Kategori: Politik

  • FGD Perda Ideologi Pancasila: FKBN Tekankan Penguatan Karakter Bangsa

    FGD Perda Ideologi Pancasila: FKBN Tekankan Penguatan Karakter Bangsa

    Jakarta, – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Naskah Akademik Rancangan Peraturan Daerah tentang Pembinaan Ideologi Pancasila Angkatan II Tahun 2025. Kegiatan berlangsung di Hotel Ibis Senen 8 – 11 Desember 2025, diikuti oleh 13 unsur lembaga negara, TNI, Polri, kementerian/instansi, perangkat daerah, serta berbagai organisasi kemasyarakatan, dengan total 40 peserta.

    FGD ini digelar sebagai upaya menghimpun masukan konstruktif dari para pemangku kepentingan untuk memperkuat dasar akademis Peraturan Daerah (Perda) Pembinaan Ideologi Pancasila yang akan diterapkan di DKI Jakarta.

    FKBN DKI Jakarta Ambil Peran Strategis

    Forum Kader Bela Negara (FKBN) Provinsi DKI Jakarta menjadi salah satu peserta aktif dalam forum tersebut. Kehadiran FKBN mencerminkan komitmen organisasi ini sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembinaan ideologi bangsa, khususnya dalam memperkuat karakter bela negara dan ketahanan nasional masyarakat perkotaan.

    Dalam sesi diskusi sejak pagi pukul 07.30 WIB, FKBN menyampaikan sejumlah gagasan strategis terkait pembinaan Pancasila yang dianggap perlu menjadi perhatian dalam rancangan Perda, antara lain:

    1. Perluasan Program Aplikatif di Masyarakat

    FKBN mengusulkan agar pembinaan ideologi tidak berhenti pada tataran konseptual, tetapi diterjemahkan ke dalam program aksi nyata, kegiatan sosial kemasyarakatan, serta aktivitas yang mudah diikuti generasi muda.

    2. Pemanfaatan Media Digital untuk Edukasi Pancasila

    Dalam era digital, FKBN menekankan pentingnya strategi berbasis media sosial dan konten digital kreatif sebagai sarana efektif penyebaran nilai Pancasila, terutama bagi generasi Z dan milenial.

    3. Pendekatan Dialogis yang Relevan dengan Zaman

    Pembinaan ideologi Pancasila harus mengadopsi pendekatan baru yang komunikatif dan dialogis, bukan sekadar model indoktrinasi seperti era sebelumnya. FKBN menilai pembinaan yang relevan dengan ekosistem digital lebih mampu menciptakan kedekatan dengan generasi penerus bangsa.

    “Membangun kembali pembinaan ideologi Pancasila bukan kembali ke pola indoktrinasi era 90-an, tetapi menciptakan pendekatan baru yang relevan dan berbicara dengan bahasa generasi muda. Jika bangsa ingin tetap utuh, Pancasila harus kembali menjadi kesadaran, bukan sekadar simbol,”
    ujar Kepala FKBN DKI Jakarta, Bang Morris, saat ditemui rekan media dalam waktu istirahat siang.

     

    Menuju Perda yang Lebih Progresif dan Berdampak Nyata

    Melalui FGD ini, Kesbangpol DKI Jakarta berupaya merumuskan fondasi regulasi yang lebih kuat, holistis, dan responsif terhadap perkembangan sosial. Masukan dari lembaga pemerintah, TNI/Polri, unsur akademisi, serta organisasi kemasyarakatan seperti FKBN diharapkan memperkaya substansi naskah akademik Perda Pembinaan Ideologi Pancasila.

    FKBN menilai bahwa pembinaan ideologi Pancasila adalah investasi jangka panjang untuk membangun karakter bangsa, memperkuat persatuan, serta menghadapi tantangan ideologi transnasional dan radikalisme di era digital.

    Dengan kerja sama kolaboratif seluruh elemen bangsa, Peraturan Daerah yang dihasilkan diharapkan mampu:

    Menjadi payung hukum yang kuat dan progresif,

    Relevan dengan dinamika zaman,

    Serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat Jakarta.

    Jurnalis

    Jaya Putra

  • DPC PPP Jakarta Utara Gelar Tasyakuran atas Terpilihnya H.M. Mardiono Sebagai Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan Periode 2025–2030 Melalui Muktamar X di Hotel Mercure Ancol

    DPC PPP Jakarta Utara Gelar Tasyakuran atas Terpilihnya H.M. Mardiono Sebagai Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan Periode 2025–2030 Melalui Muktamar X di Hotel Mercure Ancol

    Palapanews.My.Id | Jakarta, 3 Oktober 2025 — Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan (DPC PPP) Jakarta Utara menggelar acara tasyakuran sebagai bentuk syukur, dukungan, dan komitmen penuh atas terpilihnya H. M. Mardiono sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (DPP PPP) periode 2025–2030.

    Penetapan kepemimpinan H.M. Mardiono ini berdasarkan hasil Muktamar X PPP yang berlangsung di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, serta telah mendapatkan pengesahan melalui Surat Keputusan (SK) Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia. Dengan keluarnya SK tersebut, jajaran PPP di seluruh Indonesia diharapkan mengakhiri segala polemik internal dan menutup ruang bagi pihak-pihak yang berusaha memecah belah partai.

    DPC PPP Jakarta Utara Tegas Mendukung

    Ketua DPC PPP Jakarta Utara, Drs. Junaedi, menyatakan bahwa, seluruh jajaran pengurus dan kader di wilayahnya menerima dengan penuh legowo keputusan muktamar dan SK Kemenkumham. Dukungan ini, kata Junaedi, adalah bentuk kepatuhan kader terhadap mekanisme partai dan komitmen untuk selalu satu komando di bawah pimpinan ketua umum yang sah.

    > “Kami segenap pengurus dan kader PPP Jakarta Utara menyambut dengan penuh rasa syukur dan menerima SK Kementerian Hukum. Mari kita sesama kader PPP saling rekonsiliasi, menutup perbedaan, dan jangan memberi celah bagi pihak-pihak yang ingin memecah belah. PPP Jakarta Utara siap melaksanakan perintah, arahan, dan keputusan Ketua Umum,” tegasnya.

     

    Refleksi atas Dinamika Muktamar X

    Dalam kesempatan tersebut, Drs. Junaedi juga menyinggung dinamika yang sempat terjadi pada Muktamar X. Ia mengakui adanya insiden yang tidak semestinya terjadi, di mana beberapa peserta terlibat saling lempar kursi. Bahkan dirinya terkena lemparan kursi hingga mengalami lebam di bagian dahi.

    > “Saya sendiri mengalami langsung insiden saling lempar kursi di muktamar, bahkan jidat saya lebam terkena lemparan. Namun semua itu menjadi pelajaran berharga. Yang terpilih maupun yang belum terpilih harus legowo dan ikhlas. Kita harus bersatu demi kebesaran partai di masa depan,” ungkap Junaedi.

     

    Menurutnya, sikap legowo dan kebesaran hati adalah kunci agar PPP kembali solid, kompak, serta mampu menatap Pemilu 2029 dengan optimisme baru.

    Optimisme Menyongsong Pemilu 2029

    Dengan kepemimpinan baru di bawah H.M. Mardiono, DPC PPP Jakarta Utara optimistis partai berlambang Ka’bah itu akan semakin solid, kuat, dan mampu meraih suara lebih banyak pada Pemilu mendatang.

    > “Kami yakin, dengan kepemimpinan H.M. Mardiono, PPP akan kembali berjaya, lebih besar, dan lebih bermanfaat untuk umat. Kami siap menjalankan arahan Ketua Umum dan bekerja keras memenangkan PPP pada Pemilu 2029,” tutup Junaedi.

     

    Tasyakuran Sebagai Wujud Syukur dan Persatuan

    Acara tasyakuran yang diselenggarakan di Kantor DPC PPP Jakarta Utara dihadiri oleh jajaran pengurus, kader, serta simpatisan partai. Suasana berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan, menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus meneguhkan komitmen bersama dalam mendukung kepemimpinan H.M. Mardiono.

    Kegiatan ini ditandai dengan doa bersama, ramah tamah, serta pernyataan sikap bahwa DPC PPP Jakarta Utara tetap berada dalam satu barisan komando Ketua Umum terpilih hasil Muktamar X.

    (red/tim)

  • Eksponen 4 Fusi 1973 Serukan Pengembalian Marwah PPP: “Poros Tengah adalah Penentu

    Eksponen 4 Fusi 1973 Serukan Pengembalian Marwah PPP: “Poros Tengah adalah Penentu

    Palapanews.asia.my.id | Jakarta – Sejumlah tokoh senior Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang berasal dari keluarga besar dan eksponen pendiri partai hasil fusi tahun 1973 (NU, Parmusi, Sarekat Islam, dan Perti) menggelar pertemuan di kediaman almarhum KH. Rusli Halil, salah satu tokoh pendiri PPP, di Jl. Gereja No.24, Cilandak Barat, Jakarta Selatan(30/9/2025) Pertemuan ini digelar sebagai respons atas dinamika dan kekisruhan yang terjadi pasca-Muktamar X PPP.

    Tokoh Senior Lintas Generasi Hadir

    Hadir dalam kesempatan tersebut sejumlah tokoh lintas generasi, di antaranya:

    Prof. Dr. Anwar Sanusi, mantan Ketua Umum PPP dan anggota DPR RI empat periode, perwakilan dari Partai Muslimin Indonesia (Parmusi).

    Rahmat Ferial, senior PPP, mantan anggota DPR RI lima periode.

    Imam Aulia Cokroaminoto, keturunan langsung dari HOS Tjokroaminoto, pendiri Sarekat Islam.

    Prof. Dr. KH. Husnan Bey Fananie, tokoh senior PPP, mantan Duta Besar RI untuk Azerbaijan (2016–2020), akademisi, dan kini disebut-sebut sebagai calon Ketua Umum PPP.

    Dalam pernyataannya, Prof. Dr. KH. Husnan Bey Fananie menegaskan bahwa PPP harus kembali pada jati dirinya sebagai rumah besar umat Islam. Ia menilai konflik internal, dualisme kepemimpinan, serta perebutan kursi belakangan ini telah merusak marwah partai.

    PPP lahir pada 5 Januari 1973 dari fusi empat partai Islam. Ia didirikan sebagai rumah besar umat Islam, tempat menyalurkan aspirasi politik, menjaga moral bangsa, serta memperjuangkan keadilan sosial. PPP bukan milik elit, bukan barang dagangan, bukan pula warisan yang diperebutkan. PPP adalah amanah umat,” tegas Fananie.

    Fananie juga menyerukan agar pemerintah, khususnya Presiden Prabowo Subianto, ikut mengambil peran sebagai penengah dalam menyelesaikan konflik kepemimpinan PPP.

    Kami menolak hasil muktamar yang cacat aturan. Untuk itu, kami berkomitmen menggelar muktamar ulang pada tahun 2025 sebagai langkah mengembalikan PPP ke jalur yang benar. Ini bagian dari ibadah politik, menjaga umat sekaligus menjaga bangsa,” lanjutnya.

    Tokoh-tokoh eksponen 1973 menekankan bahwa PPP harus kembali menghidupkan peran poros tengah sebagai kekuatan moral-politik yang menyeimbangkan dinamika demokrasi Indonesia.

    Kita tidak sedang membangun alat kekuasaan, tapi sedang menjaga amanah umat. Poros tengah harus kembali berdiri kokoh, sebab dari situlah PPP dapat menjadi penentu arah politik bangsa,” tutup Fananie.

    Dalam kesempatan tersebut, Prof. Anwar Sanusi juga mengingatkan kembali nilai dasar perjuangan PPP yang lahir dari para ulama pendiri.

    Menurutnya, PPP tidak boleh melupakan 5 Khitbah Partai dan 6 Prinsip Perjuangan, yang salah satunya menekankan pentingnya membentuk manusia beriman dan bertakwa kepada Allah SWT, menuju masyarakat yang adil, makmur, dan diridhai-Nya.

    Ia menegaskan bahwa asas dan simbol partai seharusnya dijaga sebagai amanah, bukan diperebutkan.

    Sangat memalukan jika partai yang berasas Islam berlambangkan Ka’bah justru dipakai untuk rebutan jabatan. Padahal, para ulama mendirikannya untuk membentuk manusia yang beriman dan bertakwa, agar lahir masyarakat adil dan makmur. Itulah pesan yang ingin saya titipkan sebagai penerus eksponen pendiri,” ujar Sanusi

    Pertemuan ditutup dengan doa serta penegasan bahwa PPP harus kembali ke khitah perjuangan Islam, berlandaskan musyawarah, dan menegakkan prinsip amar ma’ruf nahi munkar. Panitia menyampaikan terima kasih kepada para tokoh, ulama, dan awak media yang hadir.“Kami atas nama panitia mengucapkan terima kasih atas perhatian rekan-rekan media cetak, media elektronik, maupun media online. Mohon maaf bila ada kekurangan dalam penyelenggaraan pertemuan ini,” tutup panitia.

    (red/Jaya Putra)

  • Muhammad Mardiono Terpilih Sebagai Ketua Umum PPP Periode 2025-2030 Melalui Muktamar X yang Dipercepat

    Muhammad Mardiono Terpilih Sebagai Ketua Umum PPP Periode 2025-2030 Melalui Muktamar X yang Dipercepat

    Palapanews.my.id | Jakarta, 28 September 2025 – Muhammad Mardiono secara aklamasi terpilih sebagai Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) untuk periode 2025-2030 pada Muktamar X PPP yang berlangsung pada hari Sabtu, 27 September 2025. Pemilihan ini dipercepat oleh pimpinan sidang karena menilai adanya kondisi darurat yang memerlukan keputusan segera.

    Muktamar X PPP, yang diselenggarakan di Jakarta, diwarnai dinamika internal partai. Sejak pembukaan, terjadi perpecahan di antara kader, dengan kericuhan antara pendukung Mardiono dan kubu calon ketua umum lainnya. Amir Uskara, Pimpinan Sidang Muktamar X PPP, menyampaikan selamat kepada Mardiono atas terpilihnya secara aklamasi.

    Muhammad Mardiono, kelahiran Yogyakarta pada 11 Juli 1957, adalah seorang pengusaha yang memiliki pengalaman panjang di dunia politik. Sebelumnya, Mardiono pernah menjabat sebagai Ketua DPW PPP Provinsi Banten dan Wakil Ketua Umum PPP di bawah kepemimpinan Muhammad Romahurmuziy.

    Meskipun sempat mendeklarasikan diri sebagai calon ketua umum pada Muktamar IX PPP di Makassar pada tahun 2020, Mardiono akhirnya mengurungkan niatnya saat itu. Terpilihnya Mardiono sebagai Ketua Umum PPP diharapkan dapat membawa stabilitas dan arah yang jelas bagi partai dalam menghadapi tantangan politik ke depan.

    (red)

  • DPC PPP Jakarta Utara Gelar MUKERCAB III, Putuskan Dukungan kepada H. Mardiono sebagai Ketua Umum 2025–2030

    DPC PPP Jakarta Utara Gelar MUKERCAB III, Putuskan Dukungan kepada H. Mardiono sebagai Ketua Umum 2025–2030

    PALAPANEWS.MY.ID | Jakarta Utara, 16 Agustus 2025 – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jakarta Utara menggelar Musyawarah Kerja Cabang (MUKERCAB) III pada Sabtu, 16 Agustus 2025 di Kantor DPC PPP Jakarta Utara, Jalan Beting No. 2 RT 2/9, Kelurahan Semper Barat, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.

    Acara dimulai pukul 10.00 WIB dan berlangsung khidmat, dihadiri jajaran pengurus Harian DPW PPP DKI Jakarta, pengurus DPC, alim ulama, tokoh masyarakat, serta ratusan kader partai dari tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC) hingga ranting.

    Dengan mengangkat tema “Berjuang Bersama Kader Terbaik, Menangkan PPP pada Pemilu 2029”, MUKERCAB III menjadi momentum penting konsolidasi, evaluasi, sekaligus refleksi perjuangan PPP untuk mengembalikan kejayaan partai Islam yang lahir dari rahim para ulama.

    Rangkaian acara diawali pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustadz Ahmad Faqih, S.Pd.I, dilanjutkan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Mars PPP. Suasana kebersamaan semakin terasa dengan doa restu para ulama dan tokoh masyarakat yang turut hadir.

    Ketua Panitia, H. Nurul Huda, menegaskan bahwa MUKERCAB merupakan agenda konstitusional partai. “Walau Pemilu 2024 menjadi evaluasi berat bagi kita, MUKERCAB III ini adalah momentum memperkuat soliditas dan semangat agar PPP kembali berjaya di 2029,” ujarnya.

    Sementara itu, Ketua DPC PPP Jakarta Utara, Drs. Junaedi, menekankan pentingnya mengutamakan kader internal dalam perjuangan partai. “PPP tidak boleh hanya menjadi kendaraan politik bagi figur eksternal. Mari bekerja nyata agar PPP kembali memimpin dan memenangkan hati rakyat pada Pemilu 2029,” tegasnya.

    Acara dibuka secara resmi oleh Sekretaris Wilayah DPW PPP DKI Jakarta, H. Ahmad Lafranta Siregar, SE., MBA., MPM., yang menekankan pentingnya konsolidasi cabang di Ibu Kota sebagai barometer politik nasional. “Enam puluh persen pemilih 2029 adalah generasi muda. PPP harus adaptif, kreatif, dan solid agar kembali berjaya,” katanya.

    Sekretaris DPC PPP Jakarta Utara, Syamsuddin, S.H., juga mendorong Banom-Banom PPP kembali aktif dalam kerja politik di akar rumput. “Semua struktur hingga ranting harus semangat menjemput kemenangan 2029,” pesannya.

    Puncak MUKERCAB III ditandai dengan lahirnya keputusan politik penting. Melalui pandangan umum PAC PPP se-Jakarta Utara, forum secara resmi merekomendasikan dukungan kepada H. Mardiono untuk kembali menjabat sebagai Ketua Umum PPP periode 2025–2030 pada Muktamar mendatang.

    Keputusan ini disambut antusias oleh seluruh peserta sebagai bentuk konsolidasi nyata di tingkat cabang. Dukungan kepada H. Mardiono diyakini dapat membawa stabilitas kepemimpinan sekaligus memperkuat arah perjuangan partai menuju Pemilu 2029.

    Acara ditutup dengan doa bersama dipimpin KH. Nur Jaya, memohon keberkahan, persatuan, serta kekuatan dalam perjuangan politik. Seluruh kader menyatakan tekad untuk memperkuat struktur hingga ke tingkat ranting dan memenangkan PPP pada Pemilu 2029.

    Dengan semangat “Berjuang Bersama Kader Terbaik, Menangkan PPP pada Pemilu 2029”, MUKERCAB III DPC PPP Jakarta Utara menjadi tonggak konsolidasi strategis partai dalam mengembalikan kejayaan dan meneguhkan PPP sebagai partai Islam yang setia pada perjuangan ulama.

    (red/tim)

  • DPC PPP Jakarta Utara Adakan Silaturahmi dan Konsolidasi Menuju Kebangkitan Pemilu 2029

    DPC PPP Jakarta Utara Adakan Silaturahmi dan Konsolidasi Menuju Kebangkitan Pemilu 2029

    PALAPANEWS.MY.ID | Jakarta — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jakarta Utara yang di pimpin oleh Ketua DPC PPP Drs. Junaedi adakan silaturahmi dan konsolidasi bersama para pengurus tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC) dari 6 Kecamatan yang ada dibawah naungan DPC PPP Jakarta Utara. Acara berlangsung di Kantor Sekretariat DPC PPP Jl. Beting, Kelurahan Semper Barat, Kecamatan Cilincing, Kota Jakarta Utara, Minggu 22 Juni 2025.

    Drs.Junaedi menyampaikan terbuka atas berbagai dinamika politik internal dan eksternal yang menyebabkan kemunduran elektoral partai dalam dua pemilu terakhir. Dalam pidato evaluatif yang disampaikan dalam forum konsolidasi kader, DPC PPP Jakarta Utara, Junaedi menekankan perlunya keberanian mengakui kesalahan, membenahi arah perjuangan, serta menyatukan kembali kekuatan partai untuk menghadapi Pemilu 2029.”kata Junaedi

    Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Daerah Jakarta Saeful H.Rahmat Dasuki S. Ip,.M.Si mengatakan, dua peristiwa utama yang menjadi sorotan adalah dukungan terhadap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada Pilkada DKI Jakarta 2017 dan kasus hukum yang menjerat mantan Ketua Umum PPP, Romahurmuziy (Romi), menjelang Pemilu 2019. Kedua kejadian ini dinilai telah merusak kepercayaan publik dan melemahkan basis pendukung partai, khususnya dari kalangan religius.”jelas Saiful Rahmat Dasuki.

    “Kami tidak menutup mata terhadap kekecewaan umat dan hilangnya kepercayaan akibat langkah-langkah politik yang tidak selaras dengan nilai perjuangan PPP. Ini saatnya kami minta maaf, melakukan evaluasi menyeluruh, dan bangkit,” tegas Ketua DPC PPP Jakarta Utara, Drs.Junaedi

    Dalam pidato tersebut, PPP Jakarta Utara mengidentifikasi sejumlah penyebab utama yang melemahkan kekuatan partai: Konflik internal dan dualisme kepengurusan yang berlangsung lama dan memecah belah kader.

    Pengambilan keputusan politik yang tidak sesuai dengan aspirasi umat Islam.Terputusnya hubungan emosional dan ideologis dengan ulama, kyai, dan tokoh agama yang selama ini menjadi fondasi dukungan PPP.

    Sebagai upaya membangun kembali kekuatan dan kepercayaan publik, DPC PPP Jakarta Utara menetapkan lima agenda utama untuk dilaksanakan secara menyeluruh:

    Rekonsiliasi dan Konsolidasi Internal
    Menghapus friksi antar kader dan membangun kembali semangat persatuan di seluruh tingkatan struktur.

    Pendekatan Intensif kepada Ulama dan Tokoh Agama
    Mengembalikan kepercayaan dan membangun dialog konstruktif sebagai mitra strategis partai.

    Dengan penyerahan SK kepada para pengurus PAC se-Jakarta Utara adalah Revitalisasi Struktur Organisasi untuk menghidupkan kembali PAC dan ranting, serta mendorong kaderisasi berbasis komitmen dan integritas.

    Kepemimpinan dari Internal Kader menolak kepemimpinan transaksional dan menegaskan bahwa PPP harus dipimpin oleh kader tulen yang memahami kultur partai.

    Penyelarasan Politik dengan Aspirasi Umat
    Memastikan seluruh kebijakan dan langkah politik partai berakar pada nilai-nilai Islam dan kebutuhan masyarakat.

    Pidato ini ditutup dengan harapan besar agar seluruh elemen partai menjadikan momentum ini sebagai titik balik. Dengan semangat rekonsiliasi, pendekatan ke umat, dan penguatan internal, PPP Jakarta Utara menargetkan perolehan suara signifikan di Pemilu 2029.

    “Kami mengajak seluruh kader, simpatisan, dan umat Islam untuk kembali mempercayai PPP. Saatnya kita rebut kembali kepercayaan publik, bukan dengan retorika, tapi dengan pembuktian,” pungkas Junaedi.

    (red/tim)

  • Para Ketua DPC PPP Se-Jakarta Tuntut Roma Hurmuzi di Pecat Dari Ketua Majelis Pertimbangan DPP PPP

    Para Ketua DPC PPP Se-Jakarta Tuntut Roma Hurmuzi di Pecat Dari Ketua Majelis Pertimbangan DPP PPP

    PALAPANEWS.MY.ID | Jakarta – Seluruh Pengurus Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan (DPC PPP) se-Jakarta, Kader dan simpatisan adakan aksi solidaritas di Jl.Pangeran Diponegoro, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, tepatnya di depan kantor DPP PPP. Rabu 4 Juni 2025.

    Dalam aksinya, para Ketua DPC PPP se-Jakarta dan KepulauaPALAPANEWS.MY.IDn seribu menuntut 4 hal, diantaranya :

    1.Menuntut Roma Hurmuzi alias Romy untuk segera meminta maaf, yang mana dia telah menghina dan merendahkan martabat para Ketua DPC PPP dengan mengucapkan kata-kata yang tidak pantas, bahwa kami ini dianggap bodoh dan minim pengetahuan politik tentang PPP.

    2. Menuntut DPP PPP agar segera memecat Roma Hurmuzi dari jabatannya sebagai Ketua Majelis Pertimbangan DPP PPP, karena tidak layak menjadi pemimpin di Partai Persatuan Pembangunan.

    3. Menuntut, agar para elit politik PPP khususnya Roma Hurmuzi dan kelompoknya menghentikan segala kegaduhan, provokasi, dan adu domba antar kader PPP menjelang muktamar PPP.

    4. Menuntut, sdr, Roma Hurmuzi agar menghentikan pengkhianatan dan petualangannya untuk kepentingan pribadi di dalam tubuh Partai Persatuan Pembangunan dan berhenti menjadi pemecah belah PPP, karena dia selalu berkhianat terhadap kepemimpinan yang sah di PPP, sejak dari Ketua Umum Surya Dharma Ali, Suharso Monoarfa, dan yang terakhir, H.Muhamad Mardiono.

    Ketua DPC PPP Jakarta Utara, Drs.Junaedi saat di wawancara oleh para awak media menjelaskan bahwa, orang yang cacat moral, etika, dan cacat hukum dan sebagai mantan terpidana korupsi tidak layak berada di PPP sebagai Partai Islam warisan para ulama,”jelas Junaedi.

    Junaedi juga menuturkan, kami selaku warga negara punya hak untuk menyampaikan pendapat dimuka umum, ketika ada seseorang yang telah menyinggung dan menyentuh perasaan kami selaku ketua DPC PPP, maka pada hari ini terjadilah aksi, agar Marwah dan kehormatan PPP tidak di rendahkan bahkan di hina. Akhirnya terjadilah seperti ini, dan andaikan keinginan kami para pengurus DPC PPP se-Jakarta tidak di hiraukan, maka dari itu, kami akan mengadakan aksi lagi untuk yang kedua kalinya dengan masa dan simpatisan PPP yang lebih banyak lagi, dan mungkin akan di ikuti oleh seluruh Ketua DPC PPP yang ada di seluruh Indonesia,”tutur Junaedi.

    Dikira Romy, kami ini tidak punya hati, perasaan dan lain sebagainya, makanya dia bicara dan merendahkan kami dengan seenaknya, kita disini semua sama, punya perasaan yang sama, hati yang sama, maka dari itu kami tidak bisa diperlakukan semena-mena,”ujar Junaedi.

    “Kami akui dia (Romy) memang cerdas dan agamis, akan tetapi ketika ketua DPC PPP Jakarta Timur H.Ahmad Rifa’i mengkritik Romy, malah dibalas dengan merendahkan kualitas Ketua DPC tersebut. Ya jelas, ini membuat para pengurus DPC PPP se-DKI merasa tersinggung dan menuntut agar DPP PPP segera memecat Sdr.Roma Hurmuzi,”kata Sekretaris DPC Jakarta Timur Sanusi SE.

    “Kami berharap semoga Allah SWT, meridhoi perjuangan, Pengurus, Kader, dan simpatisan DPC PPP se-Jakarta dalam menegakkan kebenaran dan keadilan di berikan kekuatan untuk mengembalikan kejayaan PPP kedepannya, Aamiin,”harap Junaedi.

    4 Tuntutan ini di tandatangani oleh ketua DPC Se-DKJ

    1.Ketua DPC PPP Jakarta Pusat
    Ahmad Dadyah Manggala,ST

    2.Ketua DPC PPP Jakarta Barat
    H.Wahyudin, SE

    3.Ketua DPC PPP Jakarta Utara
    Drs.Junaedi

    4.Ketua DPC PPP Jakarta Selatan
    H.Muhammad Nasir, SE

    5.Ketua DPC PPP Jakarta Timur
    H.Ahmad Rifa’i,SE

    6.Ketua DPC PPP Kepulauan Seribu
    Irfan,S.Aq

    (red/tim)

  • Menuju Indonesia Emas 2045, di HUT SOKSI Ke-65 Berkomitmen “Maju Terus Pantang Mundur”

    Menuju Indonesia Emas 2045, di HUT SOKSI Ke-65 Berkomitmen “Maju Terus Pantang Mundur”

    Jakarta | PALAPANEWS.M.YID – Dalam Rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) yang ke-65, para pengurus lakukan ziarah ke makam Para Pahlawan untuk mengenang jasa-jasa dan Do’a untuk para pendiri SOKSI yaitu, Alm. Mayjen TNI (PURN) Prof. Dr. Suhardiman, SE dan Pendiri utama SOKSI Alm. Jendral TNI (Anumerta ) A. Yani serta para pejuang yang telah mendahului kita. Acara berlangsung di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa 20 Mei 2024.

    Dalam kesempatan itu hadir diantaranya, Ketua Umum (Ketum) DEPINAS SOKSI, Bpk,Ir. Ali Wongso Sinaga, Ketua Depidar SOKSI DKI Edi Rodiyanto, Ketua Umum Baladhika Karya Ferry Juan dan Ketua Baladhika Karya DKI R. Iwan Gunawan, SH, beserta Ketua Depicab SOKSI se-DKI Jakarta plus jajaran pengurus lainnya.

    Ketua Depidar VIII Jakarta menyampaikan rasa syukur atas peringatan HUT SOKSI ke-65 yang bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional. Acara ini dihadiri oleh Ketua Umum Depinas SOKSI Ir. Aliwongso Sinaga, perwakilan IAI Suryani Thaher, para Ketua Depicab, mahasiswa, dan tamu undangan.

    Ketum menegaskan, komitmen SOKSI untuk bangkit dan maju menuju Indonesia Emas 2045 dengan semangat “Maju Terus, Pantang Mundur”. Usia 65 tahun diibaratkan seperti pohon beringin yang kuat dan disegani, menggambarkan kedewasaan dan kekuatan SOKSI dalam dunia politik.

    SOKSI sebagai Ormas pendiri Partai Golkar terus mendukung dan mengawal jalannya demokrasi internal partai. Persaingan dalam pemilihan Ketua DPD Golkar dianggap sehat dan memperkuat partai.

    Keberhasilan Depidar VIII dalam digitalisasi KTA SOKSI mendapat peringkat tertinggi nasional. Program 1000 Sarjana juga berjalan baik, dengan 47 mahasiswa aktif kuliah dan target peningkatan jumlah penerima beasiswa dua kali lipat di tahun ajaran 2025–2026.

    Pada kesempatan ini juga dilakukan penyerahan SK-PAW kepada Ketua-Ketua Depicab untuk segera melakukan konsolidasi organisasi dan persiapan Musda.

    Ketua juga menyampaikan terima kasih atas kesempatan 22 kader SOKSI maju sebagai Bacaleg Golkar 2024, dan berharap yang belum terpilih dapat diberdayakan di struktur DPD Partai Golkar atau BUMD DKI Jakarta.

    Sambutan ditutup dengan yel-yel semangat: “Apakah SOKSI ada di Hatimu? ADA!
    Apakah SOKSI ada di Dadamu? ADA!”
    “Maju Terus – Pantang Mundur!”

    Priyono J A Ketua Depicab SOKSI Jakarta Utara dan Wakil Ketua DPD Golkar Jakarta Utara Bidang Kerormasan dan Lembaga Politik yang hadir pada HUT SOKSI ke-65 dan Pemberiaan Beasiswa 1000 Sarjana menyambut baik Program Depinas SOKSI tersebut dan ini bentuk karya nyata yang monumental SOKSI dalam upaya ikut mencerdaskan anak bangsa.

    “Sebagai kader SOKSI saya bangga dengan Program 1000 sarjana, ini bentuk karya nyata kepedulian SOKSI dengan masyarakat Indonesia, semoga program unggulan ini terus dilakukan dan berkelanjutan dalam upaya mencerdaskan anak bangsa”. pungkasnya.

    (red/tim)

  • Presiden Prabowo Temui Jokowi Usai Meresmikan Layanan Bank Emas Di Gedung The Gade Tower

    Presiden Prabowo Temui Jokowi Usai Meresmikan Layanan Bank Emas Di Gedung The Gade Tower

    PALAPANEWS.MY.ID JAKARTA,-Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan layanan Bank Emas pertama di Indonesia di Gedung The Gade Tower, Jakarta Pusat, pada Rabu, 26 Februari 2025.

    Dalam peresmiannya, Prabowo sempat menyinggung Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).dia menyebut Bank Emas ini sebenarnya sudah dipersiapkan sejak diera Jokowi. Prabowo Resmikan Layanan Bank Emas Pertama di Indonesia.

    Mahathir Mohamad Blak-blakan Beberkan Isi Obrolannya dengan Jokowi di Solo ” Saya paham bahwa persiapan bank Emas ini memakan waktu cukup lama, kalau tidak salah lebih dari empat tahun.tuturnya

    Kebetulan saya yang mengemban tugas Mandat rakyat. Sebagai presiden ke 8

    Takdir saya bahwa saya yang resmikan,” kata Prabowo saat meresmikan layanan Bank Emas tersebut .

    Prabowo kemudian meminta Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya agar lebih jeli mengundang tamu undangan, termasuk Jokowi. “Sekali lagi, saya harus ucapkan terima kasih kepada Pak Jokowi. Harusnya tolong buat Seskab ya, kalau ada program yang jasanya pemerintah terdahulu dan/atau sebelumnya karena memang banyak, Presiden sebelumnya yang se harusnya dihadirkan juga,” ungkap Prabowo.

    Lebih lanjut, Prabowo mengaku akan menemui Jokowi. dalam pertemuan itu, Prabowo akan meminta maaf kepada Jokowi.

    Sebenarnya Presiden ke 7 berjalan di ril serilnya. dan yang membedah sejarah. Juga Jokowi walau beliau dibenci yang diduga terganggu karena sekali lagi diduga terkait BDR UBCN MBL HRD dan lain lain. Mengenai Institusi Bank tentang (SPS) Surat Perintah Setor ,” Bayar Utang Bank . Itu uang negara untuk rakyat Indonesia.

    Era nyala terkuak mengenai sejarah dan Perjanjian obligasi colecktral cartal giral atas dan lain lain semuanya dasar jaminan surat berharga mengenai 11maret mengenai surat mandat 1948 terbentuk 17 Tatanan wilayah hukum pemerintah negara, 21 Perjanjian dasar surat Ubligasi , 25 mengenai dasar Perjanjian Negara 33 mengenai Perjanjian dasar surat permohonan Negara republik Indonesia,” ungkapnya

    (Roni.)

  • Pasca Pilkada Probolinggo, Ning Tiwi Tersangkut Kasus Cek Senilai Rp. 838 Juta

    Pasca Pilkada Probolinggo, Ning Tiwi Tersangkut Kasus Cek Senilai Rp. 838 Juta

    PALAPANEWS.MY.ID, PROBOLINGGO, JAWA TIMUR –

    Pasca Pilkada serentak yang telah berlangsung dilaksanakan bulan November 2024 lalu, menyisakan beberapa persoalan bagi sebagian Paslon. Seperti halnya yang tengah dihadapi Hj. Sri Setyo Pertiwi,SH.,S.Kom.S.IP. atau yang lebih dikenal dengan sebutan Ning Tiwi. Dalam menggapai keinginannya menjadi Kepala Daerah di Kota Probolinggo Jawa Timur, malah tersandung kasus, dengan memberikan melakukan pembayaran cek diatas Kop Surat PT. Putri Mahkota Jaya kepada pengusaha Kediri.

    Ia memberikan cek tersebut dengan tujuan mengembalikan dana titipan sejak bulan Oktober 2024 dan pengembaliannya melalui cek tertanggal 18 Desember 2024 sesuai dengan batas waktu penarikan. Namun saat cek senilai Rp 838.000.000,- tersebut diserahkan ke Bank BNI ternyata ditolak oleh Bank BNI. karena menurut pihak Bank BNI yang tertuju sesuai cek yang di keluarkan oleh Bank BNI harus dilengkapi oleh cap atau stempel perusahaan.

    Ning Tiwi dengan jargon “Kerudung Merah” merupakan Pengusaha Tambang Pasir di daerah Tapal Kuda Jawa Timur dan memiliki beberapa jabatan strategis di beberapa Ormas dan sebagai publik figur di Jawa Timur.

    Sebelumnya, sejumlah media online memberitakannya terkait belum terbayarnya pesanan kerudung saat kampanye lalu. Pihak Pengusaha Kediri Firman, menyatakan setiap kali ditagih selalu mengulur waktu dan sulit ditemui dengan alasan sedang keluar kota, sehingga sampai saat ini pun keberadaannya belum jelas, bahkan saat dikonfirmasi oleh awak media, tidak pernah diangkat.

    Padahal menurut Keputusan Mahkamah Agung No.133K/Kr/1973 menyatakan bahwa seseorang yang menyerahkan cek dan ia mengetahui bahwa cek itu tidak ada dananya, maka perbuatannya merupakan tipu muslihat sebagai termaksud dalam pasal 378 KUHP.

    Publik sangat menyayangkan ketika seseorang yang pernah mencalonkan sebagai kepala daerah di Kota Probolinggo dan sebagai publik figur namun melakukan perbuatan melawan hukum. Seharusnya memberikan contoh yang baik kepada Masyarakat dan tidak menambah panjang deretan daftar partai tertentu yang sedang bermasalah. (**)