Penulis: AdminPALAPA

  • Bareskrim Tetapkan Dua Tersangka Kasus Penipuan Lahan Barelang, LIRA Minta Proses Dipercepat

    Bareskrim Tetapkan Dua Tersangka Kasus Penipuan Lahan Barelang, LIRA Minta Proses Dipercepat

    PALAPANEWS.ASIA, JAKARTA –

    LBH LSM Penggiat Anti Korupsi LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) kawal kasus penipuan Budianto dan Wirianto yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Mabes Polri. Kasus yang ditangani Direktoral Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus diharapkan segera dilimpahkan ke Kejaksaan.

    Kepada media Presiden LSM LIRA, HM. Jusuf Rizal,SH didampingi Panglima Brikom LIRA, Johny dan Pengacara LBH LSM LIRA, Herwanto,SH di Bareskrim Mabes Polri Jakarta secara kronologis mepaparkan masalah tersebut terkait tindak pidana penipuan dengan cara menawarkan pembelian lahan yang bukan miliknya oleh Budianto dan Wirianto di Balerang, Batam, Kepulauan Riau (Kepri)

    Menurut Herwanto kasus ini sempat mandeg hampir setahun lebih sejak tahun 2024. Namun kemudian Budianto dan Wirianto telah ditetapkan sebagai tersangka, 22 Oktober 2025. Dari hasil gelar perkara khusus LBH LSM LIRA meyakini proses penyidikan berjalan profesional.

    “Kami memberikan apresiasi terhadap penyidik dalam kasus ini, meski lamban namun berjalan sesuai ketentuan hukum. Untuk itu diharapkan kasusnya segera dilimpahkan ke Kejaksaan,” tegas Herwanto.

    Desakan Herwanto agar kasus ini segera dilimpahkan ke Kejaksaan, terkait juga dengan perlindungan investor asing. Dalam kasus ini yang ditipu adalah investor dari Singapura serta perusahaan PT. Jagat Energy dan PT. Pelayaran Nasional Jaticatur Niaga Trans di Batam.

    Budianto dan Wirianto dijerat Pasal berlapis KUHP Pasal 378, Pasal 372, Pasal 266 serta UU Pencucian Uang, antara kurun waktu tahun 2016-2020 dengan kerugian sedikitnya SGD 6.489.437 atau setara Rp.83,1 milyar

    Lebih lanjut menurut Jusuf Rizal, pria berdarah Madura-Batak, penggiat Anti Korupsi, Relawan Prabowo itu, LSB LSM LIRA turut terlibat untuk mengawasi proses hukum, jangan sampai ada yang bermain. Bila itu teejadi LSM LIRA akan melapor ke berbagai pihak seperti Kaŕpolri, Propam, Kompolnas, Ombudsman, Komisi III DPR RI, Tim Reformasi Polri maupun Presiden Prabowo Subianto

    ( Yazid )

  • Air Bersih Bukan Barang Dagangan: Negara Wajib Hadir

    Air Bersih Bukan Barang Dagangan: Negara Wajib Hadir

    Air bersih adalah kebutuhan paling mendasar manusia. Tanpa air, tidak ada kehidupan. Namun ironisnya, di berbagai wilayah, warga justru harus membayar mahal hanya untuk memperoleh air bersih karena pengelolaannya diserahkan kepada pihak swasta. Pertanyaannya sederhana tetapi mendasar: di mana negara ketika rakyat harus membayar mahal untuk kebutuhan hidup paling dasar?

    Konstitusi Indonesia sesungguhnya sudah sangat jelas. Pasal 33 ayat (3) UUD 1945 menegaskan bahwa bumi dan air dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Kalimat ini bukan sekadar slogan, melainkan mandat konstitusional. Air bukan komoditas pasar bebas; air adalah hak dasar warga negara.

    Mahkamah Konstitusi dalam berbagai putusannya telah menegaskan bahwa negara tidak boleh melepaskan kendali atas sumber daya air. Pelibatan swasta dimungkinkan, tetapi harus bersifat terbatas, berada di bawah pengawasan ketat negara, dan tidak menghilangkan hak rakyat atas akses air bersih yang terjangkau. Ketika pengelolaan air membuat masyarakat harus membayar mahal tanpa alternatif layanan publik, maka yang terjadi bukan efisiensi, melainkan komersialisasi hak hidup.

    Air, Fasilitas Umum, dan Kewajiban Negara

    Sebagian pihak berargumen bahwa air bersih tidak mungkin diberikan secara gratis karena ada biaya infrastruktur, operasional, dan pemeliharaan. Argumen ini benar secara teknis, tetapi keliru jika dijadikan alasan untuk membebankan seluruh biaya kepada rakyat.

    Dalam kerangka kebijakan publik, fasilitas umum tidak selalu berarti gratis absolut, tetapi tidak boleh menjadi beban ekonomi yang menghalangi akses warga, terutama untuk kebutuhan dasar. Negara wajib memastikan bahwa setiap warga negara memperoleh air bersih dalam jumlah minimum tanpa tekanan finansial. Jika untuk minum, memasak, dan mandi saja warga harus mengeluarkan biaya yang memberatkan, maka persoalan ini bukan lagi soal teknis, melainkan kegagalan negara menjalankan mandat konstitusi.

    Air bersih harus diperlakukan sebagai layanan publik strategis, sama halnya dengan pendidikan dasar dan layanan kesehatan primer. Negara boleh menarik biaya operasional yang wajar, tetapi tidak boleh mengubah hak hidup menjadi barang dagangan.

    Mengembalikan Air ke Jalur Konstitusi

    Sudah saatnya model pengelolaan air bersih dikoreksi. Pengelolaan seharusnya diberikan kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar negara hadir secara nyata, bukan sekadar sebagai pemberi izin. Pemerintah daerah dapat memberikan penyertaan modal, sementara pembiayaan tambahan dapat melibatkan perbankan melalui skema bagi hasil, bukan bunga yang berpotensi memberatkan dan mendorong komersialisasi berlebihan.

    Skema tarif juga harus dirancang secara adil dan berkeadilan sosial. Kebutuhan dasar air rumah tangga wajib digratiskan atau disubsidi penuh. Pemakaian di atas batas wajar—terutama untuk kegiatan usaha dan konsumsi komersial—dapat dikenakan tarif progresif. Dengan mekanisme ini, terjadi subsidi silang yang sehat: yang mampu membantu yang membutuhkan.

    Model seperti ini bukan konsep idealistis tanpa dasar. Banyak daerah dan negara telah membuktikan bahwa air dapat dikelola secara profesional, berkelanjutan, dan tetap berpihak pada rakyat. Kuncinya adalah satu: negara tidak boleh absen dan tidak boleh menyerahkan air sepenuhnya kepada mekanisme pasar.

    Air dan Martabat Negara

    Cara negara mengelola air mencerminkan cara negara memandang rakyatnya. Ketika air bersih menjadi mahal dan sulit diakses, negara sedang mengirim pesan keliru bahwa hak hidup dapat ditentukan oleh kemampuan membayar. Ini bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi persoalan moral dan keadilan sosial.

    Kehadiran negara tidak selalu harus diwujudkan dalam proyek besar dan megah. Sering kali, kehadiran negara justru paling bermakna ketika ia memastikan rakyatnya tidak kehausan. Air bersih bukan hadiah, bukan belas kasihan, dan bukan komoditas. Air adalah hak konstitusional warga negara.

    Sudah waktunya kebijakan pengelolaan air dikembalikan ke khitah UUD 1945: negara sebagai penguasa dan penanggung jawab, BUMD sebagai pengelola, dan rakyat sebagai pemegang hak. Jika tidak, kita sedang membiarkan konstitusi mengering—sementara air justru mengalir ke logika pasar.

    Profil Penulis

    Nandan Limakrisna adalah akademisi, peneliti, pakar ekonomi, dan pemerhati kebijakan publik. Aktif menulis dan memberikan masukan strategis terkait ekonomi kerakyatan, tata kelola sumber daya alam, dan peran negara dalam mewujudkan keadilan sosial sesuai amanat UUD 1945.

  • Sosialisasi Bantuan Hukum di Kunir Ungkap Dua Program Strategis untuk Masyarakat Desa

    Sosialisasi Bantuan Hukum di Kunir Ungkap Dua Program Strategis untuk Masyarakat Desa

    PALAPANEWS.ASIA, PURWOREJO –

    Sosialisasi layanan bantuan hukum yang digelar Pos Bantuan Hukum Desa (Posbakumdes) di Desa Kunir, Kamis, 12 Desember 2025, tidak hanya menjadi ruang edukasi mengenai hak-hak masyarakat atas pendampingan hukum. Kegiatan ini sekaligus membuka wawasan baru tentang peluang peningkatan kualitas hidup warga melalui dua program pemberdayaan strategis yang diperkenalkan Posbakumdes.

    Ketua Umum Posbakumdes, Edi Prastio, SH, MH, dalam pemaparannya menegaskan bahwa keberadaan Posbakumdes tidak terbatas pada pendampingan hukum. Ia menjelaskan bahwa desa dapat menjadi pusat pertumbuhan sumber daya manusia yang unggul bila diberikan akses pendidikan dan kesempatan kerja yang setara.

    “Kami hadir bukan hanya untuk menyelesaikan persoalan hukum. Posbakumdes ingin desa menjadi tempat tumbuhnya generasi berdaya dan mandiri,” ujarnya.

    Program pertama yang diperkenalkan ialah 1 Sarjana 1 Desa, sebuah inisiatif yang menawarkan dukungan pembiayaan kuliah bagi pemuda desa. Melalui program ini, generasi muda didorong untuk menempuh pendidikan tinggi dengan harapan nantinya kembali dan mengabdi untuk memajukan desa. Kehadiran lulusan perguruan tinggi di desa diyakini dapat membawa perubahan, baik dalam pengelolaan administrasi, ekonomi, sosial, maupun pembangunan masyarakat.

    Program kedua yang menarik perhatian warga adalah Magang Kerja ke Jepang. Program ini dibuka untuk masyarakat usia produktif yang ingin mendapatkan pengalaman kerja internasional. Dengan fasilitas dana talangan 100 persen untuk pemberangkatan peserta, program ini menjadi peluang yang cukup besar untuk meningkatkan pendapatan keluarga. Banyak warga yang menilai program tersebut sebagai kesempatan langka, terutama bagi mereka yang tidak memiliki modal besar untuk bekerja ke luar negeri.

    Kepala Desa Kunir, Supono, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif Posbakumdes yang dinilai mampu memberikan cakrawala baru bagi masyarakat. Menurutnya, desa tidak hanya membutuhkan layanan hukum, tetapi juga peluang konkret yang dapat meningkatkan kesejahteraan warga.

    “Kami berharap kedua program ini membuka jalan lebih luas bagi anak muda dan masyarakat produktif di Kunir untuk maju,” katanya.

    Dalam sesi diskusi, peserta sosialisasi terlihat antusias mengajukan pertanyaan, mulai dari syarat mengikuti program hingga proses pendampingan bagi warga yang berminat. Posbakumdes memastikan bahwa seluruh mekanisme akan dilakukan secara transparan dan sesuai ketentuan yang berlaku.

    Melalui kegiatan ini, sosialisasi bantuan hukum di Desa Kunir berkembang menjadi forum pemberdayaan masyarakat yang menyentuh berbagai aspek kehidupan. Posbakumdes dan pemerintah desa berharap kolaborasi ini menjadi pintu hadirnya lebih banyak kesempatan bagi warga untuk meningkatkan taraf hidup mereka secara berkelanjutan.

  • Personel Polsek Metro Tanah Abang Rutin Melakukan Pengaturan Lalu Lintas di Kawasan Benhil Raya pada Sore Hari

    Personel Polsek Metro Tanah Abang Rutin Melakukan Pengaturan Lalu Lintas di Kawasan Benhil Raya pada Sore Hari

    Palapanews.asia Jakarta Pusat – Personel Polsek Metro Tanah Abang secara rutin melaksanakan pengaturan lalu lintas di kawasan Benhil Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat. setiap sore hari. pada Kamis, (11/12/2025).

    Kegiatan ini dilakukan untuk menjaga kelancaran arus kendaraan, mencegah terjadinya kemacetan, serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pengguna jalan yang melintas pada jam-jam padat.

    Dalam keterangannya, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Susatyo Purnomo Condro menyatakan Dalam pelaksanaannya, petugas ditempatkan di titik-titik rawan kepadatan untuk mengatur pergerakan kendaraan, membantu penyeberang jalan, dan memastikan situasi tetap kondusif.

    “Susatyo mengatakan kehadiran polisi di lapangan diharapkan dapat memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat sekaligus mengurangi potensi pelanggaran lalu lintas.

    Sedangkan Kapolsek Metro Tanah Abang Kompol Haris Akhmat Basuki menambahkan bahwa Polsek Metro Tanah Abang berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui kegiatan pengaturan lalu lintas secara berkelanjutan setiap hari.

    (Humas Polres Metro Jakarta Pusat)

  • Stand By Di TL. Penjernihan Raya, Polsek Metro Tanah Abang Lakukan Pengaturan Lalu Lintas Sore Hari

    Stand By Di TL. Penjernihan Raya, Polsek Metro Tanah Abang Lakukan Pengaturan Lalu Lintas Sore Hari

    Palapanews.asia Jakarta Pusat – Menjelang sore hari untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan dan memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar, personel Polsek Metro Tanah Abang melakukan stand by dan pengaturan lalu lintas secara intensif di TL Penjernihan Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Kamis (11/12/2025).

    Aipda Johan terlihat sigap memberikan arahan kepada para pengendara agar tetap tertib. Dengan gestur tangan yang tegas dan komunikasi yang terkoordinasi, polisi berupaya menjaga alur kendaraan tetap mengalir meskipun volume kendaraan meningkat tajam.

    Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan bahwa Kehadiran personel secara langsung di lapangan tidak hanya bertujuan mengurai kemacetan, tetapi juga memberikan rasa aman bagi masyarakat.

    Upaya ini menjadi bagian dari pelayanan rutin Polsek Metro Tanah Abang untuk menciptakan situasi lalu lintas yang kondusif, teratur, dan terkendali, khususnya di wilayah-wilayah rawan kepadatan seperti TL Penjernihan Raya, ucap Susatyo.

    Kapolsek Metro Tanah Abang Kompol Haris Akhmat Basuki mengatakan Dengan terus melakukan pengaturan lalu lintas secara konsisten, Polsek Metro Tanah Abang berharap dapat meningkatkan kesadaran pengguna jalan untuk selalu tertib serta menghormati aturan berkendara demi keselamatan bersama.

    (Humas Polres Metro Jakarta Pusat)

  • Bhabinkamtibmas Saling Koordinasi Dengan LMK Untuk Menjaga Kamtibmas Kondusif di Kelurahan Kebon Kacang

    Bhabinkamtibmas Saling Koordinasi Dengan LMK Untuk Menjaga Kamtibmas Kondusif di Kelurahan Kebon Kacang

    Palapanews.asia Jakarta Pusat –  Bhabinkamtibmas Kelurahan Kebon Kacang Aiptu Suhartono melaksanakan koordinasi tentang kamtibmas di wilayah Kebon Kacang, Tanah Abang Jakarta Pusat. Kamis siang hari (21/12/2025). dihadiri oleh LMK.

    Kegiatan ini merupakan bentuk kebersamaan untuk saling bersinergi agar bersama-sama mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas di wilayah seperti curat “pencurian pemberatan”, curas “pencurian kekerasan” dan curanmor “pencurian kendaraan bermotor” serta kejahatan lainnya.

    Koordinasi dengan LMK saling bertukar informasi sementara wilayah kebon kacang secara keseluruhan dalam keadaan aman dan kondusif serta membantu untuk memonitoring wilayah apabila ada kejadian segera hubungi Bhabinkamtibmas dan call center 110.

    Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro menjelaskan melaui kegiatan ini, kami ingin memastikan masyarakat merasa aman dan nyaman di wilayah. Petugas kepolisian bersama tiga pilar hadir akan bersama-sama untuk menjaga kamtibmas tetap kondusif.”

    Kapolsek Metro Tanah Abang Kompol Haris Akhmat Basuki mengatakan komitmen Polri melalui Bhabinkamtibmas merupakan bagian preventif seperti sambang dan Binluh serta himbauan kepada masyarakat untuk mewujudkan situasi kamtibmas tetap kondusif.

    (Humas Polres Metro Jakarta Pusat)

  • Tiga Pilar Perketat Menteng: Apel Cipta Kondisi Di Gelar Wujudkan Jaga Jakarta Aman Terkendali

    Tiga Pilar Perketat Menteng: Apel Cipta Kondisi Di Gelar Wujudkan Jaga Jakarta Aman Terkendali

    Palapanews.asia Jakarta Pusat – Komitmen menjaga stabilitas keamanan wilayah terus ditunjukkan Tiga Pilar Menteng melalui pelaksanaan apel patroli cipta kondisi yang digelar pada Kamis (11/12/2025) malam. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Padal AKP Samsul Bahri, sebagai langkah strategis dalam memastikan kawasan Menteng dan sekitarnya tetap aman, tertib, dan kondusif dari berbagai potensi gangguan kamtibmas.

    Apel tersebut menjadi momentum penting untuk konsolidasi kekuatan antara unsur Polri, TNI, dan Satpol PP, sebelum personel diterjunkan ke sejumlah titik rawan di wilayah Menteng. Dalam arahannya, AKP Samsul Bahri menegaskan pentingnya kesiapsiagaan personel dan soliditas tiga pilar dalam menangani setiap kemungkinan gangguan keamanan, terutama pada malam hari.

    “Kegiatan cipta kondisi ini merupakan upaya preemtif dan preventif guna memastikan wilayah Menteng tetap dalam kondisi aman terkendali. Setiap personel harus memahami tugas, tanggung jawab, serta sasaran patroli untuk menjaga ketertiban masyarakat,” tegas AKP Samsul Bahri.

    Patroli Tiga Pilar diarahkan ke sejumlah ruas vital, kawasan perbatasan, permukiman padat, hingga titik gelap yang berpotensi menjadi lokasi tindak kriminal seperti pencurian, balap liar, penyalahgunaan narkoba, dan tawuran warga. Selain pengawasan, pendekatan humanis juga dilakukan dengan dialog bersama warga untuk memperkuat komunikasi serta membangun kesadaran kolektif menjaga keamanan lingkungan.

    Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, memberikan apresiasi atas pelaksanaan apel cipta kondisi tersebut. Menurutnya, langkah konsisten Tiga Pilar merupakan garda terdepan dalam menjaga keamanan masyarakat.
    “Patroli dan apel terpadu adalah bentuk nyata kehadiran negara melalui aparatnya. Ini penting untuk memastikan setiap potensi kerawanan dapat ditekan sejak dini sehingga stabilitas keamanan di Jakarta Pusat tetap terjaga,” ujarnya.

    Sementara itu, Kapolsek Metro Menteng, Kompol Rezha Rahandhi, menegaskan bahwa jajaran Polsek Menteng akan terus meningkatkan sinergi dan intensitas patroli.
    “Menteng adalah wilayah strategis yang aktivitas masyarakatnya sangat tinggi. Melalui apel cipta kondisi ini, kami ingin memastikan seluruh personel memahami pentingnya patroli menyeluruh demi mencegah gangguan kamtibmas dan memberikan rasa aman maksimal bagi warga,” jelasnya.

    Dengan apel cipta kondisi yang dilakukan secara konsisten, Tiga Pilar Menteng menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung program Jaga Jakarta, memastikan seluruh wilayah tetap berada dalam kondisi aman, terkendali, dan kondusif, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kehadiran aparat dalam menjaga keamanan lingkungan.

    (Humas Polres Metro Jakarta Pusat)

  • Tiga Pilar Menteng Perketat Pengamanan Perbatasan Kwitang–Kalipasir Demi Jaga Jakarta Tetap Kondusif

    Tiga Pilar Menteng Perketat Pengamanan Perbatasan Kwitang–Kalipasir Demi Jaga Jakarta Tetap Kondusif

    Palapanews.asia Jakarta Pusat – Upaya memastikan keamanan wilayah terus diperkuat oleh Tiga Pilar Menteng melalui kegiatan patroli terpadu dalam program Jaga Jakarta. Pada Kamis (11/12/2025) malam, patroli gabungan tersebut dipimpin langsung oleh Padal AKP Samsul Bahri yang memfokuskan pengamanan di perbatasan Kwitang–Kalipasir, salah satu titik strategis yang menjadi jalur mobilitas tinggi antara dua kawasan di Jakarta Pusat.

    Perbatasan tersebut dikenal sebagai area rawan potensi gangguan malam hari, mulai dari kerumunan tidak terkontrol, tindak kriminal, hingga potensi tawuran warga. Karena itu, patroli Tiga Pilar—yang melibatkan unsur Polri, TNI, dan Satpol PP—dilaksanakan secara intensif dengan pola mobile dan stasioner untuk memastikan situasi tetap berada dalam kendali penuh.

    AKP Samsul Bahri memimpin langsung penyisiran wilayah mulai dari akses jalan utama, gang permukiman, hingga titik gelap yang berpotensi dimanfaatkan pelaku kriminal. Ia juga melakukan dialog dengan warga setempat serta penjaga lingkungan untuk memperkuat sinergi dan menyampaikan pesan kewaspadaan.
    “Kami hadir untuk memastikan keamanan masyarakat, khususnya di titik perbatasan ini. Patroli Tiga Pilar merupakan langkah pencegahan efektif agar potensi gangguan kamtibmas dapat ditekan sejak dini,” tegas AKP Samsul Bahri.

    Patroli difokuskan pada antisipasi kejahatan malam hari, mencegah tawuran antarwarga, memantau kelompok yang dicurigai, serta memastikan tidak ada aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban. Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi Polsek Metro Menteng untuk memastikan situasi Jakarta Pusat—terutama kawasan Menteng—tetap aman dan kondusif setiap hari.

    Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, mengapresiasi kegiatan patroli tersebut sebagai bentuk kehadiran negara dalam menjaga rasa aman masyarakat.
    “Pengamanan wilayah perbatasan seperti Kwatang–Kalipasir sangat penting. Tiga Pilar harus selalu tampil di lapangan untuk mengurangi potensi kerawanan dan memberikan rasa aman bagi warga,” ujarnya.

    Sementara itu, Kapolsek Metro Menteng, Kompol Rezha Rahandhi, menegaskan komitmen jajarannya untuk terus meningkatkan pengamanan kawasan Menteng melalui patroli gabungan yang lebih intensif dan terukur.
    “Menteng adalah wilayah yang menjadi pusat aktivitas publik. Karena itu, pengawasan dan patroli rutin pada malam hari sangat diperlukan. Kami ingin memastikan tidak ada ruang bagi pelaku kejahatan, dan warga dapat beraktivitas dengan aman,” ungkapnya.

    Hingga patroli berakhir, kondisi perbatasan Kwitang–Kalipasir terpantau tetap aman, tertib, dan kondusif. Kehadiran Tiga Pilar menjadi bukti nyata komitmen aparat dalam menjaga stabilitas wilayah dan mendukung penuh program Jaga Jakarta demi keamanan bersama.

    (Humas Polres Metro Jakarta Pusat)

  • Tiga Pilar Sisir Kawasan Teuku Umar, Menteng Dijaga Ketat Sepanjang Malam

    Tiga Pilar Sisir Kawasan Teuku Umar, Menteng Dijaga Ketat Sepanjang Malam

    Palapanews.asia Jakarta Pusat – Upaya menjaga keamanan ibu kota melalui program Jaga Jakarta kembali digencarkan oleh jajaran Polsek Metro Menteng bersama unsur Tiga Pilar. Kali ini, pengamanan difokuskan di kawasan Jalan Teuku Umar, Menteng, yang dikenal sebagai salah satu jalur vital dengan aktivitas masyarakat yang berlangsung hingga malam hari. Kegiatan patroli dipimpin langsung oleh Padal AKP Samsul Bahri, yang menggerakkan personel untuk memastikan kawasan tetap aman dan kondusif. Kamis (11/12/2025)

    Patroli dilakukan dengan strategi gabungan antara mobilisasi kendaraan dinas dan patroli jalan kaki di titik-titik yang dianggap rawan. Wilayah Teuku Umar dipilih karena karakteristiknya sebagai kawasan permukiman dan pusat aktivitas publik, sehingga memerlukan pengawasan ekstra untuk mencegah berbagai bentuk gangguan kamtibmas, termasuk kejahatan malam, pencurian, maupun potensi tawuran warga.

    AKP Samsul Bahri menyebut bahwa patroli ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam memastikan rasa aman bagi masyarakat Menteng. “Kami turun langsung untuk memastikan seluruh elemen masyarakat dapat beraktivitas dengan tenang. Teuku Umar adalah kawasan strategis, sehingga pengawasan harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan,” ungkapnya.

    Dalam kegiatannya, Tiga Pilar tidak hanya melakukan penyisiran, tetapi juga berdialog dengan warga, petugas keamanan lingkungan, dan pemilik usaha. Pendekatan komunikasi dilakukan untuk membangun kemitraan serta mendorong masyarakat lebih aktif memberikan informasi jika menemukan aktivitas mencurigakan.

    Pengawasan juga menyasar titik-titik rawan seperti sudut jalan yang minim penerangan, jalur pedestrian, hingga area parkir kendaraan yang berpotensi menjadi sasaran kejahatan. Laporan situasi dicatat secara real-time untuk dievaluasi sebagai dasar penempatan personel pada malam-malam berikutnya.

    Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, mengapresiasi upaya Polsek Metro Menteng yang terus memperkuat pengamanan melalui patroli rutin. “Pengawasan intensif merupakan langkah preventif paling efektif untuk menjaga stabilitas keamanan di pusat kota. Kehadiran Tiga Pilar di lapangan menjadi wujud nyata pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

    Sementara itu, Kapolsek Metro Menteng, Kompol Rezha Rahandhi, menegaskan pihaknya terus meningkatkan koordinasi dan respons cepat dalam menghadapi berbagai potensi kerawanan. “Menteng adalah wilayah yang menjadi barometer keamanan Jakarta Pusat. Karena itu, patroli kami lakukan secara fokus, terukur, dan berkelanjutan agar segala bentuk gangguan dapat dicegah sedini mungkin,” tegasnya.

    Hasilnya, hingga akhir giat patroli, situasi di Jalan Teuku Umar tercatat aman, lancar, dan tanpa insiden menonjol. Kegiatan ini kembali menegaskan bahwa sinergi Tiga Pilar adalah fondasi penting dalam menjaga Jakarta tetap aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh warganya.

    (Humas Polres Metro Jakarta Pusat)

  • Sinergi Tiga Pilar Menteng Jaga Ketat Perbatasan Menteng–Tenggulun Demi Jakarta Tetap Aman

    Sinergi Tiga Pilar Menteng Jaga Ketat Perbatasan Menteng–Tenggulun Demi Jakarta Tetap Aman

    Palapanews.asia Jakarta Pusat – Upaya menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Menteng terus diperkuat melalui program Jaga Jakarta, yang secara konsisten mengerahkan patroli gabungan Tiga Pilar setiap malam. Pada kegiatan terbaru, Padal AKP Samsul Bahri memimpin langsung patroli di perbatasan Menteng–Tenggulun, salah satu titik strategis yang kerap menjadi jalur keluar-masuk warga dan pusat aktivitas malam hari. Kamis (11/12/2025)

    Patroli dilaksanakan dengan menyisir setiap sudut yang berpotensi menimbulkan kerawanan, mulai dari area permukiman, ruang publik, hingga jalur dengan pencahayaan minim. Fokus utama pengamanan adalah mengantisipasi gangguan kamtibmas, potensi kejahatan malam, hingga kemungkinan tawuran warga, yang kerap terjadi akibat meningkatnya mobilitas masyarakat pada malam hari.

    Dalam patroli tersebut, AKP Samsul Bahri bersama unsur Polri, TNI, dan Satpol PP terlihat aktif berdialog dengan warga, petugas keamanan lingkungan, serta pelaku usaha yang masih beraktivitas. Komunikasi ini dilakukan untuk memperkuat kewaspadaan dan membangun kedekatan antara aparat dan masyarakat.
    “Patroli ini bukan hanya tentang penegakan keamanan, tetapi juga menunjukkan kehadiran aparat di tengah masyarakat. Wilayah perbatasan Menteng–Tenggulun perlu pengawasan ekstra karena sering menjadi titik potensial timbulnya kerawanan,” ujar AKP Samsul Bahri.

    Pengamatan ketat juga dilakukan pada lokasi-lokasi yang kerap digunakan sebagai titik kumpul anak muda, area yang minim penerangan, serta jalur sempit yang rawan dimanfaatkan pelaku kriminal. Setiap temuan diinventarisasi sebagai bahan penilaian untuk penempatan personel yang lebih optimal pada patroli berikutnya.

    Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, menegaskan komitmen kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah melalui patroli rutin dan langkah-langkah preemtif.
    “Perbatasan wilayah seperti Menteng–Tenggulun memiliki peran penting dalam pencegahan gangguan kamtibmas. Kehadiran Tiga Pilar di lapangan sangat membantu menciptakan rasa aman bagi masyarakat,” ujarnya.

    Hal senada disampaikan Kapolsek Metro Menteng, Kompol Rezha Rahandhi, yang menekankan pentingnya sinergi dalam pengamanan wilayah.
    “Kami terus meningkatkan intensitas patroli Tiga Pilar, terutama di titik-titik rawan. Menteng harus tetap aman, tertib, dan kondusif. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada warga,” tuturnya.

    Hingga akhir kegiatan, kondisi di perbatasan Menteng–Tenggulun dipastikan dalam keadaan aman, terkendali, dan tanpa gangguan berarti. Kehadiran patroli Tiga Pilar tidak hanya menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga memperkuat hubungan kolaboratif antara aparat dan masyarakat dalam menjaga Jakarta tetap kondusif.

    (Humas Polres Metro Jakarta Pusat)