Kategori: APOLEKSOSBUD

  • Rayakan Natal dan Kunci Taong, Jan Samuel Maringka Ajak Kawanua Jaga Iman, Budaya, dan Generasi Muda

    Rayakan Natal dan Kunci Taong, Jan Samuel Maringka Ajak Kawanua Jaga Iman, Budaya, dan Generasi Muda

    Jakarta — Perayaan Natal dan Kunci Taong Kerukunan Keluarga Kawanua berlangsung khidmat dan penuh nuansa kebersamaan di Gedung Balai Samudera, Kelapa Gading, Jakarta, Sabtu (31/01/2026). Mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” dengan subtema “Kasih Kristus Sempurna bagi Kita dalam Menjaga Akar, Menyatukan Hati dan Menjadi Cahaya”, acara ini menjadi momentum penting mempererat persaudaraan Kawanua di perantauan.

    Perayaan semakin semarak dengan gelar budaya khas Minahasa seperti Kabasaran, Kolintang, Makaruyen, Masamper, dan Katrili, yang mencerminkan kekayaan tradisi sekaligus identitas budaya Kawanua yang terus dijaga lintas generasi.

    Usai menghadiri acara, Jaksa senior sekaligus putra Kawanua, Jan Samuel Maringka, S.H., M.H.CGCAE, menegaskan bahwa Natal dan Kunci Taong bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan ruang spiritual untuk memulihkan iman, memperkuat persatuan keluarga, dan meneguhkan jati diri budaya Kawanua.

    “Ibadah perayaan Natal dan Kunci Taong ini harus menjadi ruang pemulihan iman, persatuan keluarga, serta penguatan identitas budaya Kawanua. Karena itu, seluruh persiapan kami kawal secara langsung,” ujar Jan Samuel Maringka.

    Menurutnya, kebersamaan warga Kawanua perlu terus dipertahankan dan dijadikan tolok ukur persatuan, tidak hanya bagi para orang tua, tetapi juga bagi generasi muda Kawanua di masa depan.

    “Kebersamaan warga Kawanua harus kita jaga, sehingga menjadi tolok ukur kebersamaan, bukan hanya bagi para tua-tua, tetapi juga bagi generasi muda Kawanua yang akan datang,” katanya.

    Jan Samuel Maringka yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Penasehat Kerukunan Kawanua Minahasa Tenggara menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga budaya sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Ia mengingatkan bahwa sejarah mencatat kontribusi besar warga Minahasa di tingkat nasional yang harus terus ditingkatkan ke depan.

    “Untuk ke depannya, generasi muda harus menjaga budaya, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dulu banyak partisipasi warga Minahasa di tingkat nasional, dan itu harus kita tingkatkan di masa yang akan datang,” tambahnya.

    Sebagai tokoh nasional dengan rekam jejak panjang di dunia kejaksaan—pernah menjabat Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan RI (2017–2020) dan Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian (2022–2023)—Jan Samuel Maringka berharap perayaan Natal dan Kunci Taong ini menjadi cahaya yang mempersatukan hati serta memperkuat kontribusi Kawanua bagi bangsa dan negara.

  • Alquran, Sembako, dan Uang Rp100 Ribu untuk Warga Kurang Mampu Bogor oleh Lions Monas Entrepreneur Enterpreneur 307-A1

    Alquran, Sembako, dan Uang Rp100 Ribu untuk Warga Kurang Mampu Bogor oleh Lions Monas Entrepreneur Enterpreneur 307-A1

    Bogor – Kamis, 29 Januari 2026 – Lions Club International LCJC Monas Enterpreneur 307-A1 menggelar kegiatan bakti sosial (baksos) di Desa Rancamaya, Bogor, Jawa Barat, yang diperuntukkan terutama bagi kaum ibu-ibu. Sebanyak 30 keluarga kurang mampu menerima bantuan dalam bentuk paket sembako dan fasilitas tambahan.

    Setiap paket sembako berisi beras 5 kg, gula pasir, minyak goreng, teh, dan biskuit Royal. Selain itu, peserta juga mendapatkan kitab suci Alquran, uang tunai Rp100.000, dan tumbler.

    Kegiatan ini diketuai oleh Presiden Heni Anggraini, dibantu Sekretaris Rika Rachmawati, Bendahara Andi Nilawati, IPP Linda Rheins, dan Lion Ir. Agung Karang.

    Menurut Ir. Agung Karang, baksos ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh klub. Presiden Heni Anggraini menjelaskan bahwa aktivitas ini selaras dengan fokus bidang pelayanan Feed Hunger (Mengatasi Kelaparan), sekaligus memberikan santunan dan Alquran kepada 30 orang duafa.

    Perlu diketahui, Lions Clubs International sendiri merupakan organisasi pelayanan sosial terbesar di dunia, didirikan di Amerika Serikat pada 1917 dan memiliki perwakilan di PBB.

    Di Indonesia, klub ini mulai beraktivitas sejak 18 November 1969 dengan nama Lions Club of Djakarta, dan pada 1 Juli 1975 berdiri Perkumpulan Lions Indonesia di Jakarta.

    Menurut Ir. Agung Karang Lions Clubs Indonesia berfokus pada delapan bidang yaitu Penglihatan, Diabetes, Kelaparan, Kanker Anak, Lingkungan, Pemberdayaan Pemuda, Bantuan Bencana, dan Kemanusiaan, dengan semangat “We Serve”.

    Presiden Heni Anggraini dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasihnya atas kedatangan ibu ibu warga desa Rancamaya dalam acara feed hunger Lions Club International LCJC Monas Enterpreneur 307-A1, Salah satu pilar dari Lions club international yang bertujuan untuk mengatasi kelaparan dan kerawanan pangan di seluruh dunia, yang dilakukan secara berkala.

    .”Saya Anggra sebagai Presiden Lions Monas Entrepreneur, Sangat berterima kasih atas kedatangan ibu ibu dalam acara kami feed hunger, di mana salah satu pilar dari Lions club international yang bertujuan untuk mengatasi kelaparan dan kerawanan pangan di seluruh dunia, yang dilakukan secara berkala dan Alhamdulillah hari ini kita lions club Monas Entrepreneur melakukannya disini bersama ibu ibu sekalian,”tuturnya.

    Dia juga menyampaikan harapannya, Semoga Lions Monas Entrepreneurs bisa sedikit meringankan beban hidup para ibu ibu.

    “Terimakasih atas kedatangannya, Semeoga kita diberikan kesehatan dan kebahagiaan, Aamiin Ya Allah,”ucapnya.

    Lion Rika Rachmawati selaku Secretary mengatakan. “Kami dari lion club sangat bangga bisa melayani Kegiatan yang sangat baik ini untuk saling berbagi sesama semoga bermanfaat untuk semuanya”katanya.

    Sedangkan, IPP Lion Linda Rheins dalam sambutannya mengatakan sangat senang bisa berbagi kebahagian dengan ibu ibu warga Kampung Ranca Maya, berbagi sembako dan Al Quran dalam rangka menyambut Bulan Ramadhan dan Semoga Allah segera mengabulkan hajat hajat kita.

    “Kegiatan yang kita lakukan ini di Desa Rancamaya, Bogor ini merupakan salah satu Program dari Lion Club melalui Pilar Feed The Hunger,”jelasnya.

    Di tingkat lokal, anggota Lions Clubs bergabung dalam klub masing-masing, sementara secara nasional tergabung dalam Perkumpulan Lions Indonesia (Distrik 307) dan secara internasional di kantor pusat Oakbrook, Illinois, AS.

    Di Indonesia, Klub sering menyelenggarakan pemeriksaan mata, donor darah, cek gula darah, dan pembagian sembako bagi masyarakat kurang mampu.

  • RAT KMP Cipinang Muara Tegaskan Peran Koperasi Kelurahan sebagai Pilar Ekonomi Rakyat

    RAT KMP Cipinang Muara Tegaskan Peran Koperasi Kelurahan sebagai Pilar Ekonomi Rakyat

    JAKARTA TIMUR, PALAPA NEWS —

    Koperasi Kelurahan Merah Putih (KMP) Cipinang Muara, Kecamatan Jatinegara, menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 di Kantor RW 04, Jalan BB Raya No. 1, Kelurahan Cipinang Muara, Selasa, 27 Januari 2027. RAT yang mengusung tema “Bersama Rakyat Membangun Ekonomi Bumi Pertiwi” tersebut menjadi momentum konsolidasi kelembagaan koperasi kelurahan dalam memperkuat ekonomi kerakyatan di tingkat komunitas.

    KMP Cipinang Muara berdiri pada 14 September 2025 sebagai bagian dari pengembangan koperasi berbasis gotong royong. Hingga kini, koperasi ini telah menghimpun 185 anggota yang berasal dari berbagai unsur masyarakat kelurahan.

    RAT dihadiri pengurus, pengawas, dan anggota koperasi, serta unsur pemerintah kota dan kelurahan. Hadir Camat Jatinegara Dr. Endang Kartika Wahyuningsih, SKM, M.M., Fauzi selaku Asisten Perekonomian, Pembangunan, dan Lingkungan Hidup Sekretariat Kota Administrasi Jakarta Timur, Andi Ahmad Refi selaku Kepala Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Jakarta Timur, serta Lurah Cipinang Muara Komaruddin, S.E., yang juga menjabat Ketua Pengawas koperasi. Forum juga diikuti para Ketua RW, Ketua Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), dan unsur masyarakat lainnya.

    Ketua KMP Cipinang Muara Kenoko Hinggyonodipo menegaskan RAT merupakan forum strategis untuk memastikan tata kelola koperasi berjalan sesuai prinsip demokrasi ekonomi.

    “RAT adalah ruh koperasi. Di sinilah anggota sebagai pemilik dan pengguna menilai kinerja pengurus serta menentukan arah pengembangan koperasi,” ujarnya.

    Menurut Kenoko, KMP Cipinang Muara saat ini mengembangkan usaha berbasis retail dengan metode penjualan langsung, baik eceran maupun grosir. Unit usaha difokuskan pada penyediaan kebutuhan pokok warga, seperti beras, gula, minyak goreng, gas elpiji tiga kilogram, serta komoditas lain. Operasional koperasi juga diperkuat oleh partisipasi warga yang meminjamkan gerai dan gudang tanpa biaya.

    Dalam forum RAT tersebut, laporan pertanggungjawaban pengurus dan pengawas Tahun Buku 2025 secara resmi diterima peserta tanpa catatan, menandai tingkat kepercayaan anggota terhadap pengelolaan koperasi.

    Camat Jatinegara Dr. Endang Kartika Wahyuningsih menyatakan, penguatan koperasi kelurahan sejalan dengan agenda pembangunan ekonomi berbasis komunitas.

    “Koperasi harus hadir nyata di tengah warga. Ia bukan hanya badan usaha, tetapi juga instrumen pendidikan ekonomi dan penguatan kemandirian masyarakat,” katanya.

    Fauzi menambahkan, koperasi kelurahan memiliki posisi strategis dalam ekosistem pembangunan kota sebagai penghubung antara kebutuhan riil warga dan kebijakan publik. Sementara itu, Andi Ahmad Refi menegaskan komitmen Suku Dinas PPKUKM Jakarta Timur untuk terus melakukan pembinaan, khususnya dalam penguatan tata kelola, legalitas, dan kapasitas usaha koperasi.

    Dari unsur peserta, Ketua RW 09 Cipinang Muara A. Bahrul BD—anggota koperasi sekaligus Dewan Penasihat Pengurus Daerah Media Independen Online (MIO) Indonesia Kota Jakarta Timur—menilai RAT sebagai ruang kontrol sekaligus koreksi bagi anggota.

    “RAT bukan sekadar agenda rutin, tetapi forum kejujuran. Anggota dapat melihat laporan secara terbuka dan ikut menentukan apakah koperasi benar-benar berjalan untuk kepentingan warga,” ujarnya.

    Selain membahas laporan pertanggungjawaban, RAT juga menyepakati rencana kerja serta arah pengembangan koperasi ke depan. Forum tersebut menegaskan kembali posisi KMP Cipinang Muara sebagai salah satu pilar penguatan ekonomi rakyat di tingkat kelurahan, sekaligus bagian dari upaya membangun kemandirian ekonomi dari bawah.

  • PWNU DKI: Pembenahan Tata Ruang Kunci Atasi Banjir Jakarta

    PWNU DKI: Pembenahan Tata Ruang Kunci Atasi Banjir Jakarta

    JAKARTA, PALAPA NEWS –

    Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta KH Lutfi Hakim MA menilai, langkah paling mendesak dalam mengatasi banjir Jakarta adalah mengoreksi kebijakan tata ruang, khususnya yang berpotensi merusak daerah resapan air.

    Menurut Lutfi, pola hujan ekstrem saat ini tidak lagi bisa dipandang sebagai siklus lima tahunan, melainkan dapat terjadi kapan saja. Karena itu, pemerintah didorong untuk lebih menekankan solusi jangka panjang ketimbang langkah darurat yang bersifat sementara.

    “Hujan ekstrem sekarang bukan lagi siklus lima tahunan. Ia bisa terjadi kapan saja. Maka pemerintah perlu fokus pada solusi jangka panjang, bukan hanya penanganan darurat. Penyebab banjir bukan semata faktor alam, tetapi juga persoalan tata ruang,” ujar Lutfi, Jumat (23/1/2026).

    Ia menegaskan, prioritas utama yang perlu dilakukan adalah mengoreksi kebijakan tata ruang yang selama ini berkontribusi terhadap berkurangnya fungsi daerah resapan air.

    “Jangan salahkan hujan. Hujan seharusnya menjadi tantangan untuk membangun sistem yang mampu menampung dan mengalirkan air dengan baik. Karena itu, pembangunan sumur resapan serta waduk atau embung perlu dikerjakan secara maksimal,” katanya.

    Terkait kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ), Lutfi menilai langkah tersebut cukup efektif sebagai upaya menjaga keselamatan siswa, selama tidak dijadikan pembenaran atas kegagalan kebijakan tata ruang dan pengelolaan lingkungan.

    Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak mengaitkan bencana dengan kesalahan moral individu atau kelompok tertentu.

    “Dalam perspektif Ahlussunnah wal Jamaah, cuaca ekstrem dan banjir adalah bagian dari takdir Allah. Hujan membasahi siapa saja, baik yang taat maupun yang bermaksiat,” ujar Lutfi.

    Meski demikian, ia menekankan pentingnya upaya pencegahan dan antisipasi sebagai bentuk ikhtiar. Menurutnya, pepatah sedia payung sebelum hujan harus dimaknai sebagai dorongan untuk mendahulukan mitigasi sebelum bencana terjadi.

    Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengimbau perusahaan di Jakarta menerapkan sistem kerja fleksibel atau work from home (WFH) menyusul cuaca ekstrem yang memicu banjir di sejumlah wilayah.

    Imbauan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Nakertransgi) Provinsi DKI Jakarta Nomor e-0001/SE/2026 tentang Pelaksanaan Sistem Kerja Fleksibel dan WFH karena Cuaca Ekstrem tertanggal 22 Januari 2026. Kebijakan ini ditempuh sebagai langkah antisipasi untuk menjaga kesehatan dan keselamatan pekerja.

  • Fahira Idris Dorong Ormas Perkuat Peran Strategis Jaga Stabilitas Jakarta

    Fahira Idris Dorong Ormas Perkuat Peran Strategis Jaga Stabilitas Jakarta

    JAKARTA, PALAPA NEWS –

    Anggota DPD RI daerah pemilihan DKI Jakarta Fahira Idris mendorong organisasi kemasyarakatan (ormas) di Ibu Kota untuk memperkuat peran strategis dan sinergi lintas elemen dalam menjaga stabilitas sosial, keamanan, dan keharmonisan Jakarta.

    Hal itu disampaikan Fahira saat menghadiri kegiatan Silaturahmi Kebangsaan Forum Lintas Ormas Provinsi DKI Jakarta bersama Ormas Bang Japar di Markas Komando Bang Japar, Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu, 24 Januari 2026.

    Fahira menegaskan, forum silaturahmi lintas ormas merupakan ruang konsolidasi kebangsaan yang penting untuk merawat persatuan di tengah kompleksitas Jakarta sebagai kota multikultural. Menurut dia, kerja-kerja ormas di tingkat akar rumput selama ini menjadi penyangga sosial yang berkontribusi langsung terhadap kondusivitas wilayah.

    “Forum lintas ormas adalah rumah besar kebersamaan. Dari sinilah energi persatuan dirawat, sekaligus diarahkan menjadi aksi nyata dalam menjaga stabilitas Jakarta,” kata Fahira.

    Ia mengingatkan, Forum Lintas Ormas yang dikukuhkan pada Oktober 2021 telah berkembang menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas sosial dan politik. Sejumlah program sosial dan kebangsaan, seperti Jumat Berkah, penanaman pohon, audiensi lintas sektor, hingga deklarasi menjaga Jakarta aman dan damai, disebutnya sebagai wujud konkret peran ormas dalam pembangunan sosial.

    Menurut Fahira, ormas memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara masyarakat dan negara. Peran itu mencakup penguatan ketertiban lingkungan bersama TNI, Polri, dan Forkopimda, penyaluran aspirasi publik secara konstruktif, hingga pelaksanaan pemberdayaan masyarakat.

    “Jakarta membutuhkan ormas yang solutif, menyejukkan, dan berorientasi pada kepentingan bangsa. Ormas harus tampil sebagai bagian dari solusi dalam merawat persatuan dan ketahanan sosial,” ujarnya.

    Sebagai Ketua Umum Bang Japar, Fahira juga menegaskan komitmen organisasinya untuk terus berjalan seiring dengan Forum Lintas Ormas serta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan aparat keamanan. Ia menyebut dukungan terhadap berbagai inisiatif pengamanan berbasis masyarakat, termasuk program Jaga Jakarta, sebagai bagian dari upaya membangun sistem keamanan partisipatif.

    “Menjaga Jakarta bukan hanya soal mencegah gangguan kamtibmas, tetapi juga membangun rasa aman, keadilan sosial, dan kebersamaan sebagai fondasi ketahanan kota,” kata Fahira.

    Silaturahmi kebangsaan ini dihadiri perwakilan berbagai ormas se-DKI Jakarta, jajaran pengurus Forum Lintas Ormas Provinsi DKI Jakarta, perwakilan Kementerian Dalam Negeri, Polda Metro Jaya, Polres Jakarta Selatan, serta unsur Kesbangpol Jakarta Selatan.

  • Program TJSL dari BRI BO Cibinong Sasar Fasilitas Religi di Kabupaten Bogor

    Program TJSL dari BRI BO Cibinong Sasar Fasilitas Religi di Kabupaten Bogor

    Palapanews.asia id // Bogor – Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap fasilitas ibadah masyarakat, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli menyalurkan bantuan sarana dan prasarana kepada Musholla Nurusy Syfa yang berlokasi di Desa Bojonggede, Kabupaten Bogor.

    Penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan secara simbolis pada Senin (15/1/2026) melalui Kantor Cabang (Branch Office) BRI Cibinong, bantuan senilai Rp53.500.000 diberikan untuk meningkatkan kenyamanan serta fasilitas jamaah di rumah ibadah tersebut.

    Branch Office Head BRI Cibinong, Kurniawan Setyantoro, menyampaikan bahwa pemberian bantuan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan BRI dalam memberikan dampak positif langsung bagi masyarakat di sekitar wilayah kerja perusahaan.

    “Melalui program BRI Peduli TJSL ini, kami berharap bantuan sarana dan prasarana ini dapat memberikan manfaat yang luas bagi warga Desa Bojonggede. Fokus kami adalah memastikan tempat ibadah memiliki fasilitas yang layak sehingga masyarakat dapat beribadah dengan lebih khusyuk dan nyaman,” ujar Kurniawan saat memberikan keterangan resmi, Senin (15/1).

    Kurniawan menambahkan bahwa pemilihan Musholla Nurusy Syfa sebagai penerima bantuan didasari oleh kebutuhan mendesak akan perbaikan dan penambahan fasilitas yang selama ini terbatas.

    Ia menegaskan bahwa BRI tidak hanya fokus pada sektor perbankan, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk membangun aspek sosial dan keagamaan di wilayah Kabupaten Bogor.

    Apresiasi dari Pengurus DKM
    Bantuan ini disambut baik oleh para pengurus musholla dan warga setempat.

    Ketua DKM Musholla Nurusy Syfa, Abdul Rouf, mengungkapkan rasa syukurnya atas perhatian yang diberikan oleh BRI BO Cibinong.

    Menurut Abdul Rouf, bantuan pengadaan berbagai sarana pendukung ini, mulai dari keranda, pemandian jenazah, sound sistem dan lain-lain.

    “Kami sangat berterima kasih kepada BRI Peduli. Bantuan senilai Rp53,5 juta ini sangat berarti bagi kami di Desa Bojonggede. Dengan adanya bantuan ini, untuk pengadaan sarana yang sebelumnya terkendala biaya kini bisa segera kami tuntaskan,” kata Abdul Rouf.

    Dampak Berkelanjutan Program TJSL
    Program BRI Peduli TJSL terus menjadi pilar penting bagi BRI dalam mendukung pembangunan nasional di tingkat desa.

    Penyerahan bantuan di Desa Bojonggede ini diharapkan menjadi stimulus bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat pedesaan melalui infrastruktur religi yang memadai.

    Hingga awal tahun 2026, BRI BO Cibinong terus aktif memetakan kebutuhan sosial di wilayah Kabupaten Bogor guna memastikan program CSR tepat sasaran dan memberikan nilai tambah (shared value) bagi masyarakat dan lingkungan.

  • Program Jum’at Berkah BRI BO Fatmawati Sasar Pekerja Sektor Informal

    Program Jum’at Berkah BRI BO Fatmawati Sasar Pekerja Sektor Informal

    JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. melalui Branch Office (BO) Fatmawati kembali menunjukkan kepedulian sosialnya melalui program “Jumat Berkah”.

    Dalam aksi yang berlangsung pada Jumat (16/1/2026), ratusan paket nasi box dibagikan kepada para pengemudi ojek online (ojol), pejalan kaki, hingga masyarakat yang melintas di sekitar area kantor BRI BO Fatmawati, Jakarta Selatan.

    Kegiatan rutin ini menjadi bagian dari upaya perseroan untuk mempererat silaturahmi sekaligus meringankan beban sesama, khususnya para pekerja sektor informal yang beraktivitas di jalan raya.

    Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme masyarakat yang cukup tinggi. Sejumlah insan BRILiaN BRI BO Fatmawati telah bersiap membagikan paket makanan kepada para driver online yang tengah melintas maupun warga sekitar yang membutuhkan.

    Branch Office Head BRI Fatmawati, Aditya Andre Ramadhan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur dan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap lingkungan sekitar. Ia berharap bantuan kecil ini dapat memberikan manfaat nyata bagi para penerimanya.

    ” Kegiatan Jumat Berkah ini adalah bentuk konsistensi kami dalam menebar kebaikan kepada sesama. Kami ingin kehadiran BRI tidak hanya dirasakan dari sisi layanan perbankan saja, tetapi juga melalui aksi kemanusiaan yang menyentuh langsung masyarakat di sekitar kantor kami,” ujar Aditya Andre Ramadhan pada Jum’at (16/1).

    Aditya menambahkan bahwa pemilihan target distribusi kepada pengemudi ojek online dan pejalan kaki dilakukan karena mereka adalah kelompok yang memiliki mobilitas tinggi dan bekerja keras di lapangan sepanjang hari. Menurutnya, nasi box tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan makan siang para pekerja tersebut.

    Selain membagikan bantuan fisik, Aditya menjelaskan bahwa program ini juga bertujuan untuk membangun energi positif di internal karyawan BRI agar tetap memiliki jiwa berbagi dan kepedulian sosial yang tinggi di tengah kesibukan pekerjaan.

    Salah seorang driver ojek online, Supriatna (45), mengaku sangat terbantu dengan adanya aksi ini. Ia menyebutkan bahwa perhatian dari instansi seperti BRI sangat berarti bagi para pekerja jalanan seperti dirinya.

    ” Alhamdulillah, sangat terbantu sekali. Kebetulan lewat sini dan sedang istirahat sebentar, eh ada pembagian nasi box dari BRI. Terima kasih banyak, semoga berkah untuk semua karyawannya,” ucap Supriatna singkat.

    Melalui program Jumat Berkah ini, BRI BO Fatmawati berkomitmen untuk terus menjalankan berbagai inisiatif sosial serupa secara berkesinambungan sebagai wujud nyata dari slogan BRI yang melayani dengan setulus hati.

  • Forum Jamsos Siapkan Kader Advokasi untuk Kawal Hak Jaminan Sosial Pekerja

    Forum Jamsos Siapkan Kader Advokasi untuk Kawal Hak Jaminan Sosial Pekerja

    PALAPANEWS.ASIA, DEPOK –

    Persoalan jaminan sosial pekerja masih menjadi titik lemah dalam praktik hubungan industrial di Indonesia. Minimnya pemahaman regulasi, baik di kalangan pekerja maupun pengurus serikat, kerap berujung pada hilangnya hak buruh ketika menghadapi risiko kerja, sakit, hingga pemutusan hubungan kerja (PHK).

    Situasi itulah yang mendorong Forum Jaminan Sosial (Forum Jamsos) Lintas Federasi dan Konfederasi Serikat Pekerja dan Buruh menggelar Pelatihan Advokasi Jaminan Sosial di Pendopo Cibubur, Radar AURI, Jakarta Timur, Rabu (21/1/2026). Kegiatan ini diikuti pengurus serikat pekerja lintas sektor, dari industri manufaktur hingga sektor informal.

    Koordinator Forum Jamsos, Drs. KRH. HM. Jusuf Rizal, SH, SE, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari agenda penguatan internal serikat pekerja yang disusun berdasarkan evaluasi lapangan. Ia menilai, banyak kasus jaminan sosial yang sebenarnya dapat diselesaikan, namun terabaikan akibat lemahnya pengetahuan teknis dan hukum.

    “Ketika terjadi kecelakaan kerja, sakit, atau PHK, pekerja sering kali tidak tahu harus ke mana dan hak apa yang bisa diklaim. Bahkan pengurus serikat pun masih banyak yang belum memahami mekanisme BPJS secara utuh,” ujar Jusuf Rizal.

    Menurut dia, kondisi tersebut merugikan pekerja dan keluarganya. Sejumlah klaim yang seharusnya dapat diakses melalui BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, atau skema jaminan lain, kerap terlewat karena tidak ada pendampingan yang memadai.

    Forum Jamsos, lanjut Jusuf, ingin mendorong perubahan peran serikat pekerja agar tidak hanya aktif dalam konflik industrial, tetapi juga hadir dalam situasi-situasi krusial yang menyangkut keselamatan dan keberlangsungan hidup anggotanya.

    “Serikat pekerja harus mampu menjadi pelindung nyata. Advokasi jaminan sosial adalah bagian dari tanggung jawab moral dan sosial organisasi,” katanya.

    Pelatihan ini menghadirkan Timboel Siregar, Koordinator Advokasi BPJS Watch, sebagai narasumber utama. Hadir pula Moh. Nasir, anggota DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara, serta Sunarti, Ketua Umum SBSI 92, yang memberikan perspektif dari sisi kebijakan publik dan gerakan buruh.

    Dalam pemaparannya, Timboel menegaskan bahwa jaminan sosial merupakan hak konstitusional warga negara yang dijamin undang-undang. Karena itu, advokasi harus dilakukan secara terukur dan berbasis regulasi.

    “Isu jaminan sosial menyentuh semua lapisan rakyat. Advokasi tidak bisa hanya mengandalkan emosi, tetapi harus bertumpu pada pemahaman pasal dan aturan. Tanpa itu, pekerja akan selalu berada pada posisi lemah,” kata Timboel.

    Ia menguraikan landasan hukum jaminan sosial, mulai dari UUD 1945, Undang-Undang Sistem Jaminan Sosial Nasional, hingga berbagai peraturan turunan yang mengatur Jaminan Kesehatan Nasional dan BPJS Ketenagakerjaan. Timboel juga menyoroti dinamika perubahan regulasi yang kerap menimbulkan kebingungan di lapangan.

    Selain itu, Timboel memaparkan secara rinci program BPJS Ketenagakerjaan, seperti Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, Jaminan Hari Tua, Jaminan Pensiun, serta Jaminan Kehilangan Pekerjaan bagi pekerja terdampak PHK. Ia mengingatkan pentingnya memastikan pekerja tidak kehilangan hak akibat praktik pengunduran diri yang dipaksakan.

    Pelatihan berlangsung interaktif dengan diskusi kasus nyata dari berbagai daerah. Peserta mengemukakan persoalan seputar kepesertaan BPJS, hambatan klaim, hingga layanan kesehatan yang dinilai belum sepenuhnya sesuai ketentuan.

    Forum Jamsos menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi pijakan awal penguatan advokasi jaminan sosial di lingkungan serikat pekerja. Ke depan, Forum Jamsos berencana memperluas pelatihan ke sejumlah daerah serta mendorong kaderisasi advokat jaminan sosial di tingkat basis.

    Melalui langkah tersebut, Forum Jamsos berharap serikat pekerja dapat berperan lebih strategis dalam memastikan negara menjalankan kewajibannya memberikan perlindungan jaminan sosial yang adil dan berkelanjutan bagi pekerja dan buruh.

  • Sudin Gulkarmat Jakarta Timur Sambangi RW 9 Cipinang Muara, Bahas Pencegahan Kebakaran

    Sudin Gulkarmat Jakarta Timur Sambangi RW 9 Cipinang Muara, Bahas Pencegahan Kebakaran

    PALAPANEWS.COM, JAKARTA TIMUR –

    21 Januari 2029, Sebagai tindak lanjut peristiwa kebakaran yang terjadi beberapa waktu lalu di Kompleks Griya Wartawan, RW 9 Kelurahan Cipinang Muara, Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur melakukan kunjungan ke wilayah tersebut, Rabu (21/1).

    Kunjungan petugas Gulkarmat Jakarta Timur yang merupakan arahan dari Kepala Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Timur, Muchtar Zakaria, diterima di Pos Terpadu Pelayanan Administrasi Warga RW 9, Jalan Tajuk Rencana. Hadir dalam kegiatan tersebut petugas Gulkarmat Asror, Ario Seno, dan Anggoro, yang disambut langsung oleh Ketua RW 9 Cipinang Muara, A. Bahrul BD, bersama sejumlah warga serta jurnalis yang bermukim di sekitar Kompleks PWI.

    Dalam diskusi yang berlangsung, salah satu kesepakatan penting adalah rencana pelaksanaan sosialisasi aturan dan tata cara penanggulangan kebakaran kepada warga. Kegiatan tersebut direncanakan mulai 7 Februari 2026 dan dipusatkan di Halaman SDN 05 Cipinang Muara, bersamaan dengan kegiatan donor darah.
    Petugas Sudin Gulkarmat Jakarta Timur, Asror, menekankan pentingnya kesiapsiagaan warga di lingkungan permukiman padat.

    “Lingkungan permukiman padat seperti RW 9 ini perlu pemahaman yang sama tentang pencegahan dan penanganan awal kebakaran. Melalui sosialisasi nanti, kami ingin warga tahu apa yang harus dilakukan sebelum petugas tiba di lokasi,” ujar Asror.

    Sementara itu, Ketua RW 9 Cipinang Muara, A. Bahrul BD, mengungkapkan persoalan mendasar yang masih dihadapi wilayahnya, yakni belum tersedianya hydrant kebakaran di sejumlah kawasan permukiman besar. Menurutnya, hingga saat ini tiga kompleks besar di wilayah RW 9, yaitu Kompleks Griya Wartawan, Kompleks Diskum, dan Kompleks Cipinang Indah, belum memiliki fasilitas hydrant yang memadai.

    “Ini menjadi perhatian serius kami. Di tiga kompleks besar tersebut belum tersedia hydrant, sehingga saat terjadi kebakaran, sumber air menjadi kendala utama bagi petugas maupun warga,” ujar A. Bahrul BD.

    Ia berharap, hasil diskusi dengan Sudin Gulkarmat Jakarta Timur dapat menjadi dasar koordinasi lanjutan dengan pihak terkait, agar kebutuhan sarana proteksi kebakaran, khususnya hydrant, dapat segera ditindaklanjuti.

    Selain membahas sarana pemadam kebakaran, petugas Gulkarmat juga memberikan edukasi mengenai potensi penyebab kebakaran rumah tinggal, pengecekan instalasi listrik, penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), serta mekanisme pelaporan cepat melalui layanan darurat.

    Melalui jajarannya, Kasudin Gulkarmat Jakarta Timur, Muchtar Zakaria, menegaskan bahwa edukasi dan pemetaan risiko kebakaran di lingkungan warga merupakan bagian dari strategi pencegahan yang terus dilakukan secara berkelanjutan.

    Dengan adanya rencana sosialisasi serta penyampaian persoalan fasilitas hydrant ini, sinergi antara warga, pengurus wilayah, dan Sudin Gulkarmat Jakarta Timur diharapkan semakin kuat dalam membangun lingkungan RW 9 Cipinang Muara yang lebih aman dan siap menghadapi risiko kebakaran.

  • Jum’at Berkah BRI BO TB Simatupang: Membawa Harapan untuk Lembaga Wakaf

    Jum’at Berkah BRI BO TB Simatupang: Membawa Harapan untuk Lembaga Wakaf

    Jakarta – Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap masyarakat dan upaya memperkuat nilai sosial di tengah kehidupan bermasyarakat, Branch Office (BO) BRI TB Simatupang kembali melaksanakan kegiatan sosial bertajuk “Jum’at Berkah”.

    Kegiatan tersebut digelar di Lembaga Wakaf Ma’had Ibnu Sabil dan Masjid Ibnu Sabil, berlokasi di Jalan Rancho Indah Dalam No. 68, Tanjung Barat, Jakarta Selatan, pada Jum’at (17/10/2025).

    Kegiatan Jum’at Berkah yang rutin dilakukan oleh BRI ini menjadi sarana untuk menebarkan manfaat kepada sesama, sekaligus mempererat silaturahmi antara pihak perbankan dengan masyarakat sekitar.

    Dalam kesempatan tersebut, tim dari BRI BO TB Simatupang menyerahkan bantuan sosial berupa bahan kebutuhan pokok (sembako) kepada pengurus lembaga, Santri Hafidz serta pengurus Masjid Ibnu Sabil.

    Yanuar Akademikus Arbifirdaus, Head Office BO BRI TB Simatupang, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) BRI dalam membantu meringankan beban masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan saat ini.

    “Program Jum’at Berkah ini kami laksanakan sebagai bentuk kepedulian dan rasa syukur kami. BRI ingin hadir tidak hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat yang peduli dan berkontribusi positif. Kami berharap kegiatan ini dapat membawa keberkahan bagi kita semua,” ujar Yanuar, Jum’at (17/10).

    Lebih lanjut, Yanuar menegaskan bahwa BRI berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program sosial yang berkelanjutan dan bermanfaat langsung bagi masyarakat di berbagai lapisan.

    Ia juga mengajak seluruh insan BRI untuk terus menumbuhkan semangat berbagi, baik melalui kegiatan internal maupun kolaborasi dengan lembaga sosial dan keagamaan.

    Kegiatan Jum’at Berkah ini disambut antusias hangat pengurus lembaga wakaf.

    Pihak Lembaga Wakaf Ma’had Ibnu Sabil menyampaikan apresiasi atas kepedulian BRI, dan berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut di masa mendatang.

    Melalui kegiatan seperti ini, BRI tidak hanya memperkuat citra sebagai bank terbesar milik rakyat Indonesia, tetapi juga memperkokoh nilai-nilai kemanusiaan, kebersamaan, dan keberlanjutan sosial.