Penulis: Rudi Rudi

  • Rakernas I HTPKes Indonesia Kukuhkan Dr. Rosmawati sebagai Ketua DPW Sulteng–Sultra

    Rakernas I HTPKes Indonesia Kukuhkan Dr. Rosmawati sebagai Ketua DPW Sulteng–Sultra

    Jakarta, 18 November 2025 — Salah satu momen penting dalam Rakernas I HTPKes Indonesia di Oakwood Hotel TMII Jakarta adalah pengukuhan Dr. Dra. Hj. Rosmawati Ibrahim, SST., MS., M.Kes, Ketua STIKES Pelita Ilmu Kendari, sebagai Ketua DPW HPTKes Indonesia untuk wilayah Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara.

    Dalam wawancara, Dr. Rosmawati menuturkan bahwa kepemimpinannya akan difokuskan pada penguatan ekosistem pendidikan tinggi kesehatan yang berorientasi pada mutu.

    “Kami ingin menjadikan Sulteng dan Sultra sebagai wilayah yang maju dalam penyediaan tenaga kesehatan berkualitas. Melalui sinergi antarperguruan tinggi, peningkatan kompetensi dosen, dan riset yang relevan, kami siap mendukung transformasi kesehatan nasional,” paparnya.

    Ia menekankan bahwa penguatan kapasitas institusi pendidikan tinggi kesehatan di dua daerah tersebut menjadi bagian penting dari roadmap menuju Indonesia Emas 2045.

    “Kami ingin menggerakkan seluruh anggota DPW agar menjadi bagian dari solusi nasional, bukan hanya mengikuti arus tetapi menjadi pelopor,” ungkapnya.

    Pengukuhan ini menandai langkah baru bagi kolaborasi dan pengembangan pendidikan kesehatan di kawasan timur Indonesia.

  • APTISI Kukuhkan Pengurus, Unpam Tegaskan Komitmen Peningkatan Mutu Pendidikan

    APTISI Kukuhkan Pengurus, Unpam Tegaskan Komitmen Peningkatan Mutu Pendidikan

    Jakarta, Dalam momentum penting pengukuhan Pengurus Pusat Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) dan Rembug Nasional bertema “Arah Pendidikan Tinggi Menuju Indonesia Emas 2045” yang berlangsung di Ballroom Krakatau, Hotel TMII Jakarta, Senin (17/11/25).

    Wakil Rektor II Universitas Pamulang (Unpam), Dr. M. Wildan, S.S., M.A., menegaskan bahwa masa depan pendidikan tinggi Indonesia sangat bergantung pada kekuatan sumber daya manusia dan tata kelola perguruan tinggi yang adaptif dan akuntabel.

    Dr. Wildan menyampaikan bahwa APTISI memiliki peran vital dalam memperkuat ekosistem perguruan tinggi swasta sebagai motor penggerak peningkatan kualitas pendidikan nasional.

    “APTISI bukan hanya wadah koordinasi, tetapi katalis perubahan. PTS akan menjadi garda depan dalam menyiapkan SDM unggul, sehingga tata kelola, kualitas tenaga pendidik, dan penguatan sistem keuangan harus terus diperbaiki,” tegasnya.

    Penguatan SDM sebagai Prioritas Utama Unpam

    Dr. Wildan menyoroti bahwa Unpam terus melakukan transformasi menyeluruh dalam pengembangan SDM. Menurutnya, kualitas pendidik dan tenaga kependidikan menjadi fondasi penting dalam menghadapi tantangan global dan tuntutan kompetensi masa depan.

    “Kami mendorong peningkatan kualifikasi dosen, pengembangan kompetensi digital, serta budaya akademik yang produktif dan inovatif. SDM unggul adalah jantung perguruan tinggi menuju 2045,” jelasnya.

    Tata Kelola Modern dan Transparan

    Sebagai pejabat yang membawahi bidang keuangan dan aset, Dr. Wildan juga menekankan pentingnya tata kelola yang modern, transparan, dan efisien untuk memastikan keberlanjutan institusi pendidikan tinggi.

    “Perguruan tinggi harus dikelola dengan prinsip good governance. Digitalisasi sistem keuangan, pemanfaatan aset yang produktif, dan transparansi anggaran adalah bagian dari transformasi yang saat ini kami lakukan di Unpam,” tambahnya.

    Ia menilai bahwa modernisasi tata kelola bukan hanya berkaitan dengan administrasi, tetapi juga membangun kepercayaan publik dan memastikan perguruan tinggi mampu beradaptasi dengan dinamika ekonomi dan sosial.

    Optimisme Menuju Indonesia Emas

    Melihat semangat kolaborasi dalam rembug nasional APTISI, Dr. Wildan menyampaikan optimismenya bahwa PTS dapat menjadi kekuatan besar dalam mempersiapkan generasi Indonesia Emas.

    “Dengan sinergi antar institusi, kebijakan yang tepat, dan komitmen terhadap mutu, saya yakin perguruan tinggi Indonesia dapat menjadi motor lahirnya generasi emas—unggul secara intelektual, berkarakter, dan berdaya saing global,” pungkasnya.

    Tentang Universitas Pamulang (Unpam)

    Universitas Pamulang adalah salah satu perguruan tinggi swasta terbesar di Indonesia yang terus berkomitmen meningkatkan akses pendidikan bermutu bagi masyarakat. Unpam melakukan berbagai program pengembangan SDM, modernisasi tata kelola, serta penguatan riset dan inovasi untuk menghadapi tantangan pendidikan tinggi di era transformasi digital.

    Unpam dikenal menawarkan biaya kuliah yang relatif rendah untuk ukuran perguruan tinggi swasta, menjadikannya pilihan menarik terutama bagi pelajar yang ingin kuliah dengan dana terbatas.

    Unpam menjadi kampus swasta besar dengan skala mahasiswa banyak, Unpam punya peran sosial penting: membuka peluang pendidikan, memperkuat mobilitas sosial, dan menciptakan lulusan yang dapat memberi kontribusi pada masyarakat.

  • Rektor UPG 1945 NTT, Uly Jonathan Riwu Kaho: Pendidikan Tinggi Harus Melahirkan SDM Tangguh Menuju Indonesia Emas 2045

    Rektor UPG 1945 NTT, Uly Jonathan Riwu Kaho: Pendidikan Tinggi Harus Melahirkan SDM Tangguh Menuju Indonesia Emas 2045

    Jakarta, Rektor Universitas Persatuan Guru (UPG) 1945 Nusa Tenggara Timur untuk Uly Jonathan Riwu Kaho, S.P., M.M., menghadiri pelantikan Pengurus Pusat Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) serta Rembug Nasional Arah Pendidikan Tinggi Menuju Indonesia Emas 2045 yang digelar di Hotel Krakatau Jakarta, Senin (17/11/25).

    Uly Jonathan menegaskan bahwa forum nasional ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antar-perguruan tinggi swasta dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing global.

    “Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang tangguh, kreatif, dan relevan dengan kebutuhan zaman. Perguruan tinggi swasta, termasuk UPG 1945 NTT, memiliki peran strategis dalam mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Uly Jonathan.

    Rektor muda yang dikenal progresif itu juga menyoroti tantangan perguruan tinggi di kawasan Indonesia Timur. Menurutnya, peningkatan kualitas dosen, penguatan riset, dan percepatan transformasi digital adalah tiga pilar penting yang harus terus diperjuangkan.

    “Kami di UPG 1945 NTT berkomitmen memperkuat mutu akademik, memperluas kemitraan nasional, dan menghadirkan inovasi pendidikan berbasis teknologi. Kehadiran kami di APTISI hari ini adalah wujud kontribusi aktif untuk membangun ekosistem pendidikan tinggi yang inklusif di seluruh wilayah Nusantara,” tambahnya.

    Uly Jonathan juga menyampaikan bahwa UPG 1945 NTT siap mengambil peran lebih besar dalam jejaring nasional APTISI terutama dalam pengembangan kapasitas perguruan tinggi di wilayah timur Indonesia.

    “Kami ingin memastikan bahwa mahasiswa di Nusa Tenggara Timur mendapatkan akses pendidikan berkualitas dan peluang yang sama dengan daerah lain. Menuju 2045, tidak boleh ada daerah yang tertinggal dalam pembangunan pendidikan,” tegasnya.

    Pelantikan Pengurus Pusat APTISI dan Rembug Nasional ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam penyatuan visi pembangunan perguruan tinggi swasta menuju Indonesia Emas 2045 dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan pemerataan pendidikan, sambungnya.

  • Luncurkan Logo “Semarak Kepemudaan”: Pemuda Siap Membangun Maju Kota Tangsel

    Luncurkan Logo “Semarak Kepemudaan”: Pemuda Siap Membangun Maju Kota Tangsel

    Tangerang, 6 Oktober 2025 — Dalam rangka memperingati Bulan Pemuda ke-97, Yusuf L, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Tangerang Selatan, secara resmi meluncurkan Logo “Semarak Kepemudaan” yang menjadi simbol semangat, kreativitas, dan sinergi kaum muda Tangsel dalam membangun masa depan kota yang lebih maju.

    Acara launching yang digelar di Aula Blandongan Lt. 4 Gedung Pemerintah Kota Tangerang Selatan ini dihadiri oleh Benyamin Davnie WaliKota Tanggerang Selatan, H. Pilar Saga Ichsan Wakil Walikota Tanggerang Selatan,, serta berbagai elemen masyarakat, mulai dari organisasi kepemudaan, mahasiswa, pelajar, tokoh masyarakat, serta perwakilan pemerintah daerah. Kegiatan ini juga dirangkai dengan diskusi inspiratif bertema “Membangun Generasi Emas: Peran Pemuda Dalam Membangun Kota Tangerang Selatan.”

    Kegiatan Diskusi Pemuda juga menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang — tokoh muda, akademisi, yang membahas strategi konkret dalam memperkuat peran pemuda di sektor ekonomi kreatif, kewirausahaan, pendidikan, dan teknologi digital.

    Yusuf L Wakil Komisi II DPRD Kota Tanggerang Selatan menyampaikan bahwa momentum Bulan Pemuda bukan sekadar seremonial, tetapi ajang refleksi dan kolaborasi lintas generasi.

    “Pemuda adalah energi perubahan. Di tangan pemuda-lah masa depan Tangsel ditentukan. Kita ingin menjadikan generasi muda hari ini bukan hanya penonton, tetapi pelaku pembangunan yang berkarakter, inovatif, dan berdaya saing,” ujar Yusuf L.

    “Kita ingin pemuda Tangsel menjadi generasi emas yang siap bersaing di tingkat nasional maupun global. Sinergi antara pemerintah dan pemuda harus terus dijaga agar pembangunan berjalan inklusif dan berkelanjutan,” tambah Yusuf L.

    Logo “Semarak Kepemudaan” yang diluncurkan mengandung makna semangat, kolaborasi, dan keberagaman, mencerminkan wajah Kota Tangerang Selatan yang dinamis dan inklusif. Warna-warna cerah dalam logo menggambarkan optimisme dan kreativitas anak muda Tangsel dalam menghadapi tantangan era digital dan globalisasi.

    Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat kepemudaan dapat terus tumbuh menjadi gerakan nyata dalam membangun Kota Tangerang Selatan yang maju, berdaya saing, dan berkarakter.

  • Mas Futfulhan Dorong Nilai Kepemimpinan Soeharto dalam Deklarasi Institusi Jenderal Besar

    Mas Futfulhan Dorong Nilai Kepemimpinan Soeharto dalam Deklarasi Institusi Jenderal Besar

    Jakarta, 1 Oktober 2025– Dalam momentum bersejarah pembentukan Institusi Jenderal Besar Soeharto, Mas Futfulhan tampil memberikan dukungan penuh dengan menegaskan pentingnya menghidupkan kembali nilai-nilai kepemimpinan yang diwariskan oleh Jenderal Besar H.M. Soeharto.

    Acara deklarasi yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat, akademisi, serta perwakilan generasi muda. Kehadiran mereka menandakan adanya semangat kebersamaan untuk menjaga nilai luhur kepemimpinan nasional.

    Deklarasi ini menjadi langkah awal untuk menjadikan Institusi Jenderal Besar Soeharto sebagai wadah kebangsaan yang mengedepankan nilai kepemimpinan tegas, berwibawa, sekaligus mengakar pada semangat Pancasila. Mas Futfulhan menilai, kiprah Soeharto dalam menjaga stabilitas politik, kedaulatan bangsa, serta pembangunan ekonomi nasional merupakan warisan berharga yang harus dilanjutkan generasi kini.

    Soeharto adalah sosok pemimpin dengan visi jauh ke depan. Kita perlu menjadikan nilai kepemimpinan beliau sebagai inspirasi untuk membangun bangsa yang lebih kuat, berdaulat, dan mandiri,” tegas Mas Futfulhan dalam

    Ia juga menekankan bahwa pembentukan institusi ini bukan sekadar mengenang jasa, tetapi juga mengaktualisasikan semangat kerja keras, kedisiplinan, serta keberpihakan kepada rakyat. Melalui Institusi Jenderal Besar Soeharto, diharapkan lahir kader-kader bangsa yang mampu membawa Indonesia menuju kemajuan tanpa melupakan akar sejarah.

    Dengan adanya Institusi Jenderal Besar Soeharto, Mas Futfulhan optimistis nilai kepemimpinan Soeharto akan terus hidup, memberi teladan, serta menjadi fondasi dalam merajut kebangsaan Indonesia.

  • Kun Haddad : Pembentukan Institusi Jenderal Besar Soeharto  untuk Menghidupkan Kembali Nilai Kepemimpinan yang Visioner

    Kun Haddad : Pembentukan Institusi Jenderal Besar Soeharto untuk Menghidupkan Kembali Nilai Kepemimpinan yang Visioner

    Jakarta, 1 Oktober 2025 – Suasana penuh semangat kebangsaan mewarnai acara Deklarasi Pembentukan Institusi Jenderal Besar Soeharto yang digelar di Jakarta. Acara ini dihadiri berbagai tokoh nasional, akademisi, dan masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap sejarah serta kelanjutan nilai-nilai perjuangan bangsa.

    Salah satu yang hadir memberikan dukungan adalah Kun Haddad, tokoh muda yang dikenal memiliki perhatian besar terhadap pendidikan, budaya, dan kebangsaan. Kehadirannya menjadi wujud nyata dukungan generasi penerus dalam menjaga warisan sejarah kepemimpinan Jenderal Besar Soeharto.

    Dalam kesempatan tersebut, Kun Haddad menegaskan pentingnya deklarasi ini sebagai wadah untuk menghidupkan kembali nilai kepemimpinan yang visioner, disiplin, serta berpihak pada kepentingan rakyat.

    Deklarasi ini bukan hanya penghormatan kepada sosok Jenderal Besar Soeharto, tetapi juga momentum untuk membangun ruang kebangsaan yang melibatkan generasi muda. Kita harus belajar dari sejarah, mengambil teladan, dan menjadikannya inspirasi untuk menjawab tantangan zaman,” ujar Kun Haddad.

    Pembentukan Institusi Jenderal Besar Soeharto diharapkan dapat menjadi pusat kajian, edukasi, serta penguatan nilai-nilai kebangsaan yang relevan dengan kondisi Indonesia saat ini. Dengan kehadiran figur-figur muda seperti Kun Haddad, institusi ini diyakini akan mampu menjembatani nilai sejarah dengan kebutuhan generasi masa kini.

  • Kun Haddad : Pembentukan Institusi Jenderal Besar Soeharto  untuk Menghidupkan Kembali Nilai Kepemimpinan yang Visioner

    Kun Haddad : Pembentukan Institusi Jenderal Besar Soeharto untuk Menghidupkan Kembali Nilai Kepemimpinan yang Visioner

    Jakarta, 1 Oktober 2025 – Suasana penuh semangat kebangsaan mewarnai acara Deklarasi Pembentukan Institusi Jenderal Besar Soeharto yang digelar di Jakarta. Acara ini dihadiri berbagai tokoh nasional, akademisi, dan masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap sejarah serta kelanjutan nilai-nilai perjuangan bangsa.

    Salah satu yang hadir memberikan dukungan adalah Kun Haddad, tokoh muda yang dikenal memiliki perhatian besar terhadap pendidikan, budaya, dan kebangsaan. Kehadirannya menjadi wujud nyata dukungan generasi penerus dalam menjaga warisan sejarah kepemimpinan Jenderal Besar Soeharto.

    Dalam kesempatan tersebut, Kun Haddad menegaskan pentingnya deklarasi ini sebagai wadah untuk menghidupkan kembali nilai kepemimpinan yang visioner, disiplin, serta berpihak pada kepentingan rakyat.

    Deklarasi ini bukan hanya penghormatan kepada sosok Jenderal Besar Soeharto, tetapi juga momentum untuk membangun ruang kebangsaan yang melibatkan generasi muda. Kita harus belajar dari sejarah, mengambil teladan, dan menjadikannya inspirasi untuk menjawab tantangan zaman,” ujar Kun Haddad.

    Pembentukan Institusi Jenderal Besar Soeharto diharapkan dapat menjadi pusat kajian, edukasi, serta penguatan nilai-nilai kebangsaan yang relevan dengan kondisi Indonesia saat ini. Dengan kehadiran figur-figur muda seperti Kun Haddad, institusi ini diyakini akan mampu menjembatani nilai sejarah dengan kebutuhan generasi masa kini.

  • Dr. Asep Kusnadi: Pembentukan Institusi Jenderal Besar Soeharto  Menjadi Momentum Memperkuat Semangat Kebangsaan

    Dr. Asep Kusnadi: Pembentukan Institusi Jenderal Besar Soeharto Menjadi Momentum Memperkuat Semangat Kebangsaan

    Jakarta, 1 Oktober 2025 – Semangat persatuan dan penghargaan terhadap sejarah bangsa kembali digaungkan dalam Deklarasi Pembentukan Institusi Jenderal Besar Soeharto yang digelar pada hari Rabu (1/10/2025) bertempat di Gedung Juang 45 Jakarta. Acara bersejarah ini dihadiri berbagai tokoh nasional, akademisi, serta masyarakat yang memiliki komitmen untuk melanjutkan nilai perjuangan Jenderal Besar Soeharto dalam menjaga keutuhan bangsa.

    Salah satu tokoh pendidikan yang turut hadir dan memberikan dukungan adalah Dr. Asep Kusnadi, perwakilan dari STIT INSIDA Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan bahwa pembentukan institusi ini merupakan langkah penting untuk menghadirkan ruang dialog, kajian, dan pemikiran strategis yang berpijak pada warisan kepemimpinan Jenderal Besar Soeharto.

    Institusi ini tidak hanya sebagai bentuk penghormatan, tetapi juga sebagai wadah untuk mengkaji dan melanjutkan nilai-nilai kepemimpinan beliau dalam pembangunan bangsa. Generasi muda perlu belajar dari sejarah untuk menatap masa depan yang lebih baik,” ujar Dr. Asep Kusnadi.

    Deklarasi pembentukan Institusi Jenderal Besar Soeharto diharapkan menjadi momentum memperkuat semangat kebangsaan, menumbuhkan rasa cinta tanah air, serta menghidupkan kembali nilai-nilai gotong royong dan kemandirian nasional.

    Dengan hadirnya para akademisi, termasuk Dr. Asep Kusnadi, deklarasi ini menunjukkan bahwa institusi tersebut memiliki landasan intelektual yang kuat serta arah pengembangan yang selaras dengan tantangan zaman.

  • PB HMI Dorong UMKM Go Digital 2025: Wujudkan Ekonomi Kreatif, Mandiri, dan Berdaya Saing

    PB HMI Dorong UMKM Go Digital 2025: Wujudkan Ekonomi Kreatif, Mandiri, dan Berdaya Saing

    Jakarta, 30 September 2025 – Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) resmi meluncurkan program UMKM Go Digital 2025, sebuah gerakan strategis untuk mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bertransformasi ke ranah digital. Program ini hadir sebagai wujud komitmen PB HMI dalam mendukung kemandirian ekonomi bangsa sekaligus memperkuat daya saing UMKM di era teknologi.

    Melalui UMKM Go Digital 2025, PB HMI juga menegaskan perannya sebagai mitra strategis pemerintah, swasta, dan komunitas dalam membangun ekosistem ekonomi digital yang inklusif. Dengan semangat kolaborasi, PB HMI percaya UMKM Indonesia akan semakin adaptif dan siap menghadapi tantangan era industri 5.0.

    Dalam wawancara tersebut, PB HMI juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, swasta, dan organisasi kepemudaan. Dengan adanya kolaborasi, UMKM dapat memperoleh akses pelatihan, teknologi, permodalan, hingga peluang ekspor melalui platform digital.

    Menurut Bagas Kurniawan Ketua Umum PB HMI, era disrupsi teknologi menuntut para pelaku UMKM untuk beradaptasi lebih cepat. Digitalisasi bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan untuk memperluas akses pasar, meningkatkan efisiensi, serta memperkuat daya saing produk lokal.

    “UMKM adalah tulang punggung ekonomi bangsa. Jika mereka bisa memanfaatkan platform digital dengan baik, maka Indonesia akan menjadi kekuatan besar dalam ekonomi global. HMI siap menjadi motor penggerak untuk mengedukasi, mendampingi, dan menghubungkan UMKM dengan ekosistem digital,” ungkap Bagas Kurniawan Ketua Umum PB HMI.

    Kegiatan UMKM Go Digital 2025 menjadi wadah nyata bagi generasi muda, khususnya kader HMI, untuk menunjukkan kepeduliannya terhadap keberlanjutan UMKM. Melalui program pelatihan digital marketing, literasi keuangan, hingga branding produk, PB HMI berharap UMKM mampu menjawab tantangan era globalisasi.

    Kegiatan UMKM Go Digital 2025 menjadi wadah nyata bagi generasi muda, khususnya kader HMI, untuk menunjukkan kepeduliannya terhadap keberlanjutan UMKM. Melalui program pelatihan digital marketing, literasi keuangan, hingga branding produk, PB HMI berharap UMKM mampu menjawab tantangan era globalisasi.

    “Digitalisasi UMKM bukan hanya tentang bisnis, tetapi juga tentang pemberdayaan masyarakat. HMI percaya bahwa dengan semangat gotong royong dan inovasi, UMKM Indonesia bisa naik kelas dan menembus pasar dunia,” tambah Bagas Kurniawan Ketua Umum PB HM

    Dewi Valentini Ketua Panitia menyampaikan Go Digital ini berkolaborasi dengan kewirausahaan pembangunan PB HMI dengan bidang otonomi daerah dengan pemberdayaan desa. Karena PB HMI mempunyai 230 cabang ditingkat kabupaten/kota. Jadi program ini akan kita maksimalkan mungkin kecabang-cabang, bisa menggerakkan UMKM di kabupaten/kota masing-masing.

    “UMKM adalah tulang punggung perekonomian Indonesia. Dengan transformasi digital, kami ingin memastikan UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang, menembus pasar nasional bahkan global. UMKM Go Digital 2025 menjadi langkah nyata HMI dalam menghadirkan solusi dan kolaborasi lintas sektor.”

    Program ini berfokus pada tiga pilar utama:

    1. Digitalisasi UMKM – Memberikan pelatihan teknologi, pemasaran digital, dan manajemen bisnis berbasis platform online.
    2. Akses Permodalan dan Jaringan – Membuka pintu kolaborasi dengan lembaga keuangan, marketplace, dan mitra strategis.
    3. Inovasi Produk Lokal – Mendorong UMKM untuk menampilkan produk unggulan daerah agar mampu bersaing di pasar global.

    Kami ingin melihat UMKM Indonesia tidak hanya sebagai penggerak ekonomi lokal, tapi juga menjadi pemain global. Inilah misi besar yang sedang kita jalankan bersama,” tambah Dewi Valentini Ketua Panitia PB HMI.

    PB HMI mengajak seluruh elemen masyarakat, mahasiswa, pelaku usaha, serta pemangku kepentingan untuk bersama-sama mendukung program UMKM Go Digital 2025 demi terciptanya Indonesia yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing tinggi.

  • Jaksa Garda Desa untuk Memastikan Pengelolaan Dana Desa Menjadi Efektif

    Jaksa Garda Desa untuk Memastikan Pengelolaan Dana Desa Menjadi Efektif

    Tanggerang, 29 September 2025 – Kejaksaan Agung melalui Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen bersama Pemerintah Daerah Provinsi Tanggerang menggelar Jaksa Garda Desa dengan tema “Bangun Desa, Bangun Indonesia” di Gedung ICE BSD Tanggerang pada hari Senin, 29 September 2025.

    Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung (Kejagung) RI, Reda Manthovani melalui pressconference menyampaikan
    pelaksanaan program Jaksa Garda Desa dilakukan secara bertahap dengan dilaksanakan di enam provinsi dengan tujuan proses pemantauan dapat dilakukan lebih tertata.

    Pelaksananya kita memang melakukannya step by step, provinsi by provinsi agar intinya inputannya, monitoringnya jadi lebih tertata. Kami memulainya provinsi by provinsi,” tuturnya.

    Dia menyampaikan, pihaknya akan terus memantau kesiapan provinsi lain untuk melaksanakan program Jaksa Garda Desa. Reda berharap, Jaksa Garda Desa bisa dilaksanakan di seluruh provinsi pada 2026 mendatang.

    Jaga Desa merupakan inisiatif strategis Kejaksaan Republik Indonesia yang diimplementasikan untuk mendekatkan fungsi penegakan hukum dan pencegahan tindak pidana ke tingkat pemerintahan desa.

    Tujuan utama dari program Jaga Desa adalah memastikan pengelolaan dana desa dan berbagai program pembangunan di tingkat desa berjalan efektif, transparan, dan sesuai koridor hukum, sehingga cita-cita desa mandiri dan sejahtera dapat tercapai tanpa terhalang perbuatan-perbuatan pidana.

    Jaga Desa juga berfungsi sebagai pengawal akuntabilitas penggunaan Dana Desa. Alokasi Dana Desa yang mencapai miliaran rupiah per desa menjadi target empuk penyimpangan.

    Program Jaga Desa dengan kehadiran Jaksa di desa akan membantu menciptakan efek gentar (deterrent effect) yang positif. Para perangkat desa juga diharapkan dapat termotivasi untuk bekerja secara benar dan jujur, bukan karena takut dihukum, tetapi karena memahami pentingnya integritas.

    Dalam Jaga Desa, peran Jaksa bukan sebagai penindak di awal, melainkan sebagai konsultan dan mitra bagi aparatur desa. Jaksa memberikan penyuluhan hukum, penerangan hukum, dan konsultasi gratis mengenai tata kelola keuangan desa, pengadaan barang dan jasa, serta penyusunan peraturan desa.

    Dengan adanya pendampingan ini, Kejaksaan membantu Kepala Desa dan perangkatnya memahami batas-batas hukum, menghindari kesalahan administratif yang berpotensi menjadi tindak pidana, serta memastikan setiap kebijakan yang diambil sejalan dengan peraturan perundang-undangan.