Kategori: Sosial

  • Alquran, Sembako, dan Uang Rp100 Ribu untuk Warga Kurang Mampu Bogor oleh Lions Monas Entrepreneur Enterpreneur 307-A1

    Alquran, Sembako, dan Uang Rp100 Ribu untuk Warga Kurang Mampu Bogor oleh Lions Monas Entrepreneur Enterpreneur 307-A1

    Bogor – Kamis, 29 Januari 2026 – Lions Club International LCJC Monas Enterpreneur 307-A1 menggelar kegiatan bakti sosial (baksos) di Desa Rancamaya, Bogor, Jawa Barat, yang diperuntukkan terutama bagi kaum ibu-ibu. Sebanyak 30 keluarga kurang mampu menerima bantuan dalam bentuk paket sembako dan fasilitas tambahan.

    Setiap paket sembako berisi beras 5 kg, gula pasir, minyak goreng, teh, dan biskuit Royal. Selain itu, peserta juga mendapatkan kitab suci Alquran, uang tunai Rp100.000, dan tumbler.

    Kegiatan ini diketuai oleh Presiden Heni Anggraini, dibantu Sekretaris Rika Rachmawati, Bendahara Andi Nilawati, IPP Linda Rheins, dan Lion Ir. Agung Karang.

    Menurut Ir. Agung Karang, baksos ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh klub. Presiden Heni Anggraini menjelaskan bahwa aktivitas ini selaras dengan fokus bidang pelayanan Feed Hunger (Mengatasi Kelaparan), sekaligus memberikan santunan dan Alquran kepada 30 orang duafa.

    Perlu diketahui, Lions Clubs International sendiri merupakan organisasi pelayanan sosial terbesar di dunia, didirikan di Amerika Serikat pada 1917 dan memiliki perwakilan di PBB.

    Di Indonesia, klub ini mulai beraktivitas sejak 18 November 1969 dengan nama Lions Club of Djakarta, dan pada 1 Juli 1975 berdiri Perkumpulan Lions Indonesia di Jakarta.

    Menurut Ir. Agung Karang Lions Clubs Indonesia berfokus pada delapan bidang yaitu Penglihatan, Diabetes, Kelaparan, Kanker Anak, Lingkungan, Pemberdayaan Pemuda, Bantuan Bencana, dan Kemanusiaan, dengan semangat “We Serve”.

    Presiden Heni Anggraini dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasihnya atas kedatangan ibu ibu warga desa Rancamaya dalam acara feed hunger Lions Club International LCJC Monas Enterpreneur 307-A1, Salah satu pilar dari Lions club international yang bertujuan untuk mengatasi kelaparan dan kerawanan pangan di seluruh dunia, yang dilakukan secara berkala.

    .”Saya Anggra sebagai Presiden Lions Monas Entrepreneur, Sangat berterima kasih atas kedatangan ibu ibu dalam acara kami feed hunger, di mana salah satu pilar dari Lions club international yang bertujuan untuk mengatasi kelaparan dan kerawanan pangan di seluruh dunia, yang dilakukan secara berkala dan Alhamdulillah hari ini kita lions club Monas Entrepreneur melakukannya disini bersama ibu ibu sekalian,”tuturnya.

    Dia juga menyampaikan harapannya, Semoga Lions Monas Entrepreneurs bisa sedikit meringankan beban hidup para ibu ibu.

    “Terimakasih atas kedatangannya, Semeoga kita diberikan kesehatan dan kebahagiaan, Aamiin Ya Allah,”ucapnya.

    Lion Rika Rachmawati selaku Secretary mengatakan. “Kami dari lion club sangat bangga bisa melayani Kegiatan yang sangat baik ini untuk saling berbagi sesama semoga bermanfaat untuk semuanya”katanya.

    Sedangkan, IPP Lion Linda Rheins dalam sambutannya mengatakan sangat senang bisa berbagi kebahagian dengan ibu ibu warga Kampung Ranca Maya, berbagi sembako dan Al Quran dalam rangka menyambut Bulan Ramadhan dan Semoga Allah segera mengabulkan hajat hajat kita.

    “Kegiatan yang kita lakukan ini di Desa Rancamaya, Bogor ini merupakan salah satu Program dari Lion Club melalui Pilar Feed The Hunger,”jelasnya.

    Di tingkat lokal, anggota Lions Clubs bergabung dalam klub masing-masing, sementara secara nasional tergabung dalam Perkumpulan Lions Indonesia (Distrik 307) dan secara internasional di kantor pusat Oakbrook, Illinois, AS.

    Di Indonesia, Klub sering menyelenggarakan pemeriksaan mata, donor darah, cek gula darah, dan pembagian sembako bagi masyarakat kurang mampu.

  • PWNU DKI: Pembenahan Tata Ruang Kunci Atasi Banjir Jakarta

    PWNU DKI: Pembenahan Tata Ruang Kunci Atasi Banjir Jakarta

    JAKARTA, PALAPA NEWS –

    Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta KH Lutfi Hakim MA menilai, langkah paling mendesak dalam mengatasi banjir Jakarta adalah mengoreksi kebijakan tata ruang, khususnya yang berpotensi merusak daerah resapan air.

    Menurut Lutfi, pola hujan ekstrem saat ini tidak lagi bisa dipandang sebagai siklus lima tahunan, melainkan dapat terjadi kapan saja. Karena itu, pemerintah didorong untuk lebih menekankan solusi jangka panjang ketimbang langkah darurat yang bersifat sementara.

    “Hujan ekstrem sekarang bukan lagi siklus lima tahunan. Ia bisa terjadi kapan saja. Maka pemerintah perlu fokus pada solusi jangka panjang, bukan hanya penanganan darurat. Penyebab banjir bukan semata faktor alam, tetapi juga persoalan tata ruang,” ujar Lutfi, Jumat (23/1/2026).

    Ia menegaskan, prioritas utama yang perlu dilakukan adalah mengoreksi kebijakan tata ruang yang selama ini berkontribusi terhadap berkurangnya fungsi daerah resapan air.

    “Jangan salahkan hujan. Hujan seharusnya menjadi tantangan untuk membangun sistem yang mampu menampung dan mengalirkan air dengan baik. Karena itu, pembangunan sumur resapan serta waduk atau embung perlu dikerjakan secara maksimal,” katanya.

    Terkait kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ), Lutfi menilai langkah tersebut cukup efektif sebagai upaya menjaga keselamatan siswa, selama tidak dijadikan pembenaran atas kegagalan kebijakan tata ruang dan pengelolaan lingkungan.

    Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak mengaitkan bencana dengan kesalahan moral individu atau kelompok tertentu.

    “Dalam perspektif Ahlussunnah wal Jamaah, cuaca ekstrem dan banjir adalah bagian dari takdir Allah. Hujan membasahi siapa saja, baik yang taat maupun yang bermaksiat,” ujar Lutfi.

    Meski demikian, ia menekankan pentingnya upaya pencegahan dan antisipasi sebagai bentuk ikhtiar. Menurutnya, pepatah sedia payung sebelum hujan harus dimaknai sebagai dorongan untuk mendahulukan mitigasi sebelum bencana terjadi.

    Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengimbau perusahaan di Jakarta menerapkan sistem kerja fleksibel atau work from home (WFH) menyusul cuaca ekstrem yang memicu banjir di sejumlah wilayah.

    Imbauan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Nakertransgi) Provinsi DKI Jakarta Nomor e-0001/SE/2026 tentang Pelaksanaan Sistem Kerja Fleksibel dan WFH karena Cuaca Ekstrem tertanggal 22 Januari 2026. Kebijakan ini ditempuh sebagai langkah antisipasi untuk menjaga kesehatan dan keselamatan pekerja.

  • Fahira Idris Dorong Ormas Perkuat Peran Strategis Jaga Stabilitas Jakarta

    Fahira Idris Dorong Ormas Perkuat Peran Strategis Jaga Stabilitas Jakarta

    JAKARTA, PALAPA NEWS –

    Anggota DPD RI daerah pemilihan DKI Jakarta Fahira Idris mendorong organisasi kemasyarakatan (ormas) di Ibu Kota untuk memperkuat peran strategis dan sinergi lintas elemen dalam menjaga stabilitas sosial, keamanan, dan keharmonisan Jakarta.

    Hal itu disampaikan Fahira saat menghadiri kegiatan Silaturahmi Kebangsaan Forum Lintas Ormas Provinsi DKI Jakarta bersama Ormas Bang Japar di Markas Komando Bang Japar, Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu, 24 Januari 2026.

    Fahira menegaskan, forum silaturahmi lintas ormas merupakan ruang konsolidasi kebangsaan yang penting untuk merawat persatuan di tengah kompleksitas Jakarta sebagai kota multikultural. Menurut dia, kerja-kerja ormas di tingkat akar rumput selama ini menjadi penyangga sosial yang berkontribusi langsung terhadap kondusivitas wilayah.

    “Forum lintas ormas adalah rumah besar kebersamaan. Dari sinilah energi persatuan dirawat, sekaligus diarahkan menjadi aksi nyata dalam menjaga stabilitas Jakarta,” kata Fahira.

    Ia mengingatkan, Forum Lintas Ormas yang dikukuhkan pada Oktober 2021 telah berkembang menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas sosial dan politik. Sejumlah program sosial dan kebangsaan, seperti Jumat Berkah, penanaman pohon, audiensi lintas sektor, hingga deklarasi menjaga Jakarta aman dan damai, disebutnya sebagai wujud konkret peran ormas dalam pembangunan sosial.

    Menurut Fahira, ormas memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara masyarakat dan negara. Peran itu mencakup penguatan ketertiban lingkungan bersama TNI, Polri, dan Forkopimda, penyaluran aspirasi publik secara konstruktif, hingga pelaksanaan pemberdayaan masyarakat.

    “Jakarta membutuhkan ormas yang solutif, menyejukkan, dan berorientasi pada kepentingan bangsa. Ormas harus tampil sebagai bagian dari solusi dalam merawat persatuan dan ketahanan sosial,” ujarnya.

    Sebagai Ketua Umum Bang Japar, Fahira juga menegaskan komitmen organisasinya untuk terus berjalan seiring dengan Forum Lintas Ormas serta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan aparat keamanan. Ia menyebut dukungan terhadap berbagai inisiatif pengamanan berbasis masyarakat, termasuk program Jaga Jakarta, sebagai bagian dari upaya membangun sistem keamanan partisipatif.

    “Menjaga Jakarta bukan hanya soal mencegah gangguan kamtibmas, tetapi juga membangun rasa aman, keadilan sosial, dan kebersamaan sebagai fondasi ketahanan kota,” kata Fahira.

    Silaturahmi kebangsaan ini dihadiri perwakilan berbagai ormas se-DKI Jakarta, jajaran pengurus Forum Lintas Ormas Provinsi DKI Jakarta, perwakilan Kementerian Dalam Negeri, Polda Metro Jaya, Polres Jakarta Selatan, serta unsur Kesbangpol Jakarta Selatan.

  • Forum Jamsos Siapkan Kader Advokasi untuk Kawal Hak Jaminan Sosial Pekerja

    Forum Jamsos Siapkan Kader Advokasi untuk Kawal Hak Jaminan Sosial Pekerja

    PALAPANEWS.ASIA, DEPOK –

    Persoalan jaminan sosial pekerja masih menjadi titik lemah dalam praktik hubungan industrial di Indonesia. Minimnya pemahaman regulasi, baik di kalangan pekerja maupun pengurus serikat, kerap berujung pada hilangnya hak buruh ketika menghadapi risiko kerja, sakit, hingga pemutusan hubungan kerja (PHK).

    Situasi itulah yang mendorong Forum Jaminan Sosial (Forum Jamsos) Lintas Federasi dan Konfederasi Serikat Pekerja dan Buruh menggelar Pelatihan Advokasi Jaminan Sosial di Pendopo Cibubur, Radar AURI, Jakarta Timur, Rabu (21/1/2026). Kegiatan ini diikuti pengurus serikat pekerja lintas sektor, dari industri manufaktur hingga sektor informal.

    Koordinator Forum Jamsos, Drs. KRH. HM. Jusuf Rizal, SH, SE, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari agenda penguatan internal serikat pekerja yang disusun berdasarkan evaluasi lapangan. Ia menilai, banyak kasus jaminan sosial yang sebenarnya dapat diselesaikan, namun terabaikan akibat lemahnya pengetahuan teknis dan hukum.

    “Ketika terjadi kecelakaan kerja, sakit, atau PHK, pekerja sering kali tidak tahu harus ke mana dan hak apa yang bisa diklaim. Bahkan pengurus serikat pun masih banyak yang belum memahami mekanisme BPJS secara utuh,” ujar Jusuf Rizal.

    Menurut dia, kondisi tersebut merugikan pekerja dan keluarganya. Sejumlah klaim yang seharusnya dapat diakses melalui BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, atau skema jaminan lain, kerap terlewat karena tidak ada pendampingan yang memadai.

    Forum Jamsos, lanjut Jusuf, ingin mendorong perubahan peran serikat pekerja agar tidak hanya aktif dalam konflik industrial, tetapi juga hadir dalam situasi-situasi krusial yang menyangkut keselamatan dan keberlangsungan hidup anggotanya.

    “Serikat pekerja harus mampu menjadi pelindung nyata. Advokasi jaminan sosial adalah bagian dari tanggung jawab moral dan sosial organisasi,” katanya.

    Pelatihan ini menghadirkan Timboel Siregar, Koordinator Advokasi BPJS Watch, sebagai narasumber utama. Hadir pula Moh. Nasir, anggota DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara, serta Sunarti, Ketua Umum SBSI 92, yang memberikan perspektif dari sisi kebijakan publik dan gerakan buruh.

    Dalam pemaparannya, Timboel menegaskan bahwa jaminan sosial merupakan hak konstitusional warga negara yang dijamin undang-undang. Karena itu, advokasi harus dilakukan secara terukur dan berbasis regulasi.

    “Isu jaminan sosial menyentuh semua lapisan rakyat. Advokasi tidak bisa hanya mengandalkan emosi, tetapi harus bertumpu pada pemahaman pasal dan aturan. Tanpa itu, pekerja akan selalu berada pada posisi lemah,” kata Timboel.

    Ia menguraikan landasan hukum jaminan sosial, mulai dari UUD 1945, Undang-Undang Sistem Jaminan Sosial Nasional, hingga berbagai peraturan turunan yang mengatur Jaminan Kesehatan Nasional dan BPJS Ketenagakerjaan. Timboel juga menyoroti dinamika perubahan regulasi yang kerap menimbulkan kebingungan di lapangan.

    Selain itu, Timboel memaparkan secara rinci program BPJS Ketenagakerjaan, seperti Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, Jaminan Hari Tua, Jaminan Pensiun, serta Jaminan Kehilangan Pekerjaan bagi pekerja terdampak PHK. Ia mengingatkan pentingnya memastikan pekerja tidak kehilangan hak akibat praktik pengunduran diri yang dipaksakan.

    Pelatihan berlangsung interaktif dengan diskusi kasus nyata dari berbagai daerah. Peserta mengemukakan persoalan seputar kepesertaan BPJS, hambatan klaim, hingga layanan kesehatan yang dinilai belum sepenuhnya sesuai ketentuan.

    Forum Jamsos menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi pijakan awal penguatan advokasi jaminan sosial di lingkungan serikat pekerja. Ke depan, Forum Jamsos berencana memperluas pelatihan ke sejumlah daerah serta mendorong kaderisasi advokat jaminan sosial di tingkat basis.

    Melalui langkah tersebut, Forum Jamsos berharap serikat pekerja dapat berperan lebih strategis dalam memastikan negara menjalankan kewajibannya memberikan perlindungan jaminan sosial yang adil dan berkelanjutan bagi pekerja dan buruh.

  • Sudin Gulkarmat Jakarta Timur Sambangi RW 9 Cipinang Muara, Bahas Pencegahan Kebakaran

    Sudin Gulkarmat Jakarta Timur Sambangi RW 9 Cipinang Muara, Bahas Pencegahan Kebakaran

    PALAPANEWS.COM, JAKARTA TIMUR –

    21 Januari 2029, Sebagai tindak lanjut peristiwa kebakaran yang terjadi beberapa waktu lalu di Kompleks Griya Wartawan, RW 9 Kelurahan Cipinang Muara, Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur melakukan kunjungan ke wilayah tersebut, Rabu (21/1).

    Kunjungan petugas Gulkarmat Jakarta Timur yang merupakan arahan dari Kepala Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Timur, Muchtar Zakaria, diterima di Pos Terpadu Pelayanan Administrasi Warga RW 9, Jalan Tajuk Rencana. Hadir dalam kegiatan tersebut petugas Gulkarmat Asror, Ario Seno, dan Anggoro, yang disambut langsung oleh Ketua RW 9 Cipinang Muara, A. Bahrul BD, bersama sejumlah warga serta jurnalis yang bermukim di sekitar Kompleks PWI.

    Dalam diskusi yang berlangsung, salah satu kesepakatan penting adalah rencana pelaksanaan sosialisasi aturan dan tata cara penanggulangan kebakaran kepada warga. Kegiatan tersebut direncanakan mulai 7 Februari 2026 dan dipusatkan di Halaman SDN 05 Cipinang Muara, bersamaan dengan kegiatan donor darah.
    Petugas Sudin Gulkarmat Jakarta Timur, Asror, menekankan pentingnya kesiapsiagaan warga di lingkungan permukiman padat.

    “Lingkungan permukiman padat seperti RW 9 ini perlu pemahaman yang sama tentang pencegahan dan penanganan awal kebakaran. Melalui sosialisasi nanti, kami ingin warga tahu apa yang harus dilakukan sebelum petugas tiba di lokasi,” ujar Asror.

    Sementara itu, Ketua RW 9 Cipinang Muara, A. Bahrul BD, mengungkapkan persoalan mendasar yang masih dihadapi wilayahnya, yakni belum tersedianya hydrant kebakaran di sejumlah kawasan permukiman besar. Menurutnya, hingga saat ini tiga kompleks besar di wilayah RW 9, yaitu Kompleks Griya Wartawan, Kompleks Diskum, dan Kompleks Cipinang Indah, belum memiliki fasilitas hydrant yang memadai.

    “Ini menjadi perhatian serius kami. Di tiga kompleks besar tersebut belum tersedia hydrant, sehingga saat terjadi kebakaran, sumber air menjadi kendala utama bagi petugas maupun warga,” ujar A. Bahrul BD.

    Ia berharap, hasil diskusi dengan Sudin Gulkarmat Jakarta Timur dapat menjadi dasar koordinasi lanjutan dengan pihak terkait, agar kebutuhan sarana proteksi kebakaran, khususnya hydrant, dapat segera ditindaklanjuti.

    Selain membahas sarana pemadam kebakaran, petugas Gulkarmat juga memberikan edukasi mengenai potensi penyebab kebakaran rumah tinggal, pengecekan instalasi listrik, penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), serta mekanisme pelaporan cepat melalui layanan darurat.

    Melalui jajarannya, Kasudin Gulkarmat Jakarta Timur, Muchtar Zakaria, menegaskan bahwa edukasi dan pemetaan risiko kebakaran di lingkungan warga merupakan bagian dari strategi pencegahan yang terus dilakukan secara berkelanjutan.

    Dengan adanya rencana sosialisasi serta penyampaian persoalan fasilitas hydrant ini, sinergi antara warga, pengurus wilayah, dan Sudin Gulkarmat Jakarta Timur diharapkan semakin kuat dalam membangun lingkungan RW 9 Cipinang Muara yang lebih aman dan siap menghadapi risiko kebakaran.

  • Dengungkan Kebaikan, BRI Kanca Cimanggis Salurkan Bantuan kepada Dhuafa dan Anak Yatim

    Dengungkan Kebaikan, BRI Kanca Cimanggis Salurkan Bantuan kepada Dhuafa dan Anak Yatim

    PALAPANEWS.ASIA, CIMANGGIS

    Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekitar dan komitmen dalam menjalankan tanggung jawab sosial, BRI Kanca Cimanggis menggelar kegiatan Jumat Berkah dengan menyalurkan santunan dan sembako kepada dhuafa dan anak yatim di wilayah Cimanggis, beberapa hari lalu.

    Kegiatan ini merupakan bagian dari program kepedulian sosial yang rutin dilakukan terutama menjelang momentum akhir tahun dan menghadapi situasi ekonomi yang masih menantang bagi sebagian masyarakat.

    Para karyawan terlibat langsung dalam penyerahan bantuan yang dikemas dalam suasana hangat dan penuh keakraban.

    Selain membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar, acara ini juga bertujuan mempererat hubungan antara perusahaan dan warga sekitar.

    “Kami percaya bahwa keberadaan perusahaan harus memberikan dampak positif bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dan manfaat yang bisa membantu kebutuhan harian warga,” ujar Pandi Suwito perwakilan dari BRI Kanca Cimanggis.

    Suasana penuh keceriaan terlihat saat penerima manfaat mendapatkan bantunan. Duwi, salah seorang warga dhuafa menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan.

    “Dukungan seperti ini sangat berarti bagi kami, apalagi saya sudah berkeluarga, semoga kerja sama ini dapat terus berlanjut,” ujarnya

    Nurul pelajar kelas IX yang juga sebagai penerima manfaat mengaku sangat senang mendapat bantuan.

    “Terimakasih kepada BRI Kanca Cimanggis bantuan ini sangat berarti bagi kami, semoga berkah terus,” ucapnya senang.

    Melalui program ini, BRI Kanca Cimanggis menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan manfaat bagi masyarakat melalui kegiatan sosial yang berkelanjutan. Perusahaan berencana menjadikan program bakti sosial sebagai agenda rutin yang melibatkan seluruh elemen internal agar semangat berbagi terus tumbuh di lingkungan kerja. (*)

  • DPP KOMPI B Desak Penindakan: Studio 21 Disebut Jadi Titik Peredaran Ekstasi

    DPP KOMPI B Desak Penindakan: Studio 21 Disebut Jadi Titik Peredaran Ekstasi

    PALAPANEWS.ASIA, PEMATANGSIANTAR, SUMATERA UTARA –

    Sorotan publik kembali mengarah pada Tempat Hiburan Malam (THM) Studio 21 di Kota Pematangsiantar. Meski berbagai laporan dan isu mengenai dugaan peredaran narkotika beberapa kali mencuat, tempat hiburan tersebut tetap beroperasi tanpa adanya penindakan signifikan dari aparat penegak hukum.

    Sejumlah warga dan pemerhati sosial menyebutkan adanya peredaran narkoba jenis ekstasi bermerek “tengkorak” di lokasi tersebut. Beberapa sumber yang tidak ingin disebutkan namanya menduga barang terlarang itu dipasok oleh oknum berinisial RS dan A, yang dinilai memiliki jaringan kuat di lapangan.

    Publik Bertanya: Apakah Aparat Tidak Mengetahui?

    Isu peredaran narkoba di Studio 21 bukan hal baru bagi warga. Pertanyaan pun muncul: mengapa aktivitas tersebut seolah tidak terpantau oleh Polres Pematangsiantar, Polda Sumut, maupun BNN?

    “Kalau masyarakat saja tahu dan sering melihat aktivitas mencurigakan, apakah aparat benar-benar tidak mengetahui? Atau memang ada pembiaran?” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

    Warga lain menuturkan adanya aktivitas mencurigakan pada jam-jam tertentu, mulai dari kendaraan keluar-masuk hingga dugaan transaksi di ruangan khusus.

    DPP KOMPI B: Kapolri Diminta Bertindak Tegas

    Menanggapi situasi ini, Dewan Pimpinan Pusat Komunitas Masyarakat Peduli Indonesia Baru (DPP KOMPI B) melalui ketuanya, Henderson Silalahi, menyampaikan desakan keras.

    “Kami meminta Kapolri segera mengeluarkan perintah penindakan terhadap Studio 21 dan para terduga pelaku peredaran narkotika di dalamnya. Jangan sampai kesan pembiaran merusak kepercayaan publik terhadap penegakan hukum,” ujar Henderson.

    Menurutnya, informasi dugaan aktivitas ilegal tersebut sudah lama beredar luas sehingga tidak ada alasan bagi aparat untuk tetap diam.

    Ancaman Evaluasi terhadap Polda Sumut dan Polres Pematangsiantar

    DPP KOMPI B menegaskan bahwa jika dalam waktu dekat tidak ada langkah nyata dari aparat, pihaknya menilai perlu dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Polda Sumut dan Polres Pematangsiantar.

    “Jika aparat tidak mampu menindak, patut dipertanyakan kapasitas dan komitmennya. Negara tidak boleh kalah dari jaringan pengedar narkoba,” kata Henderson.

    Publik Menunggu Sikap Aparat

    Masyarakat kini menanti apakah Kapolri, Polda Sumut, Polres Pematangsiantar, maupun BNN akan mengambil langkah nyata menindaklanjuti laporan dan keluhan yang terus muncul.

    Dugaan peredaran ekstasi bermerek tertentu yang disebut-sebut beredar secara terang-terangan menjadi ancaman serius bagi generasi muda dan keamanan kota. Penindakan tegas diharapkan bisa mengakhiri kesan bahwa Pematangsiantar menjadi zona aman bagi jaringan narkotika.

    Hingga berita ini diterbitkan, Kapolres Pematangsiantar AKBP Sah Udur Sitinjak belum memberikan respons. Upaya konfirmasi melalui panggilan telepon dan pesan WhatsApp tidak mendapatkan jawaban.

  • ​”Anak Istri Kami Berteriak,” Sopir Mikrolet Desak Gubernur DKI Terapkan Perbedaan Jalur Angkutan

    ​”Anak Istri Kami Berteriak,” Sopir Mikrolet Desak Gubernur DKI Terapkan Perbedaan Jalur Angkutan

    PALAPANEWS.ASIA, JAKARTA –

    11 November 2025 — Puluhan anggota Persatuan Pemilik dan Sopir Mikrolet M02 rute Kampung Melayu – Terminal Pulogadung menggelar aksi protes di halaman Balai Kota DKI Jakarta pada hari Selasa (11/11). Aksi ini merupakan puncak kekecewaan para sopir yang merasa penghasilan mereka dimatikan akibat rute Mikrolet M02 yang persis sama dengan rute TransJakarta Koridor 41 selama lima tahun terakhir.

    ​Aksi protes ini bermuara pada dua tuntutan utama, sebagaimana disampaikan oleh perwakilan komunitas, Ilham.

    ​“Tuntutan kami hanya dua. Satu, perubahan jalur JakLingko (TransJakarta) agar berbeda dengan M02. Kedua, apabila tuntutan enggak disetujui, tariklah kami, 46 unit ini ke dalam JakLingko JAK 41,” kata Ilham, saat ditemui di lokasi.

    ​Kesepakatan Mandek dan Isu Legalitas
    ​Sebelumnya, para sopir telah berusaha menempuh jalur dialog. Ilham menerangkan, pihaknya sudah beberapa kali mengajukan keberatan resmi ke berbagai lembaga, termasuk Gubernur DKI, Sudin Perhubungan Jakarta Timur (Jaktim), dan DPRD DKI Jakarta.

    ​”Ada tiga pertemuan, satu dengan Direktur Utama dan Direktur Operasional TransJakarta, termasuk Sudin Dishub Jaktim bagian Badan Angkutan Jalan (BAJ). Kita juga sudah ketemu Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta,” terang Ilham.

    ​Ironisnya, saat perwakilan sopir berhasil mencapai kesepakatan perubahan jalur dengan Dinas Perhubungan pada 13 Oktober 2025, kesepakatan itu justru mandek tanpa implementasi. Pardi, sopir M02 lainnya, mengungkapkan adanya kendala legalitas di balik terhentinya kesepakatan.

    ​”Alih-alih diterapkan, malah selentingan terdengar, kesepakatan itu tidak sah karena tidak pakai meterai,” timpal Pardi kepada awak media, menuding adanya upaya untuk membatalkan hasil pertemuan.
    ​Kekecewaan ini mendorong salah satu sopir, Manto, meluapkan emosinya di hadapan Gubernur. “Tolong kami Pak Gubernur… Kami butuh makan, anak istri kami berteriak. Kami harus melawan saingan kami yang gratisan,” ungkapnya.

    Saat berita ini dinaikkan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah meminta 7 orang perwakilan pendemo, 1 Pemilik Angkot dan 6 Sopir, dan belum diketahui apa hasil audensi antara kedua belah pihak.

  • Ini Tanggapan Komeng Terhadap Pelaktikan Pengurus Forum Pemuda Betawi 2000

    Ini Tanggapan Komeng Terhadap Pelaktikan Pengurus Forum Pemuda Betawi 2000

    PALAPANEWS.ASIA, JAKARTA –

    Di tengah pesatnya perubahan zaman, keberadaan pemuda masih tetap menjadi harapan dalam memajukan pengembangan potensi di setiap wilayah, termasuk DKI Jakarta.

    Menyadari hal tersebut, Kamis, 21 Agustus 2025, H. Achmad Azran, Anggota DPD RI, melantik H. Cahyadi Habibie, SE, SH sebagai Ketua Umum Forum Pemuda Betawi 2000, di Terraz Tree Hotel, Jl. Kapten Tendean, Jakarta Selatan.

    Dalam kesempatan tersebut, turut dihadiri anggota DPD RI Jawa Barat, Alfiansyah Komeng, Staf Ahli Gubernur DKI Jakarta, Kepala Kesbangpol DKI Jakarta, Suku Dinas Pendidikan, Suku Dinas Kebudayaan dan beberapa Pejabat di Wilayah DKI Jakarta.

    Mengawali Acara, Arif Ardiansyah, Ketua Panitia Pelantikan Forum Pemuda Betawi 2000, menyatakan bahwa terlaksananya kegiatan ini adalah Dukungan bersama baik dari Panitia Pelaksana dan bergai fihak yang turut membantu kegiatan ini baik bersifat Materil maupun moril.

    Dalam Kesempatan yang diberikan, H. Achmad Azram, Anggota DPD DKI Jakarta, mengungkapkan bahwa Beliau sengaja menghadirkan menghadirkan Alfiansyah Komeng untuk Menyemangati Pengurus Forum Pemuda Betawi 2000, dan berharap Organisasi ini bisa mempersatukan seluruh Pemuda Betawi.

    Dalam Sambutannya, Ketua Umum Forum Pemuda Betawi 2000, H. Cahyadi Habibie, SE, SH,, Pemuda Betawi 2000 diharapkan dapat menjadi penerus dari sejarah yang mencatat bahwa di tahun 1927, Mohammad Rochjani Soe’oed yang bersama-sama dengan Mochamad Husni Tamrin mengajak para pemuda untuk bersatu melawan penjajahan, yang kemudian di tanggal 28 Oktober 1928, tercetusnya Sumpah Pemuda.

    “Berbekal hal tersebut, saya bersama kawan-kawan lain menginisiasi hadirnya Forum Pemuda Betawi 2000, yang diharapkan dapat menjadi penerus perjuangan Bang Mohammad Rochjani Soe’oed, dalam hal ini dapat mempersatukan pemuda Betawi pada khususnya dan Pemuda dari berbagai wilayah yang ada di Jakarta” ungkap Bang Habibie.

    Di kesempatan yang sama, Alfiansyah Komeng, Anggota DPD RI asal Jawa Barat, yang juga masih bersuku Betawi, dengan ciri khasnya banyolnya, mengungkapkan harapannya.

    “Saya berharap, Bang Ketua, Habibie dapat mempersatukan Pemuda Betawi di manapun berada, Pemuda Betawi tidak hanya ada di jakarta, namun telah tersebar di berbagai Wilayah di Nusantara ini, terutama Banten dan Jawa Barat.” Ungkapnya.

    Ditemui pasca Pelantikan, Ketua Umum Pemuda Betawi 2000, kembali mengungkapkan harapannya agar Pemuda Betawi dapat menjadi contoh bagi para pemuda lainnya, di belahan Nusantara, terutama di DKI Jakarta.

    “Saya berharap, Pemuda Betawi dapat menciptakan Jakarta yang nyaman, ramah dan bersahabat bagi semuanya.” tutupnya.

  • Ribuan Peserta Meriahkan Gerak Jalan HUT RI dan Kabupaten Bekasi, Bupati Tambah Hadiah Khusus

    Ribuan Peserta Meriahkan Gerak Jalan HUT RI dan Kabupaten Bekasi, Bupati Tambah Hadiah Khusus

    PALAPANEWS.ASIA, BEKASI –

    Ribuan peserta memadati Komplek Pemerintah Kabupaten Bekasi di Cikarang Pusat dalam rangka memeriahkan acara gerak jalan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia dan HUT ke-75 Kabupaten Bekasi, Rabu (13/8/2025). Kegiatan ini dibuka langsung oleh Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang.

    Dalam sambutannya, Bupati Ade menyampaikan harapannya agar kegiatan ini menjadi motivasi bagi seluruh pegawai pemerintah daerah untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

    “Semoga kegiatan ini tidak hanya memeriahkan hari ulang tahun Kabupaten Bekasi, tetapi juga menjadi motivasi bagi kita untuk melayani masyarakat lebih baik lagi,” ujar Ade Kuswara Kunang.

    Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Bekasi Iman Nugraha mencatat lonjakan signifikan jumlah peserta dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun ini, jumlah regu mencapai 170, meningkat dua kali lipat dari 80 regu pada 2024. Dengan rata-rata 11 orang per regu, total peserta diperkirakan hampir 2.000 orang.

    Panitia menyediakan hadiah uang tunai untuk para pemenang, dengan rincian Juara 1 sebesar Rp 4,8 juta, Juara 2 Rp 4 juta, Juara 3 Rp 3,6 juta, serta Juara Harapan 1 hingga 6 masing-masing sebesar Rp 2,6 juta.

    Selain hadiah dari panitia, Bupati Bekasi turut memberikan hadiah tambahan dari dana pribadi, yakni Rp 5 juta untuk Juara 1, Rp 3 juta untuk Juara 2, dan Rp 2 juta untuk Juara 3.

    Bupati Ade juga mengimbau para peserta untuk menjaga kesehatan selama kegiatan berlangsung. “Sehat, ayo laksanakan. Semoga Kabupaten Bekasi bangkit, maju, dan sejahtera,” pungkasnya.