Penulis: Rudi Rudi

  • Rayakan Natal dan Kunci Taong, Jan Samuel Maringka Ajak Kawanua Jaga Iman, Budaya, dan Generasi Muda

    Rayakan Natal dan Kunci Taong, Jan Samuel Maringka Ajak Kawanua Jaga Iman, Budaya, dan Generasi Muda

    Jakarta — Perayaan Natal dan Kunci Taong Kerukunan Keluarga Kawanua berlangsung khidmat dan penuh nuansa kebersamaan di Gedung Balai Samudera, Kelapa Gading, Jakarta, Sabtu (31/01/2026). Mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” dengan subtema “Kasih Kristus Sempurna bagi Kita dalam Menjaga Akar, Menyatukan Hati dan Menjadi Cahaya”, acara ini menjadi momentum penting mempererat persaudaraan Kawanua di perantauan.

    Perayaan semakin semarak dengan gelar budaya khas Minahasa seperti Kabasaran, Kolintang, Makaruyen, Masamper, dan Katrili, yang mencerminkan kekayaan tradisi sekaligus identitas budaya Kawanua yang terus dijaga lintas generasi.

    Usai menghadiri acara, Jaksa senior sekaligus putra Kawanua, Jan Samuel Maringka, S.H., M.H.CGCAE, menegaskan bahwa Natal dan Kunci Taong bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan ruang spiritual untuk memulihkan iman, memperkuat persatuan keluarga, dan meneguhkan jati diri budaya Kawanua.

    “Ibadah perayaan Natal dan Kunci Taong ini harus menjadi ruang pemulihan iman, persatuan keluarga, serta penguatan identitas budaya Kawanua. Karena itu, seluruh persiapan kami kawal secara langsung,” ujar Jan Samuel Maringka.

    Menurutnya, kebersamaan warga Kawanua perlu terus dipertahankan dan dijadikan tolok ukur persatuan, tidak hanya bagi para orang tua, tetapi juga bagi generasi muda Kawanua di masa depan.

    “Kebersamaan warga Kawanua harus kita jaga, sehingga menjadi tolok ukur kebersamaan, bukan hanya bagi para tua-tua, tetapi juga bagi generasi muda Kawanua yang akan datang,” katanya.

    Jan Samuel Maringka yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Penasehat Kerukunan Kawanua Minahasa Tenggara menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga budaya sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Ia mengingatkan bahwa sejarah mencatat kontribusi besar warga Minahasa di tingkat nasional yang harus terus ditingkatkan ke depan.

    “Untuk ke depannya, generasi muda harus menjaga budaya, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dulu banyak partisipasi warga Minahasa di tingkat nasional, dan itu harus kita tingkatkan di masa yang akan datang,” tambahnya.

    Sebagai tokoh nasional dengan rekam jejak panjang di dunia kejaksaan—pernah menjabat Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan RI (2017–2020) dan Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian (2022–2023)—Jan Samuel Maringka berharap perayaan Natal dan Kunci Taong ini menjadi cahaya yang mempersatukan hati serta memperkuat kontribusi Kawanua bagi bangsa dan negara.

  • Natal ILUNI UI 2025: Hadirkan Damai, Perkuat Keluarga Alumni

    Natal ILUNI UI 2025: Hadirkan Damai, Perkuat Keluarga Alumni

    Jakarta — Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) Alumni Kristiani menggelar Perayaan Natal 2025 dan Syukuran Tahun Baru 2026 dengan tema “Allah Hadir untuk Menyelesaikan Keluarga” (Matius 1:21–24), di Gedung IASTH Kampus Salemba Universitas Indonesia, Sabtu (24/01/2026). Acara berlangsung hangat dan penuh kebersamaan, dihadiri alumni lintas fakultas dan angkatan.

    Ketua Umum ILUNI UI Pramudya A. Oktavinanda menyampaikan bahwa Perayaan Natal menjadi momentum penting untuk memperkuat persaudaraan, persahabatan, dan rasa kekeluargaan di antara alumni. Ia menekankan bahwa nilai utama Natal adalah menghadirkan suasana damai yang membawa kebahagiaan bagi banyak orang.

    “Yang paling penting dari perayaan Natal adalah suasana damai. Damai Kristus inilah yang memungkinkan kebersamaan, persaudaraan, dan kebahagiaan, serta relevan bagi kehidupan berbangsa di Indonesia yang majemuk,” ujar Pramudya.

    Pesan Natal disampaikan Pendeta Pdt. Binsar Jonathan

    Dalam pesan Natalnya, Pdt. Binsar Jonathan mengajak seluruh alumni untuk kembali menempatkan keluarga sebagai fondasi utama kehidupan. Ia menyoroti bahwa krisis yang dihadapi bangsa saat ini sering kali berakar dari krisis dalam keluarga, baik keluarga inti maupun keluarga besar dalam makna sosial.

    Menurutnya, tema Natal tahun ini menegaskan bahwa kehadiran Allah membawa pemulihan dan pengharapan, sekaligus menguatkan peran keluarga sebagai ruang pertama pembentukan nilai kasih, tanggung jawab, dan iman.

    Pesan Natal disampaikan Pendeta Katolik Romo Robertus Bambang

    Pendeta Katolik Romo Robertus Bambang menegaskan bahwa Natal adalah peristiwa Allah yang hadir menjadi manusia, sehingga seluruh umat manusia dipanggil untuk menyadari dirinya sebagai satu keluarga besar.

    Ia mengajak umat untuk tidak membatasi makna keluarga pada suku, bangsa, atau agama, melainkan melihat keluarga manusia sebagai persekutuan yang saling merawat dan bertanggung jawab satu sama lain. “Natal dan Tahun Baru mengingatkan kita bahwa setiap keluarga manusia dipanggil untuk hidup dalam kekudusan, kasih, dan kepedulian,” tuturnya.

    Ketua Panitia Marta Priskila

    Ketua Panitia Perayaan Natal, Marta Priskila, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh alumni, tokoh lintas gereja, serta para donatur yang telah mendukung terselenggaranya acara.

    Ia juga menekankan bahwa perayaan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata melalui penggalangan donasi bagi korban banjir di Sumatera Utara. “Kami berharap kebersamaan ini terus terjaga dan kegiatan sosial seperti ini dapat berlanjut di tahun-tahun mendatang,” ujarnya.

    Ketua FORKOM AKUI Mauren Tortua

    Ketua Forum Komunikasi Alumni Kristiani UI (FORKOM AKUI), Mauren Tortua, menekankan pentingnya menjaga komunikasi lintas angkatan agar jejaring alumni tetap hidup dan berkelanjutan. Ia mengajak alumni muda untuk lebih aktif terlibat agar regenerasi kepengurusan dan kegiatan dapat terus berjalan.

    Menurutnya, perayaan Natal ini menjadi pengingat bahwa kekuatan komunitas alumni terletak pada kebersamaan, keterlibatan, dan kerinduan untuk saling terhubung kembali sebagai satu keluarga besar alumni UI.

  • Diskusi Publik IMM: Pembangunan Pesisir Kunci Kemandirian Ekonomi Nasional

    Diskusi Publik IMM: Pembangunan Pesisir Kunci Kemandirian Ekonomi Nasional

    Jakarta — DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) menggelar Diskusi Publik bertajuk “Kampung Nelayan Merah Putih: Membangun Indonesia dari Pesisir” di Auditorium PP Muhammadiyah, Jakarta, Selasa (20/01/26). Kegiatan ini menjadi ruang dialog strategis untuk mengkaji pembangunan kampung nelayan sebagai fondasi kemandirian ekonomi nasional berbasis pesisir.

    Diskusi menghadirkan Anggota Komisi IV DPR RI Ir. Herry Dermawan (Fraksi Partai Amanat Nasional), Sesditjen Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan RI Dr. Ir. Ridwan Mulyana, M.T., serta Ketua DPP IMM Bidang Buruh, Tani, dan Nelayan Ali Musta’in.

    Dalam paparannya, Ir. Herry Dermawan menegaskan bahwa program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dirancang untuk menjawab persoalan mendasar nelayan, mulai dari pascapanen hingga akses logistik. Ia menyoroti pentingnya fasilitas pendukung seperti cold storage, blast freezer, pabrik es, bengkel kapal, hingga SPBN (Stasiun Pengisian BBM Nelayan) agar hasil tangkapan tidak terbuang dan nelayan tidak lagi dirugikan oleh keterbatasan infrastruktur.

    “Kehidupan nelayan sangat rentan. Ikan sering tidak habis terjual, tidak ada es, tidak ada tempat penyimpanan. Kampung Nelayan Merah Putih hadir sebagai solusi konkret agar nelayan lebih sejahtera,” ujar Herry.

    Ia mengakui bahwa sosialisasi program masih perlu ditingkatkan, namun menegaskan komitmen pemerintah untuk terus melanjutkan pembangunan. Pada 2025 ditargetkan pembangunan 100 kampung nelayan, dan pada tahun berjalan direncanakan meningkat menjadi 250 lokasi, dengan target jangka menengah mencapai 1.000 Kampung Nelayan Merah Putih di seluruh Indonesia.

    Sementara itu, Sesditjen Perikanan Tangkap KKP Ridwan Mulyana menekankan bahwa keberhasilan Kampung Nelayan Merah Putih ditopang oleh koordinasi lintas kementerian dan lembaga. Mulai dari kerja sama dengan PLN untuk listrik, Pertamina untuk BBM, Kementerian PUPR terkait standar bangunan, hingga dukungan ATR/BPN dan sektor perumahan.

    “Ini program kolaboratif yang unik. Selain infrastruktur, kami juga mendorong pembentukan koperasi atau kelompok nelayan sebagai basis penerima manfaat agar program berkelanjutan,” jelas Ridwan.

    Ketua DPP IMM Bidang Buruh, Tani, dan Nelayan Ali Musta’in menegaskan peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang tidak hanya berhenti pada wacana. Ia mengajak seluruh pihak untuk memastikan potensi besar sektor kelautan dan perikanan benar-benar diimplementasikan dalam kebijakan nyata.

    “Laut Indonesia sangat luas dan kaya. Jangan hanya jadi angan-angan. Kita harus menaikkan level potensi pesisir agar benar-benar menjadi motor kemajuan ekonomi bangsa,” tegasnya.

    Melalui diskusi ini, IMM berharap pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih dapat terus dikawal secara kritis namun konstruktif, sehingga benar-benar menghadirkan keadilan sosial dan kesejahteraan bagi masyarakat pesisir Indonesia.

  • 21 Tahun Transjakarta, Komunitas Pengguna Dorong Aksesibilitas dan Integrasi Menyeluruh

    21 Tahun Transjakarta, Komunitas Pengguna Dorong Aksesibilitas dan Integrasi Menyeluruh

    Jakarta, 19 Januari 2026 — Memasuki 21 tahun pelayanan angkutan umum bus perkotaan, Transjakarta dinilai telah menunjukkan capaian positif dalam menyediakan layanan transportasi massal bagi warga Ibu Kota. Namun demikian, sejumlah pekerjaan rumah (PR) masih perlu diselesaikan, terutama terkait aksesibilitas dan integrasi layanan agar benar-benar dapat digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

    Hal tersebut disampaikan David Tjahjana, Koordinator Komunitas Pengguna Transjakarta Suara Transjakarta, saat menjadi narasumber dalam Dialog Refleksi 21 Tahun Transjakarta yang diselenggarakan oleh Inisiatif Strategis Transportasi (INSTRAN) bersama MTI Wilayah Jakarta, KPBB, dan Suara Transjakarta, di Aula Pertemuan KPBB, Skyline Building Lantai 16, Jakarta Pusat, Senin (19/1/26)..

    Menurut David, secara umum layanan Transjakarta sudah berada di jalur yang cukup baik sejak mulai beroperasi pada 15 Januari 2004. Hingga kini, Transjakarta telah memiliki 232 rute yang mencakup 14 koridor utama, layanan non-koridor, angkutan pengumpan, serta menjangkau wilayah Bodetabek. Namun, ia menegaskan bahwa capaian tersebut belum sepenuhnya menjawab kebutuhan semua kelompok pengguna.

    “Masih ada PR besar, salah satunya soal aksesibilitas. Transjakarta harus benar-benar bisa dipakai oleh semua masyarakat, mulai dari lansia, penyandang disabilitas, perempuan hamil, hingga anak-anak,” ujar David.

    Ia menilai rendahnya peralihan masyarakat dari kendaraan pribadi ke transportasi umum tidak semata-mata disebabkan oleh jumlah rute. Menurutnya, integrasi dari titik asal hingga tujuan akhir menjadi faktor krusial yang menentukan kenyamanan dan keberlanjutan penggunaan Transjakarta.

    “Pengguna itu merasakan perjalanan dari awal sampai akhir. Kalau di tengah ada satu titik yang tidak bisa dilalui, misalnya karena akses yang tidak ramah, maka sistem itu tidak terkoneksi secara utuh,” jelasnya.

    David menekankan bahwa kekuatan sebuah sistem transportasi ditentukan oleh titik yang paling lemah. Variasi kualitas fasilitas di berbagai titik layanan justru dapat melemahkan keseluruhan sistem apabila tidak ditangani secara serius.

    Selain itu, ia juga menyoroti perlunya penelitian yang lebih mendalam terkait penempatan rute dan titik layanan, agar cakupan Transjakarta yang telah mencapai sekitar 90 persen wilayah Jakarta dapat benar-benar mengangkut mayoritas penduduk secara efektif.

    “Jangan sampai sumber daya mubazir. Bus harus tepat sasaran dan optimal. Ada rute yang pagi penuh, siang kosong, atau sebaliknya. Ini perlu pengaturan berbasis data agar layanannya efisien dan tepat guna,” tambahnya.

    Ke depan, David berharap Transjakarta tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah penumpang, tetapi juga pada siapa saja yang bisa mengakses dan menggunakan layanan tersebut secara aman, nyaman, dan setara.

    “Harapannya Transjakarta terus berkembang dan memperbaiki diri. Bukan hanya soal angka pengguna, tapi juga inklusivitas. Itu yang paling penting,” pungkasnya.

  • Menase Ugedi Degei Optimis Partai Buruh Menang di Papua Tengah

    Menase Ugedi Degei Optimis Partai Buruh Menang di Papua Tengah

    Jakarta — Wakil Ketua I Exco Partai Buruh Provinsi Papua Tengah, Menase Ugedi Degei, S.Sos, menghadiri Deklarasi Perjuangan Hostum (Hapus Outsourcing, Tolak Upah Murah) serta RUU Ketenagakerjaan dan Pembukaan Kongres Partai Buruh V yang digelar di Sport Mall Kelapa Gading, Jakarta, Senin (19/01/2026).

    Kehadiran delegasi Papua Tengah menjadi bagian dari konsolidasi nasional Partai Buruh dalam memperkuat barisan perjuangan kaum buruh, masyarakat adat, dan kelompok marjinal di seluruh Indonesia. Dalam momentum Kongres V ini, Partai Buruh menegaskan komitmen perjuangan politik menuju kemenangan Pemilu 2029.

    Dalam keterangannya kepada media, Menase Ugedi Degei menegaskan bahwa Kongres V menjadi tonggak penting konsolidasi organisasi dan strategi politik Partai Buruh, khususnya di Papua Tengah.

    “Dengan adanya kongres ini, kami Partai Buruh Pusat berkomitmen untuk memenangkan Pemilu 2029. Di Papua Tengah, kami juga menyiapkan strategi-strategi khusus untuk mencapai kemenangan,” ujar Menase.

    Ia menjelaskan, Partai Buruh Papua Tengah akan memperluas basis perjuangan dengan menjaring berbagai komunitas, mulai dari komunitas adat, serikat buruh, organisasi sayap Partai Buruh, hingga komunitas nelayan dan kelompok pekerja sektor informal.

    “Kami akan membangun dan memperkuat serikat-serikat, termasuk serikat buruh bangunan dan serikat para pendulang yang selama ini hidup di bawah tekanan korporasi,” tegasnya.

    Selain penguatan organisasi, Menase menekankan pentingnya edukasi dan pendidikan politik kepada masyarakat agar memahami secara utuh perjuangan Partai Buruh.

    “Pendidikan politik sangat penting agar masyarakat benar-benar paham bahwa perjuangan Partai Buruh adalah memperjuangkan kesejahteraan masyarakat secara nasional bahkan internasional, menuju kesejahteraan yang merata dan saling menguntungkan,” jelasnya.

    Lebih lanjut, Menase menegaskan komitmen Partai Buruh Papua Tengah untuk membangkitkan semangat juang bersama masyarakat di tengah keberadaan perusahaan dan industri di wilayah tersebut.

    “Kami ingin membangun satu barisan perjuangan bersama masyarakat Papua Tengah, agar kehadiran industri benar-benar membawa kesejahteraan,” katanya.

    Menutup pernyataannya, Menase menyampaikan optimisme besar terhadap capaian politik Partai Buruh di Papua Tengah.

    “Target kami di Papua Tengah adalah merebut sekitar 20 hingga 25 kursi. Secara nasional, Partai Buruh menargetkan hingga hampir 400 kursi dari daerah sampai pusat, sesuai harapan Exco Pusat,” pungkasnya.

    Kongres Partai Buruh V diharapkan menjadi momentum penguatan perjuangan Hostum sekaligus konsolidasi nasional dalam memperjuangkan keadilan sosial, kesejahteraan buruh, dan kedaulatan rakyat Indonesia.

  • Transjakarta Masuk Usia 21 Tahun, Fokus Integrasi, Akuntabilitas, dan Sustainability

    Transjakarta Masuk Usia 21 Tahun, Fokus Integrasi, Akuntabilitas, dan Sustainability

    Jakarta — Angkutan umum bus perkotaan Transjakarta telah melayani warga Jakarta selama 21 tahun sejak 15 Januari 2004 dan terus berkembang menjadi tulang punggung mobilitas perkotaan. Memasuki usia layanan ke-22 tahun, Transjakarta kini mengoperasikan 232 rute, mencakup 14 koridor utama, layanan non-koridor, angkutan pengumpan, serta menjangkau berbagai wilayah Bodetabek.

    Hal tersebut mengemuka dalam Dialog Refleksi 21 Tahun Transjakarta yang diselenggarakan oleh Inisiatif Strategis Transportasi (INSTRAN) bersama MTI Wilayah Jakarta, KPBB, dan Suara Transjakarta, bertempat di Aula Pertemuan KPBB, Skyline Building Lantai 16, Jakarta Pusat, Senin (19/01/26).

    Direktur Utama PT Transjakarta, Welfizon Yuza, dalam kata sambutannya menegaskan bahwa refleksi perjalanan Transjakarta tidak hanya menjadi momentum melihat ke belakang, tetapi juga menjadi modal penting untuk melangkah ke depan.

    “Refleksi ini ada dua makna penting. Pertama, melihat kembali perjuangan dan keputusan politik di awal pendirian Transjakarta. Kedua, menjadi bekal untuk menjawab tantangan ke depan,” ujar Welfizon.

    Ia menyampaikan apresiasi kepada para perintis Transjakarta, termasuk Ir. Yos Ginting dan tim awal, yang telah meletakkan fondasi layanan bus perkotaan modern di Jakarta. Menurutnya, tantangan hari ini jauh lebih ringan dibandingkan perjuangan pada masa awal operasional.

    Dalam refleksi tersebut, Welfizon mencatat enam pekerjaan rumah (PR) yang disampaikan para pakar transportasi, yang sebagian telah masuk dalam program Transjakarta dan akan terus dipercepat implementasinya.

    Salah satu fokus utama Transjakarta ke depan adalah integrasi sistem transportasi.

    “Transjakarta harus menjadi integrator. Keunggulan moda bus adalah fleksibilitas—lebih cepat diimplementasikan dan relatif lebih terjangkau dibandingkan moda lain,” jelasnya.

    Welfizon juga menekankan pentingnya co-creation bersama masyarakat dan komunitas pengguna. Setiap bulan, Transjakarta menerima sekitar 25 ribu masukan publik, mulai dari pertanyaan, informasi, apresiasi, hingga keluhan, yang menjadi indikator kinerja utama dalam rapat direksi dan komisaris.

    Dari sisi jangkauan layanan, hingga 31 Desember 2025, jaringan Transjakarta telah mencakup 92,4 persen wilayah Jakarta, dengan standar jarak berjalan kaki sekitar 500 meter. Namun, tantangan masih besar pada tingkat pemanfaatan.

    “Mode share angkutan umum baru sekitar 22–25 persen. Artinya ada gap besar antara ketersediaan layanan dan jumlah pengguna. Ini PR kita bersama,” tegasnya.

    Untuk menjawab tantangan tersebut, Transjakarta mulai menguatkan komunikasi dan pemasaran layanan publik, dengan menonjolkan manfaat fungsional—lebih cepat, murah, dan terjangkau—serta manfaat emosional, seperti kontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan.

    Berdasarkan perhitungan bersama WRI Indonesia, setiap perjalanan yang beralih dari mobil pribadi ke Transjakarta mampu menurunkan emisi hingga 94 persen per orang per perjalanan.

    Menutup sambutannya, Welfizon menegaskan bahwa keberhasilan transformasi Transjakarta sangat bergantung pada akuntabilitas publik, kualitas layanan, serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

    “Yang terpenting bagi masyarakat adalah keselamatan, keamanan, dan pelayanan yang baik. Ini tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.

  • Bambang Susantono: Tantangan Terbesar Transjakarta Ada pada Integrasi Jabodetabek

    Bambang Susantono: Tantangan Terbesar Transjakarta Ada pada Integrasi Jabodetabek

    Jakarta — Angkutan umum bus perkotaan Transjakarta dinilai telah menjadi tulang punggung mobilitas warga Jakarta selama lebih dari dua dekade. Memasuki usia ke-22 tahun, tantangan utama Transjakarta ke depan bukan hanya memperluas jaringan, tetapi memastikan kualitas layanan yang benar-benar mendorong peralihan masyarakat dari kendaraan pribadi ke angkutan umum.

    Hal tersebut disampaikan Pakar Transportasi dan Perkotaan Prof. Ir. Bambang Susantono, M.C.P., M.S.C.E., Ph.D. dalam acara Dialog Refleksi 21 Tahun Transjakarta yang diselenggarakan oleh Inisiatif Strategis Transportasi (INSTRAN) bersama MTI Wilayah Jakarta, KPBB, dan Suara Transjakarta, di Aula Pertemuan KPBB, Skyline Building Lantai 16, Jakarta Pusat, Senin (19/01/26).

    Menurut Bambang, kunci keberhasilan sistem transportasi massal kelas dunia terletak pada integrasi menyeluruh, khususnya pada layanan first mile dan last mile.

    “Transportasi publik yang benar-benar efisien itu bukan hanya soal bus utama, tetapi bagaimana perjalanan dari rumah ke halte, dari halte ke tempat kerja, semuanya terintegrasi,” ujarnya.

    Ia mencontohkan kota-kota seperti Bogota yang berhasil membangun sistem Bus Rapid Transit (BRT) berkelas dunia dengan memastikan keterpaduan antarmoda serta kemudahan akses bagi pengguna.

    Lebih lanjut, Bambang menekankan lima pilar utama yang harus menjadi prioritas Transjakarta agar semakin diminati masyarakat. Pilar pertama adalah keselamatan dan keamanan, yang menurutnya menjadi alasan utama seseorang mau beralih ke angkutan umum.

    “Kita tidak ingin ada cerita pelecehan seksual atau gangguan keamanan lainnya. Itu harus nol. Kalau itu bisa dijamin, Transjakarta bisa menjadi bus kelas dunia,” tegasnya.

    Pilar kedua adalah keandalan layanan, yakni kepastian waktu kedatangan dan keberangkatan armada yang dapat dipantau secara real time. Dengan sistem yang andal, pengguna dapat merencanakan perjalanan secara presisi dan efisien.
    “Kalau kita tahu jam berapa bus datang, jam berapa sampai, orang bisa mengatur hidupnya,” jelas Bambang.

    Pilar ketiga menyangkut keterjangkauan tarif. Menurutnya, tarif yang terjangkau akan sangat mempengaruhi keputusan masyarakat dalam menggunakan angkutan umum, karena langsung berdampak pada biaya perjalanan sehari-hari. Pilar keempat dan kelima kemudian dilengkapi oleh kenyamanan layanan, yang hanya bisa dirasakan optimal jika empat pilar sebelumnya sudah terpenuhi.

    Dalam konteks evaluasi dan pengembangan layanan, Bambang juga menyoroti pentingnya pengelola Transjakarta untuk terus menyerap masukan publik. Di era media sosial, suara pengguna dinilai mudah dipantau dan diukur.

    “Sekarang pertanyaannya bukan ada atau tidaknya masukan, tapi apakah ditindaklanjuti atau tidak. Itu bisa dilihat dan dinilai publik,” katanya.

    Terkait integrasi lintas wilayah, Bambang menilai pekerjaan rumah terbesar justru berada di tingkat pemerintah daerah.
    “Integrasi Jakarta dengan wilayah penyangga seperti Bodetabek bukan hanya tugas Transjakarta, tapi tanggung jawab Pemprov Jakarta untuk membangun sistem transportasi terpadu—busway, subway, waterway, apa pun modanya—agar masyarakat tidak berjalan sendiri-sendiri,” tutupnya.

    Saat ini, Transjakarta telah mengoperasikan 232 rute, mencakup 14 koridor utama, layanan non-koridor, serta angkutan pengumpan yang menjangkau berbagai wilayah Jakarta hingga Bodetabek. Refleksi 21 tahun ini menjadi momentum penting untuk memperkuat arah kebijakan menuju sistem transportasi publik yang aman, terintegrasi, andal, dan berkelanjutan.

  • Dari Istiqlal, Prof. Muhammad Said Ajak Umat Jadikan Isra Mi’raj Refleksi Perbaikan Diri

    Dari Istiqlal, Prof. Muhammad Said Ajak Umat Jadikan Isra Mi’raj Refleksi Perbaikan Diri

    Jakarta – Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW dengan tema “Isra Mi’raj dan Harmoni Semesta” yang digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (17 Juni 2026), menjadi momentum refleksi mendalam tentang pentingnya peningkatan kualitas diri, harmoni sosial, dan etika dalam kehidupan modern.

    Acara akbar ini dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional dan ulama, di antaranya Da’i nasional Ustadz Das’ad Latif, Menteri Agama RI sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU Dr. (HC) Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si, serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI yang juga Ketua PP Muslimat NU Dra. Hj. Arifah Choiri Fauzi, M.Si.

    Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. Muhammad Said, M.Ag., akademisi dan Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, menyampaikan bahwa Isra Mi’raj bukan sekadar peristiwa sejarah besar dalam Islam, melainkan sumber nilai moral yang relevan untuk menjawab tantangan kehidupan beragama dan bermasyarakat saat ini.

    “Pesan utama dari Isra Mi’raj adalah bagaimana peristiwa ini bisa menjadi pelajaran berharga untuk memperbaiki kualitas diri kita, khususnya dalam konteks keagamaan, yang berdampak langsung pada kehidupan sosial, kemasyarakatan, dan kebangsaan yang harmonis,” ujar Prof. Said.

    Ia menyoroti pesan-pesan moral yang disampaikan Imam Besar Masjid Istiqlal, khususnya ajakan agar umat Islam menjadikan momen keagamaan sebagai sarana refleksi dan perbaikan diri, bukan hanya secara personal, tetapi juga dalam relasi sosial di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

    Prof. Said juga mengulas tausiyah Ustadz Das’ad Latif yang menekankan pentingnya berbagi dan bersedekah. Menurutnya, kisah “menanam lalu menuai lebih banyak” menjadi simbol bahwa kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas akan menghasilkan manfaat yang jauh lebih besar bagi kehidupan.

    “Islam mengajarkan nilai yang sangat aplikatif. Berbagi, membantu sesama, dan memberi dampak positif adalah bentuk nyata dari pengamalan agama,” jelasnya..

    Lebih lanjut, Prof. Said mengingatkan fenomena yang digambarkan dalam perjalanan Isra Mi’raj, tentang orang-orang yang menyiksa diri sendiri sebagai simbol perilaku umat yang gemar membuka aib orang lain. Ia menilai pesan ini sangat relevan di era media sosial, di mana penyebaran informasi pribadi dan ujaran negatif semakin mudah dilakukan.

    “Sekarang orang sangat mudah menceritakan aib orang lain lewat media sosial seperti Facebook dan Instagram. Padahal itu bertentangan dengan nilai-nilai Islam dan berdampak buruk bagi kehidupan sosial,” tegasnya.

    Secara khusus, Prof. Muhammad Said menaruh perhatian besar pada generasi muda dan kalangan mahasiswa. Ia menekankan pentingnya pembekalan pemahaman keagamaan yang kuat sekaligus aplikatif, agar generasi Z mampu menjaga marwah Islam di tengah derasnya arus digital.

    “Mahasiswa harus dibekali bukan hanya pemahaman agama, tetapi juga bagaimana mengimplementasikannya dalam kehidupan nyata. Islam itu harus hadir dalam tindakan: berbagi, menolong, dan menjaga etika, termasuk dalam bermedia sosial,” ujarnya.

    Ia berharap, melalui nilai-nilai yang dipetik dari Isra Mi’raj, generasi muda dapat membangun kepribadian yang kuat, bijak memanfaatkan teknologi, serta berkontribusi dalam menciptakan kehidupan berbangsa dan bernegara yang damai, aman, dan sejahtera.

  • Mostbet AZ Cashback Nə Vaxt Hesablanır: Common Myths Debunked

    Mostbet AZ Cashback Nə Vaxt Hesablanır: Common Myths Debunked

    Mostbet AZ istifadəçiləri üçün cashback proqramları, oyunçuların qazancını artırmağın bir yolu kimi təqdim olunur. Lakin, “Mostbet AZ cashback nə vaxt hesablanır?” sualına cavab vermək üçün bir çox yanlış anlamalar var. Bu məqalədə, cashback hesablanması ilə bağlı geniş yayılmış mifləri qıraraq, bu prosesi daha aydın başa salacağıq. Əlavə olaraq, müştəri məmnuniyyətini artırmaq üçün cashback proqramının necə işlədiyini də təsvir edəcəyik. İndi isə mifi xatırladan bir neçə elementə nəzər salaq.

    Cashback Proqramı Necə İşləyir?

    Mostbet AZ cashback proqramı, istifadəçilərin müəyyən müddət ərzində etdikləri itkilərin bir hissəsini geri almaq imkanıdır. Bu sistem, oyunçuların şanssızlıq yaşadıqları zaman mükafatlandırılmasını təmin edir və onları daha aktiv olmağa təşviq edir. Cashback ilə bağlı əsas məqamlar aşağıdakı kimidir:

    1. Cashback, müəyyən bir dövr (həftə, ay) ərzində toplayaraq hesablanır.
    2. İstifadəçi, cashback proqramında aktiv iştirak etsə, itkilərinin bir faizini geri alır.
    3. Cashback məbləği, hesabın balansına avtomatik olaraq köçürülür.
    4. Proqram iştirakçıları asanlıqla cashback hesablama qaydasını öyrənə bilərlər.
    5. Cashback məbləği, istifadəçinin oyun xarakterinə və itkilərinə asılıdır.

    Common Myths About Cashback

    Cashback proqramıyla bağlı bir çox yayılmış miflər var ki, bunlar oyunçuları çaşdıra bilər. Bu miflərin bəziləri aşağıdakılardır:

    • Cashback yalnız yeni oyunçulara verilir: Cashback proqramı yalnız yeni oyunçular üçün deyil, uzun müddət oyun oynayan istifadəçilərə də aiddir.
    • Hər kəs cashback ala bilmir: Əslində, cashback proqramına daxil olan bütün istifadəçilər, öz bonuslarını qazana bilər.
    • Cashback məbləği sabitdir: Cashback, istifadəçinin oyun fəaliyyətinə bağlı olaraq dəyişir.
    • Cashback yalnız itki zamanında verilir: Cashback, həm də oyunçunun əldə etdiyi itkilərin öhdəsindən gələ bilmək üçün hazırlanmışdır.
    • Cashbackın alqoritmi gizlidir: Mostbet, cashback hesablanma metodunu açıq şəkildə istifadəçilərə təqdim edir.

    Cashback Hesablamasının Addımları

    Mostbet AZ cashback hesablanması sadə addımlarla həyata keçirilir. Bu addımlarla tanış olduqda, cashback proqramının necə çalışdığını anlamaq daha asan olacaq. Cashback hesablamaq üçün əsas addımlar aşağıdakılardır:

    1. Oyun fəaliyyətinin izlənməsi: İstifadəçi, müəyyən bir dövr içində oynadığı oyunları və etmələri qiymətləndirir.
    2. İtki məbləğinin hesablanması: Oyunçunun daxil olduğu itkilərin toplamı müəyyən edilir.
    3. Cashback faizinin tətbiqi: Hesablanmış itkiyə müəyyən bir faiz oranı tətbiq edilir.
    4. Hesab balansına köçürmə: Hesablanan cashback məbləği dərhal istifadəçinin balansına köçürülür.

    Niyə Cashback Proqramı Məqsədli Oyunçular Üçün Uyğundur?

    Cashback proqramı, oyunçular üçün bir çox üstünlük təqdim edir. Bu üstünlüklər aşağıdakılardır:

    • Maliyyə mükafatı: İtkilərin müəyyən hissəsi geri alınır, bu da istifadəçini daha az itkilə qənaət etməyə imkan verir.
    • Oyunçunun həvəsi: Cashback, müştəri məmnuniyyətini artırır və daha çox oyun oynamaları üçün motivasiya yaradır.
    • Rahatlıq: Cashback müddətləri və alqoritm sadədir, istifadəçilərə əlavə stress yaşatmır.
    • İdarəetmə imkanı: Oyunçular, cashback prosedurunu asanlıqla idarə edə bilərlər.
    • Cibdə qənaət: Cashback proqramı, müştərilərə daha çox sərmayə qoymağa dəstəkləyir.

    Conclusion

    Mostbet AZ cashback proqramı, oyunçuların itkilərini azaltmaq və oyun təcrübəsini artırmaq üçün əhəmiyyətli bir alətdir. Cashback hesablanması əlçatandır və müştərilərin gözləntilərinə uyğun olaraq işləyir. Yayğın miflərin yıxılması, oyunçulara daha aydın bir perspektiv təqdim edir. İstifadəçilər bu proqramdan yararlanaraq maliyyələrini daha yaxşı idarə edə bilərlər. Cashback proqramının müntəzəm istifadəsi, oyunçulara daha yaxşı bir oyun təcrübəsi təqdim edir Mostbet.

    Tez-tez Verilən Suallar (FAQ)

    1. Cashback proqramına necə qoşula bilərəm?

    Cashback proqramına avtomatik olaraq qoşulursunuz, yalnız Mostbet AZ-də qeydiyyatdan keçmək kifayətdir.

    2. Cashback nə qədər tez hesablanır?

    Cashback hesablanması, oyunçunun fəaliyyətindən asılı olaraq bir neçə gün ərzində baş verə bilər.

    3. Cashback məbləğini haradan görə bilərəm?

    Cashback məbləğini Mostbet AZ hesabınıza giriş edərkən “Bonuslar” bölməsindən izləyə bilərsiniz.

    4. Cashback xarici oyunlarda da tətbiq olunurmu?

    Bəli, cashback bütün oyunlar üçün keçərlidir, lakin müəyyən şərtlər mövcud ola bilər.

    5. Cashback və bonuslar eyni midir?

    Xeyr, cashback itkilərin geri qaytarılmasıdır, bonuslar isə depozit və ya qeydiyyatla bağlı olan əlavə mükafatlardır.

  • Sally Giovanny Ajak Pemerintah Jadi Support System Kreativitas Anak Muda

    Sally Giovanny Ajak Pemerintah Jadi Support System Kreativitas Anak Muda

    Jakarta, 15 Juni 2026 — Owner Batik Trusmi, Sally Giovanny, menegaskan pentingnya kolaborasi antara entrepreneurship dan filantropi sebagai motor penggerak pemberdayaan generasi muda dalam acara Indonesia Humanitarian Summit: Empowerment to The Next Level yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa bekerja sama dengan Nusantara TV, bertempat di Nusantara TV Tower, Jakarta, Senin (15/6).

    Dalam sesi diskusi, Sally menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas kesempatan menjadi narasumber dalam forum kemanusiaan yang dinilainya sangat bermanfaat dan relevan dengan tantangan masa kini.

    “Hari ini saya sangat bersyukur bisa berbagi di acara yang luar biasa. Kita berdiskusi tentang bagaimana hubungan erat antara entrepreneurship dan filantropi, serta bagaimana keduanya bisa berjalan beriringan untuk menciptakan dampak yang luas,” ujar Sally Giovanny.

    Sally menekankan bahwa filantropi tidak semata-mata soal donasi atau uang, melainkan tentang dedikasi, ide, waktu, dan pikiran. Menurutnya, anak muda memiliki potensi besar, kreativitas tinggi, dan gagasan segar yang perlu didorong untuk berani mengambil peran sejak dini.

    “Banyak anak muda sebenarnya punya kreativitas luar biasa, tapi sering kali kurang percaya diri dan merasa tidak punya apa-apa. Padahal filantropi itu bukan hanya soal uang, tapi soal kontribusi apa pun yang bisa kita lakukan. Intinya, jangan menunda kebaikan—ambil aksi sekarang,” tegasnya.

    Sally juga berharap pemerintah dapat berperan lebih sebagai support system bagi generasi muda dengan mempermudah akses, memfasilitasi ide-ide kreatif, serta mendukung kegiatan positif agar berjalan tepat sasaran dan berdampak luas bagi masyarakat. Ia menilai, visi Indonesia Emas hanya dapat terwujud jika anak muda diberi ruang untuk tumbuh dan berkontribusi secara nyata.

    Tak hanya itu, dalam kesempatan tersebut Sally turut memaparkan komitmen Batik Trusmi dalam pelestarian budaya melalui rencana pendirian Batik University. Program ini bertujuan mencetak regenerasi pembatik dan pengrajin batik agar warisan budaya bangsa tidak terputus.

    “Bisnis batik bukan hanya soal profit, tapi tentang pemberdayaan masyarakat dan tanggung jawab melestarikan budaya. Kami ingin batik diminati generasi muda, sehingga regenerasi pengrajin terjaga dan budaya kita tidak hilang,” ungkapnya.

    Melalui forum ini, Sally Giovanny berharap semakin banyak anak muda yang tergerak untuk berkolaborasi dalam bidang kewirausahaan dan filantropi demi menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan bagi Indonesia.