Kategori: Ekonomi

  • RAT KMP Cipinang Muara Tegaskan Peran Koperasi Kelurahan sebagai Pilar Ekonomi Rakyat

    RAT KMP Cipinang Muara Tegaskan Peran Koperasi Kelurahan sebagai Pilar Ekonomi Rakyat

    JAKARTA TIMUR, PALAPA NEWS —

    Koperasi Kelurahan Merah Putih (KMP) Cipinang Muara, Kecamatan Jatinegara, menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 di Kantor RW 04, Jalan BB Raya No. 1, Kelurahan Cipinang Muara, Selasa, 27 Januari 2027. RAT yang mengusung tema “Bersama Rakyat Membangun Ekonomi Bumi Pertiwi” tersebut menjadi momentum konsolidasi kelembagaan koperasi kelurahan dalam memperkuat ekonomi kerakyatan di tingkat komunitas.

    KMP Cipinang Muara berdiri pada 14 September 2025 sebagai bagian dari pengembangan koperasi berbasis gotong royong. Hingga kini, koperasi ini telah menghimpun 185 anggota yang berasal dari berbagai unsur masyarakat kelurahan.

    RAT dihadiri pengurus, pengawas, dan anggota koperasi, serta unsur pemerintah kota dan kelurahan. Hadir Camat Jatinegara Dr. Endang Kartika Wahyuningsih, SKM, M.M., Fauzi selaku Asisten Perekonomian, Pembangunan, dan Lingkungan Hidup Sekretariat Kota Administrasi Jakarta Timur, Andi Ahmad Refi selaku Kepala Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Jakarta Timur, serta Lurah Cipinang Muara Komaruddin, S.E., yang juga menjabat Ketua Pengawas koperasi. Forum juga diikuti para Ketua RW, Ketua Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), dan unsur masyarakat lainnya.

    Ketua KMP Cipinang Muara Kenoko Hinggyonodipo menegaskan RAT merupakan forum strategis untuk memastikan tata kelola koperasi berjalan sesuai prinsip demokrasi ekonomi.

    “RAT adalah ruh koperasi. Di sinilah anggota sebagai pemilik dan pengguna menilai kinerja pengurus serta menentukan arah pengembangan koperasi,” ujarnya.

    Menurut Kenoko, KMP Cipinang Muara saat ini mengembangkan usaha berbasis retail dengan metode penjualan langsung, baik eceran maupun grosir. Unit usaha difokuskan pada penyediaan kebutuhan pokok warga, seperti beras, gula, minyak goreng, gas elpiji tiga kilogram, serta komoditas lain. Operasional koperasi juga diperkuat oleh partisipasi warga yang meminjamkan gerai dan gudang tanpa biaya.

    Dalam forum RAT tersebut, laporan pertanggungjawaban pengurus dan pengawas Tahun Buku 2025 secara resmi diterima peserta tanpa catatan, menandai tingkat kepercayaan anggota terhadap pengelolaan koperasi.

    Camat Jatinegara Dr. Endang Kartika Wahyuningsih menyatakan, penguatan koperasi kelurahan sejalan dengan agenda pembangunan ekonomi berbasis komunitas.

    “Koperasi harus hadir nyata di tengah warga. Ia bukan hanya badan usaha, tetapi juga instrumen pendidikan ekonomi dan penguatan kemandirian masyarakat,” katanya.

    Fauzi menambahkan, koperasi kelurahan memiliki posisi strategis dalam ekosistem pembangunan kota sebagai penghubung antara kebutuhan riil warga dan kebijakan publik. Sementara itu, Andi Ahmad Refi menegaskan komitmen Suku Dinas PPKUKM Jakarta Timur untuk terus melakukan pembinaan, khususnya dalam penguatan tata kelola, legalitas, dan kapasitas usaha koperasi.

    Dari unsur peserta, Ketua RW 09 Cipinang Muara A. Bahrul BD—anggota koperasi sekaligus Dewan Penasihat Pengurus Daerah Media Independen Online (MIO) Indonesia Kota Jakarta Timur—menilai RAT sebagai ruang kontrol sekaligus koreksi bagi anggota.

    “RAT bukan sekadar agenda rutin, tetapi forum kejujuran. Anggota dapat melihat laporan secara terbuka dan ikut menentukan apakah koperasi benar-benar berjalan untuk kepentingan warga,” ujarnya.

    Selain membahas laporan pertanggungjawaban, RAT juga menyepakati rencana kerja serta arah pengembangan koperasi ke depan. Forum tersebut menegaskan kembali posisi KMP Cipinang Muara sebagai salah satu pilar penguatan ekonomi rakyat di tingkat kelurahan, sekaligus bagian dari upaya membangun kemandirian ekonomi dari bawah.

  • Program TJSL dari BRI BO Cibinong Sasar Fasilitas Religi di Kabupaten Bogor

    Program TJSL dari BRI BO Cibinong Sasar Fasilitas Religi di Kabupaten Bogor

    Palapanews.asia id // Bogor – Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap fasilitas ibadah masyarakat, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli menyalurkan bantuan sarana dan prasarana kepada Musholla Nurusy Syfa yang berlokasi di Desa Bojonggede, Kabupaten Bogor.

    Penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan secara simbolis pada Senin (15/1/2026) melalui Kantor Cabang (Branch Office) BRI Cibinong, bantuan senilai Rp53.500.000 diberikan untuk meningkatkan kenyamanan serta fasilitas jamaah di rumah ibadah tersebut.

    Branch Office Head BRI Cibinong, Kurniawan Setyantoro, menyampaikan bahwa pemberian bantuan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan BRI dalam memberikan dampak positif langsung bagi masyarakat di sekitar wilayah kerja perusahaan.

    “Melalui program BRI Peduli TJSL ini, kami berharap bantuan sarana dan prasarana ini dapat memberikan manfaat yang luas bagi warga Desa Bojonggede. Fokus kami adalah memastikan tempat ibadah memiliki fasilitas yang layak sehingga masyarakat dapat beribadah dengan lebih khusyuk dan nyaman,” ujar Kurniawan saat memberikan keterangan resmi, Senin (15/1).

    Kurniawan menambahkan bahwa pemilihan Musholla Nurusy Syfa sebagai penerima bantuan didasari oleh kebutuhan mendesak akan perbaikan dan penambahan fasilitas yang selama ini terbatas.

    Ia menegaskan bahwa BRI tidak hanya fokus pada sektor perbankan, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk membangun aspek sosial dan keagamaan di wilayah Kabupaten Bogor.

    Apresiasi dari Pengurus DKM
    Bantuan ini disambut baik oleh para pengurus musholla dan warga setempat.

    Ketua DKM Musholla Nurusy Syfa, Abdul Rouf, mengungkapkan rasa syukurnya atas perhatian yang diberikan oleh BRI BO Cibinong.

    Menurut Abdul Rouf, bantuan pengadaan berbagai sarana pendukung ini, mulai dari keranda, pemandian jenazah, sound sistem dan lain-lain.

    “Kami sangat berterima kasih kepada BRI Peduli. Bantuan senilai Rp53,5 juta ini sangat berarti bagi kami di Desa Bojonggede. Dengan adanya bantuan ini, untuk pengadaan sarana yang sebelumnya terkendala biaya kini bisa segera kami tuntaskan,” kata Abdul Rouf.

    Dampak Berkelanjutan Program TJSL
    Program BRI Peduli TJSL terus menjadi pilar penting bagi BRI dalam mendukung pembangunan nasional di tingkat desa.

    Penyerahan bantuan di Desa Bojonggede ini diharapkan menjadi stimulus bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat pedesaan melalui infrastruktur religi yang memadai.

    Hingga awal tahun 2026, BRI BO Cibinong terus aktif memetakan kebutuhan sosial di wilayah Kabupaten Bogor guna memastikan program CSR tepat sasaran dan memberikan nilai tambah (shared value) bagi masyarakat dan lingkungan.

  • Program Jum’at Berkah BRI BO Fatmawati Sasar Pekerja Sektor Informal

    Program Jum’at Berkah BRI BO Fatmawati Sasar Pekerja Sektor Informal

    JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. melalui Branch Office (BO) Fatmawati kembali menunjukkan kepedulian sosialnya melalui program “Jumat Berkah”.

    Dalam aksi yang berlangsung pada Jumat (16/1/2026), ratusan paket nasi box dibagikan kepada para pengemudi ojek online (ojol), pejalan kaki, hingga masyarakat yang melintas di sekitar area kantor BRI BO Fatmawati, Jakarta Selatan.

    Kegiatan rutin ini menjadi bagian dari upaya perseroan untuk mempererat silaturahmi sekaligus meringankan beban sesama, khususnya para pekerja sektor informal yang beraktivitas di jalan raya.

    Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme masyarakat yang cukup tinggi. Sejumlah insan BRILiaN BRI BO Fatmawati telah bersiap membagikan paket makanan kepada para driver online yang tengah melintas maupun warga sekitar yang membutuhkan.

    Branch Office Head BRI Fatmawati, Aditya Andre Ramadhan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur dan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap lingkungan sekitar. Ia berharap bantuan kecil ini dapat memberikan manfaat nyata bagi para penerimanya.

    ” Kegiatan Jumat Berkah ini adalah bentuk konsistensi kami dalam menebar kebaikan kepada sesama. Kami ingin kehadiran BRI tidak hanya dirasakan dari sisi layanan perbankan saja, tetapi juga melalui aksi kemanusiaan yang menyentuh langsung masyarakat di sekitar kantor kami,” ujar Aditya Andre Ramadhan pada Jum’at (16/1).

    Aditya menambahkan bahwa pemilihan target distribusi kepada pengemudi ojek online dan pejalan kaki dilakukan karena mereka adalah kelompok yang memiliki mobilitas tinggi dan bekerja keras di lapangan sepanjang hari. Menurutnya, nasi box tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan makan siang para pekerja tersebut.

    Selain membagikan bantuan fisik, Aditya menjelaskan bahwa program ini juga bertujuan untuk membangun energi positif di internal karyawan BRI agar tetap memiliki jiwa berbagi dan kepedulian sosial yang tinggi di tengah kesibukan pekerjaan.

    Salah seorang driver ojek online, Supriatna (45), mengaku sangat terbantu dengan adanya aksi ini. Ia menyebutkan bahwa perhatian dari instansi seperti BRI sangat berarti bagi para pekerja jalanan seperti dirinya.

    ” Alhamdulillah, sangat terbantu sekali. Kebetulan lewat sini dan sedang istirahat sebentar, eh ada pembagian nasi box dari BRI. Terima kasih banyak, semoga berkah untuk semua karyawannya,” ucap Supriatna singkat.

    Melalui program Jumat Berkah ini, BRI BO Fatmawati berkomitmen untuk terus menjalankan berbagai inisiatif sosial serupa secara berkesinambungan sebagai wujud nyata dari slogan BRI yang melayani dengan setulus hati.

  • Jum’at Berkah BRI BO TB Simatupang: Membawa Harapan untuk Lembaga Wakaf

    Jum’at Berkah BRI BO TB Simatupang: Membawa Harapan untuk Lembaga Wakaf

    Jakarta – Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap masyarakat dan upaya memperkuat nilai sosial di tengah kehidupan bermasyarakat, Branch Office (BO) BRI TB Simatupang kembali melaksanakan kegiatan sosial bertajuk “Jum’at Berkah”.

    Kegiatan tersebut digelar di Lembaga Wakaf Ma’had Ibnu Sabil dan Masjid Ibnu Sabil, berlokasi di Jalan Rancho Indah Dalam No. 68, Tanjung Barat, Jakarta Selatan, pada Jum’at (17/10/2025).

    Kegiatan Jum’at Berkah yang rutin dilakukan oleh BRI ini menjadi sarana untuk menebarkan manfaat kepada sesama, sekaligus mempererat silaturahmi antara pihak perbankan dengan masyarakat sekitar.

    Dalam kesempatan tersebut, tim dari BRI BO TB Simatupang menyerahkan bantuan sosial berupa bahan kebutuhan pokok (sembako) kepada pengurus lembaga, Santri Hafidz serta pengurus Masjid Ibnu Sabil.

    Yanuar Akademikus Arbifirdaus, Head Office BO BRI TB Simatupang, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) BRI dalam membantu meringankan beban masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan saat ini.

    “Program Jum’at Berkah ini kami laksanakan sebagai bentuk kepedulian dan rasa syukur kami. BRI ingin hadir tidak hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat yang peduli dan berkontribusi positif. Kami berharap kegiatan ini dapat membawa keberkahan bagi kita semua,” ujar Yanuar, Jum’at (17/10).

    Lebih lanjut, Yanuar menegaskan bahwa BRI berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program sosial yang berkelanjutan dan bermanfaat langsung bagi masyarakat di berbagai lapisan.

    Ia juga mengajak seluruh insan BRI untuk terus menumbuhkan semangat berbagi, baik melalui kegiatan internal maupun kolaborasi dengan lembaga sosial dan keagamaan.

    Kegiatan Jum’at Berkah ini disambut antusias hangat pengurus lembaga wakaf.

    Pihak Lembaga Wakaf Ma’had Ibnu Sabil menyampaikan apresiasi atas kepedulian BRI, dan berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut di masa mendatang.

    Melalui kegiatan seperti ini, BRI tidak hanya memperkuat citra sebagai bank terbesar milik rakyat Indonesia, tetapi juga memperkokoh nilai-nilai kemanusiaan, kebersamaan, dan keberlanjutan sosial.

  • Menata Ulang Kesejahteraan Pekerja: Peran Koperasi Pegawai dan Snowball Business Model dalam Ekonomi Nasional

    Menata Ulang Kesejahteraan Pekerja: Peran Koperasi Pegawai dan Snowball Business Model dalam Ekonomi Nasional

    Perdebatan tahunan mengenai kenaikan upah minimum selalu berujung pada kebuntuan yang sama. Pekerja menuntut kenaikan demi daya beli, pengusaha mengeluhkan tekanan biaya di tengah persaingan global. Negara berada di tengah, menetapkan angka, lalu berharap sistem menyesuaikan dengan sendirinya. Pola ini berulang, sementara akar masalahnya jarang disentuh.

    Padahal, ada jalan keluar yang relatif sederhana, sistemik, dan berkelanjutan: menjalankan Snowball Business Model (SBM) melalui koperasi pegawai di seluruh perusahaan besar, baik swasta maupun BUMN.

    Gagasan ini berangkat dari satu realitas penting: tidak semua kesejahteraan harus datang dari upah. Jika penghasilan pekerja hanya bergantung pada gaji, maka setiap tekanan ekonomi akan selalu berujung pada tuntutan kenaikan upah. Ini memberatkan pengusaha dan tidak selalu menjamin peningkatan kesejahteraan riil.

    Melalui koperasi pegawai berbasis SBM, para pekerja tidak diminta menjadi pedagang aktif dan tidak terganggu pekerjaan utamanya. Seluruh operasiona pengadaan barang, distribusi, pencatatan transaksi, dan pengelolaan siste dijalankan oleh pengurus koperasi secara profesional dan berbasis sistem digital. Pegawai berperan sebagai anggota dan pasar yang pasti, bukan operator harian.

    Koperasi menyediakan kebutuhan rutin anggota pangan, kebutuhan rumah tangga, produk haria dengan harga yang lebih efisien karena rantai distribusi pendek dan berbasis komunitas. Keuntungan koperasi tidak hilang ke luar sistem, tetapi kembali ke anggota dalam bentuk sisa hasil usaha (SHU) dan manfaat ekonomi lainnya.

    Dengan skema ini, pegawai memperoleh penghasilan tambahan dan penurunan biaya hidup secara simultan. Kesejahteraan meningkat tanpa harus sepenuhnya membebani struktur upah perusahaan. Bagi pengusaha, ini menciptakan ruang napas: tekanan kenaikan upah nominal dapat diredam karena daya beli riil pekerja meningkat.

    Lebih jauh, jika SBM dijalankan secara luas di koperasi pegawai perusahaan besar, dampaknya melampaui relasi pekerja–perusahaan. Setiap koperasi pegawai dapat bermitra dengan koperasi produsen di desa, UMKM, dan komunitas lokal sebagai pemasok. Dengan demikian, terbentuk rantai pasok nasional berbasis koperasi, dari desa ke kota, dari produsen ke konsumen yang pasti.

    Inilah kekuatan SBM: ekonomi bergerak berulang dan berlipat seperti bola salju. Transaksi harian menciptakan arus kas nyata, bukan spekulatif. Nilai tambah bertahan di dalam negeri. Ketergantungan pada impor produk konsumsi menurun. Sektor riil rakyat hidup tanpa harus menunggu proyek besar atau investasi asing.

    Dalam konteks sebesar Indonesia, potensi kontribusinya sangat besar. Bayangkan jika setiap perusahaan besar diwajibkan memiliki koperasi pegawai berbasis SBM. Jutaan pekerja menjadi bagian dari ekosistem ekonomi produktif yang terorganisasi. Arus transaksi harian bernilai triliunan rupiah terjadi secara konsisten. Dampaknya terhadap PDB, PNBP, dan ketahanan ekonomi nasional akan signifikan.

    Karena itu, peran negara menjadi krusial. Negara tidak cukup hanya mendorong secara sukarela. Regulasi diperlukan untuk:

    1. mewajibkan perusahaan besar—BUMN dan swasta—memiliki koperasi pegawai berbasis SBM,
    2. memastikan tata kelola profesional dan transparan,
    3. mengintegrasikan koperasi pegawai dengan koperasi produsen dan UMKM.

    Terkait aturan bahwa seseorang tidak boleh menjadi anggota lebih dari satu koperasi, pendekatan ini justru memperkuat fokus dan akuntabilitas. Keanggotaan tunggal memastikan komitmen, volume transaksi yang jelas, dan pembagian manfaat yang adil. Namun, aturan ini harus diiringi jaminan bahwa koperasi benar-benar dikelola profesional dan memberikan manfaat nyata bagi anggotanya.

    Pada akhirnya, solusi atas tekanan upah, persaingan global, dan lemahnya sektor riil tidak terletak pada kebijakan parsial. Ia membutuhkan arsitektur ekonomi baru yang menggabungkan kepentingan pekerja, pengusaha, dan negara.

    Koperasi pegawai berbasis SBM menawarkan arsitektur itu.
    Pekerja sejahtera tanpa membebani upah secara berlebihan.
    Pengusaha lebih efisien dan berkelanjutan.
    Negara memperoleh ekonomi yang bergerak dari bawah.

    Jika kebijakan ini dijalankan secara nasional, kontribusinya terhadap ekonomi negara akan sulit dibayangkan besarnya dan justru karena itu, layak untuk segera diwujudkan.

    Oleh: Prof. Dr. Nandan Limakrisna
    Guru Besar Manajemen dan Ekonomi, Universitas Persada Indonesia Y.A.I (UPI Y.A.I), Jakarta
    Penggagas Snowball Business Model (SBM)

  • Pamadi Purno Widodo: Rebranding Ini untuk Pelayanan yang Lebih Baik.

    Pamadi Purno Widodo: Rebranding Ini untuk Pelayanan yang Lebih Baik.

    Palapanews.asia| Jakarta – Memasuki usia ke-130 tahun, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BRI) semakin memantapkan posisinya sebagai lembaga keuangan yang tidak hanya historis, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan zaman. Hal ini ditegaskan melalui peresmian rebranding Branch Office (BO) Jakarta Gatot Subroto yang berlokasi di Gedung Menara Bripens, Jakarta Selatan.

    ​Langkah ini bukan sekadar pergantian identitas visual, melainkan bagian dari strategi besar perusahaan untuk tetap relevan bagi lintas generasi, terutama di tengah disrupsi teknologi perbankan yang masif. Menolak “Jebakan Logika Lama”, dalam sebuah opini mengenai eksistensi bank tua, beliau menekankan bahwa bank yang telah berusia lebih dari satu abad dituntut untuk menyelaraskan masa lalu yang tangguh dengan relevansi masa depan.

    ​Wajah Baru Layanan di Pusat Bisnis Ibu Kota

    Peresmian rebranding di BO Jakarta Gatot Subroto ditandai dengan pembukaan selubung papan nama baru oleh jajaran manajemen. Logo yang lebih modern kini menghiasi gedung Menara Bripens, mencerminkan semangat “BRIVolution Reignite”—sebuah fase pertumbuhan yang lebih efisien, customer focus, dan berkelanjutan.

    Branch Office Head BRI Jakarta Gatot Subroto, Pamadi Purno Widodo, menyatakan bahwa momentum HUT ke-130 ini adalah titik balik untuk memberikan standar layanan yang lebih tinggi. ​”Semoga dengan rebranding ini, kami dapat memberikan pelayanan yang lebih baik lagi dan meningkatkan kinerja BRI, khususnya di BO Jakarta Gatot Subroto. Kami ingin nasabah merasakan atmosfer perbankan yang lebih modern dan dinamis,” ujar Pamadi.

    Fasilitas Unggulan dan Aksesibilitas
    ​sebagai bagian dari pusat operasional penting, BO Jakarta Gatot Subroto kini dilengkapi dengan fasilitas yang mengedepankan kemudahan dan kenyamanan nasabah:
    ​ATM/CRM Setor Tarik 24 Jam: Mendukung kebutuhan transaksi tunai tanpa batas waktu.

    Sentra Layanan Prioritas: Ruang eksklusif bagi nasabah premium untuk konsultasi keuangan yang lebih privat.
    ​Pusat Operasional Strategis: Gedung ini menjadi basis koordinasi bagi Region 7 Jakarta 2 dan Audit Region 7 Jakarta 2.

    ​Jadwal Operasional:
    Untuk memastikan pelayanan yang optimal, BRI KC Gatot Subroto beroperasi pada:
    ​Senin – Jumat: Layanan Kas (08.00 – 15.00 WIB) & Layanan Nasabah (08.00 – 16.00 WIB).

    ​Menuju Seratus Tiga Puluh Tahun
    ​Dengan aset yang kini mencapai lebih dari Rp2.123 triliun (per September 2025) dan laba yang terus mencetak rekor, BRI membuktikan bahwa usia hanyalah angka. Strategi rebranding ini sejajar dengan langkah institusi finansial global seperti Standard Chartered dan UOB yang juga melakukan penyegaran identitas untuk menandai fase transformasi digital.

    ​Melalui identitas baru yang mengusung semangat “Satu Bank Untuk Semua,” BRI berkomitmen tetap menjadi mitra setia bagi generasi yang tumbuh bersamanya (generasi senior) sekaligus menjadi pilihan utama bagi generasi digital (Milenial & Gen Z) yang menuntut kecepatan dan kemudahan akses.

    (red)

  • HIPMI-Danantara Business Forum 2025 Memberikan Penghargaan Kepemimpinan kepada Bernadus Sudarmanta*

    HIPMI-Danantara Business Forum 2025 Memberikan Penghargaan Kepemimpinan kepada Bernadus Sudarmanta*

    PALAPANEWS.ASIA.COM Jakarta, 20 Oktober 2025 – HIPMI-Danantara Business Forum 2025 akan digelar di Grand Ballroom Hotel Indonesia Kempinski pada 20 Oktober 2025. Dalam acara ini, Bernadus Sudarmanta, President Director PLN Indonesia Power, akan menerima penghargaan HIPMI Leadership Excellence Award 2025 dalam kategori Excellence in Corporate Governance & Regulatory Compliance.

    Penghargaan ini diberikan sebagai pengakuan atas kepemimpinan Bernadus Sudarmanta dalam menerapkan praktik governance dan compliance yang baik di PLN Indonesia Power. Ia menekankan pentingnya Governance, Risk, and Compliance (GRC) dalam perusahaan untuk mengelola risiko dan memastikan kepatuhan terhadap standar yang ada.

    “Pentingnya Governance, Risk, and Compliance (GRC) dalam perusahaan untuk mengelola risiko dan memastikan kepatuhan terhadap standar yang ada,” ujar Bernadus Sudarmanta.

    “Dengan tujuannya adalah untuk menghindari kerugian dan memastikan operasi perusahaan berjalan dengan baik,” papar Bernadus Sudarmanta.

    “Saya berharap acara seperti ini dapat meningkatkan kesadaran dan penerapan GRC di perusahaan-perusahaan,” tutup Bernadus Sudarmanta kepada awak media usai Forum berlangsung di Grand Ballroom Hotel Kempinski, Jakarta.

    Dalam forum ini, para pemimpin lintas sektor dari pemerintah, Danantara, swasta, dan pelaku usaha muda akan berkumpul untuk membahas arah baru transformasi ekonomi Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. Beberapa topik yang akan dibahas antara lain:

    – *Energi Berdaulat, Ekonomi Kuat*: Hilirisasi Sumber Daya Alam dan Transisi Energi untuk Masa Depan yang Berkelanjutan
    – *Pangan Mandiri, Negeri Berdikari*: Kolaborasi Swasta, BUMN, dan Start-up untuk Mewujudkan Swasembada
    – *Strategi, Teknologi, dan Inovasi Industri untuk Negeri*: Mewujudkan Ekonomi Masa Depan yang Inklusif, Produktif, dan Tangguh

    HIPMI-Danantara Business Forum 2025 diharapkan dapat menjadi platform yang efektif untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya teknologi dan inovasi dalam memajukan perekonomian

    Indonesia.*Bernadus Sudarmanta* adalah Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PLN Indonesia Power (PLN IP) yang ditunjuk pada 20 Juni 2025. Ia memiliki latar belakang teknis yang kuat dan pemahaman strategis yang mendalam tentang transisi energi. Berikut beberapa fakta tentang dirinya.

    – *Latar Belakang Pendidikan:*
    – Sarjana Teknik Mesin di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.
    – Magister Manajemen di Institut Teknologi Bandung (ITB).
    – *Pengalaman Karir:*
    – Direktur Pemasaran dan Pengembangan Usaha di PT PLN Enjiniring (2021–2022).
    – Komisaris Utama PT Rekadaya Elektrika Consult (2017–2021).
    – Direktur Utama PT PJB Investasi (2015–2016).
    – *Pencapaian:*
    – Memimpin berbagai studi dan kolaborasi. pengembangan energi baru, seperti energi panas bumi dan teknologi pembangkit listrik tenaga nuklir modular kecil.
    – Terlibat dalam pengembangan co-generation geothermal dan kolaborasi energi surya dan hidrogen hijau untuk mendukung transisi menuju Net Zero Emission 2060.
    – Menerima penghargaan “Social Responsibility Leadership of the Year” dalam ajang Indonesia Social Responsibility Award (ISRA) 2025.
    – *Kinerja PLN IP di Bawah Pimpinannya:*
    – Pendapatan usaha sebesar Rp110,58 triliun.
    – Laba bersih sebesar Rp13,10 triliun.
    – Penjualan listrik mencapai 83.082 GWh.
    – Net Kinerja Operasi (NKO) melonjak hingga 105,56%.

    (Nengsi editor H)

     

    (***)

  • Jum’at Berkah BRI BO Ampera: Wujud Nyata Kepedulian dan Kasih Sayang

    Jum’at Berkah BRI BO Ampera: Wujud Nyata Kepedulian dan Kasih Sayang

    PALAPANEWS.MY..IDJakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui BRI Branch Office (BO) Ampera kembali menunjukkan komitmennya dalam menebar kebaikan kepada masyarakat.

    BRI BO Ampera menggelar kegiatan sosial bertajuk Jum’at Berkah dengan berbagi bersama puluhan anak yatim di Asrama Daarul Rahman, Pejaten Barat, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Jum’at, 12 September 2025.

    Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan tampak dalam kegiatan ini. Puluhan anak yatim yang hadir tidak hanya menerima uluran tangan berupa makan siang, tetapi juga merasakan kasih sayang serta perhatian dari jajaran BRI BO Ampera.

    Branch Office Head BRI Ampera, Kurniawan Dwi Saputra, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian BRI terhadap masyarakat, khususnya anak-anak yatim yang membutuhkan uluran tangan.

    “Kami ingin terus menghadirkan kehangatan dan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui kegiatan Jum’at Berkah ini, kami berharap dapat menebar kebahagiaan serta memberikan semangat baru bagi anak-anak yatim di Asrama Daarul Rahman,” ujar Kurniawan Dwi Saputra, Jum’at (12/9).

    Lebih lanjut, Kurniawan menegaskan bahwa program Jum’at Berkah bukan sekadar rutinitas sosial, melainkan wujud konsistensi BRI dalam menjalankan nilai-nilai budaya kerja perusahaan yang selalu hadir untuk negeri.

    Kegiatan ini disambut gembira oleh pengurus Asrama Daarul Rahman. Mereka mengapresiasi langkah BRI BO Ampera yang tidak hanya hadir sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai mitra sosial yang peduli terhadap kebutuhan masyarakat sekitar.

    Usai berbagi, anak-anak yatim juga diajak berdoa bersama untuk kebaikan dan keberkahan semua pihak. Momen ini semakin menambah suasana haru dan syukur dalam kegiatan Jum’at Berkah.

    Dengan kegiatan ini, BRI BO Ampera berharap dapat terus memperkuat hubungan baik dengan masyarakat sekaligus menegaskan peran perbankan dalam mendukung kesejahteraan sosial.

    (red/Maya)

  • RDF Plant Rorotan Hadir dengan Standar Tinggi untuk Menekan Krisis Sampah Jakarta

    RDF Plant Rorotan Hadir dengan Standar Tinggi untuk Menekan Krisis Sampah Jakarta

    PALAPANEWS.ASIA.MY.ID | JAKARTA –  DLH DKI Jakarta menegaskan bahwa pihaknya memahami sepenuhnya aspirasi dan kekhawatiran masyarakat terkait rencana pengoperasian Refuse-Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan. Sejak awal, pembangunan fasilitas ini dirancang dengan mempertimbangkan aspek lingkungan dan kesehatan warga agar kehadirannya benar-benar menjadi solusi, bukan menambah persoalan baru.

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menyampaikan bahwa pembangunan RDF Plant Rorotan bukan hanya proyek infrastruktur, tapi salah satu upaya menjawab persoalan darurat sampah di ibu kota. “Kami sadar betul keresahan warga. Karena itu, setiap tahap kami lakukan dengan standar keamanan tinggi dan ruang komunikasi yang terbuka, sehingga manfaat fasilitas ini dapat dirasakan bersama, sementara dampak yang dikhawatirkan bisa ditekan semaksimal mungkin,” ujarnya.

    Asep menegaskan Jakarta saat ini menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah. Satu-satunya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Bantar Gebang sudah mencapai ketinggian 59 meter dan mendekati kondisi over topping. “Kalau banjir bisa surut dalam 1–2 jam, berbeda dengan sampah. Jika TPA over topping, maka sampah tidak hilang, justru akan terus menumpuk hari demi hari. Kondisi ini pernah terjadi di beberapa daerah, bahkan sampai menyebabkan longsor,” jelasnya.

    Untuk mencegah situasi itu, Pemprov DKI telah menjalankan berbagai strategi, mulai dari pengurangan sampah di sumber melalui program bank sampah dan budidaya maggot, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PltSa) Merah Putih, pengembangan RDF di Bantar Gebang, hingga pembangunan RDF Plant di Rorotan. Asep menyebutkan bahwa seluruh upaya tersebut sebagai usaha memperlambat laju timbunan sampah agar tidak terjadi krisis di TPA.

    RDF Plant Rorotan sendiri sudah siap beroperasi tahun ini dengan sejumlah penyempurnaan penting. RDF Plant dirancang dengan sistem berlapis untuk menjaga kualitas udara, mulai dari pengendalian debu dan gas buang hingga penetralisasi kebauan. “Teknologi ini sudah terbukti efektif digunakan di berbagai fasilitas serupa. Dengan begitu, masyarakat di sekitar lokasi tidak perlu khawatir terhadap potensi dampak negatif yang mungkin muncul,” tegas Asep.

    Ia pun menegaskan komitmen Pemprov DKI untuk selalu menjaga keseimbangan antara pembangunan infrastruktur dengan kenyamanan warga. “Setiap kebijakan kota tidak boleh mengurangi kualitas hidup masyarakat, termasuk dalam pengoperasian RDF Rorotan. Justru fasilitas ini hadir untuk memperbaiki situasi sampah Jakarta, sekaligus memastikan kesehatan lingkungan tetap terjaga,” katanya.

    Asep pun berharap, dengan keterlibatan masyarakat dan dukungan berbagai pihak, RDF Plant Rorotan dapat menjadi tonggak penting dalam pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan di Jakarta. “Kami ingin warga tenang, tidak khawatir. RDF Plant Rorotan adalah solusi bersama yang manfaatnya akan dirasakan oleh jutaan orang,” pungkas Asep.

    (red/JPS)

  • RUPSLB Ancol Setujui Reklamasi 65 Hektar dan Perubahan Susunan Pengurus

    RUPSLB Ancol Setujui Reklamasi 65 Hektar dan Perubahan Susunan Pengurus

    Palapanews.Asia, Jakarta – PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (Perseroan) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Candi Bentar Hall Putri Duyung, Jakarta, pada Jumat (19/9). Rapat tersebut menghasilkan dua keputusan penting, yakni persetujuan pelaksanaan reklamasi kawasan Ancol serta perubahan susunan pengurus perseroan.

    Dalam rapat, para pemegang saham menyetujui pelaksanaan reklamasi seluas 65 hektar di kawasan Ancol. Proyek tersebut akan dijalankan berdasarkan izin yang telah diperoleh Perseroan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Reklamasi ini direncanakan melalui kerja sama kemitraan strategis dan/atau dengan sumber pendanaan internal perseroan.

    Selain itu, RUPSLB juga menyetujui perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi sebagai langkah memperkuat strategi bisnis ke depan. Adapun susunan baru pengurus perseroan yang berlaku efektif sejak ditutupnya RUPSLB adalah sebagai berikut:

    Dewan Komisaris:

    Komisaris Utama dan Komisaris Independen: Irfan Setiaputra

    Komisaris: Suharini Eliawati

    Komisaris: Lies Hartono

    Komisaris: Sutiyoso

    Komisaris Independen: Trisni Puspitaningtyas

    Direksi:

    Direktur Utama: Winarto

    Direktur: Cahyo Satriyo Prakoso

    Direktur: Daniel Nainggolan

    Direktur: Eddy Prastiyo

    Direktur: Syahmudrian Lubis

    Manajemen Ancol menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pengembangan kawasan, dengan tujuan meningkatkan nilai tambah perusahaan serta memberikan kontribusi lebih besar bagi pembangunan ekonomi, sosial, dan lingkungan di Indonesia, khususnya di DKI Jakarta.