Penulis: Dina Mariyana

  • Rano Karno Dukung Rieke Diah Pitaloka di Film Agen +62

    Rano Karno Dukung Rieke Diah Pitaloka di Film Agen +62

    Palapanews.Asia, Jakarta – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menunjukkan dukungan penuh terhadap film aksi komedi terbaru Agen +62 yang dibintangi oleh Rieke Diah Pitaloka. Dalam kunjungannya ke kantor Wakil Gubernur, Rano menyampaikan kekaguman atas peran Rieke yang memerankan hingga delapan karakter berbeda dalam film tersebut.

    Film Agen +62 merupakan karya terbaru dari Wahana Kreator Nusantara, disutradarai oleh Dinna Jasanti dan diproduseri oleh Sigit Pratama, Orchida Ramadhania, serta Gina S. Noer. Film ini juga dibintangi oleh Keanu Angelo, Cinta Laura Kiehl, dan sederet nama lain seperti Fanny Fadillah, Olga Lydia, serta Chandra Satria.

    Pada kesempatan tersebut, Rieke dan tim produksi memperkenalkan sinopsis film serta menonton bersama cuplikan resmi (trailer) dengan Rano Karno. Ia mengaku awalnya direncanakan ikut bermain sebagai ayah dari karakter Keanu, namun harus mundur karena mendapat tugas politik yang lebih besar dalam Pilkada DKI sebagai calon wakil gubernur.

    “Alhamdulillah filmnya sudah selesai dan siap tayang 3 Juli 2025,” ujar Rieke.

    Melihat trailer yang menampilkan adegan aksi dan penyamaran unik, Rano Karno tak bisa menahan tawa, terutama saat melihat adegan Rieke bergelantungan di mobil. Ia pun menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh pemutaran film ini dan mengajak masyarakat Jakarta untuk menonton.

    “Film ini punya pesan sosial yang kuat dan relevan dengan kondisi masyarakat kita saat ini,” ujar Rano.

    Agen +62 menjadi proyek kolaborasi perdana antara Wahana Kreator Nusantara dan PK Films, bagian dari PK Entertainment. Peter Harjani, CEO PK Entertainment, juga turut bertindak sebagai produser eksekutif dalam film ini.

    Wahana Kreator Nusantara sendiri dikenal sebagai perusahaan berbasis riset dan pengembangan cerita yang sebelumnya sukses lewat Dua Garis Biru dan Like & Share. Sementara PK Films hadir sebagai langkah strategis PK Entertainment dalam merambah industri film dengan karya-karya berkualitas tinggi.

    Untuk perkembangan lebih lanjut, masyarakat dapat mengikuti akun Instagram @wahana.kreator dan @filmagenplus62.

     

  • Visinema Hadirkan “Keluarga Cemara” dalam Format Musikal Spektakuler

    Visinema Hadirkan “Keluarga Cemara” dalam Format Musikal Spektakuler

    Palapanews. Asia, Jakarta – Kisah klasik Keluarga Cemara kembali dihadirkan dalam format baru melalui pertunjukan Musikal Keluarga Cemara 2025 yang akan digelar mulai 20 Juni hingga 13 Juli 2025 di Ciputra Artpreneur, Jakarta. Pertunjukan ini merupakan hasil kolaborasi antara Visinema Studios, Indonesia Kaya, dan Ciputra Artpreneur.

    Disutradarai oleh Pasha Prakasa, musikal ini mengadaptasi cerita karya mendiang Arswendo Atmowiloto yang telah lama menjadi bagian dari budaya populer Indonesia. Tokoh-tokoh seperti Abah, Emak, Euis, dan Ara akan tampil dalam sajian teater musikal yang memadukan musik, drama, dan tarian dengan sentuhan modern namun tetap menjaga nilai-nilai aslinya.

    “Musikal ini bukan hanya hiburan, tetapi juga pengingat bahwa nilai-nilai kesederhanaan dan kekeluargaan tetap penting dalam kehidupan kita yang semakin kompleks,” ujar Pasha Prakasa dalam konferensi pers pada Rabu (18/6/2025).

    Perwakilan dari Visinema Studios, Anggia Kharisma, juga menyampaikan harapannya terhadap pertunjukan ini. “Kami ingin menghadirkan pertunjukan yang bisa dinikmati seluruh anggota keluarga, sekaligus menjadi ruang refleksi bersama tentang apa arti keluarga sebenarnya,” katanya.

    Sementara itu, Renitasari Adrian, Program Director Indonesia Kaya, menambahkan bahwa pertunjukan ini juga merupakan bentuk pelestarian karya sastra dan budaya populer Indonesia. “Kami percaya Keluarga Cemara adalah warisan budaya yang perlu terus dihidupkan. Pentas musikal ini menjadi cara baru untuk menyampaikan pesan yang timeless kepada generasi muda,” ujarnya.

    Dalam sesi preview kepada media, sejumlah aktor membawakan cuplikan dari pertunjukan, memperlihatkan kekuatan emosi dalam lagu-lagu dan adegan yang menyentuh hati. Dengan penataan panggung yang megah dan musik yang digarap serius, pertunjukan ini diproyeksikan menjadi salah satu produksi musikal terbesar di Indonesia tahun ini.

     

  • Adhisty Zara & Ari Irham Pukau Penonton Cuplikan Film  “Bertaut Rindu”

    Adhisty Zara & Ari Irham Pukau Penonton Cuplikan Film “Bertaut Rindu”

    Palapanews.Asia, Jakarta – Pasangan muda yang sedang naik daun, Adhisty Zara dan Ari Irham, sukses bikin penonton baper lewat cuplikan perdana film terbaru mereka, “Bertaut Rindu: Semua Impian Berhak Dirayakan.”

    Dalam first look yang dirilis hari ini, chemistry keduanya benar-benar terasa nyata dan menyentuh hati.

    Film produksi SinemArt ini dijadwalkan tayang di bioskop pada 31 Juli 2025, dan dari cuplikan awal saja sudah bisa diprediksi kalau film ini akan jadi favorit penonton, terutama para remaja. Zara dan Ari memerankan Jovanka dan Magnus, dua remaja SMA dengan latar belakang dan dunia yang sangat berbeda, tapi dipertemukan oleh rasa yang tulus dan dalam.

    Salah satu dialog yang jadi sorotan dari Magnus ke Jovanka adalah:

    “Jo, semua perhatian kamu bikin aku merasa ada. Dan itu luar biasa.”

    Bukan sekadar drama cinta remaja biasa, “Bertaut Rindu” juga membawa pesan mendalam tentang pemulihan luka batin, berdamai dengan masa lalu, dan keberanian untuk bermimpi.

    Pertemuan antara Jovanka dan Magnus menjadi titik balik dalam hidup mereka masing-masing, dan menunjukkan bagaimana perhatian kecil bisa sangat berarti.

    David S. Suwarto, Executive Producer dari SinemArt, mengatakan bahwa film ini hadir bukan hanya untuk menghibur, tapi juga untuk merayakan emosi dan impian kecil yang sering kali terabaikan.

    “Dalam setiap impian, sekecil apa pun, ada nilai yang pantas untuk diperjuangkan dan dirayakan,” ujarnya.

    Penasaran dengan kelanjutan kisah cinta dan perjuangan Jovanka dan Magnus. Jangan lewatkan update-nya di Instagram @bertautrindu_movie dan @sinemart_ph.

     

  • “Assalamualaikum Baitullah”  Rilis Poster dan Trailer Perdana, Kisah Pilu di Balik Perjalanan ke Tanah Suci

    “Assalamualaikum Baitullah” Rilis Poster dan Trailer Perdana, Kisah Pilu di Balik Perjalanan ke Tanah Suci

    Palapanews.Asia, Jakarta – VMS Studio memperkenalkan poster dan trailer perdana film drama religi “Assalamualaikum Baitullah”, dalam acara yang digelar di Anjungan Sarinah, Jumat (13/6/202). Film ini diadaptasi dari novel laris karya Asma Nadia dan dijadwalkan tayang di bioskop mulai 17 Juli 2025.

    Peluncuran poster dan trailer turut dimeriahkan oleh Fadhila Intan, yang membawakan lagu tema berjudul “Jalan Cinta”, sebuah lagu yang menggambarkan perjalanan batin dalam menemukan cinta sejati dan kembali pada Yang Maha Kuasa.

    Film ini mengikuti kisah Amira (diperankan oleh Michelle Ziudith), perempuan yang terpuruk karena dikhianati orang yang dicintainya. Dalam keputusasaan, Amira memilih berangkat ke Tanah Suci untuk berhaji. Perjalanan spiritual ini menjadi titik balik yang membawanya pada proses pengikhlasan, penyembuhan luka batin, dan pencarian makna sejati dari cinta dan kehidupan.

    Daeng Ratu, produser film, menyebut bahwa film ini tidak hanya menyajikan visual yang menyejukkan, tetapi juga narasi yang menyentuh hati dan merefleksikan perjalanan batin banyak orang. Sementara itu, Michelle Ziudith mengungkap bahwa peran Amira adalah tantangan emosional terbesar dalam kariernya sebagai aktris.

    Poster resmi film memperlihatkan tiga tokoh utama: Amira, Barra (Arbani Yasiz), dan Amel (Tissa Biani), dengan latar belakang Ka’bah yang menjadi pusat spiritual umat Muslim. Komposisi ini mempertegas benang merah film: cinta, ujian, dan keteguhan hati dalam menghadapi takdir.

    Selain tiga pemeran utama, film ini juga menghadirkan Miqdad Addausy, Ummi Quary, Maudy Koesnaedi, Vonny Anggraini, dan Sadana Agung.

    Dengan balutan drama religi yang mendalam, “Assalamualaikum Baitullah” menjadi sajian sinema yang mengangkat tema tentang harapan, pengampunan, dan kepulangan kepada Tuhan. Informasi terbaru dan promosi film ini dapat diikuti melalui akun media sosial @film.asba dan @vmstudioid.

     

  • Cinta Laura Ungkap Kekaguman Pada Sang Ayah Didikannya Membentuk Karakterku

    Cinta Laura Ungkap Kekaguman Pada Sang Ayah Didikannya Membentuk Karakterku

    Palapanews.Asia, Jakarta – Aktris sekaligus aktivis Cinta Laura kembali menunjukkan sisi emosionalnya saat membicarakan sosok ayahnya, Michael Kiehl. Dalam sebuah pernyataan yang menyentuh, Cinta mengungkapkan rasa syukur atas peran besar sang ayah dalam membentuk kepribadiannya.

    “Aku merasa sangat diberkati memiliki papa seperti beliau. Meski dikenal tegas dan disiplin, Cinta menilai metode pengasuhan sang ayah memberinya fondasi kuat dalam hal etos kerja dan profesionalisme. “Dari papa, aku belajar untuk menghargai waktu dan bekerja dengan penuh dedikasi,” ujar Cinta.

    Cinta juga menyoroti bagaimana karakter kedua orang tuanya saling melengkapi dalam membentuk jati dirinya. Ia menggambarkan sang ibu yang berasal dari Indonesia sebagai sosok penuh kasih dan empati, berbanding selaras dengan ketegasan ayahnya.

    “Papa menanamkan semangat dan kedisiplinan, sedangkan mama mengajarkan kepedulian dan kelembutan hati. Itu sebabnya, meskipun aku orangnya logis dan rasional, aku tetap memiliki sisi empatik yang kuat,” tuturnya.

    Cinta tidak menampik bahwa tidak ada hubungan atau pernikahan yang benar-benar sempurna. Namun bagi dirinya, keberadaan Michael Kiehl sebagai ayah adalah sebuah anugerah besar.

    “Kesempurnaan itu bukan soal bebas dari kekurangan, tapi bagaimana seseorang memberi dampak besar dalam hidup kita. Aku bangga jadi anak Papa Michael Kiehl,” tutup Cinta.

     

  • Kisah Keluarga Cemara Kembali ke Panggung dalam Format Musikal Megah, Album Soundtrack Resmi Siap Rilis

    Kisah Keluarga Cemara Kembali ke Panggung dalam Format Musikal Megah, Album Soundtrack Resmi Siap Rilis

    Palapanews.Asia, Jakarta – Setelah sukses mencuri perhatian dalam berbagai format sebelumnya, kisah ikonik Keluarga Cemara kembali hadir dalam bentuk yang lebih megah: pertunjukan musikal berskala besar. Kolaborasi antara Visinema Studios, Indonesia Kaya, dan Ciputra Artpreneur ini menghadirkan Musikal Keluarga Cemara, sebuah produksi panggung yang menjanjikan pengalaman berbeda bagi penontonnya.

    Digelar di Ciputra Artpreneur, Jakarta, pertunjukan ini akan berlangsung mulai 20 Juni hingga 13 Juli 2025, dengan total 30 kali pementasan. Disutradarai oleh Pasha Prakasa, musikal ini menawarkan pendekatan baru dari sisi teknis maupun emosional.

    Bukan hanya mengandalkan kekuatan cerita keluarga yang hangat dan sarat nilai, versi musikal tahun ini hadir dengan peningkatan besar di banyak aspek produksi mulai dari desain panggung, pencahayaan yang lebih imersif, koreografi yang matang, hingga aransemen musik yang dirancang dramatis dan menyentuh.

    Salah satu inovasi paling mencolok dalam produksi kali ini adalah kehadiran album soundtrack resmi bertajuk Lagu-Lagu Cemara. Album ini memuat tujuh lagu yang akan tampil sebagai inti musikal, dirilis secara digital mulai 12 Juni 2025. Langkah ini dinilai sebagai upaya memperluas jangkauan pertunjukan musikal ke ranah audio digital, sekaligus menjadi medium pengingat emosional bagi penonton usai menyaksikan pentas.

    “Album ini kami hadirkan agar musikal bisa menjangkau lebih banyak orang. Buat yang belum sempat atau masih ragu menonton musikal, bisa mencicipi atmosfernya lewat lagu-lagu ini,” ujar produser Cristian Imanuell di kawasan Senayan, SeIasa (10/6/2025).

    Bagi mereka yang sudah menyaksikan pertunjukannya, album ini juga diharapkan menjadi semacam time capsule penanda suasana hati dan emosi yang pernah mereka rasakan di dalam teater.

    Ketujuh lagu dalam Lagu-Lagu Cemara dibawakan oleh deretan musisi lintas genre dan generasi. Grup idola JKT48 membawakan “Waktunya Membuktikan”, RAPOT tampil dengan “Opak Party”, sementara The Lantys menyanyikan “Seperti Cemara”. Feby Putri menghadirkan aransemen baru untuk “Indah Apa Adanya”, GAC menyanyikan “Bahagia Yha”, dan Vidi Aldiano membawakan “Pelukmu Sementara, Hatiku Selamanya”. Tak ketinggalan, Ruth Sahanaya menyumbangkan suaranya untuk “Rencana Bukan Bencana”.

    Cristian menjelaskan bahwa lagu-lagu tersebut merupakan pengembangan dari materi musikal Keluarga Cemara yang sebelumnya berhasil memenangkan kategori Album Musikal Terbaik di AMI Awards 2024. Dengan aransemen baru dan kolaborasi lintas generasi, album ini diharapkan mampu menciptakan nuansa yang lebih dinamis namun tetap setia pada semangat kekeluargaan.

    Untuk pertunjukan tahun ini, Musikal Keluarga Cemara juga menghadirkan susunan pemeran baru yang memberi warna segar. Taufan Purbo, Simhala Avadana, Andrea Miranda, dan Galabby kembali memerankan Abah dan Emak. Sementara karakter Euis dan Ara akan diperankan oleh Amira Karin, Aisyah Fadhila, Fazka Bahanan, dan Quinn Salman.

    Diproduseri oleh Cristian Imanuell, Billy Gamaliel, dan Chriskevin Adefrid, musikal ini dijanjikan akan tampil berbeda dari edisi sebelumnya lebih kuat secara produksi, lebih menyentuh secara emosi.

    Dia menjelaskan ketujuh lagu ini akan dibawakan oleh tujuh Duta Pertunjukan Panggung Musikal Keluarga Cemara 2025. Mereka di antaranya adalah JKT48 yang akan membawakan lagu Waktunya Membuktikan, kemudian ada grup RAPOT yang bakal menyanyikan Opak Party, lalu juga ada The Lantys yang menyuguhkan Seperti Cemara.

    Di luar itu, masih ada Feby Putri yang mengaransemen ulang Indah Apa Adanya, GAC yang juga membawa Bahagia Yha!, Vidi Aldiano dengan Pelukmu Sementara, Hatiku Selamanya, dan Ruth Sahanaya yang akan membawakan lagu Rencana bukan Bencana.

    Lagu-lagu yang dibawakan mereka memberikan sentuhan aransemen baru dari materi album yang pernah memenangkan Album Musikal Terbaik pada ajang AMI Awards 2024. Cristian merasa kolaborasi ini juga menandakan semangat nilai keluarga yang memeluk seluruh generasi dengan nuansa album yang lebih dinamis secara aransemen dan warna lagu.

    Lagu-lagu di album ini sudah mulai bisa didengarkan per 12 Juni 2025. “Semoga karya-karya yang ada di album Lagu-Lagu Cemara juga bisa menemani seluruh keluarga dan membekas di Hati,” ujarnya.

    Disutradarai oleh Pasha Prakasa dan diproduseri oleh Cristian Imanuell, Billy Gamaliel, dan Chriskevin Adefrid, Pertunjukan Panggung Musikal Keluarga Cemara 2025 akan tampil berbeda dengan edisi perdananya, salah satunya dengan adanya pemeran baru keluarga Abah dan Emak yang membawa energi segar ke atas panggung.

    Pertunjukan Panggung Musikal Keluarga Cemara dibintangi oleh Taufan Purbo, Simhala Avadana, Andrea Miranda, dan Galabby yang kembali memerankan karakter Abah dan Emak. Sementara Amira Karin, Aisyah Fadhila, Fazka Bahanan, dan Quinn Salman masing-masing akan kembali menjadi Euis dan Ara.

     

  • Arwah” Rilis Poster dan Trailer Perdana, Hadirkan Teror Mistis dan Drama Keluarga

    Arwah” Rilis Poster dan Trailer Perdana, Hadirkan Teror Mistis dan Drama Keluarga

    Palapanews.Asia, Jakarta – Film horor terbaru berjudul Arwah resmi meluncurkan poster dan trailer perdananya hari ini, Selasa (10/6). Disutradarai oleh Ivan Bandhito, film ini menjanjikan kisah mencekam penuh teror mistis yang dibalut dengan konflik emosional dalam keluarga.

    Arwah merupakan produksi kolaboratif antara Bangun Pagi Pictures, Drias Film Productions, dan Mockingbird Pictures. Skenario film ini ditulis oleh Sankut, sementara kursi produser ditempati oleh Jonathan HM dan Bambang Drias, yang juga bertindak sebagai produser eksekutif. Film ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia pada 3 Juli 2025.

    Trailer perdana memperkenalkan kisah empat bersaudara yang pulang ke kampung halaman untuk berlibur dan bertemu kembali dengan sang ayah, Abah, serta adik bungsu mereka, Sofi. Namun, liburan yang seharusnya menyenangkan berubah menjadi pengalaman menyeramkan setelah sebuah kecelakaan mobil memicu serangkaian peristiwa gaib. Sosok Sofi, si bungsu yang semula hangat, berubah menjadi arwah penasaran yang menghantui saudara-saudaranya, seolah hendak menyampaikan pesan misterius dari balik kematian.

    Bersamaan dengan peluncuran trailer, poster utama Arwah juga dirilis secara digital melalui akun Instagram dan TikTok resmi @film_arwah. Poster tersebut menampilkan visual mengganggu: seorang gadis kecil dalam posisi terbalik memeluk boneka, dengan luka-luka di tubuhnya, mata putih kosong, dan senyum mengerikan yang langsung memberi nuansa horor. Poster ini melanjutkan teaser sebelumnya yang menampilkan sosok perempuan berlumuran darah dari belakang, juga dengan boneka lusuh di genggaman.

    Aktris muda Sarah Beatrix memerankan karakter Sofi, anak bungsu yang memiliki ikatan emosional kuat dengan ayahnya. Dalam konferensi pers peluncuran poster dan trailer di FX Sudirman, Jakarta Pusat, hari ini, Sarah mengungkapkan bahwa karakter Sofi terasa sangat personal baginya.

    “Di kehidupan nyata aku juga dekat dengan papa, jadi kayaknya relate banget,” ujar Sarah.

    Sarah juga menceritakan tantangan memerankan Sofi, termasuk harus berdialog dalam bahasa Sunda.

    “Aku orang Manado, besar di Papua. Pas disuruh ngomong Sunda, rasanya cukup menantang,” ujarnya.

    Ia menambahkan bahwa dalam film ini juga terdapat elemen budaya lokal, termasuk nyanyian dalam bahasa Sunda.

    Sutradara Ivan Bandhito menyampaikan bahwa Arwah tak hanya sekadar menghadirkan ketegangan horor, tetapi juga menggali dinamika hubungan keluarga.

    “Kita menggambarkan bagaimana relasi kakak-adik dan ikatan dengan orang tua bisa menjadi elemen emosional yang kuat, bahkan dalam genre horor,” ujarnya.

    Hal senada disampaikan oleh Joshua Suherman, yang memerankan karakter Jojo. Ia menekankan bahwa Arwah bukan hanya tentang hantuan, tetapi juga sarat dengan drama keluarga yang mengena.

    Film ini juga dibintangi oleh deretan aktor muda seperti Annete Edoarda, Naura Hakim, dan Irsyadillah, aktor senior Egi Fredly, Roweina Umboh, Ferry Salim, dan Julian Kunto. Aktris Natasha Germania juga turut ambil bagian sebagai cameo dalam film ini.

    Dengan gabungan horor dan drama yang emosional, Arwah tampaknya siap menjadi tontonan yang mengusik perasaan sekaligus menggugah makna hubungan keluarga.

     

  • “Blood Brother: Bara Naga” Aksi, Emosi dan Pengkhianatan dari Malaysia

    “Blood Brother: Bara Naga” Aksi, Emosi dan Pengkhianatan dari Malaysia

    Palapanews.Asia, Jakarta – Dunia perfilman Asia Tenggara kembali bergeliat dengan hadirnya film aksi terbaru dari Malaysia, “Blood Brother: Bara Naga”, yang akan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 11 Juni 2025. Disutradarai oleh Syafiq Yusof dan didukung oleh Abhilash Chandra sebagai co-director, hadir dalam Gala Premiere dan Press  Conference di kawasan Thamrin, Senin (9/6/2025). Film ini menyuguhkan sajian sinematik yang intens, emosional, dan penuh aksi brutal yang memikat

    Film ini menjadi penanda penting dalam geliat pertukaran budaya sinema di kawasan, membuktikan bahwa Malaysia bukan hanya serius dalam urusan sinematografi, tapi juga mampu meracik kisah yang dalam dan menyentuh.

    “Blood Brother: Bara Naga” mengangkat kisah Ariff (diperankan Syafiq Kyle), seorang pengawal setia sindikat mafia Naga, yang hidupnya jungkir balik saat dituduh sebagai pengkhianat usai kematian tragis Sheila, tunangan dari sahabatnya sendiri, Ghaz (Sharnaaz Ahmad). Tuduhan tersebut meretakkan hubungan mereka dan memaksa Ariff kabur demi mencari kebenaran dan menebus nama baiknya.

    Di tengah pelariannya, Ariff dipertemukan kembali dengan kakaknya yang lama terasing, Jaki (Syazwan Zulkifly). Keduanya terpaksa menjalin kembali tali darah yang sudah lama renggang demi menghadapi ancaman yang tak henti datang, termasuk dari Ghaz yang kini memimpin unit elit Naga dan tanpa ampun memburunya.

    Dengan koreografi pertarungan yang intens dan sinematografi bergaya noir, film ini disebut-sebut membawa napas baru dalam genre laga Asia Tenggara, mengingatkan penonton akan atmosfer dan kecepatan The Raid, namun dengan sentuhan emosional yang lebih kental.

    Bukan hanya sekadar film aksi, “Blood Brother: Bara Naga” adalah karya yang merayakan kedalaman relasi antar karakter, pertarungan batin, serta loyalitas yang diuji di tengah dunia kriminal yang kelam dan kejam.

    Film ini menjadi bukti nyata kemajuan industri film Malaysia yang kian percaya diri menembus pasar internasional, termasuk Indonesia, yang selama ini dikenal selektif terhadap tayangan luar.

    Siap-siap, mulai 11 Juni 2025, penonton Indonesia akan disuguhkan aksi laga yang bukan hanya mengguncang, tapi juga menggugah. Jangan lewatkan “Blood Brother: Bara Naga” di bioskop-bioskop terdekat.

     

  • “Blood Brothers: Bara Naga”, Ketegangan Persaudaraan dalam Balutan Aksi Laga

    “Blood Brothers: Bara Naga”, Ketegangan Persaudaraan dalam Balutan Aksi Laga

    Palapanews.Asia, Jakarta – Dunia perfilman Malaysia kembali menghadirkan gebrakan baru lewat film aksi “Blood Brothers: Bara Naga”, yang resmi tayang mulai 11 Juni 2025. Film ini menjadi perbincangan hangat di kalangan penikmat sinema Asia Tenggara, bukan hanya karena aksi laga yang intens, tetapi juga karena cerita tentang persaudaraan yang berujung tragis.

    Disutradarai oleh Syafiq Yusof bersama Abhilash Chandra, Blood Brothers menyuguhkan konflik emosional antara dua saudara yang terjebak dalam pusaran dendam, loyalitas, dan pengkhianatan. Tokoh utama, Ariff (diperankan oleh Syafiq Kyle), adalah seorang pengawal pribadi yang mendadak dituduh mengkhianati organisasi tempat ia dibesarkan. Untuk membuktikan dirinya tak bersalah, Ariff harus kembali menghadapi masa lalu dan bersatu dengan saudaranya yang telah lama menghilang, Jaki (Syazwan Zulkifly).

    Ketegangan semakin memuncak ketika sosok Ghaz (Sharnaaz Ahmad) muncul sebagai antagonis utama, yang dulu sahabat Ariff, kini menjadi pemburu berdarah dingin. Penampilan Ghaz mencuri perhatian dengan aura dingin dan karisma tajam, membuat film ini terasa penuh tekanan sejak awal hingga akhir.

    Bukan hanya dibintangi nama-nama besar, film ini juga menampilkan deretan aktor papan atas seperti Shukri Yahaya, Wan Hanafi Su, Amelia Henderson, hingga Zamarul Hisham, yang semuanya tampil all-out di layar. Penonton juga disuguhi koreografi pertarungan tangan kosong yang digarap serius, dengan sentuhan sinematik yang tajam dan koreografi laga garapan Nur Ubbaidillah Afandi Amirzan nama di balik suksesnya Polis Evo 3.

    Sejak perilisan trailernya, Blood Brothers: Bara Naga langsung menyedot perhatian warganet. Adegan-adegan aksi brutal, pengkhianatan emosional, dan sinematografi bergaya gelap mengundang banyak pujian di media sosial.

    Tak tanggung-tanggung, hanya dalam waktu 11 hari penayangan, film ini berhasil mengumpulkan lebih dari RM 73 juta, menjadikannya salah satu film lokal terlaris tahun ini di Malaysia.

    Film ini tidak hanya menghibur, tapi juga meninggalkan pesan kuat tentang arti kepercayaan dan batas antara darah dan pengkhianatan. Blood Brothers bukan sekadar film laga, tapi drama saudara kandung yang dikemas dalam atmosfer penuh bara dan letupan emosi.

     

     

  • Kristo Immanuel Debut Jadi Sutradara Lewat Film “Tinggal Meninggal”

    Kristo Immanuel Debut Jadi Sutradara Lewat Film “Tinggal Meninggal”

    Palapanews.Asia, Jakarta – Aktor sekaligus komedian Kristo Immanuel siap unjuk gigi sebagai sutradara lewat film perdananya yang berjudul Tinggal Meninggal. Film produksi Imajinari ini rencananya akan tayang pada Agustus 2025 dan membawa konsep unik yang jarang ditemui di film-film Indonesia, yakni breaking the fourth wall.

    Dalam konferensi pers yang digelar di kawasan Jakarta Pusat pada Rabu (4/6/2025), Kristo membagikan alasan di balik pilihannya mengusung gaya bercerita tersebut.

    “Aku tuh suka banget film-film dan series-series yang menggunakan breaking the fourth wall,” ungkap Kristo antusias.

    Breaking the fourth wall adalah teknik naratif di mana karakter dalam film menyadari keberadaan penonton dan berbicara langsung kepada mereka, seolah-olah menyadari bahwa dirinya adalah bagian dari sebuah cerita.

    Menurut Kristo, pendekatan ini sangat cocok untuk Tinggal Meninggal, terlebih karena cerita dalam film ini banyak terinspirasi dari pengalaman pribadinya.

    “Karena aku tuh suka banget kayak misalnya kalau di momen-momen awkward, di momen-momen yang cringe, di momen-momen enggak nyaman, kayak pengen ngomong ke kamera,” ujar Kristo.

    Kristo menambahkan bahwa karakter utama dalam film ini, Gema, akan banyak berbicara langsung kepada penonton di tengah-tengah adegan.

    “Jadi nanti kalau teman-teman lihat di filmnya itu, breaking the fourth wall itu momen ngomong sendirinya si Gema gitu,” ujar Kristo.

    Film Tinggal Meninggal juga dibintangi oleh sejumlah nama besar seperti Omara Esteghlal, Nirina Zubir, Mawar de Jongh, Muhadkly Acho, hingga Ardhit Erwanda. Dengan jajaran pemain yang kuat dan pendekatan penyutradaraan yang segar, film ini rencana tayang Agustus 2025.