Kisruh Tuntutan Pengembalian Dana Modal Saham yang dimiliki oleh Arifin (Pengusaha Muda asal Bintuni, Papua Barat) kepada PT Trijaya Pratama Futures (TPFx), akhirnya berbuntut panjang, setelah mediasi yang dilakukan berulang kali menemui kegagalan.
Kamis, 07 Agustus 2025, Arifin akhirnya memutuskan untuk membuat kronologi persoalan yang akan dilaporkan kepada Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi, selanjutnya disebut BAPPEBTI, sebagai Lembaga Pengawas dan Pengatur kegiatan perdagangan berjangka komoditas di Indonesia, karena mediasi yang mempertemukan Arifin dan Anita menemui jalan buntu.
Kepada Awak Media, Arifin menceritakan bahwa di Tahun 2024, bersama Wakil Pialang PT TPFx, Saudari Anita, Arifin menggelontorkan dana sebesar 2 M, dengan iming-iming akan memperoleh keuntungan besar dalam perdagangan saham melalui PT. TPFx.
Dalam prosesnya, Arifin sempat mendapatkan keuntungan sekitar 25 Juta dari perdagangan saham tersebut, namun selanjutnya tidak mendapatkan keuntungan lagi, hingga saat ini,
Di awal proses, Anita yang merupakan Wakil Pialang dari PT. TPFx, membuat email baru, no. Ponsel baru, serta membuat akun Trading Arifin, menjalankan proses perdagangan tersebut, dan mengiming-imingkan keuntungan setiap bulannya, namun akhirnya di lock tanpa sepengatahuan Arifin.
Sehingga kemudian berakibat Arifin meminta kembali pengembalian dana modal sebesar 2 M kepada Anita, yang merupakan Wakil Pialang PT. TPFx.
Rizal Tua P. Hutasoit, SH, Selaku Direktur Utama PT. TPFx yang turun tangan menjembatani kisruh persoalan ini, pun, akhirnya tidak mampu berbuat apa-apa karena Arifin bersikukuh untuk meminta kembali modal saham tersebut.
“Saya ini orang tidak tahu apa-apa tentang perdagangan saham, sehingga mempercayakan penuh kepada Anita untuk mengelola dana yang saya setorkan ke Rekening PT. TPFx, sebesar 2 M, karena Anita berjanji akan memberikan keuntungan setiap bulannya kepada saya” ungkap Arifin, saat ditemui oleh awak media di Kedai Riolo, Kwitang, Jakarta Pusat.
“Namun keuntungan yang diberikan hanya sekali, dan setelah itu tidak ada lagi. Dalam Komunikasi yang dibangun, Anita selalu menjawab dengan Sabar, dan kemudian meminta dana tambahan untuk melanjutkan transaksi perdagangan saham tersebut,” lanjutnya.
“Lah, yang 2 M saja, belum kembali, minta dana lagi?,” tanya Arifin.
Kisruhpun dimulai, karena Arifin baru mengetahui bahwa Dana sebesar 2 M itu di lock oleh Anita, tanpa sepengetahuan Arifin, dan membutuhkan dana baru untuk kembali memainkan trading kembali.
“Mulai disitulah saya meminta dana itu dikembalikan, masa setahun lebih dana sebesar 2M itu, tidak lagi menghasilkan apa-apa,” ungkapnya lagi.
Dalam mediasi sebelumnya, yang juga dihadiri oleh Direktur Utama PT. TPFx, Arifin baru tahu bahwa dana sebesar 2 M tersebut tidak bisa dikembalikan lagi.
“Saya tidak tahu bahwa dana itu tidak bisa dicairkan lagi, dan diawal proses, saya tidak diberitahu tentang resiko lain dalam trading, yang ada hanya saya dijanjikan oleh Anita, keuntungan, itu saja,” ungkap Arifin lagi.
“Karena mediasi yang kesekian kalinya ini gagal, maka saya akan segera melaporkan masalah ini ke BAPPEBTI, sebagai lembaga yang mengatur dan mengawasi trading yang ada di Indonesia, untuk meminta pengembalian dana sebesar 2 M tersebut,” tutupnya.
PALAPANEWS.MY.ID | BEKASI – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kembali menggelar program Panen Hadiah Simpedes (PHS) sebagai bentuk apresiasi kepada nasabah tabungan Simpedes.
Acara yang rutin dilaksanakan dua kali dalam setahun ini kali ini memasuki periode pengundian dari September 2024 hingga Februari 2025.
Pengundian PHS kali ini diikuti oleh beberapa Brand Office (BO) BRI yang berada di wilayah Bekasi, yakni BO Bekasi Juanda, BO Bekasi Siliwangi, dan BO Bekasi Harapan Indah.
Dalam acara tersebut, BRI membagikan sejumlah hadiah kepada nasabah yang beruntung. Hadiah utama berupa satu unit Suzuki Ertiga GL, serta hadiah kedua berupa Suzuki Carry Pickup. Selain itu, BRI juga menyediakan belasan sepeda motor serta televisi dengan ukuran 32 hingga 43 inci sebagai hadiah hiburan.
“Undian dilakukan berdasarkan akumulasi saldo nasabah yang secara otomatis tercatat dalam sistem. Setiap saldo Rp100.000 akan dikonversi menjadi satu kupon undian digital,” ujar Acep Mardiat Manager Micro Bank BRI cabang Bekasi Juanda.
Nasabah tidak perlu melakukan pendaftaran manual. Kupon akan dihitung otomatis berdasarkan saldo yang dimiliki di kantor cabang (Brand Office) tempat mereka membuka rekening Simpedes.
PHS merupakan salah satu program unggulan BRI yang digelar secara nasional untuk mendorong budaya menabung sekaligus mempererat hubungan dengan nasabah. Dalam jangka panjang, program ini juga diharapkan dapat meningkatkan inklusi dan literasi keuangan masyarakat.
“Kami ingin menyampaikan apresiasi kepada para nasabah yang telah setia bersama BRI. Semoga dengan adanya PHS ini, kepercayaan dan loyalitas nasabah semakin meningkat,” sambungnya.
Melalui kegiatan seperti Panen Hadiah Simpedes, BRI terus menegaskan komitmennya dalam memberikan layanan terbaik dan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama di sektor perbankan ritel dan mikro.
Hujan dengan intensitas tinggi melanda Kota Bekasi sejak Minggu sore (6/7/2025) hingga malam mengakibatkan wilayah di tergenang air.
BPBD Kota Bekasi menyebut sejumlah titik lokasi masih tergenang air dengan ketinggian bervariasi. Wilayah yang masih terdampak meliputi Gang Mawar dan Kampung Lengkak di Bekasi Timur, Kampung Lebak di Bekasi Utara, serta RW 07, 08, dan 09 Kelurahan Margamulya, Bekasi Utara.
“Ketinggian air bervariasi antara 50 hingga 100 cm. Di Kampung Lebak, sebanyak 20 kepala keluarga (KK) dari RT 01 RW 03 masih mengungsi karena rumah mereka belum layak huni,” kata Kepala BPBD Kota Bekasi, Priadi Santoso,, Selasa (8/7/2025).
Sebelumnya, tiga lokasi lain yang sempat tergenang pada Senin (7/7/2025) adalah Perumahan Bumi Nasio (70 cm), Kompleks Dosen IKIP (65 cm), dan Wilayah Duta Kranji (30 cm).
Priadi menegaskan bahwa tim BPBD masih berjaga di lapangan untuk memantau kondisi dan membantu evakuasi.
“Kami telah mengerahkan pompa portabel untuk mempercepat pengeringan air di permukiman warga,” ujarnya.
PALAPANEWS.MY.ID JAKARTA,-Temuan survei ini menunjukkan secara umum tingkat kepercayaan masyarakat dan penilaian terhadap produk jurnalistik Media Tempo secara umum kurang baik, atau dibawah 50 persen dari masyarakat yang mengkomsumsi produk-produk jurnalistik yang di hasilkan media Tempo, baik melalui media cetak, Online ataupun yang di tayangkan di media sosial.
Hal ini didasarkan dari temuan survei jajak pendapat sebanyak 1700 warga negara Indonesia pembaca Produk jurnalis media nasional yang dijadikan sampel dalam penelitian ini. Kata Direktur Eksekutif Timur Barat Research Center (TBRC), Zainal Abidin M.Kom Alumni Magister Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina
kepada wartawan Selasa, (8/7/2025).
Dengan menggunakan beberapa indikator untuk mengukur tingkat kepercayaan masyarakat terhadap suatu produk jurnalistik dari media yang dikomsumsi setiap hari oleh masyarakat.
Pertama, Pada pertanyaan Tentang indikator Independensi, dan menghindari unsur Sensasionalisme yang dilakukan oleh media Tempo dalam mempublikasikan berita terhadap sebuah peristiwa kepada masyarakat, hasilnya terkait indikator tersebut sebanyak 35,3 % responden Percaya terhadap media Tempo dan hanya sebesar 6,4 % responden yang Sangat Percaya terhadap media Tempo,
Sementara itu, sebanyak 53,1 % responden Sangat Tidak Percaya terhadap Media Tempo, Sedangkan yang tidak memberikan jawaban sebanyak 5,2 %.
Kedua, Berkaitan dengan indikator adil dan berimbangan maksudnya saat Tempo sebagai media dalam memberitakan sebuah peristiwa. Misalnya saja, Bagaimana Tempo memberikan ruang terhadap pihak-pihak yang berkepentingan dalam pemberitaan. Ini yang kerap disebut sebagai Cover both side. Dalam hal ini, Responden ditanya terkait sejauh apa mereka percaya Bahwa media Tempo telah bersikap adil dalam pemberitaan-pemberitaannya. Dan Temuan Survei, Menunjukkan bahwa sebanyaj 9,3 % responden Sangat Percaya dan sebanyak 33,5 % Percaya Bahwa media Tempo telah membuat pemberitaan yang adil.
Sementara itu, sebanyak 42,3 % responden Tidak Percaya dan sebanyak 10,1 % responden Sangat Tidak Percaya sementara 4,8 % Tidak Menjawab.
Ketiga, Lalu sejauh apa media Tempo mempublikasikan informasi-informasi yang relevan, menceritakan peristiwa secara lengkap, Dan tidak menutupi hal-hal tertentu di dalam pemberitaannya. Responden ditanya sejauh apa Mereka percaya terhadap indikator kelengkapan ini pada media Tempo, Hasil survei menunjukkan dari sisi komprehensif kelengkapan pemberitaan secara umum Tingkat kepercayaan responden sangat rendah dimana Temuan survei menunjukkan sebanyak 12,3 % responden Sangat Percaya dan sebanyak 29,8 % responden Percaya Bahwa media Tempo ketika meliput sebuah peristiwa telah menceritakan semua sisi informasi tanpa ada yang ditutupi.
Sementara itu, sebanyak 32,6 % responden Tidak Percaya dan sebanyak 19,2 % Sangat Tidak Percaya dengan pemberitaan secara komprehensif terhadap kelengkapan pemberitaan tersebut dan yang Tidak Menjawab sebanyak 6,1 %.
Keempat, Responden juga di tanya seberapa percaya mereka Bahwa media Tempo telah membuat pemberitaan yang faktual dan akurat. Dari sisi faktual dan akurasi isi pemberitaan sebanyak 11,4 % responden Sangat Percaya dan sebanyak 30,3 % responden Percaya Bahwa media Tempo telah membuat pemberitaan yang faktual dan akurat. Sementara itu, sebanyak 32,2 % responden Tidak Percaya dan sebanyak 21,3 % responden Sangat Tidak Percaya Bahwa pemberitaan yang dilakukan oleh media Tempo Faktual dan Akurat, sedangkan yang Tidak Menjawab sebesar 4,8 %.
Kelima, Responden juga ditanya untuk menguji apakah berita disajikan media Tempo Tanpa memihak, Tanpa prasangka, dan Tidak mencampurkan opini pribadi penulis.
Dan Hasil survei menunjukkan bahwa sebanyak 52,8 % responden menyatakan berita-berita politik yang dipublikasikan Memihak, sebanyak 51,7 % menyatakan berita media Tempo Sangat berprasangka atau Menuduh sedangkan sebanyak 52,7 % menyatakan Berita-berita media Tempo sering tercampur opini pribadi penulis atau pesan dari Redaksi.
Dan yang terakhir, Ranking Tingkat Kepercayaan Terhadap Media Nasional Terkait Pemberitaan Sosial Politik berdasarkan Hasil Survei Timur Barat Research Center (TBRC), Sebagai berikut :
1. Kompas 87,8%
2. Detik 84,4%
3. INews 75,1%
4. Tvone 71,4 %
5. CNN Indonesia 70,7 %
6. Tribunnews 69,5 %
7. Liputan6 67,3 %
8. Rmol 66,8 %
9. Republika 66,7 %
10. JPNN 66,4 %
11. Tempo 48,7 %
12. Dan Lainnya dibawah 46 %.
“Penelitian ini dilakukan pada periode April hingga Juni 2025, Survei dilakukan dengan menggunakan kuota Sampling di mana sampel dipilih berdasarkan kriteria tertentu yang telah ditetapkan sebelumnya, Sehingga sampel memiliki distribusi karakteristik yang serupa dengan populasi yang lebih besar, Dimana populasi survei ini adalah masyarakat yang mengkomsumsi produk jurnalistik dari media-media nasional,” tegas Zainal.
“Survei dilakukan di 34 Ibukota Provinsi di Indonesia yang terdistribusi secara merata, Yakni 50 responden di setiap Provinsi, dengan total 1690 responden yang datanya bisa diverifikasi terdiri dari 820 Perempuan dan 870 Laki-laki,” papar Zainal Abidin.
“Hasil survei yang menunjukkan angka Kepercayaan publik pada Media Tempo dibawah 50 Persen, Menunjukan ada penurunan kualitas dari berita-berita yang disajikan oleh Tempo dalam beberapa tahun terakhir ini terutama dalam pemberitaan politik dimana dahulu Tempo dikenal karena jurnalisme investigasinya yang mendalam dan berani, Sering kali mengungkap skandal dan praktik korupsi dalam perpolitik pemerintahan tapi saat ini kurang dipercaya masyarakat pembacanya,” ungkap Zainal.
“Dan sebelumnya Tempo juga memiliki reputasi sebagai media yang kredibel dan dapat dipercaya, Meskipun beberapa orang mungkin memiliki pandangan yang berbeda,” ujarnya.
“Survei bisa menjadi masukan bagi Tempo sebenarnya untuk mengembalikan Tempo sebagai media yang terkenal dengan jurnalisme investigasinya yang Adil, Berimbang, Faktual dan Akurat,” tegasnya.
“Dan mampu bertahan menjadi suara bagi rakyat untuk tetap menjaga independensinya dari kepentingan politik dan ekonomi, Serta menjadi suara yang kritis terhadap penguasa,” pungkas Zainal Abidin
Yayasan Pelestarian dan Pengembangan Budaya Betawi (YASBI) selenggarakan diskusi publik bertajuk “Mendengar Jeritan Hati Seniman Betawi” yang digelar di Cagar Budaya Betawi Setu Babakan, Jakarta Selatan, Senin (30/06/2025).
Dalam sambutannya, ketua penyelenggara Jalih Pitoeng mengungkapkan bahwa acara tersebut sebagai bentuk keprihatinan terhadap nasib para pelaku seni dan budaya Betawi yang terzolimi karena uangnya di korupsi.
Dibuka dengan semarak penampilan Tari Burung Raja Udang, Palang Pintu, Gambang Kromong, Silat Betawi, hingga Band Betawi, acara tersebut menjadi ajang refleksi sekaligus seruan untuk memperkuat komitmen pelestarian budaya lokal di tengah arus modernisasi.
Diskusi publik ini juga menghadirkan beragam tokoh dari berbagai latar belakang, mulai dari para pegiat seni budaya, tokoh masyarakat dan jawara, budayawan, akademisi, legislator, hingga perwakilan ormas keagamaan.
Jalih Pitoeng, Ketua Umum YASBI sekaligus aktivis pegiat anti-korupsi, memandu diskusi sebagai moderator.
“Kami ingin suara seniman Betawi benar-benar didengar oleh bapaknya, dalam hal ini dinas kebudayaan. Jadi mereka bukan hanya sekedar seremonial belaka,” ungkap Jalih Pitoeng dalam pembukaannya, Senin (30/06/2025).
“Saya hanya membuka gerbang perjuangan bagi para pegiat seni budaya Betawi agar mereka sadar bahwa uang mereka telah dikorupsi,’ lanjutnya menjelaskan.
“Oleh karena itu, saya ingin akan lahir Pitoeng-Pitoeng muda untuk melanjutkan perjuangan ini,” katanya menandaskan.
Sebelumnya, Aktivis Betawi yang dikenal lantang dan kritis ini juga mengajak para generasi muda untuk mempertahankan, mengembangkan sekaligus mempromosikan seni budaya Betawi ke kancah internasional.
“Dalam rangka memperingati 498 kota Jakarta yang akan menjadi kota dunia dan berbudaya, maka harapan kita adalah agar para generasi muda mampu mempertahankan, mengembangkan serta mempromosikan seni budaya Betawi ke kancah internasional,” pinta Jalih Pitoeng melanjutkan.
“Apalagi saat ini, diera digitalisasi dan globalisasi dimana batas dunia hanya berada diujung jari,” imbuhnya mengingatkan.
“Apa yang kita lakukan disini saat ini bisa disaksikan dibelahan dunia lainnya. Begitu juga sebaliknya. Anak-anak kita lebih mencintai K-Pop ketimbang Gambang Kromong. Mereka lebih menyukai salad ketimbang gado-gado misalnya misalnya,” Jalih Pitoeng mengingatkan.
Dalam pidatonya yang penuh semangat, ketua umum YASBI sekaligus ketua umum FORMASI (Forum Aliansi Masyarakat Anti Korupsi) ini juga menyinggung tentang pentingnya kerjasama dalam memelihara dan membangun budaya.
“Kita tidak bisa bekerja sendirian,” imbuh Jalih Pitoeng.
“Oleh karena itu kita butuh kerjasama dan sama-sama kerja,” tegasnya.
“Oleh karena itu, dalam kesempatan yang singkat ini, saya ingin mengkonfirmasi tentang adanya isyu-isyu miring dan spekulasi negatif tentang adanya pendapat, anggapan dan tuduhan bahwa kehadiran YASBI bukan sebagai kompetitor atau pesaing bagi lembaga yang telah ada, tapi menjadi mitra,” Jalih Pitoeng menjelaskan.
“Baik kepada para pegiat seni budaya, kepada pemerintah dalam hal ini dinas kebudayaan maupun terhadap lembaga yang telah ada seperti LKB misalnya,” lanjut Jalih Pitoeng menegaskan.
“Bahkan saya sudah sering berkoordinasi dengan bang Haji Becky Mardani tentang kerjasama dan berbagi peran dalam memajukan budaya Betawi,” lanjutnya.
“Hari inipun beliau sangat ingin hadir kesini. Namun karena ada acara yang bersamaan di Cibubur yang telah lama teragendakan, maka beliau hanya menitip salam buat kita semua,” kata Jalih Pitoeng.
Menurut Jalih Pitoeng, YASBI yang dilahirkan dari rahim FORMASI yang berdarah-darah bahkan Caesar, bahwa YASBI memiliki tanggung jawab yang besar terhadap pelestarian dan pengembangan seni budaya Betawi.
“YASBI ini terlahir dari rahim ibu kandungnya yaitu FORMASI,” kata Jalih Pitoeng.
“Kami FORMASI bersama pak Fuji Surono yang juga dibantu oleh bang Ubay dan kawan-kawan, bukanlah hal yang mudah untuk mengungkap dugaan korupsi ratusan miliar di dinas kebudayaan DKI Jakarta,” kata Jalih Pitoeng.
“Karena belasan tahun pristiwa ini belum pernah terjadi,” ungkapnya.
“Jadi terungkapnya kasus dugaan korupsi ratusan miliar dinas kebudayaan ini bukan karena saya bang Jalih Pitoeng hebat. Bukan pula bang Ubay hebat,” sambungnya menjelaskan.
“Tapi ini merupakan hasil dari kerjasama secara kolektif kolegial,” imbuhnya.
“Terutama pak Fuji. Seorang ASN yang memiliki kepedulian tinggi terhadap seni budaya Betawi,” kata Jalih Pitoeng menandaskan.
“Beliaulah yang mensuplai data dan dokumen yang sangat dibutuhkan dalam rangkap pengungkapan adanya korupsi dan manipulasi yang terstruktur di dinas kebudayaan DKI Jakarta,” Jalih Pitoeng menandaskan.
“Jadi semua ini semata hanya karena Allah SWT,” tegasnya seraya mengutip salah satu ayat Al-Qur’an surat Muhammad.
“Sehingga, jika ada pendapat dan tuduhan bahwa saya mencari panggung, mencari keuntungan recehan, itu adalah asumsi yang sangat keliru,” tegasnya.
“Panggung saya sudah selesai. Tahun 2019 dimana saya dituduh sebagai otak perencana penggagalan pelantikan presiden dan saya dipenjara,” kenang Jalih Pitoeng.
“Saya hanya ingin mengabdikan diri kepada bangsa ini yaitu bangsa Betawi,” ungkapnya.
“Tak lupa dalam kesempatan yang berbahagia ini kita juga mengucapkan terimakasih kepada pihak Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta yang telah mendukung pengungkapan korupsi di dinas kebudayaan ini,” ungkap Jalih Pitoeng.
“Kemudian, kami juga mengucapkan terimakasih kepada Dinas kebudayaan DKI Jakarta, baik bidang pembinaan maupun bidang pemanfaatan serta kami ucapkan terimakasih pula kepada pihak UPK Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan yang telah memberikan apresiasi kepada kita sekaligus mendukung acara ini,” kata Jalih Pitoeng memaparkan.
“Semua ini atas bantuan dinas kebudayaan. Jika tidak, kita tidak akan berkumpul disini,” sambungnya menegaskan.
“Oleh karena itu, perlu saya tegaskan bahwa acara ini adalah dari kita, oleh kita, untuk kita dan bukan dari atau untuk yang lain,” tegasnya.
Sebagai salah satu penggagas, Jalih Pitoeng juga menegaskan bahwa YASBI bukan organisasi pengemis, pemeras apalagi penjilat.
“YASBI dibangun tidak dalam orientasi mengemis atau memeras,” ungkapnya tegas dan lantang.
“Perlu saya tegaskan, bahwa saya Jalih Pitoeng bukan tipikal orang yang gebrak meja pejabat lalu pulang bawa berkat,” Jalih Pitoeng menegaskan dengan suara menggema.
“YASBI dibangun untuk melakukan upaya dan tindakan-tindakan korektif terhadap pristiwa koruptif dan manipulatif,” sambungnya.
“Tapi YASBI dibangun dengan tujuan yang luhur dan mulia dalam menjaga, memelihara dan melestarikan budaya Betawi secara kooperatif dan konstruktif,” tegasnya melanjutkan.
“YASBI juga dibangun bukan dengan orientasi mengemis atau mendapatkan dana hibah. Tapi YASBI dibangun untuk berperan aktif memberikan ide dan gagasan serta merumuskan formulasi tentang peta jalan dinas kebudayaan termasuk mengusulkan anggaran pelatihan dan pemberian penghargaan terhadap para guru-guru silat dan para pelatih kesenian tradisi Betawi,” lanjutnya menegaskan.
Jalih Pitoeng yang merupakan kerabat dari sang maestro silat tradisi Beksi kong haji Hasbullah inipun menegaskan bahwa dirinya sangat mencintai silat tradisi Beksi.
“Karena saya sangat mencintai budaya Betawi terutama silat tradisi Beksi,” Jalih Pitoeng menegaskan.
Sedangkan salah satu anggota DPRD DKI Jakarta dari Partai Kebangkitan Bangsa yang merupakan salah satu Nara sumber dalam diskusi tersebut, Yusuf Sahid, mengangkat satu isu utama yang mengemuka tentang persoalan anggaran kebudayaan.
Anggota DPRD DKI Jakarta kelahiran tanah Betawi ini menyoroti lemahnya pengawasan terhadap penyusunan anggaran kebudayaan.
“Selama ini program pelestarian budaya Betawi lebih banyak bersifat simbolis. Kami mendorong transparansi dan peningkatan alokasi yang benar-benar menyentuh kebutuhan komunitas seni,” ungkap Yusuf.
Kritik ini diamini para pelaku budaya yang hadir, termasuk sutradara teater dari Sanggar Betawi, Anto Ristargie, yang mengaku sering mengalami kesulitan dalam memproduksi karya lantaran terbatasnya dukungan logistik.
Penampilan teatrikal yang diberi judul “Garong” merupakan ekspresi dari kekecewaan dari para pegiat seni budaya di Jakarta.
Penampilan teater Cermin yang sangat ekspresif dalam mengemas ketikan dalam konsep seni teater inipun disambut meriah oleh semua yang hadir. Terutama bagi para pegiat seni budaya yang terzolimi akibat anggarannya dikorupsi.
KH. Luthfi Hakim, MA, yang hadir sebagai narasumber dalam kapasitasnya sebagai Wakil Ketua PWNU DKI Jakarta, menyampaikan bahwa pentingnya peran lembaga adat dan ulama dalam merawat identitas kebudayaan Betawi yang lekat dengan nilai-nilai keislaman.
“Budaya Betawi lahir dari rahim keagamaan yang kuat. Pelestarian budaya harus berjalan beriringan dengan penguatan karakter spiritual dan moral masyarakat,” ungkapnya.
“Maka didalam mengimplementasikan undang-undang DKJ No. 2 tahun 2024 kita membutuhkan Lembaga Adat,” kata Kiayi yang juga merupakan ketua umum organisasi terbesar di Betawi FBR.
Menurutnya, sudah banyak upaya-upaya yang telah dilakukan sebagai percepatan lahirnya Perda atau Pergub tentang Lembaga Adat Betawi.
“Kita saat ini, sudah banyak dukungan dari beberapa daerah dari para pemangku adat,” ungkap kiayi yang dikenal sangat merakyat ini.
“Kita sudah mendapat dukungan yang terus mengalir. Mulai dari Batam, Riau, Aceh bahkan dari Yogyakarta,” kata Kiayi Lutfi dengan penuh semangat.
“Artinya, bahwa kehadiran Lembaga adat Betawi ini adalah sebuah keniscayaan,” imbuhnya.
“Cuman kan yang banyak yang pada kagak ngarti. Jadi pada ngeributin soal ini,” celetuk nya.
“Apa yang mau diributin. Orang lembaga adatnya aja belon dibentuk. Jadi kita ngeributin pepesan kosong,” sindirnya.
Salah satu Budayawan Betawi Yahya Andi Saputra, yang juga merupakan salah satu narasumber dalam diskusi publik tersebut mendorong agar para pegiat seni budaya Betawi dilibatkan aktif dalam perumusan kebijakan publik, tidak hanya sebagai pelaksana hiburan semata.
“Sudah saatnya seniman menjadi subjek, bukan objek. Mereka harus menjadi bagian dari keputusan, bukan hanya pelengkap seremoni,” kata Yahya menegaskan.
Sementara tokoh jawara Betawi HK. Damin Sada yang hadir sejak pagi dalam diskusi tersebut sangat menyesalkan telah terjadinya korupsi di dinas kebudayaan tersebut.
“Saya sudah bilang dari lima tahun lalu soal kekacauan dan korupsi ini,” ungkap ketua umum JAJAKA.
“Makanya, Kadis itu stampelnya cukup satu,” sindirnya.
“Ini kan udah jadi kadis juga, tapi jadi EO juga,” sindirnya tegas.
“Makanya kedepan nanti, para sanggar atau pegiat seni budaya harus menyelenggarakan acara sendiri,” pinta Damin Sada.
“Supaya dapat bayarannya langsung dari dinas. Kagak dipotong-potong kayak yang udah-udah,” Damin Sada mengingatkan.
Jawara Betawi sekaligus pendiri dan ketua umum JAJAKA (Jawara Jaga Kampung) ini juga menyesalkan banyaknyanya pejabat Betawi yang lupa diri.
“Terus juga orang Betawi kalo udah diatas lupa,” sambungnya mengingatkan.
“Kalo belon jadi pejabat ngomongnya gua orang Betawi. Saya orang Betawi nih. Itu kalo mau jadi pejabat,” kata Damin kesal.
“Tapi pas udah diatas lupa daratan. Kagak ingat sama saudaranya,” sindir Damin Sada.
“Makanya, nih ada bang Yahya nih budayawan Betawi. Saya mau tanya itu budaya apa kebiasaan?,” Damin Sada melempar tanya.
“Itu bukan kebudayaan. Tapi kebiasaan jelek buang itu,” pungkasnya.
Diskusi yang dihadiri oleh tokoh-tokoh Betawi dan para guru silat tradisi seperti HK. Damin Sada (Ketua umum JAJAKA), Beim Benyamin (ketua umum MANTAB, pelukis Betawi ternama Iwan Noeswan, Babe Sholeh (anak sekaligus pewaris silat tradisi Beksi Haji Hasbullah), Al Ghozali dan para pengurus YASBI serta Masdjo Arifin dari Lesbumi NU Jakarta ini juga memperkuat legitimasi aspirasi yang disampaikan para seniman Betawi.
Sebagai perwakilan dari Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Puspla menyampaikan komitmen untuk menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan dalam forum tersebut.
“Sebelumnya kami mohon maaf karena pak Kadis tidak bisa hadir kesini. Karena beliau harus mendampingi pak gubernur dalam waktu yang sama,” ungkap Puspla.
“Kami mendengar dan mencatat. Ini bukan sekadar diskusi, tapi landasan untuk tindakan nyata ke depan,” katanya melanjutkan.
“Apa yang tadi disampaikan oleh bang Jalih Pitoeng sudah sangat lengkap,” sambungnya.
“Kami dari dinas kebudayaan khususnya saya sebagai kepala bidang pembinaan, akan mencatat ini semua sebagai output dari diskusi yang sangat bagus ini,” katanya lagi.
Sebagai salah satu penggagas, pendiri sekaligus ketua umum YASBI, Jalih Pitoeng juga berulang-ulang mengatakan bahwa dirinya tidak ingin YASBI terjebak dalam kepentingan politik praktis apalagi terintervensi.
“YASBI ini mutlak sebagai organisasi para pegiat seni budaya Betawi. Oleh karena itu YASBI ini harus menjunjung tinggi independensi dan mandiri,” pinta Jalih Pitoeng.
“Perlu saya tegaskan juga bahwa YASBI tidak berafiliasi kepada ormas atau partai apapun,” pungkasnya menegaskan.
Memasuki usia ke-498 tahun, berbagai agenda di laksanakan di berbagai penjuru kota Jakarta, mulai dari lenong, pencak silat dan lainnya, yang mengetengahkan budaya Betawi di tengah pergumulan eksistensi Betawi yang semakin tergusur.
Minggu, 29 Juni 2025, giliran Kelurahan Sukapura, Kecamatan, Cilincing, Jakarta Utara menggelar pesta Hari Jadi Jakarta ke-498, yang dihadiri oleh Ahmad Rosiwan, Lurah Sukapura, Depika Romadi, Camat Cilincing serta undangan lainnya.
Di tengah gerimis kecil, ratusan warga Sukapura dan sekitarnya memenuhi halaman parkir Pertokoan New Orchard, samping gedung Kelurahan Sukapura, yang berdiri tinggi dan kokoh.
Ditemui oleh awak media, Fakhrul Rozy, atau biasa akrab disebut dengan panggilannya H. Alung, yang merupakan ketua LMK Sukapura mengungkapkan harapannya agar kedepan kegiatan semacam ini, Festival Jakarta, terus dilakukan untuk memperkuat kota Jakarta di era globalisasi yang semakin menguat.
“Dari Sukapura, kami akan selalu mendukung segala kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Jakarta, ditengah gempuran peradaban dunia yang semakin menguat di Ibukota tercinta ini,” ungkap H. Alung.
Gerimis yang melanda lokasi acara tidak mengurangi antusias warga Sukapura dan sekitarnya dalam menikmati berbagai acara yang dikemas apik oleh Pelaksana Kegiatan, yang dalam hal ini dikendalikan penuh oleh H. Alung.
Memasuki usia ke-498 tahun, Jakarta bukan hanya menjadi pusat pemerintahan Republik Indonesia saat ini, namun juga menjadi kota dengan multi keberagaman yang menjadi sorotan dengan berbagai perkembangannya.
Pertanyaan klasik yang selalu dimunculkan adalah Bagaimana dengan Budaya Betawi yang semakin tergerus oleh waktu dan peradaban zaman serta kemajuan tekhnologi.
Hari Sabtu, 28 Juni 2025, bertempat di Lapangan Sepak Bola Kostrad, Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, digelar Festival Budaya Kampung Petukangan. Festival ini dihadiri oleh Walikota Jakarta Selatan, M. Anwar, S.Si, M.A.P, Camat Petukangan Utara, Agus Ramdani, Lurah Petukangan Utara, Safri Djani, beserta Kapolsek, Danramil dan pejabat lainnya.
Bertemakan “Menjaga Tradisi, mengarungi Era Globalisasi”, Kegiatan ini menghadirkan berbagai seni dan budaya Masyarakat Betawi yang saat ini masih aktif dan eksis, salah satunya adalah Seni Beladiri Betawi BEKSI.
Saat memberikan keterangan pers kepada awak media, Walikota Jakarta Selatan, M. Anwar, S.Si, M.A.P, mengungkapkan keprihatinannya akan tergerusnya Budaya Betawi saat ini, dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat Budaya Betawi untuk kelangsungannya.
Sementara itu Jalih Pitoeng, Salah satu penerus Budaya Silat Betawi BEKSI yang juga merupakan ketua umum FORMASI (Forum Aliansi Masyarakat Anti Korupsi) ini mengungkapkan dalam sambutanya bahwa keberadaan Budaya Betawi yang semakin tergerus arus globaliasi perlu mendapatkan perhatian khusus oleh Pemerintah Jakarta saat ini.
“Kita sering menjual budayanya,” ungkap Jalih Pitoeng, Sabtu (28/06/2025).
“Kita mengeksploitasi kebudayaan, tapi hingga hari ini kita belum pernah memperhatikan bagaimana itu nasib para guru-guru kita,” lanjutnya.
“Oleh karena itu, dalam kesempatan ini kami dari YASBI (Yayasan Pelestarian dan Pengembangan Budaya Betawi) mengundang seluruh para Jawara SE Jabotabek untuk hadir dalam silaturahmi Akbar dan diskusi publik di Setu Babakan,” jelasnya.
“Bagaimana kita merumuskan tentang Road Map tentang kebudayaan guna menjaga eksistensi budaya Betawi,” Jalih Pitoeng menegaskan.
“Kepada Pemerintah DKI Jakarta Pram-Doel, kita minta agar lebih memperhatikan budaya Betawi,” pinta Jalih Pitoeng.
“Bukan hanya itu, Dinas Kebudayaan DK Jakarta saat ini, sedang menghadapi persidangan di PN Jakarta Pusat karena terindikasi telah melakukan Korupsi Dana Kebudayaan, Dana yang seharusnya dipakai untuk mempertahankan Budaya Betawi di tengah arus globalisasi,” ungkapnya kepada awak media di tempat yang berbeda.
“Saya sebagai salah satu warga Betawi Asli, akan tetap mengawal persoalan ini, apa dan bagaimana, serta kemana anggaran Budaya yang dikorupsi oleh Dinas Kebudayaan DKI,” tutup Jalih Pitoeng.
PALPAPANEWS.MY.ID| BOGOR – Bentuk kepedulian sosial PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kembali diwujudkan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (CSR). Kali ini, BRI Cabang Cibubur menyalurkan bantuan sebesar Rp250 juta untuk pembangunan ruang kelas di Pesantren Al-Ghazaliah, yang berlokasi di Desa Nagrak, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.
Bantuan ini ditujukan untuk meningkatkan fasilitas belajar santri, khususnya di Madrasah Diniyah, yang sebelumnya kekurangan ruang kelas.
“Mudah-mudahan para santri bisa belajar nyaman disini dan nantinya dan mencetak generasi orang-orang pintar, orang baik, dan mau berkarya demi bangsa dan negara,” ungkap Pimpinan Cabang BRI Cabang Cibubur, I Gusti Gede Supanca Mahardika di lokasi, Selasa (17/6/2025).
“Hal ini merupakan wujud kepedulian BRI terhadap masyarakat sekitar. Tidak hanya fokus pada aspek bisnis saja, tapi juga kami berkomitmen memenuhi kebutuhan sosial masyarakat, khususnya di wilayah Cibubur dan sekitarnya,” sambungnya.
Pesantren Al-Ghazaliyah saat ini menampung sekitar 150 santri, dengan 50 di antaranya menetap di lingkungan pesantren. Selain kegiatan pendidikan formal, pesantren ini juga menyelenggarakan pendidikan Madrasah Diniyah dan TPA untuk masyarakat sekitar.
Pimpinan Yayasan Al-Ghazaliyah, H. Tobroni Ghazali, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas dukungan dari BRI. Ia menuturkan bahwa pembangunan ruang kelas ini sangat membantu proses belajar para santri yang sebelumnya terbatas oleh ruang yang ada.
“Alhamdulillah, kami bisa menambah satu ruang kelas baru. Terima kasih kepada BRI Cabang Cibubur atas bantuannya. Ini bukan hanya bangunan fisik, tapi investasi untuk mencetak generasi muda yang pintar, jujur, dan berguna bagi bangsa dan negara,” tutupnya.
PALAPANEWS.MY.ID PT Lionmesh Prima Tbk (kode saham: LMSH), perusahaan yang bergerak di bidang industri dan distribusi produk baja untuk keperluan konstruksi dan industri, hari ini menyelenggarakan kegiatan Public Expose tahunan pada Rabu, 25 Juni 2025, bertempat di Hotel DoubleTree by Hilton, Kemayoran, Jakarta.
Acara ini berlangsung pada pukul 11.30 WIB dan dihadiri oleh jajaran Direksi, perwakilan pemegang saham, analis pasar modal, media, dan para pemangku kepentingan lainnya.
Kegiatan Public Expose ini merupakan bagian dari kewajiban perusahaan publik sebagaimana diatur oleh Peraturan Bursa Efek Indonesia Nomor I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi, yang bertujuan untuk memberikan keterbukaan informasi kepada publik dan investor mengenai kinerja keuangan, strategi bisnis, serta prospek usaha ke depan.
Kinerja Keuangan Tahun Buku 2024
Dalam paparannya, Direktur Utama PT Lionmesh Prima Tbk, Lawer Supandi, menyampaikan bahwa tahun 2024 merupakan tahun penuh tantangan sekaligus peluang dalam industri baja, terutama menyikapi dinamika harga bahan baku, kondisi makroekonomi global, serta permintaan dalam negeri.
Perseroan berhasil menjaga stabilitas operasional dengan efisiensi yang konsisten di berbagai lini produksi, distribusi, dan logistik. Meskipun menghadapi tekanan biaya, margin keuntungan tetap dapat dipertahankan pada tingkat yang sehat, dengan rasio keuangan menunjukkan tren yang positif.
Selain itu, peningkatan permintaan terhadap produk baja ringan dan mesh untuk konstruksi perumahan, proyek infrastruktur, dan sektor manufaktur turut menopang pertumbuhan penjualan.
Strategi Bisnis dan Inisiatif Transformasi
Untuk menjawab tantangan pasar dan memperluas basis konsumen, Perseroan menetapkan sejumlah strategi utama, antara lain:
1. Diversifikasi Produk
Perseroan terus mengembangkan variasi produk baja wire mesh dan paku las untuk memenuhi kebutuhan konstruksi modern, termasuk produk berbasis standar kualitas internasional.
2. Modernisasi Pabrik dan Efisiensi Produksi
Investasi pada peralatan produksi dan sistem manajemen mutu dilakukan untuk meningkatkan kapasitas, menekan biaya, dan mempercepat waktu produksi.
3. Ekspansi Pasar Domestik dan Regional
Perseroan memperkuat distribusi di wilayah-wilayah dengan pertumbuhan infrastruktur tinggi seperti Jawa Timur, Kalimantan, dan Sulawesi. Selain itu, penjajakan pasar ekspor juga terus dilakukan, terutama ke negara-negara ASEAN.
4. Penerapan ESG dan Praktik Bisnis Berkelanjutan
PT Lionmesh Prima Tbk mulai mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam proses produksi, termasuk pengelolaan limbah pabrik, efisiensi energi, dan pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan industri.
Prospek Industri dan Pandangan ke Depan
Menurut jajaran direksi, outlook industri baja dalam negeri masih menjanjikan seiring dengan keberlanjutan pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan properti residensial. Kebijakan pemerintah dalam mendorong hilirisasi industri serta pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) diprediksi turut memberi stimulus positif terhadap permintaan material konstruksi seperti wire mesh dan paku las.
Dalam kesempatan ini, Direktur Pujianto Setiadi, MBA, juga menegaskan bahwa Perseroan akan terus meningkatkan kapabilitas operasional dan sumber daya manusia untuk memastikan daya saing dan keberlanjutan jangka panjang perusahaan.
Jajaran Pengurus PT Lionmesh Prima Tbk
Saat ini, susunan manajemen PT Lionmesh Prima Tbk adalah sebagai berikut:
Direktur Utama: Lawer Supandi
Direktur: Ir. Pujianto Setiadi, MBA
Direktur Independen: Tjhai Tjhin Kiat
Komisaris Independen: Kalistus D.D. Making
Perseroan berkomitmen untuk menjalankan tata kelola perusahaan yang baik (GCG) serta senantiasa menjunjung tinggi prinsip keterbukaan, akuntabilitas, dan profesionalisme dalam setiap kegiatan operasional dan pengambilan keputusan.
Melalui Public Expose ini, PT Lionmesh Prima Tbk menyampaikan keyakinannya bahwa dengan fondasi yang kuat, strategi yang tepat, dan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, Perseroan akan terus bertumbuh secara berkelanjutan serta memberikan nilai tambah bagi para investor dan masyarakat luas.
Perseroan juga mengucapkan terima kasih atas kepercayaan publik, mitra usaha, dan regulator terhadap kinerja dan komitmen perusahaan dalam menjalankan bisnis yang bertanggung jawab dan profesional.
PALAPANEWS.MY.ID| Jakarta — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jakarta Utara yang di pimpin oleh Ketua DPC PPP Drs. Junaedi adakan silaturahmi dan konsolidasi bersama para pengurus tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC) dari 6 Kecamatan yang ada dibawah naungan DPC PPP Jakarta Utara. Acara berlangsung di Kantor Sekretariat DPC PPP Jl. Beting, Kelurahan Semper Barat, Kecamatan Cilincing, Kota Jakarta Utara, Minggu 22 Juni 2025.
Drs.Junaedi menyampaikan terbuka atas berbagai dinamika politik internal dan eksternal yang menyebabkan kemunduran elektoral partai dalam dua pemilu terakhir. Dalam pidato evaluatif yang disampaikan dalam forum konsolidasi kader, DPC PPP Jakarta Utara, Junaedi menekankan perlunya keberanian mengakui kesalahan, membenahi arah perjuangan, serta menyatukan kembali kekuatan partai untuk menghadapi Pemilu 2029.”kata Junaedi
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Daerah Jakarta Saeful H.Rahmat Dasuki S. Ip,.M.Si mengatakan, dua peristiwa utama yang menjadi sorotan adalah dukungan terhadap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada Pilkada DKI Jakarta 2017 dan kasus hukum yang menjerat mantan Ketua Umum PPP, Romahurmuziy (Romi), menjelang Pemilu 2019. Kedua kejadian ini dinilai telah merusak kepercayaan publik dan melemahkan basis pendukung partai, khususnya dari kalangan religius.”jelas Saiful Rahmat Dasuki.
“Kami tidak menutup mata terhadap kekecewaan umat dan hilangnya kepercayaan akibat langkah-langkah politik yang tidak selaras dengan nilai perjuangan PPP. Ini saatnya kami minta maaf, melakukan evaluasi menyeluruh, dan bangkit,” tegas Ketua DPC PPP Jakarta Utara, Drs.Junaedi
Dalam pidato tersebut, PPP Jakarta Utara mengidentifikasi sejumlah penyebab utama yang melemahkan kekuatan partai: Konflik internal dan dualisme kepengurusan yang berlangsung lama dan memecah belah kader.
Pengambilan keputusan politik yang tidak sesuai dengan aspirasi umat Islam.Terputusnya hubungan emosional dan ideologis dengan ulama, kyai, dan tokoh agama yang selama ini menjadi fondasi dukungan PPP.
Sebagai upaya membangun kembali kekuatan dan kepercayaan publik, DPC PPP Jakarta Utara menetapkan lima agenda utama untuk dilaksanakan secara menyeluruh:
Rekonsiliasi dan Konsolidasi Internal
Menghapus friksi antar kader dan membangun kembali semangat persatuan di seluruh tingkatan struktur.
Pendekatan Intensif kepada Ulama dan Tokoh Agama
Mengembalikan kepercayaan dan membangun dialog konstruktif sebagai mitra strategis partai.
Dengan penyerahan SK kepada para pengurus PAC se-Jakarta Utara adalah Revitalisasi Struktur Organisasi untuk menghidupkan kembali PAC dan ranting, serta mendorong kaderisasi berbasis komitmen dan integritas.
Kepemimpinan dari Internal Kader menolak kepemimpinan transaksional dan menegaskan bahwa PPP harus dipimpin oleh kader tulen yang memahami kultur partai.
Penyelarasan Politik dengan Aspirasi Umat
Memastikan seluruh kebijakan dan langkah politik partai berakar pada nilai-nilai Islam dan kebutuhan masyarakat.
Pidato ini ditutup dengan harapan besar agar seluruh elemen partai menjadikan momentum ini sebagai titik balik. Dengan semangat rekonsiliasi, pendekatan ke umat, dan penguatan internal, PPP Jakarta Utara menargetkan perolehan suara signifikan di Pemilu 2029.
“Kami mengajak seluruh kader, simpatisan, dan umat Islam untuk kembali mempercayai PPP. Saatnya kita rebut kembali kepercayaan publik, bukan dengan retorika, tapi dengan pembuktian,” pungkas Junaedi.