemisahan fungsi akademik dari rumah sakit pendidikan, pengurangan independensi kolegium, serta potensi penurunan standar kompetensi dokter.

    “Pendidikan kedokteran bukan sekadar pelatihan teknis. la adalah proses mendalam untuk membentuk profesional kesehatan yang memegang tanggung jawab moral tertinggi, menjaga nyawa manusia,” tegas Wawan.

    Sementara itu, Ketua BEM IKM FKUI, M. Thoriq. dalam orasinya menyampaikan keprihatinan atas arah kebijakan kesehatan yang diambil pemerintah, terutama oleh Kementerian Kesehatan, yang dinilai tidak melibatkan komunitas akademik dan profesi secara inklusif.

    “Kami berdiri di sini karena kami peduli. Kami tidak bisa diam ketika masa depan profesi kami, dan keselamatan pasien kami kelak, dipertaruhkan oleh kebijakan yang terburu-buru, sentralistik, dan minim dialog. Kami menuntut partisipasi bermakna dari institusi pendidikan dan organisasi profesi dalam setiap
    penyusunan kebijakan kesehatan nasional,” imbuh Thoriq.

    Menurut Thoriq, Kementerian Kesehatan tidak boleh menjadi satu-satunya penentu arah tanpa mendengar suara dart kampus, dari rumah sakit pendidikan, dan dari masyarakat profesi yang telah berkontribusi selama puluhan tahun.

    “Kita butuh kolaborasi yang sehat, bukan dominasi sepihak,” tambah Thoriq.

    Acara juga menghadirkan orasi dari berbagai tokoh lainnya, termasuk Kolonel (Pum) dr. Nurdadi smedis spOC, dan Mayien TNI (Pum) dr. Budiman, SpBP-RE, yang memberikan perspektif dari dunia medis militer.

    Prof. Dr. dr. Purwandyastuti, mewakili kalangan dosen FKUI, menekankan pentingnya menjaga independensi akademik dalam pendidikan kedokteran.

    Diharapkan pula kehadiran perwakilan Guru Besar dari berbagai institusi di Indonesia, serta perwakilan dari Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI) untuk menyampaikan pernyataan sikap bersama.

    ILUNI FKUI dan BEM SM FUI secara resmi menyatakan dukungan penuh terhadap seruan 158 Guru Besar FKUI, dan mengajak seluruh alumni, organisasi profesi, serta masyarakat luas untuk turut serta menjaga kualitas pendidikan kedokteran dan pelayanan kesehatan di Indonesia. ILUNI FKUI juga mendesak pemerintah untuk membuka ruang dialog yang substansial dan sejajar dengan institusi pendidikan dalam penyusunan kebijakan kesehatan.

    Acara bertema “Pendidikan dan Pelayanan Kesehatan Bermutu adalah Hak Rakyat” ini ditutup dengan menyanyikan lagu Padamu Negeri dan sesi foto bersama seluruh peserta.

    (Pardede)

  • Majelis GAZA Hadirkan Prof. Dr. K.H. Said Aqil Siroj, M.A. dalam Seminar Internasional GAZA, Bahas Mubasyirat

    Majelis GAZA Hadirkan Prof. Dr. K.H. Said Aqil Siroj, M.A. dalam Seminar Internasional GAZA, Bahas Mubasyirat

    PALAPANEWS.ASIA, JAKARTA –

    Kamis, 01 Mei 2025, Majelis Gerakan Akhir Zaman (GAZA) menggelar Dialog Internasional yang mngusung tema Bedah Mimpi (Mubasyirat) Umat di Akhir Zaman, yang belangsung di Auditorium Pondok Pesantren Luhur Al-Tsagafah, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

    Tokoh utama tampil sebagai pembicara dalam Dialog ini adalah Prof. Dr. K.H. Said Aqil Siroj, M.A., pakar sejarah Islam dan mantan Ketua Umum PBNU (2010–2021), dan KH. Wahfiudin Sakam, S.E., M.B.A., ekonom dan praktisi spiritual Islam.

    Gelaran acara ini dihadiri oleh ratusan peserta yang terdiri dari tokoh agama, akademisi, diplomat negara sahabat, aktivis masyarakat sipil, hingga perwakilan lembaga internasional dari negara-negara Islam. Forum ini mengangkat kembali warisan nubuwah dalam bentuk mubasyirat—mimpi-mimpi benar yang sahih—sebagai petunjuk strategis di tengah krisis multidimensi dunia saat ini: krisis moral, sosial, politik, lingkungan, hingga spiritual.
    Narasumber Nasional dan Tokoh Strategis

    Dalam pemaparannya, Prof. Dr. K.H. Said Aqil Siroj mengingatkan pentingnya membangun koneksi ruhani yang mendalam dengan Allah di tengah dunia yang semakin tersekularisasi.
    “Tradisi mubasyirat bukan hal baru dalam Islam. Justru sejak zaman Nabi, mimpi benar menjadi salah satu sarana komunikasi ilahiyah. Dalam konteks hari ini, ketika suara langit nyaris tak terdengar di ruang publik, forum seperti ini menjadi sangat penting untuk menghidupkan kembali dimensi spiritual dalam pengambilan keputusan umat dan bangsa,” tegas beliau.
    Lebih lanjut, beliau mengajak umat Islam untuk tidak memisahkan antara spiritualitas dan intelektualitas dalam membangun masa depan.
    “Kita tidak bisa hanya mengandalkan rasio dan data teknokratik. Islam mengajarkan kita untuk juga mendengarkan suara batin, ilham, dan petunjuk Allah. Kombinasi antara akal, wahyu, dan ruhani adalah kunci kejayaan peradaban Islam sepanjang sejarah,” imbuhnya.

    Ketua Majelis GAZA, Drs. R. Diki Candra Purnama, M.M., memaparkan hasil kompilasi lebih dari 1.700 mimpi benar dari berbagai penjuru dunia, yang telah dianalisis dan ditakwil berdasarkan Al-Qur’an, hadits, dan kaidah tafsir mimpi oleh para ulama. Mimpi-mimpi ini menunjukkan pola spiritual yang konsisten tentang dinamika akhir zaman.
    Lima fase utama akhir zaman yang teridentifikasi dalam forum ini adalah:
    1. Fase Peringatan Global (2001–2010) – bencana alam dan peristiwa besar dunia;
    2. Fase Fitnah dan Kegelapan (2011–2020) – maraknya konflik, disinformasi, dan kekacauan spiritual;
    3. Fase Cahaya Timur (2021–2025) – munculnya harapan spiritual dari wilayah Timur, khususnya Indonesia;
    4. Fase Krisis Terbuka dan Pertarungan Akhir (2025–2028) – masa ujian puncak umat manusia;
    5. Fase Kemenangan Ruhani (2029–2033) – era keemasan Islam berdasarkan cahaya dan petunjuk langit.

    Salah satu kesimpulan penting forum ini adalah peran sentral Indonesia dalam peta akhir zaman. Berdasarkan mimpi-mimpi yang terkumpul, Indonesia digambarkan sebagai “Cahaya dari Timur” yang akan menjadi pusat kebangkitan ruhani global.
    “Banyak mimpi menunjukkan bahwa Indonesia adalah benteng terakhir Islam, pusat hijrah ruhani, dan poros penyelamat peradaban akhir zaman,” terang Ketua Panitia, Ahmad Abdul Qohar.

    Dialog ini bertujuan untuk Mengungkap Master Plan Ilahiyah berdasarkan kumpulan mimpi umat, Mengklarifikasi dan memperkaya penafsiran takwil mimpi secara terbuka dan ilmiah, Menyatukan visi lintas golongan dalam membangun masa depan berdasarkan petunjuk Allah.

    “Forum ini bukan sekadar dialog akademik, tetapi juga sebuah gerakan ruhani kolektif untuk menyambut intervensi Allah dalam sejarah. Sebuah titik awal dari kesadaran baru umat manusia bahwa langit masih bicara, dan bahwa petunjuk itu nyata,” Ungkap Drs. R. Diki Candra Purnama, Pimpinan Majelis GAZA.

    “Mimpi-mimpi itu bukan ilusi. Takwil-takwil itu bukan khayalan. Semua adalah pertanda bahwa Allah masih membimbing mereka yang mau mendengarkan,” ungkap Kang Dicky lagi.

  • Polda Metro Jaya dan Serikat Pekerja Bahas Solusi Damai Perselisihan Buruh

    Polda Metro Jaya dan Serikat Pekerja Bahas Solusi Damai Perselisihan Buruh

    Palapanews.asia, Jakarta – Direktorat Intelkam Polda Metro Jaya menggelar Forum Group Discussion (FGD) bersama perwakilan serikat pekerja dengan tema Penegakan Hukum dalam Penanganan Perselisihan Perburuhan. Kegiatan tersebut digelar di Gedung Balai Pertemuan Metro Jaya, Selasa (22/4/2025).

    Hadir dalam acara tersebut para Kapolres beserta Kasat Intelkam dan Kasat Reskrim Polres jajaran Polda Metro Jaya. Turut diundang juga perwakilan dari Kementerian Ketenagakerjaan, pakar hukum industri, serta Desk Ketenagakerjaan Polri dari Bareskrim.

    Dirintelkam Polda Metro Jaya, Kombes Pol Dekananto Eko Purwono, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan ruang diskusi santai namun serius, yang fokus membahas berbagai persoalan seputar penegakan hukum dalam hubungan industrial.

    “Ini adalah forum ngobrol bareng, santai tapi dekat dengan persoalan riil di lapangan. Kita ingin mendengar langsung masukan dari serikat pekerja terkait kendala-kendala dalam penegakan hukum di bidang ketenagakerjaan,” ujar Kombes Dekananto di lokasi.

    Menurutnya, forum ini juga menjadi tindak lanjut dari peluncuran Desk Ketenagakerjaan Polri oleh Kapolri pada Januari 2025 lalu. FGD ini diharapkan bisa menjadi langkah awal dalam menyusun prosedur dan pola penanganan perselisihan perburuhan yang lebih efektif dan humanis.

    “Harapannya, ke depan tidak ada lagi kejadian di mana polisi baru turun ketika sudah ada unjuk rasa. Kita ingin membangun pendekatan yang lebih preventif dan kolaboratif,” lanjutnya.

    Rencananya, kegiatan serupa akan digelar secara berjenjang hingga ke tingkat kabupaten dan kota. Para Kapolres akan berkolaborasi dengan serikat pekerja dan stakeholder lainnya untuk mendalami isu-isu spesifik di daerah masing-masing.

    “Ini baru awal. Diskusi-diskusi lanjutan akan dilakukan secara lebih spesifik di tingkat lokal. Supaya persoalan-persoalan industrial tidak selalu berujung pada ketegangan antara buruh dan aparat,” tutup Kombes Dekananto.

     

     

     

     

     

     

     

     

  • Ketua FORMASI Jalih Pitoeng Datangi Kejagung Minta Pengawasan Atas Kasus Dugaan Korupsi Dinas Kebudayaan DKI Jakarta

    Ketua FORMASI Jalih Pitoeng Datangi Kejagung Minta Pengawasan Atas Kasus Dugaan Korupsi Dinas Kebudayaan DKI Jakarta

    PALAPANEWS.ASIA, JAKARTA –

    Ketua FORMASI Jalih Pitoeng datangi Gedung Bundar Kejaksaan Agung guna pengawalan dan pengawasan terhadap jalannya proses penyidikan kasus dugaan korupsi ratusan miliar di Dinas Kebudayaan DKI Jakarta.

    Selain meminta pengawalan dan pengawasan, ketua Forum Aliansi Masyarakat Anti Korupsi ini juga menyampaikan dukungannya terhadap kinerja Kejaksaan Agung yang saat ini sedang menangani beberapa kasus besar seperti kasus Timah, Kasus Pertamina dan kasus dugaan suap terhadap beberapa hakim dan pengacara.

    “Kami hadir kesini dalam rangka mendukung program pemerintah dalam upaya pemberantasan dan pencegahan korupsi” ungkap Jalih Pitoeng, Senin (21/04/2025).

    “Oleh karena itu kami sangat mengapresiasi kinerja Kejagung yang saat ini sedang berjuang melakukan pemberantasan korupsi ratusan bahkan ribuan triliun yang sangat fenomenal saat ini” lanjut Jalih Pitoeng.

    “Selain memberi dukungan, kami juga menyampaikan surat permohonan pengawalan dan pengawasan terhadap jalannya sebuah proses penyidikan atas kasus dugaan korupsi dan manipulasi secara terstruktur, sistematis dan masif bernilai ratusan miliar rupiah di Dinas Kebudayaan DKI Jakarta” sambungnya menegaskan.

    Sebagai institusi yang membawahi seluruh Kejaksaan Tinggi di seluruh tanah air, Jalih Pitoeng juga meminta agar Kejagung melakukan intervensi terhadap proses penegakan hukum demi terciptanya rasa keadilan dimasyarakat.

    “Demi terciptanya rasa keadilan di negeri ini, bukan hanya pengawasan, tapi jika dipandang perlu kami minta agar Kejagung melakukan intervensi terhadap pengungkapan kasus tersebut secara totalitas mulai dari penyidikan hingga penuntutan dalam proses peradilannya” pinta Jalih Pitoeng.

  • Menteri UMKM RI, Maman Abdurrahman Mendukung Pengembangan UMKM di Jakarta Dimotori Karang Taruna DKI Jakarta

    Menteri UMKM RI, Maman Abdurrahman Mendukung Pengembangan UMKM di Jakarta Dimotori Karang Taruna DKI Jakarta

    PALAPANEWS.ASIA – Jakarta – Karang Taruna Provinsi DKI Jakarta, yang dipimpin oleh Akmal B.Y, melakukan audiensi dengan Menteri UMKM RI di Gedung SMESCO, Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, hadir pengurus inti Karang Taruna DKI, antara lain Sekretaris DKI Gumirlang, Bendahara M. Pramukti, Wakil Ketua M. Luhfi Arwien, serta Ketua Biro UMKM Bravitasari.

     

    Dalam keterangannya kepada awak media, Akmal B.Y menyampaikan, **”Kami menjadwalkan agenda Silaturahmi Kesetiakawanan Sosial dengan seluruh pemangku kepentingan di DKI Jakarta, termasuk pimpinan kementerian dan lembaga, guna membangun sinergi serta kolaborasi. Karang Taruna DKI Jakarta telah mendapatkan surat pengesahan dari Pengurus Nasional, sehingga kini kami bisa menjalankan aktivitas kelembagaan secara sah dan lebih terorganisir.

    Lebih lanjut, Akmal menyoroti peran Menteri UMKM RI, Maman Abdurrahman, yang merupakan salah satu kader terbaik Karang Taruna. “Beliau pernah menjadi Pengurus Nasional Karang Taruna, dan kini menjabat sebagai Menteri UMKM RI. Secara gagasan, beliau memiliki visi besar dalam mendorong pertumbuhan UMKM, terutama di lintas kelembagaan,”ujarnya.

     

    Superholding UMKM dan Peluang UMKM Minerba

     

    Akmal menambahkan bahwa dalam audiensi tersebut, mereka juga membahas pengembangan UMKM di lingkungan Karang Taruna DKI Jakarta sebagai pilot project Superholding UMKM, termasuk akses pembiayaan melalui lembaga keuangan mikro.

     

    “Kami akan mencoba mengimplementasikan gagasan Superholding UMKM yang diusulkan oleh Pak Menteri di DKI Jakarta. Tujuannya adalah untuk memperkuat pemberdayaan Karang Taruna dalam mengatasi masalah sosial, ekonomi, dan kemasyarakatan. Selain itu, peluang kolaborasi melalui skema Joint Operation (JO) atau Kerja Sama Operasi (KSO) di sektor UMKM Minerba juga sangat memungkinkan, mengingat Jakarta memiliki potensi besar di bidang ini,”jelas Akmal.

     

    Ia juga menekankan pentingnya peran Karang Taruna dalam menjembatani sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya dalam menciptakan “Business Relation Matching Responsible” yang melibatkan para pelaku usaha.

     

    “Kita harus berbenah dan lebih adaptif. Karang Taruna adalah organisasi besar di tanah air yang selama ini dianggap tertidur. Sekarang saatnya untuk menggerakkan mesinnya agar lebih aktif dan bisa berlari kencang,” tambahnya.

    Dukungan MOU dan Sinergi dengan Pemprov DKI Jakarta

     

    Ketua Biro UMKM Karang Taruna DKI Jakarta, Bravitasari, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyusun draf Memorandum of Understanding (MoU) yang diharapkan dapat ditandatangani bersama saat pengukuhan Karang Taruna DKI Jakarta oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.

     

    Pak Menteri telah memberikan sinyal kesiapan untuk hadir dalam pelantikan kami dan menandatangani MoU dengan Karang Taruna DKI Jakarta. Dalam 1-3 pekan ke depan, kami akan mendalami poin-poin kerja sama ini agar bisa segera direalisasikan,”ujarnya.

     

    Menutup sesi wawancara, Sekretaris Karang Taruna DKI Jakarta, Gumirlang, menegaskan bahwa pihaknya akan segera membahas hasil audiensi ini dengan DPRD DKI Jakarta serta dinas-dinas terkait, termasuk Dinas Sosial.

     

    “Kami ingin memastikan bahwa pengembangan organisasi Karang Taruna dapat berkontribusi dalam membangun bangsa dan memperkuat persatuan. Dengan sumber daya yang tersebar dari tingkat RW hingga provinsi, serta dukungan dari Pengurus Nasional Karang Taruna, kami optimis bahwa kolaborasi lintas provinsi juga bisa terwujud. DKI Jakarta siap menjadi motor penggerak dalam inisiatif ini,” pungkasnya.

  • Menjelang Hari raya Idul Fitri 1446 H, PEWARIS Bagikan Santunan Kepada Anak Yatim dan Dhuafa

    Menjelang Hari raya Idul Fitri 1446 H, PEWARIS Bagikan Santunan Kepada Anak Yatim dan Dhuafa

    PALAPANEWS.ASIA, JAKARTA –

    Bulan Ramadhan adalah bulan di mana keberkahan pahala berlipat ganda bagi umat Islam, sehingga momen ini menjadi bulan dimana semua berbagi keberkahan, tak terkecuali oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Wartawan Islam (PEWARIS).

    DPP PEWARIS menyusuri gang untuk membagikan keberkahan kepada yang membutuhkan, baik Anak Yatim Piatu, maupun kaum Dhuafa.

    Sabtu, 22 Maret 2025 yang bertepatan dengan tanggal 22 Ramadhan 1466 Hijriyah, Pengurus Pusat DPP PEWARIS membagikan santunan di Gang Haji Saidi, RT. 010/RW. 001, Jl. Cipinang Indah 1, Kelurahan Cipinang Muara, Kec. Jatinegara, Jakarta Timur.

    Ketua Umum DPP PEWARIS, Lucky Indrawan, yang didampingi oleh Alam Massiri (Sekjend) dan Maemunah (Anggota) secara simbolis memberikan paket bantuan kepada sejumlah Anak Yatim dan Dhuafa, berupa Uang Tunai dan Paket.

    “Hari ini, Sabtu, 22 Maret 2025, kami dari wartawan, memberikan sedikit bantuan untuk Anak Yatim dan Dhuafa, semoga di kesempatan berikutnya, DPP PEWARIS dapat memberikan bantuan lebih banyak lagi, dan pada kesempatan ini juga, kami, DPP PEWARIS meminta doanya agar segala hal yang dilakukan oleh DPP PEWARIS senantiasa mendapat berkah dan rahmat dari Allah SWT., ujar Lucky Indrawan, Ketua Umum DPP PEWARIS.

    “Sekedar menambahkan, PEWARIS sendiri, masih sangat muda, belum cukup setahun, sehingga dengan usia semuda ini, kami belum dapat berbuat banyak. Dan kembali mohon doanya untuk perkembangan DPP PEWARIS,” timpal Alam Massiri.

  • Harry Amiruddin Gelar Buka Puasa dan Santunan di Milad FORKAM Ke-16

    Harry Amiruddin Gelar Buka Puasa dan Santunan di Milad FORKAM Ke-16

    PALAPANEWS.ASIA, JAKARTA –

    Yayasan Forum Komunikasi Antar Media (FORKAM) adalah sebuah wadah para awak media yang bergerak pada bidang sosial kemanusiaan. Telah cukup banyak kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Yayasan FORKAM dari waktu ke waktu

    Memasuki usia ke-16 tahun, hari ini, Sabtu, 15 Maret 2025, Yayasan FORKAM melaksanakan buka Puasa bersama yang dilaksanakan di Masjid Gedung Joang 45, Jakarta Pusat, dan santunan kepada Anak Yatim, Lansia dan Disabilitas, yang dilakukan di daerah Johar, Paseban dan Menteng Jaya.

    “Ucapan terima kasih saya kepada seluruh fihak yang telah membantu kami untuk terselenggaranya acara buka puasa bersama, santunan dan Milad ke 16 Yayasan Forum Komunikasi Antar Media (FORKAM),” ungkap Harry Amiruddin, Ketua Yayasan FORKAM.

    “Kegiatan ini adalah kegiatan yang rutin Yayasan FORKAM lakukan setiap tahunnya, dan di tahun 2025 ini, kegiatan ini terlaksana atas bantuan dan kerjasama dari Walikota Jakarta Pusat, Walikota Jakarta Utara, Walikota Jakarta Barat, Walikota Jakarta Timur, BAZIS Provinsi DKI Jakarta, KH Junaedi Al Baghdadi, Once Mekel, Wa Ode Herlina, Budi Sahputra, Pandapotan Sinaga Bob Hasan, Paulus Johny Anak Tuhan, Ima Mahdiah, Hj. Kusyati, Angga, dan Rustam Effendi,” ungkapnya lagi.

    “Sebahagian bantuan untuk Anak yatim, Lansia, dan Disabilitas, telah kami bagikan pada hari Kamis, 13 Maret 2024 dan Jum’at, 14 Maret 2024, diberbagai tempat, mengingat keterbatasan tenaga dan waktu bagi beberapa penerima bantuan sosial ini,” jelas Harry lagi.

    “Dan hari ini, Sabtu, 15 Maret 2025, kegiatan dipusatkan di Masjid As-Saidah, Gedung Joeang 45, Menteng, Jakarta Pusat. Semoga acara dapat berjalan dengan baik, dan apabila ada salah dan kekurangan kami mohon maaf. Mudah-mudahan tahun depan bisa lebih baik, peserta bisa lebih banyak. Dan saya juga juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia tetap kompak, menjadi mitra pemerintah yang baik. Kita jangan takut untuk menegakkan kebenaran dan keadilan,” Tutupnya.

  • BRI Peduli: Takjil Jum’at Berkah BRI BO Cibinong untuk Warga Cibinong

    BRI Peduli: Takjil Jum’at Berkah BRI BO Cibinong untuk Warga Cibinong

    BOGOR | PALAPANEWS.MY.ID — Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1446 H, PT Bank Rakyat Indonesia ( Persero) Tbk BO Cibinong, menggelar kegiatan sosial Jumat Berkah bertajuk ” Indahnya Berbagi di Bulan Ramadhan” yang berlangsung pada hari Jumat, Tanggal 14 Maret 2025.

    Kegiatan ini bertujuan untuk berbagi kebahagiaan kepada sesama melalui pembagian takjil kepada masyarakat sekitar kantor BRI BO Cibinong, sebagai bentuk kepedulian BRI dalam memberikan manfaat langsung kepada komunitas yang membutuhkan.

    Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pegawai BRI BO Cibinong, yang dengan semangat berbagi, menyambut bulan Ramadan dengan memberikan takjil kepada masyarakat yang sedang dalam perjalanan pulang dan membutuhkan hidangan untuk berbuka puasa.

    Takjil yang dibagikan berupa paket makanan dan minuman yang diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang menjalani ibadah puasa.

    Ivan Abdul Latif, Kepala Kantor BRI BO Cibinong, dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini dan memberikan penjelasan kepada media terkait makna dari kegiatan tersebut.

    “Melalui program BRI Peduli, kami ingin berbagi kebahagiaan dan meringankan beban masyarakat di sekitar kantor kami. Kegiatan Jum’at Berkah ini adalah bagian dari komitmen kami untuk selalu hadir di tengah masyarakat, terutama di bulan yang penuh berkah ini. Semoga dengan sedikit bantuan yang kami berikan, bisa membantu mereka yang membutuhkan dan memberikan nilai positif untuk seluruh masyarakat,” ujar Ivan Abdul Latif pada Jum’at (14/3).

    Kegiatan ini juga mengundang perhatian dari berbagai lapisan masyarakat, baik yang menerima takjil maupun yang menyaksikan langsung aksi sosial ini.

    Banyak warga yang mengungkapkan rasa terima kasih dan berharap agar kegiatan serupa bisa dilaksanakan lebih sering, terlebih di bulan Ramadan yang penuh dengan berkah.

    Selain itu, kegiatan Jum’at Berkah ini merupakan salah satu wujud nyata dari tanggung jawab sosial BRI terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar.

    Di tengah kesibukan bekerja dan beraktivitas, BRI BO Cibinong berharap dapat memberikan sedikit kebaikan dan mendukung mereka yang menjalankan ibadah puasa dengan lancar.

    Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa BRI, sebagai lembaga perbankan yang dekat dengan masyarakat, tidak hanya fokus pada pelayanan keuangan tetapi juga aktif dalam memberikan kontribusi positif kepada masyarakat melalui berbagai inisiatif sosial seperti BRI Peduli.

    Melalui kegiatan ini, BRI BO Cibinong berharap dapat semakin mempererat hubungan dengan masyarakat serta menunjukkan komitmen dalam menjalankan peran perusahaan yang bertanggung jawab sosial.

    Kegiatan Jum’at Berkah menjadi simbol dari semangat kebersamaan dan kepedulian BRI terhadap kesejahteraan masyarakat di bulan Ramadan.

  • Gema Qodrat2: Saat Poster dan Trailer Resmi Menggetarkan Penggemar

    Gema Qodrat2: Saat Poster dan Trailer Resmi Menggetarkan Penggemar

    PALAPANEWS.ASIA, JAKARTA –

    Antusiasme penggemar film horor Indonesia memuncak saat konferensi pers perilisan poster dan trailer resmi film Qodrat 2 yang digelar di Plaza Senayan XXI, Jakarta (27/2/2025).
    Acara yang berlangsung meriah itu dihadiri oleh sutradara, para pemain utama, serta para penggemar yang sudah tak sabar menyaksikan kelanjutan kisah Ustadz Qodrat.

    Momen yang Ditunggu-Tunggu
    Sejak kesuksesan Qodrat (2022) yang menuai pujian dari kritikus dan penonton, kabar tentang sekuelnya selalu dinanti. Para pemain utama seperti Vino G. Bastian, yang kembali memerankan Ustadz Qodrat, serta bintang-bintang baru yang masih dirahasiakan perannya, hadir di atas panggung untuk berbagi pengalaman mereka selama proses syuting.

    Dalam suasana penuh semangat, sutradara Charles Gozali menyatakan bahwa Qodrat 2 akan menghadirkan cerita yang lebih kelam, aksi lebih mendebarkan, serta elemen horor yang lebih mencekam.

    “Kami ingin membawa penonton ke level ketakutan yang lebih tinggi. Film ini tidak hanya tentang pertarungan Ustadz Qodrat melawan jin, tapi juga tentang perjuangan batin manusia melawan kegelapan dalam dirinya,” ujar Charles Gozali.

    Sementara itu, Vino G. Bastian menyampaikan harapannya, “Semoga film ini bisa memberi pengalaman horor yang lebih intens sekaligus memberikan pesan moral yang mendalam bagi penonton.” ujarnya.

    Qodrat 2 dijadwalkan tayang di bioskop Lebaran 2025. Dengan kisah yang lebih mencekam dan visual yang lebih kuat, film ini diprediksi akan menjadi salah satu horor terbaik Indonesia.