Penulis: Erfan

  • Kodim 0502/Jakarta Utara Peringati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H, Perkuat Iman dan Doa Bersama

    Kodim 0502/Jakarta Utara Peringati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H, Perkuat Iman dan Doa Bersama

    Jakarta Utara — Kodim 0502/Jakarta Utara menggelar kegiatan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan doa bersama, bertempat di Kantor Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Kelurahan Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok, Rabu (21/1/2026).

    Kegiatan keagamaan tersebut diikuti sekitar 100 peserta dan dilaksanakan sebagai bentuk pembinaan mental rohani prajurit serta mempererat silaturahmi antara TNI dan unsur masyarakat. Acara berlangsung khidmat dengan rangkaian pembacaan doa, sambutan, tausiyah, hingga penutup.

    Dandim 0502/Jakarta Utara Kolonel Inf H. Dony Gredinand, S.H., M.Tr.Han., M.I.Pol., yang berhalangan hadir karena tugas kedinasan, diwakili oleh Pabung Kodim 0502/JU Mayor Czi Yuhana. Dalam sambutannya, disampaikan bahwa peringatan Isra Mi’raj merupakan momentum penting untuk merefleksikan perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW sekaligus memperkuat keimanan dan ketakwaan prajurit dalam menjalankan tugas pengabdian.

    Tausiyah disampaikan oleh Ketua Umum Badan Pembina Khutbah Jakarta, KH. Achmad Zaelani AB, yang mengulas makna Isra Mi’raj sebagai salah satu mukjizat terbesar Rasulullah SAW dan asal mula perintah salat lima waktu. Ia menekankan pentingnya meningkatkan kualitas ibadah, akhlak, serta kekuatan iman dalam kehidupan sehari-hari.

    Selain sebagai sarana pembinaan rohani, kegiatan ini juga menjadi doa bersama untuk kelancaran dan keselamatan prajurit Kodim 0502/Jakarta Utara dan jajaran Kodam Jaya/Jayakarta dalam melaksanakan tugas di mana pun berada.

  • Polres Sukabumi Kota Jadi Termohon Prapradilan – Advokat DRH & Partners Kawal Proses Sidang Jawaban dan Replik

    Polres Sukabumi Kota Jadi Termohon Prapradilan – Advokat DRH & Partners Kawal Proses Sidang Jawaban dan Replik

    Sukabumi, 20 Januari 2026 : Sidang perkara pengujian sah tidaknya penghentian Penyidikan dengan alasan tidak cukup bukti di gelar di Pengadilan Negeri sukabumi, teregister dengan nomor perkara no.5/Pid.Pra/2025/PN.Skb.

    Pemohon diwakili kuasa hukumnya dari DRH & Partners tampak hadir Dasep Rahman Hakim,SH ,MH., Ikram Tumiwang, SH. Fedrick Hendrik kandai,SH. beserta Advokat Advokat muda lainnya, terlihat juga pentolan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Angga Prawira SH. Ketua LBH Sukabumi Officium Nobile Nurhikmat, SH. dan kawan kawan, sedangkan termohon Prapradilan adalah Penyidik dari Kepolisian Resort sukabumi Kota.

    Dasep yang dihubungi media melalui saluran seluler menjelaskan “betul kami sebagai kuasa pemohon prapradilan, pengujian sah dan tidaknya penghentian penyidikan oleh Polres Sukabumi Kota dengan alasan tidak cukup bukti.

    Lebih lanjut dasep menyampaikan kedudukan Klien Kami adalah korban dugaan tindak pidana pemalsuan sekarang posisi pemohon prapradilan, awalmula pada tgl 15 mei 2025 klien kami melaporkan dugaan tindak pidana ke kepolisian resort Sukabumi kota, pada tahap penyelidikan telah dilakukan gelar perkara dan telah dinaikan setatusnya ke penyidikan, desember 2025 penyidik Kepolisian Resort sukabumi kota menginformasikan kepada kami bahwa perkara tersebut dihentikan dengan alasan tidak cukup bukti.

    Ada keanehan bagi kami tiba tiba penyidikan dihentikan dengan alasan tidak cukup bukti, padahal sebelumnya telah jelas penyidik menginformasikan kekita bahwa telah ditemukan bukti permulaan yang cukup. Oleh karenanya kami uji penghentian penyedikan ini lewat Prapradilan.

    Dengan berlakunya KUHAP baru dan KUHPnasional serta UU No.1 Tahun 2026 sebagai tolak ukur Objek Prapradilan yang diperluas. Kita uji apakah dihentikan alasan tidak cukup bukti sudah sesuai dengan ketentuan KUHAP baru thn 2025 serta dan apakah telah sesuai dengan azas due process of law.

    “Hari ini agenda sidang jawaban dari termohon, lanjut Replik dan duplik,”ungkap Dasep.

  • Kodim 0502/Jakarta Utara Gelar Pelatihan Pengoperasionalan LCR Bersama BPBD DKI Jakarta

    Kodim 0502/Jakarta Utara Gelar Pelatihan Pengoperasionalan LCR Bersama BPBD DKI Jakarta

    Jakarta Utara — Kodim 0502/Jakarta Utara menggelar Pelatihan Pengoperasionalan Landing Craft Rubber (LCR) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Tahun 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Danau Sunter II, Kelurahan Sunter Jaya, Kecamatan Tanjung Priok, Selasa (20/1/2026).

    Pelatihan ini diikuti sekitar 60 personel di bawah perintah langsung oleh Dandim 0502/Jakarta Utara, Kolonel Inf H. Dony Gredinand, S.H., M.Tr.Han., M.I.Pol. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasdim 0502/JU, para Danramil jajaran, unsur BPBD DKI Jakarta, serta para perwira staf Kodim 0502/Jakarta Utara.

    Adapun materi pelatihan yang diberikan meliputi metode pertolongan RTRGT (Reach, Throw, Row, Go, Tow), bongkar pasang LCR, teknik mendayung, serta pengenalan dan pengoperasian motor tempel (mopel). Seluruh materi disampaikan secara teori dan praktik guna meningkatkan pemahaman serta keterampilan personel di lapangan.

    Pelatihan dilaksanakan secara bertahap, diawali dengan apel pengecekan, briefing materi, praktik langsung di perairan danau, hingga apel evaluasi. Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan aman, tertib, dan kondusif dengan tetap mengedepankan faktor keselamatan.

    Melalui pelatihan ini, diharapkan seluruh personel memiliki keterampilan yang mumpuni dalam pengoperasian LCR sehingga dapat bertindak cepat, tepat, dan profesional saat dibutuhkan dalam operasi kemanusiaan maupun penanggulangan bencana.

  • SMAN 53 Jakarta Timur Kolaborasi dengan GPIB Salurkan Bantuan untuk Pelajar Terdampak Banjir Bandang di Aceh

    SMAN 53 Jakarta Timur Kolaborasi dengan GPIB Salurkan Bantuan untuk Pelajar Terdampak Banjir Bandang di Aceh

    JAKARTA TIMUR, 19 Januari 2026 – SMAN 53 Jakarta Timur bekerja sama dengan Komite Sekolah dan Organisasi Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) menyelenggarakan penyerahan donasi bantuan bagi pelajar terdampak musibah banjir bandang di Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatra Barat. Acara berlangsung di Ruang Kepala Sekolah SMAN 53 Jakarta, Jl. Cipinang Jaya II, Cipinang Besar Selatan, Kecamatan Jatinegara.

    Bantuan berupa perlengkapan sekolah seperti seragam, alat tulis, dan sepatu dikumpulkan dari donasi Kepala Sekolah, Manajemen Sekolah, Dewan Guru, Komite Sekolah, orang tua murid, OSIS, MPK, Tenaga pendidik dan para siswa yang peduli terhadap kondisi korban bencana.

    Dra. Herawati Sihombing, Kepala Sekolah SMAN 53 Jakarta, menyampaikan bahwa seluruh komponen sekolah memiliki kepedulian tinggi dan mempercayakan penyaluran bantuan kepada GPIB. “Kami ucapkan terima kasih kepada GPIB yang akan menyalurkan apa yang telah diberikan oleh tim SMA Negeri 53,” ujarnya.

    Ir. Agung Karang, Ketua Umum DPP GPIB sekaligus Ketua Komite Sekolah SMAN 53 Jakarta, menjelaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo untuk berempati dan gotong-royong menolong korban bencana. “Untuk pertama kalinya GPIB menerima sumbangan ini, yang akan dialirkan terlebih dahulu ke pelajar SD di Aceh, karena SMP dan SMA jarang ditemui di daerah terdampak,” katanya.

    Mohammad Amiin, Ketua DPC GPIB Jakarta Timur, menambahkan bahwa kolaborasi ini diharapkan dapat berkelanjutan dan mengacu pada Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 Pasal 10 tentang penggalangan dana donasi. GPIB juga telah mendirikan posko di Jakarta Timur untuk menangani bantuan ini.

    Miftahur Rahman, S.Pd, M.Si, Ketua Satgas Peduli GPIB, menyatakan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari program “Pelajar Perduli Sesama Roadshow to School” yang fokus pada pelajar sebagai masa depan bangsa. “Untuk periode pertama akan disalurkan ke Aceh, namun tidak menutup kemungkinan juga akan diberikan kepada korban di Padang dan Sumatera Utara,” jelasnya.

    Hadir pada saat itu wakil kepala Sekolah bidang kesiswaan Bpk Dolly, S.Pd, Bidang Kurikulum ibu Retno S.Pd, Bidang Sarana Prasarana Bpk Yosep, S.Pd dan kepala Tata Usaha ibu Muzenah Fadhilah serta dari GPIB Tina Permatasari, Rini, Icha Rika Rachmawati ,SE
    Dicky, Purwadi, S Erfan Nur Ali dan Titik Suparti.

    Acara diakhiri dengan sesi foto bersama.

  • Permendikbudristek No. 46/2023 Jadi Fokus Roadshow Anti-Bullying GPIB di SMPN 167

    Permendikbudristek No. 46/2023 Jadi Fokus Roadshow Anti-Bullying GPIB di SMPN 167

    JAKARTA TIMUR, RABU (14/01/2026) – Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) menggelar roadshow penyuluhan Anti-Bullying dan Pencegahan Kekerasan di Sekolah (PABK) di SMPN 167 Jakarta Timur, berlokasi di Komp. PTB, Kecamatan Duren Sawit. Kegiatan ini bertujuan mengedukasi siswa kelas VII-VIII serta perwakilan OSIS dan MPK tentang pencegahan dan penanganan kekerasan berdasarkan Permendikbudristek No. 46 Tahun 2023.

    Acara dihadiri oleh Kasatlak Pendidikan Kecamatan Duren Sawit Ibu Farida Farhah, S.Psi (mewakili Kasudin Wilayah 1 Jakarta Timur), Kepala Sekolah SMPN 167 Tumeri, S.Pd, M.T, Ketua Umum DPP GPIB Ir. Agung Karang, serta narasumber Dandy Chaprianto H. SH.MH (Ketua DPW GPIB DKI Jakarta), Ketua Komite Sekolah SMPN 167 Jakarta Timur Arief R, Juga hadir pengurus GPIB dari DPP dan DPW DKI Jakarta, serta pengurus Komite Sekolah SMPN 167.

    Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa Permendikbudristek No. 46 Tahun 2023 menggantikan Permendikbud No. 82 Tahun 2015, yang bertujuan menciptakan lingkungan belajar aman dan bebas kekerasan. Peraturan tersebut mencakup pencegahan, penanganan, dan pemulihan bagi seluruh warga sekolah, serta mendefinisikan berbagai bentuk kekerasan seperti fisik, psikis, seksual, perundungan, diskriminasi, dan intoleransi beserta langkah penanganannya.

    Roadshow ini bertujuan meningkatkan kesadaran tentang kekerasan di sekolah, membangun lingkungan inklusif, memperkuat Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK), menyosialisasikan mekanisme pelaporan, memberdayakan siswa sebagai agen perubahan, menjamin perlindungan hukum, serta memberikan dukungan bagi korban.

    Pada sesi tanya jawab, siswa seperti Shasa Angelica (Kelas VIII G) dan Catur Pamungkas (Kelas VIII B) mengajukan pertanyaan tentang hubungan introversi dengan bullying serta cara menangani isu tersebut di Indonesia.

    Untuk mengantisipasi bullying, SMPN 167 telah menyediakan barcode pengaduan di setiap meja atau kursi kelas. Barcode tersebut tidak hanya berisi formulir pengaduan, tetapi juga memungkinkan siswa untuk melaporkan kondisi suasana hati mereka dengan pilihan jawaban yang akan langsung terkirim ke guru BK jika ada indikasi masalah.

    “Alhamdulillah, hari ini SMP 167 dapat tamu luar biasa yang selaras dengan tujuan pendidikan kita. Gerakan ini menyampaikan informasi tentang bullying secara langsung kepada anak-anak yang bersangkutan,” ujar Kepala Sekolah Tumeri, S.Pd, M.T.

    Dia menambahkan bahwa sekolah berkomitmen untuk lebih tanggap terhadap permasalahan kekerasan di sekolah. Melalui barcode pengaduan, pihak sekolah berusaha menjemput masalah siswa sebelum menjadi lebih serius, dengan harapan tingkat kenakalan anak dapat menurun dan siswa merasa aman belajar.

    Sementara itu, Ir. Agung Karang menjelaskan bahwa program roadshow ini akan digelar di seluruh Jakarta dan diharapkan dapat berkembang ke daerah lain. “Tujuannya untuk menciptakan suasana sekolah yang aman, bersih, dan nyaman serta mengurangi dampak bullying maupun kekerasan yang sering terlihat di media sosial,” ucapnya.

    Ia juga menyampaikan bahwa GPIB adalah wadah pemerhati pendidikan yang terdiri dari berbagai kalangan profesional dan menaungi lebih dari 300 ribu sekolah dari Sabang sampai Merauke. Pada bulan Desember-Januari lalu, organisasi ini meraih peringkat pertama dalam Indeks Kinerja Ormas (IKO) dengan nilai 86,18, dengan tujuan menggerakkan peran serta masyarakat dalam mewujudkan pendidikan baru.

  • SDN 06 Pulogebang Berkolaborasi Bersama BKM Buka Bank Sampah “Go Green 06”

    SDN 06 Pulogebang Berkolaborasi Bersama BKM Buka Bank Sampah “Go Green 06”

    JAKARTA TIMUR, 13 JANUARI 2026 – SDN 06 Pulogebang bekerja sama dengan Bio Karya Mandiri (BKM) menyelenggarakan acara edukasi pengelolaan sampah sekaligus meluncurkan “Go Green 06” di Jl. Komarudin Lama, RT.9/RW.5, Kecamatan Cakung. Bertema “Buat Sampah Jadi Berkah”, kegiatan ini diikuti oleh siswa, orang tua murid, komite sekolah, dan guru.

    Acara dibuka oleh Kepala Sekolah Paranggi Rismoko Hadi, M.Pd, yang menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya membentuk generasi muda yang peduli lingkungan. Turut hadir dari BKM adalah Ketua Marwan beserta tim pemilah sampah Tri Samiyono, Sudarto, Sugiarto, serta anggota sekretaris Pramuditha Kesumawardhani dan Esty Puspitasari yang memberikan paparan tentang pengelolaan sampah yang efektif.

    Pada sesi edukasi, tim BKM menjelaskan cara pemilahan sampah berdasarkan jenisnya:

    – Sampah Organik: Sisa makanan, dedaunan, kulit buah dan sayuran, serta kotoran hewan peliharaan, yang dapat diolah menjadi pupuk kompos atau biogas.
    – Sampah Anorganik Bisa Daur Ulang: Kertas dan karton, botol plastik, kaleng logam, gelas kaca, serta barang elektronik layak diperbaiki atau didaur ulang.
    – Sampah Anorganik Tidak Bisa Daur Ulang: Kantong plastik tipis, styrofoam, kain bekas tidak layak pakai, dan limbah medis yang tidak dapat diolah kembali.
    – Sampah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun): Baterai bekas, lampu neon, cat bekas, dan obat kadaluarsa, yang perlu dikelola secara terpisah untuk menghindari pencemaran.

    Sebagai bagian kerja sama, BKM akan melakukan pengumpulan dan penimbangan minyak jelantah (mijel) dari setiap kelas secara rutin dua pekan sekali. Setiap kelas mendapatkan wadah khusus untuk menyimpan mijel yang dikumpulkan siswa dari rumah. Tim BKM akan datang setiap bulan untuk menimbang dan mencatat hasil per kelas. Mijel yang terkumpul akan diolah menjadi sabun atau biodiesel, dengan sebagian hasil penjualan dialokasikan untuk kegiatan ekstrakurikuler lingkungan sekolah.

    Peserta juga mendapatkan pengetahuan tentang pengolahan sampah menjadi produk bernilai dan langkah praktis yang dapat diterapkan di rumah serta sekolah. Sebagai bagian dari “Go Green 06”, sekolah akan memasang tempat sampah berwarna berbeda untuk memudahkan pemilahan di setiap area. Peluncuran program ini menjadi tonggak awal untuk menjadikan SDN 06 Pulogebang sebagai sekolah ramah lingkungan.

    Kepala Sekolah Paranggi Rismoko Hadi, M.Pd menyatakan, “Saya sangat senang karena dengan sosialisasi ini, anak-anak bisa mendapatkan edukasi pengelolaan sampah sejak dari sumbernya. Sampah adalah PR bersama yang harus dijadikan solusi agar bumi tetap hijau.” Ia berharap kegiatan ini tidak hanya berjalan di sekolah tetapi juga menjadi pembiasaan di rumah siswa.

    Ketua Komite SDN 06 Pulogebang Riny Oktavianti mengungkapkan, “Kegiatan ini bagus untuk edukasi anak-anak agar mereka mengerti daur ulang. Harapan kita, dengan program Bank Sampah ini, sekolah bisa maju dan anak-anak paham bahwa menabung sampah bisa bermanfaat dan menghasilkan.”

    Sekretaris Komite Siti Aisyah menjelaskan manfaat edukasi tersebut, “Siswa akan belajar membedakan sampah yang bermanfaat dan tidak. Di Jakarta yang sering mengalami banjir, anak-anak pun bisa mengerti pentingnya membuang dan memanfaatkan sampah dengan benar.”

    Bendahara Komite Endang Rahayu menekankan, “Edukasi ini sangat penting untuk anak-anak, orang tua, komite, dan warga sekolah agar mereka memahami lebih dalam tentang sampah.”

    Tri Samiyono dari BKM yang mewakili Ketua Marwan menyampaikan tujuan kegiatan, “Kita berfokus pada edukasi masyarakat. Peluncuran ‘Go Green 06’ di SDN 06 Pulogebang menunjukkan bahwa kita bisa menjangkau semua lini. Intinya adalah bagaimana mengedukasi masyarakat untuk memperlakukan sampah dengan benar ke depannya.” Ia menambahkan bahwa edukasi sejak SD diharapkan dapat mengurangi volume sampah Jakarta yang sudah hampir mencapai tahap darurat.

    Esty Puspitasari dari sekretaris BKM menyatakan, “Kita mensosialisasikan bank sampah kepada masyarakat dan siap memberikan edukasi kepada sekolah atau pihak lain yang membutuhkan.”

    Bendahara Sekolah Neu Serta Siregar mengungkapkan, “Pengelolaan sampah penting untuk mengedukasi anak-anak agar mereka paham efek buang sampah sembarangan dan manfaat pengelolaan yang baik. Sejak dini kita berikan pendidikan untuk menjaga alam agar tetap asri.”

  • Kegelisahan Warga Cipendawa atas Proyek Geotermal Gunung Gede–Pangrango: Ancaman bagi Sumber Kehidupan

    Kegelisahan Warga Cipendawa atas Proyek Geotermal Gunung Gede–Pangrango: Ancaman bagi Sumber Kehidupan

    CIANJUR — Kegelisahan warga di kaki Gunung Gede–Pangrango kian menguat. Rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) geotermal di kawasan tersebut dinilai berpotensi mengancam sumber kehidupan masyarakat, terutama air dan lahan pertanian yang selama ini menjadi penopang utama ekonomi warga.

    Keresahan itu mengemuka dalam perbincangan para petani dan tokoh masyarakat Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, saat menerima kunjungan rombongan Media Independen Online (MIO) Indonesia. Kunjungan tersebut terjadi secara insidental, seusai Ketua Umum MIO Indonesia AYS Prayogie menghadiri Kongres Daerah (Kongresda) I MIO Indonesia Pengurus Daerah Jakarta Timur.

    Rombongan delegasi MIO yang dipimpin AYS Prayogie, didampingi Wakil Ketua Umum Ir Agung Karang, Ketua MIO Provinsi DKI Jakarta Gito Richardo, serta Ketua MIO Jakarta Timur S. Erfan Nurali, semula bermaksud melihat langsung kondisi pertanian warga Cipendawa. Namun, di lapangan, satu persoalan serius berulang kali disampaikan para petani: rencana proyek geotermal yang dinilai lebih banyak membawa mudarat ketimbang manfaat.

    Bagi warga, kawasan Gunung Gede–Pangrango bukan sekadar bentang alam, melainkan wilayah tangkapan air vital yang menopang ribuan hektare lahan pertanian dan kebutuhan air bersih masyarakat Cianjur dan sekitarnya. Mereka khawatir aktivitas pengeboran panas bumi akan memicu penurunan debit mata air, merusak ekosistem, serta meningkatkan risiko bencana di wilayah yang secara geologis rawan longsor dan gempa.

    “Kami hidup dari tanah dan air di sini. Kalau mata air terganggu, pertanian mati. Itu sama saja mematikan kehidupan kami,” ujar seorang petani Cipendawa yang menyampaikan keluhannya dalam dialog bersama rombongan MIO.

    Kekhawatiran warga juga didasari status Gunung Gede–Pangrango sebagai kawasan taman nasional dan wilayah konservasi. Mereka menilai eksplorasi dan eksploitasi geotermal berpotensi bertentangan dengan prinsip perlindungan lingkungan dan keselamatan masyarakat di sekitar kawasan.

    Menanggapi aspirasi tersebut, Ketua Umum MIO Indonesia AYS Prayogie menegaskan bahwa pembangunan energi terbarukan tidak boleh dilepaskan dari aspek keberlanjutan lingkungan dan hak-hak masyarakat lokal. Menurut dia, suara warga Cipendawa harus menjadi pertimbangan utama dalam setiap kebijakan pembangunan.

    “Energi bersih seharusnya dibangun tanpa mengorbankan ruang hidup rakyat. Jika masyarakat merasa terancam, negara wajib hadir untuk mengevaluasi dan mendengar,” kata AYS Prayogie.

    Warga Desa Cipendawa bersama jaringan masyarakat di Cianjur mendesak pemerintah dan pihak terkait untuk menghentikan sementara rencana proyek geotermal tersebut. Mereka juga meminta seluruh dokumen perizinan dan kajian lingkungan dibuka secara transparan kepada publik, serta memastikan kawasan konservasi Gunung Gede–Pangrango tetap terjaga.

    Bagi warga, penolakan ini bukan semata soal proyek, melainkan tentang mempertahankan sumber kehidupan dan warisan alam bagi generasi mendatang. Mereka menegaskan akan terus mengawal isu ini melalui dialog dan aksi damai hingga aspirasi mereka benar-benar didengar. (/*/*/)

    Penulis: Solihin
    Editor: Bang Edo

    Sumber:
    Humas MIO Indonesia
    PW Provinsi DKI Jakarta

  • MIO Jakarta Timur Memilih S. Erfan Nurali Sebagai Pemimpin dalam Kongresda Pertama

    MIO Jakarta Timur Memilih S. Erfan Nurali Sebagai Pemimpin dalam Kongresda Pertama

    CIANJUR, JAWA BARAT — Kongres Daerah (Kongresda) I Media Independen Online (MIO) Indonesia Kota Administrasi Jakarta Timur menetapkan S. Erfan Nurali sebagai Ketua Pengurus Daerah MIO Indonesia Jakarta Timur. Erfan terpilih secara aklamasi dalam kongres yang berlangsung di Villa Bukit Cipendawa, Cianjur, Jawa Barat, pada 9–10 Januari 2026.

    Kongres diikuti 18 media online sebagai peserta penuh dan dihadiri Pengurus Wilayah MIO Indonesia Provinsi DKI Jakarta serta jajaran Pengurus Pusat. Sejumlah tokoh yang hadir antara lain Ketua Umum MIO Indonesia AYS Prayogie, Wakil Ketua Umum Ir. Agung Karang, Wakil Sekretaris PP MIO Indonesia Rika Rachmawati, Ketua PW MIO Indonesia DKI Jakarta Gito Ricardo, Sekretaris Wilayah MIO DKI Jakarta Alam Massiri, Bendahara MIO DKI Jakarta Bainanah, serta wartawan senior Yazid Maulana dan Siti Nurjanah.

    Kongres dibuka oleh Wakil Ketua Umum MIO Indonesia Ir. Agung Karang. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya konsolidasi organisasi media di tengah perubahan lanskap digital.

    “MIO Indonesia harus menjadi rumah bersama bagi media online yang tidak hanya tumbuh secara jumlah, tetapi juga matang secara etika, profesionalisme, dan tanggung jawab sosial,” ujar Agung Karang.

    Sidang kongres dipimpin oleh Alam Massiri, Oscar Al Hamid, dan Dian Pratiwi. Melalui mekanisme musyawarah mufakat, peserta secara bulat menetapkan S. Erfan Nurali sebagai ketua terpilih.

    Dalam penyampaian visi dan misinya, Erfan menegaskan komitmennya memperkuat fondasi kelembagaan media online.

    “Kami ingin mendorong perusahaan media agar memiliki badan hukum yang jelas, memperjuangkan pembelaan hukum bagi media online, serta menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan jurnalistik, termasuk penguatan pemasaran produk jurnalistik,” kata Erfan.

    Selain pemilihan ketua, kongres juga diisi dengan pembahasan tantangan media online di era kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Ketua Umum MIO Indonesia AYS Prayogie memberikan materi tambahan mengenai dampak AI terhadap praktik jurnalistik.

    Menurut Prayogie, perkembangan AI membuka peluang besar bagi efisiensi kerja redaksi, namun sekaligus membawa risiko serius terhadap kualitas informasi.

    “Teknologi AI bisa membantu kerja media, tetapi juga berpotensi melahirkan konten yang tidak akurat dan menyesatkan jika tidak disertai pengawasan editorial yang kuat,” ujarnya.

    Secara terpisah, Prayogie juga menekankan bahwa tantangan utama media online bukan hanya mengadopsi teknologi, melainkan menjaga integritas jurnalistik di tengah arus otomatisasi. Media, menurut dia, harus menempatkan AI sebagai alat bantu, bukan pengganti nalar dan tanggung jawab redaksi.

    Kongresda I ini menjadi momentum pembentukan dan penguatan Pengurus Daerah MIO Indonesia Jakarta Timur. Forum juga membahas arah kebijakan organisasi, konsolidasi internal, serta strategi menghadapi perubahan ekosistem media digital.

    Terpilihnya S. Erfan Nurali diharapkan dapat memperkuat peran MIO Indonesia Jakarta Timur sebagai wadah profesional media online dan mendorong terciptanya ekosistem pers yang sehat, beretika, dan bertanggung jawab.

     

  • Dandim 0502/Jakarta Utara Hadiri Lepas Sambut Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok

    Dandim 0502/Jakarta Utara Hadiri Lepas Sambut Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok

     

    Komandan Kodim 0502/Jakarta Utara, Kolonel Inf Dony Gredinand, S.H., M.Tr.(Han)., M.I.Pol., menghadiri kegiatan lepas sambut Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok yang berlangsung di Lantai 9 Gedung Pelindo Cabang Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu malam (7/1/2026).

    Kegiatan lepas sambut tersebut menandai serah terima jabatan Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok dari AKBP Martuasah H. Tobing, S.I.K., M.H. kepada AKBP Aris Wibowo, S.I.K., M.H. Acara dihadiri unsur Forkopimko Jakarta Utara, jajaran TNI–Polri, instansi pemerintah, stakeholder pelabuhan, serta tokoh masyarakat.

    Kehadiran Dandim 0502/Jakarta Utara dalam kegiatan ini merupakan wujud komitmen TNI AD, khususnya Kodim 0502/Jakarta Utara, dalam memperkuat sinergi dan soliditas lintas sektor guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di wilayah strategis Pelabuhan Tanjung Priok.

    Dalam kesempatan tersebut, Forkopimko Jakarta Utara menyampaikan apresiasi atas dedikasi AKBP Martuasah H. Tobing selama menjabat Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok. Di bawah kepemimpinannya, situasi keamanan kawasan pelabuhan dapat terjaga dengan baik dan kondusif. Forkopimko juga menyampaikan ucapan selamat bertugas kepada AKBP Aris Wibowo, disertai harapan agar koordinasi dan kerja sama yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan.

    Rangkaian kegiatan berlangsung khidmat dan penuh keakraban, diawali dengan penampilan seni, sambutan pejabat lama dan pejabat baru, penyerahan cinderamata, doa bersama, hingga ramah tamah. Seluruh kegiatan berjalan aman dan lancar, mencerminkan soliditas Forkopimko Jakarta Utara dalam mendukung keamanan wilayah, khususnya di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok.

  • GPIB DPW DKI Jakarta Berkolaborasi dengan SDN 16 Klender Gelar Penyuluhan Anti-Bullying

    GPIB DPW DKI Jakarta Berkolaborasi dengan SDN 16 Klender Gelar Penyuluhan Anti-Bullying

    JAKARTA, 08 Januari 2026 – Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) DPW DKI Jakarta bekerja sama dengan SDN 16 Klender Jakarta Timur menyelenggarakan acara penyuluhan Anti-Bullying dan Pencegahan Kekerasan di Sekolah (PABK) dengan tema “Ciptakan Sekolah Hebat, Aman, Nyaman dan Mengembirakan tanpa Perundungan”.

    Penyuluhan yang diisi oleh Evi Fatmawati, A.Md dari Departemen Kurikulum DPP GPIB bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang perundungan, memberikan pemahaman dampak buruknya bagi korban dan pelaku, serta membangun lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan saling menghormati. Selain itu, para orang tua juga di edukasi cara mencegah, melawan, dan melaporkan kasus bullying agar dapat tumbuh optimal secara fisik dan mental. Bagi orang tua murid dan komite sekolah, penyuluhan ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman tentang bahaya perundungan, membangun kemitraan erat dengan sekolah, serta mendorong peran aktif dalam menciptakan lingkungan positif.

    Dalam sambutannya, Kepala Sekolah SDN 16 Klender Casmudi, S.Pd menyampaikan bahwa anak yang hebat berasal dari orang tua yang siap dan teredukasi. “Kita bisa ibaratkan dengan botol kosong yang mudah dihancurkan karena tidak punya bekal. Namun, jika orang tua memiliki bekal pengetahuan dan parenting yang kuat, anak-anak akan tumbuh menjadi individu yang tangguh, berkualitas, dan berkarakter,” ujarnya.

    Acara dihadiri oleh Ketua Umum GPIB Ir. Agung Karang, Ketua GPIB DPW DKI Jakarta Dandy Capryanto H., S.H,M.H., serta Yenti Sofia Pengurus GPIB DPW DKI Jakarta dan Titik Suparti Humas DPW DKI Jakarta, Nani Wijaya Dari DPW.GPIB Prov.DKI JKT, S Erfan Nurali dan pihak sekolah hadir Wakil Kepala Bidang Kurikulum Kurniasih, S.Pd, Wakil Bidang Kesiswaan Sri Handayani, guru dan tenaga kependidikan, serta Ketua Komite Sekolah Nani Wijaya yang juga menjabat sebagai Ketua OKK GPIB DPW DKI Jakarta.

    Ir. Agung Karang menjelaskan bahwa penyuluhan ini merupakan bagian dari roadshow GPIB ke berbagai sekolah dan akan berlanjut hingga bulan Februari. “Kegiatan ini bertujuan mengedukasi agar sekolah menjadi nyaman, bersih, dan aman bagi semua pihak,” katanya.

    Casmudi menambahkan bahwa peran GPIB sangat berharga bagi SDN 16 Klender, terutama dalam bidang edukasi dan parenting. “Pendidikan adalah tanggung jawab bersama pemerintah, sekolah, dan masyarakat. Oleh karena itu, perlu diberikan edukasi yang memadai untuk membekali orang tua dan anak-anak,” ujarnya.

    Dandy Capryanto H., S.H., M.H menyampaikan bahwa GPIB yang baru berusia 3 tahun berkomitmen untuk membangun generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki mentalitas, sikap, dan rasa percaya diri yang kuat agar bisa sejajar dengan standar internasional. “Bullying sering terjadi karena kurangnya rasa percaya diri dan karakter yang kuat. Berdasarkan temuan dari Mabes Polri Densus, bahkan anak usia 11 tahun sudah terpapar masalah ini,” tandasnya.

    Evi Fatmawati menuturkan bahwa sosialisasi ini selaras dengan kebijakan Kemendikdasmen tentang tiga pilar pendidikan yang melibatkan sekolah, masyarakat, dan dunia digital. “Tujuan utama adalah meminimalkan perundungan tidak hanya di Jakarta tetapi juga seluruh Indonesia, sekaligus menyebarkan materi-materi yang sedang digaungkan oleh Kemendikdasmen,” katanya.

    Acara diakhiri dengan penyerahan sertifikat dan piagam penghargaan kepada pihak sekolah dan narasumber, serta sesi foto bersama.