Kategori: Agama

  • Rayakan Natal dan Kunci Taong, Jan Samuel Maringka Ajak Kawanua Jaga Iman, Budaya, dan Generasi Muda

    Rayakan Natal dan Kunci Taong, Jan Samuel Maringka Ajak Kawanua Jaga Iman, Budaya, dan Generasi Muda

    Jakarta — Perayaan Natal dan Kunci Taong Kerukunan Keluarga Kawanua berlangsung khidmat dan penuh nuansa kebersamaan di Gedung Balai Samudera, Kelapa Gading, Jakarta, Sabtu (31/01/2026). Mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” dengan subtema “Kasih Kristus Sempurna bagi Kita dalam Menjaga Akar, Menyatukan Hati dan Menjadi Cahaya”, acara ini menjadi momentum penting mempererat persaudaraan Kawanua di perantauan.

    Perayaan semakin semarak dengan gelar budaya khas Minahasa seperti Kabasaran, Kolintang, Makaruyen, Masamper, dan Katrili, yang mencerminkan kekayaan tradisi sekaligus identitas budaya Kawanua yang terus dijaga lintas generasi.

    Usai menghadiri acara, Jaksa senior sekaligus putra Kawanua, Jan Samuel Maringka, S.H., M.H.CGCAE, menegaskan bahwa Natal dan Kunci Taong bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan ruang spiritual untuk memulihkan iman, memperkuat persatuan keluarga, dan meneguhkan jati diri budaya Kawanua.

    “Ibadah perayaan Natal dan Kunci Taong ini harus menjadi ruang pemulihan iman, persatuan keluarga, serta penguatan identitas budaya Kawanua. Karena itu, seluruh persiapan kami kawal secara langsung,” ujar Jan Samuel Maringka.

    Menurutnya, kebersamaan warga Kawanua perlu terus dipertahankan dan dijadikan tolok ukur persatuan, tidak hanya bagi para orang tua, tetapi juga bagi generasi muda Kawanua di masa depan.

    “Kebersamaan warga Kawanua harus kita jaga, sehingga menjadi tolok ukur kebersamaan, bukan hanya bagi para tua-tua, tetapi juga bagi generasi muda Kawanua yang akan datang,” katanya.

    Jan Samuel Maringka yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Penasehat Kerukunan Kawanua Minahasa Tenggara menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga budaya sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Ia mengingatkan bahwa sejarah mencatat kontribusi besar warga Minahasa di tingkat nasional yang harus terus ditingkatkan ke depan.

    “Untuk ke depannya, generasi muda harus menjaga budaya, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dulu banyak partisipasi warga Minahasa di tingkat nasional, dan itu harus kita tingkatkan di masa yang akan datang,” tambahnya.

    Sebagai tokoh nasional dengan rekam jejak panjang di dunia kejaksaan—pernah menjabat Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan RI (2017–2020) dan Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian (2022–2023)—Jan Samuel Maringka berharap perayaan Natal dan Kunci Taong ini menjadi cahaya yang mempersatukan hati serta memperkuat kontribusi Kawanua bagi bangsa dan negara.

  • Ketegangan Dunia Memuncak: Apa Maknanya bagi Indonesia sebagai Negeri ‘Timur’ yang Diberkahi?

    Ketegangan Dunia Memuncak: Apa Maknanya bagi Indonesia sebagai Negeri ‘Timur’ yang Diberkahi?

    PALAPANEWS.ASIA, JAKARTA —

    Seminar Blueprint & Roadmap Langit 2026–2029 yang digelar Majelis Gerakan Akhir Zaman (GAZA) berlangsung padat di Asrama Haji Pondok Gede, Rabu. Ruangan penuh sejak pagi, menampilkan campuran peserta: akademisi, aktivis keagamaan, dan sejumlah pemerhati geopolitik yang penasaran dengan cara baca GAZA terhadap dinamika dunia.

    Ketua GAZA, Diki, membuka forum dengan penjelasan mengenai metodologi yang mereka gunakan. Selama beberapa tahun, jaringan GAZA menghimpun ribuan mubasyirat—mimpi yang diyakini membawa pesan simbolik—dan mengolahnya berdampingan dengan data sosial, politik, dan ekonomi. “Kami melihat pola,” kata Diki, menegaskan bahwa temuan mereka bukan ramalan, melainkan pembacaan tren.

    Paparan dimulai dari 2026, tahun yang disebut sebagai fase “kesadaran dan konsolidasi”. GAZA melihat tekanan ekonomi global sebagai pemicu lahirnya inisiatif kemandirian komunitas, mulai dari lumbung pangan kecil hingga energi terbarukan. Indonesia diproyeksikan berada pada posisi diplomatik yang rumit, aktif menengahi konflik regional namun tertekan untuk berpihak pada blok global tertentu.

    Tahun berikutnya, 2027, disebut sebagai fase “ujian dan gejolak”. Seminar menyoroti kemungkinan ujian integritas pemimpin nasional, gejolak ekonomi yang menekan nilai tukar, serta potensi bencana atau krisis kesehatan yang menguji kapasitas pemerintah. Di level internasional, ketegangan di Timur Tengah dan Asia Selatan diprediksi mencapai titik genting, dengan pembentukan blok-blok geopolitik yang semakin keras.

    Pada 2028, GAZA memaparkan fase “peralihan dan konflik besar”. Tahun itu, menurut mereka, politik domestik akan dipenuhi isu identitas dan perebutan orientasi kemandirian bangsa. Krisis energi, pangan, dan ekonomi dapat memicu demonstrasi terbatas. Sementara itu, berbagai titik rawan—dari Kashmir hingga Laut Cina Selatan—diperkirakan berpotensi memicu konflik regional meluas.

    Proyeksi 2029 digambarkan sebagai fase “penentuan dan kebangkitan awal”. Indonesia dipandang berpeluang mengalami koreksi politik besar, dengan lahirnya kepemimpinan yang lebih berfokus pada kemandirian nasional. Di kawasan, Indonesia, Malaysia, Pakistan, dan Bangladesh diproyeksikan dapat membentuk poros baru dunia Islam sebagai respons terhadap perubahan geopolitik.

    GAZA memaparkan bahwa dunia pascakonflik besar kemungkinan bergerak menuju tatanan global baru yang lebih multipolar. Krisis finansial internasional dan pergeseran pusat kekuatan disebut dapat membuka peluang kebangkitan spiritual dan politik umat Islam, sekaligus menyiapkan masyarakat menghadapi fase berikutnya dari rangkaian gejolak global.

    Menutup sesi, Diki menyebut peta jalan empat tahun itu sebagai seruan kesiapsiagaan. “Spiritualitas harus menjadi kompas di tengah perubahan besar,” ujarnya, sebelum peserta kembali terlibat dalam diskusi panel yang mencoba menghubungkan narasi mimpi, data geopolitik, dan arah perjalanan Indonesia.

    (Solihin)

  • Mimika Sabet Juara Umum Harmony Award 2025, Kerukunan Jadi Fondasi Pembangunan Daerah

    Mimika Sabet Juara Umum Harmony Award 2025, Kerukunan Jadi Fondasi Pembangunan Daerah

    Palapanews.Asia, Jakarta – Kabupaten Mimika menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Pada ajang Harmony Award 2025 yang diselenggarakan Kementerian Agama (Kemenag), Mimika berhasil meraih peringkat pertama kategori kinerja Pemerintah Daerah tingkat kabupaten. Tak hanya itu, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Mimika juga dinobatkan sebagai FKUB Inspiratif. Penghargaan tersebut diterima dalam malam penganugerahan yang berlangsung di Hotel DoubleTree by Hilton Jakarta Kemayoran, Jakarta Utara, Jumat (28/11/2025).

    Bupati Mimika, Johannes Rettob, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas capaian tersebut. Ia menilai, penghargaan Harmony Award bukan sekadar simbol prestasi, melainkan pijakan penting dalam menata arah pembangunan Mimika ke depan.

    “Ini adalah hasil dari usaha bersama yang tidak mudah. Harmony Award ini menjadi dasar yang sangat penting bagi pembangunan Mimika,” ujar Johannes usai menerima penghargaan.

    Johannes menuturkan, Kabupaten Mimika dikenal sebagai daerah dengan tingkat keberagaman yang tinggi, baik dari sisi suku, bangsa, maupun agama. Namun, perbedaan tersebut justru mampu dikelola menjadi kekuatan sosial yang melahirkan harmoni di tengah masyarakat.

    “Kita membuktikan bahwa Mimika, dengan segala keberagamannya, bisa menjadi daerah yang harmonis. Ini tentu menjadi kebanggaan sekaligus modal besar untuk membangun Mimika secara bersama-sama,” katanya.

    Lebih jauh, Johannes menegaskan bahwa capaian ini akan menjadi momentum bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang inklusif. Ia kembali menegaskan komitmen menjadikan Mimika sebagai rumah bersama bagi seluruh warganya.

    “Kita ingin meramu pembangunan secara menyeluruh dengan semangat bersaudara, bersama membangun Kabupaten Mimika yang kita cintai,” tuturnya.

    Menurut Johannes, slogan “Mimika Rumah Kita” bukan sekadar jargon, tetapi cerminan komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan rasa memiliki dan kebersamaan bagi seluruh elemen masyarakat.

    “Mimika rumah kita berarti Mimika adalah rumah bersama, tempat kita saling menjaga, saling menghormati, dan membangun kebersamaan,” sambungnya.

    Ia juga menekankan bahwa pembangunan di Mimika akan terus diupayakan secara merata, termasuk menjangkau wilayah pedalaman. Untuk itu, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga keharmonisan yang telah terbangun.

    “Ini adalah kekuatan besar bagi kita untuk membangun Mimika secara adil hingga ke pelosok. Harapan kami, kerukunan umat beragama yang sudah terjaga ini bisa terus dipertahankan bersama,” pungkas Johannes.

     

     

  • Majelis GAZA Hadirkan Prof. Dr. K.H. Said Aqil Siroj, M.A. dalam Seminar Internasional GAZA, Bahas Mubasyirat

    Majelis GAZA Hadirkan Prof. Dr. K.H. Said Aqil Siroj, M.A. dalam Seminar Internasional GAZA, Bahas Mubasyirat

    PALAPANEWS.ASIA, JAKARTA –

    Kamis, 01 Mei 2025, Majelis Gerakan Akhir Zaman (GAZA) menggelar Dialog Internasional yang mngusung tema Bedah Mimpi (Mubasyirat) Umat di Akhir Zaman, yang belangsung di Auditorium Pondok Pesantren Luhur Al-Tsagafah, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

    Tokoh utama tampil sebagai pembicara dalam Dialog ini adalah Prof. Dr. K.H. Said Aqil Siroj, M.A., pakar sejarah Islam dan mantan Ketua Umum PBNU (2010–2021), dan KH. Wahfiudin Sakam, S.E., M.B.A., ekonom dan praktisi spiritual Islam.

    Gelaran acara ini dihadiri oleh ratusan peserta yang terdiri dari tokoh agama, akademisi, diplomat negara sahabat, aktivis masyarakat sipil, hingga perwakilan lembaga internasional dari negara-negara Islam. Forum ini mengangkat kembali warisan nubuwah dalam bentuk mubasyirat—mimpi-mimpi benar yang sahih—sebagai petunjuk strategis di tengah krisis multidimensi dunia saat ini: krisis moral, sosial, politik, lingkungan, hingga spiritual.
    Narasumber Nasional dan Tokoh Strategis

    Dalam pemaparannya, Prof. Dr. K.H. Said Aqil Siroj mengingatkan pentingnya membangun koneksi ruhani yang mendalam dengan Allah di tengah dunia yang semakin tersekularisasi.
    “Tradisi mubasyirat bukan hal baru dalam Islam. Justru sejak zaman Nabi, mimpi benar menjadi salah satu sarana komunikasi ilahiyah. Dalam konteks hari ini, ketika suara langit nyaris tak terdengar di ruang publik, forum seperti ini menjadi sangat penting untuk menghidupkan kembali dimensi spiritual dalam pengambilan keputusan umat dan bangsa,” tegas beliau.
    Lebih lanjut, beliau mengajak umat Islam untuk tidak memisahkan antara spiritualitas dan intelektualitas dalam membangun masa depan.
    “Kita tidak bisa hanya mengandalkan rasio dan data teknokratik. Islam mengajarkan kita untuk juga mendengarkan suara batin, ilham, dan petunjuk Allah. Kombinasi antara akal, wahyu, dan ruhani adalah kunci kejayaan peradaban Islam sepanjang sejarah,” imbuhnya.

    Ketua Majelis GAZA, Drs. R. Diki Candra Purnama, M.M., memaparkan hasil kompilasi lebih dari 1.700 mimpi benar dari berbagai penjuru dunia, yang telah dianalisis dan ditakwil berdasarkan Al-Qur’an, hadits, dan kaidah tafsir mimpi oleh para ulama. Mimpi-mimpi ini menunjukkan pola spiritual yang konsisten tentang dinamika akhir zaman.
    Lima fase utama akhir zaman yang teridentifikasi dalam forum ini adalah:
    1. Fase Peringatan Global (2001–2010) – bencana alam dan peristiwa besar dunia;
    2. Fase Fitnah dan Kegelapan (2011–2020) – maraknya konflik, disinformasi, dan kekacauan spiritual;
    3. Fase Cahaya Timur (2021–2025) – munculnya harapan spiritual dari wilayah Timur, khususnya Indonesia;
    4. Fase Krisis Terbuka dan Pertarungan Akhir (2025–2028) – masa ujian puncak umat manusia;
    5. Fase Kemenangan Ruhani (2029–2033) – era keemasan Islam berdasarkan cahaya dan petunjuk langit.

    Salah satu kesimpulan penting forum ini adalah peran sentral Indonesia dalam peta akhir zaman. Berdasarkan mimpi-mimpi yang terkumpul, Indonesia digambarkan sebagai “Cahaya dari Timur” yang akan menjadi pusat kebangkitan ruhani global.
    “Banyak mimpi menunjukkan bahwa Indonesia adalah benteng terakhir Islam, pusat hijrah ruhani, dan poros penyelamat peradaban akhir zaman,” terang Ketua Panitia, Ahmad Abdul Qohar.

    Dialog ini bertujuan untuk Mengungkap Master Plan Ilahiyah berdasarkan kumpulan mimpi umat, Mengklarifikasi dan memperkaya penafsiran takwil mimpi secara terbuka dan ilmiah, Menyatukan visi lintas golongan dalam membangun masa depan berdasarkan petunjuk Allah.

    “Forum ini bukan sekadar dialog akademik, tetapi juga sebuah gerakan ruhani kolektif untuk menyambut intervensi Allah dalam sejarah. Sebuah titik awal dari kesadaran baru umat manusia bahwa langit masih bicara, dan bahwa petunjuk itu nyata,” Ungkap Drs. R. Diki Candra Purnama, Pimpinan Majelis GAZA.

    “Mimpi-mimpi itu bukan ilusi. Takwil-takwil itu bukan khayalan. Semua adalah pertanda bahwa Allah masih membimbing mereka yang mau mendengarkan,” ungkap Kang Dicky lagi.

  • Wisata Religi DPP PEWARIS Kunjungi Majelis GAZA, Diskusi Tentang Kebangkitan Islam

    Wisata Religi DPP PEWARIS Kunjungi Majelis GAZA, Diskusi Tentang Kebangkitan Islam

    PALAPANEWS.MY.ID, SUBANG, JAWA BARAT –

    Perjalanan religi yang digagas oleh Persatuan Wartawan Islam (PEWARIS) diikuti oleh puluhan jurnalis menuju majelis GAZA (Gerakan Akhir Zaman), pimpinan Kang Dicky Chandra, di Bukit Lebah Ciater, Subang, Jawa Barat, 14-15 September 2024.

    Perjalanan yang cukup jauh, dari Jakarta Pusat menuju Ciater, Subang Jawa Barat diwarnai dengan kemacetan yang luar biasa di tol Bekasi, yang memaksa tim menempuh perjalanan yang seharusnya dicapai dalm 4 – 5 jam, namun harus dilalui selama 8 jam.

    Sesi perjalanan religi yang diwarnai dengan diskusi antara GAZA dengan PEWARIS dengan tema diskusi “Perang dunia ke-3, (Malhamah Kubro) yang tidak lama lagi terjadi, menjadi titik balik kebangkitan Islam Nusantara”, dan pertandingan olahraga antara Tim GAZA dan PEWARIS pada cabang olahraga Bola Volly, Panahan, Menembak, tarik tambang, dan Cium rasa-rasa.

    Sabtu, 14 September 2024, Dicky Chandra, yang lebih akrab dengan sebutan Kang Chandra membuka sesi Diskusi Pertama, dengan memaparkan beberapa point penting dalam pendirian Majelis GAZA, Pertama, ingin menjadi hamba Allah yang terbaik, berdasarkan HR Al Hakim 4/446, Kedua, menjadi manusia yang paling utama, berdasarkan HR Bukhari 708, dan Ketiga untuk menyelamatkan Agama Islam, sebagaimana HR. Bukhari 6561, Keempat, Menyelamatkan diri dari Fitnah Dajjal, sebagaimana HR. Muslim – 2937.

    “Maksud dan Tujuan Majelis GAZA adalah : 1. Menyampaikan informasi kepada semua pihak, bahwa kita sudah memasuki fase ujung akhir zaman. Fase sangat berat yang akan dialami umat manusia, 2. Menyampaikan informasi bahwa nubuwwah Nabi Muhammad SAW, tentang mimpi-mimpi yang akan dialami umat di ujung akhir zaman, sudah terjadi saat ini, 3. Melakukan langkah-langkah yang diperlukan dalam antisipasi untuk menghadapi fase sangat berat yang sudah hampir tiba, agar bisa membantu negara dan umat dari mana pun kelompok dan agamanya,” ungkap Kang Dicky.

    Selanjutnya, dalam sesi kedua, Kang Discky menjelaskan tentang pemahaman GAZA yang merupakan hasil penelitian internal GAZA yang dilakukan mendalam tentang kebangkitan Islam yang akan terjadi dalam waktu dekat.

    “Dasar Pertama adalah Hadis yang dikutip oleh Abdullah bin Al Harits bin Jaz`I Az Zabidi, “Sekelompok manusia datang dari arah timur, lalu menyerahkan kekuasaannya kepada Al Mahdi.” (Ibnu Majah : 4078).” Ungkap Discky Chandra dalam pemaparannya.

    “Selanjutnya dasar selanjutnya adalah Buku Ramalan Akhir Zaman telah mengungkapkan pernyataan-pernyataan Ali bin Abi Tholib mengenai akhir zaman yang diterima beliau dari Rasulullah. Kitab tersebut merujuk pada keberadaan suatu negara yang akan menjadi simbol kejayaan Islam di masa akhir zaman yang disebut Negeri alyaban. Negara yang disebutkan dalam Buku terrsebut memiliki ciri-ciri sebagai berikut; 1. Mayoritas penduduknya adalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasulnya, 2. Penduduknya berasal dari kelompok Ajam yaitu orang-orang non Arab, 3. Penduduknya terkenal baik atau ramah, 4. Banyak yang mampu membaca Alquran, 5. Negara ini memiliki luas tanah yang besar, 6. Menjadi tempat yang diminati imigran dari luar (hijrah bagi banyak orang), 7. Di negara ini terdapat ratusan pulau, 8. Banyak keturunan Rasulullah, 9. Banyak gunung yang menjulang tinggi melindungi negara ini, 10. Sering terjadi gempa di sana, 10. Negara ini menjalin hubungan luar negeri dengan negara-negara di sekitarnya seperti negeri Cina di timur jauh dan negeri yang berada di belakang Laut Kuning yang memiliki nama yang mirip dengan nama raja mereka di masa lalu yaitu koreo (Korea), 11. Pada akhir zaman negara ini akan mencapai puncak kejayaannya dimana semua pulau yang dimilikinya akan terbuka saat masa Imam Mahdi dan Nabi Isa,” papar Kang Dicky selanjutnya.

    “Fakta lain menunjukkan bahwa Indonesia adalah Negera yang dimaksudkan adalah Isyarat tak tertulis dari Rukun Kabah, dimana terdapat 4 (empat) sudut Ka’bah, Pertama Rukun Iraqi, Rukun Yamani, Rukun Syami, dan Rukun Hajar Aswad, Pada Rukun Hajar Aswad, ketika ditarik garis lurus dari tengah Kabah menuju timur, akan melintasi Hajar Aswad yang jika ditarik garis lurus terus, akan melintasi Bukit Lebah Ciater, Subang, Jawa Barat,” tanbah Discky Chandra.

    “Beberapa dasar lainnya adalah Dari Abdullah bin Al Harits bin Jaz`I Az Zabidi dia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, Sekelompok manusia datang dari arah timur, lalu menyerahkan kekuasaannya kepada Al Mahdi.”(Ibnu Majah : 4078), diriwayatkan dari Tsauban, Rasulullah bersabda, sesungguhnya Allah mengumpulkan bumi untukku sehingga aku bisa melihat (kejayaan Islam) di Timur dan Barat. Dan sesungguhnya kekuasaan ummatku akan mencapai apa yang telah ditampakkan untukku. Aku diberi dua harta simpanan: Merah dan putih. (HR. Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi),”

    Dalam Diskusi selanjutnya, Kang Dicky Chandra secara tegas membicarakan tentang telah hadirnya Mahdi (al-Mahdi) saat ini sebagai pertanda mulainya kebangkitan Islam di dunia.

    “Saat ini, Majelis GAZA meyakini bahwa telah hadir al-Mahdi yang akan menjadi penuntun Umat Islam dalam Kebangkitannya, Majelis GAZA meyakini beliau adalah Muhammad Qasim yang saat ini berada di Pakistan, hal ini diyakini berdasarkan Mubasyirat (Mimpi yang nyata) dari berbagai orang-orang yang menjadi kepercayaan Majelis GAZA dan kesaksian dari berbagai orang-orang yang menyatakan bahwa Muhammad Qasim adalah al-Mahdi,” Ungkap Kang Dicky Chandra selanjutnya.

    Dalam kesempatan yang sama, Lucky Indrawan (Ketua Umum PEWARIS) mengungkapkan bahwa “Wisata Religi PEWARIS 2024 ini adalah salah satu bagian dari program yang akan dilakukan secara berkala, dimana PEWARIS berharap dapat menjadi corong bagi Jurnalisme Islam dalam melakukan syiar-syiar agama, namun lebih mengedepankan Jurnalisme berbasis data dan Etika dalam menjadikannya berita yang layak untuk di konsumsi,” ungkap Lucky Indrawan.

    – Rina –

  • Jumat Berkah, FORKAM Berbagi di Masjid Gedung Joang ’45

    PALAPANEWS.MY.ID, JAKARTA PUSAT –

    Jum’at, 28 Juni 2029 bertempat di mesjid Gedoeng Djoeang 45 Menteng Raya 45 Jakarta Pusat. Yayasan Forum Komunikasi Antar Media (FORKAM) selalu adakan kegiatan rutin Jum’at barokah, kadang berbaginya pindah-pindah tempat. Seperti di jalan raya, terminal dan tempat kumuh.

    “Semuanya didasari niat karena Allah SWT, ada bantuan juga dari orang orang yang rutin membantunya. Seperti Budi Sahputra (Kasie CITATA, Jakarta Selatan), Muji Rahayu (Calon Bupati Tulung Agung), Edy Wisma Perkasa (Pengusaha Penginapan), Heru Sunawan (Kasudin CITATA Jakarta Barat), Ibu Hj. Kusyati dan banyak lagi yang tidak mau disebut namanya.,” ungkap Harry Amirudin, Ketua Yayasan Forum Komunikasi Antar Media (FORKAM).

    “Semoga yang menerimanya senang dan yang membantunya selalu dilancarkan rezekinya oleh Allah SWT. Saya percaya pada Allah SWT, barang siapa yang memberi makan pada Jum’at barokah, rezeki nya tak akan putus,” tambah Harry Amiruddin kepada awak media.

    “Untuk itu, kami mendoakan kepada semua yang telah berbagi di Jumat berkah ini, agar senantiasa di lindungi oleh Allah, dan segala urusannya dapat di permudah oleh Allah,” tambahnya lagi.

    “Maka dari itu kami menghimbau pada semua orang, marilah berlomba lomba dalam kebaikan untuk bekal di akhirat nanti,” tegas Harry Amiruddin lagi.

  • Prastio Edi Marsudi Rutin Bantu Sapi Kurban Buat Warga .

    Prastio Edi Marsudi Rutin Bantu Sapi Kurban Buat Warga .

    PALAPANEWS.MY.ID, JAKARTA –

    Peringatan Hari Raya Idul Adha sebagai salah satu Hari Raya Umat Islam, yang diadakan dengan melakukan penyembelihan hewan qurban, baik berupa Sapi, Kerbau maupun Kambing.

    Pada hari raya Idhul Adha 10 Zulhijah 1445 H, tepatnya Senin 17 Juni 2024, di RT 013 RW 005 Kelurahan Serdang Kecamatan Kemayoran, juga melakukan penyembelihan hewan qurban 1 ekor Sapi yang merupakan sumbangan dari H. Prastio Edi Marsudi, SH (Ketua DPRD DKI Jakarta), dan 5 ekor kambing, yang disumbangkan oleh Bapak Ir. Bambang Mardi Rahardjo bin Sonto Rahardjo, Ibu Zeke Sen Sari Binti Tasri, Bapak Huda Salam Bin Sugeng Widodo, Ibu Endah Sulistyani Binti Gitaryanto, dan Bapak Pramudya S Bin Sapto Suprio.

    Panitia kurban diketuai oleh ketua RT 013 Waluyo dan dibantu oleh warga setempat. Semua kegiatan kurban berjalan dengan baik, dihadiri oleh pemilik hewan kurban, kecuali Bapak Prastio Edi Marsudi yang banyak kesibukan. Setelah disembelih daging daging tersebut, dibagikan kepada warga setempat dan pakir miskin. Adapun kurban yang disembelih 1 ekor sapi dan 5 ekor sapi.

    “Semoga kurban ini bermanfaat bagi kita semua dan yang berkorban selalu diberi kesehatan dan dilancarkan usahanya,” Tegas ketua RT 013 Waluyo.

    (Harry A )