Penulis: Ika Febriyanti A.

  • Ribuan Peserta Meriahkan Gerak Jalan HUT RI dan Kabupaten Bekasi, Bupati Tambah Hadiah Khusus

    Ribuan Peserta Meriahkan Gerak Jalan HUT RI dan Kabupaten Bekasi, Bupati Tambah Hadiah Khusus

    PALAPANEWS.ASIA, BEKASI –

    Ribuan peserta memadati Komplek Pemerintah Kabupaten Bekasi di Cikarang Pusat dalam rangka memeriahkan acara gerak jalan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia dan HUT ke-75 Kabupaten Bekasi, Rabu (13/8/2025). Kegiatan ini dibuka langsung oleh Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang.

    Dalam sambutannya, Bupati Ade menyampaikan harapannya agar kegiatan ini menjadi motivasi bagi seluruh pegawai pemerintah daerah untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

    “Semoga kegiatan ini tidak hanya memeriahkan hari ulang tahun Kabupaten Bekasi, tetapi juga menjadi motivasi bagi kita untuk melayani masyarakat lebih baik lagi,” ujar Ade Kuswara Kunang.

    Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Bekasi Iman Nugraha mencatat lonjakan signifikan jumlah peserta dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun ini, jumlah regu mencapai 170, meningkat dua kali lipat dari 80 regu pada 2024. Dengan rata-rata 11 orang per regu, total peserta diperkirakan hampir 2.000 orang.

    Panitia menyediakan hadiah uang tunai untuk para pemenang, dengan rincian Juara 1 sebesar Rp 4,8 juta, Juara 2 Rp 4 juta, Juara 3 Rp 3,6 juta, serta Juara Harapan 1 hingga 6 masing-masing sebesar Rp 2,6 juta.

    Selain hadiah dari panitia, Bupati Bekasi turut memberikan hadiah tambahan dari dana pribadi, yakni Rp 5 juta untuk Juara 1, Rp 3 juta untuk Juara 2, dan Rp 2 juta untuk Juara 3.

    Bupati Ade juga mengimbau para peserta untuk menjaga kesehatan selama kegiatan berlangsung. “Sehat, ayo laksanakan. Semoga Kabupaten Bekasi bangkit, maju, dan sejahtera,” pungkasnya.

  • BPBD Sebut Empat Titik Lokasi Masih Tergenang Air di Kota Bekasi

    BPBD Sebut Empat Titik Lokasi Masih Tergenang Air di Kota Bekasi

    PALAPANEWS.ASIA, BEKASI, JAWA BARAT –

    Hujan dengan intensitas tinggi melanda Kota Bekasi sejak Minggu sore (6/7/2025) hingga malam mengakibatkan wilayah di tergenang air.

    BPBD Kota Bekasi menyebut sejumlah titik lokasi masih tergenang air dengan ketinggian bervariasi. Wilayah yang masih terdampak meliputi Gang Mawar dan Kampung Lengkak di Bekasi Timur, Kampung Lebak di Bekasi Utara, serta RW 07, 08, dan 09 Kelurahan Margamulya, Bekasi Utara.

    “Ketinggian air bervariasi antara 50 hingga 100 cm. Di Kampung Lebak, sebanyak 20 kepala keluarga (KK) dari RT 01 RW 03 masih mengungsi karena rumah mereka belum layak huni,” kata Kepala BPBD Kota Bekasi, Priadi Santoso,, Selasa (8/7/2025).

    Sebelumnya, tiga lokasi lain yang sempat tergenang pada Senin (7/7/2025) adalah Perumahan Bumi Nasio (70 cm), Kompleks Dosen IKIP (65 cm), dan Wilayah Duta Kranji (30 cm).

    Priadi menegaskan bahwa tim BPBD masih berjaga di lapangan untuk memantau kondisi dan membantu evakuasi.

    “Kami telah mengerahkan pompa portabel untuk mempercepat pengeringan air di permukiman warga,” ujarnya.

  • Disperkimtan Percepat Pembangunan Rumah Gotong Royong, SPALD-S dan PJUL

    Disperkimtan Percepat Pembangunan Rumah Gotong Royong, SPALD-S dan PJUL

    KAB. BEKASI (PALAPANEWS.ASIA) –

    Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Bekasi pada tahun 2025 menyalurkan Rumah Gotong Royong sebanyak 1.670 unit, dan pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S) sejumlah 1.652 unit, serta 1.246 Penerangan Jalan Umum Lingkungan (PJUL) yang tersebar di masing-masing kecamatan Se-Kabupaten Bekasi.

    Upaya ini sebagai komitmen Pemkab Bekasi dalam percapatan pembangunan daerah melalui program yang menyentuh terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan penyediaan hunian layak dan perbaikan sanitasi lingkungan. Program ini menjadi bagian dari realisasi 100 hari kerja kepemimpinan Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang dan Wakil Bupati Asep Surya Atmaja.

    “Program ini menjadi bagian dari 100 hari kerja pak Bupati Bekasi agar masyarakat khususnya bagi warga tidak mampu bisa memiliki rumah layak hal ini sesuai asta cita Presiden RI, dan tagline Kabupaten Bekasi Bangkit Maju Sejahtera sementara program Rutilahu bertransformasi menjadi Rumah Gotong Royong,” ujar Kadis Perkimtan pada Senin (02/06/2025).

    Kepala (Disperkimtan) Kabupaten Bekasi Nur Chaidir mengatakan, pihaknya menyalurkan program rumah gotong royong sebanyak 1.670 unit rumah dari kondisi yang sebelumnya memprihatinkan diperbaiki menjadi hunian layak. Program tersebut menyentuh berdasarkan kriteria warga beridentitas Kabupaten Bekasi kemudian memiliki alas hak atas tanah tidak berdiri di tanah negara atau irigasi maupun tanah kas desa (TKD).

    “Penerima rumah gotong royong tersebar di 18 kecamatan bagi masyarakat kurang mampu atau miskin ekstrim sebagai persyaratan utama, program ini diusulkan melalui Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) di tingkat desa/kelurahan,” katanya.

    Dia menjelaskan, jumlah penerima manfaat program rumah gotong royong setiap tahunnya akan disesuaikan dengan kondisi kemampuan anggaran Pemerintah Kabupaten Bekasi. Selain dari APBD Kabupaten, bedah Rutilahu juga bersumber dari anggran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Barat yang pelaksananya dimulai pertengahan tahun.

    “Tahun 2024 kemarin jumlahnya 1.600 unit dan pada tahun 2025 ini 1.670 unit jadi setiap tahun kita menyesuaikan anggaran, sementara program rutilahu dari Provinsi Jabar kegiatannya masih menghimpun data-data. Dengan Rumah Gotong Royong masyarakat tinggal tidak was-was bocor atau takut roboh dan lainnya,” kata Nur Chaidir.

    Selain rumah gotong royong, dalam program 100 hari kerja Bupati Bekasi juga terdapat pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat untuk menciptakan lingkungan bersih dan sehat serta menekan angka stunting. Pembiayaan kegiatan SPALD-S bersumber dari APBD Kabupaten Bekasi dan Dana Alokasi Khusus (DAK) pemerintah pusat agar setiap rumah memiliki sanitasi berbasis masyarakat.

    “SPALD-S ada dua sumber dana melalui APBD Kabupaten Bekasi sejumlah 765 unit dan dari (DAK) APBN 887 unit jadi total 1.652, kita mendorong masing-masing rumah memiliki sanitasi, SPALD-S tahun ini 10 kecamatan dari APBD dan empat kecamatan (DAK), dalam rangka penurunan angka stunting dengan menciptakan lingkungan rumah yang bersih,” tambahnya.

    Nur Chaidir menerangkan, realisasi program (SPALD-S) sebagai komitmen pemerintah daerah untuk mencegah perilaku buang air besar sembarangan (BABS), pihaknya juga berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Bekasi dalam melakukan survei serta intervensi.

    “Program ini sebagai salah satu untuk mengurangi dan menurunkan angka stunting dengan pembuatan sanitasi yang baik bersih menjadi bagian dari kesehatan dan kebersihan, kami mendapatkan data dari dinas kesehatan melalui fasiltator dilapangan dan dinas DPPKB selama masyarakat masih ada BABS sembarangan terus program ini terus berlanjut,” Terangnya.

    Nur Chaidir menambahkan, pihaknya melalui Bidang Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum (PSU) pada tahun 2025 merealisasikan sebanyak 1.246 titik Penerangan Jalan Umum Lingkungan (PJUL), baik kawasan permukiman perumahan dan perkampungan, pemasangan lampu jalan untuk mendukung aktifitas maupun mobilitas masyarakat saat malam hari demi mencegah tindakan kejahatan.

    “Penerangan jalan ada dua kewenangan pertama jalan kabupaten dan provinsi termasuk jalan negara itu Dinas Perhubungan. Sementara untuk jalan lingkungan ada di Disperkimtan, kami hanya di lingkungan permukiman dan perumahan tahun 2025 ini kita membangun PJUL 1.246 titik penerangan jalan umum lingkungan,” ungkapnya.

    Menurutnya, Disperkimtan akan menampung aspirasi dan aduan masyarakat terkait penerangan jalan serta memonitoring melalui Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional-Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (SP4N-LAPOR). Dengan bertambahnya jumlah (PJUL) diberbagai wilayah perdesaan diharapkan kedepan perputaran ekonomi masyarakat juga terus meningkat.

    “Mudah-mudahan program pembangunan ini berjalan lancar sesuai harapan kita, rumah gotong royong progresnya hingga bulan Mei mencapai 50 persen, SPALD-S masih berlangsung pelaksanaanya termasuk drainase dan PJUL,” tandasnya.

  • DLH Bekasi Verifikasi 37 Calon Sekolah Adiwiyata 2025

    DLH Bekasi Verifikasi 37 Calon Sekolah Adiwiyata 2025

    PALAPANEWS.ASIA, KAB. BEKASI –

    Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi bersama Tim Penilai Calon Sekolah Adiwiyata Kabupaten (CSAK) mulai melakukan verifikasi lapangan terhadap 37 sekolah yang mengikuti program CSAK tahun 2025.

    Ketua Tim Bidang Penataan dan Penegakan Hukum DLH Kabupaten Bekasi, Wowo Fadillah, menjelaskan bahwa seluruh sekolah peserta telah mengirimkan persyaratan administrasi secara daring melalui akun Google Drive masing-masing sekolah.

    “Bagi sekolah yang berhasil melaksanakan gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS), dibuktikan dengan capaian nilai minimal 70 persen, maka akan ditetapkan sebagai Sekolah Adiwiyata Kabupaten,” ujar Wowo di Kantor DLH, Kompleks Pemkab Bekasi, Rabu (14/5/2025).

    Ia berharap program ini dapat mendorong kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, Bappeda, serta mitra perusahaan seperti HPAI, dalam mewujudkan sekolah yang berbudaya lingkungan.

    “Aspeknya mencakup perubahan perilaku dan lingkungan sekolah yang lebih asri serta dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lainnya. Karena ini merupakan bentuk penghargaan dari pemerintah bagi sekolah yang berhasil melaksanakan PBLHS,” tambahnya.

    Lebih lanjut, Wowo menyebutkan bahwa sekolah yang mengikuti program ini harus memenuhi enam aspek spesifik, yaitu konservasi air, sanitasi bersih, konservasi energi, pengelolaan sampah dengan sistem 3R (Reduce, Reuse, Recycle), penanaman dan pemeliharaan pohon, serta inovasi lingkungan.

    Dari total 37 sekolah peserta CSAK 2025, sebanyak 11 sekolah merupakan jenjang sekolah dasar, 13 sekolah menengah pertama, dan 8 sekolah menengah atas.

    Program ini diharapkan dapat membentuk karakter peserta didik yang peduli terhadap lingkungan serta memperkuat budaya bersih dan sehat di lingkungan pendidikan Kabupaten Bekasi.