Penulis: Dina Mariyana

  • Ancol Hadirkan Promo Spesial, Bebas Akses Semua Wahana saat Valentine dan Imlek 2026

    Ancol Hadirkan Promo Spesial, Bebas Akses Semua Wahana saat Valentine dan Imlek 2026

    Palapanews.Asia, Jakarta – PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk menghadirkan promo spesial berupa tiket terusan seharga Rp150.000 yang memungkinkan pengunjung menikmati seluruh unit rekreasi Ancol hanya dengan satu tiket. Program ini diluncurkan untuk memeriahkan Valentine’s Day dan Tahun Baru Imlek 2026.

    Promo bertajuk “1 Tiket Akses Seluruh Unit Rekreasi” ini berlaku untuk kunjungan pada 14 Februari atau 17 Februari 2026. Dengan satu tiket, pengunjung dapat mengakses berbagai destinasi unggulan, mulai dari Pantai Ancol, Dunia Fantasi (Dufan), Sea World Ancol, Samudra Ancol, Atlantis Ancol, Jakarta Bird Land, Pasar Seni, hingga Ecopark Ancol.

    Direktur Operasional PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Eddy Prastiyo, mengatakan program ini dihadirkan untuk memberikan nilai lebih bagi masyarakat.

    “Melalui promo tiket terusan ini, Ancol ingin memberikan kemudahan dan nilai lebih bagi masyarakat untuk menikmati seluruh wahana rekreasi dalam satu hari kunjungan, sekaligus menghadirkan pilihan liburan yang lebih terjangkau di momen spesial Valentine dan Imlek,” ujar Eddy dalam keterangan resminya, Kamis (29/1/2026).

    Selain akses ke seluruh wahana, setiap pembelian tiket juga mendapatkan bonus satu produk Sosro selama periode program berlangsung.

    Tak hanya itu, suasana liburan akan semakin semarak dengan rangkaian acara Ancol Waves of Romance dan Ancol Lunar Festival yang digelar pada 14–17 Februari 2026. Pengunjung dapat menikmati konser musik bertema romantis di Pantai Festival serta pertunjukan budaya khas Imlek seperti Barongsai dan Liong di Plaza Lagoon.

    Tiket promo ini dapat dibeli mulai 30 Januari hingga 17 Februari 2026 melalui situs resmi www.ancol.com maupun loket resmi Ancol. Namun demikian, Ancol mengingatkan bahwa kuota tiket terbatas dan harga tiket belum termasuk tiket kendaraan.

    Melalui program ini, Ancol berharap dapat menjadi alternatif destinasi liburan bagi keluarga dan pasangan, sekaligus memperkuat posisinya sebagai kawasan wisata terpadu di Jakarta.

     

     

  • Eksekusi Lahan Hasil Lelang di Cipondoh Sempat Ricuh, Keluarga Diminta Segera Kosongkan Rumah

    Eksekusi Lahan Hasil Lelang di Cipondoh Sempat Ricuh, Keluarga Diminta Segera Kosongkan Rumah

    Palapanews.Asia, Cipondoh – Pengadilan Negeri (PN) Kota Tangerang melakukan eksekusi lahan di Jalan Cendana Raya, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, hari ini sekitar pukul 10.00 WIB. Eksekusi dilaksanakan berdasarkan Surat Perintah PN Kota Tangerang Nomor 95/PEN-EKS/RL/2022/PN-TNG tentang pengosongan dan 4 penyerahan lahan yang selama ini dikuasai oleh Riky.

    Dalam pelaksanaan di lapangan, puluhan aparat gabungan dikerahkan untuk mengamankan proses, terdiri dari unsur Kepolisian, TNI, Satpol PP, serta juru sita pengadilan.

    Objek eksekusi merupakan tanah dan bangunan dengan Sertifikat Hak Milik (SHM) Nomor 2103/Cipondoh Indah seluas 132 meter persegi. Lahan tersebut adalah hasil lelang PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Dana Usaha, dengan Andi Suwito tercatat sebagai pemenang lelang.

    Koordinator eksekusi dari PN Tangerang, Miskah, memimpin langsung kegiatan di lokasi. Ia menegaskan bahwa eksekusi dilakukan berdasarkan perintah pengadilan yang sah.

    “Kami menjalankan perintah pengadilan sesuai prosedur. Eksekusi ini memiliki dasar hukum yang jelas dan wajib kami laksanakan,” ujar Miskah di sela kegiatan.

    Pengamanan wilayah dilakukan oleh jajaran Polsek Cipondoh di bawah pimpinan AKP Yudha Prakoso, S.I.K., M.A.

    Dalam prosesnya, eksekusi sempat diwarnai kericuhan antara pihak penghuni dengan petugas di lapangan. Namun, situasi dapat segera dikendalikan oleh aparat gabungan sehingga kondisi kembali kondusif.

    Di tengah ketegangan tersebut, dilakukan mediasi di lokasi dengan melibatkan Pengawas FORKAM Baston Sibarani, S.H., Ketua FORKAM Harry Amiruddin, koordinator eksekusi Miskah, serta Kapolsek Cipondoh. Mediasi membahas kondisi kesehatan Riky dan keberadaan sejumlah penghuni kos di dalam objek eksekusi.

    Ketua FORKAM Harry Amiruddin mengatakan, kehadiran pihaknya untuk mendorong penyelesaian yang lebih manusiawi di lapangan.

    “Kami diminta keluarga untuk menjadi penengah. Tujuan kami sederhana, agar proses hukum tetap berjalan, tapi sisi kemanusiaan juga diperhatikan, terutama terkait kondisi Pak Riky dan penghuni di dalam rumah,” kata Harry.

    Sementara itu, Baston Sibarani menekankan bahwa komunikasi di lokasi diarahkan agar tidak terjadi benturan lanjutan.

    “Yang kami upayakan adalah menenangkan suasana. Kami mendorong agar ada ruang waktu supaya penghuni kos bisa diberi tahu dan mengamankan barang-barangnya,” ujar Baston.

    Hasil mediasi menyepakati bahwa sebagian barang di dalam lokasi dikeluarkan hari ini, sementara Riky dan beberapa anggota keluarga masih diperkenankan tinggal sementara. Kebijakan ini diberikan untuk menunggu sejumlah penghuni kos yang belum berada di tempat, agar mereka dapat diberi informasi terkait situasi dan mengambil keputusan mengenai barang serta tempat tinggal mereka.

    Namun demikian, berdasarkan kesepakatan tersebut, Riky dan keluarga diwajibkan mengosongkan lokasi sepenuhnya pada Rabu, 28 Januari 2026.

    Miskah menegaskan, toleransi yang diberikan bersifat terbatas.

    “Ini adalah kebijakan di lapangan agar proses berjalan tertib. Namun secara prinsip, eksekusi tetap harus dilaksanakan sesuai penetapan pengadilan,” ujarnya.

    Sebelumnya, pihak termohon eksekusi melalui kuasa hukumnya menyampaikan keberatan dan menilai terdapat dugaan kejanggalan dalam proses lelang. Selain dugaan persekongkolan, pihaknya juga menyatakan bahwa proses lelang tidak pernah diberitahukan kepada Riky.

    “Klien kami tidak pernah menerima pemberitahuan resmi terkait proses lelang. Baru setelah muncul penetapan eksekusi, klien kami mengetahui bahwa objek ini telah dilelang dan dimenangkan pihak lain,” ujar kuasa hukum pemilik, Lilis Purba, S.H., M.H., M.A., M.Th., C.Mdd.

    Ia juga menyebut Andi Suwito sebelumnya pernah menawar objek senilai Rp 1,6 miliar, dan pada kesempatan lain Direktur BPR Dana Usaha juga datang untuk membeli dengan nilai yang sama.

    “Kemudian, dalam proses lelang, objek ini dimenangkan kembali oleh Andi Suwito dengan angka yang sama,” katanya.

    Lilis menambahkan, pihaknya telah mengajukan gugatan perlawanan (verzet) terhadap penetapan eksekusi tertanggal 22 Desember 2025, yang didaftarkan ke PN Tangerang pada 19 Januari 2026.

    Hingga berita ini diturunkan, proses pengeluaran barang masih berlangsung dengan pengamanan aparat gabungan, sementara situasi di sekitar lokasi terpantau kondusif.

     

     

  • Penerbangan Terakhir Angkat Skandal Dunia Aviasi dan Isu Manipulasi Relasi

    Penerbangan Terakhir Angkat Skandal Dunia Aviasi dan Isu Manipulasi Relasi

    Palapanews.Asia, Jakarta – Film drama Penerbangan Terakhir produksi VMS Studio siap menghiasi layar bioskop Indonesia mulai 15 Januari 2026. Dibintangi Jerome Kurnia, Nadya Arina, dan Aghni Haque, film ini tidak hanya mengangkat kisah yang menggemparkan dunia penerbangan, tetapi juga membawa pesan penting tentang relasi manipulatif yang kerap dialami perempuan.

    Lewat tokoh Tiara (Nadya Arina), seorang pramugari muda yang masih minim pengalaman dalam percintaan, penonton diajak menyelami perjuangan seorang perempuan saat terjebak dalam hubungan yang penuh manipulasi. Sosok Kapten Deva (Jerome Kurnia), pilot muda berkarisma, digambarkan sebagai pria yang memikat banyak perempuan dengan pesona dan pujian berlebihan, termasuk Tiara.

    Film ini diproduseri oleh Tony Ramesh, dengan Shalu T.M. sebagai produser eksekutif, serta disutradarai oleh Benni Setiawan. Penerbangan Terakhir tidak hanya menyajikan drama intens berlatar dunia aviasi, tetapi juga menjadi refleksi bagi penonton, khususnya perempuan, untuk lebih peka terhadap tanda-tanda manipulasi dalam hubungan.

    Karakter Tiara digambarkan sebagai representasi banyak perempuan yang pernah menjadi korban relasi tidak sehat. Proses bangkit yang ia jalani menjadi simbol kemenangan dan keberanian perempuan untuk mengambil kembali kendali atas hidupnya.

    “Walaupun latar ceritanya di dunia penerbangan, menurutku dinamika cerita dan karakter akan sangat dekat dengan kehidupan penonton. Apa yang dialami Tiara bisa terjadi di mana saja dan pada siapa saja. Ini sering ada di sekitar kita,” ujar Nadya Arina.

    Ia juga menambahkan pesan penting bagi penonton, “Kalau ada laki-laki yang sudah mulai memberi pujian berlebihan, itu saatnya mundur perlahan. Jangan sampai terjebak dalam hubungan yang manipulatif.”

    Sementara itu, Jerome Kurnia mengungkapkan tantangan emosional dalam memerankan Kapten Deva. Ia menyebut karakter tersebut memiliki lapisan emosi yang kompleks, terutama dalam adegan pertengkaran besar antara Deva dan Tiara.

    “Ada satu adegan ketika Deva berusaha merebut kembali cinta Tiara. Pertengkarannya intens, emosinya naik turun, dan itu cukup sulit, apalagi dengan angle kamera yang juga menantang,” ungkap Jerome.

    Antusiasme terhadap Penerbangan Terakhir terlihat sejak sebelum penayangan resmi. Film ini terpilih sebagai salah satu Hot Picks oleh media film internasional Variety. Selain itu, special screening yang digelar pada 10–11 Januari 2026 di 10 kota berhasil menarik perhatian besar, dengan banyak tiket terjual habis. Kota-kota tersebut meliputi Jakarta, Tangerang, Palembang, Bekasi, Malang, Bogor, Depok, Cirebon, Surabaya, dan Makassar.

    “Bagi kami di VMS Studio, cerita ini penting sebagai bagian dari edukasi. Dari pengalaman dan kesalahan, selalu ada kesempatan untuk bangkit. Karakter Tiara menunjukkan hal itu,” ujar produser Tony Ramesh.

     

     

  • Trailer dan Poster Film Titip Bunda di Surga Mu Sarat Makna Cinta Ibu

    Trailer dan Poster Film Titip Bunda di Surga Mu Sarat Makna Cinta Ibu

    Palapanews.Asia, Jakarta – Menghadirkan kehangatan di tengah hiruk-pikuk kehidupan, kolaborasi tiga rumah produksi; RRK Pictures, Spectrum Film, dan Festival Pictures, secara resmi meluncurkan official trailer dan posterfilm drama keluarga terbaru, “Titip Bunda di Surga-Mu”.

    Dalam acara press conferenceyang digelar hari ini di Metropole XXI, Jakarta, film ini diperkenalkan sebagai sajian istimewa untuk menyambut Lebaran tahun ini. Dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 26 Februari 2026, “Titip Bunda di Surga-Mu”bukan sekadar tontonan, melainkan sebuah refleksi tentang arti pulang, memeluk, dan berdamai dengan keluarga.

    Poster dan Trailer yang Berbicara Tentang Cinta Tanpa Syarat

    Official posteryang dirilis hari ini langsung menyentuh hati dengan visual intim Ibu Mozza (Meriam Bellina) yang sedang tidur bersama keluarganya dalam sebuah pelukan hangat. Visual ini menjadi representasi jiwa dari film ini: kehangatan, rasa aman, dan cinta ibu yang tak terbatas.

    Sutradara Hanny R. Saputra menuturkan bahwa film ini adalah karya yang sangat personal baginya. Film ini sangat dekat dengan saya secara emosional. Kehangatan dalam pelukan seorang bunda dan kebersamaan keluarga adalah memori yang sangat kuat, dan itulah yang ingin kami bagikan lewat film ini. ‘Titip Bunda di Surga-Mu’ adalah tentang cinta yang sering kita anggap selalu ada, sampai suatu hari kita sadar betapa berharganya,ungkap Hanny.

     

    Konflik Pelik: Warisan atau Kasih Sayang?Sementara itu, official trailer menyuguhkan dinamika konflik yang intens namun realistis. Penonton diperkenalkan pada tiga bersaudara, Alya (Acha Septriasa), Adam (Kevin Julio), dan Azzam (Abun Sungkar). Ketiganya tengah terhimpit kesulitan ekonomi, merasa jauh dari keluarga, dan diliputi kekecewaan terhadap orang tua.

    Keputusan nekat tiga bersaudara ini menjadi pemicu konflik utama. Namun, tindakan tersebut justru memaksa mereka menghadapi konsekuensi besar yang mengubah hidup dan mendefinisikan ulang arti keluarga bagi mereka. Di sinilah kita ditunjukkan bahwa ada kalanya kasih sayang orang tua berbenturan dengan tekanan ekonomi dan ego anak-anak yang sedang beranjak dewasa.

    Transformasi Meriam Bellina

    Film ini juga menjadi panggung pembuktian baru bagi aktris legendaris, Meriam Bellina. Kerap dikenal dengan peran antagonis yang tajam, kali ini Meriam hadir sebagai sosok Bunda Mozza yang penuh kelembutan.

    Ini peran yang sangat berbeda untuk saya. Biasanya saya dikenal lewat karakter antagonis, tapi di film ini saya menjadi seorang bunda. Ceritanya sangat membekas, karena ‘Titip Bunda di Surga-Mu’ mengingatkan kita semua akan pentingnya pulang, bukan hanya secara fisik, tapi juga secara emosional, kepada keluarga,tutur Meriam Bellina.

    Diangkat dari novel karya Dono Indartodan Zora Vidyanata(yang juga bertindak sebagai penulis skenario), film ini bertabur bintang lintas generasi. Selain nama-nama di atas, film ini turut dibintangi oleh Ikang Fawzi, Zora Vidyanata, Natalie Zenn, Arfan Afif, Chiki Fawzi,dan Asri Welas.

     

     

  • Dodit Mulyanto dan Angga Yunanda Jadi Saudara Kembar di Film Sebelum Dijemput Nenek

    Dodit Mulyanto dan Angga Yunanda Jadi Saudara Kembar di Film Sebelum Dijemput Nenek

    Palapanews.Asia, Jakarta – Film horor-komedi terbaru produksi Rapi Films berjudul Sebelum Dijemput Nenek siap menyapa penonton bioskop Indonesia mulai 22 Januari 2026. Disutradarai oleh pendatang baru Fajar Martha Santosa, film ini menjanjikan perpaduan teror mitos lokal dengan komedi karakter yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

    Antusiasme publik kian terasa sejak trailer resminya dirilis. Media sosial dipenuhi komentar warganet yang menyebut film ini terlihat “lucu tapi tetap bikin tegang”. Tak sedikit pula yang membandingkan nuansa horor-komedinya dengan film-film Thailand yang dikenal piawai meramu humor dan ketegangan secara seimbang.

    Salah satu sorotan utama datang dari duet tak terduga Angga Yunanda dan Dodit Mulyanto yang berperan sebagai saudara kembar, Hestu dan Akbar. Penampilan keduanya langsung memunculkan isu “kembar Dodit-Angga” di kalangan warganet. Banyak yang menilai keduanya tampak semakin mirip di layar, bahkan melahirkan julukan-julukan unik seperti “Dodit Yunanda” hingga menyandingkan Dodit dengan aktor Thailand Mario Maurer versi lokal.

    Perbedaan karakter justru menjadi kekuatan utama cerita. Hestu digambarkan dingin, tertutup, dan memendam amarah, sementara Akbar tampil polos, lugu, dan memiliki kedekatan emosional yang kuat dengan sang Nenek. Dinamika kontras inilah yang memunculkan komedi alami di tengah teror arwah yang membayangi mereka selama tujuh hari.

    Angga Yunanda mengaku antusias menjajal genre horor-komedi untuk pertama kalinya.

    “Begitu ditawari film ini, aku langsung tertarik karena ingin mencoba sesuatu yang berbeda. Di sini aku bisa serius, bisa tegang, tapi juga harus lucu. Respons penonton yang bilang film ini seru dan lucu bikin aku makin nggak sabar menunggu penonton nonton langsung di bioskop,” kata Angga.

    Dodit Mulyanto menambahkan bahwa benturan karakter menjadi sumber humor utama film ini.

    “Yang paling seru justru saat karakter kami saling bertabrakan. Hestu itu serius dan kaku, Akbar santai dan apa adanya. Dari situ komedinya muncul tanpa harus dipaksakan. Humornya hidup karena situasinya dekat dengan keseharian,” ujar Dodit.

    Sutradara Fajar Martha Santosa menjelaskan bahwa sejak awal ia memang ingin horor dan komedi berjalan beriringan.

    “Ketegangan tetap kami bangun, tapi karakter-karakternya memberi ruang untuk tertawa. Dodit dan Angga punya warna yang sangat kontras, dan kontras itu membuat ceritanya terasa lebih manusiawi dan menghibur,” ungkap Fajar.

    Selain duo pemeran utama, Sebelum Dijemput Nenek juga diperkuat oleh deretan pemain pendukung seperti Oki Rengga, Wavi Zihan, dan Nopek Novian. Sejumlah cameo yang ramai dibicarakan, termasuk Eri Pras dan Tante Ernie, turut menambah kejutan dan warna komedi. Menurut tim produksi, kehadiran cameo dipilih secara selektif agar tetap menyatu dengan cerita, bukan sekadar pemanis.

    Produser Sunil Samtani menegaskan film ini menjadi bagian dari komitmen Rapi Films dalam mengembangkan horor-komedi berbasis budaya lokal.

    “Film ini memadukan mitos kematian, konflik keluarga, dan komedi karakter dalam satu cerita yang utuh. Selain itu, Sebelum Dijemput Nenek juga menjadi debut penyutradaraan Fajar Martha Santosa, sejalan dengan komitmen kami memberi ruang bagi talenta baru,” jelas Sunil.

    Ia berharap penonton mendapatkan pengalaman menonton yang lengkap.

    “Harapannya, penonton bisa tertawa, tegang, lalu tertawa lagi, dan pulang dari bioskop dengan perasaan terhibur,” tambahnya.

    Dengan respons positif sejak trailer dirilis, dinamika unik Dodit–Angga, serta kejutan cameo yang disiapkan, Sebelum Dijemput Nenek digadang-gadang menjadi salah satu film horor-komedi paling dinantikan di awal 2026.

     

     

  • Ancol Tawarkan Tiket Masuk plus Voucher Makan Gratis

    Ancol Tawarkan Tiket Masuk plus Voucher Makan Gratis

    Palapanews.Asia, Jakarta – PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk kembali menghadirkan program promo menarik bagi masyarakat yang ingin berwisata dengan lebih hemat. Melalui promo terbaru ini, pengunjung dapat menikmati tiket masuk Ancol seharga Rp35.000 sekaligus mendapatkan voucher makan gratis senilai Rp20.000 di Resto Ayam Tepi Laut (ATL).

    Program promo tersebut dirancang untuk memberikan nilai tambah bagi pengunjung, tidak hanya dari sisi rekreasi tetapi juga pengalaman kuliner. Dengan satu tiket, pengunjung dapat menjelajahi kawasan wisata Ancol sekaligus menikmati sajian makanan di salah satu restoran favorit yang berada di tepi pantai.

    Promo tiket masuk ini berlaku untuk pembelian tiket orang baik melalui loket offline Ancol maupun secara online melalui situs resmi Ancol.com. Periode pembelian dan tanggal kunjungan ditetapkan mulai 12 Januari hingga 17 Februari 2026.

    Voucher makan senilai Rp20.000 tersebut menggunakan tiket atau e-ticket orang yang digunakan di Pintu Gerbang Utama (PGU) Ancol. Voucher hanya dapat digunakan di Resto Ayam Tepi Laut pada pukul 11.00 hingga 16.00 WIB, sesuai dengan tanggal kunjungan yang tertera pada tiket.

    Manajemen Ancol menjelaskan, voucher tidak dapat diuangkan dan tidak berlaku kelipatan. Apabila total pembelian makanan atau minuman melebihi nilai voucher, pengunjung dapat menambah pembayaran secara tunai maupun non-tunai. Namun, jika total pembelian kurang dari nilai voucher, sisa nilai tidak dapat dikembalikan. Promo ini juga tidak dapat digabungkan dengan promo lainnya.

    Dengan adanya program ini, Ancol berharap dapat menjadi pilihan destinasi liburan yang semakin terjangkau dan menarik bagi keluarga serta masyarakat luas, sekaligus menghadirkan pengalaman wisata yang berpadu dengan kenikmatan kuliner di kawasan Ancol.

     

  • CAPER Siap Menggila! Bongkar Dunia Pinjol dengan Komedi Konyol

    CAPER Siap Menggila! Bongkar Dunia Pinjol dengan Komedi Konyol

    Palapanews.Asia, Jakarta – Setelah meraih kesuksesan besar lewat serial Pay Later, Scovi Films bersama RAPI Films resmi melangkah ke layar lebar dengan menghadirkan film berjudul Check Out Sekarang, Pay Later (CAPER). Film ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 6 Februari 2026, sekaligus menandai debut layar lebar perdana Scovi Films.

    Disutradarai oleh Surya Ardy Octaviand, film CAPER menghadirkan cerita baru yang berdiri sendiri dan bukan lanjutan dari serial Pay Later. Meski begitu, film ini tetap menghadirkan duo yang sudah sangat dicintai penonton, Amanda Manopo dan Fajar Sadboy, yang kembali berperan sebagai kakak-beradik dengan chemistry unik dan penuh kelucuan.

    Film ini diproduseri oleh Surya Ardy Octaviand bersama Sunar S Samtani, dengan naskah yang ditulis Ardy bersama Widya Arifianti, penulis peraih Piala Citra FFI 2025. Deretan pemain lain yang turut meramaikan CAPER antara lain Devano Danendra, Jovial Da Lopez, Sastra Silalahi, Wavi Zihan, Kaneishia Yusuf, Shanice Margaretha, Merry Sanger, Richard Derrick, dan Martin Carter.

    Dalam poster resminya, Amanda Manopo tampil mencolok dengan mahkota dan selempang khas kontes kecantikan. Sementara Devano Danendra mencuri perhatian lewat gaya nyentrik, mulai dari rambut poni lempar hingga kacamata besar berwarna hitam-kuning. Nuansa komedi absurd pun sudah terasa sejak visual promosi film dirilis.

    Trailer resmi CAPER menampilkan Amanda Manopo sebagai Tina, seorang pemenang kontes kecantikan yang hidup boros dan terjebak utang pinjaman online. Tina tinggal bersama adiknya, Umski (Fajar Sadboy), serta sang nenek yang diperankan Merry Sanger. Demi melunasi utang dan membiayai keluarganya, Tina terpaksa bekerja di kantor pinjaman online.

    Produser Sunar S Samtani mengungkapkan alasan IP Pay Later kembali dihadirkan dalam bentuk film.

    “IP Pay Later sangat dicintai oleh penonton Indonesia. Karakter Amanda Manopo dan Fajar Sadboy terbukti menjadi pasangan kakak-adik yang sangat menghibur. Saat Ardy membawa ide ini, kami ingin melihat perjalanan mereka dari sudut pandang yang benar-benar baru,” ujar Sunar saat konferensi pers yang di gelar di Plaza Senayan XXI, Jakarta (6/1).

    Kesuksesan Pay Later memang tak main-main. Pada 2024, serial ini menjadi salah satu kata kunci Top Trending kategori Film/TV Serial di Google Indonesia, bertahan di posisi Top 1 Netflix selama tiga bulan, serta masuk Top 10 Serial Indonesia di Netflix selama enam bulan.

    Surya Ardy Octaviand menegaskan bahwa CAPER bukan sekadar pengulangan cerita lama.

    “Film ini sangat spesial bagi Scovi Films karena ini karya layar lebar pertama kami. Ceritanya benar-benar baru, karakternya baru, dunianya berbeda. Bukan sekuel. Plotnya lebih kompleks, lebih konyol, dan komedinya dirancang untuk benar-benar menghibur,” katanya.

    Dalam perjalanannya, Tina bertemu Mail (Devano), korban pinjol ilegal lain yang juga tengah terjerat masalah. Tanpa disadari, mereka justru terseret ke dalam upaya membongkar jaringan besar pinjol ilegal yang melibatkan orang-orang berpengaruh.

    Amanda Manopo mengaku menikmati kembali perannya yang penuh kekonyolan.

    “Penonton bakal lihat kekonyolanku bareng Fajar lagi. Capek sih harus berhadapan sama dia, tapi seru banget. Di film ini ceritanya benar-benar baru dan lebih gila,” ujar Amanda sambil tertawa.

    Hal senada disampaikan Fajar Sadboy.

    “Aku senang banget bisa satu project sama Kak Manda lagi. Chemistry kami udah dapet banget. Kalian bakal lihat aksi kocak dan konyol kami berdua di CAPER,” katanya.

    Sementara itu, Devano Danendra mengaku tertantang dengan peran barunya.

    “Di sini aku tampil beda banget, mungkin kayak ‘jamet’. Aku berperan sebagai Mail, DJ yang adiknya juga kena pinjol. Bareng Amanda dan Fajar, aku ikut membongkar siapa dalang pinjol ilegal,” ungkap Devano.

    Film Check Out Sekarang, Pay Later (CAPER) siap menyuguhkan komedi segar, kritik sosial, dan kekonyolan khas yang dekat dengan realitas masyarakat. Saksikan aksinya di bioskop Indonesia mulai 5–6 Februari 2026.

     

  • Bukan Sekadar Horor KAFIR Gerbang Sukma Buka Dosa Lama

    Bukan Sekadar Horor KAFIR Gerbang Sukma Buka Dosa Lama

    Palapanews.Asia, Jakarta – Setelah delapan tahun meninggalkan jejak kuat di genre horor Indonesia, semesta KAFIR akhirnya kembali dibuka. Starvision secara resmi merilis official trailer dan poster film KAFIR, Gerbang Sukma dalam acara press conference yang digelar di Metropole XXI, Jakarta, Selasa (6/1).

    Film ini merupakan kelanjutan dari KAFIR: Bersekutu dengan Setan (2018), yang dikenal sebagai horor tanpa hantu dengan teror psikologis yang membekas. Disutradarai kembali oleh Azhar Kinoi Lubis, KAFIR, Gerbang Sukma membawa penonton masuk lebih dalam ke sisi kelam keluarga Sri, kisah yang ternyata belum pernah benar-benar selesai.

    Dalam trailer perdana yang ditayangkan, atmosfer mencekam langsung terasa lewat potongan adegan yang intens dan emosional. Konflik keluarga Sri kembali memuncak saat Andi dan Rani hadir bersama anak mereka, disusul perilaku janggal sang kakek dan nenek. Semua mengarah pada satu pertanyaan besar: dosa masa lalu apa yang belum terbayar, dan siapa yang harus menanggung akibatnya.

    Produser Chand Parwez Servia menyampaikan bahwa film ini dikembangkan dengan pendekatan yang lebih matang dan personal. Menurutnya, sekuel ini bukan sekadar melanjutkan cerita, tetapi memperdalam trauma, rasa bersalah, dan dendam yang tumbuh dalam lingkup keluarga.

    “Terornya dekat dengan kehidupan kita sehari-hari, dan justru di situ letak kengerian terbesarnya,” ungkap Chand.

    Senada dengan itu, sutradara Azhar Kinoi Lubis menjelaskan bahwa Gerbang Sukma akan menghadirkan horor yang lebih kuat, baik secara visual maupun emosional. Aksi para pemain ditampilkan lebih total, dengan ketegangan yang terus dibangun tanpa memberi ruang aman bagi penonton.

    Penulis skenario Upi menambahkan, film ini membuka lapisan cerita yang lebih gelap dari masa lalu Sri. Kesalahan yang belum tuntas tak hanya menghantui dirinya, tetapi juga menyeret anak dan cucunya ke dalam pusaran teror yang tak terhindarkan.

    “Ini horor yang sangat personal, tentang keluarga, rasa bersalah, dan konsekuensi,” ujarnya.

    Para pemain pun merasakan tantangan yang jauh lebih besar dibanding film sebelumnya. Putri Ayudya, yang kembali memerankan Sri, menyebut film ini mengalami peningkatan signifikan dari sisi emosi, ketegangan, hingga teror. Sementara Rangga Azof mengaku perannya kali ini menuntut eksplorasi karakter yang lebih dalam dan berlapis.

    Dengan deretan pemain lama dan baru seperti Putri Ayudya, Rangga Azof, Nadya Arina, Indah Permatasari, Asha Assuncao, Arswendy Bening Swara, hingga Muthia Datau, serta dukungan musik dari Aghi Narottama, KAFIR, Gerbang Sukma siap membawa horor keluarga ini ke level yang lebih gelap dan intens.

    Film KAFIR, Gerbang Sukma dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 29 Januari 2026.

     

     

  • Alas Roban di Layar Lebar: Horor Sunyi, Trauma Ibu, dan Jejak Spiritual di Jalur Legendaris

    Alas Roban di Layar Lebar: Horor Sunyi, Trauma Ibu, dan Jejak Spiritual di Jalur Legendaris

    Palapanews.Asia, Jakarta – Alas Roban selama ini dikenal lebih dari sekadar jalur penghubung antarkota. Hutan lebat yang diselimuti kabut tiba-tiba dan perasaan ganjil yang kerap muncul tanpa sebab jelas menjadikannya bagian dari ingatan kolektif masyarakat, diwariskan sebagai cerita dari generasi ke generasi.

    Nuansa itulah yang diangkat dalam film Alas Roban. Dalam acara press conference dan press screening di XXI Epicentrum, Rasuna Said, Senin (5/1/2026), sutradara Hadrah Daeng Ratu memaparkan pendekatan horor yang berbeda dari kebanyakan film sejenis. Ia menegaskan bahwa film ini tidak bertumpu pada jump scare atau adegan gore.

    “Ini road movie horor yang mengandalkan emosi dan pesan moral. Ketakutan lahir dari perjalanan batin karakter, bukan dari kejutan visual semata,” kata Hadrah.

    Cerita berfokus pada perjuangan seorang ibu demi anaknya. Trauma masa lalu, kondisi psikologis, serta pengalaman hidup para karakter menjadi sumber utama rasa takut yang perlahan dibangun. Horor dalam film ini hadir secara halus, merayap melalui emosi dan konflik internal.

    Selain dari karakter, Alas Roban sendiri diposisikan sebagai ruang hidup yang sarat makna. Bagi Hadrah, hutan ini menyimpan cerita kolektif milik siapa pun yang pernah melintasinya. Setiap perjalanan seolah meninggalkan kisah—baik berupa pengalaman ganjil maupun cerita mistis yang terus hidup di tengah masyarakat.

    Atmosfer mencekam terutama dihadirkan lewat jalur lama Alas Roban, tanpa memaksakan efek kejut berlebihan. Penonton diajak merasakan ketegangan yang tumbuh perlahan, seiring perjalanan para tokoh.

    Di sisi lain, penulis skenario Evelyn Afnilia mengungkapkan proses penulisan film ini dilakukan dengan cara yang tak lazim. Ia terjun langsung ke Alas Roban, menyusuri hutan pada siang hingga malam hari.

    “Risetnya tidak hanya lewat cerita. Kami berdialog dengan warga, tokoh adat, puncen, sampai dalang,” ujar Evelyn.

    Baginya, Alas Roban merupakan pengalaman pertama mengembangkan cerita horor langsung di lokasi kejadian. Riset dilakukan tidak hanya secara naratif, tetapi juga spiritual. Ia menggali sejarah pembukaan hutan yang diyakini penuh ritual, sekaligus hubungan manusia dengan alam dan leluhur.

    Dengan pendekatan yang tidak mengandalkan sosok hantu konvensional, film Alas Roban diharapkan mampu memberi pengalaman emosional yang mendalam. Kolaborasi sutradara dan penulis skenario ini ingin menghadirkan horor yang bukan sekadar menakutkan, tetapi juga mengajak penonton untuk berefleksi.

     

     

  • Ancol Salurkan Hasil Penjualan Tiket untuk Korban Bencana di Sumatra

    Ancol Salurkan Hasil Penjualan Tiket untuk Korban Bencana di Sumatra

    Palapanews.Asia, Jakarta – PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk menunjukkan komitmen sosialnya dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatra. Bantuan tersebut berasal dari donasi sebesar 10 persen hasil penjualan tiket masuk Ancol pada 31 Desember 2025.

    Dari penjualan tiket kunjungan pada malam pergantian tahun tersebut, Ancol berhasil menghimpun dana sebesar Rp145.034.550. Jumlah itu kemudian dibulatkan menjadi Rp150 juta dan disalurkan sebagai bantuan pemulihan bagi warga yang terdampak bencana.

    Donasi tersebut berasal dari penjualan tiket baik secara daring melalui situs resmi Ancol maupun pembelian langsung di loket Pintu Gerbang Utama. Tercatat sebanyak 41.597 pengunjung memadati kawasan Ancol pada hari terakhir 2025, dengan total omzet penjualan tiket mencapai lebih dari Rp1,45 miliar.

    Dana bantuan telah disalurkan melalui Baznas Bazis DKI Jakarta dan akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar serta mendukung pemulihan masyarakat terdampak bencana di Sumatra. Langkah ini menjadi bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) yang secara konsisten dijalankan Ancol.

    Manajemen Ancol menyampaikan keyakinannya bahwa semangat kebersamaan dan kepedulian masyarakat dapat membantu para korban bangkit kembali. Perusahaan juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung upaya kemanusiaan dan meringankan beban masyarakat yang terdampak musibah.