JAKARTA, 07 Januari 2026 – Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) DPW DKI Jakarta bekerja sama dengan SMAN 11 Jakarta Timur menyelenggarakan acara penyuluhan Anti-Bullying dan Kekerasan dalam Lingkungan Sekolah (PABK), serta penyuluhan Pencegahan Radikalisme di Era Digital. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya keamanan dan harmoni di lingkungan sekolah, dengan menghadirkan narasumber yang berkompeten.
Penyuluhan anti-bullying dan kekerasan di sekolah diisi oleh Yulina Dewi, SH, MH – salah satu pengurus GPIB DPW DKI Jakarta yang juga berprofesi sebagai jaksa di Kejagung RI.
Tujuan penyuluhan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran tentang perundungan, memberikan pemahaman akan dampak buruknya bagi korban dan pelaku, serta membangun lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan saling menghormati. Siswa juga diajarkan cara mencegah, melawan, dan melaporkan kasus bullying agar dapat tumbuh optimal secara fisik dan mental.
Melalui penyuluhan, peserta dapat memahami definisi bullying, bentuk-bentuknya (fisik, verbal, siber), serta dampaknya (trauma, rendahnya rasa diri, gangguan mental). Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk:
– Menumbuhkan rasa saling menghargai, toleransi, dan persahabatan antar siswa tanpa membedakan latar belakang
– Mengajarkan keterampilan menghadapi dan melawan perundungan baik sebagai korban maupun saksi
– Mewujudkan sekolah sebagai tempat belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan
– Memberikan pemahaman tentang pentingnya melapor kepada guru atau orang tua agar bantuan dapat diberikan segera
Acara diisi dengan sesi tanya jawab yang antusias dari para siswa SMAN 11 Jakarta Timur. Hadir dalam kegiatan tersebut siswa kelas XI, Kepala Sekolah SMAN 11 Jakarta Dra. Penina Sianmbela, Ketua Umum GPIB Ir. Agung Karang, Wakil Ketua GPIB DPW DKI Jakarta Dani Hendro, Ketua DPC GPIB Jakarta Timur Mohamad Amin, serta Handoko A dari Kesbangpol, Yudhi dari Kesbangpol, Devi Sarasaty dari Kesbangpol, Rini Humas Komite Sekolah 53 Jakarta, Doli Arusdin Situmeang Guru SMAN 11 Jakarta Timur, Yosep Dian Sulistyo Guru SMAN 11 Jakarta Timur, Agung Bintang Karang Pengurus DPP GPIB, Yenti Sofia Pengurus GPIB DPW DKI Jakarta, Sekretaris DPW Nurhayati, Bendahara DPW Rahayu Desy Leni SE, Wakil Bendahara DPW Lina Herlina, Ketua OKK GPIB DPW DKI Jakarta Nani Wijaya, Suhana Pengurus GPIB DPW DKI Jakarta dan Titik Suparti Humas DPW DKI Jakarta.
“Terima kasih kepada tim GPIB yang telah mengedukasi anak-anak. Mudah-mudahan materi yang disampaikan bermanfaat. Kadang kondisi anak yang tampak damai justru menyembunyikan masalah, dan mereka sering tidak berani melaporkan,” ujar Dra. Penina Sinambela, M.Pd Rabu (07/01/2026).
Ia menambahkan, “Jika ada yang merasa mengalami kekerasan baik secara verbal maupun fisik, saya siap menjadi pendengar. Jangan menyimpan atau menyembunyikannya. Jika mau membuka diri, itu akan sangat membantu. Mudah-mudahan anak-anak paham untuk segera berbagi kepada wali kelas, guru BK, guru bidang studi, atau kepala sekolah. Terima kasih banyak, semoga kerjasama ini berlanjut ke depannya.”
Ketua Umum DPP GPIB Ir. Agung Karang mengucapkan terima kasih kepada Yulina Dewi, SH, MH dan pihak sekolah yang telah memberikan izin untuk penyuluhan. “Kegiatan roadshow anti-bullying dan kekerasan ini telah dilakukan di SMA 53 dan SMA 49 Jakarta, kemudian kali ini di SMAN 11 Cakung Jakarta Timur, tanggal 8-1-2026 SDN 16 Klender Jakarta Timur dan tgl 14-1-2026 SMPN 167 Jakarta Timur dan akan berlanjut hingga beberapa sekolah bulan Februari. GPIB sangat peduli dengan siswa di berbagai jenjang pendidikan untuk mencegah bullying. Pemicu kegiatan ini adalah kejadian ledakan bom di SMA 72, sehingga kami ingin mencegah terjadinya hal serupa dengan mengunjungi sekolah-sekolah,” jelasnya.
Agung berharap dunia pendidikan dapat menjadi lingkungan yang ramah anak dan bebas dari perundungan.
Sementara itu, Yulina Dewi, SH, MH menyampaikan terima kasih atas kesempatan untuk memberikan wawasan kepada siswa SMAN 11 mengenai kekerasan di sekolah. “Di era transformasi digital ini, anak-anak menghadapi berbagai problematika terkait kekerasan di sekolah yang dapat menimbulkan trauma dan dampak pada kesehatan mental baik bagi korban maupun pelaku,” ujarnya.
Menurutnya, diperlukan sistem dan strategi yang terkoordinasi antara sekolah, Pemprov DKI, dan pihak terkait seperti GPIB. “Siswa adalah sumber emas bangsa yang harus menjadi kader cerdas, bekerja keras, dan mendapatkan perlindungan yang baik agar dapat belajar dalam suasana yang nyaman, tenang, dan inklusif. Dukungan dari pemerintah, sekolah, dan komunitas sangat diperlukan untuk mewujudkannya,” tambahnya.
Yulina berharap kegiatan ini dapat dilanjutkan dengan sinergi yang baik untuk membangun antisipasi dan menghasilkan generasi yang cerdas pada tahun 2045. “Saya ucapkan semangat kepada Pak Agung dalam memperjuangkan misi dan visi pendidikan Indonesia, serta siap memberikan dukungan dan pengetahuan yang diperlukan,” tandasnya.
Acara diakhiri dengan penyerahan sertifikat dan piagam penghargaan kepada pihak sekolah dan narasumber, hadir dalam acara tsb Muhammad Amin ketua komite sekolah SMAN 11 yg juga sebagai Ketua DPC.GPIB Jakarta Timur, Dani Hendro Pradiatmoko wakil ketua DPW GPIB PROVINSI DKI JAKARTA, Rahayu Desi Leni, Nurhayati, Suhana, Nani Wijaya, Yenti, Titik Suparti, Lina serta acara diakhiri dengan sesi foto bersama.












