Palapanews.Asia, Jakarta – Suasana haru dan isak tangis mewarnai Gala Premiere dan Press Conference film Titip Bunda di Surga-Mu yang digelar di CGV Grand Indonesia. Film drama keluarga produksi RRK Pictures bersama Spectrum Film dan Festival Pictures ini untuk pertama kalinya dipertontonkan kepada publik dan langsung mendapat respons emosional dari para penonton.
Acara tersebut dihadiri produser Dono Indarto, sutradara Hanny R. Saputra, serta jajaran pemain seperti Kevin Julio, Abun Sungkar, Meriam Bellina, Ikang Fawzi, Natalie Zenn, Arfan Afif, Chiki Fawzi, Asri Welas, hingga Zora Vidyanata yang juga menulis skenario film ini.

Usai pemutaran, studio dipenuhi suasana hening bercampur tangis. Banyak penonton terlihat menyeka air mata, tersentuh kisah tentang hubungan orang tua dan anak, penyesalan, serta cinta yang kerap terlambat diungkapkan.
Meriam Bellina yang memerankan Ibu Mozza menuai pujian berkat aktingnya yang dinilai begitu hangat dan menyentuh. Ia mengaku peran tersebut memiliki makna mendalam dalam hidupnya.
“Peran Ibu Mozza ini sangat penting bagi saya. Dari film ini kita belajar banyak, bukan cuma bagi anak untuk lebih menghargai rasa sayang orang tua, namun juga bagi orang tua untuk semakin berusaha mengerti anak-anaknya, tak hanya mengerti juga saling memaafkan dan menerima,” ujar Meriam dengan penuh emosi.
Kevin Julio pun membagikan pengalaman hangat di balik layar. Meski di dalam cerita keluarganya kerap dilanda konflik, suasana di lokasi syuting justru sebaliknya.
“Walaupun di film ini keluarga kita banyak berantem, justru itu yang bikin kita di set terasa seperti keluarga beneran. Sampai sekarang kalau ketemu masih sering bercanda, saling usil, dan rasanya sudah dekat banget,” ungkap Kevin.
Kehangatan malam itu semakin terasa saat Nabila Maharani membawakan lagu OST “Titip Bunda di Surga-Mu” secara langsung. Momen simbolis juga diberikan kepada sejumlah ibu yang hadir, dengan penyerahan mawar putih sebagai bentuk penghormatan dan cinta kepada sosok ibu.
Film ini mengisahkan Ibu Mozza, seorang ibu yang menjadi pilar kekuatan keluarga di tengah konflik yang menguji keutuhan rumah tangga. Di balik ketegarannya, tersimpan luka yang tak pernah ia keluhkan, sementara anak-anaknya terjebak dalam ego dan kesibukan masing-masing. Ketika sebuah rahasia besar terungkap dan waktu terasa semakin sempit, penyesalan pun datang menghantui.
“Akankah cinta dan maaf sempat terucap sebelum jarak abadi memisahkan?” menjadi pertanyaan besar yang menghantui sepanjang film.














