Penulis: AdminPALAPA

  • Madas Nusantara Dorong Partisipasi Publik Jelang Suksesi KONI DKI Jakarta

    Madas Nusantara Dorong Partisipasi Publik Jelang Suksesi KONI DKI Jakarta

    PALAPANEWS.ASIA, JAKARTA —

    Menjelang bergulirnya pemilihan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DKI Jakarta periode 2026–2030, ruang partisipasi publik mulai dibuka. Ormas Madas Nusantara melalui Madas Nusantara Institute menggelar konferensi pers untuk menyambut Diskusi Serap Aspirasi Cabang Olahraga (Cabor) DKI Jakarta, yang dijadwalkan berlangsung pada 2 Januari 2026.

    Konferensi pers digelar Jumat, 26 Desember 2025, di Pendopo Madas Nusantara, kawasan Radar AURI, Cibubur, Jakarta Timur. Diskusi tersebut diposisikan sebagai forum terbuka untuk memetakan kekuatan cabang olahraga, mengidentifikasi persoalan struktural, sekaligus menjaring pandangan publik mengenai figur yang dinilai layak memimpin KONI DKI Jakarta ke depan.

    Diskusi mengusung tema “Dalam rangka Memberi Masukan kepada Gubernur DKI Jakarta guna Memajukan Masyarakat Sehat, Olahraga, dan Prestasi”. Aspirasi yang dihimpun akan dirumuskan menjadi rekomendasi kebijakan bagi Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, terutama terkait pembinaan olahraga prestasi dan penguatan budaya hidup sehat.

    Ketua Umum Madas Nusantara, Jusuf Rizal, menegaskan bahwa Madas Nusantara akan aktif mengawal agenda strategis Pemprov DKI Jakarta melalui diskusi-diskusi publik yang berbasis data dan aspirasi warga.
    “Madas Nusantara melalui Madas Nusantara Institute akan konsisten melaksanakan diskusi tentang DKI Jakarta. Hasilnya akan kami sampaikan sebagai rekomendasi kepada Gubernur DKI Jakarta. Ini bagian dari peran kami mengawal kinerja pemerintah daerah,” ujar Jusuf Rizal kepada media.

    Ia menjelaskan, diskusi serap aspirasi ini dirancang sebagai proses belanja masalah. Fokus pembahasan mencakup tata kelola organisasi, potensi dan kendala cabang olahraga, peluang pengembangan prestasi, hingga aspek kepemimpinan dan transparansi keuangan.

    “Kita ingin melihat persoalan secara utuh, bukan sepotong-potong. Dari manajemen, kepemimpinan, sampai aspek nonteknis yang selama ini sering luput dibicarakan,” kata Jusuf Rizal.

    Jusuf Rizal sendiri memiliki rekam jejak panjang di dunia olahraga nasional. Selain dikenal sebagai Ketua Umum PWMOI dan Presiden LIRA (Lumbung Informasi Rakyat), ia pernah menjabat Direktur Marketing dan Promosi PSSI pada era Nurdin Halid, serta Direktur Pembinaan Usia Dini PSSI. Pada masa kepemimpinan Agum Gumelar, ia aktif menggagas berbagai kompetisi sepak bola anak tingkat nasional dan regional.

    Diskusi yang akan digelar pada 2 Januari 2026 mendatang rencananya melibatkan 84 cabang olahraga DKI Jakarta, pemerhati olahraga, serta perwakilan DPD RI dan DPRD DKI Jakarta yang membidangi olahraga. Forum ini diharapkan menjadi ruang evaluasi kritis menjelang suksesi kepengurusan KONI DKI Jakarta.

    Dengan pendekatan partisipatif tersebut, Madas Nusantara Institute berharap proses pergantian kepemimpinan KONI DKI Jakarta tidak sekadar bersifat prosedural, tetapi menjadi momentum perbaikan tata kelola dan penguatan pembinaan olahraga prestasi yang berkelanjutan di ibu kota.

  • Pinjol, Teror Penagihan, dan Arah Inklusi Keuangan yang Perlu Diluruskan

    Pinjol, Teror Penagihan, dan Arah Inklusi Keuangan yang Perlu Diluruskan

    Oleh: Nandan Limakrisna

    Perkembangan pinjaman online (pinjol) di Indonesia menunjukkan paradoks yang semakin jelas. Di satu sisi, pinjol diposisikan sebagai instrumen inklusi keuangan yang memperluas akses pembiayaan masyarakat. Di sisi lain, praktik penagihan yang kerap menimbulkan tekanan psikologis justru berpotensi merusak tujuan inklusi itu sendiri.

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai outstanding fintech lending telah mencapai Rp92,9 triliun hingga Oktober 2025. Angka ini menunjukkan besarnya peran pinjol dalam sistem keuangan nasional. Namun, pertanyaan yang perlu diajukan bukan hanya seberapa besar nilainya, melainkan seperti apa kualitas relasi ekonomi yang dibangun di dalamnya.

    Ketika Gagal Bayar Dijawab dengan Teror

    Fenomena yang kerap muncul adalah penagihan agresif ketika nasabah belum mampu membayar. Pesan berulang, tekanan verbal, bahkan intimidasi psikologis menjadi praktik yang masih ditemui, meskipun regulasi telah melarangnya. Di sinilah muncul keanehan logis yang sulit dibenarkan.

    Bagaimana mungkin seseorang diharapkan mampu membayar utang, jika kondisi psikisnya justru dibuat terganggu? Dalam logika ekonomi paling sederhana, kemampuan membayar sangat bergantung pada stabilitas mental dan produktivitas kerja. Teror penagihan justru merusak keduanya. Nasabah kehilangan fokus, relasi sosial terganggu, dan dalam banyak kasus, pendapatan malah menurun. Akibatnya, peluang pelunasan semakin kecil.

    Pendekatan ini bukan hanya tidak manusiawi, tetapi juga tidak rasional secara ekonomi.

    Masalah Utamanya Bukan Niat, tetapi Ketidakmampuan Sementara

    Perlu ditegaskan, mayoritas kasus keterlambatan pembayaran bukan disebabkan oleh niat buruk. Lebih sering, penyebabnya adalah ketidakmampuan sementara: usaha menurun, kehilangan pekerjaan, sakit, atau tekanan ekonomi rumah tangga. Dalam sistem pembiayaan yang sehat, kondisi seperti ini seharusnya menjadi dasar untuk dialog, bukan intimidasi.

    Perbankan formal telah lama mengenal mekanisme restrukturisasi, penjadwalan ulang, dan pendekatan persuasif ketika debitur mengalami kesulitan. Tujuannya jelas: menjaga keberlanjutan pembayaran sekaligus memulihkan kemampuan ekonomi debitur. Ironisnya, sebagian praktik pinjol justru bergerak ke arah sebaliknya.

    Inklusi Keuangan Tidak Cukup dengan Akses

    Bank Indonesia berulang kali menekankan bahwa stabilitas sistem keuangan sangat bergantung pada ketahanan sektor rumah tangga dan kualitas intermediasi keuangan. Prinsip ini relevan untuk membaca praktik pinjol hari ini.

    Inklusi keuangan tidak cukup dimaknai sebagai kemudahan akses pinjaman. Inklusi yang sejati harus memastikan bahwa pembiayaan tidak menciptakan kerentanan baru. Ketika pinjol lebih banyak digunakan untuk konsumsi jangka pendek dan ditagih dengan cara represif, maka inklusi berubah menjadi ilusi.

    OJK telah melakukan langkah penting melalui pengaturan bunga, tenor, dan etika penagihan. Namun, tantangan kebijakan ke depan adalah menggeser orientasi sistem, bukan sekadar memperketat aturan di hilir.

    Dari Penagihan Represif ke Resolusi Persuasif

    Pendekatan penagihan pinjol perlu diluruskan secara mendasar. Ketika nasabah belum mampu membayar, pertanyaan pertama seharusnya bukan “kapan bayar?”, melainkan “apa masalahnya dan bagaimana solusinya?”
    Pendekatan persuasif membuka ruang untuk:
    • penjadwalan ulang pembayaran,
    • penyesuaian skema cicilan,
    • hingga pendampingan agar sumber pendapatan nasabah pulih kembali.
    Langkah-langkah ini bukan bentuk pemanjaan, melainkan strategi rasional untuk memulihkan kemampuan bayar.

    Alternatif Kebijakan: Pinjol Produktif dan Pendampingan Sistemik

    Kritik terhadap praktik pinjol tidak berarti menolak inovasi. Justru sebaliknya, inovasi perlu diarahkan. Salah satu jalan keluarnya adalah mendorong pinjol produktif berbasis bagi hasil yang disertai pendampingan usaha.

    Dalam skema ini, risiko tidak sepenuhnya dibebankan kepada peminjam. Pendampingan dapat dilakukan berbasis sistem digital: pencatatan arus kas sederhana, evaluasi usaha berkala, hingga rekomendasi pengelolaan usaha. Perguruan tinggi, koperasi, dan inkubator bisnis dapat dilibatkan sebagai mitra.

    Dengan demikian, kegagalan bayar tidak langsung diperlakukan sebagai pelanggaran, melainkan sebagai indikator masalah usaha yang perlu dibantu diselesaikan.

    Menjaga Arah dan Martabat Inklusi Keuangan

    Pada akhirnya, utang adalah relasi ekonomi yang dibangun di atas kepercayaan. Teror hanya akan menghancurkan kepercayaan itu dan merusak reputasi industri keuangan digital secara keseluruhan.

    Jika pinjol ingin benar-benar berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi, maka cara memperlakukan nasabah yang sedang kesulitan menjadi ujian kebijakan dan etika. Inklusi keuangan yang berkelanjutan mensyaratkan empati, rasionalitas, dan orientasi jangka panjang.

    Karena dalam ekonomi yang sehat, utang dibayar dengan pendapatan—bukan dengan ketakutan.

    Profil Penulis
    Nandan Limakrisna adalah Guru Besar Manajemen dan pemerhati kebijakan ekonomi dan keuangan. Aktif menulis artikel opini di berbagai media nasional dengan fokus pada ekonomi kerakyatan, pembiayaan UMKM, dan transformasi kebijakan keuangan berkelanjutan.

  • Kredit Tumbuh 8%: Angka yang Baik, tetapi Belum Tentu Sehat

    Kredit Tumbuh 8%: Angka yang Baik, tetapi Belum Tentu Sehat

    Oleh: Prof. Dr. Nandan Limakrisna
    Guru Besar Manajemen & Ekonomi, Universitas Persada Indonesia (UPI) Y.A.I

    Keyakinan Bank Indonesia (BI) bahwa pertumbuhan kredit perbankan mampu menembus 8% pada akhir 2025 patut diapresiasi sebagai sinyal optimisme di tengah perlambatan ekonomi global. Namun, di balik angka tersebut, ada pertanyaan yang jauh lebih penting untuk dijawab secara jujur: kredit tumbuh ke mana, dan untuk siapa?

    Dalam sejarah perekonomian Indonesia, pertumbuhan kredit bukanlah persoalan baru. Yang berulang justru masalah klasiknya: kredit tumbuh, tetapi ekonomi rakyat tetap tertahan. Angka agregat terlihat sehat, sementara di lapangan kita menyaksikan pinjaman online menjamur, kredit nganggur menumpuk, dan UMKM mikro kesulitan mengakses pembiayaan yang wajar. Ini menunjukkan satu hal mendasar—pertumbuhan kredit belum tentu identik dengan pertumbuhan ekonomi riil.

    Pertumbuhan kredit 8% akan bermakna jika mengalir ke sektor produktif yang menciptakan nilai tambah, lapangan kerja, dan pendapatan berkelanjutan. Namun jika pertumbuhan tersebut terkonsentrasi pada segmen aman, konsumtif, atau sekadar refinancing, maka angka 8% hanya akan menjadi statistik makro yang indah tetapi hampa makna sosial.

    Fakta meningkatnya undisbursed loan hingga menembus Rp2.500 triliun seharusnya menjadi alarm. Kredit sudah disetujui, tetapi tidak ditarik. Artinya, sistem keuangan siap menyalurkan dana, sementara dunia usaha menahan diri. Ini bukan soal kurangnya likuiditas, melainkan krisis kepercayaan dan tingginya biaya modal. Dalam kondisi seperti ini, mengejar target angka kredit tanpa membenahi strukturnya justru berisiko menciptakan distorsi baru.

    Di sinilah kebijakan moneter dan perbankan perlu melakukan koreksi arah. Fokus tidak cukup pada “berapa persen kredit tumbuh”, tetapi harus bergeser ke bagaimana kredit itu bekerja. Kredit yang sehat adalah kredit yang hidup di transaksi riil, bukan yang mengendap di neraca atau mendorong masyarakat ke jerat pinjol konsumtif.

    Jika tujuan akhirnya adalah memperkuat ekonomi nasional dari bawah, maka ada satu instrumen yang selama ini diabaikan secara serius: koperasi desa yang dioperasionalkan dengan Snowball Business Model (SBM). Bukan sebagai pelengkap, melainkan sebagai saluran utama kredit produktif rakyat.

    SBM bekerja dengan logika yang berbeda dari kredit perbankan konvensional. Dalam SBM, anggota koperasi adalah sekaligus produsen dan konsumen. Kredit tidak berdiri sendiri, tetapi melekat pada transaksi riil. Uang berputar di dalam komunitas, keuntungan digulung menjadi modal, dan pembiayaan tumbuh dari aktivitas ekonomi nyata. Dengan cara ini, kredit tidak hanya tumbuh secara kuantitatif, tetapi berkualitas dan berdaya tahan.

  • Dengungkan Kebaikan, BRI Kanca Cimanggis Salurkan Bantuan kepada Dhuafa dan Anak Yatim

    Dengungkan Kebaikan, BRI Kanca Cimanggis Salurkan Bantuan kepada Dhuafa dan Anak Yatim

    PALAPANEWS.ASIA, CIMANGGIS

    Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekitar dan komitmen dalam menjalankan tanggung jawab sosial, BRI Kanca Cimanggis menggelar kegiatan Jumat Berkah dengan menyalurkan santunan dan sembako kepada dhuafa dan anak yatim di wilayah Cimanggis, beberapa hari lalu.

    Kegiatan ini merupakan bagian dari program kepedulian sosial yang rutin dilakukan terutama menjelang momentum akhir tahun dan menghadapi situasi ekonomi yang masih menantang bagi sebagian masyarakat.

    Para karyawan terlibat langsung dalam penyerahan bantuan yang dikemas dalam suasana hangat dan penuh keakraban.

    Selain membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar, acara ini juga bertujuan mempererat hubungan antara perusahaan dan warga sekitar.

    “Kami percaya bahwa keberadaan perusahaan harus memberikan dampak positif bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dan manfaat yang bisa membantu kebutuhan harian warga,” ujar Pandi Suwito perwakilan dari BRI Kanca Cimanggis.

    Suasana penuh keceriaan terlihat saat penerima manfaat mendapatkan bantunan. Duwi, salah seorang warga dhuafa menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan.

    “Dukungan seperti ini sangat berarti bagi kami, apalagi saya sudah berkeluarga, semoga kerja sama ini dapat terus berlanjut,” ujarnya

    Nurul pelajar kelas IX yang juga sebagai penerima manfaat mengaku sangat senang mendapat bantuan.

    “Terimakasih kepada BRI Kanca Cimanggis bantuan ini sangat berarti bagi kami, semoga berkah terus,” ucapnya senang.

    Melalui program ini, BRI Kanca Cimanggis menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan manfaat bagi masyarakat melalui kegiatan sosial yang berkelanjutan. Perusahaan berencana menjadikan program bakti sosial sebagai agenda rutin yang melibatkan seluruh elemen internal agar semangat berbagi terus tumbuh di lingkungan kerja. (*)

  • Silaturahmi di PTM 110 Cimura, AYS Prayogie Ajak Media Lebih Dekat dengan Masyarakat

    Silaturahmi di PTM 110 Cimura, AYS Prayogie Ajak Media Lebih Dekat dengan Masyarakat

    PALAPANEWS.ASIA, JAKARTA —

    Usai menyampaikan Materi Pada Road Show Roadshow Pembinaan dan Penguatan Kelembagaan yang dilakukan oleh BAWASLU Prov. DKI Jakarta, Ketua Umum Media Independen Online (MIO) Indonesia, AYS Prayogie, mengunjungi PTM 110 Cimura, Cipinang Muara, Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (22/12/2025). Kunjungan ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus dialog tentang peran media dalam kehidupan bermasyarakat di tingkat lingkungan.

    AYS Prayogie disambut Ketua PTM 110 Cimura Alam Massiri, yang juga Sekretaris Wilayah MIO Indonesia Provinsi DKI Jakarta, bersama Ketua RT 10 RW 01 Mawardi, serta pengurus dan jamaah. Suasana berlangsung hangat dengan pembahasan seputar literasi informasi, etika pemberitaan, dan pentingnya kedekatan media dengan warga.

    “Media harus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya di ruang-ruang formal. Dari komunitas seperti PTM inilah kepekaan sosial dan kepercayaan publik dibangun,” ujar AYS Prayogie.

    Alam Massiri menilai kunjungan pimpinan organisasi media nasional itu sebagai pesan penting tentang kemitraan media dan warga. Menurutnya, peran media yang sehat akan terasa ketika hadir langsung di lingkungan masyarakat.

    “Kehadiran Ketua Umum MIO Indonesia di PTM 110 Cimura bukan sekadar silaturahmi, tetapi penegasan bahwa media dan masyarakat perlu berjalan beriringan. Media yang jujur dan mendidik akan memperkuat ruang publik,” kata Alam.

    Sebagai Sekretaris Wilayah MIO Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Alam menambahkan bahwa pendekatan berbasis komunitas penting untuk menjaga kedekatan emosional antara media dan masyarakat, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap informasi.

    Sementara itu, Mawardi menyebut dialog langsung semacam ini membantu media memahami konteks kehidupan warga sehari-hari.

    “Kami mengapresiasi kunjungan ini. Media yang mau turun langsung ke lingkungan akan lebih memahami kondisi masyarakat dan menyampaikan informasi secara utuh serta bertanggung jawab,” ujarnya.
    Kunjungan tersebut menegaskan komitmen MIO Indonesia untuk membangun kedekatan dengan komunitas akar rumput sebagai bagian dari tanggung jawab sosial pers, sekaligus memperkuat literasi dan kualitas informasi di tingkat lokal.

  • Roadshow Bawaslu DKI–MIO Indonesia: Media Independen di Garda Depan Pengawasan Pemilu

    Roadshow Bawaslu DKI–MIO Indonesia: Media Independen di Garda Depan Pengawasan Pemilu

    PALAPANEWS.ASIA, JAKARTA –

    Senin, 22 Desember 2025 — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi DKI Jakarta menggelar Roadshow Pembinaan dan Penguatan Kelembagaan sebagai upaya memperkuat kapabilitas internal sekaligus membangun sinergi strategis dengan insan pers dan organisasi media. Kegiatan ini dilaksanakan di Sekretariat Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI), Jl. Pembina I RT 15 RW 02, Kelurahan Cipinang Muara, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, dan dihadiri jajaran Bawaslu DKI Jakarta, pimpinan organisasi pers, serta pengelola media daring.

    Salah satu narasumber utama, Monang Silalahi, menekankan bahwa penguatan kelembagaan Bawaslu tidak hanya bersandar pada struktur organisasi, tetapi juga pada kepercayaan publik yang dibangun melalui keterbukaan informasi dan komunikasi yang sehat dengan media.

    “Pengawasan pemilu tidak bisa hanya mengandalkan struktur kelembagaan. Kepercayaan publik dibangun melalui transparansi, komunikasi yang terbuka, dan kerja sama yang baik dengan media,” ujar Monang.

    Dalam sesi diskusi terpisah, Reky Putra Jaya, Anggota Bawaslu Provinsi DKI Jakarta, turut berbagi perspektif mengenai mekanisme penanganan pelanggaran serta pentingnya peran pemantauan masyarakat dalam menjaga proses pemilu yang adil dan jujur. Dalam forum tersebut, Reky menjelaskan tentang keterlibatan Bawaslu dalam memastikan masyarakat memahami tahapan pemilu dan hak-hak pemilih.

    “Kami terus mendorong keterlibatan publik dalam proses pengawasan. Ketika masyarakat aktif dan paham mekanisme pemilu, potensi pelanggaran dapat dideteksi lebih dini dan ditangani secara lebih efektif,” kata Reky Putra Jaya,

    menekankan pentingnya kolaborasi antara lembaga pengawas dan publik dalam memperkuat kualitas demokrasi di tingkat akar rumput.

    Forum diskusi juga menghadirkan AYS Prayogie, Ketua Umum Media Independen Online (MIO) Indonesia, yang menyatakan bahwa media independen memegang peranan penting dalam sistem pengawasan demokrasi.

    “Media independen memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga ruang publik tetap jernih. Dalam konteks pemilu, media bukan hanya penyampai informasi, tetapi bagian dari sistem pengawasan demokrasi,” ujar AYS Prayogie.

    Menurutnya, penguatan kelembagaan Bawaslu harus berjalan beriringan dengan penguatan ekosistem media yang sehat, yang berlandaskan pada verifikasi, keberimbangan, dan etika jurnalistik.

    Sementara itu, Ismail Lutan, Ketua Umum Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI), menegaskan pentingnya etika jurnalistik dalam menjaga kualitas pemberitaan sekaligus integritas demokrasi.

    “Jurnalis memiliki tanggung jawab etis untuk menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan mendidik. Etika jurnalistik adalah fondasi agar demokrasi tidak terseret oleh informasi yang menyesatkan,” tegasnya.

    Diskusi berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang membahas pengawasan partisipatif, literasi pemilu, serta tantangan media menghadapi hoaks dan disinformasi. Para peserta juga menyoroti pentingnya kanal komunikasi yang responsif antara Bawaslu dan media untuk memastikan publik memperoleh informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

    Melalui roadshow ini, Bawaslu Provinsi DKI Jakarta berharap memperkuat fondasi kelembagaan, sekaligus mempererat kolaborasi dengan insan pers dan organisasi masyarakat sipil demi terselenggaranya pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas.

  • Tenis Meja Jadi Ruang Persaudaraan, PTM Cimura dan PTM Kali Ijo Gelar Laga Persahabatan

    Tenis Meja Jadi Ruang Persaudaraan, PTM Cimura dan PTM Kali Ijo Gelar Laga Persahabatan

    PALAPANEWS.ASIA, JAKARTA —

    Semangat sportivitas dan kebersamaan mewarnai pertandingan tenis meja persahabatan antara PTM 110 Cimura dan PTM Kali Ijo Rawamangun yang digelar di markas PTM 110 Cimura, Jl. Cipinang Indah Gang H. Saidi, Kelurahan Cipinang Muara, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur.

    Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 20 Desember 2026, dimulai sekitar pukul 20.00 WIB hingga selesai. Meski digelar pada malam hari, antusiasme para pemain, pengurus klub, dan warga sekitar tetap tinggi, menciptakan suasana akrab namun tetap kompetitif.

    Para atlet dari kedua klub menampilkan permainan cepat dengan reli panjang, variasi pukulan, serta strategi yang saling menguji. Arahan teknis dari pinggir meja dan dukungan antarpemain menambah semarak jalannya pertandingan persahabatan tersebut.

    Ketua PTM 110 Cimura, Alam Massiri, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak semata mengejar hasil pertandingan.

    “Pertandingan persahabatan ini kami jadikan ruang belajar bersama. Bukan soal menang atau kalah, tetapi bagaimana menjaga sportivitas, konsistensi latihan, dan silaturahmi antar-klub tenis meja,” ujar Alam Massiri.

    Ia menambahkan bahwa suasana kekeluargaan menjadi fondasi penting pembinaan olahraga komunitas.

    “Dalam suasana yang cair, pemain lebih berani mengembangkan teknik dan mental bertandingnya,” katanya.

    Dari sisi pembinaan, PTM 110 Cimura berada di bawah arahan pelatih Boeng, sementara PTM Kali Ijo Rawamangun dibesut oleh pelatih Fauzan. Keduanya tampak aktif memberi instruksi dan evaluasi teknis sepanjang pertandingan.

    Ketua PTM Kali Ijo Rawamangun, H. Makmun, mengapresiasi sambutan tuan rumah.

    “Kami berterima kasih atas penerimaan yang hangat dari PTM Cimura. Pertandingan seperti ini penting untuk menjaga semangat latihan dan memperluas persaudaraan antar komunitas tenis meja,” ujarnya.

    Ia juga memastikan kelanjutan agenda silaturahmi dengan rencana pertandingan balasan di markas PTM Kali Ijo Rawamangun pada Januari 2026.

    Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah tokoh masyarakat lintas wilayah, di antaranya Mawardi selaku Ketua RT 10 RW 1 Cipinang Muara, Budiyanto Ketua RT 11 RW 1 Cipinang Muara, Rofi selaku Ketua RW 3 Kelurahan Rawamangun, serta tokoh masyarakat Rawamangun lainnya.

    Sejumlah tokoh agama juga tampak hadir, antara lain Ustadz Iim, Ustadz Faizal, dan Ustadz Marsudi, yang selama ini aktif dalam kegiatan keagamaan di lingkungan Masjid Al-Azhar Rawamangun.

    Selain itu, pertandingan persahabatan ini juga dihadiri Ketua PTM PANWALI, Bang Dadit, yang menyampaikan apresiasi atas inisiatif silaturahmi antarklub tenis meja di Jakarta. Kehadirannya menegaskan dukungan komunitas terhadap pembinaan olahraga berbasis kebersamaan.

    Hingga berita ini diturunkan, pertandingan persahabatan antara PTM 110 Cimura dan PTM Kali Ijo Rawamangun masih berlangsung. Sejumlah partai tunggal dan ganda terus dimainkan dengan tensi kompetitif namun tetap menjunjung tinggi sportivitas serta suasana kekeluargaan antar kedua klub.

  • Salurkan Paket Sembako, BRI Peduli Kanca Cibubur Bantu Warga Jabodetabek

    Salurkan Paket Sembako, BRI Peduli Kanca Cibubur Bantu Warga Jabodetabek

    PALAPANEWS.ASIA.COM, BOGOR –

    Dalam semangat kepedulian dan kebersamaan, Bank Rakyat Indonesia (BRI) melalui program BRI Peduli menyalurkan bantuan paket sembako untuk masyarakat Jabodetabek.

    Kegiatan ini digelar di Masjid Attoilah Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, sebagai wujud nyata kepedulian BRI terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar.

    Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh perwakilan BRI dan Danantara Indonesia kepada pihak yayasan serta warga penerima manfaat. Tampak sejumlah masyarakat khususnya para ibu, hadir dengan penuh rasa syukur dan antusias menerima paket bantuan tersebut.

    Program BRI Peduli merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan untuk menebar manfaat dan memperkuat nilai-nilai solidaritas di tengah masyarakat. Melalui kegiatan ini, BRI berharap dapat meringankan beban warga serta memperkuat tali silaturahmi antara lembaga dan masyarakat.

    “Kami ingin terus menghadirkan manfaat bagi masyarakat, tidak hanya lewat layanan perbankan, tetapi juga melalui aksi sosial yang bisa membantu mereka secara langsung,” ujar Ichsan Saiful Rochmat
    Manager Operasional & Layanan BRI kacab Cibubur di lokasi, Kamis (23/10/2025).

    Sementara ketua pengurus Yayasan Eka Buana, menyampaikan apresiasi atas kepedulian BRI yang terus hadir mendukung kegiatan sosial di masyarakat.

    “Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih kepada BRI khususnya BRI kanca Cibubur. Bantuan ini sangat berarti, apalagi di tengah kondisi ekonomi seperti sekarang. Semoga menjadi berkah bagi kita semua,” ujarnya.

    Salah seorang penerima manfaat juga mengungkapkan rasa harunya.

    “Terima kasih banyak kepada BRI dan semua yang sudah membantu. Bantuan ini sangat membantu kami di rumah. Semoga Allah membalas dengan kebaikan,” tutur nung sambil tersenyum.

    Kegiatan berlangsung penuh kehangatan dan kebersamaan.

    Selain pembagian sembako, acara ini juga menjadi ajang silaturahmi antara pihak BRI, pengurus yayasan, ketua masjid Attoilah bersama majelis taklim dan warga sekitar.

    Program BRI Peduli diharapkan terus menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk menebar kebaikan dan memperkuat nilai-nilai kemanusiaan di seluruh penjuru negeri.

  • Yusuf Rizal: Dari Forum Jamsos, Buruh Suarakan Evaluasi BPJS dan Harapan Perubahan

    Yusuf Rizal: Dari Forum Jamsos, Buruh Suarakan Evaluasi BPJS dan Harapan Perubahan

    PALAPNEWS.ASIA, JAKARTA –

    Jakarta — Forum Jaminan Sosial (Jamsos) Pekerja dan Buruh membuka ruang dialog terbuka melalui Diskusi Publik Evaluasi Kinerja BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan tahun 2025. Forum ini menjadi tempat pekerja dan buruh menyuarakan pengalaman langsung mereka sebagai peserta jaminan sosial.

    Dengan mengusung tema pemberian masukan kepada Direksi dan Dewan Pengawas BPJS periode 2016–2031 serta Kementerian Ketenagakerjaan, diskusi ini menempatkan aspirasi pekerja sebagai pijakan utama pembenahan sistem jaminan sosial.

    Forum Jamsos menilai bahwa jaminan sosial tidak boleh berhenti pada angka kepesertaan. “Yang kami dorong adalah jaminan sosial yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh pekerja,” ujar Saeful Taviv.

    Ia menyebutkan bahwa sejumlah persoalan masih kerap ditemui di lapangan, terutama terkait layanan dan akses. Menurutnya, kelompok pekerja rentan dan buruh sektor informal masih menghadapi tantangan paling besar.

    “Kebijakan harus lebih berpihak kepada mereka yang paling membutuhkan perlindungan, bukan justru yang paling sulit mengakses layanan,” kata Saeful.

    Dalam kesempatan yang sama, Yusuf Rizal menegaskan bahwa forum ini lahir dari kesadaran kolektif pekerja dan buruh. “Kami tidak ingin sekadar mengkritik, tetapi ikut menjaga agar sistem ini tetap adil dan berkelanjutan,” ujarnya.

    Forum Jamsos berharap suara yang dihimpun dalam diskusi ini dapat menjadi rujukan kebijakan bagi BPJS dan Kementerian Ketenagakerjaan demi memperkuat perlindungan sosial bagi pekerja Indonesia.

    ( Nyai )

  • Rayakan HUT ke-130, BRI Branch Office Bekasi Perkuat Komitmen Melayani Masyarakat

    Rayakan HUT ke-130, BRI Branch Office Bekasi Perkuat Komitmen Melayani Masyarakat

    PALAPANEWS.ASIA, BEKASI –

    Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 130 yang digelar oleh Bank Rakyat Indonesia Branch Office Bekasi berlangsung dalam suasana sederhana namun sarat makna.

    Momentum yang digelar di lingkungan kantor BRI Branch Office Bekasi pada, Selasa (16/12/2025) ini dimanfaatkan sebagai ajang refleksi atas perjalanan panjang BRI dalam memberikan layanan perbankan kepada masyarakat, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan di internal karyawan.

    Dengan tema Satu Bank untuk Semua, rangkaian acara HUT ditandai dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur. Prosesi tersebut diikuti oleh jajaran pimpinan dan pegawai Branch Office Bekasi, disertai ramah tamah yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan.

    Pimpinan Branch Office Bekasi dalam keterangannya menegaskan bahwa peringatan HUT bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan pengingat atas amanah besar yang diemban BRI di tengah masyarakat.

    “Momentum ulang tahun ini menjadi pengingat bagi kami bahwa keberadaan BRI bukan hanya soal bisnis, tetapi juga tentang komitmen melayani dan memberi manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat. Kebersamaan dan kekompakan insan BRI adalah modal utama untuk terus meningkatkan kualitas layanan,” ujarnya.

    Menurutnya, Branch Office Bekasi terus berupaya menghadirkan layanan perbankan yang inklusif, mudah diakses, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi. Hal ini sejalan dengan peran strategis BRI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya melalui penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

    “Kami ingin memastikan bahwa BRI hadir sebagai mitra yang dapat diandalkan, terutama bagi pelaku UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian. Dengan semangat HUT ini, kami berkomitmen untuk terus berinovasi dan menjaga kepercayaan nasabah,” tambahnya.

    Peringatan HUT di lingkungan Branch Office Bekasi ini diharapkan menjadi energi baru bagi seluruh insan BRI untuk terus bekerja profesional, menjaga integritas, serta memperkuat peran BRI sebagai bank yang tumbuh dan berkembang bersama masyarakat.